O slideshow foi denunciado.
Seu SlideShare está sendo baixado. ×

Kelompok 7_Analisis Arus Kas(1).pptx

Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio

Confira estes a seguir

1 de 25 Anúncio

Mais Conteúdo rRelacionado

Diapositivos para si (20)

Semelhante a Kelompok 7_Analisis Arus Kas(1).pptx (20)

Anúncio

Mais recentes (20)

Kelompok 7_Analisis Arus Kas(1).pptx

  1. 1. BAB 11 Analisis Arus Kas
  2. 2. SUB BAB 11.2 11.1 11.3 Aliran Kas Dan Hubungannya Dengan Siklus Kehidupan Produk Perhitungan Aliran Kas Mengelompokkan Perubahan Perubahan Dalam Neraca
  3. 3. 11.1 Aliran Kas dan Hubungannya dengan Siklus Kehidupan Produk
  4. 4. 1. Selama tahap perkenalan, aliran kas operasi biasanya negatif. hal ini mencerminkan investasi perusahaan untuk membangun infrastruktur. 2. Pada tahap pertumbuhan, produk mulai diterima oleh konsumen dan permintaan mulai tumbuh pesat. 3. Pada tahap kedewasaan, pola aliran kas berubah cukup drastis, pada tahap ini aliran kas keluar tidak lagi besar seperti tahap- tahap sebelumnya. 4. Pada tahap penurunan, aliran kas dari operasi dan investasi akan mengalami penurunan, sementara aliran kas keluar untuk melunasi utang perusahaan. GAMBAR 11.1 ALIRAN KAS DAN SIKLUS PRODUK
  5. 5. 11.2 Perhitungan Aliran Kas
  6. 6. Persamaan akuntansi bisa ditulis sebagai berikut ini : Aktiva = Utang + Modal Saham Tambahan Aktiva = Tambahan Utang + Tambahan Modal Saham
  7. 7. Tambahan + Tambahan Aktiva Kas Aktiva Nonkas = Tambahan + Tambahan Modal Utang Saham
  8. 8. Persamaan tadi dapat di ubah sebagai berikut: Tambahan Kas = Tambahan + Tambahan Modal - Tambahan Utang Saham Aktiva Nonkas
  9. 9. Tabel 11.1. Neraca PT “XYZ” Selama Tiga Tahun Berturut-Turut
  10. 10. komponen - komponen neraca pada tahun ke satu dan tahun ke dua: Kas + Aset Non-Kas = Utang + Modal Saham Tahun satu : 13.698 + 132.136 = 105.394 + 40.440 Tahun dua : 12.595 + 129.511 = 85.032 + 57.074
  11. 11. Dengan mengurangkan komponen - komponen diatas pada tahun ke dua terhadap tahun kesatu : Tambahan + Tambahan Tambahan + Tambahan Kas Aset Non-Kas = Utang Modal Saham -1.103 + (-2.625) = -20.362 + 16.634
  12. 12. Persamaan bisa diubah menjadi : Tambahan = Tambahan + Tambahan - Tambahan Kas Utang Modal Saham Aset NonKas -1.103 = -20.362 + 16.634 - (-2.625)
  13. 13. 11.3 Mengelompokkan Perubahan- Perubahan Dalam Neraca
  14. 14. Tabel 11.2 Klasifikasi Penyebab Perubahan Kas
  15. 15. Perubahan-Perubahan dalam Neraca 1. Piutang Dagang- Pengumpulan kas pada suatu periode sama dengan penjualan (kredit) untuk periode tersebut ditambah piutang dagang pada awal periode dikurangi piutang dagang pada akhir periode. Perubahan piutang dagang dengan demikian berkaitan dengan operasi perusahaan. 2. Persediaan - Pembelian selama satu periode sama dengan harga pokok penjualan pada periode tersebut ditambah persediaan pada akhir periode dikurangi persediaan pada awal periode. 3. Aktiva Lancar lainnya - Rekening ini biasanya berkaitan dengan pembayaran dimuka (prepaid account), seperti uang sewa dibayar di muka. Biasanya perubahan-perubahan dalam rekening ini berkaitan dengan kegiatan operasi perusahaan. 4. Investasi pada Surat Berharga - Investasi pada surat-surat berharga-Investasi pada surat berharga bisa berubah karena beberapa hal:
  16. 16. 5. Bangunan, Pabrik, dan Peralatan - Pembelian dan penjualan aset-aset ini (aktiva tetap) dimasukkan ke dalam kegiatan-kegiatan investasi. 6. Akumulasi Depresiasi - Depresiasi mengurangi laba bersih untuk suatu periode, tetapi tidak mengurangi aliran kas keluar. Depresiasi diklasifikasikan sebagai item operasi dengan tanda positif pada baris ke 6. 7. Aktiva (aset lainnya) - Aktiva lainnya dalam neraca mencakup hak cipta, goodwill, paten, dan aset- aset lainnya. 8. Utang dagang - Aliran kas keluar untuk pembelian sama dengan pembelian untuk periode tertentu ditambah utang dagang pada awal periode dikurangi utang dagang pada akhir periode. 9. Utang wesel - Utang wesel yang merupakan transaksi pinjaman dimasukkan ke dalam kegiatan pendanaan (financing), meskipun uang pinjaman tersebut bisa digunakan untuk kegiatan operasional seperti membiayai piutang dagang, persediaan, atau modal kerja lainnya. Perubahan-Perubahan dalam Neraca
  17. 17. 10. Bagian utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam jangka dekat - Rekening ini terdiri dari dua macam: Pengklasifikasian kembali utang jangka panjang menjadi utang jangka pendek dan utang jangka panjang yang benar-benar dibayar pada periode tersebut. 11. Utang lancar lainnya - Rekening utang lancar lainnya biasanya digunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan operasional selain pembelian barang dagangan. Dengan demikian perubahan d alam utang lancar lainnya dimasukkan ke dalam transaksi operasional. 12. Utang jangka panjang - Rekening ini berubah karena beberapa hal: Utang jangka panjang yang baru, Pengklasifikasian kembali utang jangka panjang menjadi utang pendek, Pelunasan utang jangka panjang lebih cepat dari yang seharusnya (early retirement), Perubahan utang jangka panjang menjadi saham preferen atau saham biasa. 13. Utang pajak - Pajak yang akan dibayar dalam jangka waktu dekat sama dengan biaya pajak pendapatan (yang menjadi pengurang laba bersih pada baris 16) ditambah atau dikurangi perubahan dalam utang pajak dalam periode tersebut. Perubahan dalam utang pajak diklasifikasikan sebagai item operasi. Perubahan-Perubahan dalam Neraca
  18. 18. 14. Utang tidak lancar lainnya - Apabila tidak ada informasi pendukung lainnya, perubahan dalam rekening ini dimasukkan ke dalam transaksi pendanaan. 15. Saham biasa dan agio saham - Rekening ini bisa berubah apabila saham baru dikeluarkan (emisi baru), atau saham yang beredar dibeli kembali (treasury stocks). Transaksi-transaksi tersebut bisa dikelompokkan ke dalam kegiatan pendanaan. 16. Laba yang ditahan - Laba yang ditahan naik sebesar laba bersih dan turun sebsar dividen yang dibayarkan pada periode tertentu. Laba bersih bisa dikelompokkan sebagai transaksi operasional, sedangkan dividen bisa dikelompokkan sebagai transaksi pendanaan (financing). 17. Treasury stock (pembelian saham kembali - Pembelian saham kembali bisa diklasifikasikan sebagai kegiatan pendanaan (financing). Perubahan-Perubahan dalam Neraca
  19. 19. CONTOH PENYUSUNAN LAPORAN ALIRAN KAS
  20. 20. Tabel 11.3. PERUBAHAN ALIRAN KAS PT “XYZ” PADA TAHUN KE-2
  21. 21. TABEL 11.4. KLASIFIKASI PERUBAHAN KAS PT “XYZ” PADA TAHUN KE-2 Aliran kas masuk bersih pada periode tersebut adalah 17.343-1.651-16.795=1.103. Hasil ini menunjukkan bahwa pada tahun ke-6, PT "XYZ" menghasilkan aliran kas masuk bersih (net) negatif sebesar 1.103, atau aliran kas keluar lebih besar dibandingkan aliran kas masuk. Dari analisis laporan kas tersebut bisa dilihat bahwa: (1) Sebagian besar kas masuk diperoleh dari operasi (laba yang ditahan). (2) Persediaan meningkat cukup tajam, sementara utang dagang mengalami penurunan. (3) Pengeluaran modal untuk bangunan, pabrik, dan peralatan baru relatif kecil.
  22. 22. TABEL 11.5. LAPORAN ALIRAN KAS PT “XYZ” PADA TAHUN KE-3 Kas masuk dari operasi menunjukkan angka yang negatif. Persediaan yang meningkat cukup tinggi. Penggunaan utang jangka pendek disertai dengan aliran kas masuk negatif dari operasi menunjukkan risiko likuiditas jangka pendek yang semakin besar.
  23. 23. TABEL 11.6. LAPORAN ALIRAN KAS PT “XYZ” PADA TAHUN 2 DAN 3 Dari tabel di samping nampak bahwa aliran kas dari operasi menunjukkan angka negatif. Aliran kas keluar dari operasi lebih besar dibandingkan dengan aliran kas masuk dari operasi. Penyebab utamanya adalah kenaikan persediaan yang cukup tinggi sebesar (17.614). Di samping itu laba bersih mengalami penurunan dari 16.634 menjadi 6.442. Pendanaan mempunyai aliran kas yang negatif meskipun semakin mengecil. Secara keseluruhan aliran kas negatif diperoleh karena terjadi penurunan aliran kas masuk dari operasi yang cukup besar.
  24. 24. Kesimpulan Aliran kas merupakan jenis laporan keuangan yang ketiga setelah neraca dan laporan laba rugi. Aliran kas penting dilakukan karena analisis rasio saja kadang-kadang tidak cukup. Tahap siklus kehidupan produk akan mempengaruhi pola aliran kas. Pada tahap perkenalan, aliran kas menunjukkan tanda yang negatif. Pada tahap pertumbuhan, aliran kas bisa negatif atau positif tetapi tidak terlalu besar. Pada tahap kedewasaan, aliran kas mulai tumbuh pesat dan menunjukkan tanda positif yang cukup besar. Pada tahap penurunan, aliran kas menunjukkan tanda negatif. Dalam persiapan laporan aliran kas, Perubahan pada piutang, persediaan, aktiva lancar, bangunan dan pabrik, akumulasi depresiasi, utang dagang, utang lancar, utang pajak, dan laba bersih, bisa dimasukkan ke dalam operasi. Sedangkan perubahan dalam aktiva dimasukkan ke dalam investasi. Perubahan dalam utang wesel, utang tidak lancar, saham biasa, dividen, treasury stock, dan utang jangka panjang bisa dimasukkan ke dalam kelompok pendanaan.
  25. 25. TERIMA KASIH

×