1. BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA
Assalamualaikum wr. wb.
Yang terhormat Bapak Kepala Sekolah, Bapak/Ibu guru serta teman-teman yang saya
sayangi. Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang
telah melimpahkan rahmatnya kepada kita sehingga bisa berkumpul di tempat ini. Tak
lupa kita panjatkan doa untuk kedua orang tua kita serta bapak ibu guru yang telah mendidik,
membina, dan membekali kita dengan ilmu yang banyak, sehingga kita bisa berusaha untuk
menjadi orang-orang beriman, bertaqwa, berilmu, dan berakhlak mulia. Mudah-mudahan
kasih sayang dan ilmu yang mereka berikan bermanfaat bagi kita semua.
Teman-teman yang berbahagia, setiap manusia sudah pasti memiliki
orang tua. Tidak satupun manusia yang lahir tanpa orang tua. Kita pun menyadari bahwa
orang tua kita telah bersusah payah, siang dan malam banting tulang, memeras pikiran, sekuat
tenaga memperjuangkan agar anaknya bisa hidup seperti layaknya anak-anak yang lain,
bahkan selalu berusaha agar lebih baik dari anak-anak yang lain. Pada saat yang berbahagia
ini, izinkan saya untuk menyampaikan betapa pentingnya berbakti kepada orang tua.
Berbakti kepada kedua orang tua merupakan salah satu amal shaleh yang mulia
bahkan disebutkan berkali-kali dalam Al Quran tentang keutamaan berbakti pada orang tua.
Allah berfirman: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan
sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua” (An Nisa: 36). Di dalam ayat ini
perintah berbakti kepada dua orang tua disandingkan dengan amal yang paling utama yaitu
tauhid, maka ini menunjukkan bahwa amal ini pun sangat utama di sisi Allah SWT. Begitu
besarnya martabat mereka dipandang dari kacamata syari‟at.
Teman-teman yang berbahagia, Rosulullah menghubungkan kedurhakaan kepada
kedua orang tua dengan berbuat syirik kepada Allah. Dalam hadits Abi Bakrah, beliau
bersabda: “Maukah kalian aku beritahukan dosa yang paling besar?” para sahabat
menjawab, “Tentu.” Nabi bersabda, “(Yaitu) berbuat syirik, durhaka kepada kedua orang
tua” (HR. Al Bukhori).
Membuat menangis (karena bersedih) orang tua juga terhitung sebagai perbuatan
durhaka, tangisan mereka berarti terkoyaknya hati, oleh polah tingkah sang anak. Ibnu „Umar
menegaskan: “Tangisan kedua orang tua termasuk kedurhakaan yang besar” (HR. Bukhari).
Allah pun menegaskan dalam surat Al Isro‟ bahwa perkataan “uh” atau “ah” terhadap orang
tua saja dilarang apalagi yang lebih dari itu. Dalam ayat itu pula dijelaskan perintah untuk
berbuat baik pada orang tua. Sekarang kita ketahui bersama apa arti penting dan keutamaan
berbakti pada orang tua. Kita ingat kembali, betapa sering kita membuat marah dan
menangisnya orang tua? Betapa sering kita tidak melaksanakan perintahnya? Memang tidak
ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah, akan tetapi bagaimana sikap
kita dalam menolak itupun harus dengan cara yang baik tidak serampangan. Bersegeralah kita
meminta maaf pada keduanya, perlu kita ingat bahwa ridhanya Allah adalah ridhanya orang
tua, murkanya Allah adalah murkanya orang tua, sakitnya Allah adalah sakitnya orang tua.
Poin penting di atas perlu kita renungkan dan hayati bersama dalam menyingkap
rahasia di balik keberhasilan seseorang. Banyak orang yang menyepelekan akan hal ini, tapi
banyak pula yang menjadikan orang tua sebagai suatu faktor penting dalam hidupnya, dan
merekalah orang-orang yang selamat yang akan menemui kebahagiaan hakiki. Mereka adalah
orang-orang yang akan mendapatkan nikmat dan karunia-Nya dikarenakan mereka telah
berbakti dan memperlakukan orang tua dengan sebaik-baiknya. Seseorang yang beriman dan
bertakwa tetapi tidak menghormati dan berbakti pada orang tua, maka sesungguhnya mereka
2. tidaklah sempurna keimanannya. Ketika seorang anak yang mulai tumbuh dewasa memiliki
cita-cita dan keinginan terhadap sesuatu, maka hendaknya mereka mendatangi orang tua
terlebih dahulu, jika orang tua ridha maka Allah pun ridha. Sungguh tiada berguna bila
mereka taat beribadah tetapi durhaka pada orang tua. Begitu mulianya kedudukan orang tua
pada pandangan Allah, sehingga Allah selalu mengingatkan kita agar senantiasa berbakti
kepada orang tua.
Bagaimana cara kita berbakti pada kedua orang tua kita? Banyak yang bisa kita
lakukan, antara lain:
1. Memberi kasih sayang. Kasih sayang adalah sebagai membalas kasih sayang yang selama
ini telah dicurahkan ibu bapak. Kasih sayang ibu dan bapak tidak pernah padam terhadap
anaknya. Jadi seharusnya kasih sayang itu dibalas dengan sebaik-baiknya.
2. Berbicara dengan lemah lembut. Satu cara menjaga perasaan ibu bapak ialah berbicara
lemah lembut dengan mereka. Suara hendaklah direndahkan dan jangan membantah
permintaan mereka.
3. Meluangkan waktu bersama-sama untuk berbicara dan saling tukar pendapat (curhat)
dengan ibu bapak.
4. Memenuhi permintaan. Ibu bapak seringkali memerlukan bantuan anak untuk
melaksanakan sesuatu keperluan. Memenuhi permintaan ibu bapak perlu diutamakan
dibanding melakukan tugas lain.
5. Melakukan apa yang disukai. Ibu bapak sudah tentu mengharapkan anaknya melakukan
sesuatu yang baik pada pandangan mereka. Melakukan suatu hal yang tidak sukai ibu
bapak adalah perbuatan durhaka.
6. Menghadiahkan prestasi. Ibu bapak senantiasa mengharapkan kesuksesan pada anak
mereka. Anak hendaklah berusaha bersungguh-sungguh untuk mencapai prestasi/sukses
agar menjadikan kegembiraan ibu bapak.
7. Mendoakan kepada ibu bapak. Seperti yang tertuang dalam surat QS. Al Israa‟: 23-24:
“dan ucapkanlah kepada ibu-bapakmu perkataan yang mulia dan rendahkanlah dirimu
terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan do’akanlah: ’wahai Robb-ku,
kasihanilah keduanya seperti keduanya telah mendidik aku di waktu aku kecil’.”
Semoga kita termasuk anak yang berbakti pada orang tua, semoga kita bisa
memperlakukan mereka dengan sebaik-baiknya, semoga kita semua menjadi hamba-hamba
pilihan-Nya dan semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung, Amin.
Sekian yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat bagi kita semua. Apabila ada
salah kata saya mohon maaf.