O slideshow foi denunciado.
Utilizamos seu perfil e dados de atividades no LinkedIn para personalizar e exibir anúncios mais relevantes. Altere suas preferências de anúncios quando desejar.
Menggali Nilai Dasar ASN
Berbasis
Budaya Indonesia
Dr.	
  Tri	
  Widodo	
  W.	
  Utomo,	
  SH.,MA
Deputi Kajian Kebijakan ...
Indonesia: Sebuah Realitas Kultural
6	
  Agama	
  
resmi
± 250	
  suku
bangsa &	
  
bahasa/dialek
± 400	
  aliran
kepercay...
Dimensi Multi Sosiokultural Indonesia
1. Masyarakat tradisional (the	
  
traditional	
  society),
2. Prasyarat untuk tingg...
PENGETAHUAN
à Ranah Kognitif
(TAKSONOMI BLOOM)
SIKAP
à Ranah Afektif
TINDAKAN
à Ranah Psikomotorik
BUDAYA merupakan
FAK...
Nilai Dasar: Mencari Makna Menjadi ASN
Budaya Pribumi: Mediokritas?
Budaya Pribumi: Malas?
Menurut Djoko,	
  secara tidak langsung
istilah “mangan ora mangan sing	
  
penting kumpul”	
  adal...
“…	
  Mohammad	
  Yamin,	
  seorang pemuda kelahiran Sawah Lunto yang	
  
mewakili organisasi pemuda Jong	
  Sumatranen Bo...
Budaya Harmoni & Keseimbangan
SAIYEG	
  SAEKA	
  PRAYA:
Penari SAMAN	
  nomor 9	
  disebut
Pengangkat,	
  nomor 8	
  dan 1...
Budaya Musyawarah & Gotong Royong
Asal Mula:
“HELP, IETS ONTILBAARS” (Tolong, ada
barang yang tidak terangkat!) yang
diter...
Budaya Berbagi & Saling Membantu
Budaya Nyinom /	
  Rewang
Budaya Jimpitan
KEPEMIMPINAN/
KETELADANAN
STRATEGI	
  
PELEMBAGAAN
PEMBINAAN SIKAP
PERILAKU ASN
Sumber: Kajian Puslatbang KMP LAN 2021
Int...
Jend. Pol. Hoegeng Imam S.
Hoegeng sangat gencar memerangi penyelundupan.	
  Dia
tidak peduli siapa beking penyelundup ter...
Di	
  jabatan strategis ini dirinya diuji.	
  Suatu kali	
  adik
iparnya,	
  Mohammad	
  Zainuddin Dahlan menghadap dan
me...
Pada saat aktif di	
  Partai Buruh Indonesia,	
  18	
  bulan
setelah merdeka Trimurti	
  mendapat tawaran menjadi
Menteri ...
Dalam sebuah tulisan untuk mengenang Prawoto,	
  
rekannya di	
  Masyumi,	
  M	
  Roem menyebut sejawatnya
itu sebagai “or...
Pembinaan Karakter ASN
The Results of Pyramid
Pelembagaan Nilai Budaya
Upaya formal organisasi dalam menjadikan nilai-nilai budaya kerja yang disepakati
dilaksanakan se...
Epilog
§ Nilai dasar ASN	
  tidak tumbuh dari ruang hampa,	
  namun memiliki akar pada
budaya bangsa,	
  bahkan sub-­‐bud...
Terima Kasih
Semoga Bermanfaat …
Próximos SlideShares
Carregando em…5
×

de

Menggali Nilai Dasar ASN Berbasis Budaya Indonesia Slide 1 Menggali Nilai Dasar ASN Berbasis Budaya Indonesia Slide 2 Menggali Nilai Dasar ASN Berbasis Budaya Indonesia Slide 3 Menggali Nilai Dasar ASN Berbasis Budaya Indonesia Slide 4 Menggali Nilai Dasar ASN Berbasis Budaya Indonesia Slide 5 Menggali Nilai Dasar ASN Berbasis Budaya Indonesia Slide 6 Menggali Nilai Dasar ASN Berbasis Budaya Indonesia Slide 7 Menggali Nilai Dasar ASN Berbasis Budaya Indonesia Slide 8 Menggali Nilai Dasar ASN Berbasis Budaya Indonesia Slide 9 Menggali Nilai Dasar ASN Berbasis Budaya Indonesia Slide 10 Menggali Nilai Dasar ASN Berbasis Budaya Indonesia Slide 11 Menggali Nilai Dasar ASN Berbasis Budaya Indonesia Slide 12 Menggali Nilai Dasar ASN Berbasis Budaya Indonesia Slide 13 Menggali Nilai Dasar ASN Berbasis Budaya Indonesia Slide 14 Menggali Nilai Dasar ASN Berbasis Budaya Indonesia Slide 15 Menggali Nilai Dasar ASN Berbasis Budaya Indonesia Slide 16 Menggali Nilai Dasar ASN Berbasis Budaya Indonesia Slide 17 Menggali Nilai Dasar ASN Berbasis Budaya Indonesia Slide 18 Menggali Nilai Dasar ASN Berbasis Budaya Indonesia Slide 19 Menggali Nilai Dasar ASN Berbasis Budaya Indonesia Slide 20
Próximos SlideShares
What to Upload to SlideShare
Avançar
Transfira para ler offline e ver em ecrã inteiro.

1 gostou

Compartilhar

Baixar para ler offline

Menggali Nilai Dasar ASN Berbasis Budaya Indonesia

Baixar para ler offline

Disampaikan pada Webinar dalam rangka Hari Statistik Nasional 2021 dengan Tema “Menuju ASN yang Berakhlak”
Jakarta, 29 September 2021

Dr. Tri Widodo W. Utomo, SH.,MA
Deputi Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara LAN-RI

Menggali Nilai Dasar ASN Berbasis Budaya Indonesia

  1. 1. Menggali Nilai Dasar ASN Berbasis Budaya Indonesia Dr.  Tri  Widodo  W.  Utomo,  SH.,MA Deputi Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara  LAN-­‐RI Disampaikan pada Webinar  dalam rangka Hari  Statistik Nasional  2021  dengan Tema “Menuju ASN  yang  Berakhlak” Jakarta,  29  September  2021
  2. 2. Indonesia: Sebuah Realitas Kultural 6  Agama   resmi ± 250  suku bangsa &   bahasa/dialek ± 400  aliran kepercayaan ± 17.000   pulau,  3   zona waktu 19  adat   rechtskringen   van  Vollen  H. 74.944  Desa,   8.309  Kel,  6.994   Kec,  508   Kab/Kota
  3. 3. Dimensi Multi Sosiokultural Indonesia 1. Masyarakat tradisional (the   traditional  society), 2. Prasyarat untuk tinggal landas (the   preconditions  for  take-­‐off), 3. Tinggal landas (the  take-­‐off), 4. Menuju kekedewasaan (the  drive   to  maturity),  dan 5. Masa konsumsi tinggi (the  age  of   high  mass-­‐consumption) 1. Tidak Sekolah 2. SD,  MI 3. SMP,  MTS 4. SMA,  SMK,  MAN 5. D3 6. S1 7. S2-­‐S3 1. Low  income  (<  $  675) 2. Lower-­‐middle  income   ($  675  – $  2.695) 3. Upper-­‐middle  income   ($  2.695  – $  8.355) 4. High  income  (>  $  8.355) Aristoteles 1. Sangat kaya 2. Kaya 3. Miskin Karl  Marx 1. Kapitalis 2. Menengah 3. Proletar Pitirim Sorokin 1. Raja,  bangsawan 2. Priyayi,  ulama,   punggawa 3. Petani,  pedagang,   buruh
  4. 4. PENGETAHUAN à Ranah Kognitif (TAKSONOMI BLOOM) SIKAP à Ranah Afektif TINDAKAN à Ranah Psikomotorik BUDAYA merupakan FAKTOR penting dalam pembentukan NILAI DASAR/ KARAKTER ASN dan reformasi BIROKRASI
  5. 5. Nilai Dasar: Mencari Makna Menjadi ASN
  6. 6. Budaya Pribumi: Mediokritas?
  7. 7. Budaya Pribumi: Malas? Menurut Djoko,  secara tidak langsung istilah “mangan ora mangan sing   penting kumpul”  adalah konsep kolonial. Pihak kolonial,  dalam hal ini VOC,  secara tak langsung “memaksa”   warga untuk makan tidak makan yang   penting berkumpul.  Tujuannya agar   jumlah “karya”  di  situ  tidak berkurang. MALAS  adalah warisan kolonial yang  harus dikikis habis !!
  8. 8. “…  Mohammad  Yamin,  seorang pemuda kelahiran Sawah Lunto yang   mewakili organisasi pemuda Jong  Sumatranen Bond.  Dari  belahan timur Indonesia,  kita menemukan pemuda bernama Johannes  Leimena,   kelahiran kota Ambon,  mewakili organisasi pemuda Jong  Ambon.  Ada   juga  Katjasungkana dari Madura,  ada juga  Cornelis  Lefrand Senduk,   mewakili organisasi pemuda Sulawesi,  Jong  Celebes. Pernahkah kita membayangkan bagaimana seorang Mohammad  Yamin dari Sawah Lunto dapat bertemu dengan Johannes  Leimena dari Ambon?  Pernahkah kita membayangkan bagaimana seorang Katjasungkana dari Madura  dapat bertemu dengan Lefrand Senduk dari Sulawesi?   Bukan hanya bertemu,  tapi mereka juga  berdiskusi,  bertukar pikiran,   mematangkan gagasan hingga akhirnya bersepakat mengikatkan diri dalam komitmen ke-­‐Indonesia-­‐an.  Padahal,  jarak antara Sawah Lunto dengan kota Ambon,  lebih dari 4.000  kilometer.  Hampir sama dengan jarak antara kota Jakarta  ke kota Shanghai  di  China.  Sarana transportasi umum saat itu,  masih mengandalkan laut.  Dibutuhkan waktu berminggu-­‐minggu untuk bisa sampai ke kota mereka.” (Pidato Menpora Imam  Nahrowi pada peringatan Hari  Sumpah Pemuda Tahun 2017) Karakter Asli Bumiputera: Tangguh
  9. 9. Budaya Harmoni & Keseimbangan SAIYEG  SAEKA  PRAYA: Penari SAMAN  nomor 9  disebut Pengangkat,  nomor 8  dan 10   disebut Pengapit,  nomor 2-­‐7  dan 11-­‐ 16  disebut Penyepit,  nomor 1  dan 17   disebut Penupang.   Penari nomor 9  (tengah,  sentral,   pusat,  raja,  Aji)  pembawa berkah SAKA  (tiang,  tonggak,  saka=dari,   bersumber dari kebijakan,  karya tangan=hasta)  yang  didukung,  diapit 8  (HASTA)  penari (keindahan,   keluwesan,  prigel=terampil)  di  kiri dan 8  (BRATA)  penari di  kanan dalam wujud bakti,  membaktikan hal baik,   demi  kesejahteran masyarakat,   kepada kedua sisi baik sisi kiri maupun sisi kanan,  ‘karya ‘nak tyasing sasami’.
  10. 10. Budaya Musyawarah & Gotong Royong Asal Mula: “HELP, IETS ONTILBAARS” (Tolong, ada barang yang tidak terangkat!) yang diteriakkan oleh salah satu awak kapal milik VOC dan seluruh awak saling bantu untuk mengangkat barang. Konon terjadi pada abad 16-­‐17, ketika kapal milik VOC berlabuh di Tuban dan pada saat bongkar muatan awak kapalnya meneriakan kalimat tersebut.
  11. 11. Budaya Berbagi & Saling Membantu Budaya Nyinom /  Rewang Budaya Jimpitan
  12. 12. KEPEMIMPINAN/ KETELADANAN STRATEGI   PELEMBAGAAN PEMBINAAN SIKAP PERILAKU ASN Sumber: Kajian Puslatbang KMP LAN 2021 Internalisasi Nilai Budaya kedalam Birokrasi
  13. 13. Jend. Pol. Hoegeng Imam S. Hoegeng sangat gencar memerangi penyelundupan.  Dia tidak peduli siapa beking penyelundup tersebut,  semua pasti disikatnya.  Wanita ini pun  berusaha mengajak damai Hoegeng.  Berbagai hadiah mewah dikirim ke alamat Hoegeng.  Tentu saja Hoegeng menolak mentah-­‐mentah.   Hadiah ini langsung dikembalikan oleh Hoegeng.  Tapi si wanita tak putus asa.  Dia terus mendekati Hoegeng. Yang  membuat Hoegeng heran,  malah koleganya di Kepolisian dan Kejaksaan yang  memintanya untuk melepaskan wanita itu.  Hoegeng heran,  kenapa begitu banyak pejabat yang  mau menolong pengusaha wanita tersebut.  Hoegeng pun  hanya bisa mengelus dada  prihatin menyaksikan tingkah polah koleganya yang  terbuai uang. Kapolri (1968-1971)
  14. 14. Di  jabatan strategis ini dirinya diuji.  Suatu kali  adik iparnya,  Mohammad  Zainuddin Dahlan menghadap dan memohon untuk dihajikan dengan biaya dinas (abidin)   dari Departemen Agama.  Meski sebenarnya lazim menghajikan orang  yang  potensial apalagi pejuang kemerdekaan,  namun Saifuddin menolak permintaan adiknya. "Sebagai orang  yang  berjasa dan mengingat kondisi perekonomianmu belum memungkinkan,  sudah layak jika Departemen Agama  menghajikan.  Apalagi kamu pernah berjuang dalam perang kemerdekaan.  Tetapi ada satu hal yang  menyebabkan saya tidak mungkin membantu melalui haji  departemen.  Karena kamu adikku.  Coba kamu orang  lain,  sudah lama  aku hajikan,"  ujar KH   Saifuddin Zuhri kepada iparnya. Tak hanya itu,  selepas menjadi Menteri,  Saifuddin tetapa berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara-­‐ cara yang  halal  dan bersahaja.  Dikutip dari buku "Karisma Ulama Kehidupan Ringkas 26  Tokoh NU"  karangan Saifullah Ma'shum,  jika banyak mantan menteri bergelut dalam bisnis yang  prestise,  justru Saifuddin memilih menjalani profesi sebagai pedagang beras di  Glodok. K.H. Saifuddin Zuhri Menteri Agama pada Kabinet Kerja III, Kabinet Kerja IV, Kabinet Dwikora I, Kabinet Dwikora II, dan Kabinet Ampera I.
  15. 15. Pada saat aktif di  Partai Buruh Indonesia,  18  bulan setelah merdeka Trimurti  mendapat tawaran menjadi Menteri Tenaga  Kerja,  dari Setiajid,  salah satu anggota formatur kabinet yang  juga  rekan separtai.  Pertama,   ajakan menjadi menteri dijawab spontan,  tidak! Selepas berhenti dari jabatannya sebagai Menteri Tenaga   Kerja,  Trimurti  kembali ke bangku kuliah.  Tetapi,  di  saat mereguk nikmatnya kebebasan pendidikan,  Soekarno menawari Trimurti  untuk menjadi Menteri Sosial pada tahun 1959.  Tak tergiur dan tak ingin dianggap haus kekuasaan,  Trimurti  menolak. Berbeda dengan kehidupan mantan menteri di  zaman   sekarang ini,  Trimurti  selama sisa hidupnya terang-­‐ terangan menolak semua pemberian dan fasilitas negara.  Padahal itu adalah haknya. Trimurti  meninggal tahun 2008  di  RSPAD  Gatot Soebroto.   Sebelum meninggal,  Trimurti  tinggal di  rumah kontrakan yang  sempit di  Bekasi.  Di  rumah kontrakannya,  di  antara deretan foto-­‐fotonya bersama keluarga,  terdapat sebuah lukisan yang  paling  besar bergambar Bung  Karno menyematkan Bintang Mahaputra tingkat V  padanya. SK. Trimurti Jurnalis; Menteri Tenaga Kerja pertama (1947-1948) di bawah PM Amir Sjarifuddin.
  16. 16. Dalam sebuah tulisan untuk mengenang Prawoto,   rekannya di  Masyumi,  M  Roem menyebut sejawatnya itu sebagai “orang  yang  selamanya hidup sederhana,   orang  yang  tak pernah meminta,  orang  yang  hanya belajar memberi dan mengasih,”  demikian dikutip dari buku M  Roem,  Bunga Rampai dari Sejarah. Cerita tentang kesederhanaan Prawoto dituturkan putrinya Sri  Sjamsiar Prawoto Issom seperti dikutip dari buku “Alam Pikiran dan Jejak Perjuangan Prawoto Mangkusasmito”  karangan SU  Basajut. Saat itu menjelang pembubaran Masyumi,  Prawoto dan tokoh-­‐tokoh partai politik lain  seperti Subadio Sastrosatomo dan Sutan Sjahrir dipanggil ke Istana   oleh Presiden Soekarno.  Malam  harinya,  Prawoto meminta putrinya untuk menisik (menambal lubang)   di  kerah baju koko putih miliknya.  Keesokan harinya di  istana,  para  undangan lain  mengenakan setelan jas,   dasi dan bersepatu,  tetapi Prawoto hanya mengenakan sarung,  baju koko tua,  peci dan sandal   kulit. Prawoto Mangkoesasmito Anggota Badan Pekerja KNIP; Wakil Perdana Menteri di era Mr. Assaat sebagai PM; Wakil Ketua I Konstituante; Ketua Umum Masyumi
  17. 17. Pembinaan Karakter ASN The Results of Pyramid
  18. 18. Pelembagaan Nilai Budaya Upaya formal organisasi dalam menjadikan nilai-nilai budaya kerja yang disepakati dilaksanakan sebagai kewajiban dalam membangun citra diri internal dan eksternal yang juga menjadi simbol akuntabilitas instansi pemerintah. SISTEMATIS, TERENCANA DAN BERKELANJUTAN STRATEGI PELEMBAGAAN § Ketersediaan  peraturan  atau  SK  pencanangan  budaya   kerja  di  level  instansi,   § Publikasi  nilai  budaya  kerja  Instansi  sebagai  maklumat   keteguhan  diri  kedalam  maupun  keluar.   § Pembentukan  agen/kelompok  budaya  kerja. § Pelaksanaan  program/kegiatan  internalisasi  nilai-­‐nilai   budaya kerja. Sumber: Kajian Puslatbang KMP LAN 2021
  19. 19. Epilog § Nilai dasar ASN  tidak tumbuh dari ruang hampa,  namun memiliki akar pada budaya bangsa,  bahkan sub-­‐budaya lokal. § Nilai dasar ASN  juga  tidak bisa dibentuk secara top  down  dengan strategi “coerce  and  compel”,  namun perlu ditempuh dengan menumbuhkan keyakinan dari bawah melalui serangkaian pengalaman bersama. § Nilai dasar ASN  yang  bersifat generik nasional dan jangka panjang,  perlu dituangkan dalam sebuah kebijakan (UU).  Namun akan lebih baik jika nilai dasar ini diperkuat dengan sistem nilai yang  kontekstual sesuai karakter daerah atau instansi tertentu.
  20. 20. Terima Kasih Semoga Bermanfaat …
  • triwidodowutomo

    Sep. 29, 2021

Disampaikan pada Webinar dalam rangka Hari Statistik Nasional 2021 dengan Tema “Menuju ASN yang Berakhlak” Jakarta, 29 September 2021 Dr. Tri Widodo W. Utomo, SH.,MA Deputi Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara LAN-RI

Vistos

Vistos totais

113

No Slideshare

0

De incorporações

0

Número de incorporações

0

Ações

Baixados

3

Compartilhados

0

Comentários

0

Curtir

1

×