Perubahan struktur ekonomi

102 visualizações

Publicada em

5 Perubahan struktur ekonomi

Publicada em: Educação
  • Seja o primeiro a comentar

Perubahan struktur ekonomi

  1. 1. PERUBAHA N STRUKTUR EKONOMI SUHEMAH : 11140786
  2. 2. Struktur perekonomian adalah komposisi peranan masing- masing sektor dalam perekonomian baik menurut lapangan usaha maupun pembagian sektoral ke dalam sektor primer, sekunder dan tersier. Ada kecenderungan (dapat dilihat sebagai suatu hipotesis) bahwa semakin tinggi laju pertumbuhan ekonomi yang membuat semakin tinggi pendapatan masyarakat per kapita, semakin cepat perubahan struktur ekonomi, dengan asumsi faktor-faktor penentu lain mendukung proses, seperti manusia (tenaga kerja), bahan baku, dan teknologi tersedia.
  3. 3. 1. Ada beberapa teori dan bukti empiris dalam perubahan struktur ekonomi, yakni : – Arthur lewis (teori migrasi) Teori Arthur Lewis pada dasarnya membahas proses pembangunan eokonomi yang terjadi di pedesaan dan perkotaan. Dalam teorinya, Lewis mengasumsikan bahwa perekonomian suatu negara pada dasarnya terbagi menjadi dua, yaitu perekonomian tradisional di pedesaan yang didominasi oleh sektor pertanian dan perekonomian modern di perkotaan dengan industri sebagai sektor utama.
  4. 4. – Hollis chenery (teori transformasi struktural) Teori Chenery, dikenal dengan teori pattern of development, memfokuskan peda perubahan struktur dalam tahapan proses perubahan ekonomi di NSB, yang mengalami transformasi dari pertanian tradisional (subsistens) ke sektor industri sebagai mesin utama penggerak pertumbuhan ekonomi.
  5. 5. Struktur perekonomian suatu Negara bergeser dari yang semula yang di dominasi oleh sector pertanian/pertambangan menuju ke sector nonprime khususnya industri. Berdasarkan hasil study dari Chenery dan Syrquin, perubahan pangsa tersebut dalam periode jangka panjang menunjukkan suatu pola. Kontribusi output dari pertanian terhadap pembentukkan PDB mengecil, sedangkan pangsa PDB dari manufaktur dan jasa mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan PDB/Pendapatan Nasional perkapita.
  6. 6. Di dalam kelompok negara-negara sedang berkembang (NSB), banyak negara yang juga mengalami transisi ekonomi yang pesat dalam tiga dekade terakhir ini, walaupun pola dan prosesnya berbeda antar negara. Variasi ini disebabkan oleh perbedaan antar negara dalam jumlah faktor internal seperti berikut :
  7. 7. a.Kondisi dan struktur awal ekonomi dalam negeri (basis ekonomi) Suatu negara yang awal pembangunan ekonomi/industrialisasinya sudah memiliki industri-industri dasar, seperti mesin,besi dan baja yang relatif kuat akan mengalami proses industrialisasi yang lebih cepat dibandingkan negara yang hanya memiliki industri-industri ringan, seperti tekstil, pakaian jadi, alas kaki, makanan, dan mimuman.
  8. 8. b. Besarnya pasar dalam negeri Besarnya pasar domestik ditentukan oleh kombinasi antara jumlah populasi dan tingkat pendapatan riil per kapita. c. Pola distribusi pendapatan Walaupun tingkat pendapatan rata-rata perkapita naik pesat, tetapi jika distribusinya sangat pincang, kenaikan pendapatan tersebut tidak terlalu berarti bagi pertumbuhan industri-industri selain industri-industri yang membuat barang-barang sederhana makanan dan minuman. Sepatu dan pakaian jadi (tekstil).
  9. 9. d.Karakteristik dari industrialisasi Cara pelaksanaan atau strategi pengembangan industri yang diterapkan, jenis industri yang diunggulkan, pola pembangunan industri, dan insentif yang diberikan. e. Keberadaan SDA Ada kecenderungan bahwa SDA mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah atau terlambat melakukan industrialisasi atau tidak berhasil melakukan diversifikasi ekonomi (perubahan struktur) daripada negara yang miskin SDA.
  10. 10. f. Kebijakan perdagangan luar negeri Fakta menunjukan bahwa di negara yang menerapkan kebijakan ekonomi tertutup (inward looking), pola dan hasil industrialisasinya berbeda dibandingkan di negara- negara yang menerapkan kebijakan ekonomi terbuka (outward looking).
  11. 11. 2. Kasus Indonesia Kalau dilihat sejak awal era pemerintahan orde baru hingga sekarang, dapat dikatakan bahwa proses perubahan struktur ekonomi Indonesia cukup pesat. Namun demikian, penurunan rasio output pertanian terhadap PDB tersebut tidak berarti bahwa volume produksi di sektor tersebut berkurang selama periode tersebut (pertumbuhan rata-rata per tahun negatif). Penurunan tersebut disebabkan oleh laju pertumbuhan output (rata-rata per tahun total) di sektor tersebut relatif lebih rendah dibandingkan laju pertumbuhan output dari sektor industri.
  12. 12. Terimakasih

×