O slideshow foi denunciado.
Utilizamos seu perfil e dados de atividades no LinkedIn para personalizar e exibir anúncios mais relevantes. Altere suas preferências de anúncios quando desejar.

14 pbk hipermedia dan pemberagaman pembelajaran

137 visualizações

Publicada em

Materi PBK

Publicada em: Design
  • Seja o primeiro a comentar

  • Seja a primeira pessoa a gostar disto

14 pbk hipermedia dan pemberagaman pembelajaran

  1. 1. WEBSITE World Wide Web (www) merupakan aplikasi di internet yang paling banyak digunakan. dapat menghasilkan tampilan yang sangat indah karena didukung oleh antar muka berbasis grafik (Graphical User Interface) yang cukup baik dan bersifat multimedia.
  2. 2. Akses di internet dari WWW  Informasi perusahaan,  informasi sekolah,  informasi perguruan tinggi,  informasi LSM,  jurnal-jurnal,  surat kabar, majalah,  dan banyak informasi lainnya
  3. 3.  Merancang informasi dalam bentuk basisdata (file-file) yang disimpan dalam beberapa server  Hubungan antara file yang satu dengan file yang lain, baik pada server yang sama maupun pada server yang berbeda dilakukan dengan hyperlink  File teks yang memuat hyperlink dinamakan hiperteks (hypertext).  Website dibangun memanfaatkan teknologi hiperteks
  4. 4. Hiperteks Hiperteks adalah teks yang disusun dalam potongan- potongan teks sebagai titik (node), serta hubungan- hubungan antar potongan-potongan teks tersebut (McKnight dkk., 1988). Jonassen (1988) menambahkan bahwa hiperteks adalah fasilitas komputer yang memungkinkan teks dan grafik dapat diakses dengan urutan yang sepenuhnya diatur oleh pemakai Hiperteks dapat menciptakan banyak alternatif pencabangan, sehingga pemakai dapat secara leluasa berpindah dari satu titik ke titik lainnya. Hiperteks juga mampu merangkai gambar, grafik, animasi, dan video
  5. 5. Landow dalam Kibby (1996) menetapkan beberapa ketentuan yang wajib dipenuhi dalam penyusunan hiperteks, yaitu sebagai berikut. 1) Terdapat hubungan yang signifikan antara materi- materi yang terkoneksi, 2) Penekanan pada koneksi antar materi mendorong kebiasaan berpikir pembaca. 3) Koneksi yang gagal diusahakan sekecil mungkin 4) Bila ada koneksi ke grafik, maka diusahakan agar disertai teks, sehingga tampak keterkaitan antara kondisi awal dengan kondisi akhir .
  6. 6. Hiperlink Hubungan antarteks :  antara teks dengan grafik,  antara teks dengan animasi,  antara teks dengan video,  antara gambar dengan video, atau hubungan yang lain dibangun dengan hyperlink. Jadi hiperteks dan hyperlink merupakan satu kesatuan dalam membangun website.
  7. 7.  Menurut teori belajar kognitif, belajar berarti membuat peta antara informasi yang sudah diketahui dengan informasi yang sedang dipelajari.  Teknologi hipermedia mampu memfasilitasi pemetaan tersebut, karena hipermedia mampu mengilustrasikan ikatan antar konsep.  Hipermedia akan meningkatkan hasil belajar karena hipermedia memfokuskan diri pada keterkaitan antara konsep-konsep atau ide-ide.
  8. 8. Sistem informasi berbasis hipermedia memiliki dua fungsi, yaitu: (1) mengintergrasikan basis-data dan manajemen informasi ke dalam satu model dan (2) menerapkan hipermedia sebagai antar- muka presentasi informasi (Walster, 1988). Dalam hipermedia, basis-data yang memuat materi pembelajaran diitegrasikan dengan manajemen informasi. Hipermedia dapat juga menjadi antar muka dari pesentasi materi.
  9. 9. Fisik portal dapat diasumsikan sebuah gerbang atau pintu masuk untuk menuju ke suatu tempat. Portal secara umum dapat diartikan sebuah website yang menjadi pintu masuk untuk menuju ke sebuah situs lain di internet
  10. 10. Micro Portal  Portal kecil atau "micro portal" seperti slashdot (www.slashdot.org) dan proyek weblog didalamnya menyajikan berbagai informasi dan link yang terkait yang dibuat dengan struktur dan anatomi web yang khas  Micro portal kemudian menjadi cikal bakal tumbuhnya portal masa kini dengan dukungan teknologi yang besar dan content yang melimpah serta maraknya gerakan open source di dunia
  11. 11. Berdasarkan fungsionalnya, portal dibagi menjadi beberapa jenis yaitu: 1. Portal Informasi (news, weblogs, customer support) 2. Portal Transaksi (sales) 3. Portal Kolaborasi (weblogs, news) + discussion
  12. 12. Sebuah portal mempunyai kelebihan yang merupakan perbedaan utama dari web biasa, kelebihan tersebut adalah sebagai berikut. 1. Mudah, administrasi portal berbasis web hanya membutuhkan pengalaman menggunakan komputer yang minimal untuk mengelola isi sebuah portal web. 2. Pengaturan layout yang fleksibel, perubahan layout (tampilan, ukuran) web tanpa harus mengubah keseluruhan halaman yang ada.
  13. 13. 3. Isi yang interaktif, pengunjung portal web dapat mengirimkan komentar, artikel, pengumuman dan weblink. 4. Halaman yang bisa mengimpor atau ekspor headline berita dari web portal yang lain 5. Halaman tambahan untuk informasi, pada halaman utama pengunjung hanya dapat melihat bagian (sinopsis) dari berita atau informasi tersebut. Untuk melihat lebih lanjut, pengunjung cukup mengklik link, misal link "more details".
  14. 14. 6. Adanya survey atau jajak pendapat yang menyediakan quick view, dimana kita dapat langsung melihat hasil survey atau polling tersebut. 7. Fasilitas untuk upload atau download file 8. Adanya fasilitas multibahasa sehingga memungkinkan pengunjung menyesuaikan dengan bahasa negara mereka.
  15. 15. Kontekstualisasi atau individualisasi pembelajaran adalah terminologi yang digunakan dalam upaya pemberagaman pendidikan agar dapat diadaptasikan dengan karakteristik peserta didik yang beragam . Teori belajar modern yang muncul belakangan lebih mengacu kepada pembelajaran adaptif
  16. 16. Di awal abad ke-20, pendidikan individual sudah dimulai oleh beberapa tokoh, seperti Rabinranatah Tagore dan Maria Montessori (Djumhur & Danasuparta, 1976). Pendidikan “mengatur diri” (selfgovernment) dari Tagore berangkat dari prinsip bahwa anak dalam usahanya harus memiliki kebebasan untuk mengatur diri sendiri dalam sekolah sebagai satu republik. Sementara itu, prinsip yang digunakan Montessori adalah anak memiliki daya untuk mendidik diri sendiri, sehingga harus diberi kesempatan untuk mencoba dan menemukan sendiri di bawah observasi pendidik.
  17. 17. Teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk mengimplementasikan pembelajaran adaptif adalah hipermedia. Hipermedia adalah media yang mampu menampilkan multimedia dan hiperteks secara terintegrasi (McKnight dkk., 1996). Jika multimedia mampu mengintegrasikan grafik, animasi, audio, dan video, maka hipermedia mampu mengintegrasikan grafik, animasi, audio, video dan hiperteks. Hiperteks sendiri adalah metode non-sekuensial dan non-linier untuk mengorganisasikan dan menyajikan teks (Jonassen & Reeves, 1996).
  18. 18. Kketentuan yang harus dipenuhi dalam penyusunan hipermedia pembelajaran, antara lain: (1) terdapat hubungan yang signifikan antara materi- materi yang terkoneksi, sehingga memenuhi harapan peserta didik; (2) koneksi antara materi-materi dibuat untuk mampu mendorong kebiasaan berpikir siswa; (3) koneksi yang gagal diusahakan sekecil mungkin; (4) bila ada koneksi ke grafik, animasi atau video, maka harus disertai teks, agar tampak keterkaitan antara kondisi awal dengan kondisi akhir peserta didik (Landow dalam Kibby, 1996).
  19. 19. Hipermedia dapat dipasang di internet, intranet, atau diproduksi menjadi compact disk (CD) interaktif. Sejak diperkenalkan hipermedia, dikenal istilah baru dalam pembelajaran, yakni pembelajaran berbasis web, karena bentuk dan cara kerjanya meniru situs- web (website) di internet. Observasi yang dilakukan O’Hanlon (1999) menemukan bahwa pembelajaran berbasis web sangat populer di kalangan mahasiswa yang senang menjadwal perkuliahan secara fleksibel

×