O slideshow foi denunciado.
Utilizamos seu perfil e dados de atividades no LinkedIn para personalizar e exibir anúncios mais relevantes. Altere suas preferências de anúncios quando desejar.

HTR

4.168 visualizações

Publicada em

HTR

  1. 1. <ul><li>DEFINISI </li></ul><ul><li>HTR adalah hutan tanaman yang di bangun oleh perorangan atau kelompok masyarakat (Koperasi/KTH) dalam rangka meningkatkan potensi dan kualitas “ HP “ dengan menerapkan silvikultur yang menjamin kelestarian sumber daya hutan. </li></ul><ul><li>LATAR BELAKANG </li></ul><ul><li>Menurunnya kemampuan hutan alam dalam menyediakan hasil hutan (terutama kayu). </li></ul><ul><li>Rendahnya taraf perekonomian masyarakat di sekitar hutan. </li></ul><ul><li>Banyaknya hutan alam produksi yang tidak produktif. </li></ul><ul><li>TUJUAN </li></ul><ul><li>Memberikan akses hukum, akses ke lembaga keuangan dan akses pasar yang lebih luas kepada masyarakat dalam pemanfaatan Hutan Produksi </li></ul><ul><li>Pengentasan kemiskinan </li></ul><ul><li>Membuka lapangan kerja baru </li></ul><ul><li>P eningkatan kontribusi sektor Kehutanan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional </li></ul>DASAR HUKUM Permenhut No : P.9/Menhut-II/2008 tentang persyaratan Kelompok Tani Hutan (KTH) untuk mendapatkan pinjaman dana bergulir pembangunan HTR Permenhut No : P.64/Menhut-II/2009 tentang Standar Biaya Pembangunan HTI dan HTR PerDirjen BPK Nomor : P.06/VI-BPHT/2008 tentang Perubahan PerDirjen BPK Nomor : P.06/VI-BPHT/2007 tentang Petunjuk Teknis Pembangunan HTR PerDirjen BPK No : P.06/VI-BPHT/2007 tentang Petunjuk Teknis Pembangunan Hutan Tanaman Rakyat Surat Edaran Dirjen BPK No : S.677/VI-BPHT/2008 tanggal 5 Desember 2008 tentang Usulan Pencadangan Areal HTR PerDirjen BPK No : P.02/VI-BPHT/2009 tentang Pedoman Pembangunan HTR Pola Kemitraan dan Pola Developer Permenhut No. P.23/Menhut-II/2007 Jo. Permenhut No. P.5/Menhut-II/2008 tentang Tata Cara Permohonan IUPHHK-HTR dalam Hutan Tanaman PP No. 6 Tahun 2007 Jo PP No. 3 Tahun 2008 tentang Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan, serta Pemanfaatan Hutan .
  2. 2. Persyaratan Pencadangan Areal HTR Tidak terdapat potensi hutan alam yang produktif Terdapat masyarakat yang tinggal didalam dan/atau sekitar kawasan hutan sebagai komunitas sosial yang mata pencaharian utamanya bergantung pada hutan dan hasil hutan Tidak dibebani ijin/hak yang sah Tidak terdapat tanaman reboisasi dan rehabilitasi atau tanaman lainnya yang merupakan aset negara Sejalan dengan program pembangunan daerah Kabupaten/Kota
  3. 3. Kepala Dirjen PLAN a.n. Menhut (Sampaikan peta indikatif) Bupati/Walikota Dirjen BPK Tembusan Menhut Sekjen Dephut Kepala BPKH (asistensi tek. peta) Kepala BPPHP Kadishut Prov Kadishut Kab (pertimb.teknis) Gubernur 1 1A 2 3 4 4A 5 6 Peta Pencadangan areal HTR 7 SOSIALISASI 7A Check Lapangan
  4. 4. MEKANISME PEMBERIAN IJIN UPHHK-HTR PerDirjen BPK Nomor : P.06/VI-BPHT/2008 tentang Perubahan PerDirjen BPK Nomor : P.06/VI-BPHT/2007 tentang Petunjuk Teknis Pembangunan HTR BPPHP & BPKH Verifikasi adm & Sketsa/Peta, Lokasi PERTIMBANGAN TEKNIS CAMAT Tembusan DISHUT KAB/KOTA (Penilaian Permohonan) PERORANGAN KOPERASI REKOMENDASI KEPALA DESA (Verifikasi Persyaratan) BUPATI/WALIKOTA (Menerbitkan Izin) SK IUPHHK-HTR
  5. 5. JENIS TANAMAN & TAHAPAN KEGIATAN HTR <ul><li>Tanaman Pokok adalah tanaman berkayu (Pohon) yang dapat ditanam sejenis atau berbagai jenis, antara lain : </li></ul><ul><li>Kelompok jenis Meranti ( Shorea sp) </li></ul><ul><li>Kelompok jenis Keruing ( Dipterocarpus sp ) </li></ul><ul><li>Kelompok Non Dipterocarpaceae, antara lain : Jati, Sengon, Kayu Hitam, Mahoni, Sungkai </li></ul><ul><li>Kelompok Kayu Serat, antara lain : Eucaliptus, Akasia, Tusam </li></ul><ul><li>Kelompok Multi Purpose Tree Species (MPTS), antara lain : Karet, Durian, Mangga, Rambutan </li></ul>Tanaman Tumpangsari adalah tanaman pangan setahun/semusim yang ditanam untuk memperoleh hasil tambahan selama masa menunggu waktu penebangan tanaman pokok antara lain jagung, padi, palawija dan lain-lain A. TANAMAN POKOK B. TANAMAN TUMPANGSARI No Tahapan Kegiatan 1. <ul><li>Perencanaan/Penyiapan Lahan </li></ul><ul><li>Penataan areal </li></ul><ul><li>Pembukaan Wilayah Hutan </li></ul><ul><li>Pembersihan Lahan </li></ul>2. <ul><li>Penyiapan Bibit </li></ul><ul><li>Pengadaan benih </li></ul><ul><li>Pengadaan bibit </li></ul>3. <ul><li>Penanaman </li></ul><ul><li>Persiapan lapangan </li></ul><ul><li>Pengangkutan bibit </li></ul><ul><li>Pelaksanaan penanaman </li></ul>4. <ul><li>Pemeliharaan Tanaman </li></ul><ul><li>Pemupukan </li></ul><ul><li>Penyulaman </li></ul><ul><li>Pendangiran </li></ul><ul><li>Penyiangan/Pengendalian Gulma </li></ul><ul><li>Pemangkasan Cabang*) </li></ul><ul><li>Penjarangan*) </li></ul>5. <ul><li>Pemanenan Hasil Hutan Kayu </li></ul><ul><li>Inventarisasi Kegiatan </li></ul><ul><li>Penebangan </li></ul><ul><li>Pengangkutan Kayu </li></ul>6. <ul><li>Perlindungan dan Pengamanan Hutan </li></ul><ul><li>Pengendalian Hama Penyakit </li></ul><ul><li>Pengendalian Kebakaran </li></ul><ul><li>Pengamanan Hutan </li></ul>
  6. 6. REALISASI HTR DI PROVINSI PAPUA PENYAMPAIAN PETA ARAHAN INDIKATIF <ul><li>Biak Numfor . </li></ul><ul><li>Jayawijaya </li></ul><ul><li>Nabire </li></ul><ul><li>Supiori </li></ul><ul><li>Yapen </li></ul><ul><li>Bovendigul </li></ul><ul><li>Mappi </li></ul><ul><li>Paniai </li></ul><ul><li>Waropen </li></ul><ul><li>Jayapura </li></ul><ul><li>Merauke </li></ul><ul><li>Puncak Jaya </li></ul><ul><li>Yahukimo </li></ul><ul><li>PENCADANGAN AREAL HTR </li></ul><ul><li>Kabupaten Biak Numfor : SK.71/Menhut-II/2009 tgl 26 Feb 2009, luas areal 3.185,00 Ha. </li></ul><ul><li>Kabupaten Nabire : SK.278/Menhut-II/2009, 13 Mei 2009, Luas areal 26.165 Ha </li></ul><ul><li>PERMOHONAN IUPHHK-HTR </li></ul><ul><li>KSU Nafa Aroa Indah Kabupaten Nabire </li></ul><ul><li>KSU AIWI Kabupaten Nabire </li></ul>

×