O slideshow foi denunciado.
Utilizamos seu perfil e dados de atividades no LinkedIn para personalizar e exibir anúncios mais relevantes. Altere suas preferências de anúncios quando desejar.

Induksi matematika

13.314 visualizações

Publicada em

  • Entre para ver os comentários

Induksi matematika

  1. 1. Pertemuan ke 9
  2. 2. BAB IV INDUKSI MATEMATIKA  Induksi matematika adalah : MetodeInduksi matematika adalah : Metode pembuktian untuk pernyataan perihalpembuktian untuk pernyataan perihal bilangan bulat.bilangan bulat.  Induksi matematik merupakan teknikInduksi matematik merupakan teknik pembuktian yang baku di dalampembuktian yang baku di dalam matematika.matematika.
  3. 3. Materi Induksi Matematik 1.1. Pernyataan perihal bilangan bulat.Pernyataan perihal bilangan bulat. 2.2. Prinsip induksi sederhanaPrinsip induksi sederhana 3.3. Prinsip induksi yang dirampatkanPrinsip induksi yang dirampatkan 4.4. Prinsip induksi kuatPrinsip induksi kuat 5.5. Prinsip induksi secara umum.Prinsip induksi secara umum.
  4. 4. 1. Proposisi Perihal Bilangan Bulat.  Pernyataan perihal bilangan bulatPernyataan perihal bilangan bulat mengkaitkan suatu masalah yangmengkaitkan suatu masalah yang dihubungkan dengan bilangan bulat.dihubungkan dengan bilangan bulat.  Untuk memberikan ilustrasi mengenaiUntuk memberikan ilustrasi mengenai pernyataan yang dimaksud, diperlihatkanpernyataan yang dimaksud, diperlihatkan dengan memberikan contoh berikut :dengan memberikan contoh berikut :
  5. 5. Contoh 1 : Misalkan p(n) adalah pernyataan yang menyatakan :Misalkan p(n) adalah pernyataan yang menyatakan : ””JumlahJumlah bilanganbilangan bulatbulat positif daripositif dari 1 sampai n1 sampai n adalahadalah n (n+1) / 2n (n+1) / 2.”.” Buktikan bahwa p(n) benar!Buktikan bahwa p(n) benar! Jika dicoba dengan beberapa nilai n, memang timbulJika dicoba dengan beberapa nilai n, memang timbul dugaan bahwa p(n) benar, misalnya untukdugaan bahwa p(n) benar, misalnya untuk n = 5n = 5,, p(5) adalah : “Jumlah bilangan bulat positif darip(5) adalah : “Jumlah bilangan bulat positif dari 1 sampai 51 sampai 5 adalahadalah 5 (5+1)/25 (5+1)/2.. Terlihat bahwa :Terlihat bahwa : 1 + 2 + 3 + 4 + 51 + 2 + 3 + 4 + 5 = 15 == 15 = 5 (6) / 25 (6) / 2
  6. 6. Contoh 2 : Jika ingin menemukan rumusJika ingin menemukan rumus jumlahjumlah dari n buah bilangandari n buah bilangan ganjilganjil positif yang pertama. Misalnya untuk n = 1, 2, 3, 4, 5, perhatikanpositif yang pertama. Misalnya untuk n = 1, 2, 3, 4, 5, perhatikan jumlah n bilangan ganjil positif pertama ,jumlah n bilangan ganjil positif pertama , n = 1n = 1 →→ 1 =1 = 11 n = 2n = 2 →→ 1 + 3 =1 + 3 = 44 n = 3n = 3 →→ 1 + 3 + 5 =1 + 3 + 5 = 99 n = 4n = 4 →→ 1 + 3 + 5 + 7 =1 + 3 + 5 + 7 = 1616 n = 5n = 5 →→ 1 + 3 + 5 + 7 + 9 =1 + 3 + 5 + 7 + 9 = 2525 DariDari nilai-nilai penjumlahannilai-nilai penjumlahan, bahwa jumlah n buah bilangan ganjil, bahwa jumlah n buah bilangan ganjil yang pertama adalahyang pertama adalah nn22
  7. 7. Contoh-contoh proposisi perihal bilangan bulat yang lainnya : 1. Setiap bilangan bulat positif n (n ≥ 2) dapat dinyatakan sebagai perkalian dari (satu atau lebih) bilangan prima. 2. Untuk semua n ≥ 1, n3 + 2n adalah kelipatan 3. 3. Untk membayar biaya pos sebesar n sen dolar (n ≥ 8) selalu dapat digunakan hanya perangko 3 sen dan 5 sen dolar. 4. Di dalam sebuah pesta, setiap tamu berjabat tangan dengan tamu lainnya hanya sekali. Jika ada n orang tamu maka jumlah jabat tangan yang terjadi adalah n(n – 1)/2. 5. Banyaknya himpunan bagian yang dapat dibentuk dari sebuah himpunan yang beranggotakan n elemen adalah 2.
  8. 8. 2. Prinsip Induksi Sederhana  Misalkan p(n) adalah pernyataan perihal bilanganMisalkan p(n) adalah pernyataan perihal bilangan bulat positif dan kita ingin membuktikan bahwabulat positif dan kita ingin membuktikan bahwa p(n) benar untuk semua bilangan bulat positif n.p(n) benar untuk semua bilangan bulat positif n. Untuk membuktikan pernyataan ini, kita hanyaUntuk membuktikan pernyataan ini, kita hanya perlu menunjukan bahwa :perlu menunjukan bahwa : 1. p(1) benar, dan1. p(1) benar, dan 2. jika p(n) benar, maka p(n+1) juga benar2. jika p(n) benar, maka p(n+1) juga benar untuk semua bilangan bulat positif nuntuk semua bilangan bulat positif n ≥≥ 1.1.
  9. 9. Basis Induksi dan Langkah Induksi  LangkahLangkah 11 dinamakandinamakan Basis InduksiBasis Induksi, sedangkan, sedangkan langkahlangkah 22 dinamakandinamakan Langkah InduksiLangkah Induksi..  Langkah induksi berisi asumsi (andaian) yangLangkah induksi berisi asumsi (andaian) yang menyatakan bahwa p(n) benar.menyatakan bahwa p(n) benar.  Asumsi tersebut dinamakanAsumsi tersebut dinamakan hipotesis induksihipotesis induksi..  Bila kedua langkah tsb benar, maka sudahBila kedua langkah tsb benar, maka sudah dibuktikan bahwa p(n) benar untuk semuadibuktikan bahwa p(n) benar untuk semua bilangan bulat positif n.bilangan bulat positif n.
  10. 10.  Basis induksiBasis induksi digunakan untukdigunakan untuk memperlihatkan bahwa pernyataanmemperlihatkan bahwa pernyataan tersebuttersebut benar bilabenar bila n diganti dengan 1n diganti dengan 1,, yang merupakanyang merupakan bilangan bulat positifbilangan bulat positif terkecil.terkecil.  Langkah induksi harus memperlihatkanLangkah induksi harus memperlihatkan bahwabahwa p(n)p(n) →→ p(n+1)p(n+1) benar untukbenar untuk semua bilangan bulat positif.semua bilangan bulat positif.
  11. 11. Contoh 4.1 : Tunjukkan bahwa untuk n ≥≥ 1,1, 1+2+3+…+n = n(n+1)/21+2+3+…+n = n(n+1)/2 melalui induksi matematikamelalui induksi matematika (i) Basis induksi : p(1) benar, karena untuk n = 1 kita peroleh 1 = 1(1+1)/2 = 1(2)/2 1 = 1 (ii) Langkah induksi : kita harus memperlihatkan bahwa p(n+1) juga benar, 1+2+3+…+n+(n+1) = (n+1) [(n+1) +1] /2
  12. 12. 1+2+3+…+n+(n+1) = (n+1) [(n+1) +1] /2 1+2+3+…+n+(n+1) = (1+2+3+…+n) + (n+1) = [n(n+1)/2n(n+1)/2] + (n+1) = [(n(n22 +n)/2+n)/2] + (n+1) [(n(n22 +n)/2+n)/2] + [(2n+2)/2] (n2 + 3n + 2)/2 (n+1)(n+2)/2 (n+1) [(n+1)+1] /2 Karena langkah (i) dan (ii) telah dibuktikan benar, maka untuk semua bilangan bulat positif n, terbukti bahwa untuk semua n ≥≥ 1,1, 1+2+3+…+n = n(n+1)/21+2+3+…+n = n(n+1)/2 sama
  13. 13. Contoh 4.3 : Tunjukkan bahwa untuk n ≥≥ 1, bahwa1, bahwa nn33 + 2n+ 2n adalah kelipatanadalah kelipatan 33 melalui induksi matematikamelalui induksi matematika (i) Basis induksi : p(1) benar, karena untuk n = 1, 13 + 2(1) = 3 adalah kelipatan 3 (ii) Langkah induksi : kita harus memperlihatkan bahwa p(n+1) juga benar, (n+1)3 + 2(n+1) adalah kelipatan 3
  14. 14. Hal ini dapat kita tunjukkan sbb: (n+1)3 + 2(n+1) = (n3 + 3n2 + 3n + 1) + (2n + 2) = (n3 + 2n) + (3n2 + 3n + 3) = (n3 + 2n) + 3(n2 + n + 1) kelipatankelipatan 33
  15. 15. 3. Prinsip Induksi yang Dirampatkan.  Jika ingin membuktikan bahwa pernyataanJika ingin membuktikan bahwa pernyataan p(n) benar untuk semua bilangan bulatp(n) benar untuk semua bilangan bulat ≥≥ nn00 ,, prinsip induksi sederhana dapatprinsip induksi sederhana dapat dirampatkan untuk menunjukkannya,dirampatkan untuk menunjukkannya, dengan cara sebagai berikut :dengan cara sebagai berikut : 1. p (n1. p (n00) benar, dan) benar, dan 2. jika p(n) benar maka p(n+1) juga benar2. jika p(n) benar maka p(n+1) juga benar untuk semua bilangan bulat nuntuk semua bilangan bulat n ≥≥ nn00
  16. 16. Contoh 4.5 : Untuk semua bilangan bulat tidak negatif n, buktikan dengan induksi matematika bahwa 20 +21 +22 +…+2n = 2n+1 -1 Misalkan p(n) adalah proposisi bahwa untuk semua bilangan bulat tidak negatif n, 20 +21 +22 +…+2n = 2n+1 -1 (i) Basis induksi : p(0) benar, karena untuk n = 0 (bilangan bulat tidak negatif pertama), kita peroleh : 20 = 1 = 20+1 – 1 = 21 – 1 =2 – 1 = 1
  17. 17. (ii) Langkah induksi : misalkan p(n) benar, yaitu proposisi 122222 1210 −=+⋅⋅⋅+++ +nn Diasumsikan benar (hipotesis induksi). Kita harus menunjukkan bahwa p(n+1) juga benar, yaitu ( ) 1222222 111210 −=++⋅⋅⋅+++ +++ nnn Hal ini kita tunjukkan sbb : ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) 12 12 122 122 212 2222222222 11 2 1 11 11 12101210 −= −= −⋅= −+= +−= ++⋅⋅⋅+++=++⋅⋅⋅+++ ++ + + ++ ++ ++ n n n nn nn nnnn sama
  18. 18. 4. Prinsip Induksi Kuat  Versi induksi yang lebih kuat diperlukan untukVersi induksi yang lebih kuat diperlukan untuk membuktikan pernyataan mengenai bilangan bulat.membuktikan pernyataan mengenai bilangan bulat. Versi induksi yang lebih kuat adalah sebagai berikut :Versi induksi yang lebih kuat adalah sebagai berikut :  1. p (n1. p (n00) benar, dan) benar, dan  2. Untuk semua bilangan bulat n2. Untuk semua bilangan bulat n ≥≥ nn00,, jika p(njika p(n00), p(n), p(n00+1),….p(n) benar maka p(n+1)+1),….p(n) benar maka p(n+1) juga benar.juga benar.
  19. 19.  Versi induksi yang lebih kuat, mirip denganVersi induksi yang lebih kuat, mirip dengan induksi sederhana, kecuali bahwa pada langkah 2induksi sederhana, kecuali bahwa pada langkah 2 kita mengambil hipotesis induksi yang lebih kuatkita mengambil hipotesis induksi yang lebih kuat bahwa semua pernyataan p(1), p(2), …., p(n)bahwa semua pernyataan p(1), p(2), …., p(n) adalah benar daripada hipotesis yang menyatakanadalah benar daripada hipotesis yang menyatakan bahwa p(n) benar pada induksi sederhanabahwa p(n) benar pada induksi sederhana  Prinsip induksi kuat memungkinkan kita mencapaiPrinsip induksi kuat memungkinkan kita mencapai kesimpulan yang sama meskipun pemberlakukankesimpulan yang sama meskipun pemberlakukan andaian yang lebih banyak.andaian yang lebih banyak.
  20. 20. Contoh 4.12 : Teka-teki susun potongan gambar (jigsaw puzzle) Penyelesaian : n potongan selalu diperlukan n-1 langkah untuk memecahkan teka-teki itu. n+1 potongan diperlukan n langkah bagilah n+1 potongan menjadi dua buah blok n+1 = n1 + n2 untuk menyatukan blok 1 (n1) diperlukan n1 – 1 langkah blok 2 (n2)  n2 – 1 langkah (n1-1) + (n2-1) + 1 langkah terakhir = (n1+n2) – 2 + 1 = (n + 1) – 1 = n
  21. 21. Langkah 1 Langkah 2 Langkah 3
  22. 22. n1 1 langkah terakhir n2
  23. 23. 5. Bentuk Induksi Secara Umum  Bentuk induksi secara umum dibuat supayaBentuk induksi secara umum dibuat supaya dapat diterapkan tidak hanya untuk pembuktiandapat diterapkan tidak hanya untuk pembuktian yang menyangkut himpunan bilangan bulatyang menyangkut himpunan bilangan bulat positif, tetapi juga pembuktian yangpositif, tetapi juga pembuktian yang menyangkut himpunan objek yang lebih umum.menyangkut himpunan objek yang lebih umum.  Syaratnya himpunan objek itu harus memilikiSyaratnya himpunan objek itu harus memiliki keterurutan dan mempunyai elemen terkecil.keterurutan dan mempunyai elemen terkecil.
  24. 24. Definisi : Relasi biner “Relasi biner “ << “ pada himpunan X dikatakan terurut“ pada himpunan X dikatakan terurut dengan baik bila memiliki properti berikut :dengan baik bila memiliki properti berikut :  Diberikan x, y, zDiberikan x, y, z ∈∈ X, jika x < y dan y < z, maka x < z.X, jika x < y dan y < z, maka x < z.  Diberikan x, yDiberikan x, y ∈∈ X, salah satu dari kemungkinan iniX, salah satu dari kemungkinan ini benar: x < y dan y < x, atau x = ybenar: x < y dan y < x, atau x = y  Jika A adalah himpunan bagian tidak kosong dari X,Jika A adalah himpunan bagian tidak kosong dari X, terdapat elemen xterdapat elemen x ∈∈ A sedemikian sehinggaA sedemikian sehingga xx ≤≤ y untuk semua yy untuk semua y ∈∈ A .A . Dengan kata lain, setiap himpunan bagian tidak kosongDengan kata lain, setiap himpunan bagian tidak kosong dari X mengandung elemen terkecil.dari X mengandung elemen terkecil.
  25. 25. Contoh 4.15 : Buktikan dengan induksi matematik bahwa n5 – n habis dibagi 5 untuk n bilangan bulat positif. Andikan bahwa p(n) adalah proposisi bahwa n5 – n habis dibagi 5 untuk n bilangan bulat positif. (i) Basis induksi : p(1) benar, karena 15 – 1 = 0 habis dibagi 5. (ii) Langkah induksi : (n+1)5 – (n+1) = n5 +5n4 +10n3 +10n2 +5n+1 – n-1 = n5 -n+5n4 +10n3 +10n2 +5n = (n5 -n)+5(n4 +2n3 +5n2 +n)

×