O slideshow foi denunciado.
Utilizamos seu perfil e dados de atividades no LinkedIn para personalizar e exibir anúncios mais relevantes. Altere suas preferências de anúncios quando desejar.

Agama islam

1.144 visualizações

Publicada em

Pelajaran Agama

  • Login to see the comments

  • Seja a primeira pessoa a gostar disto

Agama islam

  1. 1. Assalamualaikum wr.wb. . . Kelompok 4:  Juliana  Agustina  Appriliana
  2. 2.  Surah Yunus Ayat 101 • Kandungan Q.S. Yunus[10] Ayat 101 Ayat 101 Surah Yunus menganjurkan manusia mengadakan pengkajian,penelitian dan pengamatan tentang fenomena alam yang ada di langit dan bumi. Dengan melakukan hal tersebut diharapkan manusia bisa mengambil manfaat sebesar-besarnya bagi ilmu pengetahuan agar bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan dalam hidupnya. Bagi umat islam, selaim manfaat di atas, terdapat hal pokok yang harus diperoleh dengan mengamati tanda-tanda kekuasaan Allah tersebut, yaitu agar bisa mengambil pelajaran untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan dirinya kepada Allah SWT.
  3. 3. Adapaun tanda-tanda kekuasaan Allah tidak bermanfaat bagi orangorang kafir, yaitu orang yang selalu menyagkal adanya kekuatan yang mengatur alam semesta ini. Orang kafir memandang segala sesuatu berdasarkan pertimbangan akal atau logika. Oleh karenanya, orangorang tersebut tidak akan bisa mengambil manfaat dari tanda-tanda kekuasaan Allah untuk menumbuhkan keimanan pada dirinya kepada Allah SWT. Manusia memang dikaruniai akal yang sangat luar biasa. Dengan akalnya,berbagai ilmu pengetahuan tercipta, dari yang sederhana hingga teknologi canggih. Bagi umat Islam, semua itu adalah karunia Allah dan kita tidak boleh takabur atas semua itu, apalagi kufur kepada Allah dan menganggap manusialah penguasa alam semesta ini. Allah memberikan akal agar manusia mau menggunakannya untuk memanfaatkan alam semesta dan tidak melupakan jati dirinya, yaitu sebagai hamba Allah.
  4. 4. Tafsir Surah Yunus ayat 101 Katakanlah: "Perhatikanlah apa yaag ada di langit dan di bumi. Penafsiran ( ) (qul) berasal dari akar kata ( ), kata qul adalah kata perintah (fi’il amar) yang secara harfiyah dipahami “katakanlah”. Kata qul secara tekstual diperintahkan kepada Nabi Muhammad saw, tetapi dalam konteks ditujukan kepada seluruh manusia, dalam istilah bahasa arab disebut “mukhathab ghair mu’ayan”.
  5. 5. Lanjutan…. (unzuru) bentuk jama‟ dari unzur ( ) yang secara harifah bermakna lihat, perhatikan, renungkan. Kata unzur termasuk kata perintah (fi’il amar) yang besal dari akar kata ( Adapun kata al-samawat ( ( ). ) bentuk jama‟ dari al-samaa ) yang dalam kamus bahasa arab diartikan; langit, awan, hujan. (ardu/i) dipahami sebagai bumi, sesuatu yang di bawah. Dengan memperhatikan kosaka kata di atas, dapat dipahami, kita dianjurkan untuk membaca, merenungkan seluruh ayat Allah yang tercipta. Yakni memperhatikan, atau meneliti apa yang ada di atas, dan apa yang di bumi dan perut bumi.
  6. 6. Hikmah Bermain Kepada kitab-kitab Allah 1. Orang yang beriman kepada kitab-kitab Allah akan mendapat pahala. Hal ini di sebabkan beriman kepada kitab-kitab Allah hukumnya Wajib. 2. Orang-orang yang beriman kepada kitab-kitab Allah akan menjadikan Al-Qur‟an sebagai pedoman hidup dan membuktikan keimanan yang tersebut dngan selalu beriman saleh sehingga ia pun akan
  7. 7.  Surat Al-Baqarah ayat [25] “ Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga- surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan:”Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu”. Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya”. (QS. 2:25)
  8. 8. • Tafsiran Ayat (25). (Dan sampaikanlah berita gembira (at-Tabsyir) kepada mereka yang beriman) ; makna at-Tabsyiir adalah memberitakan sesuatu yang bekas/pengaruhnya tampak di kulit (raut muka) lantaran gembira dan senang. (dan berbuat baik [ash-Shalihat]) ; perbuatanperbuatan yang lurus (dilakukan secara istiqamah), yang mereka dituntut untuk melakukannya dan diwajibkan atas mereka – atau yang dianjurkan oleh Allah Ta‟ala untuk dilakukan – sebab surga hanya dapat diraih dengan keimanan dan amal yang shalih. (bahwa bagi mereka disediakan surga-surga) ; surga-surga (jannaat) maknanya adalah al- Basaatiin (kebun-kebun/taman-taman), yaitu nama rumah pahala secara keseluruhan yang menaungi surga-surga yang banyak. (yang mengalir sungai-sungai di dalamnya) ; yakni mengalir dibawah pepohon- pepohonannya dan rumah-rumah tinggal didalamnya. (Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu ) ; dari berbagai jenisnya. (mereka mengatakan):‟
  9. 9. Lanjutan. . . Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu „ ) ; bahwasanya ia berupa (buah-buahan) yang serupa, sebanding dan sejenis dengannya, dimana warnanya serupa meskipun berbeda dalam ukuran, citarasa dan aromanya. Bila mereka memakannya, mereka mendapatkan rasa yang bukan seperti rasa yang dulu (pernah mereka nikmati). (Mereka diberi buah-buahan yang serupa) ; dalam kualitasnya dan tidak ada yang rusak sedikitpun. (dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci); yang dimaksud dengan isteri-isteri yang suci adalah bahwa mereka tidak seperti wanita-wanita lainnya yang mengalami haidh dan nifas serta kotoran-kotoran lainnya. (dan mereka kekal di dalamnya) ; kekal (al-Khuluud) artinya tinggal didalamnya secara kontinyu dan tidak terputus lagi. (Zub)
  10. 10. Dalam ayat yang mulia ini, Allah Ta‟ala memerintahkan Rasul-Nya agar memberitakan kabar gembira kepada orang-orang yang beriman yang istiqamah tentang rizki yang disediakan-Nya untuk mereka berupa surga-surga yang mengalir sungai-sungai didalamnya, yang didalamnya ada isteri-isteri yang suci, bersih serta terbebas dari seluruh kotorankotoran dan penyakit-penyakit; mereka kekal didalamnya. Dia Ta‟ala juga memberitakan tentang mereka yang saat disediakan kepada mereka berbagai jenis buah-buahan, lalu berkata: „Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu ketika di dunia‟. Demikian pula, Dia Ta‟ala memberitakan bahwa yang diberikan kepada mereka itu adalah serupa warnanya namun tidak serupa rasanya akan tetapi memiliki kualitas plus dari sisi keindahan dan kesempurnaannya serta kelezatannya yang tak terkira.
  11. 11. Wassalamualaikum wr.wb

×