O slideshow foi denunciado.
Utilizamos seu perfil e dados de atividades no LinkedIn para personalizar e exibir anúncios mais relevantes. Altere suas preferências de anúncios quando desejar.
Kloning: usaha/upaya untuk
memproduksi sejumlah individu
yang secara genetic sama persis
(identik).
Prinsip: bahwa setiap ...
Kloning pada tanaman melalui kultur sel mula-
mula dilakukan pada tanaman wortel. Sel akar
wortel dikultur, dan tiap selny...
Transfer Nukleus
membutuhkan dua sel :
1. suatu sel donor.
2. suatu oosit atau sel telur. Telur matur
sebelum dibuahi dibu...
Suatu nukleus dewasa ternyata
mampu memproduksi suatu
hewan yang komplit
Kasus kloning
domba dolly
Tanpa sinkronosasi sikl...
Enzim yang dapat memotong ikatan fosfodiester untai
DNA asing pada sekuen pengenalan yang spesifik.
Isolasi dari bakteri
E...
1. Amplifikasi
fragmen gen target
Polymerase chain reaction (PCR) merupakan teknik amplifikasi sekuen DNA
spesifik secara ...
Syarat untuk desain primer yang baik antara lain
panjang primer sekitar 17--28 basa, memiliki
kandungan basa GC 40--60%, p...
Penyisipan fragmen DNA ke
dalam vektor
Penyisipan fragmen DNA atau gen
target ke dalam DNA vektor untuk
membentuk molekul ...
Introduksi vektor
rekombinan ke
dalam sel inang
Introduksi vektor rekombinan ke dalam sel inang
Introduksi DNA vektor plas...
Seleksi hasil kloning
Melalui proses seleksi, koloni transforman
yang membawa DNA rekombinan target
(berhasil dikloning) d...
Menghasilkan
bibit unggul
Bertujuan untuk
terapi penyakit
Menolong
pasangan infertil
agar mempunyai
keturunan
Mencegah
kep...
Materi biologi sel  --  kloning
Próximos SlideShares
Carregando em…5
×

Materi biologi sel -- kloning

887 visualizações

Publicada em

Bisa nggak sih makhluk hidup difotokopi? ternyata bisa!!!

Publicada em: Educação
  • Entre para ver os comentários

  • Seja a primeira pessoa a gostar disto

Materi biologi sel -- kloning

  1. 1. Kloning: usaha/upaya untuk memproduksi sejumlah individu yang secara genetic sama persis (identik). Prinsip: bahwa setiap makhluk hidup mempunyai kemampuan totipotensi yang artinya setiap sel mempunyai kemampuan untuk menjadi individu. klon : sekelompok organisme hewan maupun tumbuh-tumbuhan yang dihasilkan melalui reproduksi aseksual dan berasal dari satu induk yang sama.
  2. 2. Kloning pada tanaman melalui kultur sel mula- mula dilakukan pada tanaman wortel. Sel akar wortel dikultur, dan tiap selnya dapat tumbuh menjadi tanaman lengkap. Kloning pada hewan dilakukan mula- mula pada amfibi (kodok), dengan mengadakan transplantasi nukleus ke dalam telur kodok yang dienukleasi. Sejak Wilmut et al. berhasil membuat klon anak domba yang donor nukleusnya diambil dari sel kelenjar susu domba dewasa, terbukti bahwa pada mammalia pun klon dapat dibuat. Karena itu, kesimpulan mereka manusia pun secara teknis klon dapat dibuat.
  3. 3. Transfer Nukleus membutuhkan dua sel : 1. suatu sel donor. 2. suatu oosit atau sel telur. Telur matur sebelum dibuahi dibuang intinya atau nukleusnya. sel telur akan berfungsi terbaik bila hanya dalam anfertilisasi. inti sel donor bertindak sebagai inti sel zigot dan membelah serta berkembang menjadi blastosit. Blastosit selanjutnya ditransfer ke dalam uterus induk pengganti (surrogate mother).
  4. 4. Suatu nukleus dewasa ternyata mampu memproduksi suatu hewan yang komplit Kasus kloning domba dolly Tanpa sinkronosasi siklus sel, maka inti tidak akan berada pada suatu keadaan yang optimum untuk dapat diterima oleh embrio. Sel donor harus berjuang untuk dapat masuk ke Gap Zero, atau stadium sel GO, atau stadium sel dorman. Teknik Honolulu Juli 1998, tim ilmuwan dari Universitas Hawai mengumumkan bahwa mereka telah menghasilkan tiga generasi tikus kloning yang secara genetik identik. Tikus susah untuk dikloning, karena segera setelah suatu sel telur tikus mengalami fertilisasi ia akan segera membelah. Awalnya menggunakan tiga tipe sel yakni, sel Sertoli, sel otak dan sel kumulus. Sel Sertoli dan sel otak keduanya tinggal dalam stadia GO secara alamiah dan sel kumulus hampir selalu hadir pada stadia G0 ataupun G1.
  5. 5. Enzim yang dapat memotong ikatan fosfodiester untai DNA asing pada sekuen pengenalan yang spesifik. Isolasi dari bakteri Enzim endonuklease restriksi Berupa DNA kromosom yang diisolasi dari inti sel ataupun DNA komplementer yang diperoleh dari penyalinan mRNA dengan bantuan enzim reverse transcriptase, disebut complementary DNA (cDNA) . Sumber DNA Wahana pembawa fragmen gen target ke dalam suatu sel inang. Persyaratan: harus mampu disisipi DNA asing, dapat diintroduksi ke dalam sel inang, dapat bereplikasi secara independen di dalam sel inang, dan memiliki penanda seleksi Vektor mudah dimanipulasi, mampu tumbuh dengan cepat dan stabil pada medium kultur biasa, non-patogen, serta dapat ditransformasi DNA asing. Contoh : Escherichia coli, Bacillus subtilis Enzim yang mengkatalisis reaksi pembentukan kembali ikatan fosfodiester antara potongan fragmen DNA atau RNA berujung kohesif yang saling berkomplemen hasil pemotongan dengan enzim restriksi . Sel inang Enzim ligase
  6. 6. 1. Amplifikasi fragmen gen target Polymerase chain reaction (PCR) merupakan teknik amplifikasi sekuen DNA spesifik secara in vitro dengan proses pemanjangan primer pada untai DNA komplementer . Reaksinya terdiri atas sejumlah komponen essensial (enzim DNA polimerase yang termostabil, sepasang oligonukleotida spesifik yang berperan sebagai primer, deoksinukleosida trifosfat (dNTP), kation divalen, kation monovalen, buffer, serta DNA cetakan). Sekuen primer membatasi daerah fragmen DNA target yang akan diamplifikasi Enzim DNA polimerase akan menginisiasi sintesis salinannya
  7. 7. Syarat untuk desain primer yang baik antara lain panjang primer sekitar 17--28 basa, memiliki kandungan basa GC 40--60%, pada ujung 3’ terdapat basa G atau C, temperature of melting sekitar 55--80° C, dan tidak terjadi self- complementarity. Reaksi PCR ditempatkan pada mesin thermal cycler yang dapat mengatur suhu sesuai dengan tiga tahapan dalam siklus PCR. Tahap awal reaksi PCR merupakan pemisahan untai ganda DNA (denaturasi) yang dilakukan pada suhu 95° C, dilanjutkan dengan pemasangan basa primer dengan untai tunggal DNA cetakan (annealing) pada suhu sekitar 50--65° C, kemudian pada suhu 72° C, berlangsung sintesis untai DNA baru oleh enzim DNA polimerase (Fairbanks & Andersen 1999: 278). Setiap siklus pada PCR menghasilkan 2 salinan untai ganda fragmen target Kedua hasil salinan DNA target dari setiap siklus akan menjadi cetakan bagi siklus berikutnya sehingga reaksi PCR dengan 30 siklus dapat menghasilkan jutaan fragmen DNA target
  8. 8. Penyisipan fragmen DNA ke dalam vektor Penyisipan fragmen DNA atau gen target ke dalam DNA vektor untuk membentuk molekul DNA rekombinan melibatkan tahap digesti dan ligasi. Vektor dan sisipan didigesti dengan enzim restriksi yang sama sehingga keduanya memiliki potongan kohesif (sticky ends) serupa yang akan saling berlekatan. Enzim ligase mengkatalisis proses perlekatan basa-basa nukleotida yang saling berkomplemen.
  9. 9. Introduksi vektor rekombinan ke dalam sel inang Introduksi vektor rekombinan ke dalam sel inang Introduksi DNA vektor plasmid yang mengandung gen sisipan ke dalam sel inang bakteri disebut transformasi, sedangkan introduksi vektor virus dinamakan transfeksi). Sel inang terlebih dahulu dibuat menjadi kompeten sebelum dilakukan proses transformasi sehingga menjadi permeabel terhadap DNA asing. Sel kompeten dibuat dengan memberikan perlakuan fisik atau kimia yang akan meningkatkan kemampuan sel untuk mengikat dan mengambil DNA. Proses introduksi DNA ke dalam sel terjadi pada saat pemberian kejutan panas terhadap sel kompeten dan DNA dengan menaikkan suhu inkubasi secara drastis dari 0° C menjadi 42° C selama sekitar 1--2 menit.Parameter keberhasilan proses transformasi ditentukan dengan nilai efisiensi transformasi yang tinggi. Jumlah koloni transforman yang tumbuh pada permukaan medium seleksi dihitung, kemudian dimasukkan dalam perhitungan efisiensi transformasi. Nilai efisiensi transformasi optimal metode CaCl2 adalah 106 cfu/µg.
  10. 10. Seleksi hasil kloning Melalui proses seleksi, koloni transforman yang membawa DNA rekombinan target (berhasil dikloning) dapat dibedakan dari koloni transforman yang tidak membawa DNA target. Dilakukan dengan sejumlah metode, seperti hibridisasi DNA probe, hibridisasi antibodi monoklonal, dan seleksi nutrien
  11. 11. Menghasilkan bibit unggul Bertujuan untuk terapi penyakit Menolong pasangan infertil agar mempunyai keturunan Mencegah kepunahan spesies Modifikasi Pangan Tidak dibenarkan untuk -- Kloning untuk reproduksi manusia -- Membuat manusia duplikat -- Implantasi sel manusia -- Kecuali untuk terapi kloning

×