O slideshow foi denunciado.
Utilizamos seu perfil e dados de atividades no LinkedIn para personalizar e exibir anúncios mais relevantes. Altere suas preferências de anúncios quando desejar.
KonsepKonsep StrukturStruktur
BetonBeton TahanTahan
GempaGempa
Oleh:
Iswandi Imran
KK-RS, FTSL-ITB
PerencanaanPerencanaan StrukturStruktur BetonBeton TahanTahan
GempaGempa
1 - Pendahuluan dan Prinsip Dasar
2 - Sistem Rang...
11 -- PendahuluanPendahuluan dandan PrinsipPrinsip DasarDasar
• Kinerja Struktur Beton thd Gempa
• Filosofi Desain Struktu...
PendahuluanPendahuluan dandan PrinsipPrinsip DasarDasar
• Kinerja Struktur Beton thd Gempa
• Filosofi Desain Struktur Taha...
The Failure of Structurally UnsoundThe Failure of Structurally Unsound
Architectural ElementsArchitectural Elements
Discon...
Inadequately Designed Cantilever TransferInadequately Designed Cantilever Transfer
BeamsBeams
Joint Eccentricity Between Main Beams andJoint Eccentricity Between Main Beams and
ColumnColumn
Joint Failure of Corner ColumnJoint Failure of Corner Column
Initiated by:
•Insufficient spacing
of ties
•Insufficient reb...
Inadequate Joint ReinforcementInadequate Joint Reinforcement
No stirrup in
BC joint
Inadequate Detailing of Column
Reinforcement
Inadequate
Seismic Hook
& Confinement
Use of Plain Rebar
6db
x ≤ 350
x x x
Po...
Failure of Short ColumnsFailure of Short Columns
Initiated by the failure of short
connecting columns
Due to the presence ...
Failure of Soft StoreyFailure of Soft Storey
InplaneInplane Flexibility of Diaphragm at CeilingFlexibility of Diaphragm at Ceiling
LevelLevel
Damage Induced by the Integration of StairDamage Induced by the Integration of Stair
Structure with the Main BuildingStruc...
Lacking of Lateral Stability ofLacking of Lateral Stability of UnreinforcedUnreinforced
Clay Brick Masonry WallClay Brick ...
Penyebab Utama
• Non-compliance terhadap persyaratan
desain (material, detailing dan sistem
struktur)
• Ketidak-konsistena...
PendahuluanPendahuluan dandan PrinsipPrinsip DasarDasar
• Kinerja Struktur Beton thd Gempa
• Filosofi Desain Struktur Taha...
FilosofiFilosofi PeraturanPeraturan PerencanaanPerencanaan BangunanBangunan
TahanTahan GempaGempa
Tujuan: Mencegah keruntu...
H
H
Daktilitas = Deformasi Inelastik
H
H
Δleleh Δultimit
Faktor Daktilitas μ =
Δultimit
Δleleh
HH
Kekuatan
Kebutuhan Daktilitas
MAX
Helastic
3/4 *Helastic
1/2 *Helastic
1/4 *Helastic
H
Daktilitas = Leleh
Keruntuhan =
Fracture Tulangan
atau
Crushing Beton
Mode keruntuhan yang daktil pada Struktur Beton
ad...
MetodaMetoda untukuntuk DapatDapat MengembangkanMengembangkan
PerilakuPerilaku DaktilDaktil
• Pilih elemen struktur (sbg s...
M V
(a) (b)
Contoh:
(a) Perilaku yang Daktil
(b) Perilaku yang Kurang Daktil
ElemenElemen KunciKunci untukuntuk PerencanaanPerencanaan
StrukturStruktur BetonBeton TahanTahan GempaGempa
Kuat Lateral P...
PendahuluanPendahuluan dandan PrinsipPrinsip DasarDasar
• Kinerja Struktur Beton thd Gempa
• Filosofi Desain Struktur Taha...
Respon Struktur terhadap Gempa
Ve = C1 I Wt
Vn = Ve/R
Ve
Vm
Vy
Vn
R
f
f1
δn δy δm
T1
C1
Respon spektra elastik nilai R
men...
16o
14o
12
o
10o
8o
6
o
4
o
2o
0
o
2o
4o
6
o
8
o
10o
16o
14o
12
o
10o
8o
6
o
4
o
2o
0
o
2o
4o
6
o
8
o
10o
94o
96o
98o
100o...
Spektrum Respons Gempa Rencana
Am = 2,5 A0
Tc = 0,5 det, tanah
keras
0,6 det, tanah
sedang
1,0 tanah lunak
T ≤ Tc C = Am
T...
Nilai Ar
Ar
0.950.900.850.750.500.20Soft Soil
0.540.500.420.330.230.080Stiff Soil
0.420.350.300.230.150.05Dense Soil
0.300...
SOIL PROFILE TYPES – SNI Gempa 2002
Soil requiring site-specific evaluation
(Tanah Khusus)
SF
< 50< 15< 180
(< 175)
Soft S...
Parameter Response Struktur
( ) ( )
DS D1
s
S S
C
R I T R I
= ≤
Design EQ Loads – Base Shear per ASCE 7-05:
sV C W=
RESPONE SPEKTRA DESAIN (ASCE 7RESPONE SPEKTRA DESAIN (ASCE 7--05)05)
(g)
To Determine the Seismic Design Category (ASCE 7-05):
Determine Occupancy Category
Determine SS and S1
SS = spectral respo...
1.0
Buildings not in Occupancy Categories
I, III, or IV
(most buildings)
II
1.0
Buildings that represent a low hazard to
h...
Seismic Design Category (SDC)
Classification assigned to a structure based on its
Occupancy Category and the severity of t...
Map for SS
Map for S1
Table 11.6-1
Seismic Design Category Based on Short Period Response
Accelerations
To Determine the Seismic Design Category...
Table 11.6-2
Seismic Design Category Based on 1-Second Period Response
Accelerations
Occupancy Category
Value of
SD1 IVIII...
Long-Period Tansition Period, TL
NilaiNilai R,R, ΩΩoo dandan CCdd
ApproksimasiApproksimasi PeriodaPerioda StrukturStruktur TTaa (ASCE 7(ASCE 7--05)05)
Untuk Sistem Rangka Pemikul Momen :
U...
BatasanBatasan PeriodaPerioda StrukturStruktur (ASCE 7(ASCE 7--05)05)
Fundamental Periods, T < Cu Ta
Kombinasi Beban LRFD (ASCE-7):
1.4D
1.2D + 1.6L + 0.5(Lr or S or R)
1.2D + 1.6(Lr or S or R) + (0.5L or 0.8W)
1.2D + 1.6W ...
Kombinasi Beban Layan (ASCE-7):
1.0D
1.0D + 1.0L
1.0D + 1.0(Lr or S or R)
1.0D + 0.75L + 0.75(Lr or S or R)
0.6D + W
1.0D ...
Definisi E untuk Penggunaan dalam Kombinasi Beban:
Untuk Kombinasi Beban: 1.2D + 1.0E + 0.5L + 0.2S
E = ρ QE + 0.2 SDS D
U...
E = ρ QE ± 0.2 SDS D
effect of horizontal forces effect of vertical forces
E = the effect of horizontal and vertical
earth...
Substitute E into basic load combinations:
For Load Combination: 1.2D + 1.0E + 0.5L + 0.2S
substitute: E = ρ QE + 0.2 SDS ...
Faktor Kuat Lebih f atau Ωo
Bilamana dibutuhkan perbesaran beban
gempa maka komponen beban gempa
horizontal E harus dikali...
Faktor Kuat Lebih f atau Ωo
LateralSeismicForce
Frame Lateral Deflection
Qe
Ωo Qe
Beban gempa yang diperbesar, ΩoQe, dimak...
ContohContoh PenerapanPenerapan:: PerhitunganPerhitungan PengaruhPengaruh
GempaGempa padapada StrukturStruktur BawahBawah
...
Kombinasi Beban bila Memperhitungkan Kuat Lebih
Untuk Kombinasi: 1.2D + 1.0E + 0.5L + 0.2S
E = Ωo QE + 0.2 SDS D
Untuk Kom...
Basic load combinations incorporating
Overstrength Factor:
For Load Combination: 1.2D + 1.0E + 0.5L + 0.2S
substitute: E =...
PerhitunganPerhitungan Story DriftStory Drift dandan
DeformasiDeformasi StrukturStruktur (ASCE 7(ASCE 7--05)05)
Defleksi p...
PendahuluanPendahuluan dandan PrinsipPrinsip DasarDasar
• Kinerja Struktur Beton thd Gempa
• Filosofi Desain Struktur Taha...
PersyaratanPersyaratan BangunanBangunan TahanTahan GempaGempa
• Sistem struktur yang digunakan pada
suatu daerah harus ses...
KorelasiKorelasi TerminologyTerminology KegempaanKegempaan dalamdalam
BeberapaBeberapa AturanAturan yangyang AdaAda
Level ...
KETENTUAN UNTUK PERENCANAAN
STRUKTUR BETON TAHAN GEMPA
Sistem pemikul beban gempa: rangkaian elemen str pada
bangunan yang...
KETENTUANKETENTUAN PASALPASAL 23.223.2
Resiko Gempa Jenis Struktur
Yang Dapat Digunakan
Faktor Modifikasi Respons
(R)
Rend...
PASAL-PASAL PADA BAB 23 YANG HARUS
DIPENUHI UNTUK RANCANGAN TAHAN GEMPA
Level Resiko Gempa
Komponen yang menahan
pengaruh ...
Provisi untuk Struktur Beton Tahan
Gempa dalam SNI
1. Definisi
2. Ketentuan Umum
3. Komponen Lentur SRPMK
4. Komponen SRPM...
9. Komponen Struktur yang tidak Direncanakan untuk Memikul
Beban Gempa
10. Ketentuan untuk SRPMM
MaterialMaterial
• Untuk struktur pemikul beban gempa, kuat
tekan beton minimum = 20 MPa (K-250);
• Baja tulangan yang dig...
Spesifikasi Baja Tulangan untuk
Elemen Pemikul Beban Gempa
Untuk elemen pemikul beban gempa, baja
tulangan yang disarankan...
PanjangPanjang SendiSendi PlastisPlastis
lp = 0.5h
Spesifikasi Baja TulanganSpesifikasi Baja Tulangan
(ASTM A 706M, 1993)(ASTM A 706M, 1993)
AKuat tarik tidak boleh kurang d...
PersyaratanPersyaratan BajaBaja TulanganTulangan
(ASTM A 615M, 1993)(ASTM A 615M, 1993)
67...35, 45, 55
...7...30
...8...2...
PendahuluanPendahuluan dandan PrinsipPrinsip DasarDasar
• Kinerja Struktur Beton thd Gempa
• Peraturan Struktur Beton Taha...
MomenMomen InersiaInersia EfektifEfektif
• Kekakuan elemen beton dan masonry
harus diperhitungan dengan meninjau
pengaruh ...
BebanBeban HidupHidup sebagaisebagai MassaMassa padapada
PerhitunganPerhitungan Base ShearBase Shear
• SNI 1726 mensyaratk...
PersyaratanPersyaratan DiafragmaDiafragma KakuKaku
DENAH PEMBALOKAN LEVEL
TIPIKAL DAN LEVEL ATAP
PenulanganPenulangan Bored PileBored Pile
• Tidak harus memenuhi persyaratan
minimum tulangan kolom (IBC
menetapkan tulang...
konsep-struktur-beton-tahan-gempa
konsep-struktur-beton-tahan-gempa
konsep-struktur-beton-tahan-gempa
konsep-struktur-beton-tahan-gempa
Próximos SlideShares
Carregando em…5
×

de

konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 1 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 2 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 3 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 4 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 5 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 6 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 7 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 8 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 9 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 10 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 11 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 12 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 13 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 14 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 15 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 16 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 17 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 18 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 19 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 20 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 21 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 22 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 23 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 24 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 25 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 26 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 27 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 28 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 29 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 30 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 31 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 32 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 33 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 34 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 35 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 36 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 37 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 38 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 39 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 40 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 41 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 42 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 43 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 44 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 45 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 46 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 47 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 48 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 49 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 50 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 51 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 52 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 53 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 54 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 55 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 56 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 57 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 58 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 59 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 60 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 61 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 62 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 63 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 64 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 65 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 66 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 67 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 68 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 69 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 70 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 71 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 72 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 73 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 74 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 75 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 76 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 77 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 78 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 79 konsep-struktur-beton-tahan-gempa Slide 80
Próximos SlideShares
Sistem rangka pemikul momen
Avançar
Transfira para ler offline e ver em ecrã inteiro.

2 gostaram

Compartilhar

Baixar para ler offline

konsep-struktur-beton-tahan-gempa

Baixar para ler offline

konsep-struktur-beton-tahan-gempa

  1. 1. KonsepKonsep StrukturStruktur BetonBeton TahanTahan GempaGempa Oleh: Iswandi Imran KK-RS, FTSL-ITB
  2. 2. PerencanaanPerencanaan StrukturStruktur BetonBeton TahanTahan GempaGempa 1 - Pendahuluan dan Prinsip Dasar 2 - Sistem Rangka Penahan Momen 3 - Sistem Dinding Struktural
  3. 3. 11 -- PendahuluanPendahuluan dandan PrinsipPrinsip DasarDasar • Kinerja Struktur Beton thd Gempa • Filosofi Desain Struktur Tahan Gempa • Peraturan Pembebanan Gempa • Peraturan Struktur Beton Tahan Gempa (SNI 03-2847-02 Pasal 23) • Beberapa issue yang terkait dengan aspek perencanaan
  4. 4. PendahuluanPendahuluan dandan PrinsipPrinsip DasarDasar • Kinerja Struktur Beton thd Gempa • Filosofi Desain Struktur Tahan Gempa • Peraturan Pembebanan Gempa • Peraturan Struktur Beton Tahan Gempa (SNI 03-2847-02 Pasal 23) • Beberapa issue yang terkait dengan aspek perencanaan
  5. 5. The Failure of Structurally UnsoundThe Failure of Structurally Unsound Architectural ElementsArchitectural Elements Discontinuity of Vertical Elements Insufficient supporting elements
  6. 6. Inadequately Designed Cantilever TransferInadequately Designed Cantilever Transfer BeamsBeams
  7. 7. Joint Eccentricity Between Main Beams andJoint Eccentricity Between Main Beams and ColumnColumn
  8. 8. Joint Failure of Corner ColumnJoint Failure of Corner Column Initiated by: •Insufficient spacing of ties •Insufficient rebar anchorage •Use of plain bars •Poor quality of material
  9. 9. Inadequate Joint ReinforcementInadequate Joint Reinforcement No stirrup in BC joint
  10. 10. Inadequate Detailing of Column Reinforcement Inadequate Seismic Hook & Confinement Use of Plain Rebar 6db x ≤ 350 x x x Poor material quality
  11. 11. Failure of Short ColumnsFailure of Short Columns Initiated by the failure of short connecting columns Due to the presence of large opening (> ½ L)
  12. 12. Failure of Soft StoreyFailure of Soft Storey
  13. 13. InplaneInplane Flexibility of Diaphragm at CeilingFlexibility of Diaphragm at Ceiling LevelLevel
  14. 14. Damage Induced by the Integration of StairDamage Induced by the Integration of Stair Structure with the Main BuildingStructure with the Main Building
  15. 15. Lacking of Lateral Stability ofLacking of Lateral Stability of UnreinforcedUnreinforced Clay Brick Masonry WallClay Brick Masonry Wall The failure of supporting elements No anchorage to the supporting elements
  16. 16. Penyebab Utama • Non-compliance terhadap persyaratan desain (material, detailing dan sistem struktur) • Ketidak-konsistenan antara desain dan pelaksanaan
  17. 17. PendahuluanPendahuluan dandan PrinsipPrinsip DasarDasar • Kinerja Struktur Beton thd Gempa • Filosofi Desain Struktur Tahan Gempa • Peraturan Pembebanan Gempa • Peraturan Struktur Beton Tahan Gempa (SNI 03-2847-02) • Beberapa issue yang terkait dengan aspek perencanaan
  18. 18. FilosofiFilosofi PeraturanPeraturan PerencanaanPerencanaan BangunanBangunan TahanTahan GempaGempa Tujuan: Mencegah keruntuhan bangunan akibat gempa kuat (ekstrim) yang mungkin terjadi di lokasi bangunan. Untuk bertahan terhadap gempa kuat tanpa mengalami keruntuhan: DesainDesain strukturstruktur agaragar menghasilkanmenghasilkan perilakuperilaku yangyang daktildaktil
  19. 19. H H Daktilitas = Deformasi Inelastik
  20. 20. H H Δleleh Δultimit Faktor Daktilitas μ = Δultimit Δleleh
  21. 21. HH Kekuatan Kebutuhan Daktilitas MAX Helastic 3/4 *Helastic 1/2 *Helastic 1/4 *Helastic
  22. 22. H Daktilitas = Leleh Keruntuhan = Fracture Tulangan atau Crushing Beton Mode keruntuhan yang daktil pada Struktur Beton adalah kelelehan tulangan Mode keruntuhan nonductile: Crushing Beton atau Keruntuhan Geser atau Bond dan lain-lain
  23. 23. MetodaMetoda untukuntuk DapatDapat MengembangkanMengembangkan PerilakuPerilaku DaktilDaktil • Pilih elemen struktur (sbg sekring (“fuses”)) yang dapat mengalami leleh pada saat gempa; contoh balok pada sistem rangka penahan momen, dll. • Beri “fuses” tersebut detailing yang memadai agar dapat menahan deformasi inelastic yang besar sebelum runtuh (yaitu, bersifat daktil). • Desain elemen2 struktur lainnya agar lebih kuat daripada “fuses”, sedemikian rupa sehingga “fuses” mampu mengembangkan kapasitas plastiknya
  24. 24. M V
  25. 25. (a) (b) Contoh: (a) Perilaku yang Daktil (b) Perilaku yang Kurang Daktil
  26. 26. ElemenElemen KunciKunci untukuntuk PerencanaanPerencanaan StrukturStruktur BetonBeton TahanTahan GempaGempa Kuat Lateral Perlu SNI 03-1726-02 atau UBC 1997 atau ASCE-07: Standar Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung Minimum Design Loads for Buildings and Other Structures Detailing untuk Daktilitas SNI 03-2847-02 Pasal 23 atau ACI 318-05 Ch 21: Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung
  27. 27. PendahuluanPendahuluan dandan PrinsipPrinsip DasarDasar • Kinerja Struktur Beton thd Gempa • Filosofi Desain Struktur Tahan Gempa • Peraturan Pembebanan Gempa • Peraturan Struktur Beton Tahan Gempa (SNI 03-2847-02) • Beberapa issue yang terkait dengan aspek perencanaan
  28. 28. Respon Struktur terhadap Gempa Ve = C1 I Wt Vn = Ve/R Ve Vm Vy Vn R f f1 δn δy δm T1 C1 Respon spektra elastik nilai R menentukan tingkat kerusakan gedung pasca gempa. Nilai penting dalam penentuan beban gempa disain Vn adalah C1 dan R;
  29. 29. 16o 14o 12 o 10o 8o 6 o 4 o 2o 0 o 2o 4o 6 o 8 o 10o 16o 14o 12 o 10o 8o 6 o 4 o 2o 0 o 2o 4o 6 o 8 o 10o 94o 96o 98o 100o 102o 104o 106o 108o 110o 112o 114o 116o 118o 120o 122o 124o 126o 128o 130o 132o 134o 136o 138o 140o 94 o 96 o 98 o 100 o 102 o 104 o 106 o 108 o 110 o 112 o 114 o 116 o 118 o 120 o 122 o 124 o 126 o 128 o 130 o 132 o 134 o 136 o 138 o 140 o Banda Aceh Padang Bengkulu Jambi Palangkaraya Samarinda BanjarmasinPalembang Bandarlampung Jakarta Sukabumi Bandung Garut Semarang Tasikmalaya Solo Blitar Malang Banyuwangi Denpasar Mataram Kupang Surabaya Jogjakarta Cilacap Makasar Kendari Palu Tual Sorong Ambon Manokwari Merauke Biak Jayapura Ternate Manado Gambar 2.1. Wilayah Gempa Indonesia dengan percepatan puncak batuan dasar dengan perioda ulang 500 tahun Pekanbaru : 0,03 g : 0,10 g : 0,15 g : 0,20 g : 0,25 g : 0,30 g Wilayah Wilayah Wilayah Wilayah Wilayah Wilayah 1 1 1 2 2 3 3 4 4 5 6 5 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 3 3 3 33 3 4 4 4 44 4 5 5 5 55 5 6 6 6 4 2 5 3 6 0 80 Kilometer 200 400 Peta Gempa Indonesia
  30. 30. Spektrum Respons Gempa Rencana Am = 2,5 A0 Tc = 0,5 det, tanah keras 0,6 det, tanah sedang 1,0 tanah lunak T ≤ Tc C = Am T > Tc C = Ar / T di mana Ar = Am Tc A0 Am Tc Ar / T T 0.380.360.340.300.200.08TL 0.360.320.280.230.150.05TS 0.330.280.240.180.120.04TK 0.300.250.200.150.100.03B dsr W6W5W4W3W2W1A0 B Dsr = batuan dasar, TK = t keras, TS = t sedang, TL = t lunak Secara konseptual, merupakan adaptasi dari UBC-97
  31. 31. Nilai Ar Ar 0.950.900.850.750.500.20Soft Soil 0.540.500.420.330.230.080Stiff Soil 0.420.350.300.230.150.05Dense Soil 0.300.250.200.150.100.03Base Rock Zone 6Zone 5Zone 4Zone 3Zone 2Zone 1Soil Type
  32. 32. SOIL PROFILE TYPES – SNI Gempa 2002 Soil requiring site-specific evaluation (Tanah Khusus) SF < 50< 15< 180 (< 175) Soft Soil Profile (Tanah Lunak) SE 50 – 10015 – 50180 – 360 (175 – 350) Stiff Soil Profile (Tanah Sedang) SD > 100> 50360 – 760 (≥ 350) Very Dense Soil & Soft Rock (Tanah Keras) SC 760 – 1,500RockSB -- > 1,500Hard RockSA Undrained shear strength (kpa) N SPT (cohesionles soil layers) Shear wave velocity (m/s) AVERAGE SOIL PROPERTIES FOR TOP 30 M OF SOIL PROFILES SOIL PROFILE NAME (generic description) SOIL PROF ILES TYPE Diasumsikan tidak ada di Indonesia
  33. 33. Parameter Response Struktur
  34. 34. ( ) ( ) DS D1 s S S C R I T R I = ≤ Design EQ Loads – Base Shear per ASCE 7-05: sV C W=
  35. 35. RESPONE SPEKTRA DESAIN (ASCE 7RESPONE SPEKTRA DESAIN (ASCE 7--05)05) (g)
  36. 36. To Determine the Seismic Design Category (ASCE 7-05): Determine Occupancy Category Determine SS and S1 SS = spectral response acceleration for maximum considered earthquake at short periods S1 = spectral response acceleration for maximum considered earthquake at 1-sec period Ss and S1 are read from maps (or from USGS website) Determine Site Class Site Class depends on soils conditions - classified according to shear wave velocity, standard penetration tests, or undrained shear strength Determine SMS and SM1 Spectral response accelerations for maximum considered earthquake adjusted for the Site Class; SMS = Fa Ss SM1 = Fv S1 Fa and Fv depend on Site Class and on Ss and S1 Determine SDS and SD1 Design spectral response accelerations SDS = 2/3 x SMS SD1 = 2/3 x SM1
  37. 37. 1.0 Buildings not in Occupancy Categories I, III, or IV (most buildings) II 1.0 Buildings that represent a low hazard to human life in the event of failure (agricultural facilities, temporary facilities, minor storage facilities) I 1.25 Structures that pose a substantial hazard to human life in the event of failure (buildings with 300 people in one area, day care facilities with capacity more than 150, schools with a capacity more than 250, etc) III 1.5 Essential facilities (Hospitals, fire and police stations, emergency shelters, etc) Structures containing extremely hazardous materials IV Importance Factor IDescriptionOccupancy Category Occupancy Categories (ASCE 7-05)
  38. 38. Seismic Design Category (SDC) Classification assigned to a structure based on its Occupancy Category and the severity of the anticipated ground motions at the site SDCs: A B C D E F Increasing seismic risk and Increasingly stringent seismic design and detailing requirements
  39. 39. Map for SS
  40. 40. Map for S1
  41. 41. Table 11.6-1 Seismic Design Category Based on Short Period Response Accelerations To Determine the Seismic Design Category (ASCE 7-05): Evaluate Seismic Design Category According to Tables 11.6-1 and 11.6-2; The Seismic Design Category is the most severe value based on both Tables. Occupancy Category Value of SDS IVIIII or II DaDaDa0.50g ≤ SDS DCC0.33g ≤ SDS < 0.50g CBB0.167g ≤ SDS < 0.33g AAASDS< 0.167g a For sites with S1 ≥ 0.75g: Seismic Design Category = E for OC I, II, or III Seismic Design Category = F for OC IV
  42. 42. Table 11.6-2 Seismic Design Category Based on 1-Second Period Response Accelerations Occupancy Category Value of SD1 IVIIII or II DaDaDa0.20g ≤ SD1 DCC0.133g ≤ SD1 < 0.20g CBB0.067g ≤ SD1 < 0.133g AAASD1< 0.067g a For sites with S1 ≥ 0.75g: Seismic Design Category = E for OC I, II, or III Seismic Design Category = F for OC IV
  43. 43. Long-Period Tansition Period, TL
  44. 44. NilaiNilai R,R, ΩΩoo dandan CCdd
  45. 45. ApproksimasiApproksimasi PeriodaPerioda StrukturStruktur TTaa (ASCE 7(ASCE 7--05)05) Untuk Sistem Rangka Pemikul Momen : Untuk Sistem Dinding Geser : N = Jumlah Lantai Untuk Gedung dengan Jumlah lantai kurang dari 12 Lantai, alternatif perhitungan perioda: Fundamental Period :
  46. 46. BatasanBatasan PeriodaPerioda StrukturStruktur (ASCE 7(ASCE 7--05)05) Fundamental Periods, T < Cu Ta
  47. 47. Kombinasi Beban LRFD (ASCE-7): 1.4D 1.2D + 1.6L + 0.5(Lr or S or R) 1.2D + 1.6(Lr or S or R) + (0.5L or 0.8W) 1.2D + 1.6W + 0.5L + 0.5(Lr or S or R) 0.9D + 1.6W 1.2D + 1.0E + 0.5L + 0.2S 0.9D + 1.0E Load Combinations Including E
  48. 48. Kombinasi Beban Layan (ASCE-7): 1.0D 1.0D + 1.0L 1.0D + 1.0(Lr or S or R) 1.0D + 0.75L + 0.75(Lr or S or R) 0.6D + W 1.0D + (1.0W or 0.7E) 1.0D + 0.75(W or 0.7E) + 0.75L 0.6D + 0.7E Load Combinations Including E
  49. 49. Definisi E untuk Penggunaan dalam Kombinasi Beban: Untuk Kombinasi Beban: 1.2D + 1.0E + 0.5L + 0.2S E = ρ QE + 0.2 SDS D Untuk Kombinasi Beban: 0.9D + 1.0E E = ρ QE - 0.2 SDS D
  50. 50. E = ρ QE ± 0.2 SDS D effect of horizontal forces effect of vertical forces E = the effect of horizontal and vertical earthquake-induced forces QE = effect of horizontal earthquake- induced forces SDS = design spectral acceleration at short periods D = dead load effect ρ = reliability factor (depends on extent of redundancy in the seismic lateral resisting system; ρ varies from 1.0 to 1.3)
  51. 51. Substitute E into basic load combinations: For Load Combination: 1.2D + 1.0E + 0.5L + 0.2S substitute: E = ρ QE + 0.2 SDS D For Load Combination: 0.9D + 1.0E substitute: E = ρ QE - 0.2 SDS D (1.2 + 0.2 SDS) D + 1.0 ρ QE + 0.5L +0.2S (0.9 - 0.2 SDS) D + 1.0 ρ QE
  52. 52. Faktor Kuat Lebih f atau Ωo Bilamana dibutuhkan perbesaran beban gempa maka komponen beban gempa horizontal E harus dikalikan dengan faktor kuat lebih Ωo sesuai tabel.
  53. 53. Faktor Kuat Lebih f atau Ωo LateralSeismicForce Frame Lateral Deflection Qe Ωo Qe Beban gempa yang diperbesar, ΩoQe, dimaksudkan untuk memberi estimasi kuat lateral plastik struktur portal.
  54. 54. ContohContoh PenerapanPenerapan:: PerhitunganPerhitungan PengaruhPengaruh GempaGempa padapada StrukturStruktur BawahBawah • Pembebanan dari struktur atas – Struktur bawah tidak boleh gagal lebih dulu dari struktur atas; – Struktur bawah harus dapat memikul beban gempa maksimum Vm yang mugkin terjadi pada struktur atas - Vm = f2 Vy - f2 = faktor kuat lebih struktur - Vm = f Vn
  55. 55. Kombinasi Beban bila Memperhitungkan Kuat Lebih Untuk Kombinasi: 1.2D + 1.0E + 0.5L + 0.2S E = Ωo QE + 0.2 SDS D Untuk Kombinasi: 0.9D + 1.0E Beban Gempa yang Diperbesar: E = Ωo QE - 0.2 SDS DBeban Gempa yang Diperbesar:
  56. 56. Basic load combinations incorporating Overstrength Factor: For Load Combination: 1.2D + 1.0E + 0.5L + 0.2S substitute: E = Ωo QE + 0.2 SDS D For Load Combination: 0.9D + 1.0E substitute: E = Ωo QE - 0.2 SDS D (1.2 + 0.2 SDS) D + Ωo QE + 0.5L +0.2S (0.9 - 0.2 SDS) D + Ωo QE
  57. 57. PerhitunganPerhitungan Story DriftStory Drift dandan DeformasiDeformasi StrukturStruktur (ASCE 7(ASCE 7--05)05) Defleksi pada Level x :
  58. 58. PendahuluanPendahuluan dandan PrinsipPrinsip DasarDasar • Kinerja Struktur Beton thd Gempa • Filosofi Desain Struktur Tahan Gempa • Peraturan Pembebanan Gempa • Peraturan Struktur Beton Tahan Gempa (SNI 03-2847-02) • Beberapa issue yang terkait dengan aspek perencanaan
  59. 59. PersyaratanPersyaratan BangunanBangunan TahanTahan GempaGempa • Sistem struktur yang digunakan pada suatu daerah harus sesuai dengan tingkat kerawanannya terhadap gempa • Aspek kontinuitas dan integritas struktur bangunan perlu diperhatikan • Material yang digunakan harus memenuhi persyaratan • Kualitas pengerjaan harus sesuai kaidah yang berlaku
  60. 60. KorelasiKorelasi TerminologyTerminology KegempaanKegempaan dalamdalam BeberapaBeberapa AturanAturan yangyang AdaAda Level of seismic risk or assigned seismic performance or design categories as defined in the code section Code, standard, or resource document and edition Low (21.2.1.2)/23.2.1.2 Moderate/intermediate (21.2.1.3)/23.2.1.3 High (21.2.1.4)/23.2.1.4 IBC 2000, 2003; NFPA 5000, 2003; ASCE 7- 98, 7-02; NEHRP 1997, 2000 SDC* A, B SDC C SDC D, E, F BOCA National Building Code 1993, 1996, 1999; Standard Building Code 1994, 1997, 1999; ASCE 7- 93, 7-95, NEHRP 1991, 1994 SPC+ A, B SPC C SPC D, E Uniform Building Code 1991, 1994, 1997 Seismic Zone 0, 1 Seismic Zone 2 Seismic Zone 3,4 SNI 1726 Seismic Zone 1,2 Seismic Zone 3,4 Seismic Zone 5,6 SDC = Seismic Design Category SPC = Seismic Performance Category
  61. 61. KETENTUAN UNTUK PERENCANAAN STRUKTUR BETON TAHAN GEMPA Sistem pemikul beban gempa: rangkaian elemen str pada bangunan yang menahan beban gempa, termasuk diafragma, strut dan lain-lain Aturan detailing struktur pemikul beban gempa dibedakan berdasarkan tingkat kerawanan terhadap gempa. Sistem struktur dasar penahan gempa dibedakan atas: Sistem rangka pemikul momen (SRPMB,SRPMM, dan SRPMK). Sistem dinding struktural (SDSB & SDSK). Kombinasi (Sistem tunggal versus sistem ganda) Aturan detailing dapat mengacu pada SNI 03-2847-02 Pasal 23 (Referensi yang dipakai ACI 318-99)
  62. 62. KETENTUANKETENTUAN PASALPASAL 23.223.2 Resiko Gempa Jenis Struktur Yang Dapat Digunakan Faktor Modifikasi Respons (R) Rendah Sistem Rangka Pemikul Momen - SRPMB (Bab 3 – Bab 20) - SRPMM (Pasal 23.10) - SRPMK (Pasal 23.3 – 23.5) Sistem Dinding Struktural - SDSB (Bab 3 – Bab 20) - SDSK (Pasal 23.6) 3 ∼ 3,5 5 ∼ 5,5 8 ∼ 8,5 4 ∼ 4,5 5,5 ∼ 6,5 Menengah Sistem Rangka Pemikul Momen - SRPMM - SRPMK Sistem Dinding Struktural - SDSB - SDSK 5 ∼ 5,5 8 ∼ 8,5 4 ∼ 4,5 5,5 ∼ 6,5 Tinggi Sistem Rangka Pemikul Momen - SRPMK Sistem Dinding Struktural - SDSK 8 ∼ 8,5 5,5 ∼ 6,5
  63. 63. PASAL-PASAL PADA BAB 23 YANG HARUS DIPENUHI UNTUK RANCANGAN TAHAN GEMPA Level Resiko Gempa Komponen yang menahan pengaruh gempa, kecuali jika dinyatakan lain Rendah (23.2.1.2) Sedang (23.2.1.3) Tinggi (23.2.1.4) Elemen Rangka Portal - 23.10 23.2; 23.3; 23.4; 23.5 Dinding Struktural dan Balok Coupling (Perangkai) - - 23.2; 23.6 Diafragma & Rangka Batang Struktural - - 23.2; 23.7 Fondasi - - 23.2; 23.8 Komponen yang tidak didesain untuk menahan gaya yang ditimbulkan oleh gerakan gempa - - 23.9 Beton tanpa Tulangan 24.4 24.4 24.4; 24.10.1 Catatan: Harus memenuhi juga persyaratan-persyaratan Bab 3 – Bab 20
  64. 64. Provisi untuk Struktur Beton Tahan Gempa dalam SNI 1. Definisi 2. Ketentuan Umum 3. Komponen Lentur SRPMK 4. Komponen SRPMK yang Menerima Kombinasi Lentur & Aksial 5. Hub Balok Kolom SRPMK 6. Dinding Struktural dan Balok Perangkai Khusus 7. Diafragma dan Rangka Batang Struktural 8. Fondasi
  65. 65. 9. Komponen Struktur yang tidak Direncanakan untuk Memikul Beban Gempa 10. Ketentuan untuk SRPMM
  66. 66. MaterialMaterial • Untuk struktur pemikul beban gempa, kuat tekan beton minimum = 20 MPa (K-250); • Baja tulangan yang digunakan haruslah tulangan ulir. Baja polos hanya diperkenankan untuk tulangan spiral atau tendon; • Batasan tulangan di atas tidak berlaku untuk jaring kawat baja polos.
  67. 67. Spesifikasi Baja Tulangan untuk Elemen Pemikul Beban Gempa Untuk elemen pemikul beban gempa, baja tulangan yang disarankan adalah yang memenuhi ASTM A 706 (Paduan Rendah). Baja yang sesuai ASTM A 615 (Baja Karbon) hanya dapat digunakan bilamana: a. Mutunya dibatasi sebesar 400 MPa. b. Beberapa persyaratan lainnya juga dipenuhi: 25,1 )35,130,1( ≥− −≤− y ult yspec yaktual f f f f
  68. 68. PanjangPanjang SendiSendi PlastisPlastis lp = 0.5h
  69. 69. Spesifikasi Baja TulanganSpesifikasi Baja Tulangan (ASTM A 706M, 1993)(ASTM A 706M, 1993) AKuat tarik tidak boleh kurang dari 1.25 kali kuat leleh aktual Nilai kuat lebih maksimum batang individu = 1,35 1045 dan 55 1225, 30, dan 35 1410, 15, dan 20 Ukuran diameter tulangan: Perpanjangan min dalam 200 mm, %: 540Kuat leleh maksimum, MPa 400Kuat leleh minimum, MPa 550AKuat tarik minimum, MPa
  70. 70. PersyaratanPersyaratan BajaBaja TulanganTulangan (ASTM A 615M, 1993)(ASTM A 615M, 1993) 67...35, 45, 55 ...7...30 ...8...25 ...91215, 20 ...91110 Ukuran diameter tulangan: Perpanjangan min dalam 200 mm, %: 500400300Kuat leleh minimum, MPa 700600500Kuat tarik minimum, MPa Mutu 500Mutu 400Mutu 300
  71. 71. PendahuluanPendahuluan dandan PrinsipPrinsip DasarDasar • Kinerja Struktur Beton thd Gempa • Peraturan Struktur Beton Tahan Gempa • Filosofi dan Pendekatan Desain • Overview SNI 03-2847-02 • Beberapa issue yang terkait dengan aspek perencanaan
  72. 72. MomenMomen InersiaInersia EfektifEfektif • Kekakuan elemen beton dan masonry harus diperhitungan dengan meninjau pengaruh adanya retak • SNI 1726 dapat digunakan untuk tujuan ini
  73. 73. BebanBeban HidupHidup sebagaisebagai MassaMassa padapada PerhitunganPerhitungan Base ShearBase Shear • SNI 1726 mensyaratkan beban hidup diperhitungkan sesuai dengan bagian beban hidup yang bersifat tetap • ASCE mensyaratkan beban hidup diperhitungkan sebesar 25% hanya untuk storage + 100% beban alat yang permanen • Dalam penentuan kombinasi beban, beban hidup tetap diperhitungkan 100 %
  74. 74. PersyaratanPersyaratan DiafragmaDiafragma KakuKaku
  75. 75. DENAH PEMBALOKAN LEVEL TIPIKAL DAN LEVEL ATAP
  76. 76. PenulanganPenulangan Bored PileBored Pile • Tidak harus memenuhi persyaratan minimum tulangan kolom (IBC menetapkan tulangan longitudinal minimum 0,25 – 0,5%) • Penulangan longitudinal harus memperhatikan momen yang terjadi akibat geser horizontal di kepala tiang • Penulangan spiral harus memperhatikan kondisi tahanan lateral tanah. Umumnya, bored pile harus diberi kekangan spiral, seperti kolom, di sepanjang 5xD dari kepala tiang.
  • diniarshinta

    Sep. 6, 2017
  • franciskopasaribu

    Oct. 22, 2014

Vistos

Vistos totais

5.550

No Slideshare

0

De incorporações

0

Número de incorporações

53

Ações

Baixados

445

Compartilhados

0

Comentários

0

Curtir

2

×