O slideshow foi denunciado.
Utilizamos seu perfil e dados de atividades no LinkedIn para personalizar e exibir anúncios mais relevantes. Altere suas preferências de anúncios quando desejar.
Analisis Kebijakan dan
Penyusunan Naskah Kebijakan
Disampaikan pada Webinar	
  “Find	
  the	
  Best	
  Analysis	
  for	
  ...
Konteks Makro: Kualitas Regulasi
REGULATORY QUALITY Percentile  rank  countries  (ranges  from  0  (lowest)  to  100  (hig...
Konteks Mikro: Pertumbuhan Eksponensial AK
1. Kementerian Agama
2. Kementerian ESDM
3. Kementerian	
  Kelautan	
  &	
  Per...
Tahapan / Proses Analisis Kebijakan
DUNN
! Structuring,Policy,
problems;
! Forecasting,Policy,Future;,
! Recommending,Poli...
Formulasi*
Kebijakan
Agenda*Setting
Implementasi*
Kebijakan
Evaluasi*
Kebijakan
PELAKSANAAN(KEBIJAKAN
PERENCANAAN(KEBIJAKA...
Logika Sederhana Formulasi Kebijakan
Agenda	
  
Setting
Policy	
  
Alternative
Policy	
  
Appraisal
Policy	
  
Recommen
da...
Policy Issues / Problems
§ Policy	
  research/analysis memiliki	
  sense	
  yang	
  berbeda	
  
dibanding	
  penelitian	
...
Policy Issues / Problems
Rumusan Masalah adalah
bagian terpenting dari
sebuah penelitian
kebijakan,	
  sehingga harus
diru...
Alat Bantu Agenda Setting
§
§ Masalah	
  kebijakan	
  yang	
  baik	
  tidak	
  hanya	
  	
  
menyasar	
  pada	
  masalah...
Alat Bantu Agenda Setting
META    
MASALAH
MASALAH    
FORMAL
MASALAH    
SUBSTANTIF
SITUASI    
MASALAH
Pengenalan    
Ma...
Policy Appraisal / Evaluation
EVALUASI	
  
KEBIJAKAN
Kinerja
Kebijakan
Dilanjutkan
(continuation)
Dihentikan
(termination)...
Policy Alternatives
§
§ Policy	
  alternatives	
  apa	
  saja	
  (lebih	
  	
  
dari	
  1)	
  yang	
  prospektif	
  utk	...
Rekomendasi Kebijakan (contoh)
Setelah tahap alternatif kebijakan,	
  selanjutnya dirumuskan
saran	
  kebijakan (policy	
 ...
Kriteria Rekomendasi Kebijakan yang Baik
http://eddiecopeland.me/how-­‐to-­‐write-­‐recommendations-­‐that-­‐change-­‐
gov...
1. Policy  Paper
2. Policy  Brief
3. Artikel Kebijakan
4. Makalah
1. Naskah Akademik RUU,  RPP,  RPPres,  RPMen,  Raperda
...
DIMENSI
PENELITIAN	
  KEBIJAKAN	
  (Policy	
  
Research/Policy	
  Paper)
RINGKASAN	
  KEBIJAKAN	
  
(Policy	
  Brief)
MEMO...
Sistematika Policy Paper
1.	
  	
  Executive	
  Summary
2.	
  	
  Body:
• Background	
  
• Analysis	
  
• Policy	
  option...
Menulis Policy Brief o Focused:	
  Seluruh aspek dalam policy	
  brief	
  harus fokus
pada pencapaian tujuan untuk memuask...
Menulis Policy Brief
ü Ringkas,	
  sederhana,	
  tampilan menarik,	
  banyak
gambar sehingga tidak perlu berpikir,	
  han...
Menulis Judul
Judul sebaiknya
mampu MENARIK	
  
perhatian:
1. Jelas dan Ringkas
2. Provokatif atau
Solutif?
Judul harus EF...
Judul: Provokatif atau Solutif?
Issu Kebijakan:	
  
Banjir
“Mampukah Pemprov
DKI	
  Menangani Banjir?”
Issu Kebijakan:	
  ...
Menulis Ringkasan Eksekutif
Ringkasan Eksekutif/Abstrak
merupakan gambaran ringkas,	
  
seringkali temuan terpilih saja
da...
Menulis Pendahuluan
Pendahuluan
berfungsi
menyiapkan
pembaca untuk
mengerti setting,	
  
konteks dan	
  
permasalahan yang...
Menulis Kesimpulan
KESIMPULAN
Policy	
  
implication	
  
(jika ada)
Sintesa dari
temuan
utama
Kesimpulan bukan
ringkasan d...
Menulis Memo Kebijakan
Policy	
  Memo	
  relatif	
  serupa	
  dengan	
  Policy	
  Brief,	
  namun	
  dikerjakan	
  dalam	
...
Ilustrasi Peran AK	
  (yang	
  
jarang dilakukan Peneliti):
“Translating	
  academic	
  
report	
  into	
  policy	
  note”...
Rekomendasi /	
  
saran	
  kebijakan
Issu kebijakan
Konteks /	
  
Framework
Hasil kajian /	
  
analisis
Rekomendasi /	
  
saran	
  kebijakan
§ Seorang AK	
  yang	
  baik dituntut memiliki 2	
  keterampilan secara
berimbang:	
  menguasai proses	
  analisis kebija...
TERIMA KASIH
Semoga bermanfaat …
Próximos SlideShares
Carregando em…5
×

de

Analisis Kebijakan dan Penyusunan Naskah Kebijakan Slide 1 Analisis Kebijakan dan Penyusunan Naskah Kebijakan Slide 2 Analisis Kebijakan dan Penyusunan Naskah Kebijakan Slide 3 Analisis Kebijakan dan Penyusunan Naskah Kebijakan Slide 4 Analisis Kebijakan dan Penyusunan Naskah Kebijakan Slide 5 Analisis Kebijakan dan Penyusunan Naskah Kebijakan Slide 6 Analisis Kebijakan dan Penyusunan Naskah Kebijakan Slide 7 Analisis Kebijakan dan Penyusunan Naskah Kebijakan Slide 8 Analisis Kebijakan dan Penyusunan Naskah Kebijakan Slide 9 Analisis Kebijakan dan Penyusunan Naskah Kebijakan Slide 10 Analisis Kebijakan dan Penyusunan Naskah Kebijakan Slide 11 Analisis Kebijakan dan Penyusunan Naskah Kebijakan Slide 12 Analisis Kebijakan dan Penyusunan Naskah Kebijakan Slide 13 Analisis Kebijakan dan Penyusunan Naskah Kebijakan Slide 14 Analisis Kebijakan dan Penyusunan Naskah Kebijakan Slide 15 Analisis Kebijakan dan Penyusunan Naskah Kebijakan Slide 16 Analisis Kebijakan dan Penyusunan Naskah Kebijakan Slide 17 Analisis Kebijakan dan Penyusunan Naskah Kebijakan Slide 18 Analisis Kebijakan dan Penyusunan Naskah Kebijakan Slide 19 Analisis Kebijakan dan Penyusunan Naskah Kebijakan Slide 20 Analisis Kebijakan dan Penyusunan Naskah Kebijakan Slide 21 Analisis Kebijakan dan Penyusunan Naskah Kebijakan Slide 22 Analisis Kebijakan dan Penyusunan Naskah Kebijakan Slide 23 Analisis Kebijakan dan Penyusunan Naskah Kebijakan Slide 24 Analisis Kebijakan dan Penyusunan Naskah Kebijakan Slide 25 Analisis Kebijakan dan Penyusunan Naskah Kebijakan Slide 26 Analisis Kebijakan dan Penyusunan Naskah Kebijakan Slide 27 Analisis Kebijakan dan Penyusunan Naskah Kebijakan Slide 28 Analisis Kebijakan dan Penyusunan Naskah Kebijakan Slide 29 Analisis Kebijakan dan Penyusunan Naskah Kebijakan Slide 30 Analisis Kebijakan dan Penyusunan Naskah Kebijakan Slide 31 Analisis Kebijakan dan Penyusunan Naskah Kebijakan Slide 32
Próximos SlideShares
What to Upload to SlideShare
Avançar
Transfira para ler offline e ver em ecrã inteiro.

1 gostou

Compartilhar

Baixar para ler offline

Analisis Kebijakan dan Penyusunan Naskah Kebijakan

Baixar para ler offline

Disampaikan pada Webinar “Find the Best Analysis for Strategic Policy”
Diselenggarakan oleh Pusat Penanganan Isu Strategis Kementerian Perdagangan
Jakarta, 30 September 2021

Dr. Tri Widodo W. Utomo, SH.,MA
Deputi Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara LAN-RI

Analisis Kebijakan dan Penyusunan Naskah Kebijakan

  1. 1. Analisis Kebijakan dan Penyusunan Naskah Kebijakan Disampaikan pada Webinar  “Find  the  Best  Analysis  for  Strategic  Policy” Diselenggarakan oleh Pusat Penanganan Isu Strategis Kementerian Perdagangan Jakarta,  30  September  2021 Dr.  Tri  Widodo  W.  Utomo,  SH.,MA Deputi Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara  LAN-­‐RI
  2. 2. Konteks Makro: Kualitas Regulasi REGULATORY QUALITY Percentile  rank  countries  (ranges  from  0  (lowest)  to  100  (highest)  rank) Indonesia,  51.44 Singapore,  100.00 Brunei,  73.08 Malaysia,  73.56 Thailand,  60.58 Vietnam,  41.83 Philippines,  55.29 Myanmar,  21.63 0.00 10.00 20.00 30.00 40.00 50.00 60.00 70.00 80.00 90.00 100.00 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 Rank WGI: 1) Voice  and   Accountability: 2) Political  Stability  and   Absence  of  Violence; 3) Government   Effectiveness; 4) Regulatory  Quality; 5) Rule  of  Law; 6) Control  of  Corruption
  3. 3. Konteks Mikro: Pertumbuhan Eksponensial AK 1. Kementerian Agama 2. Kementerian ESDM 3. Kementerian  Kelautan  &  Perikanan 4. Kementerian Kesehatan 5. Kementerian Kominfo 6. Kementerian  LH  dan Kehutanan 7. Kementerian  Pariwisata  dan Ekraf 8. Kementerian Perdagangan 9. Kementerian  PAN  & RB 10.Kementerian Sosial 11.Kemenko  Kemaritiman  &Investasi 12.Kemenko Perekonomian 13.Kemenko Polhukam 14.Kemenko PMK 15.Kementerian Pertanian 16.Kemenkumham 17.Kemendikbudristek 18.Kementerian  Keuangan(BKF) 19.Kementerian Ketenagakerjaan 20.Kementerian Perindustrian 21.Kementerian PPPA 22.Kementerian Setneg 23.Kementerian  Koperasi  dan UKM 24.Kementerian PPN/Bappenas 25.Kementerian Desa PDTT 26.Kemenristek /  BRIN 27.Kementerian Perhubungan 28.Kementerian Dalam Negeri =  111orang =  360orang =   58orang =   64orang =  230orang =   22 orang =  296orang =   64 orang =  190orang =   46 orang =   9 orang =   33orang =   26orang =  152orang =   44 orang =   1 orang =  148orang =  110orang =   2 orang =  216orang =   29 orang =  126orang =  162orang =   15  orang =  272orang =  113  orang =  101  orang =  322  orang KEMENTERIAN (3.322) 3987 JUMLAH TOTAL 1. BPPT 2. Badan POM 3. Lembaga Ketahanan Nas. 4. LAN 5. LKPP 6. Komnas  HAM 7. ANRI 8. LAPAN 9. Sekjen  DPR RI 10.Sekjen  DPD RI 11.BKN 12.LIPI 13.BSSN 14.BKKBN 15.Ombudsman 16.LPSK 17.BPKP 18.TVRI 19.Basarnas 20.BNPB 21.Sekjen Wantannas 22.BP2MI 23.Mahkamah Agung 24.KPU 25.BPK =   4  orang =    16orang =   28orang =   66orang =   45orang =   21orang =   4 orang =   17orang =   4 orang =   13orang =   1 orang =   51orang =   27orang =   30orang =   3orang =   1orang =   5orang =   1orang =   40orang =   51orang =   32orang =   22orang =   1orang =   1orang =   36orang LEMBAGA (520) 1. Kep.  Bangka  Belitung 2. Kep.Riau 3. KalimantanBarat 4. KalimantanTengah 5. Jambi 6. Jawa Tengah 7. Sulawesi Utara 8. Banten 9. Aceh 10. SumateraBarat 11. Riau 12. Sulawesi Selatan 13. KalimantanUtara 14. Jawa Timur 15. Papua 16. Jawa Barat =   15  orang =        3orang =   3orang =   2orang =   2orang =   6orang =   1orang =   5orang =   1orang =   3orang =   1orang =   10orang =   2orang =   1orang =   16orang =   14orang PROVINSI (85) =  1orang =  2orang =  5orang =  1orang =  1orang =  1orang =  2orang =  1orang =  1orang =  7orang =  2orang =  1orang =  1orang =  2orang =  1orang =  1orang =  1orang =  1orang =  3orang =  1  orang 1. Bangka Barat 2. Bangka  Selatan 3. Belitung  Timur 4. Garut 5. Sukabumi 6. Banggai 7. Jembrana 8. Natuna 9. Kepahiang 10. Badung 11. Bogor 12. Klungkung 13. Kulon Progo 14. Tangerang 15. Bandung  Barat 16. Aceh  Tenggara 17. Sragen 18. Tulungagung 19. Pasangkayu 20. Kapuas Hulu KABUPATEN (36) =   1orang =   4orang =   1orang =   2orang =   4orang =   4orang =    2orang =    3orang =    1orang =    2orang 1. Salatiga 2. Yogyakarta 3. Blitar 4. Depok 5. Pekanbaru 6. Tangerang  Selatan 7. Pangkalpinang 8. Bandung 9. Denpasar 10.Padang KOTA (24) Sumber:  Pusat  Pembinaan  Analis  Kebijakan  LAN (per  10  Agustus 2021)
  4. 4. Tahapan / Proses Analisis Kebijakan DUNN ! Structuring,Policy, problems; ! Forecasting,Policy,Future;, ! Recommending,Policy, Action;, ! Monitoring,Policy, Outcomes; ! Evaluating,Policy, Performances. PATTON,&,SAVICKY ! Verify,,define,,and,detail the,problem;, ! Established,evaluation,criteria; ! Identify,alternative,policies; ! Evaluate,alternative,policies; ! Display,&,select,among, alternative,policies; ! Monitor,policy,outcomes. MUSTOPADIDJAJA FORMULASI ! Pengkajian Permasalahan; ! Penyusunan Model; ! Penentuan Tujuan; ! Pengembangan Alternatif; ! Penentuan Kriteria Penilaian; ! Penilaian Alternatif ! Rekomendasi Kebijakan. IMPLEMENTATION. PERFORMANCE,EVALUATION SAMANSAMA,FOKUS,PADA MASALAH,KEBIJAKAN,YANG,DIHADAPI JONES:,PERCEPTION/DEFINITION,,AGGREGATION,,ORGANIZATION,,REPRESENTATION,,AGENDA,SETTING,, FORMULATION,,LEGITIMATION,,,BUDGETING,,IMPLEMENTATION,,EVALUATION,,ADJUSTMENT/TERMINATION Sumber:  Prof.  Mustopadidjaja AR,  SE.,MPIA.,Ph.D
  5. 5. Formulasi* Kebijakan Agenda*Setting Implementasi* Kebijakan Evaluasi* Kebijakan PELAKSANAAN(KEBIJAKAN PERENCANAAN(KEBIJAKAN Kinerja Kebijakan Dilanjutkan (continuation) Dihentikan (termination) Tetap Revisi Formulasi Policy' Alternative Policy' Appraisal Policy' Recommen dation Policy'Output'&' Performance Policy'Options'/' Choices Policy'Action Ex#ante(– Analysis(FOR(Policy(*) Ex#post(– Analysis(OF(Policy(*) *)(Analysis(for(policy(&"analysis(of(policy(dalam prakteknya dilakukan secara simultan (bukan dikotomi) Tahapan / Proses Analisis Kebijakan
  6. 6. Logika Sederhana Formulasi Kebijakan Agenda   Setting Policy   Alternative Policy   Appraisal Policy   Recommen dation Proses  mengenali masalah &  menentukan fokus/prioritas Proses  mengevaluasi hasil dan kinerja kebijakan yang  berlaku Proses  mengembangkan pilihan kebijakan dan kelebihan/kekurangannya Proses  merumuskan aksi kebijakan secara lebih operasional Policy  Problems/   Issues Policy  Output  &   Performance Policy  Options Policy  Action Perlu Validasi Hulu-­‐Hilir
  7. 7. Policy Issues / Problems § Policy  research/analysis memiliki  sense  yang  berbeda   dibanding  penelitian  pada  umumnya  (skripsi,  thesis,   disertasi).  Policy  research  harus  kuat  di  Policy  Issues/   Problems.  Policy  issues/problems  sendiri  dapat  dirumuskan   dengan  baik  jika  sudah  ada  informasi  pendahuluan  terkait   dengan  issu/variabel  yang  akan dikaji. § Kegagalan  merumuskan  policy  problems  akan  menjadikan   hasil  analisis  dan  rekomendasi  dalam  paper/laporan   penelitian  tidak  dapat  mengatasi  masalah  (kesalahan  type   ke-­‐3). Menurut  ahli  matematika Richard  Hamming  (1915-­‐ 1998): "Lebih  baik  menyelesaikan  masalah  yang  benar   dengan  cara  yang  salah  daripada  memecahkan  masalah   yang  salah  dengan  cara  yang benar".
  8. 8. Policy Issues / Problems Rumusan Masalah adalah bagian terpenting dari sebuah penelitian kebijakan,  sehingga harus dirumuskan sejelas mungkin. “Jika masalahnya saja tidak jelas,  bagaimana mungkin dapat ditemukan solusinya?”
  9. 9. Alat Bantu Agenda Setting § § Masalah  kebijakan  yang  baik  tidak  hanya     menyasar  pada  masalah  di  permukaan     (event,  fenomena,  symptom),  namun     harus  mampu  mengenali  masalah  yang     lebih  dalam  (yang  mengakibatkan     munculnya  masalah permukaan). § § Dengan  mengenali  masalah  yang  lebih     dalam,  akan  dapat  dirumuskan  alternatif     kebijakan  yang  lebih  komprehensif  dan     mampu  mencegah  permasalahan  di     permukaan  muncul  secara berulang. § § Meskipun  demikian,  tetap  diperlukan     kombinasi  kebijakan  yang  tepat  untuk     mengatasi  masalah  jangka  pendek     (kuratif)  sekaligus  mencegah     permasalahan  dimasa  depan  (preventif-­‐-­‐     antisipatif). ISSU TINDAKAN Informasi  melalui  mass     media  merupakan  suatu     peristiwa  yg  terlihat    dip ermukaan. Reactive,  hanya  mengatasi     simptom saja. Bila  peristiwakejadian     berulangakan  timbul     polaperilaku. Responsif, bertindak dengan melihat pola tingkah lakutertentu. Pemikiran  mendalam  dg     mengkaitkan  antar  pola     perilaku. Generatif,  dengan     memahamiinteraksi     berbagaifaktor. Dari  tingkat  pemikiranyg     palingdalam  ditemukan     model  mental  individu/     organisasi Fundamental,dengan     mengatasi  masalahyg     berhubungandengan     mentalmodel.
  10. 10. Alat Bantu Agenda Setting META     MASALAH MASALAH     FORMAL MASALAH     SUBSTANTIF SITUASI     MASALAH Pengenalan     Masalah Pencarian     Masalah Spesifikasi     Masalah Pendefinisian     Masalah
  11. 11. Policy Appraisal / Evaluation EVALUASI   KEBIJAKAN Kinerja Kebijakan Dilanjutkan (continuation) Dihentikan (termination) Tetap Revisi Formulasi Setiap hasil evaluasi merupakan agenda  setting   untuk formulasi kebijakan baru Formulasi* Kebijakan Agenda*Setting Implementasi* Kebijakan EVALUASI( KEBIJAKAN PELAKSANAAN(KEBIJAKAN PERENCANAAN(KEBIJAKAN Sumber:  Pusaka LAN,  Indeks Kualitas Kebijakan § Penilaian thd hasil &  kinerja kebijakan,   dapat dilakukan untuk “analysis  for       policy”  dan “analysis  of  policy”. § Policy  appraisal  is  a  systematic  way  of   bringing  evidence  to  bear  on  alternative   policy  options,  weighing  up  costs,  benefits,   their  distribution  between  different  parties   and  over  time,  uncertainties  and  risks,  as  a   way  of  assisting  the  development  of  policy   (OECD,  2008). Sumber:  Prof.  Dr.  Eko Prasojo Analysis  FOR  Policy  *) Analysis  OF  Policy  *)
  12. 12. Policy Alternatives § § Policy  alternatives  apa  saja  (lebih     dari  1)  yang  prospektif  utk     mengatasi masalah? § § Apa  kelebihan  dan  kekurangan     masing-­‐-­‐masing  alternatif?  à à gunakan  kriteria  pembobotan (USG,     SFF,  CBA, dll) atau  argumen  kualitatif. § § Bagaimana  alternatif  tsb  dirumuskan   kedalam  rekomendasi  kebijakan     (policy recommendation) yang   actionable  &  operasional?
  13. 13. Rekomendasi Kebijakan (contoh) Setelah tahap alternatif kebijakan,  selanjutnya dirumuskan saran  kebijakan (policy  recommendation).  Rekomendasi bukan berisi saran  tindak lanjut dari kajian,  melainkan aksi kebijakan yang  harus diambil oleh policy  maker(s).   Rekomendasi harus bernilai operasional,  meskipun tidak terlalu rinci/kaku (untuk referensi,  lihat Lampiran Perpres No.  59/2017  tentang TPB/SGDs).  
  14. 14. Kriteria Rekomendasi Kebijakan yang Baik http://eddiecopeland.me/how-­‐to-­‐write-­‐recommendations-­‐that-­‐change-­‐ government-­‐policy/ oIntelligent:  cerdas,  komprehensif,   ada kebaruan dibanding kebijakan sebelumnya.   oMessaged  correctly:  bahasa yang   sederhana /  mudah dipahami;   kejelasan masalah yang  di-­‐address. oPolitically  feasible:  ada dukungan pimpinan untuk menindaklanjuti. oActionable:  praktis,  mudah &  jelas implementasinya. oCosted:  kejelasan kebutuhan risorsis. oTimely:  jelas kerangka waktu pelaksanaan yang  diharapkan. oSuccint:  ringkas dan padat.
  15. 15. 1. Policy  Paper 2. Policy  Brief 3. Artikel Kebijakan 4. Makalah 1. Naskah Akademik RUU,  RPP,  RPPres,  RPMen,  Raperda 2. Buku Referensi Kebijakan Nasional dan Internasional 3. Monograf Kebijakan 4. Laporan Hasil Pemantauan 5. Laporan Hasil Evaluasi 6. Telaahan Staf 7. Bahan Pidato/  Ceramah/Presentasi 8. Memo  Kebijakan 9. Modul Diklat 10. Model  Kebijakan 11. Alat Bantu 12. Alat Bantu  Gambar/  Suara Diklat 13. Buku Pedoman 14. Juklak /  Juknis 15. Surat penugasan 16. Laporan diseminasi kebijakan 17. Laporan advokasi kebijakan 18. Daftar  konsultasi dan  hasil konsultasi 19. Rancangan  Kebijakan Ketentuan  teknis  mengacu  pada   PerLAN  28/2017  tentang  Pedoman   Penyusunan  KTI  bagi  Analis   Kebijakan Ketentuan   teknis   mengacu  pada   Tata  Naskah   Dinas  Internal   Instansi  K/L/D Karya  Tulis  Ilmiah Karya  Tulis  Kedinasan Sesuai PermenPAN RB  No.  45  Tahun 2013  tentang JFAK  dan Angka Kreditnya Hasil Kerja Analis Kebijakan
  16. 16. DIMENSI PENELITIAN  KEBIJAKAN  (Policy   Research/Policy  Paper) RINGKASAN  KEBIJAKAN   (Policy  Brief) MEMO  KEBIJAKAN   (Policy  Memo) SASARAN Beragam Stakeholder termasuk spesialis kebijakan Pembuat Keputusan Pembuat Keputusan FOKUS Value-­‐driven: Rekomendasi umum dan analisis isu-­‐isu kebijakan Audience-­‐driven: Pesan kebijakan khusus untuk stakeholders Audience-­‐driven: Pesan kebijakan untuk stakeholder kunci KONTEKS  ISU Debat mengenai teori dan hasil penelitian kebijakan Digunakan untuk tujuan advokasi Digunakan untuk tujuan advokasi METODOLOGI Dapat membuat penelitian primer Jarang  membuat  penelitian   primer Jarang  membuat  penelitian   primer BAHASA Sangat akademis/teknis Harus lebih jelas dengan bahasa yang  efektif Harus lebih jelas dengan bahasa yang  efektif PANJANG +/-­‐ 60  halaman Antara  4-­‐7  halaman Maksimal 2  halaman Perbedaan 3 Naskah Kebijakan
  17. 17. Sistematika Policy Paper 1.    Executive  Summary 2.    Body: • Background   • Analysis   • Policy  option   • Recommendation   • Conclusion   • Appendix   1. Ringkasan Eksekutif 2. BAB  I  – Pendahuluan /  Latar Belakang Masalah 3. BAB  II  – Deskripsi Masalah (Pernyataan Masalah,   Review  Literatur) 4. BAB  IV  – Alternatif Kebijakan 5. BAB  V  – Rekomendasi Kebijakan 6. Referensi 7. Lampiran 1.   Ringkasan (Eksekutif) 2.   BAB  I  – Analisis Situasi 3.   BAB  II  – Rekomendasi Pertama 4.   BAB  III  – Rekomendasi Kedua 5.   BAB  IV  – Rekomendasi Ketiga 6.   BAB  V  – Matriks Antar-­‐Rekomendasi 7.   BAB  VI  – Rekomendasi Terpilih &   Strategi Implementasi 8.   BAB  VII  – Penutup 9.   Lampiran   10.  Data  dan  perhitungan 11.  Simulasi Kebijakan 12.  Kepustakaan Format  1   (Scotten,  2011) Format  2   (Dunn,  2009) Format  3   (LAN,  2015,  Modul Pelatihan AK)
  18. 18. Menulis Policy Brief o Focused:  Seluruh aspek dalam policy  brief  harus fokus pada pencapaian tujuan untuk memuaskan target   audience. o Professional,  not  Akademic:  Audience policy brief lebih   berkepentingan  terhadap  masalah  dan  solusi  yang  berbasis   pada  bukti,  dari  pada  terhadap  prosedur  ilmiah  yang   diterapkan  dalam  proses  pengumpulan  data. o Evidence-­‐based:  selain  argumen  yang  rasional,  policy brief juga  perlu  dukungan  bukti  terhadap  permasalahan  yang   dianalisis. o Limited:  karena faktor ruang yang  terbatas,  policy  brief   mesti difokuskan hanya pada satu masalah tertentu saja.   Succint:  policy  brief  tidak memerlukan banyak halaman,   cukup 4-­‐7  halaman yang  memuat sekitar 3000  kata. o Understandable:  Policy brief mesti  mudah  difahami,  baik   dari  segi  kejelasan  dan  kesederhanaan  bahasa,  maupun   dari  penjelasan  dan  alasan  yang  dikembangkan  di   dalamnya. o Promotional:  tampilan  dokumen  policy brief harus   mengesankan  dan  menarik  minat  target  audience untuk   membacanya  (handy,  eye-­‐catching).
  19. 19. Menulis Policy Brief ü Ringkas,  sederhana,  tampilan menarik,  banyak gambar sehingga tidak perlu berpikir,  handy,  dsb; ü Bisa segera dibuat tanpa menunggu hasil riset selesai sehingga bisa disampaikan pada saat yang   tepat; ü Dirancang secara spesifik memenuhi kebutuhan informasi dari policy  makers  tertentu.  Orientasi pada pengguna sangat kuat; ü Bisa menggambarkan logika kebijakan secara mudah (masalah kebijakan,  sebab munculnya masalah,  dan pilihan tindakan yang  tersedia). Sumber:  Prof.  Dr.  Agus  Dwiyanto,  MPA  (2015)
  20. 20. Menulis Judul Judul sebaiknya mampu MENARIK   perhatian: 1. Jelas dan Ringkas 2. Provokatif atau Solutif? Judul harus EFEKTIF: 1. Mencerminkan variabel yang  diteliti 2. Mencerminkan masalah dan rekomendasi
  21. 21. Judul: Provokatif atau Solutif? Issu Kebijakan:   Banjir “Mampukah Pemprov DKI  Menangani Banjir?” Issu Kebijakan:   Banjir “Kemacetan:  Akankah Kita  Wariskan Hingga Anak Cucu?” Issu Kebijakan:   Profesionalisme ASN “Menuju Pembinaan ASN  Modern  Berkelas Dunia” Issu Kebijakan:   Lingkungan “Kebakaran Hutan:   Salah  Siapa?”
  22. 22. Menulis Ringkasan Eksekutif Ringkasan Eksekutif/Abstrak merupakan gambaran ringkas,   seringkali temuan terpilih saja dari keseluruhan substansi makalah.  Umumnya ditulis tidak lebih dari 300  kata  tanpa kutipan dan catatan kaki.   Purpose  of  the  paper Definition  &  description   of  policy  problems Conclusion  &   recommendations Description  of  policy   alternatives  
  23. 23. Menulis Pendahuluan Pendahuluan berfungsi menyiapkan pembaca untuk mengerti setting,   konteks dan   permasalahan yang   hendak dibahas dalam Polbrief /   paper Methodology  and   limitation  of  the  study   Statement  of  intent   Definition  of  policy   problems/issue Context  of  policy   problems Road  map  of  the   paper 02 04
  24. 24. Menulis Kesimpulan KESIMPULAN Policy   implication   (jika ada) Sintesa dari temuan utama Kesimpulan bukan ringkasan dari isi paper,   melainkan sintesa dari temuan utama dalam kaitan pemecahan masalah yang  diidentifikasi di  awal.
  25. 25. Menulis Memo Kebijakan Policy  Memo  relatif  serupa  dengan  Policy  Brief,  namun  dikerjakan  dalam  waktu  yang  sangat  pendek  berisi   rekomendasi  singkat  untuk  landasan  pembuatan  keputusan  yang  bersifat  terbatas.  Misalnya untuk menetapkan kondisi darurat yang  harus segera diputuskan,  seorang pejabat publik meminta analis kebijakan menyiapkan memo  kebijakan yang  dipergunakan sebagai pembenaran dari kebijakan yang  diambil (misal penghentian sementara pembangunan fisik karena banyak terjadi musibah) Penyusunannya dengan memenuhi elemen pokok sebagai berikut: o Pendahuluan (maks 10  baris) o Isi  kebijakan yang  diangkat (maks 10  baris) o Alternatif kebijakan,  dengan pilihan tiga alternatif (dengan rasionalisasinya): a. status  quo b. perubahan kecil/moderat c. perubahan mendasar/fundamental   o Alternatif terpilih/disarankan dengan rasionalitasnya (maks 10  baris) o Rencana implementasi (maks 15  baris) o Penutup (maks 5  baris)
  26. 26. Ilustrasi Peran AK  (yang   jarang dilakukan Peneliti): “Translating  academic   report  into  policy  note” Issu kebijakan Framework  &     hasil analisis
  27. 27. Rekomendasi /   saran  kebijakan
  28. 28. Issu kebijakan Konteks /   Framework
  29. 29. Hasil kajian /   analisis
  30. 30. Rekomendasi /   saran  kebijakan
  31. 31. § Seorang AK  yang  baik dituntut memiliki 2  keterampilan secara berimbang:  menguasai proses  analisis kebijakan,  dan mampu menghasilkan karya tulis kebijakan. § Dengan proses  analisis yang  berkualitas dan hasil kerja yang   berkualitas pula,  maka akan dihasilkan kebijakan publik yang   berkualitas. § Kebijakan publik yang  berkualitas akan berkontribusi pada policy   efficacy  dalam mewujudkan tujuan organisasi /  negara. Penutup
  32. 32. TERIMA KASIH Semoga bermanfaat …
  • triwidodowutomo

    Sep. 29, 2021

Disampaikan pada Webinar “Find the Best Analysis for Strategic Policy” Diselenggarakan oleh Pusat Penanganan Isu Strategis Kementerian Perdagangan Jakarta, 30 September 2021 Dr. Tri Widodo W. Utomo, SH.,MA Deputi Kajian Kebijakan dan Inovasi Administrasi Negara LAN-RI

Vistos

Vistos totais

394

No Slideshare

0

De incorporações

0

Número de incorporações

2

Ações

Baixados

22

Compartilhados

0

Comentários

0

Curtir

1

×