O slideshow foi denunciado.
Utilizamos seu perfil e dados de atividades no LinkedIn para personalizar e exibir anúncios mais relevantes. Altere suas preferências de anúncios quando desejar.

PROSES PENELITIAN Langkah 6 : Unsur-unsur Desain Penelitian

BAB 6 : PROSES PENELITIAN Langkah 6 : Unsur-unsur Desain Penelitian

  • Seja o primeiro a comentar

PROSES PENELITIAN Langkah 6 : Unsur-unsur Desain Penelitian

  1. 1. PROSES PENELITIAN Langkah 6 : Unsur-unsur Desain Penelitian
  2. 2. A. B. C. D. E. Studi Eksploratif, dilakukan jika tidak banyak yang diketahui mengenai situasi yang dihadapi, atau tidak ada informasi yang tersedia mengenai bagaimana masalah atau isu penelitian yang mirip diselesaikan di masa lalu. Studi Deskriptif, dilakukan untuk mengetahui dan menjadi mampu untuk menjelaskan karakteristik variabel yang diteliti dalam suatu situasi. Pengujian Hipotesis, menjelaskan sifat hubungan tertentu, atau menentukan perbedaan antarkelompok atau kebebasan (independensi) dua atau lebih faktor dalam suatu situasi Analisis Studi Kasus, studi kasus yang bersifat kulitatif berguna dalam menerapkan solusi pada masalah terkini berdasarkan pengalaman pemecahan masalah di masa lalu. Tinjauan Tujuan Studi, tidak sulit untuk melihat bahwa dalam studi eksploratif, peneliti pada dasarnya berminat untuk menyelidiki faktorfaktor situasional untuk memperoleh pengertian mengenai karakteristik fenomena yang diteliti.
  3. 3.  Studi kausal adalah studi di mana peneliti ingin menemukan penyebab dari satu atau lebih masalah.  Studi korelasional adalah peneliti berminat untuk menemukan variabel penting yang berkaitan dengan masalah.
  4. 4.  Tingkat intervensi peneliti terhadap arus kerja normal di tempat kerja mempunyai keterkaitan langsung dengan apakah studi yang dilakukan adalah kausal atau korelasional. Studi korelasional dilakukan dalam lingkungan alami dengan intervensi minimum oleh peneliti dan arus kerja yang normal. Dalam studi yang dilakukan untuk menentukan hubungan sebab-akibat, peneliti mencoba untuk memanipulasi variabel tertentu untuk mempelajari akibat manipulasi tersebut pada variabel terikat yang diteliti.
  5. 5.   Situasi korelasional yang dilakukan dalam organisasi disebut studi lapangan. Studi yang dilakukan untuk menentukan hubungan sebab-akibat menggunakan lingkungan alami yang sama, di mana karyawan berfungsi secara normal disebut eksperimen lapangan. Eksperimen yang dilakukan untuk menentukan hbungan sebab-akibat melampaui kemungkinan dari setidaknya keraguan memerlukan pembuatan sebuah lingkungan yang artifisial dan teratur, di mana semua faktor asing di kontrol dengan ketat.
  6. 6.    Unit analisis merujuk pada tingkat kesatuan data yang dikumpulkan selama tahap analisis data selanjutnya. Kita akan melihat data yang akan dikumpulkan dari setiap individu dan memperlakukan respons tiap karyawan sebagai sumber data individual. Jika pernyataan masalah berkaitan dengan efektivitas kelompok, maka unti analisis adalah pada tingkat kelompok. Jika kita ingin mempelajari perbedaan budaya antarbangsa, kita harus mengumpulkan data dari berbagai negara dan mempelajari pola budaya yang berlaku dalam setiap negara.
  7. 7. A. Studi Cross-Sectional, merupakan sebuah studi yang dapat dilakukan dengan data hanya sekali dikumpulkan, mungkin selama periode harian, mingguan, atau bulanan, dalam rangka menjawab pertanyaan penelitian. B. Studi Longitudinal, merupakan data variabel terikat dikumpulkan pada dua atau lebih batas waktu untuk menjawab pertanyaan penelitian.
  8. 8.   Peneliti akan menentukan keputusan yang tepat untuk dibuat dalam desain studi berdasarkan definisi masalah, tujuan penelitian, tingkat ketaatan yang diinginkan, dan pertimbangan biaya. Kadang-kadang, karena waktu dan biaya, seorang peneliti mungkin terbatas untuk menyelesaikan kurang dari desain penelitian “ideal”. Desain penelitian yang ketat yang mungkin menuntut biaya lebih tinggi adalah perlu jika hasil studi sangat penting untuk membuat keputusan penting yang memengaruhi kelangsungan organisasi dan/atau keberadaan sebagian besar anggota sistem.
  9. 9.  Penguasaan mengenai persoalan desain penelitian membantu manajer untuk memahami apa yang peneliti berusaha lakukan. Manajer harus membuat satu keputusan penting sebelum memulai studi yang berkaitan dengan bagaimana keketatan studi seharusnya. Mengetahui bahwa desain penelitian yang lebih ketat memakan sumber daya yang lebih banyak, manajer berada dalam posisi untuk menimbang kepentingan masalah yang dialami dan memutuskan jenis desain seperti apa yang dapat memberikan hasil yang bisa diterima dalam cara yang efisien.
  10. 10. TERIMA KASIH

×