O slideshow foi denunciado.
Utilizamos seu perfil e dados de atividades no LinkedIn para personalizar e exibir anúncios mais relevantes. Altere suas preferências de anúncios quando desejar.

Glaukoma

1.914 visualizações

Publicada em

Menurut Herman tahun 2010, glaukoma merupakan suatu kumpulan penyakit yang mempunyai karakteristik umum neuropatik yang berhubungan dengan hilangnya fungsi penglihatan.Walaupun kenaikan tekanan intra okuler adalah satu dari resiko primer, ada atau tidaknya faktor ini tidak merubah definisi penyakit.

2 Type Glaukoma
Ada beberapa type glaukoma dan dapat di klaasifikasikan sebagai berikut :
1. Glaukoma Primer Dewasa
Glaukoma primer dewasa meliputi:
1. Glaukoma Sudut Terbuka / Kronis
Glaukoma jenis ini umumnya terjadi karena keturunan. Glaukoma jenis ini sering terjadi pada orang yang mempunyai sudut ruang terbuka yang normal tapi mempunyai resistensi aliran aquous humor keluar dari ruang sudut.
1. Glaukoma Sudut Tertutup
Glaukoma jenis inin jarang terjadi.Ada kesalahan tempat yang maju dari ujung akar dan gulungan iris yang melawan kornea.

1. Glaukoma Sekunder
Glaukoma ini biasa di bangun dari banyak sebab seperti uveitis, gangguan neuvaskuler, trauma tumor, penyakit degenerasi mata, dll.
1. Glaukoma Kongenital
Glaukoma ini terjadi di mata selama ada dalam masa awal tumbuh dan berkembang.Biasanya terlihat selama 6 bulan kelahiran.
1. Glaukoma Absolut
Glakoma ini biasanya adalah hasil dari beberapa kejadian glaukoma dan itu berarti mengarah pada kebutaan yang mana tekanan intraokuler meningkat.
Aqueous humor adalah cairan pada bola mata yang di produksi oleh badan siliari yang mnerupakan kristal jernih.

Publicada em: Saúde e medicina
  • Seja o primeiro a comentar

Glaukoma

  1. 1. GLAU KOMA Normal Eye Eye with Glaucoma , -
  2. 2. DEFINISI Suatu neuropati optik kronik didapat yang ditandai oleh pencekungan (cupping) diskus optikus dan pengecilan lapang pandang, biasanya disertai peningkatan tekanan intraokular
  3. 3. 3 Faktor yang Mempengaruhi TIO Tingkat produksi aqueous humor oleh korpus siliaris | : Resistensi aliran aqueous humor l: Tingkat tekanan vena epzskleral
  4. 4. FISIOLOGI AQUEOUS HUMOR / Aqueous humor adalah cairan jernih yang dihasilkan oleh korpus siliaris yang mengisi camera oculi posterio (COP) dan camera oculi anterior (COA). / Komposisinya serupa dengan plasma / Aliran aqueous humor melibatkan : ~ Anyaman trabekular v Kanalis schlemm * Saluran kolektor
  5. 5. Cunha: l. Antoni Mau yang Berhubungan dengna AQIGOIIS Humor'
  6. 6. Trabecaslar Meshwork Junacanal-cular çomommm _ -' UVNI scraanurrrs r q . i/ carut ' ' “I " Outvol channel Selera! ;pur - Bagian-bagian dari Trabekular Meshwork
  7. 7. ALIRAN AQUEOUS HUMOR Aqueous humor mengalir dari COP ke COA melalui pupil, keluar ke aliran sistemik melalui 2 rute berbeda : Trabecularoutflow : I E Uveoscleral outflow Z
  8. 8. Aliran Aqueous Humor TRABEKULAR OUTFLOW COA -9 anyaman trabekular -) kanalis schlemm -9 vena episklera -9 vena silia ris anterior -9 T""}", °.""" °`""°`3 vena ophtalmica superior z i» f/ 9 sinus kavernosus UV'(ml`. Ic11I011III0W O r I Aquv-oua humor lnllow UVEOSCLERAL OUTFLOW . H, , COA -9 otot siliar -9 - - . :u. rongga suprasiliar dan suprakoroidal
  9. 9. PATOFISIOLOGI GLAUKOMA gua: : terhambatpafda celah pupll liengelutararfdlfsudñt - 'I Produksi Berlebihan 'r BIIviksñaFatt-grgênghgu Menekan syaraf optik beserta seluruh serabut syaraf dan sel penglihatan Kematian sel -) Hilangnya penglihatan yang permanen.
  10. 10. Kerusakan pada . saraf optlms
  11. 11. Pemeriksaan Pemeriksaan Gonloskopl Anamnesis TIO dengan Oftalmoskopi Perlmetrl Tonometrl
  12. 12. TONOMETRI - Pengukuran tekanan intraokular 0 TlO normal : 10-21 mmHg ° Ketebalan kornea berpengaruh - Kornea tebal : TIO ditaksir terlalu tinggi - Kornea tipis : TIO ditaksir terlalu rendah
  13. 13. Tonometri Aplanasi Goldmann Tonometri aplanasi goldmann dipasang pada slitiamp Lebih teliti daripada tonometri Schiotz Setelah anestesi topikal dan pemberian fluoresensi, pasien duduk di depan slitiamp dan tonometer disiapkan. Digunakan filter biru coklat dengan penyinaran paling terang. Pemeriksa melihat melalui slitiamp okular. Tonometri aplanasi yang lain : - Tonometri parkins - Tonopentometer - Pneumotonometer
  14. 14. Tonometri Aplanasi Goldmann laldtnonn : ppl nuno. . Ionotudry u. , lu n u un. nnnmuvvwni . Aun-um- guna: An. : . nau- au. -. l 4 an. umun; nutup. .. .nun u. .. Gua-vacu- u. . namamu Ig. n ; dAn-i . . u. . _umu h Th- : su. .. : - (wi-cd nun-nas. .- . a -u aru-apung : -gasan 7 ; sonn- m. .cs-nut ; urusan taqwa: »s cvc-my nuwun-mn. . riivlv m. . pcs-nun . s. .. INI-angi . nu terw- n. . pinus; - apbd-g un. .. u. .. m. . u. .. u. .. nwvix v nur-m. .. . l u Ivaulunu . - n 40'-
  15. 15. Tonopentometer Pneumotonometer
  16. 16. Tonometri Schiotz - Kelebihan - Sederhana - Relatif tidak mahal - Cara . - Pasien tidur terlentang - Diberi anestesi topikal pada kedua mata - Pasien menatap lurus ke depan - Kelopak mata ditahan pada tepian tulang orbita - Tonometer diturunkan sampai ujung cekung laras menyentuh kornea - Gunakan kartu konversi untuk mengetahui nilai pada skala ke dalam mmHg
  17. 17. 5,. , Tonometri Schiotz “inipun”. -a 'ti I Schiotz indentatbon tonometri; . f Fig in l! p Thv $4 nam-Ker v. plried c-n the : viesLhelue-jcuniea The exam 1211-. - tracts hari Ffv-HGS and the patient! -cuvs *in lw. nr *var thumb 'u 'nh thr- nrhar in: ? marut-Or l» Delnlvi-»w I, " the Yanu w El-II pin m denting the u-wnea The harder the rival& l th- shalawat th» Inanwatan ; nd Na srmlln tho: - Hwvsmanl of ma ndra efn -i nezdle
  18. 18. OFTALMOSKOPI Cup Disk Ratio ' NORMAL ° GLAUKOMA
  19. 19. was-z Oplitiiaimooeepicsimomlmm Guardian! hai nelpon: "WWW Narrowiriglaowlilmloitlierlm Expowlunlnacrlbrou Asvmmotiyoithocups vcrricaioloriuation otitis cup Nasal diaplmmmtaivesoels Progressive Copplngtothlrlm margin Baringoicirwmiinoarvuuis onlsrgomantoithc Regional palior Poripapillary mmm cup splinm marriage Mom libur layar loss
  20. 20. Pencekungan (cupping) n. Optikus yang asimetris. Terlihat ada pelebaran general dari cup dimata kanan (A) dibandingkan mata kiri (B) CDR asimetris > 0,2
  21. 21. ° Verticalelongatio - Splinter hemorrhage
  22. 22. PEMERIKSAAN LAPANG PANDANG - Kelainan Lapang Pandang Pada Glaukoma
  23. 23. GONIOSKOPI - Untuk memeriksa sudut bilik mata depan f . - r : wiovrcpr ; mmm 6 a 'I Cam-oma : asiaiiw » y& ~ r* . iru-rays an: e r r , . , I , Goi-. ioe-: cc--s Ani ci Aruna : ram angle &irmaes mn ir : lgi: ?Jali Jamu " éimw* 'm' I” Mizwar : mm - ? Amatir nie-kim I , a &miia mtr in: - &arri-anu PW” 'l' ' p ~ ivazircçlsr ntar-wuri ns ros'. ;slim ram &www; a, ,, u, mer# &zur IM Ciury 'xdy Ur;
  24. 24. 'lulu-i Gorilouooielrrunliution itu harus Fourier corne- Plymormaon. cium. semu! mendulum semua. lm Trainning. undur alumunium Trabocirienneduort Piarnrrutionmeriuhmiauteriorwmciaiceifwthnmmuwyw noovuneuiormombnnemlcrdcpncipiuu Ideal noor iris process. maroon or ; baru Clllnry how ban! Width. maritim &dedemit dan Iris content. turunin. mapay. ma. iridodoneoio Fuel and itu Extension syndrome. posterior : vacuum. position and uwiuw. camilan mature. ectrepion inul : amiin fiber: Plantation. rutrum
  25. 25. KLASIFIKASI GLAUKOMA BERDASARKAN ETIOLOGI A. Glaukoma primer 1. Glaukoma sudut terbuka a. Glaukoma sudut terbuka primer b. Glaukoma tekanan normal 2. Glaukoma sudut tertutup a. Akut b. Su bakut c. Kronik d. Iris plateau B. Glaukoma Kongenital 1. 2. Glaukoma kongenital primer Glaukoma yang berkaitan dengan kelainan perkembangan mata lain . Glaukoma yang berkaitan dengan kelainan perkembangan ekstraokular
  26. 26. C. Glaukoma sekunder D. Glukoma absolut Glaukoma piementasi - Hasil akhir semua glaukoma yang Sindrom eksfoliasi tidak terkontrol adalah mata yang Akibat kelainan lensa keras, tidak dapat melihat, dan Akibat kelainan tra ktus uvea sering nyeri. Sindrom iridokorneoendotelial (ICE) Trauma Pa scaoperasi Glaukoma neovaskular Peningkatan tekanan vena episklera 10. Akibat steroid E°9°. ".°` PPPN! "
  27. 27. Klasifikasi Berdasarkan Mekanisme Peningkatan Tekanan intraokular A. Glaukoma sudut terbuka B. Galukoma sudut tertutup 1. Membran pratrabekular 1.Sumbatan pupil (iris 2. Kelainan trabekular b°mbel 3_ Kegagnan pasca 2. Pergeseran lensa ke trabekular “tell” 3. Pendesakan sudut 4.Sinekia anterior perifer
  28. 28. GLAUKOMA PRIMER Glaukoma Sudut Terbuka Primer 0 Proses degeneratif, anyaman trabekular, termasuk pengendapan materi ekstrasel di dalam anyaman dan di bawah PATOI-OGI lapisan endotel kanal schlemm 0 Penurunan drainase aqueous humor yang menyebabkan peningkatan TIO
  29. 29. GEJALA KLINIS 0 Biasanya tidak memberi tanda-tanda dari luar 0 Perjalanan penyakit perlahan-lahan dan progresif dengan merusak papil saraf optik 0 Biasanya penderita baru sadar bila keadaan lebih lanjut 0 Sifatnya bilateral 0 Kebanyakan pada usia 2 40 tahun
  30. 30. mee/ muat( JJ_D MOON Q
  31. 31. Glaukoma Tekanan Normal PATOGENESISINYA o Kepekaan yang abnormal terhadap TIO karena kelainan vaskular atau mekanis di cput nervus opticus.
  32. 32. Untuk diagnosis sebelumnya harus menyingkirkan hal-hal sebagai berikut : Episode peningkatan TIO sebelumnya, seperti yang disebabkan oleh uveitis anterior, trauma, atau terapi steroid topikal. Variasi diurnal yang besar pada TIO dengan peningkatan mencolok, biasanya pada pagi hari. TIO yang berubah sesuai postur, dengan peningkatan mencolok saat pasien berbaring rata. Peningkatan TlO intermiten, seperti pada penutupan sudut subakut. Penaksiran TlO yang terlalu rendah akibat berkurangnya ketebalan kornea. Penyebab kelainan diskus optikus dan lapangan pandang yang lain termasuk kelainan diskus kongenital, neuropati optik herediter, dan atrofi optik didapat akibat tumor atau penyakit vaskular.
  33. 33. Hipertensi Okular o Peningkatan TIO tanpa kelainan diskus optikus atau lapangan pandang. o Resiko meningkat seiring dengan peningkatan TlO, bertambahnya usia, riwayat glaukoma pada keluarga, dan mungkin riwayat miopia, DM, serta penyakit kardiovaskular dalam keluarga.
  34. 34. Glaukoma Sudut Tertutup Akut Primer Terjadi bila terbentuk iris bombe yang menyebabkan oklusi COA oleh iris perifer: ) menghambat aliran keluar aqueous dan TlO meningkat dengan cepat, menimbulkan : - nyeri hebat - kemerahan -dan penglihatan kabur
  35. 35. WBWEOZ( JJ-im WOON 0
  36. 36. TEMUAN KLINIS o Pasien tampak sakit berat o Sakit kepala o Muntah-muntah o Penglihatan sangat kabur 0 Kelopak mata bengkak 0 Konjungtiva bulbi sangat hiperemis (Injeksi siliar) 0 Kornea berkabut o COA dangkal o Pupil dilatasi o Tajam penglihatan menurun sampai hitung jari
  37. 37. GLAUKOMA KONGENITAL Dibagi menjadi Glaukoma Kongenital ' Kemm" perkembmlsmlwmterbam Primer pada sudut COA o Sindrom Axenfeld-Reiger Anomali Perkembangan o Anomalipemr; Segmen Anterior o Keduanya disertai kelainan perkembangan lris dan kornea o Aniridia Berbagai Kelainan Lain a sindrom Sturege-wgbgr o neurofibromatosis
  38. 38. Blefarospasme . ". *l TRIAS KLASIK GALUKOMA KONGENITAL
  39. 39. Glaukoma Kongenital -$1
  40. 40. GLAUKOMA SEKUNDER Glaukoma Pigmentasi o Disebabkan oleh degenerasi epitel pigmen iris dan korpus siliaris. - Pigmen mengendap di permukaan kornea posterior (Krukenberg Spindle) dan tersangkut di jaringan trabekular, vi 1 mengganggu aliran keluar aqueous humor. r Kmkpnhem Aniuriles in nmment riimpmnn
  41. 41. Sindrom Eksfoliasi (Glaukoma Pseudoeksfoliasi) Dijumpai endapan bahan berserat mirip serpihan di permukaan lensa anterior, prosesus siliaris, zonula, permukaan posterior iris, dan jaringan trabekula b Pseudoexfoliatixie qlaucoma
  42. 42. Glaukoma Akibat Tekanan Lensa Dish kasi - Terjadi akibat trauma atau spontan (sindrom Marfan) - Dislokasi anterior 9 sumbatan pada bukaan pupil 9 Lensa iris bombe dan penutupan sudut 'mume se" s. - Lensa yang menyerap cukup banyak air sewaktu mengalami perubahan katarak, sehingga ukuran Le" 53 membesar - Katarak stadium lanjut mengalami kebocoran kapsul GIaukoma lensa anterior 9 protein lensa mencair masuk COA Fa ko' itik 9 jalinan trabekula edema dan tersumbat 9 peningkatan TlO mendadak
  43. 43. Glaukoma Akibat Kelainan Traktus Uvealis - Jalinan trabekular dapat tersum bat oleh 'Hr-ll Ti: sel-sel radang dari COA disertai ed ema sekunder - Melanoma traktus uvealis dapat menimbulkan glaukoma akibat pergeseran korpus siliaris ke anterior 9 penutupan sudut sekunder Illlll-l - Beberapa kelainan yang ditandai dengan endotelium kornea yang abnormal yang menyebabkan derajat variabel atrofi iris, galukoma sudut tertutup sekunder, dan edema kornea.
  44. 44. L e ICE syndrome
  45. 45. Glaukoma Akibat Glaukoma Trauma Neovaskularisasi - Cedera kontusio bola mata ° Paling sering disebabkan dapat disertai peningkatan oleh iskemi retina yang luas, TIO akibat perdarahan ke seperti yang terjadi pada COA (hifema) 9 darah retinopati diabetik stadium bebas menyumbat jalinan lanjut dan oklusi vena tra bekular ya ng mengalami sentralis retina iskemik. edema akibat cedera.
  46. 46. OBAT-OBAT GLAU KOMA - Supresi Pembentukan Aqueous Humor - Penyekat adrenergik-beta : ° Timolol maleat, betaxolol, levobu nolol, metipranolol, carteolol - Apraclonidine - Brimonidine - Dorzolamide hydrochloride - Penghambat anhidrase karbonat : ' Asetazolamide, dichlorphnenamide, methazolamide
  47. 47. - Fasilitasi Aliran Keluar Aqueous Humor - Analog prostaglandin - Obat parasimpatomimetik - Epinephrine ° Penurunan Volume Vitreus - Obat-obat hiperosmotik - Glycerin (glycerol) ° Miotik, Midriatik, dan Siklopegik - Cyclopentolate - atropine
  48. 48. TERAPI BEDAH dan LASER 1. Trabekulektomi Membuat lubang yang menghubungkan bilik depan mata & subkonjungtiva 2. Trabekuloplasti laser Membuat sikatriks/ jaringan parut di trabekulum sehingga celah melebar 3. Gonioplasti / iridoplasti Membuat sikatriks di iris perifer sehingga sudut menjadi terbuka
  49. 49. 4. Non penetrating surgery viscocanalostomy deep sclerectomy 9 menghubungkan bilik depan mata tidak langsung 5. Tube shunt Implant Baerveldt, Ahmed, Molteno 9 menghubungkan bilik depan mata dengan subkonjungtiva 6. Siklodestruksi Dengan krio atau laser 9 merusak badan silier 9 produksi HA turun
  50. 50. Mr m u lu vmmvr 'tsumma nur ji-r, r . ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... . e. . . .au I 'n umul- 1 , _ , , _ V _ _ , _ _ _ _ V , _ , , _ , , , , , , , _ , , _ _ , , , V , , , , , , , _ , , _ , , , , _, , , ,_ , , . .. L . a . i , tw . w . . . n . - I "-- f k" 4 , , , MA ~. -_ l _. / . .

×