O slideshow foi denunciado.
Seu SlideShare está sendo baixado. ×

Kumpulan sop tindakan ponek

Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
RS GRAHA HUSADA
PROSEDUR PENANGANAN SEPSIS PUERPURALIS
Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman
1/2
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL...
RS GRAHA HUSADA
PROSEDUR PENANGANAN SEPSIS PUERPURALIS
Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman
2/2
PROSEDUR c. mettronidazol 50...
RS GRAHA HUSADA PROSEDUR PEMBERIAN MgSO4
Nomor Dokumen Nomor Revisi
00
Halaman
1/2
STANDAR PROSEDUR
OPERASIONAL
Tanggal Te...
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Próximos SlideShares
Pertolongan Persalinan Sungsang
Pertolongan Persalinan Sungsang
Carregando em…3
×

Confira estes a seguir

1 de 39 Anúncio
Anúncio

Mais Conteúdo rRelacionado

Diapositivos para si (19)

Semelhante a Kumpulan sop tindakan ponek (20)

Anúncio

Mais recentes (20)

Kumpulan sop tindakan ponek

  1. 1. RS GRAHA HUSADA PROSEDUR PENANGANAN SEPSIS PUERPURALIS Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman 1/2 STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL Tanggal Terbit Ditetapkan Direktur, dr H. Is Yulianto, Sp.OG PENGERTIAN Infeksi pada traktus genetalia yang dapat terjadi setiap saat dari mulai pecah ketuban atau persalinan dan 42 hari setelah persalinan atau abortus dimana terdapat dua atau lebih tanda berikut : nyeri pelvik, demam ≥ 38,5C, vagina berbau busuk, sub involusio uteri, nadi >90x/menit, leukosit > 12000gr/dl. TUJUAN 1. Mencegah terjadinya penyebaran infeksi yang lebih berat 2. Menurunkan angka kematian ibu akibat langsung sepsis 3. Memberikan pelayanan yang optimal KEBIJAKAN Peraturan Direktur Rumah Sakit Umum Allam Medica Bumiayu nomor 006 tahun 2018 tentang Program Nasional PROSEDUR 1. Mengisolasi pasien 2. Mencuci tangan 3. Menggunakan APD 4. Membatasi pengunjung 5. Memasang cairan intravena 6. Menganjurkan banyak minum 7. Memasang douwer catether 8. Memonitor tanda-tanda vital, lokhia, kontraksi rahim, involusi uteri, urin output dan mengukur asupan dan keluaran. 9. Melakukan standar kebersihan yang tinggi terutama perawatan perineum dan vulva 10. Pemberian antibiotik : a. Ampisilin 2gr IV dilanjutkan 1gr/6 jam b. Gentamisin 5mg/kg BB IV setiap 24 jam
  2. 2. RS GRAHA HUSADA PROSEDUR PENANGANAN SEPSIS PUERPURALIS Nomor Dokumen Nomor Revisi Halaman 2/2 PROSEDUR c. mettronidazol 500mg IV/8 jam Diberikan sampai 48 jam pasien bebas demam Jika infeksi berlanjut, dilakukan pembedahan untuk mengeluaran nanah atau histerektomi sub total pada pasien nekrosis uterus 11. Mendokumentasikan tindakan yang dilakukan UNIT TERKAIT 1. VK 2. Ruang Nifas 3. Instalasi Gawat Darurat
  3. 3. RS GRAHA HUSADA PROSEDUR PEMBERIAN MgSO4 Nomor Dokumen Nomor Revisi 00 Halaman 1/2 STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL Tanggal Terbit Ditetapkan Direktur, dr H. Is Yulianto, Sp.OG PENGERTIAN Merupakan pemberian injeksi MgSO4 sebagai antikonvulsan pilihan pada preeklampsia dan eklampsia tanpa menimbulkan risiko terjadinya depresi neonatal TUJUAN 1. Untuk mencegah atau mengatasi kejang dalam kehamilan, persalinan dan pasca persalinan. 2. Menurunkan angka kematian ibu dan bayi KEBIJAKAN PROSEDUR 1. Cuci tangan 2. Siapkan alat 1) MgSO4 20 % 2) MgSO4 40 % 3) Spuit 20 CC 4) Wing needle 5) Syringe pump 6) Infus RL 7) Transfusi set 8) Abocath no. 16 atau 18 G 9) Folley catheter no. 18 10) Urine bag 11) Aquabidest untuk injeksi 3. Lakukan informed concent kepada pasien atau keluarga. 4. Sebelum pemberian MgSO4 periksa : 1) Frekuensi pernapasan minimal 16 x/menit 2) Refleks patella positif 3) Urin minimal 30 ml/jam dalam 24 jam terakhir. 5. Pasang infuse 6. Pasang dower catheter 7. Injeksikan MgSO4 dengan dosis pemberian : 1) “Loading dose” :
  4. 4. RS GRAHA HUSADA PROSEDUR PEMBERIAN MgSO4 Nomor Dokumen Nomor Revisi 00 Halaman 2/2 PROSEDUR a. 4 gr MgSO4 40% dilarutkan dalam aquabidest 10 cc IV selama 10 menit. b. Lanjutkan dengan injeksi 6 gr MgSO4 40% dalam larutan infus 500 ml RL. Dripp 20 tpm 2) “Maintenance dose” : Berikan injeksi 6 gr MgSO4 40% dalam larutan infus 500 ml RL selama 24 jam pertama setelah loading dose atau setelah post partum dengan dosis 1gr/ jam dalam cairan infus RL. 8. Lakukan monitoring meliputi tanda-tanda vital, refleks patela dan produksi urin. 9. Saat kejang berulang, berikan tambahan dosis MgSO4 2 gr IV selama 3 menit sekurangnya 20 menit setelah pemberian terakhir. 10. Hentikan pemberian MgSO4 ketika : 1) Frekuensi pernapasan < 16x/menit 2) Reflek patella (-) 3) Urine < 30 ml/jam 11. Sediakan antidotum : Jika terjadi henti nafas : 1) Hentikan infus magnesium 2) Bantu dengan ventilator 3) Beri kalsium glukonas 10% 10 ml selama 3 menit UNIT TERKAIT 1. VK 2. Ruang Nifas 3. Instalasi Gawat Darurat 4. Instalasi Bedah Sentral
  5. 5. PANDUAN PRAKTIK KLINIS (PPK) TATA LAKSANA KASUS PERDARAHAN POST PARTUM PRIMER 1. Pengertian (Definisi) Perdarahan post partum primer adalah suatu kondisi kehilangan darah lebih dari 500 ml pada persalinan spontan atau lebih dari 1000 ml pada persalinan perabdominam (yang mengakibatkan munculnya gejala klinis shock) yang terjadi dalam 24 jam pertama setelah bayi lahir. 2. Anamnesis 1. Melahirkan < 24 jam yang lalu. 2. Pusing, lemas, dingin 3. Keluar perdarahan banyak 3. Pemeriksaan Fisik 1. Vital Sign a. Takhikardi atau bradikardi b. Takipneu c. Hipotensi d. Nadi lemah e. Hipotermia f. Gelisah 2. Pemeriksaan head to toe a. Tampak pucat pada muka, conjungtiva, mukosa bibir dan ujung kuku. b. Tubuh teraba dingin dan lembab c. Perdarahan >500 ml pada persalinan pervaginam atau >1000 ml pada persalinan perabdominam d. Oligo uria 3. Pemeriksaan Obstetri a. Palpasi ( TFU setinggi pusat atau diatas pusat, kontraksi uterus keras, lembek atau tidak berkontraksi) b. Pemeriksaan genetalia (laserasi jalan lahir, sisa kotiledon). c. Perdarahan >500 ml pada persalinan pervaginam atau >1000 ml pada persalinan perabdominam 4. Kriteria Diagnosis 1. Sesuai dengan kriteria anamnesis 2. Sesuai dengan kriteria pemeriksaan fisik 5. Diagnosis Kerja Perdarahan post partum primer 6. Diagnosis Banding Tidak ada 7. Pemeriksaan Penunjang 1. Darah lengkap (ICD 9 CM: 90.59) 2. Cross match (ICD 9 CM: 90.59) 3. Serologi HBsAg (ICD 9 CM: 90.59) 4. Inspekulo (ICD 9 CM: ….) 5. USG (ICD 9 CM: 88.78) 8. Terapi 1. Bila disebabkan oleh atonia uteri  Massase uterus  Kompresi bimanual interna  Injeksi metergin 1 amp IM (bisa diulang setelah
  6. 6. 15 menit, atau setiap 2-4 jam dengan dosis maksimal 5 kali pemberian atau 1 mg)  Infus RL tetesan cepat dengan jarum besar no 16 atau 18 G  Oksitosin 20 IU dalam Infus RL 1000 cc dengan 60 tpm (dilanjutkan dengan oksitosin 20 IU dalam Infus RL 1000 cc dengan 40 tpm, maksimal 3 liter larutan dengan oksitosin)  Misoprostol 600 mcg per oral atau 400 mcg per rektal, dapat diulang setelah 2-4 jam (dosis maksimal 1200 mcg) 2. Bila disebabkan oleh laserasi jalan lahir maka dilakukan penjahitan laserasi. 3. Bila disebabkan karena retensio plasenta  Kateterisasi kandung kemih  Injeksi oksitosin 10 IU IM  Manual plasenta  Antibiotik bila terdapat tanda infeksi 4. Bila ada retensi sisa plasenta maka dilakukan eksplorasi manual 5. Bila disebabkan karena Inversio uteri maka  Reposisi uterus  Histerektomi 6. Bila muncul tanda syok hipovolemik maka: a. Koreksi kehilangan cairan dengan memberikan infus RL jalur ke 2 (1 liter habis dalam 15-20 menit, minimal 2 liter). b. Berikan minimal 2-3 kali lipat dari perkiraan jumlah darah yang hilang. c. Oksigenasi 6-8 lt/m dengan nasal canul d. Lanjutkan dengan RL 20 tpm. 7. Pasang dower catether 8. Transfusi darah bila Hb < 8 gr %. 9. Suplemen Sulfas Ferrosus Bila Hb 7-11 gr/dl atau hematokrit < 20% maka 1 x 1
  7. 7. tablet (600 mg Sf + 400 mcg asam folat) selama 6 bulan. 10. Diit TKTP 2100 Kkal/ hari (Proten 75 Kkal/ hari) 9. Edukasi (Hospital Health Promotion) a. Penjelasan kepada pasien dan keluarga tentang perjalanan penyakit dan komplikasi yang mungkin timbul. b. Penjelasan tentang rencana tindakan dan pemberian terapi yang akan dilakukan. c. Tirah baring 10. Prognosis Ad vitam : dubia ad bonam Ad sanationam : dubia ad bonam Adfungsionam : dubia ad bonam 11. Tingkat Evidens IV 12. Tingkat Rekomendasi C 13. PenelaahKritis Dr. Widyana Grehastuti, M.Si, Sp.OG 14. IndikatorMedis Perdarahan post partum primer tertangani tanpa komplikasi dalam waktu 2 hari. 80% kasus perdarahan post partum primer tertangani tanpa komplikasi 15. Kepustakaan a. RCOG, Guideline- Prevention And Management of Post Partum Haemorrhage. b. Pedoman Nasional Asuhan Maternal dan Neonatal.
  8. 8. RS GRAHA HUSADA PROSEDUR PENGGUNAAN PARTOGRAF Nomor Dokumen Nomor Revisi 00 Halaman 1/2 STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL Tanggal Terbit 10 Januari 2018 Ditetapkan Direktur, dr H. Is Yuliato, Sp.OG PENGERTIAN Alat bantu yang digunakan selama kala I fase aktif persalinan. TUJUAN 1. Mencatat hasil observasi dan kemajuan persalinan dengan menilai pembukaan serviks 2. Mendeteksi apakah persalinan berjalan normal 3. Deteksi dini setiap kemungkinan terjadinya partus lama. KEBIJAKAN Peraturan Direktur Rumah Sakit Umum Allam Medica Bumiayu nomor 006 tahun 2018 tentang Program Nasional PROSEDUR 1. Mencuci tangan 2. Persiapan alat (alat tulis dan lembar partograf) 3. Memastikan persalinan sudah memasuki fase aktif 4. Mencatat hasil pemeriksaan yang meliputi : a. Informasi tentang ibu : nama, umur, gravida, para, abortus, nomor rekam medis, tanggal dan waktu mulai dirawat, tanggal dan waktu mulai ada his dan waktu pecahnya ketuban. b. Kondisi janin : DJJ (dilakukan setiap 30 menit, dengan tanda titik dihubungkan antara titik yang satu dengan titik lainnya, nilai normal 120-160x/menit), warna dan adanya air ketuban (U:utuh, J:jernih, M:mekoneal, D:air ketuban bercampur darah dan K:kering), dan penyusupan (molase) kepala janin ( 0:tulang- tulang kepala janin terpisah, 1:tulang-tulang kepala janin saling bersentuhan, 2:tulang-tulang kepala janin saling tumpang tindih tapi masih bisa dipisahkan, 3:tulang-tulang kepala janin saling tumpang tindih dan tidak bisa dipisahkan). c. Kemajuan persalinan : pembukaan serviks, penurunan bagian terbawah janin (ditandai dengan tanda ”X” atau presentasi janin (ditandai dengan ”O”) (dilakukan setiap 4 jam atau bila ada indikasi) dan garis waspada dan garis bertindak.
  9. 9. RS GRAHA HUSADA PROSEDUR PENGGUNAAN PARTOGRAF Nomor Dokumen Nomor Revisi 00 Halaman 2/2 PROSEDUR d. Jam dan waktu : waktu mulainya persalinan fase aktif dan waktu aktual saat pemeriksaan atau penilaian. e. Kontraksi uterus : frekuensi dan lamanya kontraksi dilakukan setiap 30 menit dengan titik-titik bila lamanya his <20 detik, diarsir bila lamanya his 20-40 detik atau diblok bila lamanya his >40 detik. f. Obat-obatan dan cairan yang diberikan : oksitosin dan obat-obatan atau cairan lainnya yang diberikan (dosis dan tetesan per menit) g. Kondisi ibu : nadi (setiap 30 menit dan ditandai dengan titik ”.”), tekanan darah (ditandai dengan tanda panah atas bawah), temperatur suhu (setiap 2jam) dan urine (volume, aseton dan protein setiap 2-4 jam). h. Asuhan, pengamatan dan keputusan klinik lainnya (dicatat dalam kolom yang tertsedia disisi partograf atau dicacatan kemajuan persalinan). 5. Bila pada penilaian pembukaan serviks didapatkan hasil pemeriksaan melewati garis waspada, maka perlu diwaspadai kemungkinan persalinan berjalan lambat (partus lama) dan memerlukan tindakan segera. 6. Bila setelah pembukaan lengkap dan janin belum lahir dalam 2jam pada primigravida dan 1jam pada multigravida maka perlu diwaspadai kemungkinan partus lama atau partus macet dan kolaborasi dengan Sp.OG untuk tindakan segera. 7. Pencatatan pada lembar belakang partograf : merupakan bagian untuk mencatat hal-hal yang terjadi selama proses persalinan dan kelahiran serta mencatat tindakan-tindakan yang dilakukan selama kala I- kala IV termasuk bayi baru lahir. UNIT TERKAIT 1. VK 2. Instalasi Gawat Darurat 3. Instalasi Bedah Sentral
  10. 10. RSU ALLAM MEDICA BUMIAYU PROSEDUR PEMERIKSAAN DALAM VAGINA Nomor Dokumen 587/SPO/PROGNAS/D/AM/I/2018 Nomor Revisi 00 Halaman 1/3 STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL Tanggal Terbit 10 Januari 2018 Ditetapkan Direktur, dr H. M. Fathulloh Immamudin PENGERTIAN Periksa Dalam Vagina (PDV) adalah pemeriksaan dengan memasukan jari tangan (telunjuk dan jari tengah) untuk mengetahui keadaan jalan lahir dan perkembangan proses persalinan. TUJUAN 1. Dalam kehamilan : untuk mengetahui adanya kelainan dalam kehamilan (abortus, disproporsi kepala panggul) 2. Dalam Persalinan : a. Untuk mengetahui apakah pasien sudah dalam persalinan atau belum b. Untuk mengetahui kemajuan proses persalinan c. Untuk menentukan taksiran persalinan dengan lebih tepat. d. Sebagai bagian dalam menentukan diagnosa e. Kemajuan persalinan, bila dibandingkan dengan partograf/kurve Friedman telah berada di luar batas normal. f. Untuk menentukan keadaan yang menjadi tolak ukur dari rencana memimpin persalinan KEBIJAKAN Peraturan Direktur Rumah Sakit Umum Allam Medica Bumiayu nomor 006 tahun 2018 tentang Program Nasional PROSEDUR 1. Cuci tangan 2. Persiapkan alat (sarung tangan, kapas steril, kom berisi air DTT) 3. Jelaskan pada ibu setiap langkah yang akan dilakukan. 4. Anjurkan ibu untuk rileks. 5. Pastikan privasi pasien terjaga selama pemeriksaan. 6. Bersihkan vulva pasien 7. Lakukan penilaian PDV : a. Umum : 1) Vulva dan uretra
  11. 11. RSU ALLAM MEDICA BUMIAYU PROSEDUR PEMERIKSAAN DALAM VAGINA Nomor Dokumen 585/SPO/PROGNAS/D/AM/I/2018 Nomor Revisi 00 Halaman 2/3 PROSEDUR 2) Vagina : supel, striktura, tumor, dan lain-lain. 3) Otot antara vagina dan sekitarnya. 4) Serviks uteri : konsistensi, posisi, penipisan, pembukaan, raba kulit ketuban (positif atau negatif, menonjol atau tidak). 5) Presentasi janin dan penurunannya. 6) Titik tunjuk (point of direction). 7) Vesika urinaria dan rektum : kosong atau terisi, adanya massa dan lain-lain b. Ukuran dan bentuk panggul : Ukuran Panggul Dalam disebut normal (ginekoid tak sempit), bila : 1) Pintu Atas Panggul (PAP) : a) Promontorium tak menonjol b) Linea inominata teraba kurang dari setengah lingkaran. 2) Pintu Tengah Panggul (PTP) : a) Dinding samping pelvis sejajar. b) Spina iskhiadika tak menonjol. c) Kelengkungan sacrum cukup 3) Pintu Bawah Panggul (PBP) : a) Mobilitas tulang koksigius cukup. b) Arkus pubis lebih dari 900 c. Penurunan Janin : Turunnya bagian bawah janin dapat ditentukan dengan: 1) Bidang Hodge a) Bidang Hodge I : bidang yang melalui PAP (terbentuk pada lingkaran PAP dengan tepi atas simfisis dan promontorium). b) Bidang Hodge II : bidang sejajar dengan bidang Hodge I, terletak setinggi tepi bawah simfisis. c) Bidang Hodge III : bidang sejajar dengan bidang Hodge I dan II, terletak setinggi spina iskhiadika. d) Bidang Hodge IV : bidang sejajar Hodge I, II, III, terletak setinggi tulang koksigius.
  12. 12. RSU ALLAM MEDICA BUMIAYU PROSEDUR PEMERIKSAAN DALAM VAGINA Nomor Dokumen 587/SPO/PROGNAS/D/AM/I/2018 Nomor Revisi 00 Halaman 3/3 PROSEDUR 2) Stasion (pelvic stasion) : a) Stasion 0, yaitu bidang setinggi spina iskhiadika. b) Bidang-bidang di atas stasion 0 : a. Stasion 1 : 1 cm diatas stasion 0 b. Stasion 2 : 2 cm diatas stasion 0 c. staasion 3 : 3 cm diatas stasion 0 d. Stasion 4 : 4 cm diatas stasion 0 e. Stasion 5 : 5 cm diatas stasion 0 Catatan : Jarak antara spina iskhiadika dan PAP biasanya 5 cm (=Hodge I). Bila bagian bawah janin lebih tinggi dari bidang ini disebut masih mengambang (floating). c) Bidang dibawah stasion 0 : a. Stasion +1 : 1cm dibawah stasion 0 b. Stasion +2 : 2cm dibawah stasion 0 c. Stasion +3 : 3cm dibawah stasion 0 Bila bagian bawah janin berada pada stasion +3 berarti sudah berada pada bidang Hodge IV atau dasar panggul. 8. Keluarkan jari dengan hati-hati. 9. Celupkan sarung tangan ke larutan dekontaminasi, lepaskan sarung tangan secara terbalik dan rendam selama 10 menit. 10. Rapikan pakaian dan bantu ibu untuk mengambil posisi yang lebih nyaman. 11. Cuci tangan dan keringkan dengan handuk yang bersih dan kering. 12. Jelaskan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga. 13. Dokumentasikan dalam lembar catatan. UNIT TERKAIT 1. VK 2. Ruang Nifas 3. Poli Obsgyn 4. Instalasi Gawat Darurat
  13. 13. RSU ALLAM MEDICA BUMIAYU PROSEDUR PEMERIKSAAN KEHAMILAN Nomor Dokumen 588/SPO/PROGNAS/D/AM/I/2018 Nomor Revisi 00 Halaman 1/2 STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL Tanggal Terbit 10 Januari 2018 Ditetapkan Direktur, dr H. M. Fathulloh Immamudin PENGERTIAN Pelayanan antenatal atau pemeriksaan kehamilan dengan fasilitas pelayanan yang bermutu baik, dengan ditetapkan pula frekuensi pelayanan antenatal minimal 4 x selama kehamilan 1kali trimester 1, 1 kali trimester 2, 2 kali trimester 3. TUJUAN Menyiapkan sebaik-baiknya fisik dan mental ibu serta menyelamatkan ibu dan anaknya dalam masa kehamilan, persalinan dan nifas sehingga post partum sehat fisik dan mentalnya KEBIJAKAN 1. Peraturan Direktur Rumah Sakit Umum Allam Medica Bumiayu nomor 006 tahun 2018 tentang Program Nasional PROSEDUR 1. Cuci tangan 2. Persiapkan alat (timbangan badan, metlin, doppler, jelly, tisu) 3. Persilahkan pasien dengan ramah dan lakukan anamnesa mengenai: 1) Hamil keberapa 2) Hari pertama haid terakhir untuk menentukan hari perkiraan lahir 3) Riwayat kehamilan dan persalinan yang lalu 4) Keluhan yang berhubungan dengan kehamilannya 4. Lakukan pemeriksaan : 1) BB, TB, keadaan umum, TTV, pemeriksaan umum 2) Pemeriksaan posisi dan letak janin dengan Leopold l s.d lV 3) Pemeriksan DJJ 4) Pemeriksaan laboratorium darah lengkap serta urine, GOL, CT, BT, HMT urine 5) Pemeriksaan dalam untuk kehamilan diatas 36mgg atau dengan indikasi. 6) Pemeriksaan ukuran pinggul
  14. 14. RSU ALLAM MEDICA BUMIAYU PROSEDUR PEMERIKSAAN KEHAMILAN Nomor Dokumen 585/SPO/PROGNAS/D/AM/I/2018 Nomor Revisi 00 Halaman 2/2 PROSEDUR 5. Beritahu ibu mengenai hasil pemeriksaan 6. Lakukan evaluasi 7. Bereskan dan kembalikan alat-alat. 8. Cuci tangan 9. Dokumentasikan hasil pemeriksaan UNIT TERKAIT 1. Poli Obsgyn 2. VK 3. Instalasi Gawat Darurat 4. Ruang Nifas
  15. 15. RSU ALLAM MEDICA BUMIAYU PROSEDUR PEMINDAHAN BAYI RAWAT GABUNG Nomor Dokumen 589/SPO/PROGNAS/D/AM/I/2018 Nomor Revisi 00 Halaman 1/1 STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL Tanggal Terbit 10 Januari 2018 Ditetapkan Direktur, dr H. M. Fathulloh Immamudin PENGERTIAN Suatu pelaksanaan perawatan dimana bayi sehat ditempatkan bersama ibu dalam satu ruang TUJUAN 1. Pelaksanaan pemindahan bayi rawat gabung berjalan aman dan lancar 2. Mengoptimalkan pemberian ASI eksklusif dan perawatan terpadu ibu dan bayi. KEBIJAKAN 1. Peraturan Direktur Rumah Sakit Umum Allam Medica Bumiayu nomor 006 tahun 2018 tentang Program Nasional PROSEDUR 1. Beritahukan melalui telepon ke ruang nifas bahwa akan dilakukan pemindahan bayi rawat gabung 2. Petugas ruang nifas menyiapkan ruangan dan box bayi. 3. Pastikan administrasi, rekam medik bayi dan identitas bayi lengkap. 4. Pindahkan bayi ke ruangan rawat gabung 5. Timbang terima bayi ke perawat/petugas rawat gabung 6. Petugas ruang nifas menerima bayi dan mengecek identitas serta kelengkapan administrasi 7. Tempatkan bayi bersama ibu sesuai ruang kelas perawatan. UNIT TERKAIT 1. Ruang Nifas 2. VK 3. Instalasi Gawat Darurat 4. Instalasi Bedah Sentral 5. Perinatologi
  16. 16. RSU ALLAM MEDICA BUMIAYU PROSEDUR PEMINDAHAN BAYI BERMASALAH Nomor Dokumen 590/SPO/PROGNAS/D/AM/I/2018 Nomor Revisi 00 Halaman 1/1 STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL Tanggal Terbit 10 Januari 2018 Ditetapkan Direktur, dr H. M. Fathulloh Immamudin PENGERTIAN Suatu pelaksanaan perawatan dimana bayi bermasalah ditempatkan diruang khusus untuk dipantau secara terus menerus. TUJUAN Pelaksanaan pemindahan bayi bermasalah berjalan aman, lancar dan bayi mendapatkan perawatan yang optimal. KEBIJAKAN 1. Peraturan Direktur Rumah Sakit Umum Allam Medica Bumiayu nomor 006 tahun 2018 tentang Program Nasional PROSEDUR 1. Beritahukan melalui telepon ke ruang perinatologi bahwa akan dilakukan pemindahan bayi bermasalah 2. Petugas ruang perinatologi menyiapkan alat dan tempat. 3. Pastikan administrasi, rekam medik bayi dan identitas bayi lengkap. 4. Pindahkan bayi ke ruang perinatologi dengan menggunakan infarnt warmer atau incubator transpost pada bayi yang tidak memungkinkan untuk digendong. 5. Timbang terima bayi ke perawat/petugas perinatologi. 6. Petugas ruang perinatologi menerima bayi dan mengecek identitas serta kelengkapan administrasi 7. Tempatkan bayi ditempat yang telah disiapkan. UNIT TERKAIT 1. Ruang Nifas 2. VK 3. Instalasi Gawat Darurat 4. Instalasi Bedah Sentral 5. Perinatologi
  17. 17. RSU ALLAM MEDICA BUMIAYU PROSEDUR VULVA HYGIENE Nomor Dokumen 591/SPO/PROGNAS/D/AM/I/2018 Nomor Revisi 00 Halaman 1/2 STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL Tanggal Terbit 10 Januari 2018 Ditetapkan Direktur, dr H. M. Fathulloh Immamudin PENGERTIAN Membersihkan vulva dan daerah sekitarnya pada pasien wanita sebelum melakukan pemeriksaan vagina dalam atau pada pasien nifas atau tidak dapat melakukannya sendiri. TUJUAN 1. Untuk mencegah terjadinya infeksi di daerah vulva, perineum maupun uterus 2. Untuk penyembuhan luka perineum/jahitan pada perineum 3. Untuk kebersihan perineum dan vulva KEBIJAKAN 1. Peraturan Direktur Rumah Sakit Umum Allam Medica Bumiayu nomor 006 tahun 2018 tentang Program Nasional PROSEDUR 1. Cuci tangan 2. Siapkan alat: a. Perlak dan pengalas b. Selimut c. Sarung tangan 1 pasang d. Bengkok 1 buah e. Tas plastik 2 buah f. Kom berisi kapas steril 5 potong g. Kom berisi air DTT h. Celana dalam i. Pembalut kecil 1-2 buah atau 1 buah pembalut post partum (pada pasien post partum) 3. Berikan salam dan menyapa nama kepada pasien 4. Jelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan 5. Tanyakan persetujuan / kesiapan pasien. 6. Jaga privasi pasien. 7. Posisikan pasien dorsal recumbent. 8. Pasang alas dan perlak di bawah pantat. 9. Lepaskan pakaian bawah pasien dan perhatikan pengeluaran pervaginam.
  18. 18. RSU ALLAM MEDICA BUMIAYU PROSEDUR VULVA HYGIENE Nomor Dokumen 591/SPO/PROGNAS/D/AM/I/2018 Nomor Revisi 00 Halaman 2/2 PROSEDUR 10. Bengkok didekatkan ke pasien. 11. Pakai sarung tangan, ambil 5 kapas steril dan celupkan ke dalam air DTT. 12. Tangan kiri membuka vulva dengan ibu jari dan jari telunjuk. 13. Bersihkan vulva mulai dari labia mayora kiri, labia mayora kanan, labia minora kiri, labia minora kanan, vestibulum hingga perineum. Arah dari atas ke bawah dengan kapas basah (1 kapas 1 kali usap). 14. Perhatikan keadaan perineum. Bila ada jahitan perhatikan apakah lepas/ longgar, bengkak/ iritasi. 15. Tutup luka dengan kasa yang telah diolesi salep/ betadine 16. Pakaikan celana dalam dan pembalut 17. Ambil alas perlak dan bengkok 18. Rapikan pasien. 19. Evaluasi tindakan yang telah dilakukan. 20. Berpamitan dengan pasien. 21. Bereskan dan kembalikan alat-alat. 22. Cuci tangan 23. Dokumentasikan dalam lembar catatan UNIT TERKAIT 1. Ruang Nifas 2. VK 3. Poli Obsgyn 4. Instalasi Gawat Darurat
  19. 19. RSU ALLAM MEDICA BUMIAYU PROSEDUR MENIMBANG BERAT BADAN BAYI Nomor Dokumen 592/SPO/PROGNAS/D/AM/I/2018 Nomor Revisi 00 Halaman 1/2 STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL Tanggal Terbit 10 Januari 2018 Ditetapkan Direktur, dr H. M. Fathulloh Immamudin PENGERTIAN Mengukur berat badan bayi dengan mengunakan alat timbangan TUJUAN 1. Untuk mendapatkan data obkjektif menganai berat badan bayi 2. Mengetahui dan evaluasi berat badan bayi 3. Untuk menentukan program diet jika diperlukan KEBIJAKAN 1. Peraturan Direktur Rumah Sakit Umum Allam Medica Bumiayu nomor 006 tahun 2018 tentang Program Nasional PROSEDUR 1. Lakukan verifikasi data 2. Cuci tangan 3. Siapkan alat (timbangan dan buku catatan) 4. Berikan salam kepada keluarga bayi 5. Jelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan 6. Tanyakan pesetujuan/ kesiapan keluarga bayi sebelum prosedur dilaksanakan 7. Timbangan di beri kain pengalas 8. Pastikan jarum penunjuk tepat di angka 0 9. Dekatkan bayi 10. Buka kain pembungkus dan pakaian bayi 11. Letakkan bayi di atas timbangan, perhatikan hasil timbangan 12. Angkat bayi dari timbangan, letakkan di meja khusus. 13. Catat hasil timbangan berat badan bayi pada buku sesuai dengan namanya. 14. Alat dibersihkan, tempat dirapikan 15. Evaluasi tindakan yang telah dilakukan 16. Berpamitan dengan pasien 17. Bereskan dan kembalikan alat – alat 18. Cuci tangan 19. Dokumentasikan dalam lembar catatan
  20. 20. RSU ALLAM MEDICA BUMIAYU PROSEDUR MENIMBANG BERAT BADAN BAYI Nomor Dokumen 592/SPO/PROGNAS/D/AM/I/2018 Nomor Revisi 00 Halaman 2/2 UNIT TERKAIT 1. VK 2. Ruang Nifas 3. Poli Anak 4. Perinatologi
  21. 21. RSU ALLAM MEDICA BUMIAYU PROSEDUR PEMANTAUAN DETAK JANTUNG JANIN Nomor Dokumen 593/SPO/PROGNAS/D/AM/I/2018 Nomor Revisi 00 Halaman 1/2 STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL Tanggal Terbit 10 Januari 2018 Ditetapkan Direktur, dr H. M. Fathulloh Immamudin PENGERTIAN Pemantauan detak jantung janin adalah proses untuk memeriksa kondisi janin pada saat kehamilan dan selama proses persalinan dengan cara memeriksa kecepatan denyut jantung janin. TUJUAN 1. Sebagai pedoman petugas untuk mengobservasi detak jantung bayi 2. Untuk mengetahui kondisi janin dan deteksi dini pada kegawatdaruratan janin sehingga bisa bertindak cepat untuk menanggulanginya KEBIJAKAN 1. Peraturan Direktur Rumah Sakit Umum Allam Medica Bumiayu nomor 006 tahun 2018 tentang Program Nasional PROSEDUR 1. Cuci tangan 2. Siapkan alat (Monoskop/Doppler, jelly, tissu) 3. Berikan salam kepada pasien 4. Jelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan 5. Tanyakan pesetujuan/ kesiapan pasien sebelum prosedur dilaksanakan 6. Jaga privasi pasien 7. Petugas menempatkan diri di sisi kanan pasien. 8. Jelaskan tentang tujuan tindakan yang akan dilakukan 9. Posisikan pasien tidur terlentang dengan kaki sedikit ditekuk 10. Pakaian bawah diturunkan sampai bagian atas simfisis. 11. Lakukan palpasi untuk mengetahui posisi janin. 12. Tentukan punggung janin dan letakkan monoskop/doppler pada punctum maksimum 13. Dengarkan detak jantung janin selama 1menit
  22. 22. RSU ALLAM MEDICA BUMIAYU PROSEDUR PEMANTAUAN DETAK JANTUNG JANIN Nomor Dokumen 593/SPO/PROGNAS/D/AM/I/2018 Nomor Revisi 00 Halaman 2/2 PROSEDUR 14. Bandingkan bunyi DJJ dengan nadi ibu. Takikardia : > 160 kali/menit Brakikardi : < 120 kali/menit DJJ < 100 kali/menit : janin sangat gawat 15. Evaluasi tindakan yang telah dilakukan 16. Berpamitan dengan pasien 17. Bereskan dan kembalikan peralatan 18. Cuci tangan 19. Dokumentasikan kegiatan dalam lembar catatan UNIT TERKAIT 1. VK 2. Ruang Nifas 3. Poli Obsgyn 4. Instalasi Gawat Darurat
  23. 23. RSU ALLAM MEDICA BUMIAYU PROSEDUR PENCEGAHAN HIPOTERMI PADA BAYI Nomor Dokumen 594/SPO/PROGNAS/D/AM/I/2018 Nomor Revisi 00 Halaman 1/1 STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL Tanggal Terbit 10 Januari 2018 Ditetapkan Direktur, dr H. M. Fathulloh Immamudin PENGERTIAN Suatu tindakan mempertahankan suhu tubuh bayi sehingga tidak terjadi kondisi hipotermi (suhu tubuh kurang dari 36,5C) TUJUAN Memberikan rasa aman dan nyaman kepada bayi dan mencegah terjadinya komplikasi akibat suhu tubuh yang rendah. KEBIJAKAN 1. Peraturan Direktur Rumah Sakit Umum Allam Medica Bumiayu nomor 006 tahun 2018 tentang Program Nasional PROSEDUR 1. Siapkan lingkungan dan tempat yang hangat bagi bayi. 2. Bungkus bayi dengan kain kering, bersih dan hangat. 3. Letakkan bayi di meja dengan alas hangat di bawah lampu penghangat 4. Pastikan kain bayi selalu kering. 5. Mandikan bayi minimal 6 jam setelah lahir 6. Tunda memandikan bayi bermasalah, sampai keadaan bayi stabil dan bugar. 7. Untuk bayi bermasalah, letakkan di inkubator. Pertahankan suhu bayi 36,5 C – 37,4 C sampai suhu stabil (dalam 24 jam). UNIT TERKAIT 1. VK 2. Ruang Nifas 3. Instalasi Bedah Sentral 4. Perinatologi 5. Instalasi Gawat Darurat
  24. 24. RSU ALLAM MEDICA BUMIAYU PROSEDUR PENERIMAAN PASIEN MASUK KAMAR BERSALIN Nomor Dokumen 595/SPO/PROGNAS/D/AM/I/2018 Nomor Revisi 00 Halaman 1/1 STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL Tanggal Terbit 10 Januari 2018 Ditetapkan Direktur, dr H. M. Fathulloh Immamudin PENGERTIAN Suatu kegiatan menerima pasien yang akan bersalin /melahirkan dan atau pasien dengan kegawat daruratan obstetri ginekologi di kamar bersalin. TUJUAN Sebagai pedoman penerimaan pasien masuk kamar bersalin sehingga pelayanan dapat berlangsung secara cepat, tepat dan aman. KEBIJAKAN Peraturan Direktur Rumah Sakit Umum Allam Medica Bumiayu nomor 006 tahun 2018 tentang Program Nasional PROSEDUR 1. Terima informasi pesanan pasien dari ruangan IGD, Poliklinik atau ruang rawat inap. 2. Petugas kamar bersalin mempersiapkan tempat tidur sesuai dengan kasus. 3. Timbang terima pasien dari poliklinik OBSGYN, Ruang rawat inap dan IGD antara perawat/bidan ruang pengirim dengan bidan kamar bersalin. 4. Dokumentasikan proses penerimaan UNIT TERKAIT 1. Poli Obsgyn 2. VK 3. Ruang Nifas 4. Instalasi Gawat Darurat 5. Ruang Rawat Inap
  25. 25. RSU ALLAM MEDICA BUMIAYU PROSEDUR PENANGANAN BAYI BARU LAHIR HIDUP Nomor Dokumen 596/SPO/PROGNAS/D/AM/I/2018 Nomor Revisi 00 Halaman 1/1 STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL Tanggal Terbit 10 Januari 2018 Ditetapkan Direktur, dr H. M. Fathulloh Immamudin PENGERTIAN Asuhan yang diberikan pada bayi baru lahir pada jam pertama setelah kelahiran. TUJUAN 1. Menilai kondisi bayi baru lahir dan membantu terlaksananya IMD 2. Membantu adaptasi hubungan ibu dan bayi (bounding attachment) KEBIJAKAN Peraturan Direktur Rumah Sakit Umum Allam Medica Bumiayu nomor 006 tahun 2018 tentang Program Nasional PROSEDUR 1. Terima bayi baru lahir dan lakukan penilaian awal kondisi bayi. 2. Tentukan bayi bugar atau tidak 3. Letakkan bayi pada perut ibu 4. Bersihkan jalan nafas, keringkan tubuh bayi dan beri rangsang taktil sambil menilai APGAR SCORE. 5. Potong tali pusat bungkus bayi dengan kain bersih dan kering 6. Lakukan IMD pada bayi bugar, lakukan resusitasi pada bayi tidak bugar. 7. Lakukan identifikasi bayi 8. Dekatkan bayi dengan ibu. UNIT TERKAIT 1. VK 2. Instalasi Gawat Darurat 3. Instalasi Bedah Sentral
  26. 26. RSU ALLAM MEDICA BUMIAYU PROSEDUR AMNIOTOMI Nomor Dokumen 597/SPO/PROGNAS/D/AM/I/2018 Nomor Revisi 00 Halaman 1/2 STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL Tanggal Terbit 10 Januari 2018 Ditetapkan Direktur, dr H. M. Fathulloh Immamudin PENGERTIAN Tindakan untuk membuka selaput amnion dengan jalan membuat robekan kecil yang kemudian akan melebar secara spontan akibat gaya berat cairan dan adanya tekanan di dalam rongga amnion. TUJUAN 1. Merangsang penambahan pembukaan 2. Merangsang penurunan bagian terbawah janin 3. Merangsang timbulnya his KEBIJAKAN Peraturan Direktur Rumah Sakit Umum Allam Medica Bumiayu nomor 006 tahun 2018 tentang Program Nasional PERALATAN 1. Bak steril berisi : a. 1/2 kocher 1 buah b. Kassa steril secukupnya 2. Sarung tangan steril 1 pasang 3. Doppler PROSEDUR 1. Pimpin persalinan (bagian dari prosedur utama ) 2. Amniotomi, dengan langkah-langkah : a. Pastikan kepala sudah masuk, tidak teraba bagian kecil janin atau tali pusat. b. Fiksasikan kepala bayi pada PAP dengan satu tangan c. Masukkan 1/2 kocher di atas telunjuk dan jari tengah tangan yang lain hingga menyentuh selaput ketuban d. Saat selaput ketuban menegang (kontraksi), gerakkan kedua ujung jari tangan dalam untuk menorehkan gigi kocher hingga merobekkan selaput amniotomi. e. Tekankan ujung jari pada tempat robekan sehingga cairan amnion keluar perlahan-lahan (perhatikan warna, kejernihan, pewarnaan mekoneum, jumlah dan ferniks kaseosa pada cairan amnion) f. Keluarakan 1/2 kocher dan masukkan ke dalam larutan dekontaminasi. g. Pastikan terjadi penurunan kepala dan tidak teraba bagian kecil janin atau tali pusat menumbung
  27. 27. RSU ALLAM MEDICA BUMIAYU PROSEDUR AMNIOTOMI Nomor Dokumen 597/SPO/PROGNAS/D/AM/I/2018 Nomor Revisi 00 Halaman 2/2 PROSEDUR h. Keluarkan jari tangan dari vagina i. Monitor detak jantung janin setelah ketuban pecah 3. Lanjutkan pimpin persalinan UNIT TERKAIT 1. VK 2. Instalasi Gawat Darurat
  28. 28. RSU ALLAM MEDICA BUMIAYU PROSEDUR PEMERIKSAAN KERTAS LAKMUS Nomor Dokumen 598/SPO/PROGNAS/D/AM/I/2018 Nomor Revisi 00 Halaman 1/2 STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL Tanggal Terbit 10 Januari 2018 Ditetapkan Direktur, dr H. M. Fathulloh Immamudin PENGERTIAN Suatu pemeriksaan dengan menggunakan kertas dari bahan kimia (nitrazine) yang akan berubah warna jika dicelupkan kedalam larutan asam atau basa. TUJUAN Memastikan ketuban sudah pecah atau belum pada pasien yang belum inpartu atau inpartu fase laten. KEBIJAKAN 1. Peraturan Direktur Rumah Sakit Umum Allam Medica Bumiayu nomor 006 tahun 2018 tentang Program Nasional PROSEDUR 1. Siapkan alat : 1. Kertas lakmus (merah atau biru) 2. Sarung tangan steril 1 pasang 3. Bengkok 4. Kapas 5 potong 5. Kom berisi air DTT 2. Cuci tangan 3. Berikan salam kepada pasien 4. Jelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan. 5. Tanyakan persetujuan / kesiapan pasien. 6. Jaga privasi pasien 7. Dekatkan alat 8. Pakai sarung tangan 9. Lakukan vulva hygiene 10. Lakukan pemeriksaan vagina dalam. 11. Tempelkan kertas lakmus pada dinding vagina 12. Keluarkan jari dengan hati-hati. 13. Nilai hasil pemeriksaan 14. Celupkan sarung tangan ke larutan dekontaminasi, lepaskan sarung tangan secara terbalik dan rendam selama 10 menit. 15. Cuci tangan. 16. Bantu ibu untuk mengambil posisi yang lebih nyaman. 17. Jelaskan hasil pemeriksaan kepada ibu dan keluarga 18. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan
  29. 29. RSU ALLAM MEDICA BUMIAYU PROSEDUR PEMERIKSAAN KERTAS LAKMUS Nomor Dokumen 598/SPO/PROGNAS/D/AM/I/2018 Nomor Revisi 00 Halaman 2/2 UNIT TERKAIT 1. Instalasi Gawat Darurat 2. VK 3. Poli Obsgyn 4. Ruang Nifas
  30. 30. RSU ALLAM MEDICA BUMIAYU PROSEDUR PEMANTAUAN KONTRAKSI UTERUS (HIS) Nomor Dokumen 599/SPO/PROGNAS/D/AM/I/2018 Nomor Revisi 00 Halaman 1/2 STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL Tanggal Terbit 10 Januari 2018 Ditetapkan Direktur, dr H. M. Fathulloh Immamudin PENGERTIAN Proses untuk memeriksa kondisi proses persalinan dengan cara memantau frekuensi his dalam 10 menit, lamanya his dan kekuatan his. TUJUAN 1. Untuk memantau kemajuan persalinan 2. Sebagai pedoman petugas untuk mengobservasi kontraksi uterus (his) 3. Untuk mengetahui kondisi proses persalinan dan deteksi dini pada kegawatdaruratan KEBIJAKAN 1. Peraturan Direktur Rumah Sakit Umum Allam Medica Bumiayu nomor 006 tahun 2018 tentang Program Nasional PROSEDUR 1. Cuci tangan 2. Siapkan alat (jam tangan, sarung tangan dan buku catatan) 3. Berikan salam kepada pasien 4. Jelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan 5. Tanyakan pesetujuan/ kesiapan pasien. 6. Jaga privasi pasien 7. Menempatkan diri di sisi kanan pasien. 8. Posisikan pasien tidur terlentang 9. Letakkan salah satu tangan diatas uterus sambil melihat jam selama 10 menit 10. Nilai frekuensi dan durasi his selama 10 menit 11. Nilai simetrisitas, dominasi, relaksasi, interval, dan intensitas his 12. Evaluasi tindakan yang telah dilakukan 13. Berpamitan dengan pasien 14. Bereskan dan kembalikan alat – alat 15. Cuci tangan 16. Dokumentasikan dalam lembar catatan
  31. 31. RSU ALLAM MEDICA BUMIAYU PEMANTAUAN KONTRAKSI UTERUS (HIS) Nomor Dokumen 599/SPO/PROGNAS/D/AM/I/2018 Nomor Revisi 00 Halaman 2/2 UNIT TERKAIT 1. VK 2. Ruang Nifas 3. Poli Obsgyn 4. Instalasi Gawat Darurat
  32. 32. RSU ALLAM MEDICA BUMIAYU PROSEDUR PEMINDAHAN PASIEN Nomor Dokumen 600/SPO/PROGNAS/D/AM/I/2018 Nomor Revisi 00 Halaman 1/1 STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL Tanggal Terbit 10 Januari 2018 Ditetapkan Direktur, dr H. M. Fathulloh Immamudin PENGERTIAN Memindahkan pasien maternal perinatal ke ruang perawatan selanjutnya dalam satu instansi RSU Allam Medica Bumiayu untuk dilakukan tindakan selanjutnya. TUJUAN 1. Agar pasien mendapatkan perawatan yang berkesinambungan 2. Agar riwayat pasien dapat diketahui dengan jelas 3. Memberikan pelayan yang bermutu dan optimal KEBIJAKAN 1. Peraturan Direktur Rumah Sakit Umum Allam Medica Bumiayu nomor 006 tahun 2018 tentang Program Nasional PROSEDUR 1. Beritahukan melalui telepon ke ruang tujuan bahwa akan dilakukan pemindahan pasien dan informasikan nama pasien, diagnose dan status kepesertaan. 2. Petugas ruangan menyiapkan ruangan sesuai status kepesertaan. 3. Pastikan administrasi dan rekam medik pasien lengkap. 4. Pindahkan pasien ke ruang tujuan dengan menggunkan kursi roda/tempat tidur pasien. 5. Timbang terima antara petugas pengantar pasien dengan petugas ruang tujuan mengenai keadaan pasien, therapi yang diberikan, tindakan yang sudah dilakukan dan rencana tindak lanjut. 6. Petugas ruang tujuan menempatkan pasien sesuai status kepesertaan pasien. UNIT TERKAIT 1. VK 2. Ruang Nifas 3. Instalasi Gawat Darurat 4. Instalasi Bedah Sentral 5. Perinatologi
  33. 33. RSU ALLAM MEDICA BUMIAYU PROSEDUR PERSIAPAN SECTIO CAESAREA Nomor Dokumen 601/SPO/PROGNAS/D/AM/I/2018 Nomor Revisi 00 Halaman 1/2 STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL Tanggal Terbit 10 Januari 2018 Ditetapkan Direktur, dr H. M. Fathulloh Immamudin PENGERTIAN Mempersiapkan pasien dan petugas untuk tindakan segera persalinan per abdominal (SCTP) dalam upaya menyelamatkan ibu dan bayi. TUJUAN 1. Terciptanya kondisi ruang, petugas dan pasien secara optimal untuk dilakukan tindakan sectio caesaria 2. Memberikan pelayanan yang bermutu dan optimal KEBIJAKAN 1. Peraturan Direktur Rumah Sakit Umum Allam Medica Bumiayu nomor 006 tahun 2018 tentang Program Nasional PROSEDUR 1. Siapkan peralatan ibu dan bayi a. Peralatan Ibu 1) Sarung tangan steril 2) Infus RL 3) Transfusi set 4) Abocath no. 18 5) Folley catheter no. 18 6) Urine bag 7) Aquabidest untuk injeksi 8) Spuit 5cc/10cc 9) Ceftriaxon 1 vial 10) Underpad 11) Gurita ibu 12) Pembalut nifas 13) Pakaian ganti ibu b. Peralatan Bayi 1) Bak instrument berisi gunting tali pusat 2) Kateter penghisap no 8 atau 10 3) Klem tali pusat 4) Box resusitasi (ambubag bayi, headbox, ET no 3, laryngoscope bayi) 5) Phytomenadion 6) Spuit 1cc 7) Peneng bayi (biru/ merah muda)
  34. 34. RSU ALLAM MEDICA BUMIAYU PROSEDUR PERSIAPAN SECTIO CAESAREA Nomor Dokumen 601/SPO/PROGNAS/D/AM/I/2018 Nomor Revisi 00 Halaman 2/2 PROSEDUR 8) Metline 9) Stempel 10) Baju bayi dan bedong 2. Informasikan kepada pasien atau keluarga tentang rencana SC berdasarkan instruksi dokter. 3. Lakukan informed concent kepada pasien atau keluarga pasien, pasien dan atau keluarga yang berwenang menandatangani persetujuan tindakan. 4. Lakukan persiapan : a. Ambil specimen darah b. Periksa EKG c. Pasang infuse berdasarkan indikasi 5. Dokter/bidan konsultasi dengan dokter Sp.An 6. Setelah rencana SC di setujui dokter anestesi : a. Pasang douwer kateter b. Lakukan Skin tes antibiotic. 7. Informasikan ruangan IBS bahwa akan ada pasien SC cito (nama pasien, diagnosa, indikasi dan waktu pelaksanaan) 8. Pastikan semua kelengkapan administrasi pasien lengkap. 9. Kirim pasien ke kamar operasi dengan pendampingan bidan. 10. Timbang terima pasien antara bidan dan perawat IBS. UNIT TERKAIT 1. VK 2. Instalasi Bedah Sentral 3. Instalasi Gawat Darurat
  35. 35. RSU ALLAM MEDICA BUMIAYU PROSEDUR PENUNGGU PASIEN KAMAR BERSALIN Nomor Dokumen 602/SPO/PROGNAS/D/AM/I/2018 Nomor Revisi 00 Halaman 1/1 STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL Tanggal Terbit 10 Januari 2018 Ditetapkan Direktur, dr H. M. Fathulloh Immamudin PENGERTIAN Keluarga pasien yang diberi wewenang dan bertanggung jawab terhadap semua tindakan yang akan dilakukan atau seseorang yang dipercaya untuk melindungi hak dan kewajiban pasien kamar bersalin. TUJUAN 1. Memberikan rasa aman dan nyaman 2. Melindungi privasi pasien 3. Memberikan support mental KEBIJAKAN 1. Peraturan Direktur Rumah Sakit Umum Allam Medica Bumiayu nomor 006 tahun 2018 tentang Program Nasional PROSEDUR 1. Berikan informasi kepada penunggu pasien tentang : a.Tata tertib rumah sakit khususnya di kamar bersalin b. Hak dan kewajiban pasien c. Hasil pemeriksaan pasien jika diperlukan 2. Perintahkan untuk menaati semua peraturan dan tata tertib yang berlaku di rumah sakit 3. Berikan kartu tunggu pasien dengan meninggalkan jaminan berupa kartu identitas yang menunggu pasien 4. Berikan teguran kepada keluarga atau penunggu pasien yang melanggar ketentuan yang berlaku. UNIT TERKAIT VK
  36. 36. RSU ALLAM MEDICA BUMIAYU TIM JAGA PONEK Nomor Dokumen 603/SPO/PROGNAS/D/AM/I/2018 Nomor Revisi 00 Halaman 1/2 STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL Tanggal Terbit 10 Januari 2018 Ditetapkan Direktur, dr H. M. Fathulloh Immamudin PENGERTIAN Petugas baik dokter, bidan maupun perawat yang berjaga diruang IGD, kamar bersalin, nifas dan perinatologi yang mempunyai kemampuan untuk menangani kegawat daruratan maternal dan perinatal yang terbagi menjadi 3 tim yaitu merah, kuning, hijau. TUJUAN 1. Mempercepat penanganan kegawat daruratan maternal dan perinatal 2. Menekan angka kematian ibu dan bayi 3. Memberikan pelayanan yang bermutu dan optimal KEBIJAKAN 1. Peraturan Direktur Rumah Sakit Umum Allam Medica Bumiayu nomor 006 tahun 2018 tentang Program Nasional PROSEDUR 1. Pembagian tim masing-masing shift (pagi, siang, malam) dituliskan dipapan jaga maternal dan perinatal. 2. Penulisan tim jaga harus diperbaharui setiap hari. 3. Pembagian tim merah, kuning, hijau disesuaikan dengan kemampuan dan kewenangan klinis masing-masing petugas jaga. 4. Tim merah terdiri dari dokter umum, koordinator ruangan, ketua tim jaga dengan tugas pokok sebagai berikut : 1) Mengatasi dan menenangkan pasien dan keluarga 2) Anamnesa cepat dan pemeriksaan awal cepat 3) Koordinasi penatalaksanaan awal 4) Memasang infus 5) Mengambil contoh darah 6) Mengikuti instruksi dokter 7) Tetap bersama pasien 5. Tim kuning terdiri dari bidan, perawat pelaksana dengan kewengan klinis II dengan tugas pokok sebagai berikut : 1) Mempersiapkan persediaan meja troli emergency a. Setiap ganti dinas b. Setiap selesai tindakan
  37. 37. RSU ALLAM MEDICA BUMIAYU TIM JAGA PONEK Nomor Dokumen 603/SPO/PROGNAS/D/AM/I/2018 Nomor Revisi 00 Halaman 2/2 PROSEDUR 2) Saat emergency a. Membawa meja troli emergency ketempat kerja b. Melakukan observasi c. Bersama dengan koordinator tetap bersama pasien. d. Dokumentasi semua tindakan dan hasil observasi dan cairan 6. Tim hijau terdiri dari bidan atau perawat pelaksana dengan kewenangan klinis minimal I dengan tugas pokok sebagai berikut: 1) Membawa alat-alat seperti: a. Tiang infus b. Suction unit c. Dll 2) Memberi informasi dan memanggil dokter 3) Menghubungi dan bila perlu mengantar serta mengambil hasil laboratorium 7. Memobilisasi alat UNIT TERKAIT 1. Instalasi Gawat Darurat 2. VK 3. Ruang Nifas 4. Perinatologi
  38. 38. RSU ALLAM MEDICA BUMIAYU ALUR KEGAWAT DARURATAN MATERNAL DAN NEONATAL Nomor Dokumen 604/SPO/PROGNAS/D/AM/I/2018 Nomor Revisi 00 Halaman 1/2 STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL Tanggal Terbit 10 Januari 2018 Ditetapkan Direktur, dr H. M. Fathulloh Immamudin PENGERTIAN Proses pasien ibu hamil, ibu bersalin dan neonates masuk ke IGD sampai pasien keluar dari IGD TUJUAN 1. Sebagai tatalaksana dalam penerimaan pasien baru maternal dan neonatal 2. Pasien mendapatkan perawatan yang berkesinambungan 3. Riwayat kesehatan pasien dapat diketahui dengan jelas 4. Memberikan pelayanan yang bermutu dan optimal KEBIJAKAN 1. Peraturan Direktur Rumah Sakit Umum Allam Medica Bumiayu nomor 006 tahun 2018 tentang Program Nasional PROSEDUR 1. Petugas menerima pasien kemudian melakukan triase setelah sebelumnya melakukan sekrining via telepon 2. Petugas melakukan anamnesa (auto dan allo anamnesa) 3. Pengelompokan pasien dan diagnosa awal 1) Gawat darurat : memerlukan tindakan segera dan mengancam jiwa 2) Gawat tidak darurat : memerlukan tindakan segera tapi tidak mengancam nyawa 3) Tidak gawat tidak darurat : tidak memerlukan tindakan segera dan tidak mengancam nyawa 4. Untuk pasien tidak gawat tidak darurat disarankan ke poliklinik rawat jalan 5. Untuk pasiien gawat darurat dan gawat tidak darurat, lakukan pertolongan pertama/basic live support (BLS) meliputi: 1) Air way a.Bebaskan jalan nafas b.Jaw trust, chin lift dan hiperekstensi c.Bersihkan jalan nafas dari sumbatan (secret, benda asing) 2) Breathing a.Nafas buatan
  39. 39. RSU ALLAM MEDICA BUMIAYU ALUR KEGAWAT DARURATAN MATERNAL DAN NEONATAL Nomor Dokumen 604/SPO/PROGNAS/D/AM/I/2018 Nomor Revisi 00 Halaman 2/2 PROSEDUR b.Pasang oksigen jika perlu 3) Circulation a.Tensi dan nadi turun, pasang infus b.Monitor produksi urine, pasang douwer kateter bila perlu 6. Lakukan stabilisasi pasien dan penanganan awal 7. Lakukan kolaborasi dengan dokter spesialis untuk terapi dan rencana tindakan selanjutnya 8. Semua pemeriksaan, tindakan, terapi dan hasil kolaborasi ditulis lengkap pada rekam medis pasien 9. Menyarankan keluarga pasien untuk mendaftar ke TPPRI dengan dibekali admission note 10. Mengisi lembar transfer intra hospital 11. Mengirim pasien ke ruangan yang dituju. UNIT TERKAIT 1. Instalasi Gawat Darurat 2. VK 3. Ruang Nifas 4. Perinatologi 5. Instalasi Bedah Sentral

×