O slideshow foi denunciado.
Seu SlideShare está sendo baixado. ×

BEST PRACTICES EKA NURUL HAYAT.pdf

Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Carregando em…3
×

Confira estes a seguir

1 de 5 Anúncio
Anúncio

Mais Conteúdo rRelacionado

Mais recentes (20)

Anúncio

BEST PRACTICES EKA NURUL HAYAT.pdf

  1. 1. BEST PRACTICES DISUSUN OLEH NAMA : EKA NURUL HAYAT NO. UKG : 202000712445 KATEGORI : 2 (DUA) KELAS : BAHASA INGGRIS 002 (KELOMPOK 3) METODE PEMBELAJARAN : PROJECT BASED LEARNING (PjBL) DOSEN : WELLIAM HAMER, M.Pd GURU PAMONG : HENDRAWATI, S.Pd, Gr PENDIDIKAN PROFESI GURU DALAM JABATAN UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA 2022
  2. 2. LK 3.1 Menyusun Best Practices Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak) Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran Nama : Eka Nurul Hayat, S.Pd No. UKG : 202000712445 LPTK : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Kelas : XI (Sebelas) Lokasi SMK Negeri 1 Sajira Lingkup Pendidikan SMK Tujuan yang ingin dicapai Meningkatkan kompetensi speaking siswa melalui Project based learning di Kelas XI Asisten Keperawatan SMKN 1 Sajira Penulis Eka Nurul Hayat, S.Pd Tanggal 9-11 November 2022 Situasi: Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini. Kondisi yang menjadi latar belakang masalah: Bahasa Inggris merupakan mata pelajaran yang dianggap sulit oleh hampir sebagian siswa -siswi di SMKN 1 Sajira, tidak terkecuali siswa-siswi kelas XI Askep. Perbedaan cara pengucapan dengan tulisan dalam kalimat-kalimat Bahasa Inggris menjadi salah satu faktor yang membuat mereka menganggap bahwa bahasa inggris itu sulit. Lemahnya pondasi kebahasaan, seperti kosa kata dan tata bahasa semakin menambah kesulitan untuk mempelajari Bahasa inggris. Selain itu, perasaan takut salah, atau takut ditertawakan teman ketika mengucapkan Bahasa inggris juga menjadi penyebab kompetensi speaking siswa menjadi sangat rendah. Mengapa praktik ini penting untuk dibagikan? Karena banyak guru yang mengalami permasalahan seperti saya, sehingga praktik ini selain diharapkan dapat memotivasi diri saya sendiri juga diharapkan bisa menjadi referensi bagi rekan guru lain. Apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini? Sebagai guru yang mengampu mata pelajaran Bahasa inggri saya tergerak untuk mencoba menyelesaikan permasalahan ini melalui metode Project Based Learning. Dalam praktik ini saya berperan sebagai pembimbing yang
  3. 3. mengarahkan siswa untuk menemukan diri mereka melalui project yang ditentukan, karena sejatinya tujuan metode project based learning adalah agar siswa dan guru dapat menemukan siapa jati diri mereka. Dalam prosesnya, saya hanya bertindak sebagai fasilitator yang memfasilitasi siswa mencapai tujuan project yang ingin mereka capai melaui serangkaian langkah-langkah yang telah mereka sepakati bersama dengan teman sekelompoknya. Tantangan : Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat, Dalam proses mencapai tujuan dari praktik ini ada beberapa tantangan yang saya hadapi berdasarkan hasil observasi dan wawancara kepala sekolah dan teman sejawat yaitu sebagai berikut ; 1. Metode pembelajaran yang digunakan guru masih monoton karena masih teacher center sehingga siswa belum tertantang untuk mempelajari bahasa Inggris dengan penuh semangat. 2. Metode yang digunakan guru dalam mengajar bahasa Inggris belum menekankan siswa pada aspek speaking skill yang lebih banyak. 3. Tidak adanya fasilitas wifi sekolah yang bisa digunakan siswa untuk editing video secara online. 4. Tidak adanya infokus untuk menampilkan contoh - contoh video Procedure text mengenai First aid atau healthy tips 5. Masih kurangnya rasa percaya diri siswa dalam speaking activity. Aksi : Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini Untuk menyelesaikan tantangan - tantangan tersebut di atas, saya melakukan wawancara dengan rekan sejawat, dan guru senior di sekolah, saya juga melakukan kajian pustaka untuk melengkapi referensi aksi yang akan saya lakukan. Baru kemudian saya mengimplementasikan rencana aksi tersebut di ruang kelas. Berikut langkah - langkah kegiatan yang telah saya lakukan : 1. Kegiatan pra - Aksi a. Melakukan observasi pada siswa untuk menggali permasalahan b. Melakukan wawancara dengan rekan sejawat dan guru senior mengenai pemecahan masalah yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. c. Melakukan kajian pustaka untuk mencari metode pembelajaran yang cocok dan sesuai dengan tujuan yang
  4. 4. ingin dicapai. d. Menyusun rencana aksi dalam bentuk Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 2. Kegiatan Aksi Pada langkah ini guru mengimplementasikan apa yang didapat dari hasil wawancara dan kajian pustaka di ruang kelas sesuai dengan RPP yang telah disusun Berdasarkan hasil wawancara dan kajian pustaka yang telah guru lakukan terkait permasalahan atau tantangan dan tujuan yang ingin dicapai, guru memutuskan untuk menggunakan metode Problem Based learning dalam upaya meningkatkan speaking kompetensi siswa kelas XI askep. Melalui PjBL ini siswa diminta membuat project video procedure text tentang medical tips atau first aid atau healthy life tips secara berkelompok. Kenapa metode PjBL yang dipilih? Hal ini berdasarkan beberapa alasan sebagaimana hasil kajian pustaka sebagai berikut : A. Pengertian PjBL Menurut Fathurrohman (2016, hlm. 119) pembelajaran berbasis proyek atau project based learning adalah model pembelajaran yang menggunakan proyek atau kegiatan sebagai sarana pembelajaran untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Hal ini sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai guru yaitu untuk meningkatkan kompetensi atau speaking skill siswa. B. Kelebihan PjBL Menurut Daryanto dan Rahardjo (2012, hlm. 162) model pembelajaran project based learning mempunyai kelebihan sebagai berikut. 1) Meningkatkan motivasi belajar peserta didik 2) mendorong kemampuan mereka untuk melakukan pekerjaan penting, dan mereka perlu untuk dihargai 3) Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. 4) Membuat peserta didik menjadi lebih aktif dan berhasil memecahkan problem-problem kompleks. 5) Meningkatkan daya kolaborasi.
  5. 5. 6) Mendorong peserta didik untuk mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan komunikasi. 7) Meningkatkan keterampilan peserta didik dalam mengelola sumber. 8) Memberikan pengalaman kepada peserta didik yaitu praktik mengorganisasi proyek, dan membuat alokasi waktu dan sumber-sumber lain seperti perlengkapan untuk menyelesaikan tugas. 9) Menyediakan pengalaman belajar yang melibatkan peserta didik secara kompleks dan dirancang untuk berkembang sesuai dengan dunia nyata. 10) Membuat suasana belajar menjadi menyenangkan, sehingga peserta didik maupun pendidik menikmati proses pembelajaran. Refleksi Hasil dan dampak Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut Dampak dari penerapan model pembelajaran berbasis proyek atau PjBL dengan tujuan pembelajaran membuat project video procedure text mengenai medical tips atau first aid tips atau healthy life tips peserta didik lebih percaya diri dalam berbicara bahasa Inggris, karena mereka merasa lebih tertantang untuk mempraktikkan speaking melalui video procedure text yang mereka buat sebagai tugas projects ini. Selain itu materi yang sesuai konteks atau sesuai jurusan mereka juga lebih membuat mereka antusias dalam mengerjakan projects. Dengan penerapan Projects based learning ini siswa menjadi lebih aktif dan kreatif, juga mandiri. Hal itu terlihat dari hasil yang mereka presentasikan. Selain itu, Karena mereka bekerja dalam team work (kelompok), mereka belajar bagaimana menyusun rencana projects, melengkapi kebutuhan untuk membuat project, juga mempresentasikan hasil project mereka di depan kelas.

×