O slideshow foi denunciado.
Utilizamos seu perfil e dados de atividades no LinkedIn para personalizar e exibir anúncios mais relevantes. Altere suas preferências de anúncios quando desejar.

Pembelajaran Kontekstual

54.572 visualizações

Publicada em

Publicada em: Design

Pembelajaran Kontekstual

  1. 1. PENDEKATAN KONTEKSTUAL DALAM PEMBELAJARAN
  2. 2. Latar Belakang Pendekatan Kontekstual <ul><li>Anak belajar lebih baik melalui kegiatan mengalami sendiri dalam lingkungan yang alamiah </li></ul><ul><li>Strategi Belajar lebih penting daripada hasil </li></ul>
  3. 3. MODUS PENGALAMAN BELAJAR <ul><li>KITA BELAJAR </li></ul><ul><li>10% dari apa yang kita baca </li></ul><ul><li>20% dari apa yang kita dengar </li></ul><ul><li>30% dari apa yang kita lihat </li></ul><ul><li>50% dari apa yang kita lihat dan dengar </li></ul><ul><li>70% dari apa yang kita katakan </li></ul><ul><li>90% dari apa yang kita katakan & lakukan </li></ul>
  4. 4. Kecenderungan Belajar <ul><li>Pengetahuan bukan seperangkat fakta dan konsep yang siap diterima, tetapi sesuatu yang harus dikonstruksi sendiri oleh siswa. </li></ul><ul><li>Anak belajar dari mengalami sendiri, mengkonstruksi pengetahuan, kemudian memberi makna pada pengetahuan itu </li></ul>
  5. 5. Kecenderungan Belajar <ul><li>Anak harus tahu makna belajar dan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya </li></ul><ul><li>Tugas guru mengatur strategi belajar, membantu menghubungkan pengetahuan lama dan baru dan memfasilitasi belajar </li></ul>
  6. 6. Hakikat Pembelajaran Kontekstual <ul><li>Pembelajaran kontektual adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dnegan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari </li></ul>
  7. 7. Kata Kunci Pembelajaran CTL <ul><li>Real World Learning </li></ul><ul><li>Pengalaman nyata </li></ul><ul><li>Berpikir Tingkat Tinggi </li></ul><ul><li>Berpusat pada siswa </li></ul><ul><li>Siswa aktif, kritis, dan kreatif </li></ul><ul><li>Pengetahuan bermakna dalam kehidupan </li></ul><ul><li>Dekat dengan kehidupan nyata </li></ul><ul><li>Perubahan prilaku </li></ul>
  8. 8. Kata Kunci Pembelajaran CTL <ul><li>Siswa praktek, bukan mengkhayal </li></ul><ul><li>Learning, bukan teaching </li></ul><ul><li>Pendidikan (Education) bukan pengajaran (Instruction) </li></ul><ul><li>Pembentukan ‘manusia’ </li></ul><ul><li>Memecahkan masalah </li></ul><ul><li>Siswa ‘akting’ guru mengarahkan </li></ul><ul><li>Hasil belajar diukur dengan berbagai cara, bukan hanya dengan tes </li></ul>
  9. 9. Urutan Belajar <ul><li>Activating knowledge </li></ul><ul><li>Acquiring knowledge </li></ul><ul><li>Understanding knowledge </li></ul><ul><li>Applying knowledge </li></ul><ul><li>Reflecting knowledge </li></ul>
  10. 10. 7 komponen CTL <ul><li>Konstruktivisme </li></ul><ul><li>Menemukan </li></ul><ul><li>Bertanya </li></ul><ul><li>Masyarakat belajar </li></ul><ul><li>Pemodelan </li></ul><ul><li>Refleksi </li></ul><ul><li>Authentic Assessment </li></ul>
  11. 11. Karakteristik pembelajaran CTL <ul><li>KERJA SAMA </li></ul><ul><li>SALING MENUNJANG </li></ul><ul><li>MENYENANGKAN, TIDAK MEMBOSANKAN </li></ul><ul><li>BELAJAR DENGAN BERGAIRAH </li></ul><ul><li>SISWA AKTIF </li></ul><ul><li>SHARING DENGAN TEMAN </li></ul>
  12. 12. Karakteristik pembelajaran CTL <ul><li>PEMBELAJARAN TERINTEGRASI </li></ul><ul><li>MENGGUNAKAN BERBAGAI SUMBER </li></ul><ul><li>SISWA KRITIS GURU KREATIF </li></ul><ul><li>DINDING KELAS DAN LORONG PENUH HASIL KARYA SISWA </li></ul><ul><li>LAPORAN PADA ORANG TUA </li></ul><ul><li>BUKAN HANYA RAPOR, TETAPI HASIL KARYA SISWA </li></ul>

×