O slideshow foi denunciado.
Utilizamos seu perfil e dados de atividades no LinkedIn para personalizar e exibir anúncios mais relevantes. Altere suas preferências de anúncios quando desejar.

RPP SEMESTER GENAP TP 2016/2017

3.800 visualizações

Publicada em

RPP SEMESTER GENAP TP 2016/2017

Publicada em: Educação
  • Seja o primeiro a comentar

RPP SEMESTER GENAP TP 2016/2017

  1. 1. Madani (6) – Perangkat Mengajar SKI 8 / Genap 5 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( R P P ) Madrasah : MTs Muhammadiyah Batang Mata Pelajaran : Sejarah Kebudayaan Islam Kelas / Semester : VIII / 2 Materi Pokok : Sejarah berdirinya Dinasti Al-Ayyubiyah Alokasi Waktu : 3 pertemuan ( 5 X 40 menit ) A. KOMPETENSI INTI 1. Kompetensi Inti Menghargai dan menghayati ajaran agama yangdianutnya 2. Kompetensi Inti Menghargai dan menghayati perilaku jujur,disiplin,tanggung jawab,peduli (toleransi,gotong royong), santun,percaya diri dalamberinteraksi secaraefektif dengan lingkungan sosial dan alamdalamjangkauan pergaulan dan keberadaannya 3. Kompetensi Inti Memahami pengetahuan (faktual,konseptual,dan prosedural) berdasarkan rasaingin tahunya tentangilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata 4. Kompetensi Inti Mengolah, menyaji,dan menalar dalamranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai,memodifikasi dan membuat) dan ranah abstrak (menulis,membaca,menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yangsemua dalamsudutpandang/teori B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN Kompetensi Dasar Indikator 1.1. Menghayati ibrah atau nilai-nilai dari proses berdirinya Dinasti Al- Ayyubiyah Mengambil nilai-nilai yangbaik dari proses Berdirinya dinasti Al-Ayyubiyah 2.1. Menunjukkan sikap bijaksana sebagai implemetasi dari pemahaman mengenai sejarah berdirinya Dinasti Al-Ayyubiyah Mensikapi dengan sikap yang bijaksana mengenai sejarah berdirinya Dinasti Al-Ayyubiyah 3.1. Memahami sejarah berdirinya dinastiAl-Ayyubiyah 4.1. Menceritakan sejarah berdirinya Dinasti Al-Ayyubiyah 1. Menceritakan proses berdirinya Dinasti Al- Ayyubiyah 2. Menyebutkan tokoh-tokoh yang berjasa dalam pendirian Dinasti Al-Ayyubiyah 3. Menceritakan proses berakhirnya Dinasti Al- Ayyubiyah C. TUJUAN PEMBELAJARAN Pertemuan pertama Diberi kesempatan untuk berdiskusi dengan teman kelompoknya dengan diskusi tersebut siswa dapat menceritakan sejarah berdirinya Dinasti Al-ayyubiyah Pertemuan kedua Diberi kesempatan membaca atau mencari tokoh-tokoh yang berperan dalam pendirian Dinasti Al-Ayyubiyah Pertemuan ketiga Melalui membaca siswa dapat menceritakan proses runtuhnya dinasti Al-Ayyubiyah D. MATERI PEMBELAJARAN Pertemuan pertama Sejarah Berdirinya Dinasti Al–Ayyubiyah Dinasti Al -Ayyubiyah merupakan keturunan Ayyub dari suku Kurdi yang berasal dari Azerbaijan yaitu di kota Tikrit dekat sungai Tigris pada tahun 1137 M. Pada waktu Dinasti Abbasiyah masih berkuasa, Dinasti Al- Ayyubiyah ini masih berupa penguasa provinsi yang mengakui kekuasaan Dinasti Abbasiyah dengan membayar upeti setiap tahunnya. Pendiri Dinasti Al- Ayyubiyah adalah Salahudin Al- Ayyubi putra dari Najmudin bin Ayyub. Jatuhnya kota suci Baitul Maqdis ke tangan kaum salib telah membuat para pemimpin Islam terkejut. Kemudian para pemimpin bersepakat untuk merebut kembali kota tersebut. Diantara pemimpin yang paling gigih dalam usaha menghalau tentara salib adalah Imamuddin Zanki dan diteruskan oleh anaknya Nuruddin Zanki dan dibantu oleh panglima Asaduddin Syirkuh. Atas keberhasilan Asaduddin dan Salahuddin ini kemudian khalifah Al-Adid melantik panglima Asaduddin Syirkuh menjadi wazir besar menggantikan Shawar. Asaduddin Syirkuh tidak lama memegang jabatannya hanya
  2. 2. Madani (6) – Perangkat Mengajar SKI 8 / Genap6 sekitar dua bulan beliau meninggal dunia yaitu pada tahun 565 H/1169 M. Khalifah Al -Adid akhirnya mengangkat Salahuddin Yusuf Al-Ayyubi menjadi Perdana Menteri menggantikan pamannya Asaduddin Syirkuh dalam usia 32 tahun. Sebagai perdana menteri Beliau mendapat gelar Al- Malik An- Nasir artinya penguasa yang bijaksana. Setelah Khalifah Al-Adid meninggal dunia maka berakhirlah Dinasti Fatimiyah yang di kuasai oleh kaum syiah selama 270 tahun dan Salahuddin berkuasa penuh untuk menjalankan peran keagamaan dan politiknya di Mesir . Maka sejak saat itulah Dinasti Ayyubiyah mulai berkuasa hingga sekitar 75 tahun lamanya Pertemuan kedua Tokoh-Tokoh Yang Berperan DalamPendirian Dinasti Al Ayyubiyah Di bawah ini adalah tokoh-tokoh yang berperan dalam pendirian Dinasti Al- Ayyubiyah, 1. Salahudin Al Ayyubi : Berperan sebagai pendiri Dinasti Ayyubiyah 2. Nuruddin Zanki : Gubernur Suriah yangmemberi tugas pada Salahuddin dan pamannya untuk membantu Dinasti Fatimiyah di Mesir dalamperangSalib melawan Amauri. 3. Asaduddin Syirkuh : Paman Salahuddin yangmengabdi pada Nuruddin Zanki. 4. Najmudin bin Ayyub : Ayah Salahuddin Yusuf Al-Ayyubi 5. Ayyub bin Syadzi : Kakek Salahuddin yangmenjadi nisbah / pengambilan nama Dinasti Ayyubiyah 6. Al Adid : Khalifah Dinasti Fatimiyah terakhir di Mesir yangmeminta Salahuddin untuk membantunya mengusir Pasukan Salib dari Mesir (Hal inimemberi kesempatan terhadap berdirinya Dinasti Pertemuan ketiga Berakhirnya Dinasti Al-Ayyubiyah Awal keruntuhan Dinasti AL- Ayyubiyah di Mesir dimulai ketika pemerintahan di pegang oleh Sultan As - Salih,pada masa As-salih jalannya pemerintahan dikendalikan oleh tentara dari kaum budak di Mesir (kaum Mamluk). Setelah As-Salih meninggal pada tahun 1249 M, kaum Mamluk mengangkat istri As-Salih yang bernama Syajarat Ad- Durr sebagai Sultanah.Pada tahun 1260 M, tentara Mongol hendak menyerbu Mesir. Komando tentara Islam di Mesir ketika itu dipegang oleh Qutuz (panglima perang Mamluk). Dalam pertempuran di Ain Jalut, Qutuz berhasil mengalahkan tentara mongol dengan gemilang. akhirnya,kekhalifahan islam di Mesir dilanjutkan oleh Dinasti Mamluk (kaum budak di Mesir). Dari penjelasan di atas dapatdisimpulkan rangkaian peristiwa menjelang runtuhnya Dinasti Al - Ayyubiyah di Mesir ,adalah sebagai berikut : 1. Meninggalnya Sultan As-Salih ( penguasa terakhir Dinasti Al-Ayyubiyah) 2. Kendali pemerintahan dipegang oleh kaum Mamluk 3. Diangkatnya istri As-Salih sebagai Sultanah 4. Kemenangan Panglima Qutuz (Dinasti Mamluk) atas tentara Mongol E. METODE PEMBELAJARAN 1. Pendekatan Scintific 2. Model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan DirectInstruction 3. Metode diskusi,driil,demonstrasi,ceramah interaktif dan cardmact F. SUMBER BELAJAR 1. Buku SKI Depag 2. SKI Toha Putra 3. SKI Tiga Serangkai 4. Ensiklopedi Islam 5. Buku lain yang memadai G. MEDIA PEMBELAJARAN 1. Media a. Vidio Pembelajaran 2. Alat a. Komputer/laptop b. LCD Projector H. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan Pertama No Kegiatan Waktu 1 Pendahuluan a. Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdo’a bersama dipimpin oleh seorang peserta didik dengan penuh khidmat; b. Guru memulai pembelajaran dengan membaca Al-Qur’an surah/ayat pilihan (nama surat sesuai dengan program pembiasaan yang ditentukan sebelumnya); c. Guru memperlihatkan kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadiran dan 10 Menit
  3. 3. Madani (6) – Perangkat Mengajar SKI 8 / Genap 7 memeriksa kerapihan pakaian,posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran. d. Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan secara komunikatif yang berkaitan dengan materi pelajaran. e. Guru menyampaikan kompetensi inti, kompetensi dasar dan tujuan yang akan dicapai. f. Guru membagi peserta didik dalam beberapa kelompok. 2 Kegiatan inti a. Mengamati  Membaca sejarah berdirinya Dinasti Al-Ayyubiyah  Mengamati LCD peta konsep tentang berdirinya Dinasti Al-Ayyubiyah  Menyimak penjelasan guru tentang sejarah berdirinya Dinasti Al -Ayyubiyah b. Menanya  Melalui motivasi guru mengajukan pertanyaan kepada siswa/ kelompok tentang hal- hal yang belum jelas dari pengamatan terhadap bahan ajar dan tayangan peta konsep.  Peserta didik memberikan tanggapan / respon terhadap penjelasan guru tentang sejarah berdirinya Dinasti Al-Ayyubiyah c. Explore  Peserta didik membaca sejarah berdirinya Dinasti Al -Ayyubiyah secara bersama-sama  Siswa membuat catatan kata-kata sulit yang ditemui saat membaca  Guru memerintahkan kepada siswa untuk untuk menanyakan kata-kata sulit yang telah dicatat d. Asosiasi  Mengidentifikasi sejarah berdirinya Dinasti Al-Ayyubiyah e. Komunikasi.  Menyimpulkan sejarah berdirinya Dinasti Al-Ayyubiyah  Guru memberi penghargaan pada siswa yang menyimpulkan materi terbaik 60 Menit 3 Penutup a. Dibawah bimbingan guru, peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran secara demokratis. b. Bersama-sama melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan. c. Guru memberikan reward kepada siswa “terbaik”, d. Hikmah belajar hari ini : Siswa mengetahui sejarah berdirinya Dinasti Al-Ayyubiyah e. Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya dan menyampaikan tugas mandiri terstruktur. f. Bersama-sama menutup pelajaran dengan membaca kafarotul majlis. 10 Menit Pertemua kedua No Kegiatan Waktu 1 Pendahuluan a. Guru membuka pembelajaran dengan salamdan berdo’a bersama dipimpin oleh seorang peserta didik dengan penuh khidmat; b. Guru memulai pembelajaran dengan membaca Al-Qur’an surah/ayatpilihan (nama surat sesuai dengan program pembiasaan yang ditentukan sebelumnya); c. Guru memperlihatkan kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran. d. Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan secara komunikatif yang berkaitan dengan materi pelajaran. e. Guru menyampaikan kompetensi inti, kompetensi dasar dan tujuan yang akan dicapai. f. Guru membagi peserta didik dalam beberapa kelompok. 10 Menit 2 Kegiatan inti a. Mengamati  Membaca tokoh-tokoh yang berperan dalam pendirian Dinasti Al-Ayyubiyah 60 Menit
  4. 4. Madani (6) – Perangkat Mengajar SKI 8 / Genap8  Mengamati LCD peta konsep tentang tokoh-tokoh yang berperan dalm pendirian Dinasti Al-Ayyubiyah b. Menanya  Melalui motivasi guru mengajukan pertanyaan kepada siswa/ kelompok tentang hal- hal yang belum jelas dari pengamatan terhadap bahan ajar dan tayangan peta konsep. c. Explore  Peserta didik membaca tokoh-tokoh yang berperan dalm pendirian Dinasti Al- Ayyubiyah  Siswa membuat catatan kata-kata sulit yang ditemui saat membaca  Guru memerintahkan kepada siswa untuk untuk menanyakan kata-kata sulit yang telah dicatat e. Asosiasi  Mengidentifikasi tokoh-tokoh yang berperan dalm pendirian Dinasti Al- Ayyubiyah f. Komunikasi.  Menyimpulkan tokoh-tokoh yangberperan dalampendirian Dinasti Al-Ayyubiyah  Guru memberi penghargaan pada siswa yang menyimpulkan materi terbaik 3 Penutup a.Dibawah bimbingan guru, peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran secara demokratis. b.Bersama-sama melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan. c. Guru memberikan reward kepada siswa “terbaik”, d. Hikmah belajar hari ini : 1.Siswa mengetahui tokoh-tokoh yang berperan dalm pendirian Dinasti Al-Ayyubiyah 2. Siswa mengetahui watak dari tokoh-tokoh tersebut e. Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya dan menyampaikan tugas mandiri terstruktur. f. Bersama-sama menutup pelajaran dengan membaca kafarotulmajlis. 10 Menit Pertemuan ketiga No Kegiatan Waktu 1 Pendahuluan a. Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdo’a bersama dipimpin oleh seorang peserta didik dengan penuh khidmat; b. Guru memulai pembelajaran dengan membaca Al-Qur’an surah/ayat pilihan (nama surat sesuai dengan program pembiasaan yang ditentukan sebelumnya); c. Guru memperlihatkan kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran. d. Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan secara komunikatif yang berkaitan dengan materi pelajaran. e. Guru menyampaikan kompetensi inti, kompetensi dasar dan tujuan yang akan dicapai. f. Guru membagi peserta didik dalam beberapa kelompok. 10 Menit 2 Kegiatan inti a. Mengamati  Membaca penyebab runtuhnya Dinasti Al-Ayyubiyah Mengamati LCD peta konsep penyebab runtuhnya Dinasti Al -Ayyubiyah b. Menanya  Melalui motivasi dari guru mengajukan pertanyaan kepada siswa/ kelompok tentang hal- hal yang belum jelas dari pengamatan terhadap bahan ajar dan tayangan peta konsep. c.Explore  Peserta didik membaca faktor penyebab runtuhnya Dinasti Al -Ayyubiyah  Siswa membuat catatan kata-kata sulit yang ditemui saat membaca  Guru memerintahkan kepada siswa untuk untuk menanyakan kata-kata sulit yang telah dicatat 30 Menit
  5. 5. Madani (6) – Perangkat Mengajar SKI 8 / Genap 9 d. Asosiasi Mengidentifikasi faktor penyebab runtuhnya Dinasti Al-Ayyubiyah e. Komunikasi.  Menyimpulkan faktor penyebab runtuhnya Dinasti Al-Ayyubiyah  Guru memberi penghargaan pada siswa yang menyimpulkan materi terbaik 3 Penutup a.Dibawah bimbingan guru, peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran secara demokratis. b. Bersama-sama melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan. c. Guru memberikan reward kepada siswa “terbaik”, d. Hikmah belajar hari ini : Siswa mengetahui faktor penyebab runtuhnya Dinasti Al-Ayyubiyah e. Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya dan menyampaikan tugas mandiri terstruktur. f. Bersama-sama menutup pelajaran dengan membaca kafarotulmajlis. 10 Menit I. PENILAIAN 1. Teknik : Tes unjuk kerja 2. Bentuk : Tertulis dan praktek 3. Instrumen : Uraian (tertulis) - Sebutkan tokoh-tokoh yang berjasa dalam pembentukan Dinasti Al-Ayyubiyah Pedoman pensekoran Kegiatan Skor Siswa menyebutkan dengan lengkap Siswa menyebutkan tidak lengkap Siswa tidak menjawab 2 1 0 Praktek - Siswa menceritakan sejarah berdirinya Dinasti Al-Ayyubiyah Pedoman pensekoran penilaian bercerita dengan standar terendah 50 dan tertinggi 100 No. Nama Siswa Ringkasan Cerita Keruntutan Ketuntasan Jumlah Rata-rata Mengetahui Kepala MTs Muhammadiyah Batang Muhamad Akhirudin, S. Pd NIP.- Batang, Januari 2017 Guru Mata Pelajaran, Tri Utari NIP. -
  6. 6. Madani (6) – Perangkat Mengajar SKI 8 / Genap10 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Madrasah : MTs Muhammadiyah Batang Mata Pelajaran : Sejarah Kebudayaan Islam Kelas / Semester : VIII / 2 Materi Pokok : Perkembangan kebudayaan /Peradapan Islam masa Dinasti Al -Ayyubiyah Alokasi Waktu : 2 pertemuan ( 4 X 40 menit ) A. KOMPETENSI INTI 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yangdianutnya 2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur,disiplin,tanggungjawab,peduli (toleransi,gotong royong), santun,percaya diri dalamberinteraksi secaraefektif dengan lingkungan sosial dan alamdalamjangkauan pergaulan dan keberadaannya 3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual,konseptual dan prosedural) berdasarkan rasaingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya terkaitfenomena dan kejadian tampak mata 4. Mengolah, menyaji,dan menalar dalamranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai,memodifikasi dan membuat) dan ranah abstrak (menulis,membaca,menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yangsemua dalams udutpandang/teori. B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI 1.2. Menghayati nilai-nilai positip dari perkembangan Dinasti Al-Ayyubiyah Mengidentifikasi perkembangan kebudayaan Islam masa Dinasti Al-Ayyubiyah 3.2. Mengidentifikasi perkembanga kebudayaan / peradaban Islampada masa dinasti Al- Ayyubiyah 4.2. Membuat peta konsep mengenai hal-hal yang dicapai padamasa Dinasti Al- Ayyubiyah 1. Menjelaskan kemajuan –kemajuan umat Islam pada masa Dinasti Al-Ayyubiyah 2. Menceritakan sejarah pertumbuhan dan perkembangan Al-Azhar 3. Menjelaskan perkembangan Al-Azhar pada masa pemerintahan Dinasti Al-Ayyubiyah C. TUJUAN PEMBELAJARAN Pertemuan pertama Diberi kesempatan untuk berdiskusi dengan teman kelompoknya mencari kemajuan –kemajuan umat Islam pada masa Dinasti Al-Ayyubiyah Pertemuan kedua Diberi kesempatan membaca atau mencari sejarah pertumbuhan dan perkembangan Al -Azhar (pada masa Dinasti Fatimiyah ataupun Dinasti Ayyubiyah) D. MATERI PEMBELAJARAN Pertemuan Pertama Kemajuan Umat Islam Pada Masa Dinasti Al-Ayyubiyah Berikut ini berbagai kemajuan yang dicapai pada masa pemerintahan dinasti Ayyubiyah: A. Pendidikan Pemerintahan dinasti Ayyubiyah terutama pada masa kekuasaan Nuruddin dan Shalahuddin telah berhasil menjadikan Damaskus sebagai kota pendidikan. Damaskus, ibu kota Suriah, masih menyimpan bukti yang menunjukkan jejak arsitektur dan pendidikan yang dikembangkan kedua penguasa tersebut. Nuruddin tidak hanya merenovasi dinding-dinding pertahanan kota, menambahkan beberapa pintu gerbang dan menara, serta membangun gedung-gedung pemerintahan yang masih bisa digunakan hingga kini, tetapi juga mendirikan madrasah sebagai sekolah pertama di Damaskus yang difokuskan untuk pengembangan ilmu hadist. Madrasah ini terus berkembang dan menyebar ke seluruh pelosok Suriah. Madrasah yang dibangun merupakan bagian yang tak terpisahkan dari masjid atau sebagai sekolah masjid.Lembaga pendidikan ini secara formal menerima murid-murid dan mengikuti model madrasah yang dikembangkan pada masa Nizhamiyah. Madrasah yangdidirikan Nuruddin di Aleppo (Halb), Emessa, Hamah dan Ba’labak mengikuti madzhab Syafi’i. Nuruddin juga membangun rumah sakit yang terkenal dengan memakai namanya,yaitu Rumah sakit al-Nuri. Rumah Sakit Al-Nuri ini, menjadi rumah sakit kedua di Damaskus setelah rumah sakit al-walid dan ditambah fungsinya tidak hanya sebagai tempat pengobatan, juga sebagai sekolah kedokteran. Pada bangunan monumen-monumen, Nuruddin menorehkan seni menulis indah. Prasasti -prasasti yang ditulisnyamenjadi daya tarik para ahli paleografi (ilmu tulisan kuno) Arab. Sejak saat itu diperkirakan
  7. 7. Madani (6) – Perangkat Mengajar SKI 8 / Genap 11 seni kaligrafi (khat) Arab gaya Kufi muncul dan berkembang. Kaligrafi gaya Kufi kemudian diperbaharui dan melahirkan gaya kaligrafi Naskhi. Salah satu prasasti yang sampai saat ini masih bisa dilihat dan dibaca terdapat di menara benteng Aleppo. Disebutkan dalam catatan orang Suriah dan Hittiyah, benteng pertahanan tersebut merupakan mahakarya arsitektural Arab kuno dan terus ada berkat jasa pemeliharaan dan renovasi Nuruddin. Di sampingitu, makam Nuruddin,yang terletak di akademi Damaskus Al -Nuriyah,hingga kini masih dihormati dan diziarahi. Pengembangan masjid sebagai lembaga pendidikan atau sekolah masjid, juga sebagai mausoleum menunjukkan pada masa Nuruddin terbangun konsep multifungsi yang berhubungan dengan masjid di Suriah. Bahkan pada pemerintahan selanjutnya, setelah Dinasti Ayyubiah, yaitu masa pemerintahan Mamluk, melahirkan satu tradisi baru, yaitu menguburkan para pendiri sekolah masjid di bawah kubah bangunan yang mereka dirikan. B. Bidang ekonomi dan perdagangan Dalam hal perekonomian pemerintahan Dinasti Ayyubiah bekerja sama dengan penguasa muslim di wilayah lain, membangun perdagangan dengan kota-kota di laut Tengah, lautan Hindia dan menyempurnakan sistem perpajakan. Hubungan internasional dalam perdagangan baik jalur laut maupun jalur daratsemakin ramai dan membawa pengaruh bagi negara Eropa dan negara -negara yang dikuasainya. Sejak saat itu dunia ekonomi dan perdagangan sudah menggunakan sistem kredit, bank termasuk Letter of Credit, bahkan ketika itu sudah ada mata uang yang terbuat dari emas. Selain itu, dimulai percetakan mata uang dirham campuran (fulus). Percetakan fulus yang merupakan mata uang dari tembaga dimulai pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Al - Kamil ibn Al Adil Al- Ayyubi, percetakan unag fulus tersebut dimaksudkan sebagai alat tukar terhadap barang-barang yang tidak signifikan denga rasio 48 fulus untuk setiap dirhamnya. Dalam bidang industri pada masa Ayyubiah, sudah mengenal kemajuan di bidang industri dengan dibuatnya kincir oleh seorangSyiriayanglebih canggih dibandingbuatan orangBarat.Juga sudah ada pabrik karpet, pabrik kain dan pabrik gelas. C. Bidang Militer dan Sistem Pertahanan Pada masa pemerintahan Shalahuddin, kekuatan militernya terkenal sangat tangguh. Pasukannya diperkuat oleh pasukan Barbar, Turki dan Afrika. Selain juga memiliki alat-alat perang, pasukan berkuda, pedang dan panah dinasti ini juga memiliki burung elang sebagai kepala burung-burung dalam peperangan. Shalahuddin juga membuat bangunan monumental berupa tembok kota di Kairo dan Muqattam yaitu benteng Qal’al Jabal Sultan Salahuddin al-Ayubi atau lebih dikenal dengan sebutan benteng Salahuddin Al- Ayubi, yang sampai hari ini masih berdiri dengan megahnya. Benteng ini terletak bersebelahan Bukit Muqattam dan berhampiran dengan Medan Saiyyidah Aisyah. Ide membuat benteng ini hasil pemikirannya sendiri yang direalisasikan pada tahun 1183M. Shalahuddin melihat bahwa Kota Kaherah begitu luas dan besar, dan membutuhkan sistem pertahanan benteng ya ng kokoh sebagaimana di Halab dan Syria. Salahuddin Al-Ayubi menyuruh bahan batu yang digunakan untuk membangun pondasi benteng tersebut diambil dari batu-batu yangterdapat di Piramid di Giza.Benteng ini dikelilingi pagar yang tinggi dan kokoh. Untuk memasuki benteng, terdapat beberapa pintu utama diantaranya pintu Fath, pintu Nasr, pintu Khalk dan pintu Luq. Kemudian terdapat saluan air berasal dari sungai Nil, yang pada masa itu menjadi bekal minum para tentara. Pada zaman kerajaan Usmaniyyah benteng ini mengalami perluasan.Di bahagian utara benteng terletak Masjid Mohammad Ali Pasha yang terbuat dari marmar dan granit. Pertemuan kedua Sejarah pertumbuhan dan Perkembangan Al- Azhar Pada mulanya,Al Azhar adalah sebuah masjid di kota Cairo ( Mesir ) yang dibangun oleh Jauhar Ash Shiqili ( panglima perang Islam Dinasti Fathimiyah ) pada tahun 972 M . Jauhar yang menaklukkan Mesir pada tahun 971 M itu diperintah membangun masjid tersebut oleh Khalifah AL Muiz Li Dinillah dari Dinasti Fathimiyah. Semula masjid itu dinamakan Jami’ Al Qahira sesuai nama kota tempat masjid ini dibangun, Al qahiro atau Cairo. Kemudian masjid ini berubah namanya menjadi Al Azhar. Tidak dapat diketahui secara pasti mengapa masjid Al-Qahirah dalam perjalanannya berubah nama menjadi Al-Azhar.Ada tiga pendapat mengenai perubahan nama masjid ini ,yaitu : a. Perubahan itu, dinisbatkan pada nama istana khalifah saat itu Al-Qhusur Al- Zahirah . b. Perubahan itu dikaitkan dengan nama putri Nabi Muhammad Fatimah Al- Zahrah. c. Perubahan itu dikaitkan dengan nama sebuah planet (Venus) yang memiliki cahaya cemerlang.Dengan harapan masjid ini membawa sinar terang dan kejayaan umat islam yang dapat menyinari dunia.
  8. 8. Madani (6) – Perangkat Mengajar SKI 8 / Genap12 Perkembangan Al-Azhar pada masa pemerintahan Dinasti Al- Ayyubiyah Setelah pemerintahan dipegang oleh Dinasti Al-Ayyubiyah nasib Al-Azhar sebenarnya tidak lebih baik dari masa pemerintahan Dinasti Fathimiyah dahulu, sebab, setelah Salahuddin berkuasa,beliau mengeluarkan beberapa kebijakan baru mengenai Al-Azhar. Kebijakan itu antara lain adalah: a. Penutupan Al-Azhar dengan alasan karena Al-Azhar pada masa dinasti Fathimiyah di jadikan sebagai alat atau wadah untuk mempropagandakan ajarah Syi’ah,hal itu sangatberlawanan dengan mahzab resmi yang di anut Dinasti Al- Ayyubiyah, yaitu madzhab sunni. b. Al-Azhar tidak boleh lagi dipergunakan untuk shalat Jum’at dengan alasan bahwa dalam madzhab Syafi’i tidak boleh ada dua Khutbah Jum’at dalam satu kota yang sama karena sudah ada masjid Al - Hakim yang luas b. Al-Azhar juga di larangdi jadikan sebagai tempat belajar dan mengkaji ilmu-ilmu, baik agama maupun ilmu umum. Perbedaan dan Persamaan Fungsi Al-Azhar pada Masa Dinasti Fathimiyah dan Dinasti Al-Ayyubiyah,yaitu : a. Fungsi Al- Azhar pada masa Dinasti Fathimiyah ~ Sebagai tempat menyebarkan faham / madzhab Syiah ~ Sebagai pusat kegiatan Al- Muhtasib (jabatan agama) ~ Sebagai tempat sidang khalifah dan pertemuan para qadhi (hakim) b. Fungsi Al- Azhar pada masa Dinasti Al-Ayyubiyah ~ Sebagai tempat menyebarkan faham / madzhab Sunni ~ Sebagai tempat penyelenggaraan peringatan Maulid Nabi S.A.W. ~ Sebagai tempat sidang khalifah dan pertemuan para qadhi (hakim) E. METODE PEMBELAJARAN 1. Pendekatan Scintific 2. Model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan DirectInstruction 3. Metode diskusi,driil,demonstrasi,ceramah interaktif dan cardmact F. SUMBER BELAJAR 1. Buku SKI Depag 2. SKI Toha Putra 3. SKI Tiga Serangkai 4. Ensiklopedi Islam 5. Buku lain yang memadai G. MEDIA PEMBELAJARAN 1. Media a. Vidio Pembelajaran 2. Alat a. Komputer/laptop b. LCD Projector H. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan Pertama No Kegiatan Waktu 1 Pendahuluan a. Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdo’a bersama dipimpin oleh seorang peserta didik dengan penuh khidmat; b. Guru memulai pembelajaran dengan membaca Al-Qur’an surah/ayat pilihan (nama surat sesuai dengan program pembiasaan yang ditentukan sebelumnya); c. Guru memperlihatkan kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian,posisi dan tempatduduk disesuaikandengan kegiatan pembelajaran. d. Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan secara komunikatif yang berkaitan dengan materi pelajaran. e. Guru menyampaikan kompetensi inti, kompetensi dasar dan tujuan yang akan dicapai. f. Guru membagi peserta didik dalam beberapa kelompok. 10 Menit 2 Kegiatan inti 4. a. Mengamati  Membaca perkembangan kebudayaan atau peradapan Islam pada masa Dinasti Al-Ayyubiyah  Mengamati LCD perkembangan kebudayaan atau peradapan Islam pada masa Dinasti Al-Ayyubiyah 60 Menit
  9. 9. Madani (6) – Perangkat Mengajar SKI 8 / Genap 13 5. Menanya  Melalui motivasi guru mengajukan pertanyaan kepada siswa/ kelompok tentang hal- hal yang belum jelas dari pengamatan terhadap bahan ajar dan tayangan peta konsep. 6. Explore  Peserta didik membaca perkembangan kebudayaan atau peradapan Islam pada masa Dinasti Al-Ayyubiyah  Siswa membuat catatan kata-kata sulit yang ditemui saat membaca  Guru memerintahkan kepada siswa untuk untuk menanyakan kata-kata sulit yang telah dicatat 7. Asosiasi  Mengidentifikasi perkembangan kebudayaan atau peradapan Islam pada inasti Al-Ayyubiyah 8. Komunikasi.  Menyimpulkan perkembangan kebudayaan atau peradapan Islam pada masa Dinasti Al-Ayyubiyah  Guru memberi penghargaan pada siswa yang menyimpulkan materi terbaik 3 Penutup a. Dibawah bimbingan guru, peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran secara demokratis. b. Bersama-sama melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan. c. Guru memberikan reward kepada siswa “terbaik”, d. Hikmah belajar hari ini : e. Siswa mengetahui perkembangan kebudayaan atau peradapan Islam pada masa Dinasti Al-Ayyubiyah f. Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya dan menyampaikan tugas mandiri terstruktur. g. Bersama-sama menutup pelajaran dengan membaca kafarotulmajlis. 10 Menit Pertemua kedua No Kegiatan Waktu 1 Pendahuluan a. Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdo’a bersama dipimpin oleh seorang peserta didik dengan penuh khidmat; b. Guru memulai pembelajaran dengan membaca Al-Qur’ansurah/ayat pilihan (nama surat sesuai dengan program pembiasaan yang ditentukan sebelumnya); c. Guru memperlihatkan kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian,posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran. d. Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan secara komunikatif yang berkaitan dengan materi pelajaran. e. Guru menyampaikan kompetensi inti, kompetensi dasar dan tujuan yang akan dicapai. f. Guru membagi peserta didik dalam beberapa kelompok. 10 Menit 2 Kegiatan inti a. Mengamati  Membaca sejarah pertumbuhan dan perkembangan Al-Azhar  Mengamati LCD peta konsep pertumbuhan dan perkembangan Al -Azhar h. Menanya  Melalui motivasi guru mengajukan pertanyaan kepada siswa/ kelompok tentang hal- hal yangbelum jelas dari pengamatan terhadap bahan ajar dan tayangan peta konsep. i. Explore  Peserta didik membaca sejarah pertumbuhan dan perkembangan Al -Azhar  Siswa membuat catatan kata-kata sulit yang ditemui saat membaca  Guru memerintahkan kepada siswa untuk untuk menanyakan kata-kata sulit yang telah dicatat j. Asosiasi  Mengidentifikasi sejarah pertumbuhan dan perkembangan Al-Azhar 60 Menit
  10. 10. Madani (6) – Perangkat Mengajar SKI 8 / Genap14 k. Komunikasi.  Menyimpulkan sejarah pertumbuhan dan perkembangan Al -Azhar  Guru memberi penghargaan pada siswa yang menyimpulkan materi terbaik 3 Penutup a.Dibawah bimbingan guru, peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran secara demokratis. b.Bersama-sama melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan. c. Guru memberikan reward kepada siswa “terbaik”, d. Hikmah belajar hari ini : Siswa mengetahui sejarah pertumbuhan dan perkembangan Al-Azhar e. Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya dan menyampaikan tugas mandiri terstruktur. f. Bersama-sama menutup pelajaran dengan membaca kafarotulmajlis. 10 Menit I. PENILAIAN 1. Teknik : Tes tertulis 2. Bentuk instrumen : Pilihan ganda 3. Soal-soal : 1) Di bawah ini yang termasuk kemajuan perkembangan kebudayaan / peradaban Islam pada masa Dinasti Al-Ayyubiyah adalah…. …. a. Bidang pendidikan,ekonomi dan militer b. Bidang Seni, bangunan,sosial c. Bidang politik ,kebudayaan dan sosial d. Bidang arsitektur,ekonomi dan budaya - Pedoman pensekoran Kegiatan Skor Siswa memilih jawaban benar Siswa memilih jawaban salah 1 0 Mengetahui Kepala MTs Muhammadiyah Batang Muhamad Akhirudin, S. Pd NIP.- Batang, Januari 2017 Guru Mata Pelajaran, Tri Utari NIP. -
  11. 11. Madani (6) – Perangkat Mengajar SKI 8 / Genap 15 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Madrasah : MTs Muhammadiyah Batang Mata Pelajaran : Sejarah Kebudayaan Islam Kelas / Semester : VIII / 2 Materi Pokok : Penguasa Dinasti Al-Ayyubiyah Alokasi Waktu : 2 pertemuan ( 4 X 40 menit ) A. KOMPETENSI INTI 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yangdianutnya 2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur,disiplin,tanggung jawab,peduli (toleransi,gotongroyong), santun,percaya diri dalamberinteraksi secaraefektif dengan lingkungan sosial dan alamdalamjangkauan pergaulan dan keberadaannya 3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual,konseptual dan prosedura l) berdasarkan rasaingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya terkaitfenomena dan kejadian tampak mata 4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalamranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai,memodifikasi dan membuat) dan ranah abstrak (menulis,membaca,menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yangsemua dalamsudutpandang/teori. B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI 1.3. Menghayati semangatperjuangan Shalahuddin Al- Ayyubi dalam upaya menegakkan agama Allah 2.2.Meneladani perilaku istiqomah seperti yang dicontohkan oleh parakhalifah Bani Al-Ayyubiyah 2.3. Meneladani semangat juang dari Dinasti Al- Ayyubiyah yang terkenal (Shalahuddin Al- Ayyubi,Al-Adil dan Al-Kamil) 1. Menampilkan semangat dalammenegakkan agama Allah 2. Mempunyai sikap istiqomah dalammelaksanakan agama Allah 3.3. Memahami semangat juang para Dinasti Al- Ayyubiyah yang terkenal (Shalahuddin Al- Ayyubi,Al-Adil dan Al-Kamil) 4.3. Menceritakan biografi tokoh yang terkenal (Shalahuddin Al-Ayyubi,Al-Adil dan Al-Kamil) pada masa Dinasti Al-Ayyubiyah 1. Menyebutkan penguasa –penguasa Dinasti Al- Ayyubiyah 2. Menunjukkan tentang keperwiraan Shalahuddin Yusuf Al-Ayyubi C. TUJUAN PEMBELAJARAN Pertemuan pertama Diberi kesempatan untuk berdiskusi dengan teman kelompoknya mencari penguasa –penguasa Dinasti Al- Ayyubiyah Pertemuan kedua Diberi kesempatan untuk berdiskusi dengan teman kelompoknya tentang keperwiraan Shalahuddin Yusuf Al- Ayyubi D. MATERI PEMBELAJARAN Pertemuan Pertama Penguasa-penguasa Dinasti Al-Ayyubiyah Berikut ini adalah nama-nama para penguasa Dinasti al-Ayyubiyah yang perlu kita ketahui : 1. Salahuddin Yusuf Al-Ayyubi ( 1171-1193 M ) 2. Malik Al-Aziz Imaduddin ( 1193-1198 M ) 3. Malik Al-Mansur Nasiruddin ( 1198-1200 M ) 4. Malik Al -Adil Saifuddin, pemerintahan I ( 1200-1218 M ) 5. Malik Al -Kamil Muhammad ( 1218-1238 M ) 6. Malil Al -Adil Saifuddin, pemerintahan II ( 1238-1240 M ) 7. Malik As-Saleh Najmuddin ( 1240-1249 M ) 8. Malik Al-Mu’azzam Turansyah ( 1249-1250 M ) 9. Malik Al-Asyraf Muzaffaruddin ( 1250-1252 M )
  12. 12. Madani (6) – Perangkat Mengajar SKI 8 / Genap16 Dari kesembilan penguasa tersebut ada tiga penguasa yang menonjol ,yaitu : 1. Salahuddin Yusuf Al-Ayyubi ( 1171-1193 M ) 2. Malik Al - Adil Saifuddin, pemerintahan I ( 1200-1218 M ) 3. Malik Al -Kamil Muhammad ( 1218-1238 M ) Pertemuan kedua Meneladani Keperwiraan Salahuddin Yusuf Al-Ayubi Salahuddin Al Ayyubi lahir pada tahun 532 H/1138 M di Tikrit, Tigris, sebuah kota yang terletak antara Baghdad dan Mosul. Adapun nama lengkapnya adalah Abdul Muzaifar Yusuf bin Najmuddin bin Ayyub. Nama pendeknya Salahuddin Al Ayyubi. Bangsa-bangsa Barat ( Tentara Salib ) mengenalnya dengan nama Saladin. Salahuddin Al Ayyubi terkenal di seluruh dunia, berkat kepemimpinannya dalam Perang Salib, di mana ia menjadi Panglima Perang Islam yang sangat disegani. Ayahnya bernama Najmuddin Ayyub, seorang penguasa Benteng Tikrit yang berasal dari Suku Kurdi Azerbaijan. Pendidikan pertama diterimanya dari ayahnya sendiri dan juga dari pamannya Asaduddin Syirkuh.Ia menjalani karier pol itiknya sebagai seorang tentara di bawah pemerintahan Nuruddin Zanki di Mesir Sikap dan kepribadian Salahuddin Yusuf Al-Ayyubi yang sangat bijaksana ini membuat masyarakat Kristen di Negeri-negeri lain ingin sekali tinggal di wilayah kekuasaan sultan ini, keinginan mereka semakin kuat ketika sejumlah warga Kristen yangmeninggalkan Yarussalemmenuju Antiokiah di tolak, bahkan di caci maki oleh Raja Bahemorid. Mereka lalu menuju ke negeri Arab dimana kedatangan mereka di sambut dengan baik. Perla kuan baik pasukan Muslim terhadap pasukan Kristen ini sungguh tidak ada bandingannya dalam catatan sejarah masyarakatagama sepanjangsejarah dunia. Padahal sebelumnya pasukan Salib Kristen sudah berbuat kejam, menyiksa, menyakiti bahkan membunuh umat Islam. Jatuhnya Yerussalem ke tangan Salahuddin Yusuf Al-Ayyubi menimbulkan keprihatinan besar di kalangan tokoh-tokoh Kristen. Seluruh penguasa negeri-negeri Kristen di Eropa berusaha melancarkan serangan dengan mengerahkan pasukan Salib kembali. Untuk itu ribuan pasukan Kristen pergi menuju Tyre untuk berjuang mengembalikan prestise kekuatan tentara salib yang telah hilang dari diri mereka. Para pendeta dan pastur gereja menyerukan kepada seluruh umat Kristen berjuang merebut kekuasaan mereka yang telah berpindah tangan ke tangan pasukan muslim di bawah pimpinan Salahuddin Yusuf Al -Ayyubi. Seruan ini tidak hanya di sambut oleh masyarakat Kristen, juga para penguasa di Eropa. Kaisar jerman bernama Frederick Barbarosa, Philip August kaisar Perancis, kaisar Inggris bernama Richard dan para pembesar dari bangsawan Inggris membentuk pasukan Salib. Setelah pasukan gabungan dari berbagai kerajaan di Eropa di tambah dengan perempuan-perempuan Kristen yang turut berjuang berkumpul di Tyre, mereka bergerak menuju Acre, dan mengepung kota ini selama kurang lebih dua tahun. Setelah pasukan Salib berhasil menguasai kota Arce, Tentara salib di bawah pimpinan Richard bergerak menuju kota Ascalan. Namun sebelum pasukan Richard sampai, kota ini telah di kuasai oleh pasuka n Salahuddin Yusuf Al-Ayyubi terlebih dahulu, sehingga ketika pasukan tiba di sana, Richard merasa kewalahan dan kemudian melakukan negosiasi damai.Negosiasi itu cukup alotmeskipun pada akhirnya tawaran Richard di terima Salahuddin Yusuf Al-Ayyubi.Disini terjadi lagi perjanjian damai antarakedua pasukan.Isinya antara lain, a. Pasukan Muslim dan Kristen tidak saling menyerang wilayah kekuasaan masing-masing. b. Masyarakat di wilayah kedua belah pihak bisa keluar masuk tanpa ada ganguan apa pun. Setelah perjanjian perdamaian dilakukan maka Richard pergi meninggalkan Yerussalem, sementara Salahuddin Yusuf Al-Ayyubi masih tetap tinggal untuk beberapa lama lagi di kota tersebut. Kemudian beliau pergi menuju Damaskus untuk menghabiskan sisa masahidupnya.Perjalanan dan perjuangan yang melelahkan menghabiskan energi dan pikiran Salahuddin Yusuf Al-Ayyubi, sehingga pada tahun 1193 M, beliau meninggal dunia.Setelah kematiannya kekuatan Islam mengalami kelemahan, karena tidak menemukan pemimpin militer seperti Salahuddin Yusuf Al-Ayyubi. Selain sebagai seorangjendral dan sultan,ia juga sebagai pemimpin Kharismatik teguh pendirian,sabar dan pemaaf. Hal ini dapatdiketahui dari sikapnya yang tidak mau membalas dendam terhadap pasukan salib yang telah membunuh masyarakat muslim secara masal di Yerussalem, bahkan mau memaafkan mereka. Toleransinya yang sangat tinggi tidak hanya diakui oleh masyarakat muslim ketika itu, juga oleh masyarakat Kristen yang telah menyakiti dirinya. Kebesaran jiwa inilah yang patut diteladani dalm kehidupan kita. Dari keterangan diatas maka dapatdisimpulkan tentangkepribadian dan keperwiraan Salahuddin Yusuf Al - Ayyubi Al Ayyubi , yaitu : a. Ia memiliki jiwa pemurah dan penyayang terhadap pihak yang lemah. b. Ia seorang perwira yang pemberani, adil ,tegas, serta memiliki jiwa ksatria. c. Ia perwira sejati yang mencurahkan segala daya upayanya semata-mata demi kejayaan agama Alloh SWT dan Negara. d. Ia pemimpin yang cinta terhadap ilmu pengetahuan dan ilmu keagamaan. e. Ia dikenal memiliki sifat toleransi yang tinggi terhadap umat agama lain.
  13. 13. Madani (6) – Perangkat Mengajar SKI 8 / Genap 17 Maka ibrah / pelajaran yang dapat diambil dari mempelajari sejarah dan biografi Salahuddin Yusuf Al Ayyubi untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya adalah : 1. Tegas dan bijaksana dalam setiap melaksanakan tugas 2. Kita harus memiliki sifat As-Saja`ah (pemberani),terlebih dalam menegakkan kebenaran 3. Kita harus memiliki jiwa pemurah dan penyanyangterhadap siapa saja,terutama kepada orang-orangyang lemah 4. Kita harus bersikap tegas terhadap segala bentuk kemaksiatan dan kemungkaran 5. Kita harus mencintai ilmu,baik ilmu pengetahuan agama maupun umum dengan cara belajar dengan sungguh-sungguh dan tekun 6. Kita harus memiliki sikap toleransi terhadap siapa saja,selama dalam batas -batas yang diperbolehkan agama 7. Kita harus bersikap adil terhadap siapa saja E. METODE PEMBELAJARAN 1. Pendekatan Scintific 2. Model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan DirectInstruction 3. Metode diskusi,driil,demonstrasi,ceramah interaktif dan cardmact F. SUMBER BELAJAR 1. Buku SKI Depag 2. SKI Toha Putra 3. SKI Tiga Serangkai 4. Ensiklopedi Islam 5. Buku lain yang memadai G. MEDIA PEMBELAJARAN 1. Media a. Vidio Pembelajaran 2. Alat a. Komputer/laptop b. LCD Projector H. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan Pertama No Kegiatan Waktu 1 Pendahuluan a. Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdo’a bersama dipimpin oleh seorang peserta didik dengan penuh khidmat; b. Guru memulai pembelajaran dengan membaca Al-Qur’an surah/ayat pilihan (nama surat sesuai dengan program pembiasaan yang ditentukan sebelumnya); c. Guru memperlihatkan kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian,posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiata n pembelajaran. d. Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan secara komunikatif yang berkaitan dengan materi pelajaran. e. Guru menyampaikan kompetensi inti, kompetensi dasar dan tujuan yang akan dicapai. f. Guru membagi peserta didik dalam beberapa kelompok 10 Menit 2 Kegiatan inti 9. a. Mengamati  Membaca materi penguasa-penguasa Dinasti Al-Ayyubiyahi  Mengamati LCD tentang penguasa-penguasa pada masa Dinasti Al-Ayyubiyah b. Menanya  Melalui motivasi guru mengajukan pertanyaan kepada siswa tentang hal- hal yang belum jelas dari pengamatan terhadap bahan ajar dan tayangan tokoh-tokoh tersebut c. Explore Game “Make-Match”, dengan cara:  Dengan bimbingan guru, peserta didik mengkondisikan kelas untuk game;  Guru membagikan dua bentuk kartu , yaitu kartu yang berisi soal dan kartu yang berisi jawaban ;  Setiap siswa mendapat satu buah kartu;  Setiap siswa memikirkan dari kartu jawaban yang dipegang; 60 Menit
  14. 14. Madani (6) – Perangkat Mengajar SKI 8 / Genap18  Dengan aba-aba guru,siswa diminta untuk mencari pasangan potongan-potongan kertas yang berisi tokoh-tokoh ilmuwan muslim masa Bani Abbasiyah  Dengan aba-aba guru, setiap siswa mencocokkan kartunya secara tepat sebelum batas waktu;  Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar setiap siswa mendapatkan kartu yang berbeda dari sebelumnya.  Demikian seterusnya. d. Asosiasi  Mengidentifikasi penguasa-penguasa Dinasti Al-ayyubiyah e. Komunikasi.  Menyimpulkan penguasa-penguasa Dinasti Al-Ayyubiyah  Guru memberi penghargaan pada siswa yang menyimpulkan materi terbaik 3 Penutup a.Dibawah bimbingan guru, peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran secara demokratis. b.Bersama-sama melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan. c. Guru memberikan reward kepada siswa “terbaik”, d. Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya dan menyampaikan tugas mandiri terstruktur. e. Bersama-sama menutup pelajaran dengan membaca kafarotulmajlis. 10 Menit Pertemua kedua No Kegiatan Waktu 1 Pendahuluan a. Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdo’a bersama dipimpin oleh seorang peserta didik dengan penuh khidmat; b. Guru memulai pembelajaran dengan membaca Al-Qur’an surah/ayat pilihan (nama surat sesuai dengan program pembiasaan yang ditentukan sebelumnya); c. Guru memperlihatkan kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian,posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran. d. Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan secara komunikatif yang berkaitan dengan materi pelajaran. e. Guru menyampaikan kompetensi inti, kompetensi dasar dan tujuan yang akan dicapai. f. Guru membagi peserta didik dalam beberapa kelompok 10 Menit 2 Kegiatan inti a. Mengamati  Membaca materi tentang keperwiraan Shalahuddin Yusuf Al-Ayyubi  Mengamati LCD tentang keperwiraan Shalahuddin Yusuf Al-Ayyubi b. Menanya  Melalui motivasii guru mengajukan pertanyaan kepada siswa tentang hal - hal yang belum jelas dari pengamatan terhadap bahan ajar dan tayangan peta konsep. c. Explore Game “Make-Match”, dengan cara:  Dengan bimbingan guru, peserta didik mengkondisikan kelas untuk game;  Guru membagikan dua bentuk kartu , yaitu kartu yang berisi soal dan kartu yang berisi jawaban ;  Setiap siswa mendapat satu buah kartu;  Setiap siswa memikirkan dari kartu jawaban yang dipegang;  Dengan aba-aba guru,siswa diminta untuk mencari pasangan potongan-potongan kertas yang berisi tokoh-tokoh ilmuwan muslim masa Bani Abbasiyah  Dengan aba-aba guru, setiap siswa mencocokkan kartunya secara tepat sebelum batas waktu;  Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar setiap siswa mendapatkan kartu yang berbeda dari sebelumnya.  Demikian seterusnya. d. Asosiasi  Mengidentifikasi tokoh-tokoh ilmuwan muslim masa Bani Abbasiyah 60 Menit
  15. 15. Madani (6) – Perangkat Mengajar SKI 8 / Genap 19 e. Komunikasi.  Menyimpulkan tokoh-tokoh ilmuwan muslim masa Bani Abbasiyah  Guru memberi penghargaan pada siswa yang menyimpulkan materi terbaik 3 Penutup a.Dibawah bimbingan guru, peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran secara demokratis. b.Bersama-sama melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan. c. Guru memberikan reward kepada siswa “terbaik”, d. Hikmah belajar hari ini : Siswa mengetahui keperwiraan Shalahuddin Yusuf Al-Ayyubi e. Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya dan menyampaikan tugas mandiri terstruktur. f. Bersama-sama menutup pelajaran dengan membaca kafarotulmajlis 10 Menit I. PENILAIAN 1. Teknik : Tes tertulis 2. Bentuk instrumen : Uraian 3. Soal-soal : 1. Sebutkan penguasa–penguasa pada masa Dinasti Al-Ayyubiyah ! - Pedoman pensekoran Kegiatan Skor Menyebutkan dengan lengkap dan benar Menyebutkan kurang lengkap Menyebutkan tidak lengkap dan salah Tidak menyebutkan 5 3 1 0 Mengetahui Kepala MTs Muhammadiyah Batang Muhamad Akhirudin, S. Pd NIP.- Batang, Januari 2017 Guru Mata Pelajaran, Tri Utari NIP. -
  16. 16. Madani (6) – Perangkat Mengajar SKI 8 / Genap20 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Madrasah : MTs Muhammadiyah Batang Mata Pelajaran : Sejarah Kebudayaan Islam Kelas / Semester : VIII / 2 Materi Pokok : Ulama`-ulama` pada masa Bani Abbasiyah Alokasi Waktu : 2 pertemuan ( 4 X 40 menit ) A. KOMPETENSI INTI 1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yangdianutnya 2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur,disiplin,tanggung jawab,peduli (toleransi,gotongroyong), santun, percaya diri dalamberinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alamdalamjangkauan pergaulan dan keberadaannya 3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual,konseptual dan prosedural) berdasarkan rasaingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata 4. Mengolah, menyaji, dan menalar dalamranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai,memodifikasi dan membuat) dan ranah abstrak (menulis,membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yangsemua dalamsudutpandang/teori. B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR KOMPETENSI DASAR INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI 1.1. 1.4. Menghayati nilai-nilai positip yang ditunjukkan oleh ilmuwan muslim pada masa Dinasti Al-Ayyubiyah 1.2. 2.4. Meneladani semangat menuntut ilmu para ilmuwan muslim Dinasti Al-Ayyubiyah Menampilkan semangat menuntut ilmu seperti ilmuwan muslimDinasti Al-Ayyubiyah 3.4. Mengidentifikasi ilmuwan muslim Dinasti Al- Ayyubiyah dan perannya dalamkemajuan kebudayaan /peradapan Islam. 4.4. Memaparkan peran ilmuwan dalam memajukan kebudayaan dan peradapan Islam pada masa Dinasti Al-Ayyubiyah 1. Mengklasifikasi para tokoh ilmuwan muslimpada masa Dinasti Al-Ayyubiyah 2. Menunjukkan peran tokoh tokoh ilmuwan muslim pada masa Dinasti Al-Ayyubiyah C. TUJUAN PEMBELAJARAN Pertemuan pertama Diberi kesempatan untuk berdiskusi dengan teman kelompoknya mencari tokoh-tokoh ilmuwan muslimpada masa Dinasti Al- Ayyubiyah Pertemuan kedua Diberi kesempatan untuk berdiskusi dengan teman kelompoknya mencari peran tokoh tokoh ilmuwan muslim pada masa Dinasti Al-Ayyubiyah D. MATERI PEMBELAJARAN Pertemuan Pertama Tokoh-tokoh ilmuwan muslim pada masa Dinasti Al-Ayyubiyah Berikut ini adalah tokoh-tokoh ilmuwan muslim yang berperan penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan pada masa Dinasti Al-Ayyubiyah,ilmuwan tersebut adalah : 1. As-Suhrawardi al-Maqtul Nama lengkapnya Abu Al-Futuh Yahya bin Habash bin Amirak Shihab al-Din as-Suhrawardi al- Kurdi,lahir pada tahun 549 H/ 1153 M di Suhraward,sebuah kampung di kawasan Jibal,Iran BaratLaut dekat Zanjan.Ia memiliki banyak gelar diantaranya, Shaikh al-Ishraq, Master of Illuminationist, al- Hakim, ash-Shahid, the Martyr, dan al-Maqtul. Suhrawardi melakukan banyak perjalanan untuk menuntut ilmu.Ia pergi ke Maragha,bdi kawasan Azerbaijan.Di kota ini,Suhrawardi belajar filsafat,hukumdan teologi kepada Majd Al -Din Al-Jili.Juga memperdalam filsafatkepada Fakhr al-Din al-Mardini.Selanjutnya keIsfahan,Iran Tengah dan belajar logika kepada Zahir Al-Din Al-Qari.Juga mempelajari logikadari buku al-Basa’ir al-Nasiriyyah karya Umar ibn Sahlan Al-Sawi.Dari Isfahan dilanjutkan keAnatolia Tenggara dan diterima dengan baik oleh pangeran Bani Saljuq.Setelah itu pengembaraan Suhrawardi berlanjutkePersia,pusatlahirnyatokoh- tokoh sufi.Di sini Suhrawardi tertarik seorangsufi sekaligus filosof.
  17. 17. Madani (6) – Perangkat Mengajar SKI 8 / Genap 21 2. Abdul Latif AL-Bagdadi, (ahli ilmu mantiq dan bayan) Beliau lahir di Baghdad pada tahun 1162 M,dan meninggal juga di Baghdad dalam usia 69 tahun tepatnya pada tahun 1231 M. Ia terkenal seorangahli anatomi,hasil karya Abdul Latif yang terkenal di Eropa adalah Account of Egypt Karya tersebut masih berupa manuskrip (tulisan tangan) diketemukan oleh Edward Pococke seorang orientalis, di perpustakaan Boldeian. Di dalamnya memuat deskripsi mengenai bencana kelaparan yang disebabkan Sungai Nil ketika sedang dilanda kering kerontang. Ini terjadi pada tahun 1200-1202 M. Dari sejumlah karya tulisannya, sebagian besar mengenai ilmu kedokteran. Selama hidupnya, ia telah menulis karya-karya yang berjumlah tak kurang dari 116 buah. Bahkan, ia merupakan ahli anatomi pertama yang memberi deskripsi lengkap dan akurat tentang tengkorak kepala manusia dan tulang muka, termasuk tulang rahang bawah. Ia juga mengembangkan studi tentang petualangan pada umumnya, teori Galenus misalnya, mengenai tulangbawah dan tulangyang menghubungkan tulangpunggung dan tulangkaki,berhasil ia sempurnakan selama berada di Mesir. 3. Syamsudin Khallikan (ahli sejarah) Nama lengkapnya adalah Syamsuddin Abdul Abbas Ahmad ibnu Muhammad ibnu Ibrahimibnu Abi Bakr ibnu Khallikan al Marmaki al Irbili. Beliau seorangkelahiran Irbil,Irak,pada 22 September 1211 Masehi,sejak remaja ia memang telah jatuh cinta pada teks-teks yang memiliki kaitan dengan masa lalu,yaitu sejarah.Termasuk,buku-buku yang mengungkapkan petualangan para tokoh Muslim. Saatmenjabatsebagai seorang hakim, ia tetap memiliki waktu untuk menekuni bidang kajian yang digandrunginyaitu.Melalui tangannya,iabanyakmenulisbiografi tentang tokoh-tokohMuslim yang telah mengukir prestasi gemilang di bidangnya. Selain melakukan penulisan sendiri, Ibnu Khallikan banyak menggali karyaparasejarawan,seperti Ibnu Abd al-Hakamyangmenulispenaklukan-penaklukan Islam di sejumlah wilayah.Iapun mengkaji karyaMuhammad ibnu Ishaq,yangmerupakan penulispertama biografi Muhammad SAW.Bahkan, Khallikan melampaui pencapaian para pendahulunya. Ia tak mengekor meski banyak mengkaji karya-karyapendahulunya.Lebih jauh,iamemiliki jalurnyasendiri dan melahirkan karya yang sama sekali berbeda dengan bentuk karya cendekiawan Muslim sebelumnya . 4. Ibnu Al- farid (seorang sufi terkenal) Ibnu Al- Farid dia dilahirkan di kairo, tinggal selama beberapa waktu di Mekah dan meninggal di Kairo. Puisinya secara menyeluruh mengikuti aliran sufi, dan dia termasuk penyair Arab yang paling luar biasa. Puisinya dianggap oleh banyak orang sebagai puncak bahasa Arab, meskipun secara mengherankan dia tidak begitu dikenal di dunia barat. Dua karya agung Ibnu al-Farid adalah Ode Minuman Anggur (meditasi indah tentang minuman anggur), dan Puisi Jalan Sufi.Eksplorasi dalampengalaman rohani sepanjang jalur Sufi da n barangkali yang paling panjang sepanjang sejarah puisi di bahasa Arab. Puisinya sudah mengilhami berbagai ulasan rohani sepanjang berabad-abad. 5. Abu Abdullah Al-Quda’i, (seorang ahli fiqih, hadis dan sejarah) Beliau merupakan salah satu ulama Al-Azhar pada masa Dinasti Ayyubiyah yang sangat produktif dalam menghasilkan karya tulis,berikut ini adalah hasil karya tulis karangan beliau : 1) Asy-Syihab ( berisi tentang perbintangan) 2) Sanadus Sihah (menjelaskan tentang perawi hadits-hadits sahih) 3) Manaqib Al-Imami Asy-Syafi’i (berisi tentang budi pekerti imam Syafi’i) 4) Auba’ Al-Anbiya (berisi tentang cerita para Nabi) 5) Uyun Al-Ma’arif (menjelaskan tentang mata air ilmu pengetahuan) 6) Al-Mukhtar Fiz-Zikr Al-Khutat wa Al-Asar (buku yang berisi tentang sejarah mesir) 6. Bin al-Baytar Beliau lahir di Malaga, abad ke-6 H. /12 M dan wafat di Damaskus, 646 H./1248 M, dia berprofesi sebagi dokter hewan, ahli botani, farmakologi, dan sarjana ilmu tumbuh-tumbuhan Hasil karya tulis beliau antara lain : 1) “Al-Mughni fil al-adwiya”al-Mufrodat(bahasan mandiri tentangramuan-ramuan sederhana),yang menjelaskan beberapa contoh ramuan obat yang tepat untuk semua penyakit. 2) “Al-jami’ li Mufrodat al-Adwiya’ wa al-Aghdhiya” (kumpulan obat-obatan mudah). Buku ini memuat tidak kurang dari 1400 contoh-contoh obat, dimana 300 macam diantaranya adalah penemuannya sendiri. Secara umum ramuan tersebut berasal dari binatang-binatang, tumbuh- tumbuhan dan mineral-mineral. 3) ”Mizan at-Tabib” 4) “Risalah fi al-Aghdhiya’wa al-Adwiya’”
  18. 18. Madani (6) – Perangkat Mengajar SKI 8 / Genap22 5) “Makalah fi al-Limun” 6) ”Al-Adwiyat al-Basyithah”(ramuan-ramuan sederhana), dicetak dalam bahasa latin dengan judul “Simplicia”. 7. Ibnu Abi Ushaybi’ah Ibnu Abi Ushaybi`ahlahirdi damaskuspadatahun 590 H/1194 Mdan meninggal padatahun 668 H/ 270 M ditempat kelahirannya juga yaitu Damaskus, dan dia terkenal seorang ahli kedokteran muslim. Pada mulanya ia belajar di bawah bimbingan beberapa orang guru pada waktu itu, terutama Ibnu al-Baytar, yang memberinya pelajaran botani. Sedangkan kedokteran dipelajarinya bersama dan sekaligus dibawah bimbingan ayahnya sendiri(seorang dokter mata) dan a r-Rahbi. Ilmu yang ia peroleh kemudian dipraktekkan di Rumah Sakit Nuri di Damaskus dan di Rumah Sakit Nasiri di Kairo. Kemudian ia bekerja pada dinas perintahan Izzudi Aybak al -Mu’azzami di Sarkhad, Damaskus. Hasil karyanya antara lain : 1) “Uyun al-Anba’ fi Tabakat al-Atibba”. Merupakan kumpulan dari tidak kurang 380 biografi ahli ilmu kedokteran yang tak terkira nilainya bagi sejarah sains Arab. 2) “Isabat al-Munajjimin” 3) “At-Tajarib wa al-Fawaid” 4) “Hikayat al-Atiba’ fi Ilajat al-Adwa” 5) “Ma’alim al-Umam” 8. Daud al-Intaki Tempat tanggal lahir Antioch, Syiria dan wafat di Mekkah 1599 M, beliau ahli dalam bidang kedokteran. Dan hasil karyanya yang terkenal adalah sebagai berikut : 1) Tadhkirat Ulil al-Bab wal-Jami`lil ajab al-Ujab, yang merupakan buku pegangan kedokteran lengkap dengan kupasan yang mendalam. 2) Memoria, yang berisikan ramuan obat-obatan yang digunakan di berbagai apotek di Eropa. 3) Risalah fil Ta`ir wal-Ukab, yang berisikan kecaman pedas terhadap para filosof. 4) Unmudhaj fi`ilm al-Falak, berisikan penggunaan astrologi dalam kedokteran. 9. Muhammad Al-Damiri Muhammad Al- Damiri adalah seorangahli Zoologi (Ahli Ilmu Hewan),hasil karya tulisnya adalah “Hayat al-Hayawan” (The Life Animals), yang berisikan tentang ilmu hewan Islam. Buku ini lama sekali dipakai oleh sekolah-sekolah di berbagai negeri di Timur. 10. Ibn Al-Adhim (588-660 H/ 1192- 1262 M) Nama lengkapnya,Kamaluddin Abu al QosimUmar bin Ahmad bin Haibatullah bin Abi Jaradah Al Aqil,berasal dari bani Jaradah yangbermigrasi dari Bashrah keAllepo karena wabah penyakit. Al - Adhim lahir di Allepo,ayahnya menjadi Qadhi Madzhab Hanafi di kota itu.Sejak tahun 616 H/ 1219 M, mulai mengajar di Allepo,setelah mendalami berbagai pengetahuan di Allepo, Baitul Maqdis, Damaskus,Hijazdan Irak. Kemudian menjadi Qadhi di Allepo pada zaman Amir Al- Aziz dan Al-Nashir dari dinasti Ayubiyah di Allepo, dan menjadi dubes kedua penguasa ini di Baghdad dan Kairo. Karya-karya Al-Adhimdiantaranya, Zubdah al hallab min tarikh Hallaba, Bughyah at Thalib fi Tharikh Halaba, tentang sejarah Allepo / Halaba yangdisusun secaraalfabetik terdiri dari 40 j uzatau 10 jilid. Al-Adhim, melarikan diri keKairo hingga wafat,ketika tentara Mongol menguasai halaba/ Allepo pada tahun 658 H / 1160 M. 11. Al-Bushiri Nama lengkapnya Sarafuddin Abu Abdillah Muhammad bin Abdullah as Shanhaji al Bushiri, lahir pada tahun 1212 M di Maroko. Al-Bushiri seorangsufi besar,pengikut Thariqat Syadziliyah, dan menjadi salah satu murid Sulthonul Auliya Syeikh Abul Hasan Asy-Syadzily,r.a. Gurunya yang lain beberapa ulama tasawuf seperti Abu Hayyan,Abu Fath bin Ya’mari dan Al ‘Iz bin Jama’ah al Kanani Al Hamawi. Sejak masa kanak-kanak,dididik olek ayahnya sendiri dalammempelajati Al-Qur’an untuk memperdalam ilmu agama dan kesusastraan Arab. Al-Bushiri dikenal sebagai orangyang wara’ (takut dosa).Pernah suatu ketika ia akan diangkat menjadi pegawai pemerintahan kerajaan Mesir,akan tetapi melihatperilaku pegawai kerajaan membuatnya menolak. 12. dullah Muhammad Al-Idrisi Seorang ahli geografi dan juga ahli botani yangmencatatpenelitiannya dalambuku Kitab Al-Jami’ li Asytat an-Nabat (Kitab kumpulan dan Tanaman).
  19. 19. Madani (6) – Perangkat Mengajar SKI 8 / Genap 23 13. Ad-Dawudi Seorang ahli botani, pengarangkitab Nuzhah an-Nufus wa al- Afkar Ma’rifah wa al-Ahjar wa al- Asyjar (kitab komprehensif tentang Identifikasi Tanaman,Bebatuan, dan Pepohonan). 14. Syeikh Abu al-Qosimal-Manfaluti (Seorangahli fiqih) 15. Al Hufi, ahli bahasa, 16. Abu Abdullah Muhammad bin Barakat(Seorangahli Nahwu dan ahli tafsir) Pertemuan kedua Peran Para tokoh ilmuwan muslim pada masa Dinasti Al-Ayyubiyah Dengan adanya para ilmuwan muslim membawa peran yang sangat banyak sekali dalam perkembangan kemajuan kebudayaan islam di masa Dinasti Al -Ayyubiyah,diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Memberi pemahaman tentang paham sunni yang menjadi madhzab resminya . 2. Mengajarkan berbagai macam ilmu yang berkaitan dengan bahasa seperti: a. ilmu Nahwu ( tata bahasa Arab) b. Balaghah c. Mantiq (logika) d. Sastra. 3. Mengajarkan berbagai macam ilmu –ilmu agama,seperti : a. Tauhid b. Fiqih c. Hadits d. Tasawuf 4. Mengajarkan berbagai macam ilmu umum,seperti: a. Kedokteran b. Matematika d. Sejarah e. Pertanian 5. Mendirikan berbagai macam fakultas,yang disesuaiakan dengan nama ilmunya,diantaranya : a. Fakultas Syariah b. Fakultas Ushuluddin c. Fakultas Bahasa 6. Mewariskan berbagai macam karya tulis yang sangat banyak kepada generasi -generasi sesudahnya. Memang dapat kita lihat dari perkembangan dan kemajuan yang terjadi pada masa pemerintahan Dinasti Al-Ayyubiyah tidak sepesat dan semaju perkembangan yang terjadi pada masa pemerintahan Dinasti Abbasiyah. Sebab masa-masa pemerintahan Dinasti Al-Ayyubiyah merupakan piriode sulit yaitu tengah terjadi perang salib yang banyak menghabiskan energi umat islam sehingga tidak terjadi perkembangan ilmu pengetahuan dan peradapan islam yang cukup besar. Meskipun begitu,pada masa-masa jeda peperangan,biasanya para ulama dan penguasa melaksanakan perbaikan dan pengembangan peradapan Islam, sehingga masih dapat ditemukan sisa- sisa kemajuan peradapan islam yang ada pada masa pemerintahan Dinasti Al -Ayyubiyah. E. METODE PEMBELAJARAN 1.Pendekatan Scintific 2. Model pembelajaran Contextual Teaching and Learning dan DirectInstruction 3. Metode diskusi,driil, demonstrasi,ceramah interaktif dan cardmact F. SUMBER BELAJAR 1. Buku SKI Depag 2. SKI Toha Putra 3. SKI Tiga Serangkai 4. Ensiklopedi Islam 5. Buku lain yang memadai G. MEDIA PEMBELAJARAN 1. Media a. Vidio Pembelajaran 2. Alat a. Komputer/laptop b. LCD Projector
  20. 20. Madani (6) – Perangkat Mengajar SKI 8 / Genap24 H. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN Pertemuan Pertama No Kegiatan Waktu 1 Pendahuluan a. Guru membuka pembelajaran dengan salamdan berdo’a bersama dipimpin oleh seorang peserta didik dengan penuh khidmat; b. Guru memulai pembelajaran dengan membaca Al-Qur’an surah/ayat pilihan (nama surat sesuai dengan program pembiasaan yang ditentukan sebelumnya); c. Guru memperlihatkan kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian, posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran. d. Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan secara komunikatif yang berkaitan dengan materi pelajaran. e. Guru menyampaikan kompetensi inti, kompetensi dasar dan tujuan yang akan dicapai. f. Guru membagi peserta didik dalam beberapa kelompok. 10 Menit 2 Kegiatan inti f. a. Mengamati  Membaca materi tentang tokoh-tokoh ilmuwan muslim pada masa Dinasti Al- Ayyubiyah  Mengamati LCD tentang tokoh-tokoh ilmuwan muslimpadamasaDinasti Al-Ayyubiyah b. Menanya Melalui motivasi,guru mengajukan pertanyaan kepada siswa /kelompok tentang hal- hal yangbelum jelas dari pengamatan terhadap bahan ajar tentang tokoh-tokoh ilmuwan muslimpada masa Dinasti Al-Ayyubiyah c. Explore  Guru membagikan kertas kepada setiap siswa,dan siswa disuruh menuliskan sebuah pertanyaan tentang materi pokok yang sedang dipelajari  Siswa mengumpulkan kertas tersebut kepada guru  Guru membagikan kertas yang berisi pertanyaan tadi kepada siswa secara acak  Guru menyuruh siswa membaca dan memahami pertanyaan di kertas masing- masing sambil memikirkan jawabannya  Guru menyuruh siswa secara bergantian untuk membacakan pertanyaan yang ada dikertasnya dan sekaligus untuk menjawabnya  Guru meminta siswa yanglain memberikan pendapat atau melengkapi jawabannya d. d. Asosiasi  Mengidentifikasi para ulama ahli hadits masa Bani Abbasiyah e. Komunikasi.  Menyimpulkan para ulama ahli hadits pada masa Bani Abbasiyah  Guru memberi penghargaan pada siswa yang menyimpulkan materi terbaik 60 Menit 3 Penutup a.Dibawah bimbingan guru, peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran secara demokratis. b.Bersama-sama melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan. c. Guru memberikan reward kepada siswa “terbaik”, d. Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya dan menyampaikan tugas mandiri terstruktur. e. Bersama-sama menutup pelajaran dengan membaca kafarotulmajlis. 10 Menit Pertemua kedua No Kegiatan Waktu 1 Pendahuluan a. Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdo’a bersama dipimpin oleh seorang peserta didik dengan penuh khidmat; b. Guru memulai pembelajaran dengan membaca Al-Qur’an surah/ayat pilihan (nama surat sesuai dengan program pembiasaan yang ditentukan sebelumnya); c. Guru memperlihatkan kesiapan diri dengan mengisi lembar kehadiran dan memeriksa kerapihan pakaian,posisi dan tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran. d. Guru memberikan motivasi dan mengajukan pertanyaan secara komunikatif yang berkaitan dengan materi pelajaran. e. Guru menyampaikan kompetensi inti, kompetensi dasar dan tujuan yang akan dicapai. f. Guru membagi peserta didik dalam beberapa kelompok. 10 Menit 2 Kegiatan inti 60
  21. 21. Madani (6) – Perangkat Mengajar SKI 8 / Genap 25 a. Mengamati  Membaca materi tentang peranan ilmuwan muslimpada masa Dinasti Al -Ayyubiyah  Mengamati LCD tentang peranan ilmuwan muslim pada masa Dinasti Al - Ayyubiyah b. Menanya  Melalui motivasi guru mengajukan pertanyaan kepada siswa/ kelompok tentang hal- hal yang belum jelas dari pengamatan terhadap bahan ajar dan tayangan tersebut c. Explore  Guru membagikan kertas kepada setiap siswa,dan siswa disuruh menuliskan sebuah pertanyaan tentang materi pokok yang sedang dipelajari  Siswa mengumpulkan kertas tersebut kepada guru  Guru membagikan kertas yang berisi pertanyaan tadi kepada siswa secara acak  Guru menyuruh siswa membaca dan memahami pertanyaan di kertas masing- masing sambil memikirkan jawabannya  Guru menyuruh siswa secara bergantian untuk membacakan pertanyaan yang ada dikertasnya dan sekaligus untuk menjawabnya  Guru meminta siswa yanglain memberikan pendapat atau melengkapi jawabannya d. Asosiasi  Mengidentifikasi para ulama ahli fiqih pada masa Bani Abbasiyah Komunikasi.  Menyimpulkan tentang peranan ilmuwan muslimpada masa Dinasti Al -Ayyubiyah  Guru memberi penghargaan pada siswa yang menyimpulkan materi terbaik Menit 3 Penutup a.Dibawah bimbingan guru, peserta didik menyimpulkan materi pembelajaran secara demokratis. b.Bersama-sama melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan. c. Guru memberikan reward kepada siswa “terbaik”, d. Hikmah belajar hari ini : Siswa mengetahui tentang peranan ilmuwan muslim pada masa Dinasti Al-Ayyubiyah e. Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya dan menyampaikan tugas mandiri terstruktur. f. Bersama-sama menutup pelajaran dengan membaca kafarotulmajlis. 10 Menit I. PENILAIAN 1. Teknik : Tes tertulis 2. Bentuk instrumen : Essay 3. Soal-soal : 1. Sebutkan tokoh-tokoh ilmuwan muslim pada masa Dinasti Al-Ayyubiyah,beserta karyanya ! - Pedoman pensekoran Kegiatan Skor Menyebutkan dengan lengkap dan benar Menyebutkan kurang lengkap Menyebutkan tidak lengkap dan salah Tidak menyebutkan 5 3 1 0 Mengetahui Kepala MTs Muhammadiyah Batang Muhamad Akhirudin, S. Pd NIP.- Batang, Januari 2017 Guru Mata Pelajaran, Tri Utari NIP. -

×