O slideshow foi denunciado.
Utilizamos seu perfil e dados de atividades no LinkedIn para personalizar e exibir anúncios mais relevantes. Altere suas preferências de anúncios quando desejar.

Sistem informasi manajemen rumah sakit

2.217 visualizações

Publicada em

simrs

Publicada em: Saúde e medicina
  • Seja o primeiro a comentar

Sistem informasi manajemen rumah sakit

  1. 1. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit kelompok M. Bagja Agus Irawan N.M Deris Fadilah Regi Prasetyo Rima Melati
  2. 2. Latar Belakang Rumah Sakit sering mengalami kesulitan dalam pengelolaan informasi baik untuk kebutuhan internal maupun eksternal. sehingga perlu diupayakan peningkatan pengelolaan informasi yang efisien, cepat, mudah, akurat, murah, aman, terpadu dan akuntabel. Salah satu bentuk penerapannya melalui sistem pelayanan dengan memanfaatkan teknologi informasi melalui penggunaan sistem Sistem Informasi berbasis komputer.
  3. 3. Strategi secara umum sistem informasi Rumah Sakit harus selaras dengan bisnis utama (core bussines) dari Rumah Sakit itu sendiri, terutama untuk informasi riwayat kesehatan pasien atau rekam medis (tentang indentitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang diberikan kepada pasien), informasi kegiatan operasional (termasuk informasi sumber daya manusia, material, alat kesehatan, penelitian serta bank data.
  4. 4. Proses Bisnis 1. Pelayanan Utama (Front Office) Setiap Rumah Sakit memiliki prosedur yang unik (berbeda satu dengan lainnya), tetapi secara umum/generik memiliki prosedur pelayanan terintegrasi yang sama yaitu proses pendaftaran, proses rawat (jalan atau inap) dan proses pulang.
  5. 5. 2. PELAYANAN ADMINISTRATIF (BACK-OFFICE) Rumah Sakit merupakan unit yang mengla sumber daya fisik (manusia, uang, mesin/alat kesehatan/aset, material seperti obat, reagen, alat tulis kantor, barang habis pakai dan sejenisnya). Walaupun proses bisnis setiap Rumah Sakit unik tapi tetap terdapat proses umum, diantaranya perencanaan, pembelian/pengadaan, pemeliharaan stok/inventory, pengelolaan Aset, pengelolaan SDM, pengelolaan uang (hutang, piutang, kas, buku besar dan lainnya). Proses back office ini berhubungan/link dengan proses pada front office.
  6. 6. Arsitektur Infrastruktur Kebutuhan infrastruktur jaringan komputer kedepan bukan hanya untuk kebutuhan Sistem informasi RS saja, tetapi juga harus mampu digunakan untuk berbagai hal, seperti jalur telepon IP, CCTV, Intelegent Building, Medical Equipment dan lain-lain.
  7. 7. Untuk mendukung pelayanan tersebut, maka infrastruktur jaringan komunikasi data yang disyaratkan adalah: 1. Meningkatkan unjuk kerja dan memudahkan untuk melakukan manajemen lalu lintas data pada jaringan komputer, seperti utilisasi, segmentasi jaringan, dan security. 2. Membatasi broadcase domain pada jaringan, duplikasi IP address dan segmentasi jaringan menggunakan VLAN (virtual LAN) untuk setiap gedung dan atau lantai. 3. Memiliki jalur backbone fiber optik dan backup yang berbeda jalur, pada keadaan normal jalur backup digunakan untuk memperkuat kinerja jaringan/redudant, tapi dalam keadaan darurat backup jaringan dapat mengambil alih kegagalan jaringan. 4. Memanfaatkan peralatan aktif yang ada, baik untuk melengkapi kekurangan sumber daya maupun sebagai backup. 5. Dianjurkan pemasangan oleh vendor jaringan yang tersertifikasi (baik perkabelan maupun perangkat aktif
  8. 8. Arsitektur Data Untuk menghindari pulau-pulau aplikasi dan memudahkan Kementerian Kesehatan mengolah data yang homogen, maka perlu dibuat arsitektur data yang baik, untuk mengakomodir kebutuhan informasi para pengguna.
  9. 9. Beberapa aspek harus diperhatikan dalam membangun arsitektur data: Kodefikasi Mapping Standar pertukaran data antar aplikasi Database
  10. 10. Arsitektur Aplikasi Mengingat kompleksnya proses bisnis pada Rumah Sakit, berikut ini gambaran arsitektur minimal dan variabel SIMRS yang dapat mengakomodir kebutuhan informasi. Asitektur aplikasi/proses akan dilengkapi dengan karakteristik proses yang dilakukan, kandidat aplikasi, analisis dampak, dan alur proses secara lengkap yang menggambarkan proses yang terjadi sistem informasi
  11. 11. Arsitektur Aplikasi 1. Pelayanan Utama (Front Office) Data yang dimasukan pada proses rawat akan digunakan pada proses rawat dan pulang. Selama proses perawatan, pasien akan menggunakan sumber daya, mendapat layanan dan tindakan dari unit-unit seperti farmasi, laboratorium, radiologi, gizi, bedah, invasive, diagnostic non invasive dan lainnya. Unit tersebut mendapat order/pesanan dari dokter (misalnya berupa resep untuk farmasi, formulir lab dan sejenisnya) dan perawat
  12. 12. front office meliputi: a. Antrian registrasi b. Modul appointment c. Registrasi d. Pelayanan informasi e. Pengaduan f. Panel informasi publik
  13. 13. Bagian Front Office , yang meliputi: 1)Unit Customer Service (pusat informasi) 2) Unit pendaftaran pasien rawat inap 3) Unit pendaftaran pasien rawat jalan 4) Unit pendaftaran pasien rawat darurat 5) Unit pendaftaran pasien di Unit Penunjang
  14. 14. 2. Pelayanan Administratif (Back-Office) 1) Medical record (unit rekam medik pusat) 2) Akuntansi keuangan (termasuk UKPPK/Klaim pihak ketiga) 3) Remunerasi (jasa pelayanan dan jasa dokter) 4) Mobilisasi dana (general cashier) 5) Unit binatu dan sterilisasi 6) Inventory medik dan non medik 7) Kepegawaian dan penggajian 8) Unit pemeliharaan sarana medik 9) Unit PDE / SIMRS,
  15. 15. 3. Komunikasi dan Kolaborasi • Komunikasi One Medic – One Solutions for Health Information System merupakan suatu aplikasi piranti lunak yang telah dikembangkan sejak tahun 2008. Protocol komunikasi yang tersedia telah dilengkapi dengan system keamanan sehingga dapat menekan berbagai tindakan cyber crime oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
  16. 16. • Kolaborasi Dari aspek pembiayaan bahwa Rumah Sakit memerlukan biaya operasional dan investasi yang besar dalam pelaksanaan kegiatannya, sehingga perlu didukung dengan ketersediaan pendanaan yang cukup dan berkesinambungan. Apalagi jika Rumah Sakit akan melakukan investasi dalam bidang teknologi informasi, dimana perubahan teknologi merupakan hal yang pasti terjadi setiap saat, sehingga investasi tersebut baik dalam bidang perangkat lunak (Software), perangkat keras (hardware)maupun tenaga SDM pelaksana (Brainware) akan menjadi investasi yang mahal dan berkelanjutan.
  17. 17. 4. Infrastruktur perbaikan dan penyempurnaan pada : • Konfigurasi Sistem Server • Konfigurasi sistem LAN (Local Area Network) • Konfigurasi sistem WLAN (Wireless LAN) • Konfigurasi sistem back up co- location Konsep sistem infrastruktur yangditawarkan untuk memperbaiki dan penyempurnakan sistem infrastruktur yang telah dimiliki oleh Rumah Sakit, yaitu berupa penambahan pada sistem Network Operational Center / Data Center. Konsep yang ditawarkan dalam memperbaiki dan menyempurnakan sistem infrastruktur Rumah Sakit meliputi
  18. 18. Referensi:  Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2013 Tentang Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit  Simrs.co  http://simrs.net/tentang-simrs  http://www.slideshare.net/ariswidi/proposal-simrs- terintegrasi  http://teknologi.kompasiana.com/terapan/2012/02/0 4/kerjasama-operasional-ksobot-sim-rs-432757.html  http://www.jalinmedika.com/product/model-bisnis- simrs

×