O slideshow foi denunciado.
Utilizamos seu perfil e dados de atividades no LinkedIn para personalizar e exibir anúncios mais relevantes. Altere suas preferências de anúncios quando desejar.

Lupus eritematosus sistemik

6.643 visualizações

Publicada em

  • Dating direct: ❶❶❶ http://bit.ly/2Qu6Caa ❶❶❶
       Responder 
    Tem certeza que deseja  Sim  Não
    Insira sua mensagem aqui
  • Follow the link, new dating source: ❶❶❶ http://bit.ly/2Qu6Caa ❶❶❶
       Responder 
    Tem certeza que deseja  Sim  Não
    Insira sua mensagem aqui

Lupus eritematosus sistemik

  1. 1. Lupus Eritematosus SistemikMenyerang wanita 15-40 th, 5 x lebihsering dibandingkan laki laki.Merupakan prototipepenyakitautoimun yg ditandai oleh produksiantibodi terhadap komponemkomponen inti sel yang berhubunganmanifestasi klinis yang luasPerjalanan klinisnya ditandai dgperiode aktif dan remisi dg manifestasiringan sampai dengan berat(mengancam jiwa)
  2. 2. Etiologi dan PatogenesisTidak diketahui dg jelas, terdapatbukti multifaktorial yg mencakupgenetik, lingkungan dan harmonal.10-20 % penderita SLE mempunyaikerabat dekat yg juga menderita SLEdan kembar identik SLE lebih tinggi.Sistem hormonal atau neuroendokrinberperan dalam mempengaruhisistem imun secara timbal balik.
  3. 3. Patogenesis Adanya satu atau lebih faktor pemicu padaindividu yg mempunyai predisposisi genetikmenghasilkan tenaga pendorong terhadap sel TCD4 dg akibat hilangnya toleransi sel T terhadapantigen. Muncul sel T autoreaktif induksi dan ekspansisel B. Ujud pemicu seks, sinar ultraviolet dan berbagaimacam infeksi. Pada SLE, autoantibodi terbentuk ditujukanterhadap antigen di nukleoplasma.
  4. 4.  Protein (antigen) sasaran adalah DNA, histondan non histon. Antibodi ini secara bersama disebut ANA dan dgantigen membentuk kompleks spesifik danberedar dalam sirkulasi. kompleks imum ini mengendap di berbagaiorgan tubuh yg mengakibatkan aktivasikomplemen dan selanjutnya menimbulkaninflamasi. Manifestasi klinis yang terjadi karena prosesinflamasiini.
  5. 5. Manifestasi KlinisBeragam dan pada awal sering tidakdikenaliKeterlibatan sendi danmaskuloskeletal hampir 90% kasus.
  6. 6. Gejala KonstutisionalKelelahanPenurunan BBDemamLain lain (rambut rontok)
  7. 7. Manifestasi muskuloskletalPaling sering > 90%.Nyeri otot (myalgia).Nyeri sendi (artralgia)Koinsiden dg penyakit autoimun lain(kadang kadang).
  8. 8. Manifestasi lainDermatologiPulmoKardiologisRenalGastrointestinalNeuropsikiatrikHemik-limfatik
  9. 9. Kriteria diagnostik1. Ruam malar2. Ruam diskoid3. Fotosensitifitas4. Ulus oral5. Artritis non erosif6. Pleuritis atau perikarditis7. Renal8. Neurologi9. Hematologi10. Imunologi11. ANA
  10. 10. DiagnosisBerdasarjan gambaran klinik LabAmerican College ofRheumatology (ACR) pada th 1982mengajukan 11 kriteria dimana bila didapat 4 kriteria maka diagnosis dapatdi tegakkan.
  11. 11. Prinsip Umum PenatalaksanaanPenyuluhan dan intervensipsikososial.Melindungi dari pengaruh sinar matahariProfilaksis antibiotik.Pengaturan kehamilan.Tentukan terapi yg akan diberikanapakah konservatif atauimunosupresif agresif.
  12. 12. Terapi Konservatif1. Artritis, artralgia dan mialgia : diberikan analgetik atau NSAID, bilatdk ada respon ganti dghidroxykloroquin. Dalam 6 bln tidakefek yg baik ganti dg kortikosteroiddosis rendah atau metotrexat .
  13. 13. 2. Lupus kutaneus : lindungi dari sinar matahari.3. Fatique dan keluhan sistemik : berikan sikapsimpatik dalam masalah ini, bila keadaan beratglukokortikoid sistemik harus diberikan.4. Serositis : sering ditandai dg nyeri dada danabdomen, diberikan analgetik atau NSAID.Keadaan berat diberikan streroid sistemik.
  14. 14. Terapi AgresifPada keadaan berat ataumengancam jiwa misglomerulonefritis harus diberikanglukokortikoid dosis tinggi. Bila dalam4 mgg tdk respon ganti dgsiklofosfamid 0,5-1 gr/m squaredalam 250 cc selama 60 menit dandilanjut 2-3 lt/24 jam.Terapi lain adalah azatioprin,siklospori A, mofetil mikofenolat,hormonal dan imunoglobulin.
  15. 15. Penatalaksanaan Keadaan Khusus1) Trombosis : berhubungan dg antibodiantifosfolipid diberikan antikoagulan.2) Abortus berulang : diberikan aspirin,glukokortikoid dan heparin.3) Lupus neonatal : berupa kemerahandikulit dan plakat berkaitan dg anti Ro.4) Trombositofenia : evaluasi penyebablain, bila <50000 berikan steroid. Bilatetap <50000 pertimbangkan ganti dgdanazol atau splenektomi.
  16. 16. 5) SLE pada SSP : tentukan apakah stokeatau kelainan SSP luas. Pada strokeantikoagulan lebih bermanfaat. Sedangkelainan SSP luas diberikanimunosupresan.6) Nefritis lupus : terapi diberikanberdasarkan hasil biopsi.

×