O slideshow foi denunciado.
Utilizamos seu perfil e dados de atividades no LinkedIn para personalizar e exibir anúncios mais relevantes. Altere suas preferências de anúncios quando desejar.
Siklus Hidup dan Sistem Peredaran Serangga
Dosen:
Suci Wulan Pawhesti, M.si
Oleh:
Kelompok III
1. Deni Susana
2. Desi Riak...
Pengenalan Biologi Serangga
Serangga mempunyai tahap pertumbuhan dari awal sampai akhir dalam
hidupnya, mulai dari telur ...
Lanjutan....
Perubahan yang terjadi selama serangga berkembang dari
telur sampai menjadi dewasa disebut metamorfose. Dala...
Siklus Hidup Serangga
Siklus hidup serangga umumnya dibagi dalam dua tahap
yaitu tahap pertumbuhan/perkembangan dan pende...
Metamorfosis : perubahan bentuk
• Metamorfosis berasal dari kata Yunani :
meta
morphe
berubah
bentuk
1. A metabola / a met...
1. A metabola /a
metamorfosis = tanpa
metamorfosis
Ordo Thysanura.
Lepisma saccharina (kutu buku)
Ordo Collembola Papirius...
2. Metabola
Dalam metamorfose ini terjadi perubahan-perubahan yang
nyata selama perkembangan tubuhnya. Perubahan tersebut...
A. Paurometabola / metamorfosis sederana
Dalam metamorfosis ini perkembangan serangga berubah secara bertahap dalam
bentu...
Paurometabola / metamorfosis sederhana
Metamorposis sederhana pada
lipas
Metamorposis sederhana pada
belalang
Ex. Paurometabola (perubahan bentuk bertahan)
dari ordo Orthoptera pada belalang
 Setelah telur dibuahi, belalang betina ...
Lanjutan...
 Selama masa pertumbuhan, nimfa belalang akan mengalami ganti
kulit berkali kali (sekitar 4-6 kali) hingga me...
Telur - Nimfa - Imago
Telur
Imago (belalang dewasa)
nimfa instar
b. Hemimetabola / metamorfosis tidak sempurna
• Perubahan bentuk tidak sempurna yang pada fase muda
atau larva dijumpai ad...
Ex. Hemimetabola pada capung
Capung mengalami 3 tahapan pada metamorfosis yaitu : telur, nimfa, imago/ dewasa
1. Stadia Te...
Hemimetabola pada capung
telur-Tempayak(larva)-dewasa
Capung meletakkan telurnya di
perairan
Telur capung Tempayak/larva c...
c. Holometabola / Metamorfosis sempurna
Merupakan metamorfosis sempurna, memiliki 4 stadia selama siklus
hidupnya dan masi...
• Dari larva berubah menjadi imago terlebih dulu melalui bentuk
transisi yg disebut pupa atau kepompong
• Umumnya terdapat...
Metamorfosis sempurna pada Lalat
d. Hypermetabola
Tipe metamorfosis ini mirip dengan Holometabola, namun pada stadia
larva mengalami beberapa bentuk/ tipe...
• Keuntungan memiliki berbagai bentuk/stadia pada
perkembangan daur hidup serangga antara lain :
Dengan adanya perbedaan b...
STADIA DALAM METAMORFOSIS
1. Stadia telur
• Semua serangga bermula dari sel tunggal yg disebut bakal telur
(ovum)
• Sebelu...
• Polyembryonyc terjadi pada beberapa jenis parasit dari ordo Hymenoptera
pada famili :
• Perkembangan embryo diawali deng...
2. Stadia Larva dan Nimfa
• Larva adalah suatu bentuk dari salah satu stadia, dalam daur
hidup serangga, yang berada antar...
• Larva pada beberapa serangga yang bermetamorfosis
sempurna memiliki sebutan-sebutan lainnya, misal :
ulat
• larva Dipter...
Menurut bentuknya larva serangga yang mengalami metamorfosis sempurna
(Hypermetamorfosis ), terbagi atas :
a) Eruciform
co...
Macam bentuk larva
3. Stadia Pupa ( Stadia Kepompong )
• Stadia yang berada diantara stadia larva dan imago
• Ada pupa yang memliki wadah ata...
Tipe Pupa
• Terdapat 3 tipe pupa pada serangga yaitu :
1). Obtect
• Contoh : • Lepidoptera
• Diptera
2). Exarate
• Contoh : • Umumnya pada Serangga yang mengalami
metamorfosis sempurna.
3). Coarctate
• Contoh : • Diptera ( subordo Brachycera dan
Cyclorrhapa )
Macam bentuk Pupa
4. Stadia Imago atau serangga dewasa
Sistem Peredaran Darah Serangga
Sistem peredaran darah adalah suatu sistem kompleks yang
mengatur peredaran darah diselur...
lanjutan
Peredaran darah pada serangga diatur oleh sistem pompa otot-
otot melalui rongga-rongga dalam tubuh yang dipisah...
Sistem Peredaran darah terbuka
merupakan peredaran darah atau distribusi darah ke seluruh
tubuh (jaringan) yang tidak sel...
Lanjutan
Pada belalang dan artropda lain, jantung tersebut merupakan
tabung panjang yang berlokasi di bagian dorsal.
Ketik...
Belalang (Insecta)
Sistem peredaran darah pada serangga
berupa sistem peredaran darah
terbuka / (tanpa melalui pembuluh
da...
lanjutan
Secara umum aliran hemolimf dapat digambarkan sebagai berikut:
dipompa jantung
menuju ke
Kembali dan
Siklus beru...
Daftar Pustaka
 Campbell, Neil. A. 2001. “Biologi edisi ke-5 jilid ke-2”. Erlangga : Jakarta
 Artikel Upik Kesumawati Ha...
WASALAMU’ALAIKUM.............
Terima Kasiih Atas
Perhatiannya............................
Siklus Hidup dan Sistem Peredaran Darah Serangga
Próximos SlideShares
Carregando em…5
×

Siklus Hidup dan Sistem Peredaran Darah Serangga

Makul Entomologi Permukiman kel 3

  • Entre para ver os comentários

Siklus Hidup dan Sistem Peredaran Darah Serangga

  1. 1. Siklus Hidup dan Sistem Peredaran Serangga Dosen: Suci Wulan Pawhesti, M.si Oleh: Kelompok III 1. Deni Susana 2. Desi Riakumala 3. Fitri Mulyana 4. Helen Ariska 5. Rita Apriani Pendidikan Biologi Institut Agama Islam Negeri Raden Intan Lampung 2015
  2. 2. Pengenalan Biologi Serangga Serangga mempunyai tahap pertumbuhan dari awal sampai akhir dalam hidupnya, mulai dari telur sampai mencapai kematangan seksual, kawin dan memproduksi generasi selanjutnya. Perubahan ini disebut metamorfosis. Jadi metamorposis merupakan suatu proses perkembangan biologi pada hewan yang melibatkan  perubahan penampilan fisik dan atau struktur setelah kelahiran atau penetasan yang secara radikal berbeda. Tahap pertumbuhan yang berbeda ini berlaku berbeda untuk setiap jenis serangga.
  3. 3. Lanjutan.... Perubahan yang terjadi selama serangga berkembang dari telur sampai menjadi dewasa disebut metamorfose. Dalam proses pertumbuhan tersebut terjadi proses pergantian kulit yang dikenal dengan istilah ecdysis atau moulting dan sisa kulit yang terkelupas disebut exuviae. Selama pertumbuhan berlangsung akan mengalami beberapa kali pergantian kulit dan bentuk serangga antara dua masa pergantian kulit tersebut disebut instar.
  4. 4. Siklus Hidup Serangga Siklus hidup serangga umumnya dibagi dalam dua tahap yaitu tahap pertumbuhan/perkembangan dan pendewasaan atau pemasakan. Selama fase perkembangan energi tercurahkan untuk proses pertumbuhan, sedangkan selama fase pendewasaan energi tercurahkan untuk penyebaran dan reproduksi. Serangga memiliki siklus hidup yang unik karena umumnya mereka mampu bermetamorfosis. Metamorfosis serangga sangat beragam namun, diketahui ada tiga tipe metamorfosis serangga yaitu :
  5. 5. Metamorfosis : perubahan bentuk • Metamorfosis berasal dari kata Yunani : meta morphe berubah bentuk 1. A metabola / a metamorfosis = tanpa metamorfosis • Dalam metamorfose ini tidak terjadi perubahan-perubahan bentuk luar yang jelas, kecuali ukuran besarnya. • Kelompok serangga ini terdapat pada subklas Apterygota (serangga tidak bersayap ) . Terdapat pada :  ordo Collembola (ex. Papirius fuscus, kutu kebun)  ordo Thysanura ( ex. Lepisma saccharina kutu buku )  ordo Diplura (ex. Campodia sp = hidup dalam kayu lapuk) • Bentuk pradewasa ametabola disebut nimfa
  6. 6. 1. A metabola /a metamorfosis = tanpa metamorfosis Ordo Thysanura. Lepisma saccharina (kutu buku) Ordo Collembola Papirius fuscus/ kutu kebun Ordo Diplura (ex. Campodia sp
  7. 7. 2. Metabola Dalam metamorfose ini terjadi perubahan-perubahan yang nyata selama perkembangan tubuhnya. Perubahan tersebut dapat terjadi baik dalam ukuran tubuh maupun perkembangan beberapa alat tambahan. Dari tipe metabola dapat dibedakan lagi menjadi : a. Paurometabola atau tipe metamorfosis sederhana b.Hemimetabola c. Holometabola d.Hypermetabola
  8. 8. A. Paurometabola / metamorfosis sederana Dalam metamorfosis ini perkembangan serangga berubah secara bertahap dalam bentuk luarnya dari telur sampai bentuk dewasa. Bentuk pradewasa disebut nimfa, mempunyai bentuk serupa dengan yang dewasa. Dan pada bentuk mudanya terdapat beberapa alat tambahan seperti sayap yg belum berkembang sempurna. Selama siklus hidupnya mengalami 3 stadia pertumbuhan yaitu : telur, nimfa dan imago . Contoh dari serangga ini adalah :   ordo Orthoptera ( ex : belalang : Valanga sp. )   ordo Hemiptera (ex: Helopeltis antonii )   ordo Homoptera ( ex : wereng coklat: Nilaparvata lugens
  9. 9. Paurometabola / metamorfosis sederhana Metamorposis sederhana pada lipas Metamorposis sederhana pada belalang
  10. 10. Ex. Paurometabola (perubahan bentuk bertahan) dari ordo Orthoptera pada belalang  Setelah telur dibuahi, belalang betina akan menanamkan telur di dalam tanah menggunakan ovipositor pada ujung perutnya. Belalang betina akan bertelur setiap interval 3-4 hari hingga semua telur dikeluarkan. Belalang betina dapat meletakkan hingga ratusan butir selama masa bertelur.  Telur belalang akan tetap tersimpan di dalam tanah hingga berbulan-bulan lamanya dan akan menetas saat musim panas.  Telur belalang menetas menjadi nimfa, dengan tampilan belalang dewasa versi mini tanpa sayap dan organ reproduksi. Nimfa belalang yang baru menetas biasanya berwarna putih.
  11. 11. Lanjutan...  Selama masa pertumbuhan, nimfa belalang akan mengalami ganti kulit berkali kali (sekitar 4-6 kali) hingga menjadi belalang dewasa dengan tambahan sayap fungsional. Masa hidup belalang sebagai nimfa adalah 25-40 hari.  Setelah melewati tahap nimfa, dibutuhkan 14 hari bagi mereka untuk menjadi dewasa secara seksual. Setelah itu hidup mereka hanya tersisa 2-3 minggu, dimana sisa waktu itu digunakan untuk reproduksi dan meletakkan telur mereka.  Total masa hidup belalang setelah menetas adalah sekitar 2 bulan (1 bulan sebagai nimfa, 1 bulan sebagai belalang dewasa)
  12. 12. Telur - Nimfa - Imago Telur Imago (belalang dewasa) nimfa instar
  13. 13. b. Hemimetabola / metamorfosis tidak sempurna • Perubahan bentuk tidak sempurna yang pada fase muda atau larva dijumpai adanya alat tambahan berupa insang karena hidup di dalam air, sedang yang dewasa hidup di luar air. • Stadia dalam perkembangan hidupnya terdiri atas :  telur  naiad  imago • Dijumpai pada ordo Odonata ( ex : capung )
  14. 14. Ex. Hemimetabola pada capung Capung mengalami 3 tahapan pada metamorfosis yaitu : telur, nimfa, imago/ dewasa 1. Stadia Telur. Capung meletakkan telurnya pada tumbuhan yang berada di air. Induk capung dapat meletakkan telur hingga 100.000 butir. Telur capung diselimuti dengan lendir, telur tersebut akan berubah menjadi larva setelah dua hari-satu minggu. Setelah menetas, tempayak (larva) capung hidup dan berkembang di dasar perairan, Selama fase ini, larva capung akan sering berganti kulit hingga mengalami metamorfosis menjadi nimfa. 2. Stadia nimfa. Sebagian besar siklus hidup capung dihabiskan dalam bentuk nimfa, memakan waktu hingga 4 tahun lamanya di bawah permukaan air, dengan menggunakan insang internal untuk bernapas. Selama menjadi nimfa capung akan mengalami molting denganberganti kulit sampai 12 kali. 3. Stadia imago/dewasa. Nimfa yang hendak berubah menjadi capung akan keluar dari air untuk mencari  bebatuan atau tumbuhan untuk melekatkan diri hingga berubah menjadi capung dewasa. Setelah dewasa, capung hanya mampu hidup maksimal selama empat bulan.
  15. 15. Hemimetabola pada capung telur-Tempayak(larva)-dewasa Capung meletakkan telurnya di perairan Telur capung Tempayak/larva capung Nimfa capung Capung dewasa keluar dari nimfa Capung dewasa
  16. 16. c. Holometabola / Metamorfosis sempurna Merupakan metamorfosis sempurna, memiliki 4 stadia selama siklus hidupnya dan masing-masing stadia tersebut memiliki bentuk yang saling berlainan. yaitu : • Telur, • Larva/ulat, • Pupa/kepompong • Dewasa/imago • Larva yg telah menetas dari telur bentuknya berbeda dengan imago. Bentuknya menyerupai cacing dgn tungkai-tungkai pendek atau tdk memilikinya, tanpa sayap dan tdk memiliki mata majemuk, memiliki tipe alat mulut menggigit dan mengunyah yg berbeda sekali dgn induknya sehingga habitat maupun cara hidupnya berbeda
  17. 17. • Dari larva berubah menjadi imago terlebih dulu melalui bentuk transisi yg disebut pupa atau kepompong • Umumnya terdapat pada : - ordo Diptera (ex: lalat rumah ) - ordo Lepidoptera : kupu-kupu, ngengat - ordo Coleoptera : kumbang - ordo Hymenoptera (ex :lebah madu ) Subklas Pterygota .
  18. 18. Metamorfosis sempurna pada Lalat
  19. 19. d. Hypermetabola Tipe metamorfosis ini mirip dengan Holometabola, namun pada stadia larva mengalami beberapa bentuk/ tipe yang berbeda pada tiap instar. Tipe metamorfosis ini dapat dijumpai pada beberapa jenis serangga ordo Coleoptera : Carabidae (Calosoma scrutator, kumbang) ordo Diptera : Bombyliidae. (Drosophila melanogaster) ordo Hymenoptera : Perilampidae
  20. 20. • Keuntungan memiliki berbagai bentuk/stadia pada perkembangan daur hidup serangga antara lain : Dengan adanya perbedaan bentuk, misalnya antara larva dengan imago maka akan terdapat perbedaan habitat sehinnga akan mengurangi kompetisi tempat Dengan adanya perbedaan bentuk, maka akan terdapat perbedaan jenis makanan antara larva dengan imago sehingga akan mengurangi kompetisi makanan
  21. 21. STADIA DALAM METAMORFOSIS 1. Stadia telur • Semua serangga bermula dari sel tunggal yg disebut bakal telur (ovum) • Sebelum berkembang, bakal telur tersebut harus dibuahi dahulu oleh sperma yg berasal dari serangga jantan • Reproduksi secara sexual terjadi dgn bersatunya gamet-gamet tsb. yaitu ovum dari serangga betina dgn sperma dari serangga jantan • Proses pecahnya telur disebut : eclosion • Dapat juga terjadi dari sebuah sel telur berkembang menjadi 2 atau lebih embriyo : polyembrionyc .
  22. 22. • Polyembryonyc terjadi pada beberapa jenis parasit dari ordo Hymenoptera pada famili : • Perkembangan embryo diawali dengan membelahnya beberapa nukleus dari sel tunggal, yg selanjutnya dari masing-masing nukleus berkembang menjadi satu embryo. • Umumnya serangga adalah : ovipar artinya serangga muda keluar /menetas dari dari telur setelah telur ada di luar • Bracomidae : Macrosentrus sp • Platygasteridae : Plastygaster sp • Encyrtidae • Dryinidae
  23. 23. 2. Stadia Larva dan Nimfa • Larva adalah suatu bentuk dari salah satu stadia, dalam daur hidup serangga, yang berada antara stadia telur dan stadia pupa • Nimfa adalah serangga muda yg mirip dengan induknya, tetapi ukurannya kecil. • Nimfa adalah bentuk transisi dalam daur hidup serangga antara telur dan stadia imago, dan biasanya belum memiliki sayap dan alat genital • larva dijumpai pada serangga yg bermetamorfosis sempurna ( divisi Endopterygota), sedangkan nimfa terdapat pada serangga yang bermetamorfosis sederhana ( divisi Exopterygota) .
  24. 24. • Larva pada beberapa serangga yang bermetamorfosis sempurna memiliki sebutan-sebutan lainnya, misal : ulat • larva Diptera • larva Coleoptera • larva Lepidoptera belatung • lindi ( dalam tanah ) • uret ( dalam batang tanaman ).
  25. 25. Menurut bentuknya larva serangga yang mengalami metamorfosis sempurna (Hypermetamorfosis ), terbagi atas : a) Eruciform contoh Lepidoptera, Mecoptera dan Hymenoptera (hanya beberapa) b) Scarabaeiform Contoh : Coleoptera (scarabidae) c) Campodeiform contoh : Neuroptera, Trichoptera, Coleoptera d) Vermiform contoh : Diptera, Siphonoptera, Hymenoptera ( banyak ), Coleoptera ( beberapa ), Lepidoptera ( beberapa). e) Elateriform contoh : Coleoptera ( beberapa ) Bentuk larva
  26. 26. Macam bentuk larva
  27. 27. 3. Stadia Pupa ( Stadia Kepompong ) • Stadia yang berada diantara stadia larva dan imago • Ada pupa yang memliki wadah atau kantong yang disebut Kokon (coccon) yang bentuk, warna serta kekerasannya berbeda-beda • lapisan tipis maupun keras yang berasal dari kulit larva sendiri, yang menyelimuti pupa disebut puparium .
  28. 28. Tipe Pupa • Terdapat 3 tipe pupa pada serangga yaitu : 1). Obtect • Contoh : • Lepidoptera • Diptera
  29. 29. 2). Exarate • Contoh : • Umumnya pada Serangga yang mengalami metamorfosis sempurna.
  30. 30. 3). Coarctate • Contoh : • Diptera ( subordo Brachycera dan Cyclorrhapa )
  31. 31. Macam bentuk Pupa
  32. 32. 4. Stadia Imago atau serangga dewasa
  33. 33. Sistem Peredaran Darah Serangga Sistem peredaran darah adalah suatu sistem kompleks yang mengatur peredaran darah diseluruh tubuh (serangga). Sistem peredaran darah serangga terdiri dari hemolimfe dan organ- organ yang memfasilitasi sirkulasi atau peredaran darah. Pada serangga sebagian besar lintasan hemolimfe mengalir melalui rongga tubuh, menggenangi organ-organ dan jaringan. Sistem disebut lacunar system. Hanya terdapat pembuluh dorsal (rongga ostia) Jantung serangga bersifat neromiogenik
  34. 34. lanjutan Peredaran darah pada serangga diatur oleh sistem pompa otot- otot melalui rongga-rongga dalam tubuh yang dipisahkan oleh septum (jamak septa). Pada sebagian besar serangga, hemosel terbagi menjadi beberapa rongga (sinus) oleh septa. Aorta adalah tabung ramping yang mengantarkan darah ke kepala, bermuara di belakang atau di bawah otak. Organ denyut juga ditemui di toraks, yang memelihara peredaran darah di pembuluh sayap.
  35. 35. Sistem Peredaran darah terbuka merupakan peredaran darah atau distribusi darah ke seluruh tubuh (jaringan) yang tidak selalu melewati pembuluh darah. darah secara langsung menuju jaringan tubuh tanpa melalui pembuluh, tidak ada perbedaan antara darah dan cairan intersisial, dan cairan tubuh umum sebenarnya jauh lebih tepat disebut hemolimfa. jantung memompakan hemolimfa ke dalam sistem sinus yang saling berhubungan, yang merupakan ruangan yang mengelilingi organ tersebut. pertukaran kimiawi terjadi antara hemolimfa dan sel-sel tubuh.
  36. 36. Lanjutan Pada belalang dan artropda lain, jantung tersebut merupakan tabung panjang yang berlokasi di bagian dorsal. Ketika jantung berkontarsi, jantung tersebut akan memompa hemolimfa keluar melalui pembuluh dan kemudian masuk ke dalam sinus. Ketika jantung mengalami relaksasi, jantung akan menyedot hemolimfa masuk ke dalam sistem sirkulasi melalui pori-pori yang disebut ostia. Pergerakan tubuh yang menekan dan memeras sinus membantu mensirkulasikan hemolimfa. (Campbell. 2001: 43)
  37. 37. Belalang (Insecta) Sistem peredaran darah pada serangga berupa sistem peredaran darah terbuka / (tanpa melalui pembuluh darah) Belalang memiliki jantung yang berbentuk tabung panjang dengan bagian-bagian gelembung pembuluh darah. Letak jantung belalang berada pada punggung, tepatnya di dalam bagian homosoel yang memanjang. Bagian tersebut disebut sinus. Sedangkan pembuluh darah besar (aorta) meninggalkan jantung bagian depan, belakang, dan seringkali bagian bawahnya. Kemudian pembuluh darah tersebut menjadi cabang-cabang yang membawa hemolimfa ke berbagai organ dan jaringan-jaringan tubuh. Jantung akan memompa hemolimfa melalui pembuluh ke dalam sinus, sehingga terjadi pertukaran zat-zat antara hemolimfa dan sel. Hemolimfa kembali ke jantung melalui ostia, yang dilengkapi katup. Demikian seterusnya proses ini berlangsung. Pada belalang, darah tidak melakukan pertukaran oksigen (O2) dan karbondioksida (CO2). Namun, pertukaran ini dilakukan melalui sistem trakea. Karena itu, darah hanya mengangkut zat makanan/sari-sari makanan.
  38. 38. lanjutan Secara umum aliran hemolimf dapat digambarkan sebagai berikut: dipompa jantung menuju ke Kembali dan Siklus berulang Hemolimfa adalah cairan yang tersusun atas darah dan cairan interstisial. Hemolimfe dari abdomen aorta Bagian torakJaringan2 tubuh
  39. 39. Daftar Pustaka  Campbell, Neil. A. 2001. “Biologi edisi ke-5 jilid ke-2”. Erlangga : Jakarta  Artikel Upik Kesumawati Hadi, Pengenalan Arthropoda dan Biologi Serangga, Pengendalian Hama Permukiman di Indonesia
  40. 40. WASALAMU’ALAIKUM............. Terima Kasiih Atas Perhatiannya............................

×