Best practice mulyati isi final

Mulyati Rahman
Mulyati RahmanWidyaiswara LPPKS Indonesia em LPPKS Indonesia

Best Practice KS Prestasi Tk Nasional 2014

1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pemerintah telah mencanangkan Kurikulum 2013 untuk menjawab tantangan
internal maupun eksternal yang dihadapi bangsa Indonesia. Tantangan internal
tersebut terkait dengan pertumbuhan penduduk usia produktif yang diperkirakan
akan mencapai puncaknya pada 2020 – 2025 yang angkanya mencapai 70 %.
Tantangan eksternal lainnya terkait arus globalisasi dan berbagai isu terkait
masalah lingkungan hidup, kemajuan teknologi informasi, kebangkitan industri
kreatif dan budaya dan perkembangan pendidikan di tingkat internasional
(Kemendikbud, 2013: 1- 2).
Tujuan penerapan Kurikulum 2013 adalah mempersiapkan manusia
Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga Negara
yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi
pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara (Kemendikbud, 2013: 3).
Hal ini disebabkan implementasi Kurikulum 2013 menuntut kebutuhan terhadap
peningkatan sikap, pengetahuan dan keterampilan sebagai penjamin mutu
(Kemendikbud, 2014: ii).
Adanya perubahan kurikulum, capaian prestasi anak didik tidak hanya
dilihat dari sisi akademisnya saja tetapi juga non akademis, yang mencakup tiga
pilar penjamin mutu, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan (Kemendikbud,
2014: ii). Kepala sekolah diharapkan mampu berperan dalam mengorganisasi dan
mengoptimalkan seluruh potensi sekolah, termasuk merubah mind-set para guru
untuk membawa mereka menuju ke arah kemajuan dan perubahan.
Menyongsong penerapan Kurikulum 2013 di SMPN 11 Surakarta banyak
tantangan dan hambatan baik segi prestasi (akademik dan non akademik), sarana
prasarana dan lingkungan yang kurang mendukung proses pembelajaran. Hasil
kajian awal banyak komponen belum memenuhi Standar Pelayanan Minimal
(SPM) pendidikan sesuai Permendiknas No 15 Tahun 2010 (Permendikbud No 23
Tahun 2013). Luas sekolah hanya 2.032 m2
dan terdapat 18 rombel dengan
jumlah siswa 527 siswa (terkecil di antara 27 SMP negeri di Surakarta). Kondisi
2
sekolah sangat kotor dan tidak terawat. Sarana prasarana pendukung pembelajaran
sangat minim. Wacana relokasi sekolah yang sudah berlangsung lama,
menyebabkan program bantuan perbaikan sarpra jarang diperoleh sekolah ini.
Gambar 1. Kondisi Lingkungan SMPN 11 Surakarta bulan Februari 2012
Kedisiplinan siswa masih rendah dan kinerja guru belum memuaskan.
Banyak guru mengajar dengan ceramah, tidak bisa mengoperasikan komputer, dan
administrasi pembelajaran seadanya. Kegiatan pengembangan diri siswa dan guru
tidak berkembang, karena alasan keterbatasan dana sehingga banyak bakat siswa
tidak tersalurkan. Peran orangtua juga sangat rendah, terhadap program dan upaya
peningkatan mutu pendidikan. Program pendidikan gratis makin membuat banyak
orangtua makin apatis terhadap perkembangan sekolah.
Kondisi ini makin terpuruk dengan program Sekolah PLUS oleh Pemerintah
Kota (Pemkot) Surakarta pada tahun ajaran 2012/2013 dengan SK Walikota No
420/56-c/1/2012 tanggal 1 Juni 2012 (Pemkot Surakarta, 2012). Sekolah PLUS
adalah sekolah yang menyelenggarakan pendidikan bagi peserta didik dari
keluarga kurang mampu (keluarga miskin) warga Kota Surakarta, di mana biaya
penyelenggaraan pendidikan dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
(APBD) Kota Surakarta dengan nama Bantuan Pendidikan Masyarakat Surakarta
(BPMKS). Proses seleksi masuk sekolah Plus pada tahun pelajaran 2012/2013
berdasarkan “tingkat kemiskinan” tanpa memperhatikan nilai akademik siswa.
Dampaknya, banyak warga mampu akhirnya mencari surat keterangan tidak
mampu agar bisa menyekolahkan sekolah di sekolah PLUS. Kondisi semacam ini
semakin memperburuk citra SMPN 11 Surakarta sebagai sekolah pinggiran, siswa
tidak disiplin, nakal, dan bodoh. Hasil Evaluasi Diri Sekolah (EDS) yang telah
dilakukan sekolah pada tahun pelajaran 2012/2013 seluruh komponen Standar
3
Nasional Pendidikan (SNP) belum mencapai Standar Pelayanan Minimal (SPM),
yang ditetapkan yang ditunjukkan dengan grafik pada lampiran
Sebagai upaya mengatasi hambatan-hambatan di atas, penulis selaku kepala
SMPN 11 Surakarta mengambil langkah perubahan manajemen dengan
Manajemen Citra (MANTRA) untuk membangun citra positif (image building)
sehingga mendongkrak prestasi sekolah. Bertolak dari pemikiran tersebut maka
penulis mengangkat pengalaman terbaik (best practices) dalam makalah berjudul
MANTRA: Mendongkrak Prestasi Sekolah „GAKIN‟ dalam Menyongsong
Penerapan Kurikulum 2013.
B. Permasalahan
Permasalahan yang perlu diatasi dirumuskan sebagai berikut:
1. Bagaimanakah langkah-langkah menggali potensi untuk mendongkrak prestasi
sekolah GAKIN melalui Manajemen Citra (MANTRA) di SMPN 11 Surakarta?
2. Apakah Manajemen Citra (MANTRA) mampu mendongkrak prestasi SMP
Negri 11 Surakarta.
C. Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah best practice ini adalah:
1. Menentukan langkah-langkah untuk mendongkrak prestasi sekolah GAKIN
melalui Manajemen Citra (MANTRA) di SMPN 11 Surakarta.
2. Menginventaris hasil dan dampak penerapan Manajemen Citra yang mampu
mendongkrak prestasi SMPN 11 Surakarta.
D. Manfaat
1. Diperolehnya cara-cara menggali potensi dan sumberdaya sekolah melalui
MANTRA untuk mendongkrak prestasi SMPN 11 Surakarta.
2. Ditemukannya langkah-langkah penyelesaian masalah terbaik dan ekonomis
untuk mengembangkan potensi dan sumber daya di SMPN 11 Surakarta pada
khususnya dan penyelesaian masalah pendidikan pada umumnya.
4
BAB II
PEMBAHASAN
A. Telaah Konsep Manajemen Citra (MANTRA)
1. Pengertian Manajemen Citra (MANTRA)
Menurut Suharno (2014) “Manajemen” dan “Citra” merupakan dua kata
yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Citra sering juga disebut image.
Manajemen adalah aktivitas atau kegiatan mengelola sesuatu (personel atau
organisasi) secara efisien dan efektif, guna meraih suatu tujuan yang
dikehendaki. Manajemen Citra merupakan istilah yang sering dipakai dalam
manajemen perusahan/organisasi (public relation/PR) dengan maksud
membantu individu dan organisasi agar mau dan mampu membangun dan
mengembangkan citra diri dan organisasinya menjadi lebih baik.
Manajemen citra memegang peranan penting, karena menunjukkan siapa
diri kita dan mau diposisikan bagaimana. Muktiyo (2010:5) menyatakan bahwa
Manajemen Citra adalah konsep yang diartikan sebagai seni dan ilmu yang
dipergunakan agar kita disukai dan dihormati oleh semua pihak yang
berhubungan dengan kita. Sedangkan citra adalah kesan yang timbul karena
pemahaman akan suatu kenyataan.
Membangun citra (image building) dalam proses kehidupan, kita selalu
mempunyai tujuan agar hal yang ingin kita raih dapat terwujud. Menurut Sutojo
Siswanto yang dikutip Muktiyo (2014:44) keberhasilan membangun citra
(image) dipengaruhi banyak faktor antara lain: 1) citra dibangun berdasarkan
orientasi terhadap manfaat yang dibutuhkan dan diinginkan kelompok sasaran;
2) manfaat yang ditonjolkan cukup realistis; 3) citra yang ditonjolkan sesuai
dengan kemampuan perusahaan, 4) citra mudah dimengerti kelompok sasaran;
dan 5) citra merupakan sarana, bukan tujuan usaha
Citra bisa positif dan bisa pula negatif. Semua orang atau organisasi
pasti ingin dicitrakan positif. Dengan citra yang positif, individu maupun
organisasi, akan mampu bertahan di tengah-tengah kancah persaingan yang
sangat kompetitif sekarang ini. Oleh karena itulah, mengelola citra diri atau
citra organisasi merupakan sesuatu yang amat sangat penting, bagi individu
5
maupun organisasi. Namun sayang belum semua individu dan organisasi
menyadarinya. Demikian juga instansi pendidikan. Banyak individu maupun
organisasi yang hanya berfikir sesaat dan pragmatis. Mereka menganggap
dirinya dan organisasinya, semuanya berjalan baik-baik saja, lancar-lancar saja,
tidak ada masalah. Dalam dunia pendidikan juga banyak yang menganggap
masalah manajemen citra ini tidak penting.
Seperti halnya di perusahaan, di lembaga pendidikan pun seiring dengan
tuntutan dan perubahan jaman, maka seorang pemimpin pendidikan (kepala
sekolah) harus mampu menyusun tahapan perencanaan untuk mendapatkan
citra yang diinginkan. Keinginan tersebut harus diorganisasikan dengan baik.
agar citra yang diidam-idamkan tidak keluar dari harapan. Citra sekolah yang
positif sangat berperan dalam mengembangkan sekolah di tengah perubahan
yang sangat kompetitif, terutama era menyongsong Kurikulum 2013
2. Peran Manajemen Citra dalam Menyongsong Kurikulum 2013
Penerapan MANTRA di lembaga pendidikan (sekolah) harus diawali
dari kepribadian pemimpinnya (kepala sekolah), karena citra sekolah akan
nampak dari citra kepala sekolahnya. Keberhasilan sekolah banyak ditentukan
oleh kepemimpinan kepala sekolahnya. Kepala sekolah yang ingin mendapat
citra positif, harus siap menjadi panutan dan teladan setiap warga sekolah.,
Setelah kepribadian terbentuk, maka akan mudah bagi kepala sekolah untuk
menggarap potensi-potensi di lembaga sekolah yang dipimpinnya, sehingga
mudah mempengaruhi dan menggerakkan warga sekolah untuk
memberdayakan diri agar lebih maju dan berkembang, sehingga akan diperoleh
citra positif sekolah. Hal ini akan mempengaruhi kepercayaan masyarakat
sebagai konsumen pendidikan. Menurut Muktiyo Widodo (2014) dalam suatu
usaha, image memegang peranan yang mampu mengembangkan keuntungan
secara menyeluruh, loyalitas konsumen serta citra perusahaan.
Sebagai upaya menumbuhkan citra positif SMPN 11 Surakarta, penulis
sebagai kepala sekolah telah menerapkan upaya pembaharuan manajemen
melalui Manajemen Citra (MANTRA). Penerapan manajemen citra ini juga
terkait erat dengan harapan terciptanya sekolah yang berkualitas, yang tidak
6
hanya dilihat dari sisi akademik tetapi juga non akademik yang berkembang.
Hal ini juga sejalan dengan Kurikulum 2013 di mana salah satu karakteristiknya
adalah keseimbangan antara pengembangan sikap spiritual dan sosial, rasa ingin
tahu, kreativitas, kerjasama dengan kemampuan intelektual dan psikomotorik.
B. STRATEGI PEMECAHAN MASALAH
1. Deskripsi Strategi Pemecahan Masalah
Sebagai langkah mengatasi hambatan di SMPN 11 Surakarta adalah
dengan menerapkan strategi Manajemen Citra (MANTRA). MANTRA adalah
serangkaian aktivitas pengelolaan citra individu atau organisasi yang didasarkan
atas penilaian pihak lain. Penilaian baik-buruk dari pihak lain, merupakan suatu
hal yang bersifat jujur dan obyektif. Begitu pula dengan sekolah. Citra sekolah
yang positif sangat berperan dalam mengembangkan sekolah di tengah
perubahan yang sangat kompetitif, terutama era menyonsong Kurikulum 2013.
Dengan citra yang positif diharapkan dapat mendongkrak capaian prestasi
SMPN 11 Surakarta.
Strategi MANTRA di SMP Negeri 11 Surakarta, dilaksanakan dengan
langkah-langkah berikut:
a. Pengembangan budaya dan lingkungan sekolah yang berkarakter
b. Pengembangan semangat berkarya dan motivasi berprestasi
c. Pengembangan potensi diri siswa,
d. Pemberdayaan dan Peningkatan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan
e. Komunikasi dan Sosialisasi Program Sekolah,
2. Alasan Pemilihan Strategi Pemecahan Masalah
Pemilihan MANTRA sebagai alternatif solusi untuk mengatasi masalah,
berdasarkan pertimbangan hal-hal berikut:
a. Citra sekolah makin terpuruk seiring penerapan sekolah PLUS, yaitu sekolah
yang hanya menerima siswa dari kalangan tidak mampu
b. Sumber daya yang ada sangat minim, sehingga perlu sosialisasi kegiatan
yang melibatkan peran serta warga masyarakat (orangtua, alumni, atau
masyarakat umum)
7
c. Banyak potensi/bakat warga sekolah (guru/siswa) belum berkembang secara
optimal karena belum diberdayakan.
d. Keterbatasan peran stake holder dalam membantu pengembangan sekolah
sehingga dibutuhkan kepedulian, rasa berbagi dan rasa handarbeni dari
warga sekolah untuk kemajuan sekolah.
C. Langkah Konkret Penerapan Manajemen Citra (MANTRA)
Strategi pelaksanaan MANTRA secara kongkrit telah dilakukan bersama
warga SMPN 11 Surakarta adalah sebagai berikut:
1. Pengembangan budaya dan lingkungan sekolah yang berkarakter,
Bentuk kegiatannya sebagai berikut:
a. Pembiasaan: 1) rutin: upacara bendera, doa bersama, Jumatan, sholat duhur
berjamaah, piket pagi, ketertiban dan kedisiplinan kepala sekolah, guru dan
siswa; 2) Spontan: budaya sehari-hari (senyum, salam, sapa), dan kunjungan
rumah siswa yang terkena musibah; 3) keteladanan perilaku: rapi, sopan,
menghargai dan berempati kepada orang lain.
b. Kepedulian sosial: zakat penghasilan guru, hari berbagi untuk menggalang
dana PMI setiap tanggal 11, berbagi dengan tukang becak di Car Free Day
(CFD) mencari orangtua asuh (pribadi maupun GNOTA), biaya pendidikan
ke jenjang SMA, bakti sosial ke panti asuhan, buka puasa bersama anak
yatim, pengumpulan bantuan spontan (korban banjir dan gunung Kelud),
dan kegiatan rutin lainnya.
Gambar 2. Penyerahan zakat, laptop, dan
biaya pendidikan sampai jenjang SMA dari guru dan orangtua asuh
8
c. Peduli lingkungan, dengan menjaga kebersihan dan perilaku hidup sehat dan
bersih dengan kegiatan antara lain: lomba taman dan kebersihan kelas,
melukis pot gerabah, Greenschool, lomba daur ulang, melukis tong sampah,
kerjabakti di lingkungan dan sungai sekitar sekolah,
d. Menciptakan suasana kerja yang harmonis, terbuka, menjunjung kejujuran,
kebersamaan, dan kekeluargaan, dalam bentuk: rapat guru, wali kelas dan
staf secara rutin, transparansi administrasi pelaporan keuangan, workshop
standar pengelolaan, dan memprioritaskan anggaran untuk kegiatan:
pembelajara, pengembangan bakat minat siswa dan peningkatan kompetensi
guru dan karyawan.
Bukti-bukti pelaksanaan strategi ini pada lampiran 1.
2. Pengembangan Semangat Berkarya dan Motivasi Berprestasi
a. Memberikan teladan semangat untuk maju, berprestasi, dan pantang
menyerah dengan mengikuti lomba guru/kepala sekolah. Sebagai contoh
pada tahun 2012 mendapat penghargaan Walikota dan mendapatkan juara II
Lomba Kreatifitas Guru (LKG) Tk Nasional. Pada tahun 2013 mendapatkan
penghargaan prestasi pendidikan dari Pemkot Surakarta.
Gambar 3.
Penyerahan Penghargaan dari Mendikbud (Muhammad Nuh), Walikota
Surakarta (Joko Widodo), dan Kepala Dinas Dikpora Surakarta
(Ibu etty Retnowati)
b. Mengapresiasi setiap keberhasilan dan kontribusi warga sekolah dengan
memberikan reward dan diserahkan saat upacara bendera.
c. Melakukan pemenuhan dan pemberdayaan sarana prasarana untuk
menunjang kegiatan pembelajaran, peningkatan kompetensi guru maupun
pengembangan bakat siswa di bidang (1) teknologi informasi: penambahan
9
komputer, LCD, software pembelajaran; (2) buku pelajaran, buku
pendamping guru, buku pembelajaran inovatif dan penulisan Karya Ilmiah,
buku perpustakaan (novel/bacaan inspiratif lainnya), (3) sarana pembelajaran
per maple; (4) mading dan publikasi siswa, (5) kebutuhan alat-alat
ekstrakurikuler, misalnya alat musik, tari, ketrampilan (melukis, membatik,
menjahit).
Bukti-bukti kegiatan di atas disajikan dalam lampiran 2.
3. Pengembangan Potensi Diri Siswa
Menggali dan memberdayakan potensi peserta didik dalam berbagai
kegiatan pengembangan diri siswa berikut:
a. Ekstra Kurikuler: 1) bidang olahraga (sepakbola, futsal dan volley); 2)
kesenian (seni lukis, seni rupa dan tari, paduan suara, vocal grup, hadrah);
3) kepramukaan (senam pramuka, ketangkasan); 4) Palang Merah
Remaja/Kader Kesehatan; 5) Karya Ilmiah Remaja (KIR); 6) bimbingan
olimpiade (Matematika, IPA, IPS); 7) komputer; 8) Bahasa Inggris (drama
dan story telling).
b. Pembinaan Kerohanian: 1) Islam: Jumatan, pesantren ramadhan (pengajian,
merawat dan menyolatkan jenazah, manasik haji, tatacara wudhu dan sholat,
dan lomba adzan, baca Al Qur‟an; 2) Kristen/Katholik: persekutuan,
kebaktian kebangunan rohani (KKR), dan hari besar Agama
Kristen/Katholik
c. Pelestarian („nguri-uri‟) busana adat daerah dengan lomba berbusana daerah
saat pengumuman kelulusan siswa kelas IX untuk menghindari corat-coret.
d. Menggali potensi siswa melalui classmeeting, pada tengah/jeda semester
dengan lomba futsal, tenis meja, karaoke, ,joget, dan pentas apresiasi seni.
e. Mengembangkan bakat siswa di bidang kewirausahaan, misalnya: melukis
pot gerabah, membatik, membatik topeng, melukis caping, dan daur ulang
sampah menjadi hiasan dan bahan kerajinan. Beberapa karya siswa
memenangkan lomba Karya Ilmiah Remaja Tk kota Surakarta tahun 2013
dan mendapat kesempatan Expo saat Hari Pendidikan Nasional.
10
Gambar 4.
Walikota Surakarta (Bp Fx Hadi Rudyatmo), Kepala Dinas (Ibu Etty
Retnowati), dan Sekda kota Surakarta (Bp Budi Suharto) berfoto di Stan
Ekspo Hasil Karya Siswa SMPN 11 Surakarta
f. Kegiatan lomba kreativitas dan apresiasi seni saat peringatan hari-hari
khusus (Hardiknas, Hari kebangkitan Nasional, Hari Kartini, dan Hari
Pahlawan) berupa lomba: daur ulang sampah, melukis tong sampah,
melukis pot gerabah, majalah dinding (mading), membuat poster, membuat
kliping dan puisi (bahasa Jawa, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris).
Bukti-bukti kegiatan yang lain disajikan pada lampiran 3.
4. Pemberayaan dan Peningkatan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan
Beberapa kegiatan berkaitan dengan pengembangan guru antara lain:
a. Mengadakan workshop peningkatan kompetensi guru dalam memenuhi
tertib administrasi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran,
b. Melibatkan pihak ketiga untuk pengembangan kompetensi guru antara lain:
pelatihan komputer dengan Geschool dan workshop pembelajaran inovatif
Magic Teaching with Neuro Linguistic Programming (NLP).
Gambar 5. Beberapa Kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru
11
c. Mengadopsi best practice pembelajaran yang sudah dilakukan kepala
sekolah dengan menciptakan alat peraga sederhana oleh siswa dan
mensosialisasikan saat pembinaan sekolah agar dicontoh guru.
d. Meningkatkan pemahaman guru akan tugas dan fungsinya dengan Workshop
Sasaran Kerja Pegawai (SKP), pengisian aplikasi pendidikan (Dapodik dan
Padamu Negeri secara mandiri dan tidak bergantung pada operator sekolah.
e. Merencanakan program, melaksanakan dan melakukan tindak lanjut
supervisi dengan metode yang tepat.
f. Memberdayakan dan menertibkan laporan kegiatan pengembangan diri guru
dan tenaga kependidikan (staf TU, tenaga perpustakaan), pemberdayaan
MGMP Sekolah (buku MGMP), Pemberdayaan Wali Kelas (Buku Wali
Kelas), buku referensi untuk karya inovatif guru, Penilaian Kinerja Guru
(PKG) dan dan pelaporan kegiatan Pengembangan Keprofesian (PKB).
Beberapa bukti kegiatan disajikan dalam lampiran 4.
5. Komunikasi dan Sosialisasi Program Sekolah
Agar program dan kegiatan sekolah dapat diketahui berbagai pihak
terutama orangtua siswa dan masyarakat, dilakukan berbagai kegiatan berikut:
a. Pertemuan/dialog (parents meeting, sosialisasi, dan temu wali kelas)
b. Partisipasi kegiatan even kota (Expo, Kreasso, dan Pekan Seni Pelajar)
c. Publikasi kegiatan di media massa dan media sosial (web sekolah, blog dan
facebook)
d. Partisipasi dalam kegiatan sosial, misalnya kerja bakti dan hari berbagi
e. Kerjasama dengan alumni untuk pembuatan web sekolah, administrasi
perpustakaan,dan motivasi dari alumni yang berprestasi.
f. Kerjasama dengan Puskesmas, Madita Entertainment dalam penyuluhan
kesehatan dengan menghadirkan penyanyi Ichsan Idol,
g. Kegiatan Spiritual Building Training dengan Penerbit Erlangga,
h. Pembelajaran Outing Class dalam bentuk Workshop di Karaton Surakarta
dengan integrasi beberapa mapel (Kesda, Bahasa Jawa, Bahasa Inggris dan
12
IPS, di mana siswa tidak hanya melihat-lihat tetapi juga mempraktekkan
kegiatan menabuh gamelan dan mendalang.
i. Penyuluhan kenakalan remaja dengan pihak Polsek Pasar Kliwon
j. Sosialisasi larangan kendaraan bermotor bersama Dishubkominfo
k. Kegiatan Sosialisasi pencegahan kekerasan pada anak dengan Bapermas
Gambar 6. Beberapa Kegiatan Sosialisasi Program Sekolah
Bukti-bukti kegiatan lain disajikan dalam lampiran 5.
D. Hasil dan Dampak dari Penerapan Manajemen Citra
1. Hasil
a. Pencapaian prestasi sekolah baik bidang akademik maupun non akademik
1) Prestasi akademik
Tabel 1. Peningkatan Prestasi Ujian Nasional
No. Tahun
Peringkat
kecamatan
Peringkat
kabupaten / kota
(27 sekolah
negeri)
Peringkat
Propinsi
1. UN 2011/2012 2 17 1018
2. UN 2012/2013 2 16 822
3. UN 2013/2014 2 15
2) Non Akademik
Tabel 2. Pencapaian Prestasi Non Akademik
NO. Kejuaran Tingkat Tahun Keterangan
1. Lomba Kader Kesehatan Kota 2012 Juara 1
2. Lomba Kader Kesehatan Kota 2013 Juara 1
3. Lomba Senam Pramuka Kota 2013 Juara 1
4. Lomba Karya Ilmiah Remaja Kota 2013 Juara I
5. Lomba Paduan Suara FLS2N Kota 2013 Juara III
6. Lomba Story Telling FLS2N Kota 2014 Juara III
Prestasi sekolah secara lengkap disajikan pada lampiran 6.
13
Gambar 7. Penyerahan penghargaan Lomba Senam Pramuka, Kader
Kesehatan dan KIR Tahun 2013
b. Banyaknya hasil kreativitas siswa yang dipajang di kelas dan lingkungan
sekolah
Gambar 8.Sebagian hasil karya siswa
c. Lingkungan sekolah yang kondusif, bersih dan nyaman, seperti gambar
berikut:
Gambar 9. Lingkungan sekolah yang bersih dan asri
14
d. Ketertiban dan inovasi guru meningkat.
Pemberian kemudahan dan fasilitas untuk peningkatan kompetensi guru dan
karyawan memberikan semangat dan motivasi untuk maju dan
mengembangkan diri. Mindset guru terhadap supervisi juga berubah. Guru
makin tertib administrasi, kreatif dan inovatif. Banyak guru mampu
mengoperasikan komputer, dan menggunakan LCD (secara tepat). Bahkan
guru mampu membuat video best practice pembelajaran sendiri.
Gambar 10. Sebagian kegiatan pembelajaran inovatif oleh guru IPA,
Matematika, Bahasa Inggris dan IPS
2. Dampak
a. Peningkatan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM)
Hal ini terlihat dari perbandingan hasil EDS tahun 2012/2013 dan hasil
EDS tahun 2013/2014 yang ditunjukkan gambar berikut:
Gambar 11. Perbandingan hasil EDS
tahun pelajaran 2012/2013 dan tahun pelajaran 2013/2014
15
b. Meningkatnya citra positif sekolah
Seiring meningkatnya prestasi sekolah, diikuti pula meningkatnya citra
sekolah di masyarakat, sehingga banyak prestasi dan kegiatan sekolah yang
dipublikasikan media
Gambar 12. Sebagian prestasi sekolah yang dipublikasikan media massa
c. Lingkungan sekolah yang kondusif dan meningkatnya semangat berprestasi
Penerapan manajemen secara transparan, pemberian reward kepada siswa
dan guru menumbuhkan semangat bagi guru maupun siswa untuk terus
berkarya dan berprestasi, sehingga lingkungan sekolah kondusif. Selain
prestasi siswa, guru juga semangat meningkatkan prestasi. Siswa makin
semangat berkreasi dan guru juga semangat belajar untuk mengembangkan
diri maupun berpartisipasi dalam berbagai lomba.
Gambar 13. Bentuk apresiasi terhadap warga sekolah yang berprestasi
d. Dukungan dan pengakuan dari masyarakat
Adanya pengakuan dari masyarakat berdampak pada tingginya minat
pendaftar siswa baru di SMP N 11 Surakarta. Tahun pelajaran 2012/2013
pendaftar 243 diterima 192. Tahun pelajarn 2013/2014 299 diterima 192 dan
16
merupakan satu-satunya sekolah plus yang kelebihan peminat. Selain itu,
banyak partisipasi dan dukungan dari perorangan maupun pribadi untuk
melakukan kegiatan dan menyalurkan bantuan di SMPN 11 Surakarta. meski
sekolah kecil SMPN 11 Surakarta sering dikunjungi rekan-rekan guru dan
kepala sekolah untuk berbagi pengalaman.
Gambar 14.
Penyerahan Bantuan Laptop dari Orangtua Asuh, Kunjungan Kepala Sekolah,
dan Penyerahan Bantuan Beasiswa Pendidikan
E. Kendala yang dihadapi dalam Melaksanakan Manajemen Citra
Meskipun banyak keberhasilan yang telah dicapai, namun masih terdapat
beberapa kendala yang dihadapi dalam menerapkan Manajemen Citra adalah:
1. Perubahan mindset beberapa guru membutuhkan proses yang lama, dan
banyak tantangan karena dianggap terlalu merepotkan
2. Minimnya sarana dan prasarana untuk pengembangan bakat dan minat
siswa, alat dan media pembelajaran yang tidak lengkap, dan lahan yang
sempit.
3. Kurangnya dukungan orangtua terhadapa perkembangan pendidikan di
SMPN 11 Surakarta, karena menganggap tanggung jawab pendidikan hanya
soal pendanaan yang sudah ditanggung pemerintah.
F. Faktor Pendukung
Beberapa faktor pendukung sebagai pendorong berjalannya Manajemen
Citra adalah:
17
1. Tingginya semangat untuk maju dari kepala sekolah, guru dan tenaga
kependidikan dan memiliki dedikasi yang tinggi untuk meningkatkan
pelayanan kepada siswa
2. Dukungan dari stake holder dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan
Olahraga Kota Surakarta yang memberi kepercayaan SMP 11 Surakarta
3. Pengawas sekolah mempunyai perhatian dan dukungan yang tinggi terhadap
perkembangan sekolah dengan sering melakukan monitoring dan
pembinaan.
4. Dukungan dana pendamping BOS yaitu BPMKS dari Pemerintah Kota
Surakarta sebagai pendamping BOS Pusat meskipun sering terlambat cair.
D. Alternatif Pengembangan
Manajemen Citra (MANTRA) diharapkan dapat dilanjutkan secara
kontinyu dengan kegiatan berikut:
1. Meningkatkan partisipasi warga sekolah dan warga masyarakat untuk
meningkatkan partisipasi dan kontribusi sekecil apapun untuk
pengembangan sekolah, baik waktu, tenaga dan materi.
2. Melengkapi fasilitas pengembangan sekolah yang berkarakter untuk tempat
beribadah dan berekspresi bagi siswa, dan pembenahan fasilitas lingkungan
3. Memprioritaskan program peningkatan kompetensi guru untuk
pengembangan diri melalui pelatihan yang tepat sasaran dengan merancang
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang tepat.
4. Meningkatkan bentuk reward kepada siswa dan guru yang berprestasi
5. Meningkatkan kerjasama dan jejaring (networking) untuk meningkatkan
kepedulian orangtua asuh dan beasiswa bagi siswa miskin.
18
BAB III
SIMPULAN DAN REKOMENDASI
A. SIMPULAN
Program yang dikembangkan untuk mengatasi permasalahan di SMPN 11
Surakarta melalui Manajemen Citra dibagi dalam beberapa aspek berikut ini: 1)
Pengembangan budaya dan lingkungan sekolah yang berkarakter; 2)
Pengembangan semangat dan motivasi berprestasi; 3) Pengembangan potensi diri
siswa; 4) Pemberdayaan dan pengembangan potensi diri guru; 5) Komunikasi dan
sosialisasi program kegiatan sekolah. Setelah dilaksanakan beberapa strategi
tersebut pengembangan sekolah yang dilakukan mampu meningkatkan prestasi
sekolah, banyaknya karya inovatif yang dihasilkan: sekolah makin asri dan
nyaman, dan guru makin tertib administrasi dan inovatif.
Dampak yang ditimbulkan dari hasil penerapan Manajemen Citra adalah: 1)
peningkatan capaian SPM; 2) meningkatnya semangat berkarya dan berprestasi; 3)
meningkatnya citra sekolah yang semakin baik; 4) adanya pengakuan dan
dukungan dari masyarakat untuk berpartisipasi mendukung pelaksanaan program
sekolah.
B. REKOMENDASI
Berdasarkan simpulan di atas, maka perlu dilakukan upaya-upaya berikut:
1. Untuk guru, diharapkan lebih mengintensifkan kegiatan pengembangan diri
dan peningkatan kompetensi agar dapat mendukung program-program sekolah.
2. Untuk kepala sekolah, perlu melakukan sosialisasi kegiatan dan best practices
yang dilakukan agar bias diadopsi dan dikembangkan sekolah lain.
3. Untuk Dinas Dikpora kota Surakarta diharapkan memberikan dukungan penuh
kepada sekolah untuk mendukung kegiatan sekolah dievaluasi bersama-sama
warga sekolah secara berkelanjutan, sehingga bisa disempurnakan sesuai
kebutuhan.
4. Untuk Pemerintah Kota Surakarta, diharapkan memberikan dukungan dalam
bentuk ketepatan pencairan dana pendamping.
19
DAFTAR PUSTAKA
Kemendikbud, 2014. Manajemen dan Kepemimpinan Sekolah. Bahan Ajar Implementasi
Kurikulum 2013 untuk Kepala Sekolah.Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan
Penjamin Mutu Pendidikan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan. 2007.
Materi Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Pendidikan Persekolahan yang
Efektif. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
------. 2009. Dimensi Kompetensi Kewirausahaan. Bahan Belajar Mandiri
Musyawarah Kerja Kepala Sekolah. Jakart: Departemen Pendidikan Nasional.
Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar.
Pedoman Pelaksanaan Pemilihan Kepala Sekolah Menengah Pertama
Berprestasi Tahun 2014. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Kemendikbud. 2013. Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Nomor 68 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum
SMP/MTs. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Muktiyo, Widodo . 2010. Sukses Berkomunikasi dengan Manajemen Citra.
Surakarta: Citra Emas Press.
------. 2014. Membangun Usaha dengan Kekuatan Image. Surakarta: Yuma Pustaka.
Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Badan Pengembangan Sumber Daya
Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjamin Mutu Pendidikan. 2014.
Manajemen dan Kepemimpinan Sekolah. Bahan Ajar Implementasi Kurikulum
2013 untuk Kepala Sekolah.. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Sekretaris Daerah Kota Surakarta. 2012. Keputusan Walikota Surakarta No 420/56-
c/1/2012 tentang Penetapan Sekolah Plus Jenjang Sekolah Dasar, Sekolah
Menengah Pertama dan Siswa Plus pada Jenjang Sekolah Menengah Kejuruan
Tahun Pelajaran 2012/2013 Kota Surakarta Tahun 2012. Surakarta: Pemerintah
Kota Surakarta.
Suharno. 2014. Belajar “MANTRA” Bisnis.
http://kiatsuharno.blogspot.com/2012/03/belajar-MANTRA-bisnis.html.
(Diunduh 9 Juni 2014)

Recomendados

program kerja KURIKULUM 2022-2023.pdf por
program kerja KURIKULUM 2022-2023.pdfprogram kerja KURIKULUM 2022-2023.pdf
program kerja KURIKULUM 2022-2023.pdfOom Surahman
634 visualizações8 slides
Kompetensi Kewirausahaan Kepala Sekolah por
Kompetensi Kewirausahaan Kepala SekolahKompetensi Kewirausahaan Kepala Sekolah
Kompetensi Kewirausahaan Kepala SekolahNASuprawoto Sunardjo
40.7K visualizações62 slides
Instrumen Supervisi Pembel 2022.docx por
Instrumen Supervisi  Pembel 2022.docxInstrumen Supervisi  Pembel 2022.docx
Instrumen Supervisi Pembel 2022.docxFerlanSajow1
4.6K visualizações5 slides
Ppt. pendidikan karakter por
Ppt. pendidikan karakterPpt. pendidikan karakter
Ppt. pendidikan karakterReni H_dika BK
22.2K visualizações8 slides
PROGRAM SRA 2022.docx por
PROGRAM SRA 2022.docxPROGRAM SRA 2022.docx
PROGRAM SRA 2022.docxDefison Chan
3.8K visualizações29 slides
Desa wisata por
Desa wisataDesa wisata
Desa wisataPoetra Padang
11.3K visualizações35 slides

Mais conteúdo relacionado

Mais procurados

Aksi Nyata Profil Pelajar Pancasila Oleh Sri Wahyuni,S Pd SD.pdf por
Aksi Nyata Profil Pelajar Pancasila Oleh Sri Wahyuni,S Pd SD.pdfAksi Nyata Profil Pelajar Pancasila Oleh Sri Wahyuni,S Pd SD.pdf
Aksi Nyata Profil Pelajar Pancasila Oleh Sri Wahyuni,S Pd SD.pdfSriWahyuni909323
25.9K visualizações25 slides
Program Kerja Kesiswaan 2022 - SMKN 31 JAKARTA por
Program Kerja Kesiswaan 2022 - SMKN 31 JAKARTAProgram Kerja Kesiswaan 2022 - SMKN 31 JAKARTA
Program Kerja Kesiswaan 2022 - SMKN 31 JAKARTAAisyah Safitri Hayati
3K visualizações12 slides
Surat pernyataan guru por
Surat pernyataan guruSurat pernyataan guru
Surat pernyataan guruuniversitas pendidikan indonesia
33.7K visualizações1 slide
program kerja BK 2022-2023.pdf por
program kerja BK 2022-2023.pdfprogram kerja BK 2022-2023.pdf
program kerja BK 2022-2023.pdfNur Arifaizal Basri
10.9K visualizações25 slides
Penyesuaian Pembelajaran dengan Kebutuhan dan Karakteristik Murid SD.pdf por
Penyesuaian Pembelajaran dengan Kebutuhan dan Karakteristik Murid SD.pdfPenyesuaian Pembelajaran dengan Kebutuhan dan Karakteristik Murid SD.pdf
Penyesuaian Pembelajaran dengan Kebutuhan dan Karakteristik Murid SD.pdfRosulJuned2
4.6K visualizações19 slides
Managemen dan pemeliharaan aset sekolah por
Managemen dan pemeliharaan aset sekolahManagemen dan pemeliharaan aset sekolah
Managemen dan pemeliharaan aset sekolahNandang Sukmara
18.7K visualizações57 slides

Mais procurados(20)

Aksi Nyata Profil Pelajar Pancasila Oleh Sri Wahyuni,S Pd SD.pdf por SriWahyuni909323
Aksi Nyata Profil Pelajar Pancasila Oleh Sri Wahyuni,S Pd SD.pdfAksi Nyata Profil Pelajar Pancasila Oleh Sri Wahyuni,S Pd SD.pdf
Aksi Nyata Profil Pelajar Pancasila Oleh Sri Wahyuni,S Pd SD.pdf
SriWahyuni90932325.9K visualizações
Program Kerja Kesiswaan 2022 - SMKN 31 JAKARTA por Aisyah Safitri Hayati
Program Kerja Kesiswaan 2022 - SMKN 31 JAKARTAProgram Kerja Kesiswaan 2022 - SMKN 31 JAKARTA
Program Kerja Kesiswaan 2022 - SMKN 31 JAKARTA
Aisyah Safitri Hayati3K visualizações
program kerja BK 2022-2023.pdf por Nur Arifaizal Basri
program kerja BK 2022-2023.pdfprogram kerja BK 2022-2023.pdf
program kerja BK 2022-2023.pdf
Nur Arifaizal Basri10.9K visualizações
Penyesuaian Pembelajaran dengan Kebutuhan dan Karakteristik Murid SD.pdf por RosulJuned2
Penyesuaian Pembelajaran dengan Kebutuhan dan Karakteristik Murid SD.pdfPenyesuaian Pembelajaran dengan Kebutuhan dan Karakteristik Murid SD.pdf
Penyesuaian Pembelajaran dengan Kebutuhan dan Karakteristik Murid SD.pdf
RosulJuned24.6K visualizações
Managemen dan pemeliharaan aset sekolah por Nandang Sukmara
Managemen dan pemeliharaan aset sekolahManagemen dan pemeliharaan aset sekolah
Managemen dan pemeliharaan aset sekolah
Nandang Sukmara18.7K visualizações
PPT AKSI NYATA.pptx por swandanaputra1
PPT AKSI NYATA.pptxPPT AKSI NYATA.pptx
PPT AKSI NYATA.pptx
swandanaputra184.9K visualizações
Susunan upacara bendera por Taryadi Taryadi
Susunan upacara benderaSusunan upacara bendera
Susunan upacara bendera
Taryadi Taryadi61.9K visualizações
Implementasi Kurikulum Merdeka.pptx por FarahDybha1
Implementasi Kurikulum Merdeka.pptxImplementasi Kurikulum Merdeka.pptx
Implementasi Kurikulum Merdeka.pptx
FarahDybha16.4K visualizações
Aksi Nyata Topik 2 Kurikulum Merdeka ppt.pptx por Qorry Debby Ismayati
Aksi Nyata Topik 2 Kurikulum Merdeka ppt.pptxAksi Nyata Topik 2 Kurikulum Merdeka ppt.pptx
Aksi Nyata Topik 2 Kurikulum Merdeka ppt.pptx
Qorry Debby Ismayati100.7K visualizações
aksi nyata topik4 Melakukan Asesmen Awal Pembelajaran.pptx por Purmeidiantopurmeidi
aksi nyata topik4 Melakukan  Asesmen Awal  Pembelajaran.pptxaksi nyata topik4 Melakukan  Asesmen Awal  Pembelajaran.pptx
aksi nyata topik4 Melakukan Asesmen Awal Pembelajaran.pptx
Purmeidiantopurmeidi28.6K visualizações
BAB I KURIKULUM KTSP 2022-2023 TB.docx por GarindoPrayitno
BAB I KURIKULUM KTSP 2022-2023  TB.docxBAB I KURIKULUM KTSP 2022-2023  TB.docx
BAB I KURIKULUM KTSP 2022-2023 TB.docx
GarindoPrayitno1.8K visualizações
Ekstrakurikuler di Sekolah Dasar Kurikulum 2013 por Afdan Rojabi
Ekstrakurikuler di Sekolah Dasar Kurikulum 2013Ekstrakurikuler di Sekolah Dasar Kurikulum 2013
Ekstrakurikuler di Sekolah Dasar Kurikulum 2013
Afdan Rojabi22.4K visualizações
Instrumen supervisi-manajerial por Muhamad Anugrah
Instrumen supervisi-manajerialInstrumen supervisi-manajerial
Instrumen supervisi-manajerial
Muhamad Anugrah27.4K visualizações
NO. 6 LAPORAN PRESTASI SISWA.pdf por MarutdinSidabungke1
NO. 6 LAPORAN PRESTASI SISWA.pdfNO. 6 LAPORAN PRESTASI SISWA.pdf
NO. 6 LAPORAN PRESTASI SISWA.pdf
MarutdinSidabungke12.6K visualizações
AKSI NYATA MELATIH REGULASI DIRI ppt.pptx por SugengPriyono22
AKSI NYATA MELATIH REGULASI DIRI ppt.pptxAKSI NYATA MELATIH REGULASI DIRI ppt.pptx
AKSI NYATA MELATIH REGULASI DIRI ppt.pptx
SugengPriyono224.7K visualizações
Power Point IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA.pptx por Tesah2
Power Point IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA.pptxPower Point IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA.pptx
Power Point IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA.pptx
Tesah269.7K visualizações
Prosedur Evaluasi Program por Hiszbul Bahri
Prosedur Evaluasi ProgramProsedur Evaluasi Program
Prosedur Evaluasi Program
Hiszbul Bahri1.5K visualizações

Similar a Best practice mulyati isi final

kewirausahaan.pdf por
kewirausahaan.pdfkewirausahaan.pdf
kewirausahaan.pdfSamsuddinSiregar4
6 visualizações30 slides
Modul 1.3. Angkatan 5 Reguler. Visi GP - Final.pdf por
Modul 1.3. Angkatan 5 Reguler. Visi GP - Final.pdfModul 1.3. Angkatan 5 Reguler. Visi GP - Final.pdf
Modul 1.3. Angkatan 5 Reguler. Visi GP - Final.pdfIrman Ramly
2.2K visualizações51 slides
Modul 1.3. Visi Guru Penggerak - Final.pdf por
Modul 1.3. Visi Guru Penggerak - Final.pdfModul 1.3. Visi Guru Penggerak - Final.pdf
Modul 1.3. Visi Guru Penggerak - Final.pdfdoziersiregar2
193 visualizações55 slides
Fungsi Pengawasan Dalam Meningkatkan Mutu Sekolah por
Fungsi Pengawasan Dalam Meningkatkan Mutu SekolahFungsi Pengawasan Dalam Meningkatkan Mutu Sekolah
Fungsi Pengawasan Dalam Meningkatkan Mutu SekolahPuspawijaya Putra
11.5K visualizações44 slides
Tugas tik topik 3 por
Tugas tik topik 3Tugas tik topik 3
Tugas tik topik 3SIFANURFAUZIYYAH
22 visualizações24 slides
Fungsi Pengawasan Dalam Meningkatkan Mutu Sekolah por
Fungsi Pengawasan Dalam Meningkatkan Mutu SekolahFungsi Pengawasan Dalam Meningkatkan Mutu Sekolah
Fungsi Pengawasan Dalam Meningkatkan Mutu SekolahPuspawijaya Putra
2.9K visualizações44 slides

Similar a Best practice mulyati isi final(20)

Modul 1.3. Angkatan 5 Reguler. Visi GP - Final.pdf por Irman Ramly
Modul 1.3. Angkatan 5 Reguler. Visi GP - Final.pdfModul 1.3. Angkatan 5 Reguler. Visi GP - Final.pdf
Modul 1.3. Angkatan 5 Reguler. Visi GP - Final.pdf
Irman Ramly2.2K visualizações
Modul 1.3. Visi Guru Penggerak - Final.pdf por doziersiregar2
Modul 1.3. Visi Guru Penggerak - Final.pdfModul 1.3. Visi Guru Penggerak - Final.pdf
Modul 1.3. Visi Guru Penggerak - Final.pdf
doziersiregar2193 visualizações
Fungsi Pengawasan Dalam Meningkatkan Mutu Sekolah por Puspawijaya Putra
Fungsi Pengawasan Dalam Meningkatkan Mutu SekolahFungsi Pengawasan Dalam Meningkatkan Mutu Sekolah
Fungsi Pengawasan Dalam Meningkatkan Mutu Sekolah
Puspawijaya Putra11.5K visualizações
Tugas tik topik 3 por SIFANURFAUZIYYAH
Tugas tik topik 3Tugas tik topik 3
Tugas tik topik 3
SIFANURFAUZIYYAH22 visualizações
Fungsi Pengawasan Dalam Meningkatkan Mutu Sekolah por Puspawijaya Putra
Fungsi Pengawasan Dalam Meningkatkan Mutu SekolahFungsi Pengawasan Dalam Meningkatkan Mutu Sekolah
Fungsi Pengawasan Dalam Meningkatkan Mutu Sekolah
Puspawijaya Putra2.9K visualizações
Pengembangan kepemimpinan dalam implementasi mbs por sman 2 mataram
Pengembangan kepemimpinan dalam implementasi mbsPengembangan kepemimpinan dalam implementasi mbs
Pengembangan kepemimpinan dalam implementasi mbs
sman 2 mataram13.7K visualizações
Peran guru sebagai pendidik por Bayu Purbha Sakti
Peran guru sebagai pendidikPeran guru sebagai pendidik
Peran guru sebagai pendidik
Bayu Purbha Sakti5K visualizações
Manajemen Inovasi Dalam Birokrasi por Tri Widodo W. UTOMO
Manajemen Inovasi Dalam BirokrasiManajemen Inovasi Dalam Birokrasi
Manajemen Inovasi Dalam Birokrasi
Tri Widodo W. UTOMO537 visualizações
Tugas 14 hasil laporan rps suyuti por Danajaya Mahmudz
Tugas 14 hasil laporan rps suyutiTugas 14 hasil laporan rps suyuti
Tugas 14 hasil laporan rps suyuti
Danajaya Mahmudz126 visualizações
Materi gs matematika smp final por Tetty Silalahi
Materi gs matematika smp finalMateri gs matematika smp final
Materi gs matematika smp final
Tetty Silalahi1.2K visualizações
Tugas tik pitri handayani por PitriHandayani5
Tugas tik pitri handayaniTugas tik pitri handayani
Tugas tik pitri handayani
PitriHandayani512 visualizações
Kepemimpinan por Imam Santoso
KepemimpinanKepemimpinan
Kepemimpinan
Imam Santoso350 visualizações
243277-implementasi-manajemen-berbasis-sekolah-16cac0ed.pdf por adhanoorfedy2
243277-implementasi-manajemen-berbasis-sekolah-16cac0ed.pdf243277-implementasi-manajemen-berbasis-sekolah-16cac0ed.pdf
243277-implementasi-manajemen-berbasis-sekolah-16cac0ed.pdf
adhanoorfedy276 visualizações
26 rencana kerja sekolah por Ujang Kasah
26 rencana kerja sekolah26 rencana kerja sekolah
26 rencana kerja sekolah
Ujang Kasah16.8K visualizações
M01486 por Ikhsan Samba
M01486M01486
M01486
Ikhsan Samba59 visualizações
Modul 3.1. Angkatan 5 Reguler. Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Keb... por Irman Ramly
Modul 3.1. Angkatan 5 Reguler. Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Keb...Modul 3.1. Angkatan 5 Reguler. Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Keb...
Modul 3.1. Angkatan 5 Reguler. Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Keb...
Irman Ramly10.8K visualizações
Sdm penujang utama sekolah bermutu por Devitamelia
Sdm penujang utama sekolah bermutuSdm penujang utama sekolah bermutu
Sdm penujang utama sekolah bermutu
Devitamelia112 visualizações
Naskah simposium gtk 2016 sumarso por Sumarso M.Pd.
Naskah simposium gtk 2016 sumarsoNaskah simposium gtk 2016 sumarso
Naskah simposium gtk 2016 sumarso
Sumarso M.Pd.406 visualizações

Mais de Mulyati Rahman

Best practice mulyati cover por
Best practice mulyati coverBest practice mulyati cover
Best practice mulyati coverMulyati Rahman
9.2K visualizações13 slides
P2 tkdikdas 13 mulyati por
P2 tkdikdas 13 mulyatiP2 tkdikdas 13 mulyati
P2 tkdikdas 13 mulyatiMulyati Rahman
436 visualizações2 slides
Deskripsi diri mulyati final por
Deskripsi diri mulyati finalDeskripsi diri mulyati final
Deskripsi diri mulyati finalMulyati Rahman
14.3K visualizações35 slides
Deskripsi diri mulyati cover por
Deskripsi diri mulyati coverDeskripsi diri mulyati cover
Deskripsi diri mulyati coverMulyati Rahman
944 visualizações10 slides
Profil KS di Media Massa por
Profil KS di Media MassaProfil KS di Media Massa
Profil KS di Media MassaMulyati Rahman
354 visualizações16 slides
Mulyati supervisi 1 por
Mulyati supervisi 1Mulyati supervisi 1
Mulyati supervisi 1Mulyati Rahman
1.7K visualizações10 slides

Mais de Mulyati Rahman(20)

Best practice mulyati cover por Mulyati Rahman
Best practice mulyati coverBest practice mulyati cover
Best practice mulyati cover
Mulyati Rahman9.2K visualizações
P2 tkdikdas 13 mulyati por Mulyati Rahman
P2 tkdikdas 13 mulyatiP2 tkdikdas 13 mulyati
P2 tkdikdas 13 mulyati
Mulyati Rahman436 visualizações
Deskripsi diri mulyati final por Mulyati Rahman
Deskripsi diri mulyati finalDeskripsi diri mulyati final
Deskripsi diri mulyati final
Mulyati Rahman14.3K visualizações
Deskripsi diri mulyati cover por Mulyati Rahman
Deskripsi diri mulyati coverDeskripsi diri mulyati cover
Deskripsi diri mulyati cover
Mulyati Rahman944 visualizações
Profil KS di Media Massa por Mulyati Rahman
Profil KS di Media MassaProfil KS di Media Massa
Profil KS di Media Massa
Mulyati Rahman354 visualizações
Mulyati supervisi 1 por Mulyati Rahman
Mulyati supervisi 1Mulyati supervisi 1
Mulyati supervisi 1
Mulyati Rahman1.7K visualizações
Mulyati supervisi awal por Mulyati Rahman
Mulyati supervisi awalMulyati supervisi awal
Mulyati supervisi awal
Mulyati Rahman945 visualizações
Artikel mulyati pgri pusat por Mulyati Rahman
Artikel mulyati pgri pusatArtikel mulyati pgri pusat
Artikel mulyati pgri pusat
Mulyati Rahman1.4K visualizações
3. foto supervisi b inggris vivi novianita por Mulyati Rahman
3. foto supervisi b inggris vivi novianita3. foto supervisi b inggris vivi novianita
3. foto supervisi b inggris vivi novianita
Mulyati Rahman801 visualizações
1. foto supervisi b indo ari kristiati por Mulyati Rahman
1. foto supervisi b indo ari kristiati1. foto supervisi b indo ari kristiati
1. foto supervisi b indo ari kristiati
Mulyati Rahman541 visualizações
2. atik instrumen kajian keuangan por Mulyati Rahman
2. atik instrumen kajian keuangan2. atik instrumen kajian keuangan
2. atik instrumen kajian keuangan
Mulyati Rahman6.5K visualizações
Lesson study siklus (3) por Mulyati Rahman
Lesson study   siklus  (3)Lesson study   siklus  (3)
Lesson study siklus (3)
Mulyati Rahman525 visualizações
Lesson study siklus (2) por Mulyati Rahman
Lesson study   siklus  (2)Lesson study   siklus  (2)
Lesson study siklus (2)
Mulyati Rahman603 visualizações
Lesson study siklus (1) por Mulyati Rahman
Lesson study   siklus (1)Lesson study   siklus (1)
Lesson study siklus (1)
Mulyati Rahman599 visualizações
Mulyati ojl 4 (RTK Cakep Bab 4) por Mulyati Rahman
Mulyati ojl 4 (RTK Cakep Bab 4)Mulyati ojl 4 (RTK Cakep Bab 4)
Mulyati ojl 4 (RTK Cakep Bab 4)
Mulyati Rahman4.1K visualizações
Mulyati ojl 3 (RTK Cakep Bab 3) por Mulyati Rahman
Mulyati ojl 3  (RTK Cakep Bab 3)Mulyati ojl 3  (RTK Cakep Bab 3)
Mulyati ojl 3 (RTK Cakep Bab 3)
Mulyati Rahman23.1K visualizações
Mulyati ojl 2 (RTK Cakep Bab 2) por Mulyati Rahman
Mulyati ojl 2 (RTK Cakep Bab 2)Mulyati ojl 2 (RTK Cakep Bab 2)
Mulyati ojl 2 (RTK Cakep Bab 2)
Mulyati Rahman4K visualizações
Mulyati ojl 1 (Diklat Cakep Bab 1) por Mulyati Rahman
Mulyati ojl 1 (Diklat Cakep Bab 1)Mulyati ojl 1 (Diklat Cakep Bab 1)
Mulyati ojl 1 (Diklat Cakep Bab 1)
Mulyati Rahman6.2K visualizações
Mulyati Depan RTK Diklat Cakep por Mulyati Rahman
Mulyati   Depan RTK Diklat CakepMulyati   Depan RTK Diklat Cakep
Mulyati Depan RTK Diklat Cakep
Mulyati Rahman9.9K visualizações
9. mulyati oj ll monev por Mulyati Rahman
9. mulyati oj ll monev9. mulyati oj ll monev
9. mulyati oj ll monev
Mulyati Rahman7K visualizações

Último

RAGAM BAHASA INDONESIA por
RAGAM BAHASA INDONESIARAGAM BAHASA INDONESIA
RAGAM BAHASA INDONESIAAzmiMustafa4
21 visualizações6 slides
LATIHAN7_DWIHANA GRACE MARSHELLA_E1G021095.pptx por
LATIHAN7_DWIHANA GRACE MARSHELLA_E1G021095.pptxLATIHAN7_DWIHANA GRACE MARSHELLA_E1G021095.pptx
LATIHAN7_DWIHANA GRACE MARSHELLA_E1G021095.pptxgracemarsela01
26 visualizações9 slides
MPI K.9 MANAJEMEN KONFLIK.pptx por
MPI K.9 MANAJEMEN KONFLIK.pptxMPI K.9 MANAJEMEN KONFLIK.pptx
MPI K.9 MANAJEMEN KONFLIK.pptxNajwaAuliaSyihab
33 visualizações12 slides
KIKI PRATIWI_ E1G022035.pptx por
KIKI PRATIWI_ E1G022035.pptxKIKI PRATIWI_ E1G022035.pptx
KIKI PRATIWI_ E1G022035.pptxKikiPratiwi11
12 visualizações9 slides
PELAKSANAAN & Link2 MATERI Training _"TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM)". por
PELAKSANAAN & Link2 MATERI Training _"TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM)".PELAKSANAAN & Link2 MATERI Training _"TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM)".
PELAKSANAAN & Link2 MATERI Training _"TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM)".Kanaidi ken
16 visualizações71 slides
bank.ppt por
bank.pptbank.ppt
bank.pptDelviaAndrini1
25 visualizações8 slides

Último(20)

RAGAM BAHASA INDONESIA por AzmiMustafa4
RAGAM BAHASA INDONESIARAGAM BAHASA INDONESIA
RAGAM BAHASA INDONESIA
AzmiMustafa421 visualizações
LATIHAN7_DWIHANA GRACE MARSHELLA_E1G021095.pptx por gracemarsela01
LATIHAN7_DWIHANA GRACE MARSHELLA_E1G021095.pptxLATIHAN7_DWIHANA GRACE MARSHELLA_E1G021095.pptx
LATIHAN7_DWIHANA GRACE MARSHELLA_E1G021095.pptx
gracemarsela0126 visualizações
MPI K.9 MANAJEMEN KONFLIK.pptx por NajwaAuliaSyihab
MPI K.9 MANAJEMEN KONFLIK.pptxMPI K.9 MANAJEMEN KONFLIK.pptx
MPI K.9 MANAJEMEN KONFLIK.pptx
NajwaAuliaSyihab33 visualizações
KIKI PRATIWI_ E1G022035.pptx por KikiPratiwi11
KIKI PRATIWI_ E1G022035.pptxKIKI PRATIWI_ E1G022035.pptx
KIKI PRATIWI_ E1G022035.pptx
KikiPratiwi1112 visualizações
PELAKSANAAN & Link2 MATERI Training _"TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM)". por Kanaidi ken
PELAKSANAAN & Link2 MATERI Training _"TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM)".PELAKSANAAN & Link2 MATERI Training _"TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM)".
PELAKSANAAN & Link2 MATERI Training _"TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE (TPM)".
Kanaidi ken16 visualizações
bank.ppt por DelviaAndrini1
bank.pptbank.ppt
bank.ppt
DelviaAndrini125 visualizações
Bimtek Paralegal.pdf por Irawan Setyabudi
Bimtek Paralegal.pdfBimtek Paralegal.pdf
Bimtek Paralegal.pdf
Irawan Setyabudi28 visualizações
Public Relations - Menentukan Masalah por AdePutraTunggali
Public Relations - Menentukan MasalahPublic Relations - Menentukan Masalah
Public Relations - Menentukan Masalah
AdePutraTunggali55 visualizações
ADITYA GUSTI R. PPT PENKOM.pptx por AdityaGustiRamadhan
ADITYA GUSTI R. PPT PENKOM.pptxADITYA GUSTI R. PPT PENKOM.pptx
ADITYA GUSTI R. PPT PENKOM.pptx
AdityaGustiRamadhan12 visualizações
Royyan A. Dzakiy - Be an Inspiring Student Leader in The Digital Era [22 Aug ... por razakroy
Royyan A. Dzakiy - Be an Inspiring Student Leader in The Digital Era [22 Aug ...Royyan A. Dzakiy - Be an Inspiring Student Leader in The Digital Era [22 Aug ...
Royyan A. Dzakiy - Be an Inspiring Student Leader in The Digital Era [22 Aug ...
razakroy21 visualizações
PPT PENKOM ALVIN.pptx por Alfin61471
PPT PENKOM ALVIN.pptxPPT PENKOM ALVIN.pptx
PPT PENKOM ALVIN.pptx
Alfin6147111 visualizações
Laporan Hasil Pemantauan di Jabodebek 2021-2022.pdf por ECPAT Indonesia
Laporan Hasil Pemantauan di Jabodebek 2021-2022.pdfLaporan Hasil Pemantauan di Jabodebek 2021-2022.pdf
Laporan Hasil Pemantauan di Jabodebek 2021-2022.pdf
ECPAT Indonesia9 visualizações
Latihan 6 PPT_Dwi Maulidini _E1G022094.pptx por rdsnfgzhgj
Latihan 6 PPT_Dwi Maulidini _E1G022094.pptxLatihan 6 PPT_Dwi Maulidini _E1G022094.pptx
Latihan 6 PPT_Dwi Maulidini _E1G022094.pptx
rdsnfgzhgj8 visualizações
STORYBOARD.docx por JUMADAPUTRA
STORYBOARD.docxSTORYBOARD.docx
STORYBOARD.docx
JUMADAPUTRA16 visualizações
Modul Projek Gaya Hidup Berkelanjutan - Kami Adalah Kesatria Lingkungan - Fas... por NoviKasari25
Modul Projek Gaya Hidup Berkelanjutan - Kami Adalah Kesatria Lingkungan - Fas...Modul Projek Gaya Hidup Berkelanjutan - Kami Adalah Kesatria Lingkungan - Fas...
Modul Projek Gaya Hidup Berkelanjutan - Kami Adalah Kesatria Lingkungan - Fas...
NoviKasari2513 visualizações
Salinan_UU_Nomor_12_Tahun_2022 TPKS.pdf por Irawan Setyabudi
Salinan_UU_Nomor_12_Tahun_2022 TPKS.pdfSalinan_UU_Nomor_12_Tahun_2022 TPKS.pdf
Salinan_UU_Nomor_12_Tahun_2022 TPKS.pdf
Irawan Setyabudi38 visualizações
4. Modul Ajar Pancasila Pertemuan 5-6 (Peluang dan tantangan Penerapan Pancas... por Hesan Santoso
4. Modul Ajar Pancasila Pertemuan 5-6 (Peluang dan tantangan Penerapan Pancas...4. Modul Ajar Pancasila Pertemuan 5-6 (Peluang dan tantangan Penerapan Pancas...
4. Modul Ajar Pancasila Pertemuan 5-6 (Peluang dan tantangan Penerapan Pancas...
Hesan Santoso21 visualizações
SK PENGAWAS UJIAN SEKOLAH.doc por EMILAANGGRAINI1
SK PENGAWAS UJIAN SEKOLAH.docSK PENGAWAS UJIAN SEKOLAH.doc
SK PENGAWAS UJIAN SEKOLAH.doc
EMILAANGGRAINI130 visualizações
TUGAS PPT 6_NATALIA APRICA ANWAR_E1G022075.pptx por NataliaApricaAnwar
TUGAS PPT 6_NATALIA APRICA ANWAR_E1G022075.pptxTUGAS PPT 6_NATALIA APRICA ANWAR_E1G022075.pptx
TUGAS PPT 6_NATALIA APRICA ANWAR_E1G022075.pptx
NataliaApricaAnwar37 visualizações
Latihan 7_M.Ilham Raditya_E1G020017..pptx por MIlhamRaditya
Latihan 7_M.Ilham Raditya_E1G020017..pptxLatihan 7_M.Ilham Raditya_E1G020017..pptx
Latihan 7_M.Ilham Raditya_E1G020017..pptx
MIlhamRaditya36 visualizações

Best practice mulyati isi final

  • 1. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pemerintah telah mencanangkan Kurikulum 2013 untuk menjawab tantangan internal maupun eksternal yang dihadapi bangsa Indonesia. Tantangan internal tersebut terkait dengan pertumbuhan penduduk usia produktif yang diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 2020 – 2025 yang angkanya mencapai 70 %. Tantangan eksternal lainnya terkait arus globalisasi dan berbagai isu terkait masalah lingkungan hidup, kemajuan teknologi informasi, kebangkitan industri kreatif dan budaya dan perkembangan pendidikan di tingkat internasional (Kemendikbud, 2013: 1- 2). Tujuan penerapan Kurikulum 2013 adalah mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga Negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan afektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara (Kemendikbud, 2013: 3). Hal ini disebabkan implementasi Kurikulum 2013 menuntut kebutuhan terhadap peningkatan sikap, pengetahuan dan keterampilan sebagai penjamin mutu (Kemendikbud, 2014: ii). Adanya perubahan kurikulum, capaian prestasi anak didik tidak hanya dilihat dari sisi akademisnya saja tetapi juga non akademis, yang mencakup tiga pilar penjamin mutu, yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan (Kemendikbud, 2014: ii). Kepala sekolah diharapkan mampu berperan dalam mengorganisasi dan mengoptimalkan seluruh potensi sekolah, termasuk merubah mind-set para guru untuk membawa mereka menuju ke arah kemajuan dan perubahan. Menyongsong penerapan Kurikulum 2013 di SMPN 11 Surakarta banyak tantangan dan hambatan baik segi prestasi (akademik dan non akademik), sarana prasarana dan lingkungan yang kurang mendukung proses pembelajaran. Hasil kajian awal banyak komponen belum memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan sesuai Permendiknas No 15 Tahun 2010 (Permendikbud No 23 Tahun 2013). Luas sekolah hanya 2.032 m2 dan terdapat 18 rombel dengan jumlah siswa 527 siswa (terkecil di antara 27 SMP negeri di Surakarta). Kondisi
  • 2. 2 sekolah sangat kotor dan tidak terawat. Sarana prasarana pendukung pembelajaran sangat minim. Wacana relokasi sekolah yang sudah berlangsung lama, menyebabkan program bantuan perbaikan sarpra jarang diperoleh sekolah ini. Gambar 1. Kondisi Lingkungan SMPN 11 Surakarta bulan Februari 2012 Kedisiplinan siswa masih rendah dan kinerja guru belum memuaskan. Banyak guru mengajar dengan ceramah, tidak bisa mengoperasikan komputer, dan administrasi pembelajaran seadanya. Kegiatan pengembangan diri siswa dan guru tidak berkembang, karena alasan keterbatasan dana sehingga banyak bakat siswa tidak tersalurkan. Peran orangtua juga sangat rendah, terhadap program dan upaya peningkatan mutu pendidikan. Program pendidikan gratis makin membuat banyak orangtua makin apatis terhadap perkembangan sekolah. Kondisi ini makin terpuruk dengan program Sekolah PLUS oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta pada tahun ajaran 2012/2013 dengan SK Walikota No 420/56-c/1/2012 tanggal 1 Juni 2012 (Pemkot Surakarta, 2012). Sekolah PLUS adalah sekolah yang menyelenggarakan pendidikan bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu (keluarga miskin) warga Kota Surakarta, di mana biaya penyelenggaraan pendidikan dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surakarta dengan nama Bantuan Pendidikan Masyarakat Surakarta (BPMKS). Proses seleksi masuk sekolah Plus pada tahun pelajaran 2012/2013 berdasarkan “tingkat kemiskinan” tanpa memperhatikan nilai akademik siswa. Dampaknya, banyak warga mampu akhirnya mencari surat keterangan tidak mampu agar bisa menyekolahkan sekolah di sekolah PLUS. Kondisi semacam ini semakin memperburuk citra SMPN 11 Surakarta sebagai sekolah pinggiran, siswa tidak disiplin, nakal, dan bodoh. Hasil Evaluasi Diri Sekolah (EDS) yang telah dilakukan sekolah pada tahun pelajaran 2012/2013 seluruh komponen Standar
  • 3. 3 Nasional Pendidikan (SNP) belum mencapai Standar Pelayanan Minimal (SPM), yang ditetapkan yang ditunjukkan dengan grafik pada lampiran Sebagai upaya mengatasi hambatan-hambatan di atas, penulis selaku kepala SMPN 11 Surakarta mengambil langkah perubahan manajemen dengan Manajemen Citra (MANTRA) untuk membangun citra positif (image building) sehingga mendongkrak prestasi sekolah. Bertolak dari pemikiran tersebut maka penulis mengangkat pengalaman terbaik (best practices) dalam makalah berjudul MANTRA: Mendongkrak Prestasi Sekolah „GAKIN‟ dalam Menyongsong Penerapan Kurikulum 2013. B. Permasalahan Permasalahan yang perlu diatasi dirumuskan sebagai berikut: 1. Bagaimanakah langkah-langkah menggali potensi untuk mendongkrak prestasi sekolah GAKIN melalui Manajemen Citra (MANTRA) di SMPN 11 Surakarta? 2. Apakah Manajemen Citra (MANTRA) mampu mendongkrak prestasi SMP Negri 11 Surakarta. C. Tujuan Tujuan dari penulisan makalah best practice ini adalah: 1. Menentukan langkah-langkah untuk mendongkrak prestasi sekolah GAKIN melalui Manajemen Citra (MANTRA) di SMPN 11 Surakarta. 2. Menginventaris hasil dan dampak penerapan Manajemen Citra yang mampu mendongkrak prestasi SMPN 11 Surakarta. D. Manfaat 1. Diperolehnya cara-cara menggali potensi dan sumberdaya sekolah melalui MANTRA untuk mendongkrak prestasi SMPN 11 Surakarta. 2. Ditemukannya langkah-langkah penyelesaian masalah terbaik dan ekonomis untuk mengembangkan potensi dan sumber daya di SMPN 11 Surakarta pada khususnya dan penyelesaian masalah pendidikan pada umumnya.
  • 4. 4 BAB II PEMBAHASAN A. Telaah Konsep Manajemen Citra (MANTRA) 1. Pengertian Manajemen Citra (MANTRA) Menurut Suharno (2014) “Manajemen” dan “Citra” merupakan dua kata yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Citra sering juga disebut image. Manajemen adalah aktivitas atau kegiatan mengelola sesuatu (personel atau organisasi) secara efisien dan efektif, guna meraih suatu tujuan yang dikehendaki. Manajemen Citra merupakan istilah yang sering dipakai dalam manajemen perusahan/organisasi (public relation/PR) dengan maksud membantu individu dan organisasi agar mau dan mampu membangun dan mengembangkan citra diri dan organisasinya menjadi lebih baik. Manajemen citra memegang peranan penting, karena menunjukkan siapa diri kita dan mau diposisikan bagaimana. Muktiyo (2010:5) menyatakan bahwa Manajemen Citra adalah konsep yang diartikan sebagai seni dan ilmu yang dipergunakan agar kita disukai dan dihormati oleh semua pihak yang berhubungan dengan kita. Sedangkan citra adalah kesan yang timbul karena pemahaman akan suatu kenyataan. Membangun citra (image building) dalam proses kehidupan, kita selalu mempunyai tujuan agar hal yang ingin kita raih dapat terwujud. Menurut Sutojo Siswanto yang dikutip Muktiyo (2014:44) keberhasilan membangun citra (image) dipengaruhi banyak faktor antara lain: 1) citra dibangun berdasarkan orientasi terhadap manfaat yang dibutuhkan dan diinginkan kelompok sasaran; 2) manfaat yang ditonjolkan cukup realistis; 3) citra yang ditonjolkan sesuai dengan kemampuan perusahaan, 4) citra mudah dimengerti kelompok sasaran; dan 5) citra merupakan sarana, bukan tujuan usaha Citra bisa positif dan bisa pula negatif. Semua orang atau organisasi pasti ingin dicitrakan positif. Dengan citra yang positif, individu maupun organisasi, akan mampu bertahan di tengah-tengah kancah persaingan yang sangat kompetitif sekarang ini. Oleh karena itulah, mengelola citra diri atau citra organisasi merupakan sesuatu yang amat sangat penting, bagi individu
  • 5. 5 maupun organisasi. Namun sayang belum semua individu dan organisasi menyadarinya. Demikian juga instansi pendidikan. Banyak individu maupun organisasi yang hanya berfikir sesaat dan pragmatis. Mereka menganggap dirinya dan organisasinya, semuanya berjalan baik-baik saja, lancar-lancar saja, tidak ada masalah. Dalam dunia pendidikan juga banyak yang menganggap masalah manajemen citra ini tidak penting. Seperti halnya di perusahaan, di lembaga pendidikan pun seiring dengan tuntutan dan perubahan jaman, maka seorang pemimpin pendidikan (kepala sekolah) harus mampu menyusun tahapan perencanaan untuk mendapatkan citra yang diinginkan. Keinginan tersebut harus diorganisasikan dengan baik. agar citra yang diidam-idamkan tidak keluar dari harapan. Citra sekolah yang positif sangat berperan dalam mengembangkan sekolah di tengah perubahan yang sangat kompetitif, terutama era menyongsong Kurikulum 2013 2. Peran Manajemen Citra dalam Menyongsong Kurikulum 2013 Penerapan MANTRA di lembaga pendidikan (sekolah) harus diawali dari kepribadian pemimpinnya (kepala sekolah), karena citra sekolah akan nampak dari citra kepala sekolahnya. Keberhasilan sekolah banyak ditentukan oleh kepemimpinan kepala sekolahnya. Kepala sekolah yang ingin mendapat citra positif, harus siap menjadi panutan dan teladan setiap warga sekolah., Setelah kepribadian terbentuk, maka akan mudah bagi kepala sekolah untuk menggarap potensi-potensi di lembaga sekolah yang dipimpinnya, sehingga mudah mempengaruhi dan menggerakkan warga sekolah untuk memberdayakan diri agar lebih maju dan berkembang, sehingga akan diperoleh citra positif sekolah. Hal ini akan mempengaruhi kepercayaan masyarakat sebagai konsumen pendidikan. Menurut Muktiyo Widodo (2014) dalam suatu usaha, image memegang peranan yang mampu mengembangkan keuntungan secara menyeluruh, loyalitas konsumen serta citra perusahaan. Sebagai upaya menumbuhkan citra positif SMPN 11 Surakarta, penulis sebagai kepala sekolah telah menerapkan upaya pembaharuan manajemen melalui Manajemen Citra (MANTRA). Penerapan manajemen citra ini juga terkait erat dengan harapan terciptanya sekolah yang berkualitas, yang tidak
  • 6. 6 hanya dilihat dari sisi akademik tetapi juga non akademik yang berkembang. Hal ini juga sejalan dengan Kurikulum 2013 di mana salah satu karakteristiknya adalah keseimbangan antara pengembangan sikap spiritual dan sosial, rasa ingin tahu, kreativitas, kerjasama dengan kemampuan intelektual dan psikomotorik. B. STRATEGI PEMECAHAN MASALAH 1. Deskripsi Strategi Pemecahan Masalah Sebagai langkah mengatasi hambatan di SMPN 11 Surakarta adalah dengan menerapkan strategi Manajemen Citra (MANTRA). MANTRA adalah serangkaian aktivitas pengelolaan citra individu atau organisasi yang didasarkan atas penilaian pihak lain. Penilaian baik-buruk dari pihak lain, merupakan suatu hal yang bersifat jujur dan obyektif. Begitu pula dengan sekolah. Citra sekolah yang positif sangat berperan dalam mengembangkan sekolah di tengah perubahan yang sangat kompetitif, terutama era menyonsong Kurikulum 2013. Dengan citra yang positif diharapkan dapat mendongkrak capaian prestasi SMPN 11 Surakarta. Strategi MANTRA di SMP Negeri 11 Surakarta, dilaksanakan dengan langkah-langkah berikut: a. Pengembangan budaya dan lingkungan sekolah yang berkarakter b. Pengembangan semangat berkarya dan motivasi berprestasi c. Pengembangan potensi diri siswa, d. Pemberdayaan dan Peningkatan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan e. Komunikasi dan Sosialisasi Program Sekolah, 2. Alasan Pemilihan Strategi Pemecahan Masalah Pemilihan MANTRA sebagai alternatif solusi untuk mengatasi masalah, berdasarkan pertimbangan hal-hal berikut: a. Citra sekolah makin terpuruk seiring penerapan sekolah PLUS, yaitu sekolah yang hanya menerima siswa dari kalangan tidak mampu b. Sumber daya yang ada sangat minim, sehingga perlu sosialisasi kegiatan yang melibatkan peran serta warga masyarakat (orangtua, alumni, atau masyarakat umum)
  • 7. 7 c. Banyak potensi/bakat warga sekolah (guru/siswa) belum berkembang secara optimal karena belum diberdayakan. d. Keterbatasan peran stake holder dalam membantu pengembangan sekolah sehingga dibutuhkan kepedulian, rasa berbagi dan rasa handarbeni dari warga sekolah untuk kemajuan sekolah. C. Langkah Konkret Penerapan Manajemen Citra (MANTRA) Strategi pelaksanaan MANTRA secara kongkrit telah dilakukan bersama warga SMPN 11 Surakarta adalah sebagai berikut: 1. Pengembangan budaya dan lingkungan sekolah yang berkarakter, Bentuk kegiatannya sebagai berikut: a. Pembiasaan: 1) rutin: upacara bendera, doa bersama, Jumatan, sholat duhur berjamaah, piket pagi, ketertiban dan kedisiplinan kepala sekolah, guru dan siswa; 2) Spontan: budaya sehari-hari (senyum, salam, sapa), dan kunjungan rumah siswa yang terkena musibah; 3) keteladanan perilaku: rapi, sopan, menghargai dan berempati kepada orang lain. b. Kepedulian sosial: zakat penghasilan guru, hari berbagi untuk menggalang dana PMI setiap tanggal 11, berbagi dengan tukang becak di Car Free Day (CFD) mencari orangtua asuh (pribadi maupun GNOTA), biaya pendidikan ke jenjang SMA, bakti sosial ke panti asuhan, buka puasa bersama anak yatim, pengumpulan bantuan spontan (korban banjir dan gunung Kelud), dan kegiatan rutin lainnya. Gambar 2. Penyerahan zakat, laptop, dan biaya pendidikan sampai jenjang SMA dari guru dan orangtua asuh
  • 8. 8 c. Peduli lingkungan, dengan menjaga kebersihan dan perilaku hidup sehat dan bersih dengan kegiatan antara lain: lomba taman dan kebersihan kelas, melukis pot gerabah, Greenschool, lomba daur ulang, melukis tong sampah, kerjabakti di lingkungan dan sungai sekitar sekolah, d. Menciptakan suasana kerja yang harmonis, terbuka, menjunjung kejujuran, kebersamaan, dan kekeluargaan, dalam bentuk: rapat guru, wali kelas dan staf secara rutin, transparansi administrasi pelaporan keuangan, workshop standar pengelolaan, dan memprioritaskan anggaran untuk kegiatan: pembelajara, pengembangan bakat minat siswa dan peningkatan kompetensi guru dan karyawan. Bukti-bukti pelaksanaan strategi ini pada lampiran 1. 2. Pengembangan Semangat Berkarya dan Motivasi Berprestasi a. Memberikan teladan semangat untuk maju, berprestasi, dan pantang menyerah dengan mengikuti lomba guru/kepala sekolah. Sebagai contoh pada tahun 2012 mendapat penghargaan Walikota dan mendapatkan juara II Lomba Kreatifitas Guru (LKG) Tk Nasional. Pada tahun 2013 mendapatkan penghargaan prestasi pendidikan dari Pemkot Surakarta. Gambar 3. Penyerahan Penghargaan dari Mendikbud (Muhammad Nuh), Walikota Surakarta (Joko Widodo), dan Kepala Dinas Dikpora Surakarta (Ibu etty Retnowati) b. Mengapresiasi setiap keberhasilan dan kontribusi warga sekolah dengan memberikan reward dan diserahkan saat upacara bendera. c. Melakukan pemenuhan dan pemberdayaan sarana prasarana untuk menunjang kegiatan pembelajaran, peningkatan kompetensi guru maupun pengembangan bakat siswa di bidang (1) teknologi informasi: penambahan
  • 9. 9 komputer, LCD, software pembelajaran; (2) buku pelajaran, buku pendamping guru, buku pembelajaran inovatif dan penulisan Karya Ilmiah, buku perpustakaan (novel/bacaan inspiratif lainnya), (3) sarana pembelajaran per maple; (4) mading dan publikasi siswa, (5) kebutuhan alat-alat ekstrakurikuler, misalnya alat musik, tari, ketrampilan (melukis, membatik, menjahit). Bukti-bukti kegiatan di atas disajikan dalam lampiran 2. 3. Pengembangan Potensi Diri Siswa Menggali dan memberdayakan potensi peserta didik dalam berbagai kegiatan pengembangan diri siswa berikut: a. Ekstra Kurikuler: 1) bidang olahraga (sepakbola, futsal dan volley); 2) kesenian (seni lukis, seni rupa dan tari, paduan suara, vocal grup, hadrah); 3) kepramukaan (senam pramuka, ketangkasan); 4) Palang Merah Remaja/Kader Kesehatan; 5) Karya Ilmiah Remaja (KIR); 6) bimbingan olimpiade (Matematika, IPA, IPS); 7) komputer; 8) Bahasa Inggris (drama dan story telling). b. Pembinaan Kerohanian: 1) Islam: Jumatan, pesantren ramadhan (pengajian, merawat dan menyolatkan jenazah, manasik haji, tatacara wudhu dan sholat, dan lomba adzan, baca Al Qur‟an; 2) Kristen/Katholik: persekutuan, kebaktian kebangunan rohani (KKR), dan hari besar Agama Kristen/Katholik c. Pelestarian („nguri-uri‟) busana adat daerah dengan lomba berbusana daerah saat pengumuman kelulusan siswa kelas IX untuk menghindari corat-coret. d. Menggali potensi siswa melalui classmeeting, pada tengah/jeda semester dengan lomba futsal, tenis meja, karaoke, ,joget, dan pentas apresiasi seni. e. Mengembangkan bakat siswa di bidang kewirausahaan, misalnya: melukis pot gerabah, membatik, membatik topeng, melukis caping, dan daur ulang sampah menjadi hiasan dan bahan kerajinan. Beberapa karya siswa memenangkan lomba Karya Ilmiah Remaja Tk kota Surakarta tahun 2013 dan mendapat kesempatan Expo saat Hari Pendidikan Nasional.
  • 10. 10 Gambar 4. Walikota Surakarta (Bp Fx Hadi Rudyatmo), Kepala Dinas (Ibu Etty Retnowati), dan Sekda kota Surakarta (Bp Budi Suharto) berfoto di Stan Ekspo Hasil Karya Siswa SMPN 11 Surakarta f. Kegiatan lomba kreativitas dan apresiasi seni saat peringatan hari-hari khusus (Hardiknas, Hari kebangkitan Nasional, Hari Kartini, dan Hari Pahlawan) berupa lomba: daur ulang sampah, melukis tong sampah, melukis pot gerabah, majalah dinding (mading), membuat poster, membuat kliping dan puisi (bahasa Jawa, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris). Bukti-bukti kegiatan yang lain disajikan pada lampiran 3. 4. Pemberayaan dan Peningkatan Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan Beberapa kegiatan berkaitan dengan pengembangan guru antara lain: a. Mengadakan workshop peningkatan kompetensi guru dalam memenuhi tertib administrasi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran, b. Melibatkan pihak ketiga untuk pengembangan kompetensi guru antara lain: pelatihan komputer dengan Geschool dan workshop pembelajaran inovatif Magic Teaching with Neuro Linguistic Programming (NLP). Gambar 5. Beberapa Kegiatan Peningkatan Kompetensi Guru
  • 11. 11 c. Mengadopsi best practice pembelajaran yang sudah dilakukan kepala sekolah dengan menciptakan alat peraga sederhana oleh siswa dan mensosialisasikan saat pembinaan sekolah agar dicontoh guru. d. Meningkatkan pemahaman guru akan tugas dan fungsinya dengan Workshop Sasaran Kerja Pegawai (SKP), pengisian aplikasi pendidikan (Dapodik dan Padamu Negeri secara mandiri dan tidak bergantung pada operator sekolah. e. Merencanakan program, melaksanakan dan melakukan tindak lanjut supervisi dengan metode yang tepat. f. Memberdayakan dan menertibkan laporan kegiatan pengembangan diri guru dan tenaga kependidikan (staf TU, tenaga perpustakaan), pemberdayaan MGMP Sekolah (buku MGMP), Pemberdayaan Wali Kelas (Buku Wali Kelas), buku referensi untuk karya inovatif guru, Penilaian Kinerja Guru (PKG) dan dan pelaporan kegiatan Pengembangan Keprofesian (PKB). Beberapa bukti kegiatan disajikan dalam lampiran 4. 5. Komunikasi dan Sosialisasi Program Sekolah Agar program dan kegiatan sekolah dapat diketahui berbagai pihak terutama orangtua siswa dan masyarakat, dilakukan berbagai kegiatan berikut: a. Pertemuan/dialog (parents meeting, sosialisasi, dan temu wali kelas) b. Partisipasi kegiatan even kota (Expo, Kreasso, dan Pekan Seni Pelajar) c. Publikasi kegiatan di media massa dan media sosial (web sekolah, blog dan facebook) d. Partisipasi dalam kegiatan sosial, misalnya kerja bakti dan hari berbagi e. Kerjasama dengan alumni untuk pembuatan web sekolah, administrasi perpustakaan,dan motivasi dari alumni yang berprestasi. f. Kerjasama dengan Puskesmas, Madita Entertainment dalam penyuluhan kesehatan dengan menghadirkan penyanyi Ichsan Idol, g. Kegiatan Spiritual Building Training dengan Penerbit Erlangga, h. Pembelajaran Outing Class dalam bentuk Workshop di Karaton Surakarta dengan integrasi beberapa mapel (Kesda, Bahasa Jawa, Bahasa Inggris dan
  • 12. 12 IPS, di mana siswa tidak hanya melihat-lihat tetapi juga mempraktekkan kegiatan menabuh gamelan dan mendalang. i. Penyuluhan kenakalan remaja dengan pihak Polsek Pasar Kliwon j. Sosialisasi larangan kendaraan bermotor bersama Dishubkominfo k. Kegiatan Sosialisasi pencegahan kekerasan pada anak dengan Bapermas Gambar 6. Beberapa Kegiatan Sosialisasi Program Sekolah Bukti-bukti kegiatan lain disajikan dalam lampiran 5. D. Hasil dan Dampak dari Penerapan Manajemen Citra 1. Hasil a. Pencapaian prestasi sekolah baik bidang akademik maupun non akademik 1) Prestasi akademik Tabel 1. Peningkatan Prestasi Ujian Nasional No. Tahun Peringkat kecamatan Peringkat kabupaten / kota (27 sekolah negeri) Peringkat Propinsi 1. UN 2011/2012 2 17 1018 2. UN 2012/2013 2 16 822 3. UN 2013/2014 2 15 2) Non Akademik Tabel 2. Pencapaian Prestasi Non Akademik NO. Kejuaran Tingkat Tahun Keterangan 1. Lomba Kader Kesehatan Kota 2012 Juara 1 2. Lomba Kader Kesehatan Kota 2013 Juara 1 3. Lomba Senam Pramuka Kota 2013 Juara 1 4. Lomba Karya Ilmiah Remaja Kota 2013 Juara I 5. Lomba Paduan Suara FLS2N Kota 2013 Juara III 6. Lomba Story Telling FLS2N Kota 2014 Juara III Prestasi sekolah secara lengkap disajikan pada lampiran 6.
  • 13. 13 Gambar 7. Penyerahan penghargaan Lomba Senam Pramuka, Kader Kesehatan dan KIR Tahun 2013 b. Banyaknya hasil kreativitas siswa yang dipajang di kelas dan lingkungan sekolah Gambar 8.Sebagian hasil karya siswa c. Lingkungan sekolah yang kondusif, bersih dan nyaman, seperti gambar berikut: Gambar 9. Lingkungan sekolah yang bersih dan asri
  • 14. 14 d. Ketertiban dan inovasi guru meningkat. Pemberian kemudahan dan fasilitas untuk peningkatan kompetensi guru dan karyawan memberikan semangat dan motivasi untuk maju dan mengembangkan diri. Mindset guru terhadap supervisi juga berubah. Guru makin tertib administrasi, kreatif dan inovatif. Banyak guru mampu mengoperasikan komputer, dan menggunakan LCD (secara tepat). Bahkan guru mampu membuat video best practice pembelajaran sendiri. Gambar 10. Sebagian kegiatan pembelajaran inovatif oleh guru IPA, Matematika, Bahasa Inggris dan IPS 2. Dampak a. Peningkatan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) Hal ini terlihat dari perbandingan hasil EDS tahun 2012/2013 dan hasil EDS tahun 2013/2014 yang ditunjukkan gambar berikut: Gambar 11. Perbandingan hasil EDS tahun pelajaran 2012/2013 dan tahun pelajaran 2013/2014
  • 15. 15 b. Meningkatnya citra positif sekolah Seiring meningkatnya prestasi sekolah, diikuti pula meningkatnya citra sekolah di masyarakat, sehingga banyak prestasi dan kegiatan sekolah yang dipublikasikan media Gambar 12. Sebagian prestasi sekolah yang dipublikasikan media massa c. Lingkungan sekolah yang kondusif dan meningkatnya semangat berprestasi Penerapan manajemen secara transparan, pemberian reward kepada siswa dan guru menumbuhkan semangat bagi guru maupun siswa untuk terus berkarya dan berprestasi, sehingga lingkungan sekolah kondusif. Selain prestasi siswa, guru juga semangat meningkatkan prestasi. Siswa makin semangat berkreasi dan guru juga semangat belajar untuk mengembangkan diri maupun berpartisipasi dalam berbagai lomba. Gambar 13. Bentuk apresiasi terhadap warga sekolah yang berprestasi d. Dukungan dan pengakuan dari masyarakat Adanya pengakuan dari masyarakat berdampak pada tingginya minat pendaftar siswa baru di SMP N 11 Surakarta. Tahun pelajaran 2012/2013 pendaftar 243 diterima 192. Tahun pelajarn 2013/2014 299 diterima 192 dan
  • 16. 16 merupakan satu-satunya sekolah plus yang kelebihan peminat. Selain itu, banyak partisipasi dan dukungan dari perorangan maupun pribadi untuk melakukan kegiatan dan menyalurkan bantuan di SMPN 11 Surakarta. meski sekolah kecil SMPN 11 Surakarta sering dikunjungi rekan-rekan guru dan kepala sekolah untuk berbagi pengalaman. Gambar 14. Penyerahan Bantuan Laptop dari Orangtua Asuh, Kunjungan Kepala Sekolah, dan Penyerahan Bantuan Beasiswa Pendidikan E. Kendala yang dihadapi dalam Melaksanakan Manajemen Citra Meskipun banyak keberhasilan yang telah dicapai, namun masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi dalam menerapkan Manajemen Citra adalah: 1. Perubahan mindset beberapa guru membutuhkan proses yang lama, dan banyak tantangan karena dianggap terlalu merepotkan 2. Minimnya sarana dan prasarana untuk pengembangan bakat dan minat siswa, alat dan media pembelajaran yang tidak lengkap, dan lahan yang sempit. 3. Kurangnya dukungan orangtua terhadapa perkembangan pendidikan di SMPN 11 Surakarta, karena menganggap tanggung jawab pendidikan hanya soal pendanaan yang sudah ditanggung pemerintah. F. Faktor Pendukung Beberapa faktor pendukung sebagai pendorong berjalannya Manajemen Citra adalah:
  • 17. 17 1. Tingginya semangat untuk maju dari kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan dan memiliki dedikasi yang tinggi untuk meningkatkan pelayanan kepada siswa 2. Dukungan dari stake holder dalam hal ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Surakarta yang memberi kepercayaan SMP 11 Surakarta 3. Pengawas sekolah mempunyai perhatian dan dukungan yang tinggi terhadap perkembangan sekolah dengan sering melakukan monitoring dan pembinaan. 4. Dukungan dana pendamping BOS yaitu BPMKS dari Pemerintah Kota Surakarta sebagai pendamping BOS Pusat meskipun sering terlambat cair. D. Alternatif Pengembangan Manajemen Citra (MANTRA) diharapkan dapat dilanjutkan secara kontinyu dengan kegiatan berikut: 1. Meningkatkan partisipasi warga sekolah dan warga masyarakat untuk meningkatkan partisipasi dan kontribusi sekecil apapun untuk pengembangan sekolah, baik waktu, tenaga dan materi. 2. Melengkapi fasilitas pengembangan sekolah yang berkarakter untuk tempat beribadah dan berekspresi bagi siswa, dan pembenahan fasilitas lingkungan 3. Memprioritaskan program peningkatan kompetensi guru untuk pengembangan diri melalui pelatihan yang tepat sasaran dengan merancang Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang tepat. 4. Meningkatkan bentuk reward kepada siswa dan guru yang berprestasi 5. Meningkatkan kerjasama dan jejaring (networking) untuk meningkatkan kepedulian orangtua asuh dan beasiswa bagi siswa miskin.
  • 18. 18 BAB III SIMPULAN DAN REKOMENDASI A. SIMPULAN Program yang dikembangkan untuk mengatasi permasalahan di SMPN 11 Surakarta melalui Manajemen Citra dibagi dalam beberapa aspek berikut ini: 1) Pengembangan budaya dan lingkungan sekolah yang berkarakter; 2) Pengembangan semangat dan motivasi berprestasi; 3) Pengembangan potensi diri siswa; 4) Pemberdayaan dan pengembangan potensi diri guru; 5) Komunikasi dan sosialisasi program kegiatan sekolah. Setelah dilaksanakan beberapa strategi tersebut pengembangan sekolah yang dilakukan mampu meningkatkan prestasi sekolah, banyaknya karya inovatif yang dihasilkan: sekolah makin asri dan nyaman, dan guru makin tertib administrasi dan inovatif. Dampak yang ditimbulkan dari hasil penerapan Manajemen Citra adalah: 1) peningkatan capaian SPM; 2) meningkatnya semangat berkarya dan berprestasi; 3) meningkatnya citra sekolah yang semakin baik; 4) adanya pengakuan dan dukungan dari masyarakat untuk berpartisipasi mendukung pelaksanaan program sekolah. B. REKOMENDASI Berdasarkan simpulan di atas, maka perlu dilakukan upaya-upaya berikut: 1. Untuk guru, diharapkan lebih mengintensifkan kegiatan pengembangan diri dan peningkatan kompetensi agar dapat mendukung program-program sekolah. 2. Untuk kepala sekolah, perlu melakukan sosialisasi kegiatan dan best practices yang dilakukan agar bias diadopsi dan dikembangkan sekolah lain. 3. Untuk Dinas Dikpora kota Surakarta diharapkan memberikan dukungan penuh kepada sekolah untuk mendukung kegiatan sekolah dievaluasi bersama-sama warga sekolah secara berkelanjutan, sehingga bisa disempurnakan sesuai kebutuhan. 4. Untuk Pemerintah Kota Surakarta, diharapkan memberikan dukungan dalam bentuk ketepatan pencairan dana pendamping.
  • 19. 19 DAFTAR PUSTAKA Kemendikbud, 2014. Manajemen dan Kepemimpinan Sekolah. Bahan Ajar Implementasi Kurikulum 2013 untuk Kepala Sekolah.Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjamin Mutu Pendidikan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan. 2007. Materi Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Pendidikan Persekolahan yang Efektif. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. ------. 2009. Dimensi Kompetensi Kewirausahaan. Bahan Belajar Mandiri Musyawarah Kerja Kepala Sekolah. Jakart: Departemen Pendidikan Nasional. Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar. Pedoman Pelaksanaan Pemilihan Kepala Sekolah Menengah Pertama Berprestasi Tahun 2014. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Kemendikbud. 2013. Lampiran Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 68 Tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum SMP/MTs. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Muktiyo, Widodo . 2010. Sukses Berkomunikasi dengan Manajemen Citra. Surakarta: Citra Emas Press. ------. 2014. Membangun Usaha dengan Kekuatan Image. Surakarta: Yuma Pustaka. Pusat Pengembangan Tenaga Kependidikan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjamin Mutu Pendidikan. 2014. Manajemen dan Kepemimpinan Sekolah. Bahan Ajar Implementasi Kurikulum 2013 untuk Kepala Sekolah.. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Sekretaris Daerah Kota Surakarta. 2012. Keputusan Walikota Surakarta No 420/56- c/1/2012 tentang Penetapan Sekolah Plus Jenjang Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Siswa Plus pada Jenjang Sekolah Menengah Kejuruan Tahun Pelajaran 2012/2013 Kota Surakarta Tahun 2012. Surakarta: Pemerintah Kota Surakarta. Suharno. 2014. Belajar “MANTRA” Bisnis. http://kiatsuharno.blogspot.com/2012/03/belajar-MANTRA-bisnis.html. (Diunduh 9 Juni 2014)