O slideshow foi denunciado.
Utilizamos seu perfil e dados de atividades no LinkedIn para personalizar e exibir anúncios mais relevantes. Altere suas preferências de anúncios quando desejar.

Dea daulika 1201110088 knowledge management system

1.062 visualizações

Publicada em

RESUME : KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM
Information and Communication Technologies for Knowledge Management
Ronald Maier -Third Edition

Publicada em: Recrutamento e RH
  • Seja o primeiro a comentar

Dea daulika 1201110088 knowledge management system

  1. 1. KNOWLEDGE MANAGEMENT SYSTEM Information and Communication Technologies for Knowledge Management Ronald Maier -Third Edition Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Knowledge Management pada Program S-1 Jurusan Manajemen Bisnis Telekomunikasi dan Informatika Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Telkom Oleh : Dea Daulika 1201110088 FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS TELKOM 2014
  2. 2. Di dalam buku ini dijelaskan bahwa Knowledge Management merupakan aset strategi perusahaan. Dengan demikian, manajemen pengetahuan (KM) telah diperkuat dengan lebih menekankan pada pengetahuan intensif seperti proses bisnis komprehensif, proses design yang berorientasi pada kegiatan KM dan intervensi yang ditargetkan dengan bantuan seperangkat instrument manajemen pengetahuan (KM). Manajemen pengetahuan (KM) yang baik harus didukung dengan informasi dan komunikasi bidang IT (TIK). Tujuan yang jelas untuk mempelajari gagasan KMS dalam teori dan praktek untuk mendapatkan wawasan ke dalam implementasi dan penyebaran Teknologi ICT untuk mendukung inisiatif manajemen pengetahuan dalam organisasi. Dari segi teknis, beberapa perkembangan inovatif untuk akhir tahun 90an telah berubah menjadi infrastruktur Intranet (sisitem teknologi informasi) di banyak bidang pengetahuan organisasi. Ini berlaku terutama untuk manajemen konten yang digunakan dengan mudah, kolaborasi dan jaringan, alat-alat yang disebut perangkat lunak sosial. Teknologi yang sesuai diperkirakan mendalam mengubah perilaku, yaitu distribusi produsen dan konsumen di Internet. Buku ini dimaksudkan untuk memberikan petunjuk konkret, model dan metafora tentang cara untuk merancang, melaksanakan dan menggunakan KMS. Knowledge Management System Sistem manajemen pengetahuan (KMS) adalah sistem ICT yang merupakan sebuah sistem aplikasi atau ICT yang berperan menggabungkan dan mengintegrasikan fungsi dari beberapa bidang ilmu pengetahuan baik secara eksplisit (dari luar) maupun secara implicit (dari dalam) dari seluruh organisasi atau bagian dari organisasi yang ditargetkan oleh KM. Sebuah sistem manajemen pengetahuan (KMS) menawarkan jasa yang terintegrasi dengan berbagai bidang ilmu pengetahuan untuk menyebarkan instrumen manajemen pengetahuan (KM) untuk sebuah jaringan, yaitu pengetahuan para pegawai dalam bisnis dan proses siklus pekerjaan. Tujuan utama dari sistem manajemen 2
  3. 3. pengetahuan (KMS) adalah untuk mendukung dinamika belajar organisasi dan efektivitas organisasi dalam sebuah tantangan dan persaingan pekerjaan. ICT pada umumnya dan KMS khususnya memainkan peran sebagai teknologi atau alat untuk mengimplementasikan manajemen pengetahuan didalam suatu organisasi. Sistem manajemen pengetahuan (KMS) dapat membantu kinerja sebuah organisasi. Ada beberapa pendekatan untuk menentukan ICT yang mendukung manejemen pengetahuan (KM). Hal ini tercermin dari banyaknya istilah yang digunakan, seperti: sistem manajemen pengetahuan, sistem informasi dan komunikasi atau teknologi pengetahuan manajemen atau teknologi manajemen pengetahuan ,sistem informasi berbasis pengetahuan, infrastruktur pengetahuan, layanan pengetahuan perangkat lunak, manajemen pengetahuan, sistem pendukung manajemen, alat manajemen pengetahuan, pengetahuan berorientasi software, pengetahuan portal, pengetahuan gudang, Sistem memori organisasi, dan Sistem informasi memori organisasi. Sistem informasi memori organisasi adalah sebagai "sebuah sistem yang berfungsi untuk menyimpan dan menyediakan sarana pengetahuan dari masa lalu untuk mendukung aktivitas kegiatan pekerjaan organisasi pada saat ini, sehingga mengakibatkan peningkatan efektivitas organisasi" (Stein/Zwass 1995, 95, for a discussion of organizational effectiveness e.g., Lewin/Minton 1986). Sistem manajemen pengetahuan terdapat dua kategori dalam sistem manajemen dokumen atau sistem komunikasi dan e-learning dengan pelatihan berbasis komputer. Baru-baru ini, KM tools (alat manajemen pengetahuan) atau KMS telah mendapatkan penerimaan luas dalam literatur, sedangkan vendor sistem masih menjadi paket dan memasarkan solusi mereka sesuai dengan tantangan yang dihadapi dalam era globalisasi yang harus diselesaikan oleh perusahaan dan organisasi, seperti; · Solusi untuk bisnis atau kecerdasan organisasi, · Solusi untuk berkolaborasi dengan organisasi lain, · Solusi untuk kepatuhan risiko peraturan manajemen, 3
  4. 4. · Solusi untuk konten pelanggan yang dihasilkan, · Solusi untuk manajemen retensi email, untuk memanfaatkan janji yang dipasarkan sebagai perangkat lunak sosial atau Web 2.0 · Solusi untuk integrasi pengetahuan, (pengetahuan) portal dan integrasi lainnya inisiatif, untuk visualisasi pengetahuan dan untuk peningkatan teknologi. Perbedaan utama antara KMS dan sistem ICT tradisional, terdapat pada sistem manajemen dokumen, Intranet atau Groupware dapat dikarakteristikan sebagai inisiatif, konteks, proses, partisipan, instrumen, services, dan platforms. Definisi KMS sesuai dengan pandangan fungsional dikombinasikan dengan pandangan KMS sebagai tipe baru penggunaan sistem aplikasi yang menyadari bagian dari basis organisasi pengetahuan menurut Lehner (2000). Istilah KMS dapat digunakan untuk menggambarkan dua jenis system yaitu ; - KMS sebagai sistem aplikasi KMS dbuat atas dasar ICT platform sudah ada yang menyediakan fungsi dasar untuk misalnya, pengelolaan data dan dokumen, manajemen kantor serta komunikasi. Contohnya adalah Intranet atau platform Groupware, seperti Lotus Notes. - KMS sebagai platform Dalam hal ini, sistem manajemen pengetahuan mengintegrasikan fungsi dasar sebuah platform ICT. Knowledge Strategy Strategi manajemen pengetahuan dapat dilihat pada Analisis SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman) di mana Strategi dipandang sebagai penyeimbang lingkungan faktor eksternal organisasi (peluang dan ancaman) dengan faktor internal (kekuatan dan kelemahan). Strategi pengetahuan dapat didefinisikan sebagai penyeimbang pengetahuan organisasi sumber daya dan 4
  5. 5. kemampuan pengetahuan yang diperlukan untuk menyediakan produk dan layanan yang unggul dari pesaing (Zack 1999b, 131). Untuk posisi organisasi terhadap pesaingnya, tiga kategori pengetahuan berikut harus diidentifikasi per area kompetensi, atau per unit strategi bisnis, divisi, lini produk, fungsi atau posisi pasar (Zack 1999b, 133f) : 1. Core Knowledge adalah pengetahuan minimum umum dipegang oleh anggota industri, juga dianggap sebagai penghalang pengetahuan industri dasar. 2. Advance Knowledge, mendorong organisasi untuk menjadi kompetitif dalam bersaing. 3. Knowledge innovative memungkinkan organisasi untuk memimpin industri dan signifikan cantly membedakan dirinya dari para pesaingnya. Peran manajemen pengetahuan (KM) adalah untuk mengembangkan strategi aset pengetahuan yang membangun kompetensi inti sehubungan dengan bidang strategi bisnis. Aset pengetahuan strategis menghubungkan unit bisnis strategis dan kompetensi inti dan dengan demikian berhubungan dengan faktor eksternal dan perspektif internal sehingga kompetensi inti terlihat oleh pelanggan. Strategi manajemen pengetahuan diimplementasikan dengan bantuan instrumen organisasi dan ICT. Organization Umumnya, desain organisasi inisiatif KM dan instrumen organisasi yang digunakan untuk menerapkannya pada dasar yang kokoh, matang dan luas pada literatur ilmu organisasi. Kemudian, struktur organisasi dari inisiatif KM ditinjau lebih jauh untuk mendapatkan hasil yang sebanding di organisasi dan tidak membingungkan responden dengan perbedaan kecil antara beberapa peran tersebut, tiga peran berikut akan digunakan dalam empirical study (studi empiris): - Knowledge manager (CKO) atau knowledge integrator, 5
  6. 6. - Subject mater specialist - Participant ( author ) Tugas KM yang akan digunakan dalam penelitian empiris harus dibahasakan dan dipilih karena hasil dari beberapa pretests dengan manajer pengetahuan: · Identifikasi pengetahuan, · Akuisisi pengetahuan eksternal, · Pelepasan unsur pengetahuan (persetujuan resmi dari pelembagaan), · menyimpan elemen pengetahuan, · integrasi pengetahuan ke dalam struktur yang ada (klasifikasi pengetahuan), · memperbarui / memperluas struktur pengetahuan yang ada (ontologi), · distribusi pengetahuan, · manajemen mutu pengetahuan, · perbaikan, pengemasan ulang pengetahuan, · pengetahuan penghapusan, pengarsipan, · menjual pengetahuan. Di satu sisi, budaya organisasi (culture organization) harus dipertimbangkan dalam desain sebuah inisiatif manejemen pengetahuan (KM). Sebaliknya untuk mengubah budaya organisasi mungkin menjadi tujuan dari inisiatif manajemen pengetahuan itu sendiri. Fokusnya ditetapkan pada dimensi kesediaan untuk berbagi pengetahuan dengan bantuan beberapa pernyataan yang dijelaskan seperti; · Saling pengertian di dalam kelompok kerja, · Saling percaya di dalam kelompok kerja, · Saling mempengaruhi kelompok kerja, · Saling mendukung sesama kelompok kerja, 6
  7. 7. · Komunikasi antara kelompok kerja · Saling membantu dalam kelompok kerja, · Kemauan untuk belajar, · Komunikasi dalam kelompok kerja, · Adanya sistem insentif untuk berbagi pengetahuan, · Persetujuan / pengakuan dari perilaku kooperatif, · Pertukaran informal ide (misalnya, dalam istirahat, di acara-acara perusahaan, swasta). Sistem Bagian ini didedikasikan untuk analisis perangkat ICT dan sistem yang dapat digunakan dalam inisiatif manajemen pengetahuan (KM). KMS dapat ditemukan misalnya dalam bisnis intelijen, dokumen atau manajemen konten web, komunikasi, Groupware, portal, pencarian dan pengambilan data, visualisasi, dan manajemen workflow (alur kerja). Berbasis implementasi KMS adalah konten yang dikelola oleh sistem. Berikut daftar jenis konten yang akan digunakan dalam studi empiris: - Pengetahuan tentang organisasi dan proses, - Pengetahuan produk - Hak paten yang dimiliki oleh organisasi - Paten eksternal, - Studi internal - Studi eksternal / laporan, - Pelajaran, - Praktik terbaik, - Ide dan usulan, - Pertanyaan, jawaban (FAQ), - Keterampilan direktori, - Pengetahuan tentang mitra bisnis, 7
  8. 8. - Direktori masyarakat, - Komunikasi internal, - Eksternal jurnal on-line, - Isi pribadi. Tidak diragukan lagi, saat ini manajemen pengetahuan menjadi bidang yang sangat penting dan dinamis serta menarik perhatian banyak disiplin ilmu penelitian yang mana masing masing disiplin ilmu memiliki pandangan khusus tentang manajemen pengetahuan (KM). Banyak perusahaan dam organisasi mulai dari kinerja operasioanl dan kinerja sistem dengan senang hati untuk memasukkan fungsi dari manejemen pengetahuan (KM) seperti, intelijen bisnis, data, Intranet, Groupware atau manajemen konten sistem. Situasi ini memberikan manfaat yang besar mulai dari pendekatan, konsep dan teori dalam literatur, alat dan sistem pada sebuah perusahaan atau organisasi di pasar global yang merupakan ciri atau identitas dari sebuah perusahaan atau organisasi tersebut. Implementasi manajemen pengetahuan (Knowledge Management) memerlukan waktu yang lama serta pendekatan dalam organisasi untuk benar-benar berfungsi secara baik dan optimal yang dapat membuat perbedaan dalam penanganan pengetahuan. Seperti yang dibahas didalam buku ini, banyak budaya profesional baik dalam penelitian dan dalam praktek sekarang terlibat dalam manajemen pengetahuan. Berikut contoh menunjukkan konsep dan instrumen area fungsional yang berbeda dalam organisasi yang berkontribusi terhadap pemahaman manajemen pengetahuan (KM) dalam organisasi : · Strategi : strategi pengetahuan, strategi pasar, aset pengetahuan strategis, manajemen kompetensi (inti) berdasarkan teori yang berbasis sumber daya pandangan (perspektif) dan pengetahuan, aliansi strategis, manajemen 8
  9. 9. kompetensi bersama-sama dikembangkan dalam kemitraan, usaha patungan, jaringan perusahaan, organisasi. · Penelitian dan pengembangan : manajemen inovasi, manajemen paten dan lisensi, laboratorium pembelajaran, jaringan ahli, teknik dan produksi. · Manajemen mutu : kualitas, manajemen kualitas proses, pengetahuan mentransfer seluruh organisasi, benchmarking, praktik terbaik, uji coba produk (trial & error). · Pemasaran : manajemen hubungan pelanggan, berorientasi pelanggan (virtual) masyarakat, intelijen bisnis, personalisasi produk dan layanan, kuantitas, pelayanan, dan kepuasan. · Sumber daya Manusia (Human Resources) : kualitas dan kuantitas pegawai atau karyawan, pelatihan, pengetahuan, ujian (test), keterampilan, pengembangan personal pegawai, mentoring, insentif sistem untuk berbagi pengetahuan, pelatihan dan pendidikan untuk pegawai atau pegawai yang baru direkrut. · Teknologi informasi : alat dan sistem manajemen pengetahuan (KM), infrastruktur Intranet (jaringan dan sistem), perangkat keras dan lunak (Groupware platform), intelijen bisnis, e-learning. Konsep-konsep tersebut merukapan instrumen yang perlu dikembangkan secara mandiri dan bersamaan dalam fungsional perusahaan atau organisasi untuk menunjuk ke arah manajemen pengetahuan yang baik dan cara efektif dan 9
  10. 10. efisien untuk mengembangkan sebuah perusahaan, terlebih persusahaan yang baru berkembang. Dengan demikian, tampaknya resistensi terhadap perubahan dalam organisasi mengenai pelaksanaan konsep manajemen pengetahuan (KM) berada pada titik tertinggi dan merupakan sebuah konsep yang sangat penting dalam zaman sekarang. 10

×