O slideshow foi denunciado.
Utilizamos seu perfil e dados de atividades no LinkedIn para personalizar e exibir anúncios mais relevantes. Altere suas preferências de anúncios quando desejar.

Presentasi sejarah kerajaan banten

5.346 visualizações

Publicada em

kerajaan banten

  • Follow the link, new dating source: ❤❤❤ http://bit.ly/39sFWPG ❤❤❤
       Responder 
    Tem certeza que deseja  Sim  Não
    Insira sua mensagem aqui
  • Sex in your area is here: ♥♥♥ http://bit.ly/39sFWPG ♥♥♥
       Responder 
    Tem certeza que deseja  Sim  Não
    Insira sua mensagem aqui

Presentasi sejarah kerajaan banten

  1. 1. KERAJAAN BANTEN ISNIN GALUH POETI BANIA RAISA ZAKIA
  2. 2. LOKASI Berdasarkan sumber-sumber lokal, antara lain Babad/Sejarah Banten, Hikayat Hasanuddin, Tjarita Purwaka Tjaruban Nagari, Babad Tjerbon, dan lainnya ditambah sumber asing antara lain sumber Portugis dan Cina, dapat kita ketahui bahwa daerah Banten sebelum kesultanan, yaitu sebelum tahun 1525/1526, masih berada di bawah kerajaan Sunda Pajajaran. Daerah Banten waktu itu merupakan kadipaten kerajaan Sunda Pajajaran yang berpusat di Bogor antara Sungai Cisadane-Ciliwung dan Cipakancilan. Pakuan sebagaI pusat pemerintahan Kerajaan Sunda Pajajaran mempunyai karakter sebagai Negara-Kota (City-State) yang salah satu kegiatan utamanya adalah perdagangan regional dan internasional. Pusat Kadipaten Banten di Wahanten Girang (Banten Girang), sebelah bara kota Serang, yang konon diperintah oleh Pucuk Umum.
  3. 3. POLITIK Dalam bidang politik Kesultanan Banten terus-menerus melawan kolonialisme VOC baik di laut maupun di daratan yang antara lain terkenal dengan peperangan tahun 1658- 1659 di daerah Angke – Tangerang yang diakhiri dengan perjanjian tanggal 10 Juli 1659 yang terdiri dari 12 pasal. Pada masa Sultan Ageng Tirtayasa tanggal 10 November 1681 dikirimkan utusan diplomatic ke Inggris di bawah pimpinan Tumenggung Naya Wipraya dan Jaya Sedana. Hubungan persahabatan dengan negeri – negeri di Indonesia sendiri, seperti dengan Cirebon, Lampung, Gowa, Ternate, Aceh, dan lainnya. Setelah perjainjian tahun 1659 itu, Sultan Ageng Tirtayasa memperkuat pertahanannya dengan cara membuat keraton di Tirtayasa, membuat jalan dari Pontang ke Tirtayasa bahkan juga membuat persawahan di sepanjang jalan tersebut, mengenmbangkan pemukiman – pemukiman
  4. 4. EKONOMI Dalam bidang perdagangan internasional Kesultanan Banten makin dikembangkan dengan negeri – negeri Iran, Hindustan, Arab, Inggris, Perncis, Denmark, Jepang, Pegu, Filipina, Cina, dan sebagainya. Kemajuan Kesultanan Banten dalam bidang perdagangan tersebut bukan hanya tercatat dalam harian Belanda (Daghregisters), tetapi juga dari data temuan banyaknya pecahan keramik dan benda – benda lainnya baik dari Cina, Jepang, bahkan juga dari Eropa.
  5. 5. PUNCAK KEJAYAAN  Pada masa pemerintahan Maulana Yusuf, Kesultanan Banten mengalami kemajuan dalam bidang pembangunan kota, desa-desa, dan pembuatan persawahan dan perladangan sebagaimana diceritakan Babad/Sajarah Banten. Selain itu, pemerintahan Maulana Yusuf tahun 1579 juga dapat mengalahkan pusat Kerajaan Pajajaran di Pakuan. Setelah ia wafat, penggantinya adalah Maulana Muhammad (1580-1596) yang melakukan serangan terhadap Palembang yang mungkin bermotif ekonomi, tetapi ia gugur dalam peperangan di Palembang sehingga mendapat julukan Panembahan Seda ing Rana. Pada waktu itu kebetulan Banten mulai didatangi bangsa Barat, yaitu Belanda di bawah pimpinan Cornelius de Houtman.
  6. 6. PUNCAK KEJAYAAN  Kesultanan Banten pada masa pemerintahan Sultan Abdulfatah atau Sultan Ageng Tirtayasa juga mencapai puncaknya dalam bidang politik, perekonomian, perdagangan, keagamaan dan kebudayaan.
  7. 7. MASA KEMUNDURAN Kesultanan Banten mulai mengalami kemunduran sejak perang kelompok yang dipimpin Sultan Abu Nasr Abdul Kahar atau Sultan Haji yang dibantu VOC melawan kekuasaan ayahnya, Sultan Ageng Tirtayasa. Akan tetapi, dengan jatuhnya Surasowan, serta tertangkapnya Sultan Ageng Tirtayasa dan terjadinya perjanjian antara VOC dengan Sultan Abu Nasr Abdul Kahar tanggal 17 April 1864, berakibat Sultan Haji harus menggantikan kerugian 12.000 ringgit dan pendirian Benteng Speelwijk. Akibat lebih jauh adalah baik di bidang politik maupun di bidang ekonomi – perdagangan, masuknya monopoli VOC, Kesultanan Banten praktis tidak berdaya lagi, meskipun geriliya di bawah pimpinan Syekh Yusuf
  8. 8. Pergantian Sultan yang dicampuri politik VOC dan masa pendudukan Hindia Belanda selalu menimbulkan pemberontakan – pemberontakan, seprti Kiai Tapa dan Tubagus Buang pada sekitar medio abad ke – 18 dan akhirnya dengan pembuatan jalan Daendels dan tindakan menghancurkan keraton Surasowan dan kemudian mengasingkan sultan – sultan Banten serta dengan tindakan akhir kolonial Belanda tahun 1808 menghapuskan pemerintahan Kesultanan menjadi kabupaten – kabupaten Serang, Caringin, dan Lebak berada di bawah pemerintahan Hindia Belanda. Meski demikian, rakyat Banten di bawah pimpinan kiai dan haji senantiasa melakukan pemberontakan, diantaranya pemberontakan petani tahun 1888 di Cilegon di bawah
  9. 9. Raja-Raja Kerajaan Banten Adapun raja-raja yang pernah memerintah di Kerajaan Banten, antara lain :  Pangeran Subakingkin (putra Sunan Gunung Jati)  Pangeran Yusuf  Pangeran Maulana Muhammad  Abdul Mufakir  Sultan Ageng Tirtayasa.
  10. 10. Pertanyaan

×