O slideshow foi denunciado.
Utilizamos seu perfil e dados de atividades no LinkedIn para personalizar e exibir anúncios mais relevantes. Altere suas preferências de anúncios quando desejar.
Kepemimpinan atau leadership
merupakan ilmu terapan dari ilmu-ilmu
social, sebab prinsip-prinsip dan
rumusannya diharapkan...
 Perencanaan
 pengelolaan kelas
 Penilaian kemampuan belajar siswa.
 Pandangan ke masa depan dan
memiliki visi
 Berkemampuan bekerja keras
 Tekun dan tabah, tak mudah putus asa
 Memiliki...
Yang dimaksud pendekatan
kepemimpinan disini adalah sudut
pandang terhadap kepemimpinan
pendekatan kepemimpinan ini ada 3
...
 Model Kepemimpinan Kontingensi
Fielder
 Model Kepemimpinan Empat Dimensi
 Model kepemimpinan Situasional
Perilaku yang diatur dan diharapkan dari
seseorang dalam posisi tertentu. Aspek
dinamika dari status (kedudukan) apabila
s...
 Pemilihan Kepala sekolah yang
berkualitas
 Guru yang kompeten
 Peserta didik yang memenuhi standart
seleksi Strategi s...
 Percaya Diri
 Inisiatif
 Energi
 Menentukan Sikap Dengan
Waktu Yang Tepat
 Kejernihan Berpikir.
 Kegigihan
 Kebera...
 Educator (pendidik)
 Manajer
 Administrator
 Supervisor (penyelia)
 Leader (pemimpin)
 Pencipta iklim kerja
 Wirau...
suatu ilmu yang mempelajari penataan
sumber daya untuk mencapai tujuan
pendidikan secara produktif
Tujuan administrasi pen...
 Fungsi perencanaan
 Fungsi organisasi
 Fungsi koordinasi
 Fungsi motivasi
 Fungsi pengawasan
merupakan bagian dari kegiataan
administrasi yang dilaksanakan di sekolah,
berupa usaha kerjasama yang dilakukan
oleh para...
 Mengatur Kegiatan Penerimaan Siswa Baru
 Mengatur Kegiatan Orientasi Siswa Baru
 Pengelolaan Kelas
 Pembinaan Disipli...
Menurut R Terry Manajemen merupakan suatu
proses yang terdiri dari tindakan-tindakan
perencanaan, pengorganisasian, pengge...
Tujuan Manajemen
 Mewujudkan suasana kerja sama yang
aktif, inofatif, kreatif, efektif,
menyenangkan dan bermakna bagi
pa...
 Tercapainya tujuan yang lebih efektif
dan efisien dalam sebuah organisasi.
 Terbekalinya tenaga profesional dengan
teor...
 Perencanaan (Planning)
 Pengorganisasian (Organizing)
 Penggerakan (Actuating/motivating)
 Pengawasan / Supervisi (Co...
Muninjaya (1999) menyatakan bahwa
supervisi adalah salah satu bagianproses
atau kegiatan dari fungsi pengawasan
dan pengen...
 Memenuhi keinginan pegawai-pegawai
bawahannya
 Mengizinkan pegawainya menggunakan
kebijaksanaan dan putusannya sendiri
...
 Berusaha merubah peraturan yang
dalam praktik tidak mencapai hasil yang
diharapkan
 Tidak suka memberi janji kepada
peg...
 Supervisi dapat menemukan kegiatan yang sudah sesuai
dengan tujuan
 Supervisi dapat menemukan kegiatan yang belum sesua...
• Supervisi dapat meningkatkan efektifitas
kerja
• Supervisi dapat lebih meningkatkan
efesiensi kerja
 Pengamatan langsung
 Kerja sama
pembinaan yang berupa bimbingan atau
tuntunan ke arah perbaikan situasi
pendidikan pada umumnya dan
peningkatan mutu menga...
 Penelitian (research)
 Penilaian (evaluation)
 Perbaikan ( improvement)
 Pembinaan
modul merupakan salah satu alternatif
jawaban yang dianggap tepat oleh para
ahli dalam menanggapi dan
memecahkan masalah p...
 Modul merupakan unit pengajaran terkecil
dan lengkap.
 Modul memuat rangkaian kegiatan belajar
yang direncanakan dan si...
 Rumusan tujuan pengajaran yang
eksplisit dan spesifik
 Petunjuk untuk guru
 Lembaran kegiatan siswa
 Lembaran kerja b...
 Dapat belajar sesuai dengan kesanggupan
dan menurut lamanya waktu yang
digunakan mereka masing-masing.
 Dapat belajar s...
 Self instructional
 Self contained
 Stand alone
 Adaptif
 User friendly
 Konsistensi
 Prinsip Fleksibilias
 Prinsip Balikan (feetback)
 Prinsip Penguasaan Tuntas (mastery
learning)
 Prinsip Remidial
 Pr...
 Modul inti
 Modul pengayaan
Pembelajaran tuntas (mastery learning)
adalah pendekatan dalam pembelajaran
yang mempersyaratkan peserta didik
menguasai s...
adalah cara untuk mempermudah peserta
didik mencapai kompetensi tertentu. Hal ini
berlaku baik bagi guru (dalam pemilihan
...
 mempertinggi rata-rata prestasi siswa
dalam belajar dengan memberikan
kualitas pembelajaran yang lebih sesuai
 bantuan ...
(1) siswa menguasai semua bahan
pelajaran yang disajikan secara penuh
(2) bahan pengajaran dibetulkan secara
sistematis
adalah tenaga fungsional guru yang
diberikan tugas tambahan untuk
memimpin suatu sekolah di mana
diselenggarakan proses be...
 Memiliki ijazah yang sesuai dengan
ketentuan/peraturan yang telah
ditetapkan oleh pemerintah
 Mempunyai pengalaman kerj...
 Membuat perencanaan
 Kepala sekolah bertugas menyusun
struktur organisasi sekolah
 Kepala sekolah sebagai koordinator
...
adalah salah satu tugas pokok dalam
administrasi pendidikan bukan hanya
merupakan tugas pekerjaan para inspektur
maupun pe...
 Lingkungan masyarakat di mana sekolah
berada.
 Besar kecilnya sekolah menjadi
tanggung jawab kepala sekolah.
 Tingkata...
 Kegiatan mengorganisasi personel dan
material,
 Merencanakan program/kegiatan-
kegiatan,
 Membangun semangat guru-guru...
 Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya
untuk membentuk manusia pembangunan yang
ber-pancasila.
 Guru ememiliki k...
 Guru secara sendiri-sendiri dan atau bersama-
sama mengembangkan dan meningkatkan
mutu profesinya.
 Guru menciptakan da...
adalah sistem yang bergerak dan
berperan dalam merumuskan tujuan
pendewasaan manusia sebagai mahluk
sosial agar mampu beri...
› Tingkat Sekolah
› Jenis Sekolah
› Besar Kecilnya Sekolah
› Letak dan Lingkungan Sekolah
 Dimensi Hubungan
 Dimensi Pertumbuhan atau
Perkembangan Pribadi
 Dimensi Perubahan dan
Perbaikan Sistem
 Dimensi Ling...
 Iklim Terbuka
 Iklim Bebas
 Iklim Terkontrol
 Iklim yang Familier
 Iklim Keayahan
 Iklim Tertutup
 Beberapa ciri rapat yang baik adalah Dalam
hal perencanaan
 Dalam hal jalannya rapat
 Melihat Tujuan Rapat
 Mempersiapkan Peserta Rapat
 Mempersiapkan Ruangan
 Membuat Daftar Acara
 Mempersiapkan Bahan ...
adalah hubungan dua arah antara
sekolah dengan masyarakat untuk
memusyawarahkan ide-ide dan informasi-
informasi tertentu ...
 Tahu hal-hal persekolahan dan inovasi-
inovasinya
 Kebutuhan-kebutuhan masyarakat tentang
pendidikan lebih mudah diwuju...
 Memudahkan memperbaiki pendidikan.
 Memperbesar usaha meningkatkan profesi
staf.
 Konsep masyarakat tentang guru menja...
 memiliki kesadaran (pemahaman) tentang diri
dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan,
sosial budaya dan agama)
 mampu m...
 Hubungan edukatif
 Hubungan cultural
 Hubungan institusional
 Ketahuilah apa yang Anda yakini.
 Laksanakanlah program pendidikan dengan
baik dan bersahabat dengan masyarakat.
 Keta...
Orang tua
Guru
Komite sekolah
Kepala sekolah
Supervisor
By:
Nurul Samsiyah
Semoga
bermanfaat…..
Resum administrasi nurul
Próximos SlideShares
Carregando em…5
×

Resum administrasi nurul

230 visualizações

Publicada em

  • Seja o primeiro a comentar

  • Seja a primeira pessoa a gostar disto

Resum administrasi nurul

  1. 1. Kepemimpinan atau leadership merupakan ilmu terapan dari ilmu-ilmu social, sebab prinsip-prinsip dan rumusannya diharapkan dapat mendatangkan manfaat bagi kesejahteraan manusia (Moejiono, 2002)
  2. 2.  Perencanaan  pengelolaan kelas  Penilaian kemampuan belajar siswa.
  3. 3.  Pandangan ke masa depan dan memiliki visi  Berkemampuan bekerja keras  Tekun dan tabah, tak mudah putus asa  Memiliki disiplin  Memiliki sikap kepelayanan
  4. 4. Yang dimaksud pendekatan kepemimpinan disini adalah sudut pandang terhadap kepemimpinan pendekatan kepemimpinan ini ada 3 yaitu:  Pendekatan Sifat  Pendekatan perilaku  Pendekatan situasional
  5. 5.  Model Kepemimpinan Kontingensi Fielder  Model Kepemimpinan Empat Dimensi  Model kepemimpinan Situasional
  6. 6. Perilaku yang diatur dan diharapkan dari seseorang dalam posisi tertentu. Aspek dinamika dari status (kedudukan) apabila seseorang atau beberapa orang atau sekelompok orang atau oraganisasi yang melaksanakan hak dan kewajiban sesuai dengan jabatanya (Soerjono Soekanto).
  7. 7.  Pemilihan Kepala sekolah yang berkualitas  Guru yang kompeten  Peserta didik yang memenuhi standart seleksi Strategi sekarang (porses) Kinerja (output)
  8. 8.  Percaya Diri  Inisiatif  Energi  Menentukan Sikap Dengan Waktu Yang Tepat  Kejernihan Berpikir.  Kegigihan  Keberanian
  9. 9.  Educator (pendidik)  Manajer  Administrator  Supervisor (penyelia)  Leader (pemimpin)  Pencipta iklim kerja  Wirausahawan
  10. 10. suatu ilmu yang mempelajari penataan sumber daya untuk mencapai tujuan pendidikan secara produktif Tujuan administrasi pendidikan adalah meningkatkan efisiensi dan efektifitas penyelenggaraan kegiatan operasional kependidikan dalam mencapai tujuan pendidikan.
  11. 11.  Fungsi perencanaan  Fungsi organisasi  Fungsi koordinasi  Fungsi motivasi  Fungsi pengawasan
  12. 12. merupakan bagian dari kegiataan administrasi yang dilaksanakan di sekolah, berupa usaha kerjasama yang dilakukan oleh para pendidik agar terlaksananya proses belajar mengajar yang relevan, efektif, efisien, guna tercapainya tujuan pendidikan yang diharapkan.
  13. 13.  Mengatur Kegiatan Penerimaan Siswa Baru  Mengatur Kegiatan Orientasi Siswa Baru  Pengelolaan Kelas  Pembinaan Disiplin Murid/Siswa  Mengatur Pemberian Bimbingan dan Penyuluhan  Pengelolaan Osis (Organisasi Siswa Intra Sekolah)  Pengelolaan Data Siswa  Promosi dan Mutasi
  14. 14. Menurut R Terry Manajemen merupakan suatu proses yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian yang dilakukan uituk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya manajemen dapat sebagai:  ilmu dan seni  proses  profesi
  15. 15. Tujuan Manajemen  Mewujudkan suasana kerja sama yang aktif, inofatif, kreatif, efektif, menyenangkan dan bermakna bagi para karyawan atau anggota.  Terciptanya karyawan atau anggota yang aktif mengembangkan potensi dirinya  Terpenuhinya salah satu dari 4 (empat) kopetensi bekerja para anggota serta tertunjangnya kopetensi manajerial para atasan dan anggota sebagai manajer.
  16. 16.  Tercapainya tujuan yang lebih efektif dan efisien dalam sebuah organisasi.  Terbekalinya tenaga profesional dengan teori tentang proses dan tugas administrasi kepemimpinan  Teratasinya masalah mutu pekerjaan karena 80% adalah mutu para pekerja disebabkan karena manajemen
  17. 17.  Perencanaan (Planning)  Pengorganisasian (Organizing)  Penggerakan (Actuating/motivating)  Pengawasan / Supervisi (Controling)  Pengarahan (Directing/Commanding)  Koordinasi (Coordinating)  Penilaian (evaluating)
  18. 18. Muninjaya (1999) menyatakan bahwa supervisi adalah salah satu bagianproses atau kegiatan dari fungsi pengawasan dan pengendalian (controlling).
  19. 19.  Memenuhi keinginan pegawai-pegawai bawahannya  Mengizinkan pegawainya menggunakan kebijaksanaan dan putusannya sendiri sebanyak yang mereka sanggup membuatnya.  Tidak melampaui wewenang dari para ahli  Menerima kemungkinan untuk tidak populer diantara pegawainya.  Tidak terlalu optimis mengenai keadaan semangat kerja pegawainya
  20. 20.  Berusaha merubah peraturan yang dalam praktik tidak mencapai hasil yang diharapkan  Tidak suka memberi janji kepada pegawainya  Tidak hanya mengharapkan kesetiaan dan juga tidak mengadakan diskriminasi terhadap pegawainya  Tidak mau menyerah kepada pegawainya  Memperjuangkan kepentingan pegawainya
  21. 21.  Supervisi dapat menemukan kegiatan yang sudah sesuai dengan tujuan  Supervisi dapat menemukan kegiatan yang belum sesuai dengan tujuan  Supervisi dapat memberi keterangan tentang apa yang perlu dibenahi lebih dahulu (diprioritaskan)  Melalui supervisi dapat diketahui petugas (guru, kepala sekolah) yang perlu ditatar  Melalui supervisi dapat diketahui petugas yang perlu diganti  Melalui supervisi dapat diketahui buku yang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran  Melalui supervisi dapat diketahui kelemahan kurikulum  Melalui supervisi mutu proses belajar dan mengajar dapatditingkatkan
  22. 22. • Supervisi dapat meningkatkan efektifitas kerja • Supervisi dapat lebih meningkatkan efesiensi kerja
  23. 23.  Pengamatan langsung  Kerja sama
  24. 24. pembinaan yang berupa bimbingan atau tuntunan ke arah perbaikan situasi pendidikan pada umumnya dan peningkatan mutu mengajar dan belajar pada khususnya.
  25. 25.  Penelitian (research)  Penilaian (evaluation)  Perbaikan ( improvement)  Pembinaan
  26. 26. modul merupakan salah satu alternatif jawaban yang dianggap tepat oleh para ahli dalam menanggapi dan memecahkan masalah pendidikan dan pengajaran yang sangat kompleks dewasa ini.
  27. 27.  Modul merupakan unit pengajaran terkecil dan lengkap.  Modul memuat rangkaian kegiatan belajar yang direncanakan dan sistematik  Modul memuat tujuan belajar yang dirumuskan secara jelas dan spesifik (khusus)  Modul memungkinkan siswa belajar sendiri (independent).  Modul merupakan realisasi pengakuan perbedaan individual dan merupakan salah satu
  28. 28.  Rumusan tujuan pengajaran yang eksplisit dan spesifik  Petunjuk untuk guru  Lembaran kegiatan siswa  Lembaran kerja bagi siswa  Kunci lembaran kerja  Lembaran evaluasi  Kunci lembaran evaluasi
  29. 29.  Dapat belajar sesuai dengan kesanggupan dan menurut lamanya waktu yang digunakan mereka masing-masing.  Dapat belajar sesuai dengan cara dan teknik mereka masing-masing.  Memberikan peluang yang luas untuk memperbaiki kesalahan dengan remedial dan banyaknya ulangan.  Siswa dapat belajar sesuai dengan topik yang diminati
  30. 30.  Self instructional  Self contained  Stand alone  Adaptif  User friendly  Konsistensi
  31. 31.  Prinsip Fleksibilias  Prinsip Balikan (feetback)  Prinsip Penguasaan Tuntas (mastery learning)  Prinsip Remidial  Prinsip motivasi dan kerja sama  Prinsip Pengayaan
  32. 32.  Modul inti  Modul pengayaan
  33. 33. Pembelajaran tuntas (mastery learning) adalah pendekatan dalam pembelajaran yang mempersyaratkan peserta didik menguasai secara tuntas seluruh standar kompetensi maupun kompetensi dasar mata pelajaran tertentu.
  34. 34. adalah cara untuk mempermudah peserta didik mencapai kompetensi tertentu. Hal ini berlaku baik bagi guru (dalam pemilihan metode mengajar) maupun bagi peserta didik (dalam memilih strategi belajar). Dengan demikian makin baik metode, akan makin efektif pula pencapaian tujuan belajar (Akhmad Sudrajat, 2009).
  35. 35.  mempertinggi rata-rata prestasi siswa dalam belajar dengan memberikan kualitas pembelajaran yang lebih sesuai  bantuan serta perhatian khusus bagi siswa-siswa yang lambat agar menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar yang di tetapkan
  36. 36. (1) siswa menguasai semua bahan pelajaran yang disajikan secara penuh (2) bahan pengajaran dibetulkan secara sistematis
  37. 37. adalah tenaga fungsional guru yang diberikan tugas tambahan untuk memimpin suatu sekolah di mana diselenggarakan proses belajar mengajar atau tempat di mana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran.
  38. 38.  Memiliki ijazah yang sesuai dengan ketentuan/peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah  Mempunyai pengalaman kerja yang cukup  Mempunyai sifat kepribadian yang baik  Mempunyai keahlian dan pengetahuan yang luas  Mempunyai ide dan inisiatif yang baik untuk kemajuan dan pengembangan sekolahnya
  39. 39.  Membuat perencanaan  Kepala sekolah bertugas menyusun struktur organisasi sekolah  Kepala sekolah sebagai koordinator dalam organisasi sekolah  Kepala sekolah mengatur kepegawaian dalam organisasi sekolah
  40. 40. adalah salah satu tugas pokok dalam administrasi pendidikan bukan hanya merupakan tugas pekerjaan para inspektur maupun pengawas saja melainkan juga tugas pekerjaan kepala sekolah terhadap pegawai-pegawai sekolahnya.
  41. 41.  Lingkungan masyarakat di mana sekolah berada.  Besar kecilnya sekolah menjadi tanggung jawab kepala sekolah.  Tingkatan dan jenis sekolah.  Keadaan guru-guru dan pegawai- pegawai yang tersedia.  Kecakapan dan keahlian kepala sekolah itu sendiri
  42. 42.  Kegiatan mengorganisasi personel dan material,  Merencanakan program/kegiatan- kegiatan,  Membangun semangat guru-guru dan inisiatif perseorangan/kelompok ke arah tercapainya tujuan-tujuan.  Menilai hasil-hasil dari rencana-rencana, prosedur-prosedur, serta pelaksanaannya oleh perseorangan dan kelompok
  43. 43.  Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangunan yang ber-pancasila.  Guru ememiliki kejujuran profesional dalam menerapkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan anak didik masing-masing.  Guru mengadakan komunikasi, terutama dalam memperoleh informasi tentang anak didik, tetapi menghindarkan diri dari segala bentuk penyalahgunaan.  Guru menciptakan suasana kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua murid dengan sebaik-baiknya bagi kepentingan anak didik.
  44. 44.  Guru secara sendiri-sendiri dan atau bersama- sama mengembangkan dan meningkatkan mutu profesinya.  Guru menciptakan dan memelihara hubungan antara sesama guru baik berdasarkan lingkungan kerja sama maupun didalam hubungan keseluruhan.  Guru secara bersama-sama memelihara, membina, dan meningkatkan organisasi guru profesional sebagai sarana pengabdiannya.  Guru melaksanakan segala ketentuan yang merupakan kebijaksanaan pemerintah dalam bidang pendidikan.
  45. 45. adalah sistem yang bergerak dan berperan dalam merumuskan tujuan pendewasaan manusia sebagai mahluk sosial agar mampu berinteraksi dengan lingkungan. Dengan begitu disana kita bisa belajar bagaimana cara menyikapi diri kita ketika berhadapan dengan suatu masalah sehingga kita bisa menyelesaikannya
  46. 46. › Tingkat Sekolah › Jenis Sekolah › Besar Kecilnya Sekolah › Letak dan Lingkungan Sekolah
  47. 47.  Dimensi Hubungan  Dimensi Pertumbuhan atau Perkembangan Pribadi  Dimensi Perubahan dan Perbaikan Sistem  Dimensi Lingkungan Fisik
  48. 48.  Iklim Terbuka  Iklim Bebas  Iklim Terkontrol  Iklim yang Familier  Iklim Keayahan  Iklim Tertutup
  49. 49.  Beberapa ciri rapat yang baik adalah Dalam hal perencanaan  Dalam hal jalannya rapat
  50. 50.  Melihat Tujuan Rapat  Mempersiapkan Peserta Rapat  Mempersiapkan Ruangan  Membuat Daftar Acara  Mempersiapkan Bahan Rapat  Mempersiapkan Peralatan Rapat  Mengirimkan Hasil Rapat  Melakukan Pekerjaan-pekerjaan Tindak Lanjut
  51. 51. adalah hubungan dua arah antara sekolah dengan masyarakat untuk memusyawarahkan ide-ide dan informasi- informasi tertentu yang berguna bagi peningkatan pendidikan
  52. 52.  Tahu hal-hal persekolahan dan inovasi- inovasinya  Kebutuhan-kebutuhan masyarakat tentang pendidikan lebih mudah diwujudkan.  Menyalurkan kebutuhan berpartisipasi dalam pendidikan.  Melakukan tekanan/tuntutan terhadap sekolah.
  53. 53.  Memudahkan memperbaiki pendidikan.  Memperbesar usaha meningkatkan profesi staf.  Konsep masyarakat tentang guru menjadi benar.  Mendapat dukungan moral dari masyarakat.  Memudahkan meminta bantuan dan material dari masyarakat  Memudahkan pemakaian media pendidikan di masyarakat
  54. 54.  memiliki kesadaran (pemahaman) tentang diri dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, sosial budaya dan agama)  mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku yang layak bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya  mampu menangani atau memenuhi kebutuhan dan masalahnya  mampu mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya
  55. 55.  Hubungan edukatif  Hubungan cultural  Hubungan institusional
  56. 56.  Ketahuilah apa yang Anda yakini.  Laksanakanlah program pendidikan dengan baik dan bersahabat dengan masyarakat.  Ketahuilah masyarakat Anda.  Adakan survey mengenai masyarakat di daerah tertentu.  Bahan-bahan dokumen.  Keanggotaan dalam organisasi masyarakat.  Adakan kunjungan ke rumah.  Layani masyarakat di daerah Anda.  Doronglah masyarakat untuk melayani sekolah.
  57. 57. Orang tua Guru Komite sekolah Kepala sekolah Supervisor
  58. 58. By: Nurul Samsiyah Semoga bermanfaat…..

×