O slideshow foi denunciado.
Utilizamos seu perfil e dados de atividades no LinkedIn para personalizar e exibir anúncios mais relevantes. Altere suas preferências de anúncios quando desejar.
1
Tugas Kelompok
BERPIKIR KRITIS
(Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah evaluasi pembelajaran )
Dosen :
Nukhbatul Biday...
2
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Setiap manusia akan berpikir, begitulah alaminya seorang manusia
tercipta. Seorang ...
3
kita kemukakan (implication). Oleh karena itu didalam makalah ini akan kami
bahas tentang berpikir kritis.
1.2 Rumusan M...
4
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Berfikir Kritis
Proses belajar diperlukan untuk meningkatkan pemahaman terhadap
materi ...
5
Dari pendapat-pendapat di atas dapat dikatakan bahwa berpikir kritis itu
meliputi dua langkah besar yakni melakukan pros...
6
a. Mulailah dengan berpikir apa dan kenapa, lalu carilah arah yang tepat
untuk jawaban dari pertanyaan tersebut.
b. Tuju...
7
Pada dasarnya keterampilan berpikir kritis (abilities) Ennis (Costa, 1985 :
54) dikembangkan menjadi indikator-indikator...
8
Keterampilan
Berpikir Kritis
Sub Keterampilan
Berpikir Kritis
Aspek
mungkin.
c. Menjaga pikiran
terhadap situasi yang
se...
9
Keterampilan
Berpikir Kritis
Sub Keterampilan
Berpikir Kritis
Aspek
dasar an apakah sumber
dapat dipercaya
atau tidak?
i...
10
Keterampilan
Berpikir Kritis
Sub Keterampilan
Berpikir Kritis
Aspek
alternatif
e. Menyeimbangkan,
menimbang dan
memutus...
11
berpikir kritis disebut juga berpikir logis dan berpikir analitis. Selanjutnya
menurut Langrer (dalam Tatang), untuk me...
2
sebagai penyangga berat dan
memungkinkan manusia
melakukan berbagai jenis posisi
gerak. Pada saat melakukan
gerak tubuh ...
3
kelenturan dan warna tulang.
Setiap 24 jam, tulang diangkat
dari dalam larutan asam cuka
dengan hati-hati kemudian
diama...
4
1. .............
2. .............
3. .............
4. ..............
Indikator 4 : Membuat Penjelasan
lebih lanjut
9. Me...
2
ilmiah, yaitu: mengidentifikasi masalah, merumuskan hipotesis, mencari dan
mengumpulkan data-data yang relevan, menguji ...
3
bacaan dengan kritis sehinga setelah kegiatan membaca selesai siswa mampu
menangkap beberapa pikiran pokok bacaan, sehin...
4
dengan target materi yang luas sehingga guru lebih terfokus pada penyelesaian
materi dan kurangnya pemahaman guru tentan...
5
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Keterampilan berpikir kritis merupakan keterampilan berpikir yang
melibatkan proses kogni...
6
DAFTAR PUSTAKA
Costa, Arthur L.,(ed.) (1985) Developing Minds, A Resource Book for Teaching
Thinking. Virginia: ASCD
Did...
Próximos SlideShares
Carregando em…5
×

Makalah berpikir Kritis

Tugas Evaluasi pemelajaran
Makalah berpikir Kritis

  • Entre para ver os comentários

Makalah berpikir Kritis

  1. 1. 1 Tugas Kelompok BERPIKIR KRITIS (Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah evaluasi pembelajaran ) Dosen : Nukhbatul BidayatiHaka, M.Pd Kelompok V 1. Deni Susana (1211060014) 2. Dian Sari (1211060196) 3. Fitri Mulyana (1211060062) 4. Helen Ariska (1211060195) 5. Ima Ristiana 1211060047) 6. Kinanti Adistia Putri (1111060205) 7. Muslimatun (1211060078) PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI RADEN INTAN LAMPUNG 2015
  2. 2. 2 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Setiap manusia akan berpikir, begitulah alaminya seorang manusia tercipta. Seorang filsuf pernah berkata, ”Aku hidup karena berpikir”. Proses berpikir merupakan suatu hal yang natural, lumrah, dan berada dalam lingkaran fitrah manusia yang hidup. Bahkan, seorang yang mengalami gangguan jiwa pun merupakan seorang pemikir yang mempunyai dunia lain dalam hidupnya. Saat kita berpikir, seringkali apa yang kita pikirkan menjadi bias, tidak mempunyai arah yang jelas, parsial, dan tidak jarang emosional atau terkesan egosentris. Seharusnya manusia bisa kembali merenung, bahwa kualitas hidup seseorang sesungguhnya ditentukan dengan bagaimana cara dia berpikir, sehingga dari pemikiran yang berkualitas itu dia akan mampu menciptakan penemuan atau pun inovasi baru dalam hidupnya. Bukankah seorang pahlawan lahir dari cara berpikirnya yang selalu besar. Ilmuwan-ilmuwan ternama dunia pun mengubah wajah dunia yang primitif menjadi dunia yang luar biasa ini dengan perubahan pemikiran. Menurut Paul & Elder (2005), berpikir kritis merupakan cara bagi seseorang untuk meningkatkan kualitas dari hasil pemikiran menggunakan teknik sistemasi cara berpikir dan menghasilkan daya pikir intelektual dalam ide-ide yang digagas. Seseorang yang berpikir secara kritis akan dapat menjawab permasalahan-permasalahan yang penting dengan baik. Dia akan berpikir secara jelas dan tepat. Selain itu, dapat menggunakan ide yang abstrak untuk bisa membuat model penyelesaian masalah secara efektif. Beberapa kriteria yang dapat kita jadikan standar dalam proses berpikir kritis ini adalah kejelasan (clarity), tingkat akurasi (accuracy), tingkat kepresisian (precision) relevansi (relevance), logika berpikir yang digunakan (logic), keluasan sudut pandang (breadth), kedalaman berpikir (depth), kejujuran (honesty), kelengkapan informasi (information) dan bagaimana implikasi dari solusi yang
  3. 3. 3 kita kemukakan (implication). Oleh karena itu didalam makalah ini akan kami bahas tentang berpikir kritis. 1.2 Rumusan Masalah a. Apa definisi Berfikir Kritis menurut ahli? b. Apa ciri-ciri Berfikir Kritis ? c. Apa saja karakteristik dan indikator kemampuan berfikir kritis ? d. Apa tahapan Berfikir Kritis ? e. Apa alat yang digunakan dalam mengukur kemampuan berpikir kritis ? f. Apakah keterampilan berfikir kritis sama dengan pemahaman konsep? 1.3 Tujuan Penulisan a. Mengetahui definisi berfikir kritis menurut ahli b. Mengetahui ciri-ciri seseorang berfikir kritis c. Mengetahui apa saja karakteristik dan indikator kemampuan berfikir kritis d. Mengetahui tahapan berfikir kritis e. Mengetahui alat yang digunakan dalam mengukur kemampuan berpikir kritis f. Mengetahui keterampilan dalam berpikir kritis dan pemahaman konsep
  4. 4. 4 BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Berfikir Kritis Proses belajar diperlukan untuk meningkatkan pemahaman terhadap materi yang dipelajari. Dalam proses belajar terdapat pengaruh perkembangan mental yang digunakan dalam berpikir atau perkembangan kognitif dan konsep yang digunakan dalam belajar. Beberapa pengertian mengenai keterampilan berpikir kritis diantaranya: 1. Rudinow dan Barry (Filsaime, 2008: 57) berpendapat bahwa berpikir kritis adalah sebuah proses yang menekankan sebuah basis kepercayaan- kepercayaan yang logis dan rasional, dan memberikan serangkaian standar dan prosedur untuk menganalisis, menguji dan mengevaluasi. 2. Steven (1991) memberikan pengertian berpikir kritis yaitu berpikir dengan benar dalam memperoleh pengetahuan yang relevan dan reliable. Berpikir kritis adalah berpikir nalar, reflektif, bertanggung jawab, dan mahir berpikir. Dari pengertian Steven tersebut, seseorang yang berpikir dengan kritis dapat menentukan informasi yang relevan. Berpikir kritis merupakan kegiatan memproses informasi yang akurat sehingga dapat dipercaya, logis, dan kesimpulannya meyakinkan, dan dapat membuat keputusan yang bertanggung jawab. Seseorang yang berpikir kritis dapat bernalar logis dan membuat kesimpulan yang tepat. 3. Menurut Ennis (1996) berpikir kritis adalah suatu proses berpikir yang bertujuan untuk membuat keputusan yang rasional yang diarahkan untuk memutuskan apakah meyakini atau melakukan sesuatu. Dari definisi Ennis tersebut dapat diungkapkan beberapa hal penting. Berpikir kritis difokuskan ke dalam pengertian sesuatu yang penuh kesadaran dan mengarah pada sebuah tujuan. Tujuan dari berpikir kritis akhirnya memungkinkan kita untuk membuat keputusan.
  5. 5. 5 Dari pendapat-pendapat di atas dapat dikatakan bahwa berpikir kritis itu meliputi dua langkah besar yakni melakukan proses berpikir nalar (reasoning) dan diikuti dengan pengambilan keputusan/ pemecahan masalah (deciding/problem solving). Dengan demikian dapat pula diartikan bahwa tanpa kemampuan yang memadai dalam hal berpikir nalar (deduktif, induktif dan reflektif), seseorang tidak dapat melakukan proses berpikir kritis secara benar. Berpikir kritis berfokus pada apakah meyakini atau melakukan sesuatu mengandung pengertian bahwa siswa yang berpikir kritis tidak hanya percaya begitu saja apa yang dijelaskan oleh guru. Siswa berusaha mempertimbangkan penalarannya dan mencari informasi lain untuk memperoleh kebenaran. Jadi, berpikir kritis tidak sama dengan mengakumulasi informasi. Seorang dengan daya ingat baik dan memiliki banyak fakta tidak berarti seorang pemikir kritis. Seorang pemikir kritis mampu menyimpulkan dari apa yang diketahuinya, dan mengetahui cara memanfaatkan informasi untuk memecahkan masalah, and mencari sumber-sumber informasi yang relevan untuk dirinya dan keterampilan berpikir kritis merupakan keterampilan berpikir yang melibatkan proses kognitif dan mengajak siswa untuk berpikir reflektif terhadap permasalahan. 2.2 Ciri-Ciri Berfikir Kritis 1. Mampu membuat simpulan dan solusi yang akurat, jelas, dan relevan terhadap kondisi yang ada. 2. Berpikir terbuka dengan sistematis dan mempunyai asumsi, implikasi, dan konsekuensi yang logis. 3. Berkomunikasi secara efektif dalam menyelesaikan suatu masalah yang kompleks. Berpikir kritis merupakan cara untuk membuat pribadi yang terarah, disiplin, terkontrol, dan korektif terhadap diri sendiri. Hal ini tentu saja membutuhkan kemampuan komunikasi efektif dan metode penyelesaian masalah serta komitmen untuk mengubah paradigma egosentris dan sosiosentris kita. Saat kita mulai untuk berpikir kritis, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan disini, yaitu:
  6. 6. 6 a. Mulailah dengan berpikir apa dan kenapa, lalu carilah arah yang tepat untuk jawaban dari pertanyaan tersebut. b. Tujuan pertanyaan akan apa dan kenapa. c. Informasi yang spesifik untuk menjawab pertanyaan diatas. d. Kriteria standar yang ditetapkan untuk memenuhi jawaban atas pertanyaan. e. Kejelasan dari solusi permasalahan/pertanyaan. f. Konsekuensi yang mungkin terjadi dari pilihan yang kita inginkan. g. Mengevaluasi kembali hasil pemikiran kita untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Beberapa kriteria yang dapat kita jadikan standar dalam proses berpikir kritis ini adalah kejelasan (clarity), tingkat akurasi (accuracy), tingkat kepresisian (precision) relevansi (relevance), logika berpikir yang digunakan (logic), keluasan sudut pandang (breadth), kedalaman berpikir (depth), kejujuran (honesty), kelengkapan informasi (information) dan bagaimana implikasi dari solusi yang kita kemukakan (implication). Sebagaimana fitrahnya, manusia adalah subjek dalam kehidupan ini. Artinya manusia akan cenderung berpikir untuk dirinya sendiri atau disebut sebagai egosentris. Dalam proses berpikir, egosentris menjadi hal utama yang harus kita hindari. Apalagi bila kita berada dalam sebuah tim yang membutuhkan kerjasama yang baik. Egosentris akan membuat pemikiran kita menjadi tertutup sehingga sulit mendapatkan inovasi-inovasi baru yang dapat hadir. Pada akhirnya, sikap egosentris ini akan membawa manusia ke dalam komunitas individualistis yang tidak peka terhadap lingkungan sekitar. Bukan menjadi solusi, tetapi hanya menjadi penambah masalah. Semakin sering kita berlatih berpikir kritis secara ilmiah, maka kita akan semakin berkembang menjadi tidak hanya sebagai pemikir kritis yang ulung, namun juga sebagai pemecah masalah yang ada di lingkungan. 2.3 Karakteristik dan Indikator Berfikir Kritis
  7. 7. 7 Pada dasarnya keterampilan berpikir kritis (abilities) Ennis (Costa, 1985 : 54) dikembangkan menjadi indikator-indikator keterampilan berpikir kritis yang terdiri dari lima kelompok besar yaitu: 1. Memberikan penjelasan sederhana, yang berisi: memfokuskan pertanyaan,menganalisis argumen, dan menjawab pertanyaan tentang suatu penjelasanatau pernyataan. 2. Membangun keterampilan dasar, yang terdiri atas mempertimbangkan apakahsumber dapat dipercaya atau tidak dan mengobservasi/mengamati sertamempertimbangkan suatu laporan hasil observasi. 3. Menyimpulkan, yang terdiri atas kegiatan mendeduksi ataumempertimbangkan hasil deduksi, meninduksi atau mempertimbangkan hasilinduksi, dan membuat serta menentukan nilai pertimbangan. 4. Memberikan penjelasan lanjut, yang terdiri atas mendefinisikan istilah- istilahdan mempertimbangkan definisi, serta mengidentifikasi asumsi. 5. Mengatur strategi dan teknik, yang terdiri atas memutuskan/menentukantindakan dan berinteraksi dengan orang lain. Dari masing-masing kelompok keterampilan berpikir kritis di atas, diuraikan lagi menjadi sub-keterampilan berpikir kritis dan masing-masing indikatornya dituliskan dalam tabel berikut: Aspek dari kelima kelompok indikator tersebut apat lebih diperinci lagi sebagai berikut : Keterampilan Berpikir Kritis menurut Ennis Keterampilan Berpikir Kritis Sub Keterampilan Berpikir Kritis Aspek 1. Memberikan Penjelasan dasar 1. Memfokuskan pertanyaan a. Mengidentifikasi atau memformulasikan suatu pertanyaan. b. Mengidentifikasi atau memformulasikan kriteria jawaban yang
  8. 8. 8 Keterampilan Berpikir Kritis Sub Keterampilan Berpikir Kritis Aspek mungkin. c. Menjaga pikiran terhadap situasi yang sedang dihadapi. 2. Menganalisis argumen a. Mengidentifikasi kesimpulan b. Mengidentifikasi alasan yang dinyatakan c. Mengidentifikasi alasan yang tidak dinyatakan d. Mencari persamaan dan perbedaan e. Mengidentifikasi dan menangani ketidak relevanan f. Mencari struktur dari sebuah pendapat/argumen g. Meringkas 3. Bertanya dan menjawab pertanyaan klarifikasi dan pertanyaan yang menantang a. Mengapa? b. Apa yang menjadi alasan utama? c. Apa yang kamu maksud dengan? d. Apa yang menjadi contoh? e. Apa yang bukan contoh? f. Bagaiamana mengaplikasikan kasus tersebut? g. Apa yang menjadikan perbedaannya? h. Apa faktanya? i. Apakah ini yang kamu katakan? j. Apalagi yang akan kamu katakan tentang itu? 2. Membangun Keterampilan 4. Mempertimbangk a. Keahlian b. Mengurangi konflik
  9. 9. 9 Keterampilan Berpikir Kritis Sub Keterampilan Berpikir Kritis Aspek dasar an apakah sumber dapat dipercaya atau tidak? interest c. Kesepakatan antar sumber d. Reputasi e. Menggunakan prosedur yang ada f. Mengetahui resiko g. Keterampilan memberikan alasan h. Kebiasaan berhati-hati 5. Mengobservasi dan mempertimbangk an hasil observasi a. Mengurangi praduga/menyangka b. Mempersingkat waktu antara observasi dengan laporan c. Laporan dilakukan oleh pengamat sendiri d. Mencatat hal-hal yang sangat diperlukan e. Penguatan f. Kemungkinan dalam penguatan g. Kondisi akses yang baik h. Kompeten dalam menggunakan teknologi i. Kepuasan pengamat atas kredibilitas kriteria 3. Menyimpulkan 6. Mendeduksi dan mempertimbangk an deduksi a. Kelas logika b. Mengkondisikan logika c. Menginterpretasikan pernyataan 7. Menginduksi dan mempertimbangk an hasil induksi a. Menggeneralisasi b. Berhipotesis 8. Membuat dan mengkaji nilai- nilai hasil pertimbangan a. Latar belakang fakta b. Konsekuensi c. Mengaplikasikan konsep ( prinsip-prinsip, hukum dan asas) d. Mempertimbangkan
  10. 10. 10 Keterampilan Berpikir Kritis Sub Keterampilan Berpikir Kritis Aspek alternatif e. Menyeimbangkan, menimbang dan memutuskan 4. Membuat penjelasan lebih lanjut 9. Mendefinisikan istilah dan mempertimbangk an definisi Ada 3 dimensi: a. Bentuk : sinonim, klarifikasi, rentang, ekspresi yang sama, operasional, contoh dan non contoh b. Strategi definisi c. Konten (isi) 10.Mengidentifikasi asumsi a. Alasan yang tidak dinyatakan b. Asumsi yang diperlukan: rekonstruksi argumen 5. Strategi dan taktik 11. Memutuskan suatu tindakan a. Mendefisikan masalah b. Memilih kriteria yang mungkin sebagai solusi permasalahan c. Merumuskan alternatif- alternatif untuk solusi d. Memutuskan hal-hal yang akan dilakukan e. Merivew f. Memonitor implementasi 12.Berinteraksi dengan orang lain a. Memberi label b. Strategi logis c. Srtrategi retorik d. Mempresentasikan suatu posisi, baik lisan atau tulisan 2.4 Alat Penilaian Berpikir Kritis Gokhale (macknigt 1995) dalam penelitiannya yang berjudul Collaborative Learning Enhances Critical Thinking menyatakan bahwa yang dimaksud dengan soal berpikir kritis adalah soal yang melibatkan analisis sintesis, dan evaluasi dari suatu konsep. Cotton (1991), menyatakan bahwa
  11. 11. 11 berpikir kritis disebut juga berpikir logis dan berpikir analitis. Selanjutnya menurut Langrer (dalam Tatang), untuk melatih berpikir kritis siswa harus didorong untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan hal-hal sebagai berikut : (1) Menentukan konsekuensi dari suatu keputusan atau suatu kejadian; (2) Mengidentifikasi asumsi yang digunakan dalam suatu pernyataan; (3) Merumuskan pokok-popok permasalahan; (4) Menemukan adanya bias berdasarkan pada sudut pandang yang berbesa; (5) mengungkapkan penyebab suatu kejadian; (6) memilih faktor-faktor yang mendukung terhadap suatu keputusan. Pada makalah ini, kami selaku penulis akan mencoba memberikanbeberapa contoh mengenai berpikir kritis. Indikator 1 : Memberikan Penjelasan dasar 1. Memfokuskan pada pertanyaan Aspek : Mengidentifikasi atau memformulasikan suatu pertanyaan. Soal : Perhatikan pernyataan berikut : rongga mulut- lambung-esofagus- usus halus-usus besar-anus-rektum Sebutkan urutan sistem pencernaan pada manusia ! 2. Menganalisis argumen Aspek :Mencari persamaan hubungan Soal : Perhatikan gambar di samping! Terdapat hubungan persendian pada tulang trapesium telapak tangan dengan tulang metakarpal ibu jari, jelaskan hubungan persendian yang terjadi pada struktur tulangnya! 3. Bertanya dan menjawab pertanyaan klarifikasi dan pertanyaan yang menantang Aspek : Mengapa ? Soal : Ruas tulang belakang manusia berjumlah 33 buah. Tulang tersebut membentuk suatu kesatuan memanjang yang membentuk sumbu tubuh dan menopang tengkorak. Pada tulang belakang terjadi perlengkungan karena berfungsi
  12. 12. 2 sebagai penyangga berat dan memungkinkan manusia melakukan berbagai jenis posisi gerak. Pada saat melakukan gerak tubuh misalkan berlari, kenapa tidak terjadi gesekan dan bunyi keras pada susunan tulang belakang tersebut? Indikator 2 : Membangun Keterampilan dasar 4. Mempertimbangkan apakah sumber dapat dipercaya atau tidak? Aspek : Menggunakan Prosedur yang ada Soal : Buatlah sebuah bagan/skema tentang rangka manusia dengan menggunakan kata-kata dibawah ini. - Tengkorak - Tulang paha - Anggota gerak atas - Rangka aksial - Tulang belakang - Rangka manusia - Tulang lengan atas - Anggota gerak bawah - Rangka apendikuler 5. Mengobservasi dan mempertimbangkan hasil observasi Aspek : mencatat hal-hal yang sangat diperlukan Soal: Piramida makanan adalah sebuah piramida yang menggambarkan membandingkan komposisi jumlah biommasa dan energi dari produsen sampai konsumen puncak dalam suatu ekosisitem. Komposisi biommasa terbesar terdapat pada produsen yang menempati dasar piramida. Demikian pula jumlah energi terbesar terdapat pada dasar piramida. Bagaimana jika bioma pada dasar piramida berkurang ? Indikator 3 : Menyimpulkan 6. Aspek : Mendeduksi dan mempertimbangkan deduksi Soal : Seorang siswa melakukan percobaan dengan merendam tulang ayam yang telah dibersikan dari sisa-sisa daging yang melekat dengan larutan asam cuka selama 5 hari. Sebelum perendaman, siswa mengamati kekerasan,
  13. 13. 3 kelenturan dan warna tulang. Setiap 24 jam, tulang diangkat dari dalam larutan asam cuka dengan hati-hati kemudian diamati perubahan-perubahan yang terjadi. Setelah 5 hari, didapatkan hasil tulang berwarna pucat dan lentur. Apa yang terjadi pada tulang setelah direndam di dalam larutan asam cuka, mengapa demikian? dan berilah kesimpulan pada percobaan tersebut! 7. Menginduksi dan mempertimbangkan hasil induksi Aspek : Menggeneralisasi Soal : Gerak lurus terbagi atas gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubahberaturan. Salah satu contoh dari keduanya adalah: a. Mobil yang melintasi jalan tol selama 1 jam dan kemudian berhentib. b. Sepeda yang melaju di jalan berlubang hingga sampai dijalan tidak berlubang c. Kelereng yang menggelinding dari bidang miring yang lurus hinggamelintasi bidang datar d. Bola yang ditendang keras hingga berhenti digawang 8. Membuat dan mengkaji nilai- nilai hasil pertimbangan Aspek : Megaplikasikan konsep Soal : Siang itu Si Bola, Si Balok, Si Kubus dan Si Tabung sedang asyik menghitung volume masing-masing. Mereka sibuk mengukur dan kemudianmenghitung hasil pengukuran sisi-sisi mereka dengan menggunakan rumusmasing-masing untuk menentukan berapa volume mereka. Si Batu tampak kebingungan. Dia membawa meteran tapi tidak tahu bagaimana menghitungsisinya, akibatnya dia tidak bisa menentukan volume nya seperti teman-temannya. .Nah, bisakah kamu membantu Si Batu menentukan volumenya denganbantuan gelas ukur dan air secukupnya?
  14. 14. 4 1. ............. 2. ............. 3. ............. 4. .............. Indikator 4 : Membuat Penjelasan lebih lanjut 9. Mengidentifikasi Asumsi Aspek : Asumsi yang diperlukan: rekonstruksi argumen Soal : Pada suatu acara ulang tahun para petualang (adventures), Sherlock Holmes datang dengan menggunakan topi tua. Walaupun Holmes tidak kenal dengan pemilik topi tersebut, namun ia mengatakan kepada Dr. Watsonbanyak hal tetang pemilik topi tersebut adalah orang disekitarnya, “pemiliknya mempunyai intelektual tinggi”, kata Holmes. Pada saat ini pernyataan Holmes ini tidak didukung oleh fakta. Selanjutnya, Holmes melanjutkan pernyataannya: “ini masalah kapasitas volum; orang yang memiliki otak yang cukup besar pasti mempunyai sesuatu didalamnya”.Sekarang pernyataan “pemiliknya mempunyai intelektual tinggi” sudah mempunyai dasar/alasan.Dari cerita diatas, siapakah pemilik topi yang dimaksud oleh Holmes? Indikator 5 : Strategi dan Taktik 10. Berinteraksi dengan orang lain Aspek : Memberikan label Soal : lengkapi keterangan gambar dibwah ini Berikan alasan mengenai jawaban tersebut ! 2.5 Tahapan Berfikir Kritis Proses berpikir kritis dapat digambarkan seperti metode ilmiah. Steven (1991) mengutarakan bahwa berpikir kritis adalah metode tentang penyelidikan
  15. 15. 2 ilmiah, yaitu: mengidentifikasi masalah, merumuskan hipotesis, mencari dan mengumpulkan data-data yang relevan, menguji hipotesis secara logis dan evaluasi serta membuat kesimpulan yang reliable. Krulik dan Rudnick (1993) mendefinisikan berpikir kritis adalah berpikir yang menguji, menghubungkan, dan mengevaluasi semua aspek dari situasi masalah. Termasuk di dalam berpikir kritis adalah mengelompokan, mengorganisasikan, mengingat dan menganalisis informasi. Berpikir kritis memuat kemampuan membaca dengan pemahaman dan mengidentifikasi materi yang diperlukan dengan yang tidak ada hubungan. Hal ini juga berarti dapat menggambarkan kesimpulan dengan sempurna dari data yang diberikan, dapat menentukan ketidakkonsistenan dan kontradiksi di dalam kelompok data. Berpikir kritis adalah analitis dan reflektif. 1. Keterampilan Menganalisis Keterampilan menganalisis merupakan suatu keterampilan menguraikan sebuah struktur ke dalam komponen-komponen agar mengetahui pengorganisasian struktur tersebut . Dalam keterampilan tersebut tujuan pokoknya adalah memahami sebuah konsep global dengan cara menguraikan atau merinci globalitas tersebut ke dalam bagian-bagian yang lebih kecil dan terperinci. Pertanyaan analisis, menghendaki agar pembaca mengindentifikasi langkah- langkah logis yang digunakan dalam proses berpikir hingga sampai pada sudut kesimpulan (Harjasujana, 1987: 44). 2. Keterampilan Mensintesis Keterampilan mensintesis merupakan keterampilan yang berlawanan dengan keteramplian menganallsis. Keterampilan mensintesis adalah keterampilan menggabungkan bagian-bagian menjadi sebuah bentukan atau susunan yang baru. Pertanyaan sintesis menuntut pembaca untuk menyatupadukan semua informasi yang diperoleh dari materi bacaannya, sehingga dapat menciptakan ide-ide baru yang tidak dinyatakan secara eksplisit di dalam bacaannya. Pertanyaan sintesis ini memberi kesempatan untuk berpikir bebas terkontrol (Harjasujana, 1987: 44). 3. Keterampilan Mengenal dan Memecahkan Masalah Keterampilan ini merupakan keterampilan aplikatif konsep kepada beberapa pengertian baru. Keterampilan ini menuntut pembaca untuk memahami
  16. 16. 3 bacaan dengan kritis sehinga setelah kegiatan membaca selesai siswa mampu menangkap beberapa pikiran pokok bacaan, sehingga mampu mempola sebuah konsep. Tujuan keterampilan ini bertujuan agar pembaca mampu memahami dan menerapkan konsep-konsep ke dalam permasalahan atau ruang lingkup baru (Walker, 2001:15). 4. Keterampilan Menyimpulkan Keterampilan menyimpulkan ialah kegiatan akal pikiran manusia berdasarkan pengertian/pengetahuan (kebenaran) yang dimilikinya, dapat beranjak mencapai pengertian/pengetahuan (kebenaran) yang baru yang lain (Salam, 1988: 68). Berdasarkan pendapat tersebut dapat dipahami bahwa keterampilan ini menuntut pembaca untuk mampu menguraikan dan memahami berbagai aspek secara bertahap agar sampai kepada suatu formula baru yaitu sebuah simpulan. Proses pemikiran manusia itu sendiri, dapat menempuh dua cara, yaitu : deduksi dan induksi. Jadi, kesimpulan merupakan sebuah proses berpikir yang memberdayakan pengetahuannya sedemikian rupa untuk menghasilkan sebuah pemikiran atau pengetahuan yang baru. 5. Keterampilan Mengevaluasi atau Menilai Keterampilan ini menuntut pemikiran yang matang dalam menentukan nilai sesuatu dengan berbagai kriteria yang ada. Keterampilan menilai menghendaki pembaca agar memberikan penilaian tentang nilai yang diukur dengan menggunakan standar tertentu (Harjasujana, 1987: 44). Dalam taksonomi belajar, menurut Bloom, keterampilan mengevaluasi merupakan tahap berpikir kognitif yang paling tinggi. Pada tahap ini siswa dituntut agar ia mampu mensinergikan aspek-aspek kognitif lainnya dalam menilai sebuah fakta atau konsep. 2.6 Keterampilan Berfikir Kritis dan Pemahaman Konsep Pada prakteknya penerapan proses belajar mengajar kurang mendorong pada pencapaian kemampuan berpikir kritis. Dua faktor penyebab berpikir kritis tidak berkembang selama pendidikan adalah kurikulum yang umumnya dirancang
  17. 17. 4 dengan target materi yang luas sehingga guru lebih terfokus pada penyelesaian materi dan kurangnya pemahaman guru tentang metode pengajaran yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Persoalannya, apakah berpikir kritis dapat dilatih? Menurut para ahli, melatih berpikir kritis dapat dilakukan dengan cara mempertanyakan apa yang dilihat dan didengar. Setelah itu, dilanjutkan dengan bertanya mengapa dan bagaimana tentang hal tersebut. Intinya, jangan langsung menerima mentah- mentah informasi yang masuk. Dari mana pun datangnya, informasi yang diperoleh harus dicerna dengan baik dan cermat sebelum akhirnya disimpulkan. Karena itu, berlatih berpikir kritis artinya juga berperilaku hati-hati dan tidak grusa-grusu dalam menyikapi permasalahan. Fruner dan Robinson (Rochaminah 2008: 4) menyatakan bahwa untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pembelajaran harus difokuskan pada pemahaman konsep dengan berbagai pendekatan dari pada keterampilan prosedural. Sedangkan untuk mencapai pemahaman konsep, identifikasi masalah dapat membantu menciptakan suasana berpikir bagi peserta didik. Menurut Ruseffendi (2006: 329) metode (mengajar) penemuan adalah metode mengajar yang mengatur pengajaran sedemikian rupa sehingga anak memperoleh pengetahuan yang sebelumnya belum diketahuinya dengan tidak melalui pemberitahuan, sebagian atau seluruhnya ditemukan sendiri. Dengan kata lain pembelajaran dengan metode penemuan merupakan salah satu cara untuk menyampaikan ide/gagasan dengan proses menemukan, dalam proses ini siswaberusaha menemukan konsep dan rumus dan semacamnya dengan bimbinganguru. Rangkaian kegiatan dalam proses pembelajaran penemuan merupakan aktivitas dalam berpikir kritis (Rochaminah 2008: 4) Jadi, keberhasilan dalam pembelajaran sangat ditentukan oleh keadaan proses pembelajaran yang diterapkan. Salah satu model pengajaran yang diduga dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas proses dan hasil belajar melalui penerapan metode penemuan terbimbing.
  18. 18. 5 BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Keterampilan berpikir kritis merupakan keterampilan berpikir yang melibatkan proses kognitif dan mengajak siswa untuk berpikir reflektif terhadap permasalahan. Ciri-ciri berfikir kritis : 1. Mampu membuat simpulan dan solusi yang akurat, jelas, dan relevan terhadap kondisi yang ada 2. Berpikir terbuka dengan sistematis dan mempunyai asumsi, implikasi, dan konsekuensi yang logis. 3. Berkomunikasi secara efektif dalam menyelesaikan suatu masalah yang kompleks. Keterampilan berfikir kritis meliputi : interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, penjelasan, regulasi diri, Memahami hubungan-hubungan logis antar gagasan, Mendeteksi inkonsistensi dan kesalahan umum dalam pemberian alasan, serta Mengidentifikasi, mengkontruksi, dan mengevaluasi argument, dll 2.1 Saran Akhir dari penulisan makalah ini besar harapan penulis agar makalah yang berjudu Berfikir Kritis ini berguna untuk menambah pemahaman dan wawasan bagi pembaca, terlebih lagi sebagai bekal untuk melakukan proses pembelajaran sebagai calon guru. Selain itu juga diharapkan agar selalu berusaha terus memenuhi rasa ingin tahu hasil dari kegiatan yang telah dilakukan.
  19. 19. 6 DAFTAR PUSTAKA Costa, Arthur L.,(ed.) (1985) Developing Minds, A Resource Book for Teaching Thinking. Virginia: ASCD Didin Wahidin. Makalah disajikan dalam seminar mahasiswa FKIP Uninus 18 Juni 1998. Dirmawa,Dikti.(1996).Buku Peserta Pelatihan Pembimbing Kelompok Diskusi Mahasiswa (OPPEK- TIPE B). Dikti Jakarta. Nickerson, Raymond S., (1985) The Teaching Of Thinking. New Jersey: Lawrence Erlbaum Sudaryanto, Kajian Kritis tentang Permasalahan Sekitar Pembelajaran Kemampuan Berpikir KritisSelasa, 26 Agustus 2008 12:50.

×