O slideshow foi denunciado.
Utilizamos seu perfil e dados de atividades no LinkedIn para personalizar e exibir anúncios mais relevantes. Altere suas preferências de anúncios quando desejar.

Imunisasi dalam agama islam

TUGAS

  • Entre para ver os comentários

  • Seja a primeira pessoa a gostar disto

Imunisasi dalam agama islam

  1. 1. IMUNISASI DALAM AGAMA ISLAM KEAGAMAAN Kelompok I EKAWULANDARI  MERAINTANTIWI  NURASIAH  SYIFAHANDAYANI  ULFAISMAIDAH  WAHYU ARRUWYRIzKA
  2. 2. Pengantar  Selamat sore bapak-bapak ibu-ibu, apa kabarnya hari ini?  Kami disini sebagai tenaga medis ingin mengucapkan terimakasih atas kehadiran bapak dan ibu di balai desa ini dalam rangka silaturahmi dan penyuluhan kesehatan di desa Maju Mundur dan terimakasih juga atas sambutan hangat dari masyarakat dari mulai kedatangan kami di desa ini, kami di ijinkan untuk melakukan observasi dan di ijinkan untuk menginap di rumah pak lurah selama kami melakukan observasi.  Hari pertama kami ingin mengenal masyarakat desa ini dengan cara berkeliling kampung dan bertamu ke setiap rumah warga agar lebih akrab dengan warga sambil bertanya tentang jumlah ibu hamil dan bayi baru lahir, alhamduliah warga di desa ini sangat ramah kepada kami.
  3. 3. Next  Hari kedua dan ketiga kami melakukan pendataan ibu hamil, balita, bayi dan anak-anak ke setiap rumah warga dan juga melihat keadaan puskesmas yang ada di desa ini. Setelah kami melakukan observasi ke puskesmas ternyata puskesmas di desa ini masih sepi pasien dan juga masalah kebersihannya kurang, kami juga menanyakan kepada petugas puskesmas tersebut apakah di desa ini pernah mengadakan imunisasi? Dan ternyata menurut penuturan beliau bahwa di desa ini pernah mengadakan imunisasi tapi masyarakat enggan datang unuk memeberikan bayinya imunisasi karena adat mereka dan kepercyaan mereka tentang imunisasi itu Haram hukumnya.  Hari ke empat kami melakukan gotong royong dengan warga setempat melakukan perbaikan jembatan dan aliran sungai yang tersumbat oleh sampah yang menumpuk dan membudayakan hidup bersih di desa ini dengan menyediakan bak sampah di setiap sudut rumah warga agar mereka membuang sampah tidak lagi ke sungai dan alhamdulilah warga akhirnya mengerti dan melakukan saran kami untuk tidak membuang sampah ke sungai.. Selesai gotong royong dengan warga kami pun pulang dan mencatat semua hasil observasi kami dari hari pertama sampai hari ke empat ini untuk di lakukannya penyuluhan di hari kelima besok.
  4. 4.  Sebelum melakukan penyuluhan kepada warga kami akan memberitahukan data kesejahteraan sosial warga di desa ini  Berikut ini beberapa data yang kami peroleh di antaranya Pekerjaan Banyaknya (%) IRT 45% Buruh 40% Pengangguran 15% Sedangkan yang kami lihat tentang agama masyarakat di desa ini mayoritas masyarakat beragama islam dan tentang hal kerjasama seperti gotong royong alhamdulilah cukup baik, selama kami disini sangat terlihat bahwa masyarakat hidup rukun dan saling menghargai. Bapak dan ibu kami juga telah mendata kesejahteraan kesehatan masyarakat desa maju mundur ini, berdasarkan pendataan yang telah kami lakukan di desa ini terdapat sekitar 348 kepala keluarga.
  5. 5. Tidak terasa ya bu pak hampir satu minggu kami disini untuk melakukan tugas kami sehingga kami dapat menyelesaikan penelitian. Ibu bapak setelah kami melakukan observasi di desa ini banyak pandangan kebudayaan yang menurut ilmu kesehatan itu sedikit demi sedikit harus di rubah tetapi maksud kami tidak untuk menghilangkan kebudayaan yang telah lama ada di desa ini, contohnya saja pandangan agama tentang imunisasi itu haram karena bahannya terbuat dari babi dan organ tubuh binatang lainnya, isu itu telah beredar luas tanpa mengetahui kebenarannya. Next........
  6. 6. Next...........  Ibu dan bapak sekalian perlu kami tekankan bahwa isu tersebut tidaklah benar karena sebenarnya imunisasi itu bahannya terbuat dari virus baik yang telah di lemahkan dan mengandung bahan tambahan seperti Formaldehid dan Thyrmerosal yang kegunaan keduanya sebagai pembasmi kuman dan mencegah kuman virus dan bakteri masuk ke dalam tubuh kita.  Perlu ibu dan bapak ketahui bahwa babi adalah hanya sebagi media bahan percobaan dari keberhasilan pembuatan vaksin karena struktur tubuh babi mirip dengan manusia. Oleh karena itu ibu bapak bahwa bahan dari pembuatan Vaksin itu aman dan Halal bagi bayi ibu dan bapak.
  7. 7.  Data yang kami peroleh sebagai berikut No Data jumlah 1 Ibu hamil 35 orang 2 balita 65 orang 3 Bayi 32 orang 4 Anak-anak 82 orang Data di atas kami peroleh dari informasi melalui rumah ke rumah dan kepala desa Maju Mundur ini. Ibu bapak selama kami disini kami mempertanyakan tentang kesehatan Balita dan anak-anak yang ada di desa ini dan kami memperoleh informasi bahwa di desa ini tidak pernah melakukan Imunisasi untuk balita dan anak-anak yang masih membutuhkan kekebalan tubuhnya agar terhindar dari berbagai macam virus dan penyakit yang bisa kapan saja menyerang mereka di karernakan faktor agama dan adat istiadat yang telah lama ada di desa ini karena menurut informasi bahwa bahan dari imunisasi itu terbuat dari bahan yang tidak di halalkan oleh agama islam. Baiklah ibu bapak mari kita lihat apa saja perbedaan tentang imunisasi menurut pandangan Agama dan Kesehatan. Pendataan kesejahteraan kesehatan warga desa Maju Mundur
  8. 8. Imunisasi menurut pandangan Agama Islam Imunisasi menurut pandangan Kesehatan •Imunisasi Polio dilarang karena terbuat dari babi, campuran dari ginjal kera, sel kanker manusia dan cairan tubuh manusia tertentu seperti serum dari sapi, nanah, babi, dan jaringan otak kelinci. •MMR di larang karena dapat memicu Autisme dan cacat otak •Hepatitis B membahayakan anak bahkan bisa menyebabkan Bayi baru lahir langsung meninggal karena telah banyak membawa virus. •Imunisasi polio terbuat dari virus baik yang telah di lemahkan dengan menggunakan bahan tambahan seperti formaldehid dan thymerosal. Dimana kegunaan formaldehid adalah untuk pembasmi bakteri dan kegunaan thymerosal untuk pencegahan penyakit yang berbahaya. •Jika tidak di vaksinasi MMR akan memicu berkembangnya kasus Autisme. •Vaksinasi hepatitis B sangat di anjurkan karerna dapat mencegah penularan virus Toksoplasma, Rubela yang bisa menyebabkan kematian Bayi baru lahir. Perbedaan Imunisasi menurut pandangan agama islam dan pandangan ilmu kesehatan
  9. 9. Definisi Imunisasi - Vaksin  Imunisasi-Vaksin adalah sistem kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit , prosedur pengebalan tubuh terhadap penyakit melalui teknik vaksinasi .  Kata Vaksin itu sendiri berarti senyawa antigen yang berfungsi untuk meningkatkan imunitas atau sistem kekebalan tubuh terhadap virus.  Vaksin terbuat dari virus yang telah di lemahkan dengan menggunakan bahan tambahan seperti formaldehid dan thymerosal.
  10. 10. Next......  Ibu dan bapak sekalian perlu kami tekankan bahwa isu tersebut tidaklah benar karena sebenarnya imunisasi itu bahannya terbuat dari virus baik yang telah di lemahkan dan mengandung bahan tambahan seperti Formaldehid dan Thyrmerosal yang kegunaan keduanya sebagai pembasmi kuman dan mencegah kuman virus dan bakteri masuk ke dalam tubuh kita.  Perlu ibu dan bapak ketahui bahwa babi adalah hanya sebagi media bahan percobaan dari keberhasilan pembuatan vaksin karena struktur tubuh babi mirip dengan manusia. Oleh karena itu ibu bapak bahwa bahan dari pembuatan Vaksin itu aman dan Halal bagi bayi ibu dan bapak.
  11. 11. Jenis jenis imunisasi  Hepatitis (untuk mengusahakan kekebalan hati terhindar dari penyakit )  Polio (untuk mengusahakan atropi otot sehingga kebal dari penyakit dan jika kebal manfaat nya antara lain bentuk kaki lurus atau normal, tidak seperti huruf O atau huruf X dan kelumpuhan)  Rubella (supaya kebal dari serangan campak)  BCG (Bacillus calmitte guerine) untuk mencegah serangan TBC.  DPT (Dipteri Portucis Tetanus) mencegah timbulnya penyakit Gomen atau Sariawan serta tetanus  MMR (Measless Mumps Rubella) Di Indonesia, praktik vaksinasi terhadap Balita antara lain Hepatitis B, BCG, Polio, MMR dan DPT.
  12. 12. Efek imunisasi Efek pemberian imunisasi terhadap Balita berdasarkan laporan- laporan resmi secara garis besar ada dua macam Berbahaya kongres Amerika Serikat berkesimpulan imunisasi menyebabkan luka dan kematian. Dr. William Hay berkomentar tidak masuk akal memikirkan bahwa anda menyuntikan nanah kedalam tubuh dengan proses tertentu akan meningkatkan kesehatan . WHO yaitu organisasi kesehatan dunia menemukan bahwa anak yang di vaksinasi campak memiliki berpeluang 15 kali lebih besar untuk di serang campak. Banyak penelitian medis mencatat kegagalan vaksinasi .
  13. 13. Bermanfaat Disimpulkan bahwa imunisasi merupakan sebab utama penurunan jumlah penyakit. Umum nya di indonesia seperti kita alami, dulu ketika masih kecil yang bekas bekasnya masih jelas hingga sekarang, benar adanya menjadikan ada imunitas dalam tubuh kita. Jadi secara real imunisasi ada manfaat nya bagi kesehatan. Disebutkan pula bahwa secara umum vaksinasi cukup aman karena keuntungan perlindungan jauh lebih besar dari pada efek samping
  14. 14. Pandangan islam tentang imunisasi Pro versus Kontra : Haram versus Halal tantang Imunisasi Pendapat yang mengharamkan Para ulama, pemikir mujtahid ada yang menghukumi haram terhadap tindakan imunisasi. Argumen yang dilanjutkan antara lain memasukkan barang najis dan racun kedalam tubuh manusia itu merupakan khaifatullah (mahluk yang paling mulia) dan memiliki kemampuan alami melawan semua mikroba, virus serta bakteri asing dan berbahaya. Berbeda dengan orang kafir yang berpendirian manusia sebagai mahluk lemah sehingga perlu imunisasi untuk meningkatkan imunitas pada manusia.
  15. 15. Next .....  Ibu bapak kami juga pernah mendengar bahwa ada beberapa ibu ibu dan bapak bapak yang mempercayai bahwa untuk meningkatkan kekebalan tubuh balita adalah cukup dengan cara memasukan kurma yang telah di kunyah ke dalam rongga mulut si balita.  Perlu di ingat jika seseorang melakukan teknik tersebut terhadap balita terutama itu dapat merugikan kesehatan si balita di karenakan banyak sekali mengandug virus pada air liur si pengunyah kurma.
  16. 16. Pendapat yang menghalalkan Sementara sebagian dari ulama yang menghalalkan Vaksin ini, antara lain :  Mencegah lebih baik dari pada mengobati Agama islam menganjurkan kita untuk mencegah datangnya penyakit atau menghindari penyakit, bila memang sudah terlanjur terbukti dan mewabah di suatu tempat. Maka dari itu kita perlu mencegah datangnya penyakit dengan di beri vaksin sejak masih kecil.  Kelompok kedua mengatakan bahwa vaksinasi-imunisasi halal. Karena vaksinasi-imunisasi sangat di butuhkan sebagaimana penelitian-penelitian di bidang ilmu kedokteran, belum di temukannya bahan lain yang mubbah, termasuk kedalam keadaan darurat, sesuai dengan prinsip kemudahan syariat disaat ada kesempitan atau kesulitan.

×