O slideshow foi denunciado.
Utilizamos seu perfil e dados de atividades no LinkedIn para personalizar e exibir anúncios mais relevantes. Altere suas preferências de anúncios quando desejar.

Makalah etikep kel. 7

461 visualizações

Publicada em

  • Seja o primeiro a comentar

  • Seja a primeira pessoa a gostar disto

Makalah etikep kel. 7

  1. 1. KATA PENGANTAR Assalamualaikum,Wr.Wb. marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat tuhan yang maha esa. Karena atas berkat rahmat dan karunia-Nyalah kita diberikan nikmat kesehatan hingga sampai sekarang ini. Dan tak lupa pula shalawat serta salam kita haturkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW. Serta para sahabat-sahabat-Nya, pengikut-pegikutnya hingga akhir zaman. Dimana yang telah mengajarkan iman dan islam kepada kita, sehingga kita dapat menikmati indahnya keimanan dan Islam. Dengan penuh rasa syukur kami ucapkan karena dapat menyelesaikan tugas etika keprawatan, yang diberikan kepada kami sebagai tugas dalam ujian pembelajaran mata pelajaran Etika Keprawatan. Dalam penulisan dan penyusuan kata-kata pada tugas ini masih banyak kesalahan penulisan, untuk itu kami selaku penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pambaca demi kesempurnaan makalah ini di masa yang akan datang. Akhir kata semoga makalah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi kita semua. Amin. Wassalamu’alaikum Wr.Wb Serang, September 2012 Penyusun i
  2. 2. BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Saat ini perkembangan keperawatan di Indonesia telah mengalami perubahan yang sangat pesat menuju perkembangan keperawatan sebagai profesi. Proses ini merupakan proses perubahan yang sangat mendasar dan konsepsional, yang mencakup seluruh aspek keperawatan baik aspek pendidikan, pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kehidupan keprofesian dalam keperawatan. Perkembangan keperawatan menuju keperawatan profesi dipengaruhi oleh sebagai perkembangan keperawatan profesional seperti: adanya tekanan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi keperawatan. Oleh sebab itu jaminan pelayanan keperawatan yang berkualitas hanya dapat diperoleh dari tenaga keperawatan yang profesional. Dalam konsep profesi terkait erat tiga nilai sosial yaitu: pengetahuan yang mendalam dan sistematis, keterampilan teknis dan kiat yang diperoleh melalui latihan yang lama dan teliti, dan pelayanan/angsuran kepada yang memerlukan berdasarkan ilmu pengetahuan dan keterampilan teknis tersebut dengan berpedoman pada filsafat moral yang diyakini, yaitu etika profesi serta konsep-konsep dalam berkomunikasi. 1 B. RUMUSAN MASALAH 1. Bagaimanakah peranan komunikasi dalam pembangunan?
  3. 3. 2. Bagaimana komunikasi dalam proses keperawatan? 3. Bagaimanakah Komunikasi terapeutik dalam keperawatan? C. TUJUAN PENULISAN 1. Untuk mengetahui komunikasi dalam proses keperawatan. 2. Untuk mengetahui Komunikasi terapeutik dalam keperawatan. 2 PENGERTIAN KOMUNIKASI Komunikasi adalah suatu yg sangat penting dalam pelaksanaan asuhan
  4. 4. keperawatan.seorang perawat tidak akan dapat melaksanakan tahapan-tahapan proses keperawatan dengan baik bila tidak terjalin komunikasi yg baik antara perawat dengan klien,perawat dengan keluarga atau orang yg berpengaruh bagi klien,dan perawat dengan tenaga kesehatan lain nya. Komunikasi Dalam Proses Keperawatan Komunikasi merupakan proses yang sangat khusus dan berarti dalam hubungan antar manusia. Pada profesi keperawatan komunikasi menjadi lebih bermakna karena merupakan metoda utama dalam mengimplementasikan proses keperawatan. Dalam profesi keperawatan, komunikasi sangat penting antara perawat dengan perawat, dan perawat dengan klien, khususnya komunikasi antar perawat dengan klien dimana dalam komunikasi itu perawat dapat menemukan beberapa solusi dari permasalahan yang sedang dialami klien, dan komunikasi ini dinamakan dengan komunikasi terapeutik. Akan tetapi dalam pelaksanaan komunikasi terapeutik ini ada fase-fase, tehnik-tehnik, dan faktorfaktor, serta proses komunikasi terapeutik tersebut dalam perawatan sehingga pelayanan/asuhan keperawatan dapat berjalan dengan baik serta memberikan tingkat kepuasan pada klien. Pembahasan tersebut akan dijelaskan pada pembahasan berikutnya yaitu “Komunikasi Terapeutik Dalam Keperawatan”. 3 E. TUJUAN KOMUNIKASI Tujuan komunikasi adalah untuk memudahkan, melancarkan,
  5. 5. melaksanakan kegiatan tertentu dalam rangka mencapai tujuan optimal,baik komunikasi dalam lingkup pekerjaan maupun hubungan antar manusia. Ruang Lingkup Komunikasi a. Suatu perintah Komunikasi dalam hal ini adalah bagian dari proses memimpin b. Suatu Permintaan c. Suatu Observasi Suatu usaha untuk mengambil suatu keputusan atau mungkin hanya suatu pernyataan dari satu sudut pandang. d. Sebagai Informasi e. Sebagai Pembelajaran Berhubungan dengan pelatihan atau bagian penyuluhan. 4 F. MACAM – MACAM KOMUNIKASI 1. Komunikasi Searah Komunikator mengirim pesannya melalui saluran atau media yang diterima tetapi tidak ada umpan balik. 2. Komunikasi Dua Arah
  6. 6. Komunikator mengirim pesannya melalui saluran atau media yang diterima tetapi ada umpan balik. 3. Komunikasi Berantai Komunikator menyampaikan pesan ke komunikan satu, komunikan satu menyampaikan kekomunikan dua, dan seterusnya. 5 G. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KOMUNIKASI a. Kredibilitas Kredibilitas ( credibility ), terdapat dan berpengaruh pada sumber dan
  7. 7. komunikator. Kredibilitass komunikator sngat mempengaruhi keberhasilan komunikasi. b. Isi pesan Faktor ini terdapat dan berperan pada pesan, artinya pesan yang disampaikan hendaknya mengandung isi yang bermanfaat bagi sasaran. c. Kesesuaian dengan kepentingan sasaran Kesesuaian dengan kepentingan sasaran ( context ) terdapat dan berperan pada pesan. Pesan yang disampaikan harus berhubungan dengan kepentingan sasaran. d. Kejelasan Kejelasan ( clarity ) terdapat dan berperan pada pesan. Kejelasan pesan yang disampaikan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan komunikasi. e. Kesinambungan dan konsisten Kesinambungan dan konsisten ( continuity and consistency ) terdapat pada pesan. Pesan yang akan disampaikan harus konsisten dan berkesinambungan, seorang perawat atau tenaga kesehatan perlu membuat perencanaan yang matang sebelum melakukan intervensi atau berkomunikasi dengan klien. f. Saluran Saluran ( channel ) terdapat dan berperan pada media. Media yang digunakan harus sesuai dengan pesan yang disampaikan. g. Kapabilitas sasaran Kapabilitas sasaran ( capability of the audience ) terdapat pada komunikan. Dalam menyampaikan pesan, komunikator harus memperhitungkan kemampuan sassaran dalam menerima pesan. 6 H. KOMUNIKASI TERAPEUTIK
  8. 8. Komunikasi terapeutik adalah suatu pengalaman bersama antara perawat klien yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah klien yang mempengaruhi perilaku pasien. Hubungan perawat klien yang terapeutik adalah pengalaman belajar bersama dan pengalaman dengan menggunakan berbagai tekhnik komunikasi agar perilaku klien berubah ke arah positif seoptimal mungkin. Untuk melaksanakan komunikasi terapeutik yang efektif perawat harus mempunyai keterampilan yang cukup dan memahami tentang dirinya. Agar perawat dapat berperan efektif dalam terapeutik ia harus menganalisa dirinya : kesadaran diri klarifikasi nilai, perasaan dan mampu menjadi model yang bertanggung jawab. Seorang perawat tidak akan dapat mengetahui kondisi klien jika tidak ada kemampuan menghargai keunikan klien. Komunikasi terapeutik tidak dapat berlangsung sendirinya, tetapi harus di rencanakan, di pertimbangkan dan di lakukan secara profesional. Pada saat pertama kali perawat melakukan komunikasi terapeutik proses komunikasi umumnya berlangsung singkat, canggung, semu dan seperti di buat-buat.hal ini akan lebih membantu untuk mempersepsikan masing-masing hubungan pasien karena adanya kesempatan untuk mencapai hubungan antar manusia yang positif sehingga akan mempermudah pencapaian tujuan terapeutik. 7 KESIMPULAN • Peranan komunikasi dalam pembangunan dan dalam proses keperawatan sangatlah penting.
  9. 9. • Komunikasi yang digunakan dalam proses keperawatan adalah komunikasi terapeutik • Komunikasi terapeutik adalah suatu pengalaman bersama antara perawat klien yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah klien yang mempengaruhi perilaku pasien. Hubungan perawat klien yang terapeutik adalah pengalaman belajar bersama dan pengalaman dengan menggunakan berbagai tekhnik komunikasi agar perilaku klien berubah ke arah positif seoptimal mungkin. • Untuk melaksanakan komunikasi terapeutik yang efektif perawat harus mempunyai keterampilan yang cukup dan memahami tentang dirinya. DAFTAR PUSTAKA Kariyoso, 1994, Pengantar komunikasi bagi perawat, Penerbit buku kedokteran ( EGC ): Jakarta.
  10. 10. http://pdf-search-engine.com/TINJAUAN%20HISTORIS %20KOMUNIKASI%20Drs.Guntoro%20MS%20.-htmljurnal.bl.ac.id/wp-content/uploads/2007/01/BLCOM-v2-n1-artikel1januari2007.html http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_definisi_komunikasi http://ainaalbi.blogsome.com/2008/01/06/komponen- komponenkomunikasi. MAKALAH ETIKA KEPERAWATAN ( Komunikasi Dalam Keperawatan )

×