O slideshow foi denunciado.
Utilizamos seu perfil e dados de atividades no LinkedIn para personalizar e exibir anúncios mais relevantes. Altere suas preferências de anúncios quando desejar.

Karya tulis ilmiah

189 visualizações

Publicada em

PENGARUH JARAK CAHAYA DAN PENGHALANG CAHAYA TERHADAP TINGKAT INTENSITAS CAHAYA MATAHARI

Publicada em: Ciências
  • Dating for everyone is here: www.bit.ly/2AJerkH
       Responder 
    Tem certeza que deseja  Sim  Não
    Insira sua mensagem aqui
  • Sex in your area for one night is there tinyurl.com/hotsexinarea Copy and paste link in your browser to visit a site)
       Responder 
    Tem certeza que deseja  Sim  Não
    Insira sua mensagem aqui
  • Girls for sex are waiting for you https://bit.ly/2TQ8UAY
       Responder 
    Tem certeza que deseja  Sim  Não
    Insira sua mensagem aqui
  • Meetings for sex in your area are there: https://bit.ly/2TQ8UAY
       Responder 
    Tem certeza que deseja  Sim  Não
    Insira sua mensagem aqui
  • Hello! Get Your Professional Job-Winning Resume Here - Check our website! https://vk.cc/818RFv
       Responder 
    Tem certeza que deseja  Sim  Não
    Insira sua mensagem aqui

Karya tulis ilmiah

  1. 1. Farhan Azhari Zein, Rizky Gilang Ramadhan, Syaidi XI MIPA 8 F a r h a n , G i l a n g , S y a i d i Page 1 PENGARUH JARAK CAHAYA DAN PENGHALANG CAHAYA TERHADAP TINGKAT INTENSITAS CAHAYA MATAHARI DI SMAN 1 CIKARANG UTARA KARYA TULIS ILMIAH DISUSUN OLEH : FARHAN AZHARI ZEIN (NISN : 0012354020) RIZKY GILANG RAMADHAN (NISN : 0003355961) SYAIDI (NISN : 0012451595) XI MIPA 8 MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA JURUSAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM SMA NEGERI 1 CIKARANG UTARA 2018
  2. 2. Farhan Azhari Zein, Rizky Gilang Ramadhan, Syaidi XI MIPA 8 F a r h a n , G i l a n g , S y a i d i Page 2 LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN JARAK CAHAYA DAN PENGHALANG CAHAYA TERHADAP TINGKAT INTENSITAS CAHAYA MATAHARI DI SMAN 1 CIKARANG UTARA Menyetujui: Andriyansyah Marjuki S.Pd Pembimbing Andriyansyah Marjuki S.Pd
  3. 3. Farhan Azhari Zein, Rizky Gilang Ramadhan, Syaidi XI MIPA 8 F a r h a n , G i l a n g , S y a i d i Page 3 HALAMAN MOTTO “Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu. Dan orang-orang yang masih terus belajar, akan menjadi pemilik masa depan” – Mario Teguh ”Seorang pendengar yang baik mencoba memahami sepenuhnya apa yang dikatakan orang lain. Pada akhirnya mungkin saja ia sangat tidak setuju, tetapi sebelum ia tidak setuju, ia ingin tahu dulu dengan tepat apa yang tidak disetujuinya. (Kenneth A. Wells)
  4. 4. Farhan Azhari Zein, Rizky Gilang Ramadhan, Syaidi XI MIPA 8 F a r h a n , G i l a n g , S y a i d i Page 4 Persembahan: Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan atas dukungan dan do’a dari guru, orang tua, teman – teman disekolah tercinta, akhirnya skripsi ini dapat disusun dengan tepat dan baik pada waktunya. Oleh karena itu, kami panjatkan puji dan syukur kami kepada Tuhan Yang Maha Esa Karena atas izin dan karuniaNya karya ilmiah ini dapat dibuat dan selesai pada waktunya, puji dan syukur kami limpahkan tiada henti – hentinya kepada Tuhan yang telah meridhoi dan mengabulkan segala do’a yang telah kita panjatkan kepadaNya. Orang Tua kami yang telah memberi semangat dan dukungan moral serta do’a yang tiada henti untuk kesuksesan kami. Ucapan terimakasih saja takkan cukup untuk membalas kebaikan orangtua. Bapak dan Ibu guru pembimbing, yang selama ini telah ikhlas meluangjan waktunya untuk menuntun dan mengarahkan kami, memberikan bimbingan dan pelajaran yang tiada henti – hentinya agar kami menjadi baik. Terimakasih Bapak dan Ibu guru, jasa kalian akan selelu dihati. SEMANGAT!!! Terimakasih yang sebesar – besarnya kepada kalian semua, akhir kata saya persembahkan karya ilmiah ini untuk kalian semua, orang – orang yang saya sayangi. Dan semoga karya ilmiah ini berguna untuk kemajuan ilmu pengetahuan yang akan datang, Aamiin.
  5. 5. Farhan Azhari Zein, Rizky Gilang Ramadhan, Syaidi XI MIPA 8 F a r h a n , G i l a n g , S y a i d i Page 5 Kata Pengantar Puji dan syukur kami panjatkan kepada Alah SWT yang telah memberikan ridhoNya kepada kami sehingga kami bisa menyelesaikan karya ilmih dengan tepat waktu. Tujuan karya tulis ilmiah ini untuk memnuhi tugas bahasa Indonesia kami. Didalam pengerjaan ini telah melibatkan beberapa pihak dan sangat membantu. Oleh sebab itu, kami sampaikan terimakasih sebanyak banyaknya kepada: 1. Bapak Andriyansyah Marjuki S.Pd selaku guru pembimbing dan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMAN 1 CIKARANG UTARA 2. Andrea Fauzan Pramudya yang telah membantu kami dalam dokumentasi dari siswa SMAN 1 CIKARANG UTARA Semoga Allah SWT memberikan balasan kebaikan yang berlipat – lipat ganda kepada semuanya. Untuk kritik dan saran yang membangun untuk karya tulis ilmiah ini, maka akan kami terima dan kami pertimbangkan dengan senang hati. Akhirnya hanya kepada Allah SWT kami serahkan segalanya. Mudah – mudahan dapat bermanfaat bagi kita semua. Cikarang Utara, maret 2018.
  6. 6. Farhan Azhari Zein, Rizky Gilang Ramadhan, Syaidi XI MIPA 8 F a r h a n , G i l a n g , S y a i d i Page 6 ABSTRAKSI Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lokasi pengukuran cahaya matahari, waktu pengukuran cahaya matahari, benda penghalang matahari, tingginya tempat pengukuran cahaya matahari, dan tingkat intensitas cahaya matahari. Penelitian ini dilakukan di LAPANGAN FUTSAL SEKOLAH SMAN 1 CIKARANG UTARA pada tanggal 19-22 maret 2018. Dari hasil penelitian yang kami lakukan di Lapangan futsal SMAN 1 Cikarang Utara pada tanggal 19-22 maret 2018. Diketahui bahwa setiap jam, dan setiap hari intensitas cahaya di SMAN 1 Cikarang Utara berbeda beda, kami mengukur pada tanggal 21 maret 2018 pukul 15:45 WIB, intensitas cahaya tersebut kurang lebih 13.250 Lux dan pada hari berikutnya kami mengukur ditempat yang sama dan jam yang sama,, intensitas cahaya tersebut sekitar 12.000 lux. Sehingga dapat kami simpulkan bahwa setiap hari walaupun pada jam yang sama, intensitas cahaya matahari dapat berbeda beda tergantung jarak ukur, penghalang, dan cuaca di daerah tersebut.
  7. 7. Farhan Azhari Zein, Rizky Gilang Ramadhan, Syaidi XI MIPA 8 F a r h a n , G i l a n g , S y a i d i Page 7 DAFTAR ISI Contents LEMBAR PENGESAHAN...................................................................................................................... 2 HALAMAN MOTTO............................................................................................................................. 3 Kata Pengantar .................................................................................................................................. 5 ABSTRAKSI.......................................................................................................................................... 6 DAFTAR ISI ......................................................................................................................................... 7 Daftar Tabel ....................................................................................................................................... 7 Daftar Grafik ...................................................................................................................................... 8 Daftar Gambar / Foto ........................................................................................................................ 9 Daftar Lampiran............................................................................................................................... 10 BAB I PENDAHULUAN ...................................................................................................................... 11 A. Latar Belakang ......................................................................................................................... 11 B. Rumusan Masalah.................................................................................................................... 11 C. Hipotesis................................................................................................................................... 11 D. Tujuan Penelitian..................................................................................................................... 11 E. Manfaat Penelitian................................................................................................................... 11 F. Tinjauan Pustaka ...................................................................................................................... 11 G. Landasan Penelitian.................................................................... Error! Bookmark not defined. H. Metode Penelitian................................................................................................................... 12 I. Sistematis Penelitian................................................................................................................. 12 Daftar Tabel
  8. 8. Farhan Azhari Zein, Rizky Gilang Ramadhan, Syaidi XI MIPA 8 F a r h a n , G i l a n g , S y a i d i Page 8 Daftar Grafik
  9. 9. Farhan Azhari Zein, Rizky Gilang Ramadhan, Syaidi XI MIPA 8 F a r h a n , G i l a n g , S y a i d i Page 9 Daftar Gambar / Foto
  10. 10. Farhan Azhari Zein, Rizky Gilang Ramadhan, Syaidi XI MIPA 8 F a r h a n , G i l a n g , S y a i d i Page 10 Daftar Lampiran
  11. 11. Farhan Azhari Zein, Rizky Gilang Ramadhan, Syaidi XI MIPA 8 F a r h a n , G i l a n g , S y a i d i Page 11 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Cahaya matahari merupakan unsur iklim yang sangat berperan bagi pertumbuhan tanaman melalui proses fotosintesis. Reaksi cahaya dalam fotosintesis merupakan akibat langsung penyerapan foton oleh molekul – molekul pigmen seperti klorofil. Pengaruh cahaya juga berada pada setiap jenis tanaman C4, C3, dan CAM memiliki reaksi fisiologi yang berada terhadap pengaruh intensitas cahaya matahari. Selain itu, setiap jenis tanaman memiliki sifat yang berbeda dalam hal fotoperiodisme, yaitu lamanya penyidaran dalam satu hari yang diterima tanaman. Perbedaan respon tumbuhan terhadap intensitas cahaya matahari juga berpengaruh terhadap kondisi fisik tumbuhan. 1.2. Rumusan Masalah 1. Dimanakah lokasi pengukuran cahaya matahari? 2. Pukul berapa pengukuran dimulai? 3. Apakah benda penghalang yang terdaapat disekitar cahaya? 4. Berapa ketinggian lokasi pengukuran cahaaya matahari? 5. Berapa tingkat intensitas cahaya matahari? 1.3. Hipotesis Menurut kami, dapat diperkirakan penyebab berubahnya intensitas cahaya matahari disetiap hari pada waktu yang sama adalah karena adanya pemanasan global yang semakin kemari semakin parah. 1.4. Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui lokasi pengukuran cahaya matahari 2. Untuk mengetahui waktu pengukuran cahaya matahari 3. Untuk mengetahui benda yang menghalangi cahaya matahari 4. Untuk mengetahui ketinggian pengukuran cahaya matahari 5. Untuk mengetahui tingkat intensitas cahaya matahari 1.5. Manfaat Penelitian Penelitian ini di harapkan dapat membantu para siswa / siswi SMAN 1 Cikarang Utara, dan penelitian ini dapat digunakan untuk menganalisir/ mengetahui dampak negatif, positif, dan manfaat cahaya matahari. 1.6. Tinjauan Pustaka 1. Buku Sekolah Elektrik (BSE) 2. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) 3. Pedoman Buku Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) 4. https://www.dictio.id/t/bagaimana-pengaruh-intensitas-matahari-terhadap- fisiologis-tanaman/4201/2
  12. 12. Farhan Azhari Zein, Rizky Gilang Ramadhan, Syaidi XI MIPA 8 F a r h a n , G i l a n g , S y a i d i Page 12 5. http://biologiarifiani.blogspot.co.id/2014/02/pengaruh-intensitas-cahaya- matahari.html?.html=1 1.7. Landasan Penelitian Landasan penelitian ini berpacu pada skripsi yang kami pelajari agar bisa menyusun karya tulis ilmiah dan kami mempelajari buku buku referensi agar karya tulis ini sempurna. Dari judul penelitian yang kami teliti berlandaskan pada teori – teori biologi/ilmiah kami ingin membuktikan bahwa teori tersebut benar. Karena dari cahaya matahari, kita dapat hidup berkecukupan akibat cahaya matahari yang menyinari bumi. 1.8. Metode Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan praktik langsung, yaitu dengan menggunakan aplikasiyang direkomendasikan oleh pembimbing kepada kami lalu kami mengukur intensitas cahaya matahari dan di bandingkan dengan intensitas cahaya matahari di hari berikutnya. Penelitian ini dilakukan di Lapangan futsal SMAN 1 Cikarang Utara dan kami melakukan penelitian sebanyak 5 kali. 1.9. Sistematis Penelitian Agar lebih mudah dipahami, sistematis penyusunan karya tulis ilmiah ini kami bagi menjadi beberapa penjelasan, yaitu sebagai berikut: a) Latar belakang menguraikan tentang penjelasan cahaya matahari serta dampak negatif dan positifnya b) Rumusan masalah untuk mengetahui masalah pada pengukuran cahaya matahari berupa pertanyaan. c) Hipotesis menguraikan tentang dugaan sementara yang kami ketahui d) Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui masalah yang terjadi pada saat melakukan penelitian e) Manfaat penelitian yaitu untuk menguraikan tentang simpulan setelah kami teliti yang bermanfaat f) Tinjauan pustaka berisi tentang sumber – sumber ataupun buku – buku yang menjadi referensi atau acuan kami untuk menyusun karya tulis ini. g) Landasan penelitian yaitu pacuan untuk kami membuat karya trulis ilmiah ini. h) Metode penelitian yaitu cara kita meneliti dengan menggunakan analisis. BAB II GAMBARAN UMUM
  13. 13. Farhan Azhari Zein, Rizky Gilang Ramadhan, Syaidi XI MIPA 8 F a r h a n , G i l a n g , S y a i d i Page 13 2.1. Hubungan antara cahaya matahari dengan tumbuhan dan bumi Hubungan cahaya matahari dengan tumbuhan sangat penting, karena sinar matahari yang menyinari tumbuhan dapat berpengaruh pada pertumbuhan tumbuhan di bumi. Sinar matahari dibutuhkan tumbuhan untuk melaakukan fotosintesis. Sedangkan hubungan cahaya matahari dengan bumi yaitu hampir seluruh energi yang mengendalikan variabel cuaca iklim bumi berasal dari matahari, lebih dari 99.9% energi yang memanasi permukaan bumi berasal dari Matahari. Energi matahari tidak didistribusikan serba sama pada permukaan bumi. Jumlah energi yang diterima bervariasi dengan lintang, waktu dini hari, dan musim dari tahun. Pemanasan yang tidak sama dari bumi pada akhirnya menyebabkan angindan mengendalikan sirkulasi permukaan dari lautan. 2.2. Matahari menyinari bumi Matahari menyinari bumi, sehingga membantu tanaman dalam fotosintesis. Matahari memiliki peran penting di alam semesta untuk menunjang kehidupan makhluk hidup di bumi. Dalam buku Tafsir Ilmi “Manfaat benda-benda langit dalam persfpektif Al-quran dan saints” yang disusun oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al Quran, badan Litbang dan Diklat Kementrian Agama RI, dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menjelaskan mengenai cahaya matahari sebagai penerang tata surya. Matahari yang tampak di langit adalah sebuah bola gas pijar yang amat besar berdiameter kira – kira 1,3 juta kilometre dan suhu permukaannya sekira 5.800 K. Luminositas atau daya matahari mencapai 390 triliun-triliun watt, bandingkan dengan lampu penerangan rumah yang hanya 25 watt atau lampu sorot yang hanya 500 atau 1000 watt. Temperatur di pusat matahari amat tinggi, sekira 10 juta derajat. Pada temperature yang sangat tinggi itu reaksi fusi nuklir berlangsung, reaksi penggabungan empat inti atom hidrogen menjadi sebuah inti atom helium dan dari hasil reaksi fusi tersebut ada energi yang dilepaskan. 2.3. Gerakan matahari Matahari tidak bergerak namun hanya bumi yang berotasi sehinggga Matahari seolah- olah terbit dari timur dan tenggelam ke barat padahal tidak karena sebenarnya bumi yang berputar .Dan setiap daerah ujung dan ujung bumi beda seperti di amerika sedang pagi hari hari karena perputaran bumi daerah Amerika sedang terkena bagian cahaya Matahari, sedangkan Indonesia mengalami Malam Hari karena tidak terkena cahaya Matahari namun hanya terkena cahaya bulan yang lebih kecil dari Matahari. 2.4. Waktu cahaya matahari ke bumi Sinar matahari bergerak pada kecepatan cahaya. Foton dipancarkan dari permukaan Matahari perlu melakukan perjalanan di ruang vakum untuk mencapai mata kita.
  14. 14. Farhan Azhari Zein, Rizky Gilang Ramadhan, Syaidi XI MIPA 8 F a r h a n , G i l a n g , S y a i d i Page 14 Jawaban singkatnya adalah bahwa waktu yang dibutuhkan sinar matahari rata-rata 8 menit dan 20 detik untuk perjalanan dari Matahari ke Bumi. Jika matahari tiba-tiba menghilang dari alam semesta, Anda akan menyadari hal ini pada 8 menit 20 detik kemudian. Namun ini tidak akan terjadi. Berikut matematikanya. Kita mengorbit Matahari pada jarak sekitar 150 juta kilometer. Cahaya bergerak dengan kecepatan 300.000 kilometer/detik. Bagilah angka ini dan Anda mendapatkan 500 detik, atau 8 menit dan 20 detik. Ini adalah jumlah rata-rata. Ingat, Bumi mengikuti orbit elips mengelilingi matahari, jaraknya mulai 147,000,000 kilometer hingga 152.000.000 kilometer. Pada titik terdekatnya, sinar matahari hanya membutuhkan waktu 490 detik untuk mencapai Bumi. Dan kemudian pada titik paling jauh, dibutuhkan 507 detik untuk sinar matahari untuk melakukan perjalanan ke Bumi. Anda mungkin tahu bahwa foton diciptakan oleh reaksi fusi di dalam inti matahari. Mereka memulai sebagai radiasi sinar gamma dan kemudian dipancarkan dan diserap berkali-kali dalam zona radiasi matahari, berkeliaran di dalam bintang raksasa sebelum mereka akhirnya mencapai permukaan. Apa yang Anda mungkin tidak tahu, adalah bahwa foton yang bola mata Anda lihat yang sebenarnya diciptakan puluhan ribu tahun yang lalu dan butuh waktu yang lama bagi mereka untuk dipancarkan oleh matahari. Setelah mereka lolos ke permukaan, hanya 8 menit bagi foton untuk menyeberangi jarak yang luas dari Matahari ke Bumi. Ketika Anda melihat ke luar ke luar angkasa, Anda benar- benar melihat ke masa lalu. Lampu yang Anda lihat dari komputer atau gadget Anda adalah beberapa nanodetik yang lalu. Cahaya yang dipantulkan dari permukaan Bulan hanya membutuhkan satu detik untuk mencapai Bumi. Matahari adalah lebih dari 8 menit cahaya jauhnya. Maka, jika cahaya dari bintang terdekat (Alpha Centauri) memakan waktu lebih dari 4 tahun untuk mencapai kita, jadi yang kita lihat adalah bintang 4 tahun yang lalu. Ada galaksi yang berjarak jutaan tahun cahaya, yang berarti cahaya yang kita lihat adalah cahaya galaksi jutaan tahun yang lalu. Misalnya, galaksi M109 terletak sekitar 83.500.000 tahun cahaya. Jika alien tinggal pada galaski M109, dan memiliki teleskop yang kuat dan canggih, mereka akan melihat Bumi yang tampak di masa lalu. Mereka bahkan mungkin melihat dinosaurus berjalan di permukaan. 2.5. Dampak positif dan negative cahaya matahari
  15. 15. Farhan Azhari Zein, Rizky Gilang Ramadhan, Syaidi XI MIPA 8 F a r h a n , G i l a n g , S y a i d i Page 15 Dampak positif Sinar matahari dapat memberikan nutrisi bagi semua makhluk hidup di permukaan bumi sehingga semua bentuk kesehatan dan nutrisi akan terjaga. Misalnya pada manusia, sinar matahari dapat memberikan kalsium dan vitamin D yang bagus untuk tulang.  Membantu proses fotosintesis pada tumbuhan yang melengkapi proses pembentukan makanan cadangan yang juga nantinya bermanfaat bagi makhluk hidup lainnya. Sinar matahari menjaga kelembaban di permukaan bumi akibat hujan atau temperatur yang terlalu lembab akibat air atau embun dari langit. Dampak negatif  Sinar matahari yang tidak dijaga oleh lapisan ozon yang baik dapat menyebabkan kebakaran hebat di mana-mana. Sinar matahari harus dibatasi dengan atmosfer bumi, karena jika tidak juga akan menyebabkan kekeringan dan kanker kulit
  16. 16. Farhan Azhari Zein, Rizky Gilang Ramadhan, Syaidi XI MIPA 8 F a r h a n , G i l a n g , S y a i d i Page 16 BAB III HASIL PENELITIAN 3.1. Sampel 1 1. Lokasi : Lapangan sekolah SMAN 1 Cikarang Utara 2. Waktu : 07.48 WIB 3. Benda penghalang : Ranting Pohon 4. Ketinggian : - 5. Intensitas cahaya : 1.676 Lux 3.2. Sampel 2 1. Lokasi : Lapangan sekolah SMAN 1 Cikarang Utara 2. Waktu : 12.25 WIB 3. Benda Penghalang : Ranting pohon 4. Ketinggian : - 5. Intensitas Cahaya : 15.087 Lux 3.3. Sampel 3 1. Lokasi : Lapangan sekolah SMAN 1 Cikarang Utara 2. Waktu : 15.35 WIB 3. Benda penghalang : Tidak ada (langit gelap/mendung) 4. Ketinggian : - 5. Intensitas cahaya : 8.792 Lux 3.4. Sampel 4 1. Lokasi : Lapangan sekolah SMAN 1 Cikarang Utara 2. Waktu : 13.26 3. Benda penghalang : ranting pohon 4. Ketinggian : - 5. Intensitas cahaya : 13.032 3.5. Sampel 5 1. Lokasi : Lapangan sekolah SMAN 1 Cikarang Utara 2. Waktu : 16.30 3. Benda penghalang : panjat tebing 4. Ketinggian : - 5. Intensitas cahaya : 5.876
  17. 17. Farhan Azhari Zein, Rizky Gilang Ramadhan, Syaidi XI MIPA 8 F a r h a n , G i l a n g , S y a i d i Page 17 Hasil Penelitian : No. Lokasi Waktu Benda penghalang Ketinggian Intensitas cahaya 1. Lapangan sekolah SMAN 1 Cikarang Utara 07.48 WIB Ranting pohon - 1.676 Lux 2. Lapangan sekolah SMAN 1 Cikarang Utara 12.25 WIB Ranting pohon - 15.087 Lux 3. Lapangan sekolah SMAN 1 Cikarang Utara 15.35 WIB Ranting Pohon - 8.792 Lux 4. Lapangan sekolah SMAN 1 Cikarang Utara 13.26 WIB Ranting pohon - 13.032 Lux 5. Lapangan sekolah SMAN 1 Cikarang Utara 16.30 WIB Panjat tebing - 5.876 WIB
  18. 18. Farhan Azhari Zein, Rizky Gilang Ramadhan, Syaidi XI MIPA 8 F a r h a n , G i l a n g , S y a i d i Page 18 BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Lokasi pengukuran cahaya matahari? 4.2 Pukul berapa pengukuran dimulai? 4.3 Benda penghalang yang terdaapat disekitar cahaya? 4.4 Ketinggian lokasi pengukuran cahaaya matahari? 4.5 Tingkat intensitas cahaya matahari? BAB V Penutupan 5.2. Kesimpulan Berdasarkan penelitian ini, dapat kami simpulkan beberapa hal mengenai intensitas cahaya matahari. 1. Lokasi pengukuran di SMAN 1 Cikarang Utara 2. Waktu pengukuan intensitas cahaya matahari 3. Benda penghalang yang menghalangi cahaya matahari 4. Ketinggian lokasi pengukuran cahaya di SMAN 1 Cikarang Utara 5. Intensitas cahaya terendah yaitu 1.676 Lux dan yang tertinggi yaitu 15.087 Lux 5.2. Saran Berdasarkan kesimpulan penelitian, kami menyarankan sebelum melakukan penelitian ini kita harus menyiapkan beberapa persiapan. Seperti handphone, aplikasi Lux Meter, survey tempat yang akan dilakukan penelitian. Lalu saat mengukur intensitas cahaya matahari, mengukur di lapangan terbuka agar dapat intensitas cahaya matahari. Daftar Pustaka 1. Buku Sekolah Elektrik (BSE) 2. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) 3. Pedoman Buku Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) 4. https://www.dictio.id/t/bagaimana-pengaruh-intensitas-matahari-terhadap- fisiologis-tanaman/4201/2 5. http://biologiarifiani.blogspot.co.id/2014/02/pengaruh-intensitas-cahaya- matahari.html?.html=1 6. www.Brainly.com 7. www.id.answer.yahoo.com 8. http://www.infoastronomy.org/2013/04/berapa-lama-cahaya-matahari-sampai- ke.html 9. http://gurupintar.com/threads/jelaskan-dampak-positif-dan-negatif-dari-sinar- matahari.3041/
  19. 19. Farhan Azhari Zein, Rizky Gilang Ramadhan, Syaidi XI MIPA 8 F a r h a n , G i l a n g , S y a i d i Page 19 Lampiran

×