O slideshow foi denunciado.
Utilizamos seu perfil e dados de atividades no LinkedIn para personalizar e exibir anúncios mais relevantes. Altere suas preferências de anúncios quando desejar.
“Presiden Idaman Masa Depan”
Formula Karakter Ideal Untuk Calon Presiden NKRI
Memasuki tahun 2014, Indonesia dihadapkan pa...
mendengarkan doa lirih dari bibir kecil ini, saya mendapatkan informasi mengenai beasiswa
data print dari tempat kerja say...
bahasa, dan adat istiadat yang menyatukan Indonesia juga patut dijaga. Semua itu adalah
cerminan pemimpin saat ini.
Lantas...
menggunakan kekuasaan eksklusifnya, presiden patut melakukan koordinasi dan konsultasi
terlebih dahulu dengan lembaga-lemb...
Indonesia bukannya makin baik malah makin defisit, masalah ketersediaan energi listrik
menjadi sesuatu yang sangat krusial...
Pemilu 2014 menjadi harapan baru bagi rakyat Indonesia. Rakyat ingin pemimpin
baru yang mementingkan kepentingan rakyat um...
Pemilu 2014 menjadi harapan baru bagi rakyat Indonesia. Rakyat ingin pemimpin
baru yang mementingkan kepentingan rakyat um...
Próximos SlideShares
Carregando em…5
×

Presiden Idaman Masa Depan

394 visualizações

Publicada em

Presiden Idaman Masa Depan, esai, pendapat

Publicada em: Educação
  • Seja o primeiro a comentar

  • Seja a primeira pessoa a gostar disto

Presiden Idaman Masa Depan

  1. 1. “Presiden Idaman Masa Depan” Formula Karakter Ideal Untuk Calon Presiden NKRI Memasuki tahun 2014, Indonesia dihadapkan pada masalah-masalah ekonomi yang cukup pelik. Salah satu masalah tersebut berupa pelemahan mata uang rupiah terhadap dollar. Dampak dari pelemahan ini adalah makin tingginya beban pemerintah dalam mensubsidi bahan bakar minyak sehingga berpotensi pada semakin membengkaknya defisit anggaran pemerintah. Akhirnya pemerintah harus memilih opsi diantaranya menaikkan harga jual kepada pelanggan. Namun menaikkan harga jual kepada pelanggan dirasa bukanlah langkah yang bijak karena saat ini daya beli masyarakat Indonesia sedang mengalami penurunan karena melambungnya harga bahan bakar minyak atau biasa diakronimkan sebagai BBM, tarif listrik, serta ditambah pula meningkatnya harga – harga sembako. Terlahir sebagai anak Indonesia, tinggal selama kurang lebih dua tahun di kota metropolitan untuk mengenyam bangku kuliah di salah satu universitas ternama, saya seolah- olah ikut ngrumangsani atau merasa memiliki beban moral ikut merasakan permasalahan yang diderita oleh bumi pertiwi ini. Betapa tidak, harga makanan semakin mahal, harga BBM naik, harga buku kuliah naik, dan serba-serbi kehidupan pun semakin bertambah mahal. Lantas apakah saya diam saja mengalami situasi tersebut? Tentu saja tidak. Ikhlas diri ini sebagai mahasiswa bermetamorfosa menjadi tentor setelah sepulang kuliah dan semasa kuliah libur, saya tetap menjadi tentor disamping menjadi penjaga warnet pada malam harinya. Banting tulang siang malam sepenuhnya didedikasikan untuk kehidupan sekaligus sebagai penghargaan kepada orang tua yang tak kenal lelah menghidupi keluarga menegah kebawah ini. Kerja keras juga tak melulu menjadi tentor dan penjaga warnet, melainkan juga bagaimana cara mempertahankan dan berusaha menaikkan prestasi-prestasi. Sungguh heran, beasiswa yang saya dapatkan hanya berhenti di dua periode saja dengan alasan dana sudah tidak dianggarkan lagi oleh pemerintah daerah. Permasalahan saya ini seolah ikut meng- amin-kan deraan penderitaan pemerintahan masa sekarang. Jika pada tahun ini saya merasa ditindas dalam penghentian anggaran perpanjangan beasiswa, itu bukan suatu masalah buat saya karena saya masih menggenggam harapan dan tetap berusaha mencari celah-celah titik terang informasi beasiswa. Pepatah lama mengatakan “Selama kita masih mempunyai harapan, niscaya hidup kita akan bahagia. Selama kita masih mempunyai harapan, kita akan bersemangat melakoni kehidupan ini”. Tapi pepatah lama mengingatkan pula agar harapan selayaknya disertai usaha gigih untuk mewujudkannya. Gayung bersambut, Tuhan
  2. 2. mendengarkan doa lirih dari bibir kecil ini, saya mendapatkan informasi mengenai beasiswa data print dari tempat kerja saya yaitu warnet. Saya mendapatkan kupon beasiswa dari produk data print yang selalu dipakai dalam warnet tempat saya bekerja sampingan. Setelah saya meminta izin oleh pemilik warnet, saya berhasil mengantongi satu kupon beasiswa data print ini. Saya tidak akan menyia-nyiakan satu kupon ini untuk mendapatkan beasiswa demi memenuhi kebutuhan kuliah dan tentunya kebutuhan sentral, kebutuhan hidup. Salah satu persyaratan mengikuti beasiswa data print adalah menulis essay bertema Karakteristik pemimpin yang dibutuhkan Bangsa Indonesia. Pas banget sama tahun-tahun politik 2014 ini. Apa kriteria presiden Indonesia yang Anda harapkan? Pertanyaan seperti ini makin sering bergema di ranah publik menjelang penyelenggaraan pemilu presiden dan wakil presiden di tahun 2014 ini. Pertanyaan-pertanyaan seputar “Presiden Idaman Masa Depan” memang bisa diramu dalam beragam versi, namun makna yang dikandung masing-masing adalah seragam, yakni ingin mengetahui harapan-harapan rakyat akan presidennya untuk masa bakti lima tahun ke depan. Begitu pula jawaban yang diberikan. Amat mungkin muncul beragam jawaban dikarenakan setiap individu yang menjawab memiliki harapannya sendiri- sendiri. Namun semua keberagaman itu disatukan oleh kesamaan, yaitu siapapun sosoknya, pastilah berharap yang terbaik. Banyak cerita tentang keinginan masyarakat tentang sosok pemimpin idaman di negara Indonesia yang notabene telah merdeka sejak 69 tahun yang lalu ini. Tidak heran kalau banyak obrolan tentang pemimpin negara ini yang terkadang meleset dari yang mereka harapkan. Kita ketahui bahwa negara Indonesia adalah negara maritim agraris yang besar. Sumber daya yang tersimpan di Indonesia juga sangat melimpah, tetapi sangat disayangkan karena pemanfaatan potensi ini belum maksimal. Banyak masyarakat yang telah bekerja keras untuk bagaimana memanfaatkan sumber daya yang ada tanpa merampas hak sumber daya itu agar tetap eksis, tetapi ada juga oknum-oknum yang melalaikan kepercayaan masyarakat sehingga banyak dari mereka yang berbuat curang, tidak adil, bahkan tak malu berbuat korupsi. Perekonomian negeri yang tak kunjung bersahabat diakibatkan salah satunya diakibatkan oleh oknum-oknum tak berhati yang sangat sadis menggunakan uang negara untuk kepentingan pribadinya. Masalah kebudayaan juga tidak kalah penting, melihat Indonesia sangat beragam dari Sabang sampai Merauke, dari tarian, pertunjukan, pakaian,
  3. 3. bahasa, dan adat istiadat yang menyatukan Indonesia juga patut dijaga. Semua itu adalah cerminan pemimpin saat ini. Lantas, apa harapan terbaik saya akan figur “Presiden Idaman Masa Depan”? Terlahir, bertumbuh menjadi pribumi, sekaligus menjalani dinamika hidup di bumi pertiwi ini merupakan pengalaman yang menjadikan saya “paham apa yang saya butuhkan” akan sosok ideal “Presiden Idaman Masa Depan”. Pengalaman lah yang menjadi acuan saya dalam menetapkan kualifikasi yang harus dipenuhi oleh siapapun yang berhasrat menuju kursi orang nomor satu di Indonesia. Sah-sah saja menetapkan kualifikasi “Presiden Idaman Masa Depan” karena presiden haruslah seseorang yang membuat saya dan masyarakat Indonesia yakin bahwa dia dapat dipercaya dan dapat diharapkan untuk mengakomodasi aspirasi dan kepentingan seluruh rakyat, yakni merealisasikan Indonesia seperti yang telah dicita-citakan. Kriteria “Presiden Idaman Masa Depan” yang pertama adalah taat beragama. Mengapa saya menempatkan kriteria taat beragama di urutan pertama? Karena agama adalah dasar segalanya. Pribadi seseorang tercermin dari agamanya. Bila agamanya baik, maka baik pula pribadinya. Sudah menjadi rahasia publik bahwa semua agama mengajarkan untuk selalu berbuat baik dan benar. Di tengah kerusakan moral yang tengah merajalela di jamrud khatulistiwa ini, tentulah kita membutuhkan seorang pemimpin yang mampu membenahi berbagai kerusakan moral tersebut. Pemimpin yang mampu menuntun kita kembali ke jalan Tuhan. Ketika pemimpin atau presiden berhasil menuntun rakyatnya untuk bertindak sesuai dengan ajaran luhur agama, maka akan tercipta suatu masyarakat Indonesia yang harmonis. Presiden terpilih juga harus mampu menangkis segala paham radikalisme yang baru-baru ini santer terdengar, misalnya gerakan Islamic State of Iraq and Syria atau yang diakronimkan dengan ISIS. Selain taat beragama, saya berharap pada pemilu 2014 ini terpilih figur presiden yang sadar diri. Ya! Saya mengharapkan pribadi yang ‘Sadar Diri’ menjadi Presiden Indonesia mendatang. ‘Sadar Diri’ bukan sekedar berarti sehat jasmani-rohani, namun juga menyadari keadaan dirinya sendiri selaku insan yang memiliki ‘kelebihan’ sekaligus ‘kekurangan’. Di sini ia akan mengevaluasi dirinya, yaitu mengeksplor potensi diri dan meminimalisir kelemahan yang patut dikoreksi. Ini akan melahirkan presiden yang percaya diri, mawas diri, tidak gegabah dalam mengambil keputusan, bijaksana, tangguh, memiliki self control, dan sanggup me-manage diri. Presiden harus ‘Sadar Diri’ bahwa kekuasaan eksklusif bukanlah kekuasaan mutlak sehingga mengabaikan kepentingan nasional. Untuk itu sebelum
  4. 4. menggunakan kekuasaan eksklusifnya, presiden patut melakukan koordinasi dan konsultasi terlebih dahulu dengan lembaga-lembaga berkompeten serta mau mempertimbangkan usulan, pendapat dan nasehat yang didapat. Ibarat sekeping mata uang bersisi dua, kemajemukkan Indonesia memunculkan kompleksitas problem berupa konflik horisontal, separatisme, pembangunan tidak merata, kesenjangan sosial, ditambah lagi bencana alam. Sadar diri akan hal ini, presiden diharapkan mampu mengantisipasinya dengan berlaku adil, berdiri di atas semua golongan, berintegritas tinggi, patriotik, memupuk kebersamaan dan kepekaan sosial, sadar lingkungan, serta menjamin keamanan nasional dan kepastian hukum tanpa pandang bulu. Presiden terpilih sebagai presiden ke-7 Indonesia juga wajib menyadari kedudukan dirinya sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan. Kepala negara berarti sosok simbol resmi negara Indonesia di dunia. Presiden yang menyadari ini, akan tegas dan berwibawa serta memiliki kebanggaan karena tersadarkan bahwa ia bukanlah simbol sembarang negara melainkan jati diri negara besar yang potensial dan berdaulat sehingga negara-negara lain patut merasa segan, menaruh hormat serta tidak akan berani mencoba ‘mendikte’ kita seperti kasus yang pernah terjadi beberapa waktu lalu. Sebagai kepala pemerintahan, presiden memegang kekuasaan ekslusif. Kekuasaan ini ibarat ‘senjata pamungkas’ yang selayaknya digunakan dengan baik dan benar selama mengabdi demi kepentingan nasional. Disisi lain, harus di ingat juga bahwa seorang presiden tidak bisa menjalankan tugasnya dengan baik tanpa bantuan dan kerjasama rakyat dalam memajukan suatu negara. Perlu sinergisitas dan kekompakan rakyat beserta wakil rakyat dan presiden dalam memajukan negara. Sinergisitas itu menjelma sebagai kriteria “Presiden Idaman Masa Depan” yaitu merakyat. Makna merakyat disini adalah seorang presiden ikut merasakan hidup seperti masyarakat kecil dan tidak menampilkan atribut presidennya. Dalam hal ini, yang patut untuk diteladani adalah nabi Muhammad SAW, dimana beliau selalu berpenampilan sederhana dan tidak memperlihatkan bahwa dia seorang nabi, bahkan beliau memberikan semua harta yang ia miliki kepada kaum fakir miskin. Hal ini, belum ada yang melakukannya seperti nabi khususnya para Presiden Indonesia sampai saat ini. Karena perlu diingat juga diluar konteks kenegaraan, seorang presiden adalah seorang rakyat biasa. Merambah ke sektor energi. Isu-isu permasalahan ketersediaan listrik di Indonesia telah menjadi permasalahan yang tak kunjung usai. Makin ke depan, energi listrik di
  5. 5. Indonesia bukannya makin baik malah makin defisit, masalah ketersediaan energi listrik menjadi sesuatu yang sangat krusial. Untuk mengatasi masalah ini, alangkah bijak bila presiden terpilih dan pemerintah dapat melakukan investasi untuk pembangkit listrik yang dapat menghasilkan daya yang besar, efisien, dan ramah lingkungan secara merata di seluruh wilayah Indonesia. Dengan demikian, seluruh wilayah di Indonesia dapat menikmati manfaat dari energi listrik. Berbicara tentang “Presiden Idaman Masa Depan”, tak lepas dari pandangan bahwa ia haruslah menjadi sosok yang ‘Hing madya mangun karsa’ yang artinya menjadi seorang pemimpin diharuskan bergiat dan mampu menggugah semangat di tengah-tengah masyarakat. Selain itu juga ‘Ambeg parama arta’ yaitu menjadi seorang pemimpin harus mampu memilih dengan tepat mana yang harus didahulukan. Untuk memenangkan hati rakyat maka capres harus memenuhi prasyarat presiden yaitu pada komitmen dan pembuktian kemampuan melalui kinerja nyata menciptakan sistem yang adil dan kompetitif di setiap sektor, program dan kebijakan berpihak pada kepentingan rakyat bukan golongan tertentu. Memiliki kepekaan terhadap penegakan hukum, sensitif terhadap permasalahan HAM, mengutamakan paradigma pelestarian dan perlindungan alam dan sumber alam dalam pembangunan, melaksanakan perbaikan sarana dan prasarana infrastruktur dan konsep securitas bagi daerah perbatasan dan pulau – pulau terluar nusantara. Pionir dalam pemberdayaan dan gairah usaha mandiri, mengurangi impor, dan menjadi tuan di rumah sendiri adalah gambaran visi zaman keemasan Indonesia baru. Pendidikan dianggap cara efektif sebagai tangga sosial menuju kemajuan maka disarankan dibebaskan dari campur tangan kekuasaan. Akankah syarat-syarat tersebut akan terwujud? Kita harus optimis! Di bulan ceria ini pasca detik-detik momentum pilpres, masih banyak perdebatan, baik perdebatan antar kubu capres maupun tolak-menolak hasil pilpres yang dituding tidak jujur, tidak adil, dan tidak transparan. Memang tak bisa dipungkiri, dalam memilih seorang pemimpin hingga terpilihnya pemimpin tersebut, selalu ada pro dan kontra bagi beberapa kelompok. Tentunya mental seorang pemimpin harus sekuat baja, karena jika presiden terpilih tidak percaya diri akibat pro kontra, maka tidak akan mampu memimpin dengan baik. Sikap percaya diri juga menjadi salah satu sikap seorang pemimpin, karena dengan kepercayaan diri, kita mampu mengembangkan potensi-potensi yang ada pada diri kita yang bermanfaat bagi orang banyak.
  6. 6. Pemilu 2014 menjadi harapan baru bagi rakyat Indonesia. Rakyat ingin pemimpin baru yang mementingkan kepentingan rakyat umum. Rakyat menginginkan pemimpin yang tahan banting, mampu menciptakan terobosan baru dengan program kerakyatannya, bersih dari KKN dan tentunya berani memberantas korupsi. Pemimpin yang memberi tauladan baik, pemimpin yang tidak gila harta, dan yang bertanggung jawab terhadap Tuhan dan negaranya. Setiap negara pasti mendambakan sosok presiden yang dapat dibanggakan di hadapan negara lain. Sosok presiden yang peduli dan mementingkan rakyat dari negaranya. Begitu pula dengan rakyat Indonesia yang rindu dan mendambakan kehadiran sosok pemimpin yang menjamin kesejahteran dan mengayomi rakyat negaranya. Sebagai penutup dari tulisan ini, siapa pun yang menjadi presiden Indonesia untuk masa bakti 2014 hingga 2019 harus siap tanggap menjalankan roda pemerintahan. Setiap permasalahan dan tugas yang belum selesai dari pemerintahan sebelumnya harus segera dicarikan solusi terbaik untuk merampungkannya. Pemerintah selanjutnya harus terus bekerja dan berikhtiar karena persoalan tidak akan ada habisnya. Presiden baru Indonesia harus memberikan semangat yang baru dan harapan yang baru untuk Indonesia yang lebih baik. Namun, siapa pun presidennya, kita sebagai warga negara Indonesia harus bangkit dan tetap berjuang meraih kesuksesan. Jangan sampai momentum pilpres ini melemahkan semangat hidup dan memecah tali persatuan. Semoga sedikit pendapat saya mengenai formula dari karakter ideal seorang “Presiden Idaman Masa Depan” ini bisa menambah referensi tentang syarat-syarat menjadi seorang presiden idaman.
  7. 7. Pemilu 2014 menjadi harapan baru bagi rakyat Indonesia. Rakyat ingin pemimpin baru yang mementingkan kepentingan rakyat umum. Rakyat menginginkan pemimpin yang tahan banting, mampu menciptakan terobosan baru dengan program kerakyatannya, bersih dari KKN dan tentunya berani memberantas korupsi. Pemimpin yang memberi tauladan baik, pemimpin yang tidak gila harta, dan yang bertanggung jawab terhadap Tuhan dan negaranya. Setiap negara pasti mendambakan sosok presiden yang dapat dibanggakan di hadapan negara lain. Sosok presiden yang peduli dan mementingkan rakyat dari negaranya. Begitu pula dengan rakyat Indonesia yang rindu dan mendambakan kehadiran sosok pemimpin yang menjamin kesejahteran dan mengayomi rakyat negaranya. Sebagai penutup dari tulisan ini, siapa pun yang menjadi presiden Indonesia untuk masa bakti 2014 hingga 2019 harus siap tanggap menjalankan roda pemerintahan. Setiap permasalahan dan tugas yang belum selesai dari pemerintahan sebelumnya harus segera dicarikan solusi terbaik untuk merampungkannya. Pemerintah selanjutnya harus terus bekerja dan berikhtiar karena persoalan tidak akan ada habisnya. Presiden baru Indonesia harus memberikan semangat yang baru dan harapan yang baru untuk Indonesia yang lebih baik. Namun, siapa pun presidennya, kita sebagai warga negara Indonesia harus bangkit dan tetap berjuang meraih kesuksesan. Jangan sampai momentum pilpres ini melemahkan semangat hidup dan memecah tali persatuan. Semoga sedikit pendapat saya mengenai formula dari karakter ideal seorang “Presiden Idaman Masa Depan” ini bisa menambah referensi tentang syarat-syarat menjadi seorang presiden idaman.

×