O slideshow foi denunciado.
Utilizamos seu perfil e dados de atividades no LinkedIn para personalizar e exibir anúncios mais relevantes. Altere suas preferências de anúncios quando desejar.

Islamic Personality (Kepribadian Islami)

1.417 visualizações

Publicada em

Manusia dewasa ini mengalami kebingungan dalam membuat ukuran tentang kepribadian. Banyak orang mengukur kepribadian dari ketampanan-kecantikan, harta, taqdir fisik seperti bentuk bibir, jenis rambut, golongan darah, tanggal lahir, dan sebagainya. Bagi yang mengukur kepribadian dari fisik, ini tampak jelas dari bagaimana manusia mengidolakan para artis televisi dan menjadikannya acuan dalam bersikap dan penampilan. Bagi yang mengukur kepribadian dari taqdir lain seperti zodiak, golongan darah, bentuk bibir, terlihat dari betapa digemarinya ramalan-ramalan atau prediksi2 yang ada di media cetak dan elektronik. Seluruh penilaian tadi pasti akan berujung pada kekeliruan. Sebab Allah SWT Dzat yang menciptakan dan akan menghisab kita tidak menghisab kita dari taqdir fisik maupun harta, tetapi dari hati dan amal perbuatan kita. Lalu bagaimana semestinya kepribadian diukur? Ada dua komponen yang bisa digunakan untuk mengukur kepribadian: 1. Aqliyah (pola pikir) 2.Nafsiyah (pola sikap). Lebih jelasnya, simak saja presentasi berikut:

Download font yg dibutuhkan disini: https://goo.gl/paMOxI

Publicada em: Estilo de vida

Islamic Personality (Kepribadian Islami)

  1. 1. ISLAMIC PERSONALITYMeraih Kemuliaan yang Tinggi dengan Membangun Kepribadian Islami
  2. 2.  Kepribadian adalah keseluruhan cara seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. Kepribadian paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang ditunjukkan oleh seseorang (Robbins, Stephen P)  Kepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri individu sebagai sistem psiko-fisik yang menentukan caranya yang unik dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. (Gordon W. Allport)
  3. 3. Salah Paham tentang Kepribadian  Kepribadian dinilai dari taqdir fisik (rambut, garis tangan, bentuk bibir, ketampanan-kecantikan)
  4. 4. Bibir yang Manakah Kamu?
  5. 5. Stereotip tentang sifat-sifat suku dan bangsa. Jawa itu lemah lembut, Medan kasar, Madura – maling besi, ‘Cina’ itu pelit, orang Indonesia timur itu terbelakang, dsb
  6. 6.  Kepribadian dari tanggal lahir
  7. 7. Kepribadian dari Golongan Darah
  8. 8. Menjamurnya Kontes-kontes Kecantikan  Miss World - Inggris  Miss Universe - USA  Miss Earth - Filipina  Miss International - Jepang  Miss Intercontinental - Jerman  Miss Supranational – Panama  dll
  9. 9. Orang melakukan saja untuk bisa tampil ‘sempurna’
  10. 10. Cara penilaian kepribadian seperti ini pasti mengakibatkan kekeliruan, kesesatan, kerancuan. Lantas bagaimana kepribadian semestinya dinilai?
  11. 11. َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ َ‫ة‬َ‫ر‬ْ‫ي‬َ‫ر‬ُ‫ه‬ ‫ى‬ِ‫ب‬َ‫أ‬ ْ‫ن‬َ‫ع‬: َّ‫ن‬ِ‫إ‬‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ ُ‫ر‬ُ‫ظ‬ْ‫ن‬َ‫ي‬ َ‫ال‬ َ َّ‫اَّلل‬ْ‫م‬ُ‫ك‬ِ‫ر‬َ‫و‬ُ‫ص‬ْ‫م‬ُ‫ك‬ِ‫ل‬‫ا‬َ‫و‬ْ‫م‬َ‫أ‬َ‫و‬ ‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ ُ‫ر‬ُ‫ظ‬ْ‫ن‬َ‫ي‬ ْ‫ن‬ِ‫ك‬َ‫َل‬‫و‬ْ‫م‬ُ‫ك‬ِ‫ب‬‫و‬ُ‫ل‬ُ‫ق‬ْ‫م‬ُ‫ك‬ِ‫ل‬‫ا‬َ‫م‬ ْ‫ع‬َ‫أ‬َ‫و‬ ‫مسلم‬ ‫رواه‬ “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa kalian dan harta kalian akan tetapi Dia melihat kepada hati-hati kalian dan perbuatan-perbuatan kalian.” (HR. Muslim)
  12. 12. Aqliyah (pola pikir) Nafsiyah (pola sikap) Syakhsiyah (kepribadian) Pola : contoh/model/acuan kebiasaan
  13. 13. SYAKHSIYYAH (kepribadian) Aqliyah: CARA BERPIKIR YANG DISTANDARKAN PADA PANDANGAN HIDUP TERTENTU
  14. 14. Aqliyah Sekuler Islam • Standar segala pemikiran adalah Aqidah Islam • Segala hal didunia ini adl bagian dari sistem ciptaan Allah • Karena itu segala masalah dipecahkan dengan ‘cara Allah’ • Aqidah Islam menjadi asas bagi mafahim, maqayis, dan qanaat-nya • Standar segala pemikiran adalah AQIDAH sekulerisme • Standar hidup adalah asas manfaat • Segala masalah dipecahkan dengan akal & hawa nafsu.
  15. 15. idrak sillah biLlah adalah kesadaran penuh seorang manusia bahwa setiap perbuatannya dilihat oleh Sang Pencipta Seorang mukmin akan senantiasa muroqobah (perasaan diawasi Allah Ta’ala)
  16. 16. • “Wahai Ali, menanggung panas api korek saja kau tidak sanggup, bagaimana engkau sanggup menanggung panas api neraka?”
  17. 17. Nafsiyyah: Cara memenuhi tuntutan kebutuhan jasmani & naluri yang disandarkan pada pandangan hidup tertentu SYAKHSIYYAH (kepribadian)
  18. 18. Kebutuhan Jasmani Manusia Pasti Punya… Naluri
  19. 19. Makan Minum Bernafas Buang hajat KEBUTUHAN JASMANI (HAJAT AL-UDHOWIYAH)
  20. 20. Tadayyun Naluri (gharizah) Baqa’ Nau’
  21. 21. Gharizah al-Baqa’ naluri manusia untuk mempertahankan dan menyelamatkan diri, ingin diakui eksistensinya.
  22. 22. Silakan cari tiga keanehan dalam gambar berikut ini SIAP??
  23. 23. Gharizah an-Nau’ : naluri untuk melangsungkan keturunan, cinta, kasih sayang dll
  24. 24. Gharizah at-Tadayyun: Naluri mensucikan, mengagungkan, menyembah sesuatu.
  25. 25. kebutuhan jasmani keinginan naluri akal dorongan kecenderungan aktivitas Islam Sekuler Nafsiyah Islam Nafsiyah Sekuler
  26. 26. َ‫ك‬ِِّ‫ب‬َ‫ر‬َ‫و‬ ‫ال‬َ‫ف‬َ‫ون‬ُ‫ن‬ِ‫م‬ْ‫ؤ‬ُ‫ي‬ ‫ال‬‫ى‬َّ‫ت‬َ‫ح‬‫َا‬‫م‬‫ي‬ِ‫ف‬ َ‫ك‬‫و‬ُ‫م‬ِِّ‫ك‬َ‫ح‬ُ‫ي‬ْ‫م‬ُ‫َه‬‫ن‬ْ‫ي‬َ‫ب‬ َ‫ر‬َ‫ج‬ َ‫ش‬‫وا‬ُ‫د‬ِ‫ج‬َ‫ي‬ ‫ال‬ َّ‫م‬ُ‫ث‬ ‫وا‬ُ‫م‬ِِّ‫ل‬ َ‫س‬ُ‫ي‬َ‫و‬ َ‫ت‬ْ‫ي‬َ‫ض‬َ‫ق‬ ‫ا‬َّ‫م‬ِ‫م‬ ‫ا‬ً‫ج‬َ‫ر‬َ‫ح‬ ْ‫م‬ِ‫ه‬ِ‫س‬ُ‫ف‬ْ‫ن‬َ‫أ‬ ‫ي‬ِ‫ف‬‫ا‬ً‫م‬‫ي‬ِ‫ل‬ ْ‫س‬َ‫ت‬ Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (An-Nisaa :65) ‫يكون‬ ‫حتى‬ ‫أحدكم‬ ‫يؤمن‬ ‫ال‬‫هواه‬ُ‫تبعا‬‫به‬ ‫جئت‬ ‫لما‬ Tidak beriman seseorang diantara kalian hingga ia menjadikan hawa nafsunya tunduk pada apa yang aku (Muhammad SAW) bawa (HR. Bukhari)
  27. 27. SYAKSIYAH ISLAM Aqliyah Islam + Nafsiyah Islam SYAKHSIYAH KAPITALIS Aqliyah Kapitalis + Nafsiyah Kapitalis SYAKHSIYAH KOMUNIS Aqliyah Komunis + Nafsiyah Komunis
  28. 28. Aqliyah dan Nafsiyah Islamiyah, keduanya harus dibentuk, bukan hanya salah satunya!
  29. 29. CARA PEMBENTUKAN SYAKHSIYYAH Membentuk dan mengokohkan aqidah Islam pada individu 1
  30. 30. 2 Menjadikan aqidah Islam sebagai asas bagi aqliyah dan nafsiyyah:  Hanya mau mengambil keputusan tentang hukum benda/perbuatan sesuai dengan hukum syara’  Hanya memenuhi tuntutan naluri dan kebutuhan fisik sesuai dengan hukum syara’
  31. 31. …‫ا‬َ‫اه‬َّ‫و‬ َ‫س‬ ‫ا‬َ‫م‬َ‫و‬ ٍ‫س‬ْ‫ف‬َ‫ن‬َ‫و‬ ‫ا‬َ‫ه‬َ‫م‬َ‫ه‬ْ‫ل‬َ‫أ‬َ‫ف‬‫ا‬َ‫ه‬َ‫ر‬‫و‬ُ‫ج‬ُ‫ف‬َ‫و‬‫ا‬َ‫اه‬َ‫و‬ْ‫ق‬َ‫ت‬ Tidak ada orang baik yang punya kecenderungan baik terus Tidak ada orang jahat yang punya kecenderungan jahat terus
  32. 32. Ketika syakhsiyah sudah terbentuk… Tidak berarti tidak pernah melakukan kesalahan… Mohon ampun, berupaya sungguh2 utk tidak mengulangi.
  33. 33. Perlu melakukan upaya: Peningkatan (irtifa’) aqliyah (dengan penambahan tsaqafah) Ketika syakhsiyah sudah terbentuk…
  34. 34. Perlu melakukan upaya: Peningkatan nafsiyyah (dengan peningkatan ketaatan, dan perbanyakan amal) Ketika syakhsiyah sudah terbentuk…
  35. 35. Mush’ab bin Umair Bilal bin Rabah
  36. 36. Islam Tidak Membunuh Karakter  Karakter terwarnai oleh aqidah Islam  Ada Abu Bakar yang lembut, ‘Umar yang tegas dan keras, ‘Utsman yang pemalu, ‘Ali yang lucu dan ceria.  Abu Dujanah yang ‘congkak’ di medang perang, Abu ‘Ubaidah dan Thalhah yang perwira, Khalid Sang Pedang Terhunus, Hudzaifah ibnul Yaman pemegang rahasia Rasul, Hanzholah yang dimandikan malaikat, Julaibib yang miskin, pendek, dijauhi penduduk.
  37. 37. ‫وا‬ُ‫ع‬ِ‫ر‬‫ا‬ َ‫س‬َ‫و‬ْ‫ن‬ِ‫م‬ ٍ‫ة‬َ‫ر‬ِ‫ف‬ْ‫َغ‬‫م‬ ‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ْ‫م‬ُ‫ك‬ِِّ‫ب‬َ‫ر‬ ُ‫َات‬‫و‬‫َا‬‫م‬ َّ‫الس‬ ‫َا‬‫ه‬ُ‫ض‬ْ‫ر‬َ‫ع‬ ٍ‫ة‬َّ‫ن‬َ‫ج‬َ‫و‬ُ‫ض‬ْ‫ر‬‫َاأل‬‫و‬ َ‫ين‬ِ‫ق‬َّ‫ت‬ُ‫م‬ْ‫ل‬ِ‫ل‬ ْ‫ت‬َّ‫د‬ِ‫ع‬ ُ ‫أ‬ Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. (3:133)
  38. 38. Ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah saw. pada perang Uhud, “Tahukah Engkau dimana tempatku jika aku terbunuh?” Rasulullah bersabda, “Engkau akan berada di surga.” Mendengar sabda Rasulullah saw. tersebut, maka laki-laki itu serta merta melemparkan buah-buah kurma yang ada di tangannya, kemudian ia maju untuk berperang hingga terbunuh di medan perang. Bersegera menjemput syahid
  39. 39. Hanzholah bin Abi Amir ra. yang dimandikan oleh Malaikat (saat syahid di medan perang Uhud) Antara bulan madu dan jihad
  40. 40. Bersegera berpindah arah kiblat meskipun sedang shalat berjama’ah.
  41. 41. Antara lapardan haramnya keledai jinak Kami ditimpa kelaparan pada beberapa malam saat perang Khaibar, dan kami menemukan keledai kampung, kemudian kami menyembelihnya. Maka ketika kuali telah mendidih, mendadak berteriak juru bicara Rasulullah saw., “Matikanlah kuali itu dan kalian jangan makan daging keledai jinak itu sedikit pun.” Abdullah berkata; Kami pada saat itu mengatakan, “Sesungguhnya Rasulullah saw. melarang memakan keledai jinak itu hanya karena belum dibagi lima (karena harta rampasan perang).” Tapi sahabat yang lain berkata, “Keledai jinak itu diharamkan secara mutlak.” Kemudian aku bertanya kepada Sa'id bin Jubair, dan ia menjawab, “Keledai jinak itu diharamkan secara mutlak.”
  42. 42. Bersegera meninggalkan Suatu hari aku memberi minum kepada Abû Thalhah al-Anshary, Abû Ubaidah bin al-Jarrah, dan Ubay bin Ka’ab dari Fadhij, yaitu perasan kurma. Kemudian ada seseorang yang datang, ia berkata, “Sesungguhnya khamr telah diharamkan.” Maka Abû Thalhah berkata, “Wahai Anas, berdirilah dan pecahkanlah kendi itu!” Anas berkata, “Maka aku pun berdiri mengambil tempat penumbuk biji-bijian milik kami, lalu memukul kendi itu pada bagian bawahnya, hingga pecahlah kendi itu.”
  43. 43. Al-Bukhâri meriwayatkan dari ‘Aisyah ra. berkata: Semoga Allah merahmati kaum Wanita yang hijrah pertama kali, ketika Allah menurunkan firman-Nya, “Dan hendaklah mereka mengenakan kain kerudung mereka diulurkan ke kerah baju mereka.” (TQS. an-Nûr [24]: 31). Maka kaum wanita itu merobek kain sarung mereka (untuk dijadikan kerudung) dan menutup kepala mereka dengannya. Bersegera mengenakan kerudung
  44. 44. Dahulu, para Shahabat ra beriman dan bersegera dalam melaksanakan ketaatan kepada perintah Allah dan Rasul-Nya sehingga mereka mendapatkan kedudukan yang mulia di dunia dan di akhirat, lantas bagaimana dengan kita?

×