O slideshow foi denunciado.
Utilizamos seu perfil e dados de atividades no LinkedIn para personalizar e exibir anúncios mais relevantes. Altere suas preferências de anúncios quando desejar.
iMacroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada i
Macroeconomic Dashboard
Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Gadja...
KATA
PENGANTAR
Muhammad Edhie Purnawan
Head of Researcher
Macroeconomic Dashboard
Selamat datang di IERO edisi ke-3 tahun ...
iiiMacroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada iiiMacroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada
DAFTAR ISI
1
2
4
6
8...
Indonesian Economic Review and Outlookiv
DAFTAR ISTILAH
APBN
APBNP
BI
BOPO
BPD
BPI
bps
BUSN
CAR
CDS
DJPPR
DPK
DSR
ECB
EMPI...
1Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada
RINGKASAN EKSEKUTIF
Pada Kuartal-II 2017, perekonomian Indonesia tumbuh 5...
Indonesian Economic Review and Outlook2
PERKEMBANGAN
MAKROEKONOMI DAN FISKAL
A.A.
PERKEMBANGAN
MAKROEKONOMI DAN FISKAL
1. ...
3Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada
foto: AREVO (Jakarta Construction)
Indonesian Economic Review and Outlook4
Pada kuartal-II 2017, perekonomian Indonesia tercatat tumbuh 5,01 persen
secara ye...
5Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada
Gambar 3 Indeks Keyakinan Konsumen, Indeks Kondisi
Ekonomi Saat Ini, dan ...
Indonesian Economic Review and Outlook6
Pada Rancangan APBN 2018, perubahan asumsi pada beberapa indikator makro mengindik...
7Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada
a. PERKEMBANGAN MAKROEKONOMI DAN FISKAL
Pada RAPBN 2018, pemerintah optim...
Indonesian Economic Review and Outlook8
SEKTOR MONETER
DAN PASAR FINANSIAL
B.B.
SEKTOR MONETER
DAN PASAR FINANSIAL
1. Suku...
9Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada
foto: treasuryvault.com
Indonesian Economic Review and Outlook10
SUKU BUNGA ACUAN DITURUNKAN,
PASAR SAHAM MELANJUTKAN TREN
BULLISH
1.
Bank Indones...
11Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada
B. SEKTOR MONETER DAN PASAR FINANSIAL
Gambar 6 Suku Bunga Deposito, LPS,...
Indonesian Economic Review and Outlook12
RUPIAH TERDEPRESIASI, CADANGAN
DEVISA TERUS BERTAMBAH
2.
Gambar 10 Kurs Rupiah te...
13Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada
UTANG LUAR NEGERI INDONESIA MENINGKAT,
INDIKATOR SUSTAINABILITAS UTANG M...
Indonesian Economic Review and Outlook14
Gambar 15 Indikator Utang Luar Negeri Indonesia Kuartal II-
2015-Kuartal II-2017
...
15Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada
Gambar 17 Kepemilikan SBN Tradeable (Triliun IDR), 2012-
2017
Non-reside...
Indonesian Economic Review and Outlook16
SEKTOR PERBANKAN
C.C.
SEKTOR PERBANKAN
1. Daya tahan sistem perbankan masih terja...
17Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada
Indonesian Economic Review and Outlook18
Pertumbuhan kredit perbankan Agustus 2017 meningkat sebesar Rp 20,04
triliun atau...
19Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada
Gambar 22 Perkembangan total aset perbankan di Indonesia,
Agustus 2012 –...
Indonesian Economic Review and Outlook20
Gambar 24 Kinerja Bank Umum Agustus 2014 – Agustus
2017
Rentabilitas perbankan re...
21Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada
Indonesian Economic Review and Outlook22
1. Inflasi tahunan per September 2017 meningkat
2. Inflasi regional bervariasi
IN...
23Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada
foto: OOAWORLD (Public Bus Jakarta)
Indonesian Economic Review and Outlook24
INFLASI TAHUNAN
PER SEPTEMBER 2017 MENINGKAT
1.
Gambar 26 Tingkat Inflasi, Juni 2...
25Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada
Berdasarkan perbandingan diantara 33 kota di 33 Provinsi,
Pada September...
Indonesian Economic Review and Outlook26
1. Neraca pembayaran Indonesia menurun tajam
NERACA PEMBAYARAN
INDONESIA
NERACA P...
27Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada
foto: AREVO (Sight of North Jakarta )
Indonesian Economic Review and Outlook28
NERACA PEMBAYARAN INDONESIA
MENURUN TAJAM
1.
Neraca pembayaran Indonesia (NPI) pa...
29Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada
E. NERACA PEMBAYARAN INDONESIA
Gambar 27 Neraca Pembayaran Indonesia Kua...
Indonesian Economic Review and Outlook30
1. Exchange Market Pressure Index (EMPI): Tekanan pada pasar valuta asing
cenderu...
31Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada
foto: Alan (Vantage: Jakarta Street Photography)
Indonesian Economic Review and Outlook32
Exchange Market Pressure Index merupakan indikator
yang menggambarkan kondisi ter...
33Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada
F. INDIKATOR KRISIS
Pada Agustus 2017 BPI formula EMPI berada pada level...
Indonesian Economic Review and Outlook34
1. Harga sejumlah komoditas global meningkat
2. Secara umum negara-negara di duni...
35Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada
foto: Alan (Vantage: Jakarta Street Photography)
Indonesian Economic Review and Outlook36
Harga komoditas global meningkat pada kuartal ketiga (gambar 32).
■	 Pada Septemb...
37Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada
Gambar 34 Harga Tembaga, Timah, Nikel dan Bijih Besi,
September 2012-201...
Indonesian Economic Review and Outlook38
Harga gandum kembali meningkat (gambar 35).
■	 Pada September 2017, harga gandum ...
39Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada
Harga kedelai sedikit meningkat (gambar 36).
■	 Harga kedelai meningkat ...
Indonesian Economic Review and Outlook40
Negara maju tumbuh stabil (tabel 5).
■	 Amerika Serikat pada kuartal II-2017 tumb...
41Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada 41Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada
Indonesian Economic Review and Outlook42
1. GAMA Leading Economic Indicator (GAMA LEI)
2. Outlook: APBN 2018, belanja infr...
43Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Madafoto: Tsuyashirou
Indonesian Economic Review and Outlook44
GAMA Leading Economic Indicator (GAMA LEI) adalah
model early warning system untu...
45Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada
2. OUTLOOK: APBN 2018, BELANJA INFRASTRUKTUR
DAN INVESTASI SWASTA
The he...
Indonesian Economic Review and Outlook46
Beberapa tahun ke belakang, Indonesia dan negara-negara Asia Pasifik lainnya mema...
47Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada
Demi memenuhi komitmennya, pemerintah telah menetapkan target pembanguna...
Indonesian Economic Review and Outlook48
Salah satu tujuan pemerintahan kini adalah membangun
infrastruktur dari daerah. H...
49Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada
Tabel 8 Persentase Pembentukan Modal Tetap Bruto
dibandingkan Pengeluara...
Indonesian Economic Review and Outlook50
Selain menjaga kredibilitas anggaran, faktor lainnya yang perlu diperhatikan oleh...
51Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada
Halaman Sengaja Dikosongkan
MACROECONOMIC DASHBOARD
FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
Pertamina Tower Lt. 4 Ruang 4.4
Jl. Humanior...
Próximos SlideShares
Carregando em…5
×

Indonesia Economic Review and Outlook

476 visualizações

Publicada em

Indonesia Economic Review and Outlook
RAPBN 2018 dan INVESTASI
Ibu Sri Mulyani dan Ibu Rini Soemarno
56 hal

Publicada em: Economia e finanças
  • Seja o primeiro a comentar

Indonesia Economic Review and Outlook

  1. 1. iMacroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada i Macroeconomic Dashboard Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada NO.3/TAHUN VI/SEPTEMBER 2017
  2. 2. KATA PENGANTAR Muhammad Edhie Purnawan Head of Researcher Macroeconomic Dashboard Selamat datang di IERO edisi ke-3 tahun 2017. Edisi kali ini mengangkat tema “RAPBN 2018 dan Investasi” untuk menyambut keinginan serius pemerintah Indonesia dalam mengejar pembangunan infrastruktur serta menggenjot investasi. Di lain sisi, RAPBN 2018 harus memperhatikan sisi penerimaannya yang semakin fragile terhadap perkembangan perekonomian domestik saat ini. Dengan pertimbangan outlook positif perekonomian Indonesia pada tahun 2018, kita semua berharap realisasi RAPBN 2018 bisa mendekati target- targetnya. Dalam edisi IERO ini, kami mencoba melalukan refresh atas layout serta komposisi kontennya. Kami mengakomodasi beberapa kritikan dari pembaca atas IERO-IERO edisi sebelumnya dengan memberikan ruang yang lebih besar bagi pembahasan outlook-nya. Bagian outlook inilah yang justru ditunggu-tunggu oleh para pembaca karena mereka ingin mengetahui bagaimana pandangan-pandangan Macroeconomic Dashboard FEB UGM terhadap perkembangan ekonomi Indonesia di masa yang akan datang. Sementara itu, edisi-edisi sebelumnya memberikan porsi yang lebih besar bagi unsur report IERO, padahal data-data tersebut banyak tersebar di media-media lain. Kami mengucapkan banyak terima kasih atas kritikan yang sangat membangun tersebut. Hasil akhirnya adalah sebuah edisi IERO yang terdiri dari 8 bagian. Bagian 1-7 merupakan review atas kondisi terkini perekonomian Indonesia. Kami masih terus menyajikan beberapa indeks flagship yang dikembangkan oleh Macroeconomic Dashboard FEB UGM seperti Exchange Market Pressure Index, Banking Pressure Index, serta GAMA Leading Economic Indicator. Selain itu, kami menambahkan pula indikator output gap atas perekonomian beberapa negara hasil estimasi kami di bagian “Perkembangan Ekonomi Global dan Harga Komoditas”. Bagian 8 merupakan rubrik “GAMA LEI dan Outlook” yang sudah ditunggu-tunggu pembaca. Akhir kata, kami berharap hasil analisis kami dapat memberi manfaat dan menjadi opini alternatif untuk para pengambil ke- bijakan, praktisi bisnis, peneliti akademisi mahasiswa, dan mas- yarakat secara umum. Selamat membaca.
  3. 3. iiiMacroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada iiiMacroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada DAFTAR ISI 1 2 4 6 8 10 12 13 16 18 22 24 25 26 28 30 32 33 34 36 40 42 44 45 Ringkasan Eksekutif.............................................................................................................................................. A. PERKEMBANGAN MAKROEKONOMI DAN FISKAL.......................................................................... 1. Pertumbuhan ekonomi Indonesia berangsur naik di awal tahun 2017............................ 2. Rancangan APBN tahun anggaran 2018...................................................................................... B. SEKTOR MONETER DAN PASAR FINANSIAL......................................................................................... 1. Suku bunga acuan diturunkan, pasar saham melanjutkan tren Bullish............................ 2. Rupiah terdepresiasi, cadangan devisa terus bertambah ..................................................... 3. Utang luar negeri Indonesia meningkat, indikator sustainabilitas utang membaik tipis, pemilikan non-residen SBN menignkat, persepsi risiko utang Indonesia mem -baik............................................................................................................................................................ C. SEKTOR PERBANKAN...................................................................................................................................... 1. Daya tahan sistem perbankan masih terjaga dengan stabil................................................. D. INFLASI NASIONAL DAN REGIONAL...................................................................................................... 1. Inflasi tahunan per September 2017 meningkat....................................................................... 2. Inflasi regional bervariasi.................................................................................................................... E. NERACA PEMBAYARAN INDONESIA....................................................................................................... 1. Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) menurun tajam............................................................. F. INDIKATOR KRISIS............................................................................................................................................ 1. Exchange Market Pressure Index (EMPI): tekanan pada pasar valuta asing cen- derung meningkat pada September 2017................................................................................. 2. Banking Pressure Index: tekanan di sektor perbankan Indonesia menurun................... G. PERKEMBANGAN EKONOMI GLOBAL DAN PASAR KOMODITAS............................................. 1. Harga sejumlah komoditas global meningkat .......................................................................... 2. Secara umum negara-negara di dunia tumbuh dengan stabil............................................ H. GAMA LEADING ECONOMIC INDICATOR (GAMA LEI) DAN OUTLOOK................................ 1. GAMA Leading Economic Indicator (GAMA LEI)....................................................................... 2. Outlook: APBN 2018, belanja infrastruktur dan investasi swasta......................................
  4. 4. Indonesian Economic Review and Outlookiv DAFTAR ISTILAH APBN APBNP BI BOPO BPD BPI bps BUSN CAR CDS DJPPR DPK DSR ECB EMPI EYI FOMC FSI GAIKINDO GAMA LEI IBPA ICP IDMA IDR IGB CPI IHSG IKK IPR ITB ITK JIBOR JISDOR KK KMK LAR LDR LNPRT LPS Migas m-t-m NAB NDF NIM NPI NPL OIS OJK OPEC PDB PMTB PNBP pp PUAB q-t-q RAPBN REER RHS ROA SBI SBN SPN TPAK TPT ULN USD y-o-y y-t-d Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan Bank Indonesia Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional Bank Pembangunan Daerah Banking Pressure Index basis points Bank Umum Swasta Nasional Capital Adequacy Ratio Credit Default Swap Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Dana Pihak Ketiga Debt-Service Ratio European Central Bank Exchange Market Pressure Index Effective Yield Index Federal Open Market Committee Financial Stability Index Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia Gadjah Mada Leading Economic Indicator Indonesian Bond Pricing Agency Indonesia Crude Price Inter Dealer Market Agency Indonesian Rupiah Indonesian Global Bond Clean Price Index Indeks Harga Saham Gabungan Indeks Keyakinan Konsumen Indeks Penjualan Riil Indeks Tendensi Bisnis Indeks Tendensi Konsumen Jakarta Interbank Offer Rate Jakarta Interbank Spot Dollar Rate Kredit Konsumsi Kredit Modal Kerja Liquidity Assets Ratio Loan to Deposit Ratio Lembaga Non-profit Pembantu Rumah Tangga Lembaga Penjamin Simpanan Minyak dan gas month to month Nilai Aktiva Bersih Nondeliverable Forward Net Interest Income Neraca Pembayaran Indonesia Nonperforming Loan Overnight Indexed Swap Otoritas Jasa Keuangan Organization of The Petroleum Exporting Countries Produk Domestik Bruto Pembentukan Modal Total Bruto Penerimaan Negara Bukan Pajak percentage point Pasar Uang Antar Bank quarter to quarter Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Real Effective Exchange Rate Right Hand Side (Sumbu vertikal kanan) Return On Asset Sertifikat Bank Indonesia Surat Berharga Negara Surat Perbendaharaan Negara Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Tingkat Pengangguran Terbuka Utang Luar Negeri United States Dollar year on year year to date
  5. 5. 1Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada RINGKASAN EKSEKUTIF Pada Kuartal-II 2017, perekonomian Indonesia tumbuh 5,01 persen secara y-o-y. Pertumbuhan positif dialami oleh seluruh kategori lapangan usaha. Kondisi ini berbeda dari kuartal sebelumnya dimana sektor pertambangan mencatatkan pertumbuhan negatif. Serangkaian indikator penjualan dan konsumsi mengalami normalisasi setelah terjadi gejolak akibat musim liburan dan Bulan Ramadhan pada Mei-Juni 2017. Namun, optimisme konsumen masih tetap terjaga tinggi dilihat dari serangkaian indeks konsumsi masyarakat. Mendekati akhir tahun 2017, pemerintah telah menyusun Rancangan APBN 2018 dengan serangkaian indikator asumsi makroekonomi yang lebih optimis daripada APBNP 2017. Penerimaan negara serta total belanja negara ditargetkan lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Fokus anggaran juga diberikan pada serangkaian belanja infrastruktur dan pengentasan kemiskinan tanpa tambahan subsidi energi. Beberapa indikator pasar finansial Indonesia menunjukkan kondisi optimisme pelaku pasar. Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuannya pada Agustus dan September 2017 setelah sebelumnya tidak berubah sejak Oktober 2016. Perkiraan inflasi yang lebih rendah daripada target melatarbelakangi keputusan tersebut. Pada Agustus 2017 inflasi umum memang tercatat lebih rendah dibandingkan periode-periode sebelumnya. Pasar saham terus menunjukkan tren bullish namun masih dibayangi oleh aksi penjualan bersih investor non-residen yang cukup besar. Kurs rupiah mengalami depresiasi sehingga mencapai nilai terendahnya selama tahun 2017. Namun, secara riil kurs rupiah masih cenderung overvalued dengan penurunan overvaluation sejak awal 2017. Indikator EMPI menunjukkan bahwa pasar valuta asing mengalami peningkatan tekanan akibat depresiasi ini. Cadangan devisa terus mengalami akumulasi sehingga mencapai tingkat tertingginya pada September 2017 sebesar US$ 129,4 miliar. Utang luar negeri Indonesia terus mengalami peningkatan disumbang oleh peningkatan utang luar negeripemerintahyanglebihbesardibandingkanpenurunanutangluarnegeriswasta.Indikatorsustainabilitas Indonesia cenderung membaik pada Kuartal-II 2017. Kepemilikan investor non-residen atas SBN outstanding masih terus meningkat seiring dengan penurunan persepsi risiko utang pemerintah Indonesia. Imbal balik SBN Indonesia masih terus mengalami penurunan sejak awal 2017. Sektor perbankan Indonesia masih terjaga dengan stabil. Kredit perbankan mengalami peningkatan namun dibarengi dengan pertumbuhan dana pihak ketiga yang menurun. Penurunan suku bunga kredit yang dipacu oleh penurunan suku bunga acuan BI menyumbang fenomena ini. Secara umum, capital adequancy ratio masih dalam kondisi yang memadai walaupun risiko kredit yang sedikit meningkat perlu diwaspadai. Indikator BPI menunjukkan peningkatan tekanan pasar perbankan namun masih dalam kondisi sehat. Neraca pembayaran Indonesia Kuartal II-2017 mengalami penurunan yang tajam, disumbang oleh melebarnya defisit neraca transaksi berjalan serta penurunan neraca transaksi modal dan finansial. Defisit neraca pendapatan primer adalah yang tertinggi selama tiga tahun terakhir. Di lain sisi, neraca investasi portofolio serta neraca investasi langsung mengalami peningkatan yang cukup besar. Pasar global mengalami pemulihan gradual, terlihat dari serangkaian harga komoditas pertambangan dan pertanian yang mulai naik. Amerika Serikat, Uni Eropa, Jepang, serta Inggris mengalami pertumbuhan positif dan stabil. Namun, negara-negara berkembang seperti Brazil, Tiongkok, dan India mengalami pertumbuhan yang bervariasi pada Kuartal-II 2017. IERO edisi kali ini menyajikan ulasan mendalam mengenai prospek perekonomian Indonesia tahun 2018 yang diwarnai oleh program intensifikasi pembangunan infrastruktur. Hal ini tercermin dalam RAPBN 2018 yang memiliki alokasi belanja infrastruktur yang lebih besar dibandingkan APBN periode sebelumnya. Kondisi perekonomian yang relatif stabil pada dua tahun terakhir hendaknya dimanfaatkan Indonesia untuk berfokus pada isu pembangunan jangka panjang. Indeks GAMA LEI menunjukkan optimisme outlook atas perekonomian Indonesia pada Kuartal-III dan Kuartal-IV 2017.
  6. 6. Indonesian Economic Review and Outlook2 PERKEMBANGAN MAKROEKONOMI DAN FISKAL A.A. PERKEMBANGAN MAKROEKONOMI DAN FISKAL 1. Pertumbuhan ekonomi Indonesia berangsur naik di awal tahun 2017 2. Rancangan APBN Tahun Anggaran 2018
  7. 7. 3Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada foto: AREVO (Jakarta Construction)
  8. 8. Indonesian Economic Review and Outlook4 Pada kuartal-II 2017, perekonomian Indonesia tercatat tumbuh 5,01 persen secara year on year terhadap Kuartal-II 2016 (gambar 1). ■ Pertumbuhan ekonomi pada kuartal ini tidak mengalami peningkatan maupun penurunan dibandingkan dengan pertumbuhan pada kuartal sebelumnya (kuartal-I 2017). ■ Melanjutkan tren sebelumnya, pertumbuhan paling tinggi dicapai oleh sektor jasa dibandingkan dengan sektor lainnya, yaitu mencapai 5,37 persen. ■ Secara umum, pertumbuhan pada sektor primer mengalami perlambatan sebesar 1,04 pp. Ditinjau dari sisi pengeluaran, beberapa pos belanja mengalami penurunan pertumbuhan (gambar 2). ■ Pertumbuhan konsumsi rumah tangga tercatat lebih tinggi 0.01 persen dibandingkan pada kuartal-I 2017 ■ Ekspor tercatat semakin terkontraksi hingga level -7,25 persen. ■ Pada pos belanja pemerintah kembali memiliki pertumbuhan negatif, yaitu -1.93 persen. ■ Hal ini dikarenakan realisasi belanja pegawai dan belanja barang pemerintah yang turun dibandingkan dengan periode sebelumnya. Gambar 1 Pertumbuhan PDB atas Dasar Harga Konstan Menurut Lapangan Usaha, 2014 – 2017 Perekonomian Indonesia stagnan di Kuartal-II 2017 Catatan: Sektor Primer: (1) Pertanian Kehutanan dan Perikanan; (2) Pertambangan dan Penggalian Sektor Industri: Industri Pengolahan Sektor Jasa: (1) Pengadaan Listrik dan Gas; (2) Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang; (3) Konstruksi; (4) Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor; (5) Transportasi dan Pergudangan; (6) Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum; (7) Informasi dan Komunikasi; (8) Jasa Keuangan dan Asuransi; (9) Real Estat; (10) Jasa Perusahaan; (11) Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib; (12) Jasa Pendidikan; (13) Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial; (14) Jasa Lainnya. Sumber: BPS dan CEIC (2017) Indonesian Economic Review and Outlook4 1. PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA BERANGSUR NAIK DI AWAL TAHUN 2017 Seluruh sektor pada kuartal-II 2017 tercatat mengalami pertumbuhan positif (gambar 1). ■ Pertumbuhan pada subsektor pertambangan dan penggalian meningkat dari -0,64 persen pada kuartal-I 2017 menjadi 2,24 persen pada kuartal-II 2017. Perbaikan kinerja subsektor ini dipicu oleh meningkatnya Saldo Bersih Tertimbang (SBT) untuk usaha pertambangan dan penggalian dari -1,82 persen menjadi -1,08 persen. ■ Subsektor pertanian tercatat mengalami perlambatan dari sebesar 7,13 persen pada kuartal-I 2017 menjadi sebesar 3,33 persen pada kuartal-II 2017. Hal ini merupakan implikasi dari perubahan iklim global dan faktor perbankan yang masih terhambat. Gambar 2 Pertumbuhan PDB atas Dasar Harga Konstan Menurut Pengeluaran, 2015 – 2017 Belanja pemerintah kembali terkontraksi, kinerja ekpor-impor masih lesu di awal tahun Sumber: BPS dan CEIC (2017)
  9. 9. 5Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada Gambar 3 Indeks Keyakinan Konsumen, Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini, dan Indeks Ekspektasi Konsumen, Juni 2012–Juni 2017 Sentimen konsumen masih berada pada level optimis Sumber: Bank Indonesia & CEIC (2017) Secara keseluruhan optimisme konsumen terhadap perekonomian relatif terjaga (gambar 3). ■ Peningkatan IKK sebesar 1,9 poin dibandingkan pada Agustus 2017 sejalan dengan peningkatan rasio pengeluaran untuk konsumsi. ■ Optimisme konsumen juga masih tercermin melalui Indeks Ekpektasi Konsumen (IEK) dan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE). ■ Meningkatnya Indeks Ekpektasi Konsumen (IEK) hingga mencapai level 137,2 didorong oleh pembukaan 37.490 lowongan Kementerian-Lembaga pada Agustus-September 2017. ■ Hasil survei mengindikasikan situasi tersebut mendorong optimisme konsumen terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan. Pada Agustus 2017, Indeks Penjualan Eceran Riil turun secara m-t-m sebesar 0,81 persen ke level 208.2 poin (gambar 4). ■ Penurunan penjualan ritel ini terjadi pada kelompok makanan maupun non makanan. ■ Perlambatan pertumbuhan eceran riil ini didorong oleh menurunnya penjualan kelompok barang lainnya—terutama produk sandang, peralatan informasi dan komunikasi, serta kelompok barang budaya dan rekreasi. ■ Penurunan ini juga diakibat kembali normalnya konsumsi masyarakat pasca momentum Hari Raya Idul Fitri. ■ Secara year-on-year, Indeks Penjualan Eceran Riil tumbuh 5,31 persen dibandingkan Agustus 2016—lebih tinggi 8,63 percentage point dibandingkan pada pertumbuhan Juli 2017. Per Agustus 2017, seluruh indikator penjualan tercatat naik dibandingkan bulan sebelumnya (gambar 5). ■ Pada bulan ini, penjualan motor domestik tercatat mengalami kenaikan penjualan lebih dari 15.000 unit. ■ Penjualan mobil mencapai kenaikan penjualan hingga 11.000 unit dan penjualan semen yang meningkat hingga 960.000 ton. ■ Mulai efektifnya pembangunan infrastruktur yang digencarkan oleh pemerintah menjadi faktor pendorong utama naiknya penjualan semen. ■ Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang masih berada pada level optimis menjadi pemicu pertumbuhan penjualan motor dan mobil pada Agustus 2017. a. PERKEMBANGAN MAKROEKONOMI DAN FISKAL 5Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada Secara kuartalan, perekonomian Indonesia mengalami peningkatan sebesar 4,34 persen (gambar 2). ■ Peningkatan ini dirangsang oleh meningkatnya pos belanja rumah tangga, belanja LNPRT, belanja pemerintah dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB). ■ Peningkatan pengeluaran pemerintah secara kuartalan mendorong kinerja investasi dan ekspor yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi. Gambar 4 Indeks Penjualan Eceran Riil, Juni 2012‒Juni 2017 Penjualan eceran riil menurun pasca musim lebaran Sumber: Bank Indonesia & CEIC (2017) Gambar 5 Penjualan Motor, Mobil, dan Semen, Juni 2012 – Agustus 2017 Seluruh indikator penjualan mengalami peningkatan Sumber: Astra International, GAIKINDO, Asosiasi Semen Indonesia (2017)
  10. 10. Indonesian Economic Review and Outlook6 Pada Rancangan APBN 2018, perubahan asumsi pada beberapa indikator makro mengindikasikan prospek ekonomi yang lebih baik (Tabel 1). ■ Asumsi pertumbuhan ekonomi pada RAPBN 2018, dinaikkan sebesar 0,2 percentage point menjadi 5,4 persen secara year on year. ■ Kenaikkan asumsi ini didasarkan oleh stabilnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga, tren peningkatan yang dialami oleh konsumsi LNPRT sejak awal 2016 dan peningkatan investasi pada kuartal II 2017. ■ Kenaikkan pendanaan APBN juga diperkirakan akan terus berlanjut yang bersumber dari penerimaan pajak melalui keberhasilan program tax amnesty dan reformasi perpajakan yang terus dilakukan. ■ Pemerintah menetapkan asumsi tingkat inflasi yang lebih rendah 0,8 percentage point menjadi 3,5 persen. ■ Optimisme penurunan tingkat inflasi ini dikarenakan volatile food yang masih tercatat mengalami deflasi sebesar 0,67 persen m-t-m pada September 2017. ■ Kurs diasumsikan terdepresiasi ke level 13.500 rupiah per USD. ■ Asumsi kurs yang terdepresiasi ini merupakan pertimbangan terhadap potensi risiko global yang tidak menentu dan keputusan The Fed menaikkan tingkat suku bunga acuannya pada Juni 2017. 2. RANCANGAN APBN TAHUN ANGGARAN 2018 Tabel 1 Perbandingan Asumsi Dasar Ekonomi Makro pada APBN 2017 dan RAPBN 2018 Beberapa asumsi makro pada RAPBN 2018 cenderung lebih optimis Sumber: Kementerian Keuangan Republik Indonesia (2017) Tabel 2 Realisasi APBN 2016 dan Perbandingan Postur APBN, RAPBN-P 2017 dan RAPBN 2018 Rancangan APBN Perubahan disusun lebih realistis Sumber: Kementerian Keuangan Republik Indonesia (2017) foto: AREVO (Textures of Indonesia) Indonesian Economic Review and Outlook6
  11. 11. 7Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada a. PERKEMBANGAN MAKROEKONOMI DAN FISKAL Pada RAPBN 2018, pemerintah optimis meningkatkan pendapatan negara sebesar 9,6 persen dibandingkan APBN-P 2017 (Tabel 2). ■ Pemerintah memproyeksikan penerimaan perpajakan meningkat sebesar 10,9 persen dibandingkan dengan APBN-P 2017. ■ Optimisme ini didasarkan oleh komitmen pemerintah dalam memperbaiki sistem data perpajakan dan peningkatan basis pajak. ■ Porsi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terhadap total pendapatan negara pada RAPBN 2018 sebesar 14,3 persen, lebih rendah dibandingkan pada APBN 2017 sebesar 15,2 persen. ■ PNBP tidak menjadi andalan sumber pendapatan negara karena kontribusi sektor minyak dan gas (migas) yang cenderung mengalami penurunan. Total Belanja Negara pada RAPBN 2018 diperhitungkan naik 4,4 persen dibanding APBN-P 2017 (Tabel 2). ■ Hal ini disebabkan oleh penyerapan anggaran untuk agenda prioritas pemerintah pusat. ■ Belanja tersebut diprioritaskan untuk kemiskinan dan kesenjangan serta untuk memenuhi kewajiban-kewajiban pemerintah. ■ Belanja negara juga difokuskan pada pembiayaan untuk sejumlah proyek infrastruktur. ■ Pada RAPBN 2018 tidak ada tambahan anggaran subsidi di sektor energi. foto: AREVO (Textures of Indonesia)
  12. 12. Indonesian Economic Review and Outlook8 SEKTOR MONETER DAN PASAR FINANSIAL B.B. SEKTOR MONETER DAN PASAR FINANSIAL 1. Suku Bunga Acuan Diturunkan, Pasar Saham Melanjutkan Tren Bullish 2. Rupiah terdepresiasi, cadangan devisa terus bertambah 3. Utang luar negeri Indonesia meningkat, indikator sustainabilitas utang membaik tipis, pemilikan non-residen SBN menignkat, persepsi risiko utang Indonesia membaik
  13. 13. 9Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada foto: treasuryvault.com
  14. 14. Indonesian Economic Review and Outlook10 SUKU BUNGA ACUAN DITURUNKAN, PASAR SAHAM MELANJUTKAN TREN BULLISH 1. Bank Indonesia menurunkan tingkat suku bunga acuannya selama 2 bulan berturut-turut (gambar 6). ■ 7-days reverse repo rate diturunkan menjadi 4,5 persen dan 4,25 persen secara berurutan pada Agustus dan September 2017. ■ Perkiraan inflasi akhir periode 2017 dan 2018 cenderung di bawah ekspektasi awal. ■ Keputusan ini diperkuat oleh defisit neraca transaksi berjalan yang masih dalam rentang aman. ■ Penurunan tingkat suku bunga acuan di satu sisi akan memperdalam penurunan imbal hasil surat-surat utang, terutama yang memiliki tingkat kupon variable. ■ Suku bunga dasar kredit akan cenderung turun, menurunkan cost of borrowing kegiatan investasi. Suku bunga deposito serta suku bunga penjaminan akan turun mengikuti suku bunga acuan (gambar 6). ■ Penurunan tingkat suku bunga acuan akan diikuti oleh penurunan tingkat bunga deposito berjangka. ■ Mengikuti tren penurunan suku bunga acuan, diperkirakan tingkat suku bunga deposito berjangka akan berada pada rentang 5,6 persen hingga 5,8 persen hingga akhir tahun 2017. ■ Di sisi lain, akan terjadi penurunan suku bunga dasar kredit yang dapat menjadi suntikan tambahan untuk investasi jangka pendek dan menengah. foto: Peter Frank (Stock Market India)
  15. 15. 11Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada B. SEKTOR MONETER DAN PASAR FINANSIAL Gambar 6 Suku Bunga Deposito, LPS, dan 7-days Reverse Repo Rate 7-Days Reverse Repo Rate Diturunkan, Suku Bunga Penjaminan Ikut Turun Sumber: Bank Indonesia & CEIC (2017), diolah Pasar saham Indonesia masih melanjutkan tren bullish-nya dan mencapai rekor tertingginya (gambar 7). ■ Setelah pada Juli 2017 mencatatkan rekor tertinggi, IHSG terus meningkat mendekati batas 6000 poin. ■ IHSG sempat menyentuh tingkat 6025 poin pada 25 Oktober 2017. ■ Peningkatan IHSG diperkirakan masih akan terus berlanjut didorong prospek perbaikan kinerja perekonomian makro Indonesia. Sementara itu, non-residen masih melanjutkan aksi jual bersih dengan volume yang semakin membesar (gambar 7). ■ Sejak awal 2017, telah terjadi penjualan bersih investor non-residen sebesar Rp10,73 triliun. ■ Para pelaku pasar global mengantisipasi ketidakpastian kebijakan kenaikan tingkat suku bunga Federal Reserve Rate. ■ Penguatan IHSG ditopang oleh saham-saham berkapitalisasi besar yang cukup stabil merespon aksi jual-beli investor non- residen. ■ Emiten saham kapitalisasi besar mencatatkan perbaikan kinerja perusahaan selama Kuartal I dan II-2017. Gambar 7 Pergerakan IHSG, 2012-2017 IHSG terus naik mencapai rekor tertingginya Sumber: CEIC (2017) Gambar 8 Kapitalisasi Pasar IHSG, 2012-2017 Kapitalisasi pasar terus naik namun dibayangi aksi jual bersih investor non-residen Sumber: CEIC dan Bloomberg (2017) Gambar 9 MSCI Equity Market Benchmark Index Pergerakan pasar modal global masih cenderung optimis Sumber: Bloomberg (2017) Pasar modal global masih menunjukkan tren bullish yang telah berlangsung sejak awal tahun (gambar 8). ■ Indeks acuan pasar modal global MSCI all-country world telah mencatatkan kenaikan 15,6 persen ytd. ■ Pasar emerging market serta emerging Asia mencatatkan kenaikan 25,5 persen dan 29,9 persen ytd. ■ Pelaku pasar global masih cukup optimis dengan kondisi perekonomian dunia. ■ Kenaikan IHSG juga sejalan dengan tren pasar modal global yang bullish.
  16. 16. Indonesian Economic Review and Outlook12 RUPIAH TERDEPRESIASI, CADANGAN DEVISA TERUS BERTAMBAH 2. Gambar 10 Kurs Rupiah terhadap Dolar AS*, September 2012 – September 2017 Rupiah terdepresiasi pada September 2017 Catatan: * = mulai Mei 2013, data kurs menggunakan JISDOR Bank Indonesia Sumber: Bank Indonesia dan CEIC (2017, diolah) Gambar 11 Real Effective Exchange Rate, September 2012 – September 2017 Rupiah menunjukkan pergerakan menuju rata-rata jangka panjangnya. Sumber: BIS dan CEIC (2017, diolah) Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berada pada Rp13.492/US$ pada September 2017 atau terdepresiasi sebesar 1,06 persen m-t-m (gambar 10). ■ Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada September 2017 ini merupakan yang terendah selama tahun 2017. ■ Penurunan 7-days repo rate sebesar 25 bps menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pelemahan nilai tukar rupiah. Nilai Tukar Efektif Riil (Real Effective Exchange Rate/REER) adalah nilai tukar riil suatu mata uang (rupiah) dengan sekelompok (basket/bundle) mata uang lainnya (dollar, poundsterling, yuan, dll) (gambar 11). ■ Pada September 2017 lalu, REER rupiah berada pada level 108,37 poin atau overvalued 1,9 poin dibandingkan rata-rata jangka panjangnya. ■ Sejak awal 2017 besaran overvalued rupiah selalu menurun. ■ Penurunan ini mengindikasikan kecenderungan nilai tukar rupiah terhadap bundle mata uang global lainnya untuk kembali pada rata-rata jangka panjangnya. ■ Implikasinya dalam waktu dekat rupiah memiliki kecenderungan depresiatif dibandingkan mata uang global lainnya. Gambar 12 Cadangan Devisa, September 2012 – September 2017 Cadangan devisa Indonesia berada pada rekor tertingginya. Sumber: Bank Indonesia (2017, diolah) Cadangan devisa Indonesia mencatatkan rekor tertinggi pada September 2017 yakni sebesar US$ 129,4 miliar (gambar 12). ■ Besaran cadangan devisa ini lebih tinggi 0,48 persen dibandingkan bulan sebelumnya. ■ Selama tiga bulan terakhir cadangan devisa Indonesia secara berturut-turut selalu memecahkan rekor. ■ Naiknya cadangan devisa Indonesia ini dipengaruhi oleh beberapa hal seperti penarikan pinjaman luar negeri pemerintah dan lelang Surat Berharga Bank Indonesia valas. ■ Cadangan devisa pada bulan September 2017 ini cukup untuk membiayai 8,9 bulan impor atau 8,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.
  17. 17. 13Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada UTANG LUAR NEGERI INDONESIA MENINGKAT, INDIKATOR SUSTAINABILITAS UTANG MEMBAIK TIPIS, PEMILIKAN NON-RESIDEN SBN MENINGKAT, PERSEPSI RISIKO UTANG INDONESIA MEMBAIK 3. Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia terus meningkat, didorong peningkatan ULN sektor publik (gambar 13). ■ ULN total naik 0,21 persen m-t-m atau 5,15 persen y-o-y menjadi US$ 340,54 miliar. ■ ULN sektor swasta hanya tumbuh 0,08 persen y-o-y sedangkan ULN sektor publik telah tumbuh 9,5 persen y-o-y pada Agustus 2017. ■ ULN sektor swasta mulai menunjukkan pertumbuhan dibandingkan periode-periode sebelumnya yang selalu mencatatkan penurunan. ■ ULN sektor publik terus meningkat didorong oleh kebutuhan pembiayaan defisit anggaran pemerintah. ULN masih didominasi oleh ULN Jangka Panjang (gambar 14). ■ ULN jangka panjang pada Agustus 2017 mengambil porsi 84 persen keseluruhan ULN Indonesia, semakin melebar daripada Agustus 2016 yang hanya sebesar 82 persen. ■ Sektor swasta mengambil porsi hampir setengah dari keseluruhan ULN (49 persen), lebih kecil dibandingkan Agustus 2016 yang sebesar 51 persen. ■ Penurunan ULN swasta didorong oleh penurunan ULN sektor keuangan. ■ Bank Indonesia masih memandang perkembangan tingkat ULN Indonesia dalam taraf sehat. ULN jangka pendek total mengalami penurunan, namun ditandai oleh peningkatan ULN jangka pendek pemerintah (gambar 14). ■ ULN jangka pendek total turun 2 persen y-o-y. ■ ULN jangka pendek swasta turun 4,8 persen y-o-y ■ ULN jangka pendek pemerintah dan bank sentral naik 12,4 persen y-o-y. ■ Pemerintah perlu mewaspadai kenaikan ULN jangka pendeknya agar tidak meningkatkan paparan risiko jangka pendek. ■ Pada ULN jangka panjang, kenaikan sebesar 6,6 persen y-o-y disumbangkan oleh kenaikan ULN pemerintah sebesar 9,4 persen serta ULN swasta sebesar 3 persen. Gambar 13 Utang Luar Negeri Indonesia, 2012- 2017** Utang luar negeri Indonesia terus meningkat didorong utang sektor publik Sumber: Statistik Utang Luar Negeri Bank Indonesia (2017) Gambar 14 Utang Luar Negeri Berdasarkan Jangka Waktunya (Remaining Maturity), 2012-2017** Utang jangka panjang mendominasi dengan pertumbuhan ULN jangka pendek pemerintah Sumber: Statistik Utang Luar Negeri Bank Indonesia (2017)
  18. 18. Indonesian Economic Review and Outlook14 Gambar 15 Indikator Utang Luar Negeri Indonesia Kuartal II- 2015-Kuartal II-2017 Indikator sustainabilitas utang melanjutkan perbaikan Sumber: Statistik Utang Luar Negeri Bank Indonesia (2017) DSR Tier 1 merupakan pembayaran pokok dan bunga atas utang jangka panjang dan pembayaran bunga atas utang jangka pendek. DSR Tier 2 meliputi pembayaran pokok dan bunga atas utang dalam rangka investasi langsung selain dari anak perusahaan di luar negeri, serta pinjaman dan utang dagang kepada non-afiliasi. Gambar 16 Surat Berharga Negara (SBN) Indonesia Outstanding, 2012-2017 Jumlah SBN Tradeable meningkat diikuti penurunan SBN non-tradeable Sumber: DJPPR Kementerian Keuangan (2017) Indikator sustainabilitas ULN Indonesia secara umum berangsur membaik (gambar 15). ■ Indikator sustainabilitas ULN Indonesia justru menunjukkan perbaikan di tengah kekhawatiran publik atas ULN. ■ Rasio utang terhadap PDB telah berada pada tingkat 34,42 persen, turun 2,75 pp dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. ■ DSR Tier 1 dan Tier 2 turun masing-masing sebesar 0,79 pp dan 0,68 pp secara q-t-q menjadi 15,85 persen dan 51,45 persen. ■ Rasio ULN terhadap ekspor memburuk tipis sebesar 1,67 pp menjadi 174,08 persen disebabkan penurunan kinerja ekspor Indonesia pada tahun 2017. Jumlah SBN Outstanding pada September 2017 terus meningkat dengan peningkatan SBN Tradeable dan penurunan SBN Non-Tradeable (gambar 16). ■ Struktur portofolio pembiayaan APBN-P 2017 yang 80 persennya disumbang oleh penerbitan SBN. ■ Jumlah SBN Outstanding sebesar Rp2.991 triliun ini meningkat 15,7 persen y-o-y atau 1,2 persen m-t-m. ■ Jumlah SBN tradeable naik sebesar 17,6 persen y-o-y atau 1,36 persen m-t-m menjadi Rp2.893 triliun. ■ Pemerintah tidak terlalu banyak menerbitkan SBN non-tradeable, terlihat dari jumlahnya yang turun 3,6 persen y-o-y. foto: NASDAQ
  19. 19. 15Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada Gambar 17 Kepemilikan SBN Tradeable (Triliun IDR), 2012- 2017 Non-residen semakin meningkatkan kepemilikan SBN Tradeable Sumber: DJPPR Kementerian Keuangan (2017) Gambar 18 Imbal Hasil SBN Indonesia, 2012-2017 Imbal hasil SBN terus melanjutkan tren penurunan sejak awal tahun Sumber: CEIC (2017) Investor Non-Residen semakin tertarik untuk memiliki SBN Indonesia (gambar 17). ■ Hingga September 2017, 28 persen dari total SBN tradeable Indonesia dimiliki oleh non-residen. ■ Kepemilikan non-residen meningkat 19,62 persen secara y-o-y. ■ Bank mengalami kenaikan kepemilikan SBN sebesar 47,69 persen y-o-y. ■ Kenaikan pemilikan porsi kepemilikan SBN tradeable oleh non-residen perlu diwaspadai mengingat adanya risiko capital flight. Imbal hasil SBN masih menunjukkan kecenderungan untuk menurun, walaupun dengan kenaikan singkat pada awal Oktober 2017 (gambar 18). ■ Imbal hasil SBN telah mengalami penurunan antara 1,17 pp hingga 1,54 pp sejak awal 2017. ■ Penurunan yield SBN disebabkan oleh kenaikan harga yang didorong kenaikan permintaan atas SBN. ■ Indeks harga SBN Indonesia telah naik sebesar 8,78 poin sejak awal 2017. ■ Persepsi risiko atas utang Indonesia yang turun juga menyebabkan penurunan yield. Gambar 19 Yield SBN Indonesia dan Credit Default Swap, Kuartal II-2015 - Kuartal II-2017 Penurunan imbal hasil SBN sejalan dengan penurunan persepsi risiko utang Indonesia Sumber: Bloomberg (2017) Penurunan imbal hasil SBN Indonesia sejalan dengan penurunan persepsi risiko atas utang pemerintah Indonesia (gambar 19). ■ Credit default swap pada Kuartal III-2017 ada pada tingkat 104,38 poin, menurun 47,76 poin dibandingkan Kuartal III tahun sebelumnya atau menurun 13,03 poin dibandingkan kuartal sebelumnya. ■ Menurunnya persepsi risiko atas utang Indonesia menunjukkan optimisme pasar global atas kemampuan bayar perekonomian Indonesia. B. SEKTOR MONETER DAN PASAR FINANSIAL
  20. 20. Indonesian Economic Review and Outlook16 SEKTOR PERBANKAN C.C. SEKTOR PERBANKAN 1. Daya tahan sistem perbankan masih terjaga dengan stabil
  21. 21. 17Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada
  22. 22. Indonesian Economic Review and Outlook18 Pertumbuhan kredit perbankan Agustus 2017 meningkat sebesar Rp 20,04 triliun atau tumbuh 8,38 persen y-o-y (gambar 20). ■ Pertumbuhan kredit pada Agustus 2017 tercatat meningkat tipis 0,07 percentage point (pp) dibandingkan dengan Juli 2017. ■ Berdasarkan jenis penggunaannya, per Agustus 2017, Kredit Investasi mencatatkan peningkatan pertumbuhan terbesar yakni sebesar 0,6 pp dibandingkan bulan sebelumnya. ■ Peningkatan pertumbuhan KI disebabkan karena peningkatan pertumbuhan pada kredit yang disalurkan pada sektor perdagangan, hotel, restoran, serta industri pengolahan. Jumlah Total Aset perbankan mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya (gambar 22). ■ Total aset Bank Umum pada Agustus 2017 meningkat menjadi Rp 7.028,8 triliun, lebih tinggi Rp 64,3 triliun dibandingkan dengan Juli 2017. ■ Seluruh kelompok perbankan mengalami peningkatan aset. ■ BPD Konvensional menjadi satu-satunya kelompok perbankan yang mengalami penurunan aset —turun Rp 0,05 triliun m-t-m. Gambar 20 Pertumbuhan kredit Perbankan Agustus 2015 – Agustus 2017 y-o-y Pertumbuhan kredit relatif stabil Sumber: Otoritas Jasa Keuangan (2017) Indonesian Economic Review and Outlook18 1. DAYA TAHAN SISTEM PERBANKAN MASIH TERJAGA DENGAN STABIL Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Umum menurun (gambar 21). ■ Pertumbuhan DPK pada Agustus 2017 menurun menjadi 9,6 persen y-o-y, dibandingkan dengan bulan sebelumnya Juli 2017 sebesar 9,8 persen (menurun 0,2 pp). ■ Penurunan pertumbuhan DPK utamanya dipengaruhi pertumbuhan giro dan tabungan yang masing-masing mengalami penurunan sebesar 1,87 pp dan 1,2 pp, dibandingkan Juli 2017. ■ Sedangkan, pertumbuhan deposito justru meningkat sebesar 1,4 pp secara m-t-m pada Agustus 2017. ■ Sejak Mei hingga Agustus 2017 tercatat bahwa jumlah total DPK Indonesia selalu berada di atas Rp 5.000 triliun yang menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap perbankan semakin tinggi. Gambar 21 Perkembangan pertumbuhan Dana Pihak ketiga (DPK) Bank Umum, Agustus 2016 – Agustus 2017 y-o-y Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Agustus 2017 menurun Sumber: BPS dan CEIC (2017)
  23. 23. 19Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada Gambar 22 Perkembangan total aset perbankan di Indonesia, Agustus 2012 – Agustus 2017 Total aset Bank Umum pada Agustus 2017 meningkat Sumber: Otoritas Jasa Keuangan (2017) Nilai Rasio Kecukupan Modal (CAR) perbankan pada Agustus 2017 tetap terjaga (gambar 23). ■ Rasio Kecukupan Modal (CAR) bank umum tercatat mengalami peningkatan menjadi 23,34 persen pada Agustus 2017—naik 0,11 pp secara m-t-m. ■ Pada Agustus 2017, semua kelompok perbankan tercatat mengalami kenaikan CAR kecuali Bank Campuran Konvensional dan Bank Asing Konvensional. ■ Peningkatan CAR tertinggi terjadi pada Bank BPD Konvensional yakni mencapai 0,30 pp dibandingkan bulan Juli 2017. ■ Bank Asing masih merupakan bank dengan CAR tertinggi dibandingkan kelompok bank lainnya yakni sebesar 53,15 persen pada Agustus 2017. ■ Pada sisi yang lain BPD Konvensional tetap menjadi bank dengan nilai CAR terendah pada Agustus 2017 yakni sebesar 20,64 persen. ■ Sejauh ini daya tahan perbankan masih cukup tinggi ditunjukkan dengan CAR yang jauh di atas 8% yang merupakan batas minimum CAR perbankan. C. SEKTOR PERBANKAN 19Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada Gambar 23 Perkembangan Capital Adequacy Ratio (CAR) per kelompok bank Agustus 2012 – Agustus 2017 Secara umum CAR Bank Umum masih dalam kondisi yang memadai Sumber: Otoritas Jasa Keuangan (2017) ■ Bank Persero merupakan kelompok Bank yang mengalami peningkatan aset tertinggi yakni sebesar Rp 43,6 triliun rupiah atau naik 1,61 persen m-t-m. ■ Pada sisi lainnya BUSN Non Devisa merupakan kelompok perbankan dengan nominal kenaikan aset terendah yakni sebesar Rp 0,02 triliun rupiah (0,02 persen) m-t-m. ■ Peningkatan total aset perbankan ini sejalan dengan peningkatan jumlah total Dana Pihak Ketiga yang terjadi pada Agustus 2017.
  24. 24. Indonesian Economic Review and Outlook20 Gambar 24 Kinerja Bank Umum Agustus 2014 – Agustus 2017 Rentabilitas perbankan relatif masih stabil tetapi Risiko Kredit dan Likuiditas cukup perlu diperhatikan Sumber: Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (2017) Gambar 25 Perkembangan Non Performing Loan Gross (NPL) per kelempok bank Agustus 2016 – Agustus 2017 Risiko Kredit perbankan secara umum tidak mengkhawatirkan Sumber: Otoritas Jasa Keuangan (2017) Stabilitas performa perbankan secara umum perlu dipertahankan (gambar 24). ■ Dari sisi profitabilitas, laba industri perbankan yang ditunjukkan Return of Asset (ROA) dan Net Interest Margin (NIM) terlihat relatif stabil dalam 2 bulan terakhir. ■ Pada Agustus 2017, perkembangan ROA menurun tipis sebesar 0,02 pp sedangkan NIM relatif stabil pada level 5,35 persen sejak Juni 2017. ■ Berdasarkan jenis bank, per Agustus 2017, Bank Asing kembali membukukan ROA tertinggi yakni sebesar 2,85 persen, sedangkan pencetak NIM terbesar berasal dari Bank BPD sebesar 6,53 persen. ■ LDR sebagai indikator intermediasi dan likuiditas bank umum tercatat menurun sebesar 0,03 pp secara m-t-m pada Agustus 2017. ■ Meskipun LDR mengalami penurunan, namun likuiditas perbankan masih dalam kondisi yang relatif aman, bahkan masih ada banyak ruang untuk berkekspansi. ■ Besaran NPL secara keseluruhan yang masih di bawah 5 persen mencerminkan kondisi risiko perbankan masih terjaga. ■ Efisisensi industri perbankan yang dicerminkan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) tercatat mengalami peningkatan menjadi 78,90 persen per Agustus 2017—naik tipis 0,06 pp m-t-m. ■ Nilai BOPO yang menurun tersebut mengindikasikan penurunan efisiensi industri perbankan. Nilai Rasio Non Performing Loan Gross (NPL) perbankan pada Agustus 2017 perlu dijaga (gambar 25). ■ Rasio Non Performing Loan Gross (NPL) perbankan secara keseluruhan pada Agustus 2017 tercatat meningkat tipis sebesar 0,045 pp menjadi 3,05 persen m-t-m. ■ Per Agustus 2017 seluruh kelompok bank kecuali BPD Konvensional mengalami peningkatan NPL dibandingkan bulan sebelumnya. ■ Peningkatan NPL tertinggi terjadi pada BUSN Non Devisa yakni mencapai 0,266 pp secara m-t-m. ■ Bank Asing Konvensional masih menjadi kelompok bank yang paling hati-hati dalam memberikan kredit, hal ini dicerminkan dengan NPL sebesar 1,89 persen—terendah di antara kelompok bank lainnya. ■ BUSN Non Devisa merupakan kelompok bank dengan tingkat NPL tertinggi yakni mencapai 4,484 persen pada Juli 2017. ■ NPL secara keseluruhan dan per kelompok bank masih cukup aman karena masih di bawah batas maksimal 5 persen. C. SEKTOR PERBANKAN Indonesian Economic Review and Outlook20
  25. 25. 21Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada
  26. 26. Indonesian Economic Review and Outlook22 1. Inflasi tahunan per September 2017 meningkat 2. Inflasi regional bervariasi INFLASI NASIONAL DAN REGIONAL INFLASI NASIONAL DAN REGIONAL D.D.
  27. 27. 23Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada foto: OOAWORLD (Public Bus Jakarta)
  28. 28. Indonesian Economic Review and Outlook24 INFLASI TAHUNAN PER SEPTEMBER 2017 MENINGKAT 1. Gambar 26 Tingkat Inflasi, Juni 2012-Juni 2017 (year on year) Risiko Kredit perbankan secara umum tidak mengkhawatirkan Sumber: BPS dan CEIC, diolah (2017) Per September 2017, inflasi umum tercatat 3,72 persen secara year on year (gambar 26). ■ Inflasi umum tercatat lebih rendah bila dibandingkan Agustus 2017 yaitu sebesar 3,82 persen. ■ Inflasi inti tercatat sebesar 3 persen, lebih tinggi 0,2 pp dibandingkan Agustus 2017—yakni sebesar 2,98 persen. ■ Inflasi harga diatur pemerintah mencapai 9,32 persen, meningkat 0,1 pp dari Agustus 2017 yang mencapai 9,31 persen. ■ Inflasi harga diatur pemerintah jauh lebih tinggi dibandingkan September 2016 yang mengalami deflasi 0,38 persen. ■ Inflasi komponen harga bergejolak mencapai 0,47 persen, turun dibandingkan Agustus 2017 yang mencapai 1,05 persen. Tabel 3 Tingkat Inflasi Berdasarkan Kelompok Pengeluaran, 2011 – 2017 (2012=11, %y-t-y) Kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar menjadi penyumbang inflasi terbesar Catatan: 2010 – 2013 tahun dasar 2007; 2014 – 2015 tahun dasar 2012 (1) Bahan Makanan; (2) Makanan Olahan, Minuman, Tembakau; (3) Perumahan, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar; (4) Sandang; (5) Kesehatan; (6) Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga; (7) Transportasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan September 2017, kelompok Perumahan, Listrik, Gas dan Bahan Bakar mengalami inflasi tertinggi sebesar 5.58 persen (year-on-year) (tabel 3). ■ Meskipun mengalami inflasi tertinggi, kelompok Perumahan, Listrik, Gas dan Bahan bakar turun 0,8 pp dibanding Agustus 2017 yang mencapai 5,66 persen. ■ Kelompok Bahan Makanan mengalami inflasi yang paling rendah dibandingkan inflasi di kelompok pengeluaran lainnya sebesar 1,04 persen, turun dibandingkan inflasi Mei 2017 yang mencapai 1,51 persen. ■ Kelompok yang mengalami kenaikan inflasi terbesar dibanding bulan sebelumnya adalah kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,52 pp, dari 2,65 persen di bulan Agustus hingga 3,17 persen di bulan September.
  29. 29. 25Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada Berdasarkan perbandingan diantara 33 kota di 33 Provinsi, Pada September 2017 Inflasi year on year tertinggi terjadi di Kota Serang sebesar 4,91 persen (tabel 4). ■ Terdapat 13 kota yang mengalami deflasi pada month to month September 2017, yaitu kota Jambi, Bengkulu, Palmbang, Denpasar, Palangkaraya, Samarinda, Manado, Palu, Makassar, Kendari, Ambon, Ternate dan Jayapura. ■ 20 kota lainnya mengalami inflasi pada September 2017. ■ Inflasi month to month bulan September tertinggi terjadi di Kota Manokwari sebesar 1,09 persen diikuti kota Medan sebesar 1,08 persen. Tabel 4 Perbandingan Inflasi di 33 Kota di Indonesia, 2017 (2012=11, %m-t-m, %y-t-y) Inflasi year-on-year bulan September tertinggi terjadi di Kota Serang Catatan: *Kota yang dipilih merupakan Ibukota dari 33 provinsi di Indonesia. Ibukota Provinsi diharapkan menjadi indikator yang tepat untuk menggambarkan inflasi di Provinsi tersebut. Sumber: BPS dan CEIC (2017) INFLASI REGIONAL BERVARIASI2. D. INFLASI NASIONAL DAN REGIONAL
  30. 30. Indonesian Economic Review and Outlook26 1. Neraca pembayaran Indonesia menurun tajam NERACA PEMBAYARAN INDONESIA NERACA PEMBAYARAN INDONESIA E.E.
  31. 31. 27Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada foto: AREVO (Sight of North Jakarta )
  32. 32. Indonesian Economic Review and Outlook28 NERACA PEMBAYARAN INDONESIA MENURUN TAJAM 1. Neraca pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal II-2017 tercatat sebesar US$ 0,7 miliar (gambar 27). ■ Nilai NPI pada kuartal II-2017 mengalami penurunan sebesar US$ 3,8 miliar atau turun 84,4 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. ■ Apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2016, maka NPI pada periode II-2017 lebih rendah 68 persen—hal ini menunjukkan penurunan performa NPI dalam jangka menengah. ■ Meningkatnya defisit neraca tranksaksi berjalan (meningkat 108,3 persen q-t-q) serta penurunan neraca tranksaksi modal dan finansial (menurun 26,3 persen q-t-q) menjadi motor utama penurunan tajam NPI. Neraca tranksaksi berjalan tercatat defisit sebesar US$ 4,9 miliar pada kuartal II-2017 (gambar 28). ■ Besaran defisit ini meningkat tajam US$ 2,6 miliar atau meningkat 108,3 persen q-t-q. ■ Penurunan surplus neraca perdagangan barang serta pendalaman defisit neraca jasa-jasa dan pendapatan primer merupakan penyebab turunnya surplus neraca tranksaksi berjalan. Pada kuartal II-2017, saldo neraca perdagangan barang mencatatkan surplus sebesar US$ 4,79 persen. (gambar 28). ■ Surplus neraca perdagangan barang ini mengalami penurunan 15,2 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. ■ Penurunan surplus neraca non-migas menjadi salah satu faktor utama turunnya surplus neraca perdagangan barang— surplus neraca non-migas turun sebesar 21 persen q-t-q. ■ Lebih lanjut penurunan surplus ini tertahan oleh turunnya tekanan defisit perdagangan minyak serta peningkatan performa surplus perdagangan gas. Defisit neraca jasa-jasa mengalami peningkatan pada kuartal II-2017 (gambar 28). ■ Pada akhir kuartal II-2017 neraca jasa-jasa tercatat bersaldo negatif sebesar US$ 2,31 miliar, atau mengalami peningkatan defisit sebesar 83,3 persen q-t-q. ■ Penurunan surplus neraca jasa perjalananan (turun sebesar 41 persen q-t-q) menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya defisit neraca jasa-jasa. ■ Selain itu meningkatnya defisit neraca jasa transportasi serta jasa penggunaan hak atas kekayaan intelektual turut berkontribusi terhadap meningkatnya tekanan defisit neraca jasa-jasa. foto: catperku (pelabuhan Tanjung Priok)
  33. 33. 29Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada E. NERACA PEMBAYARAN INDONESIA Gambar 27 Neraca Pembayaran Indonesia Kuartal II-2014 – Kuartal II-2017 Surplus Neraca Pembayaran Indonesia mengalami penurunan Sumber: Bank Indonesia dan CEIC (2017) Defisit neraca pendapatan primer pada kuartal II-2017 merupakan yang tertinggi selama periode amatan (gambar 28). ■ Adapun defisit neraca perdagangan primer pada kuartal II-2017 tercatat sebesar US$ 8,54 miliar—mengalami pendalaman defisit sebesar 9,09 persen q-t-q. ■ Pendalaman defisit saldo pembayaran atas investasi portofolio merupakan penyebab naikknya defisit neraca pendapatan primer—mengalami kenaikan defisit sebesar 23,8 persen. ■ Selain itu, meningkatnya defisit saldo pendapatan investasi lainnya turut berkontribusi atas pendalaman defisit pendapatan primer. Saldo neraca tranksaksi modal dan finansial pada kuartal II-2017 tercatat sebesar US$ 5,86 miliar (gambar 29). ■ Besaran neraca tranksaksi modal dan finansial pada kuartal II-2017 ini menurun 26,5 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. ■ Pendalaman defisit neraca investasi lainnya menjadi penyebab utama turunnya surplus neraca tranksaksi modal dan finansial. ■ Adapun turunnya surplus ini tertahan oleh kenaikan investasi langsung dan investasi portofolio. Surplus neraca investasi portofolio meningkat sebesar 12,1 persen q-t-q pada kuartal II-2017 (gambar 29). ■ Adapun besaran neraca investasi portofolio pada kuartal II-2017 tercatat sebesar US$ 7,4 miliar. ■ Penerbitan surat utang serta ekuitas oleh sektor swasta—dengan tujuan ekspansi usaha—menjadi salah satu motor utama peningkatan surplus neraca investasi portofolio. ■ Pada kuartal II-2017 lalu besaran kewajiban utang serta ekuitas sektor swasta masing-masing meningkat sebesar 414,8 persen dan 8,1 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Neraca investasi langsung tercatat surplus sebesar US$ 4,6 miliar pada kuartal II-2017 (gambar 29). ■ Surplus neraca investasi langsung ini meningkat 64,3 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. ■ Meningkatknya penyertaan modal (ekuitas) dan pembiayaan utang oleh investor non residenmenjadi faktor utama yang menyebabkan peningkatan surplus neraca investasi langsung—masing-masing meningkat 47,7 dan 298,17 persen q-t-q. ■ Selain itu, berdasarkan arah investasi, pada kuartal II-2017 lalu tercatat kenaikan inflow investasi langsung sebesar 90,9 persen q-t-q. ■ Relatif stabilnya kondisi perekonomian Indonesia serta makin intensifnya pembangunan infrastruktur oleh pemerintah menjadi insentif bagi non-residen untuk berinvestasi di Indonesia. Adapun saldo neraca investasi lainnya mengalami pendalaman defisit yang cukup tajam (gambar 29). ■ Pada kuartal II-2017 neraca investasi lainnya mencatatkan defisit sebesar US$ 6,2 miliar atau meningkat 377,7 persen q-t-q. ■ Dari sisi aset, pendalaman defisit ini disebabkan oleh meningkatnya penempatan dana sektor swasta domestik ke negara-negara lain. ■ Peningkatan defisit ini disebabkan oleh tingginya penempatan simpanan swasta di luar negeri. ■ Hal ini dilakukan dalam rangka antisipasi perbankan untuk memenuhi kebutuhan likuiditasnya, terutama dalam menghadapi libur panjang lebaran. Gambar 29 Neraca Transaksi Modal dan Finansial Kuartal II -2014 - Kuartal II-2017 Neraca Tranksaksi Modal dan Finansial menurun pada kuartal II- 2017 Sumber: Bank Indonesia dan CEIC (2016)
  34. 34. Indonesian Economic Review and Outlook30 1. Exchange Market Pressure Index (EMPI): Tekanan pada pasar valuta asing cenderung meningkat pada September 2017 2. Banking Pressure Index: Tekanan di Sektor Perbankan Indonesia Menurun INDIKATOR KRISISINDIKATOR KRISIS F.F.
  35. 35. 31Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada foto: Alan (Vantage: Jakarta Street Photography)
  36. 36. Indonesian Economic Review and Outlook32 Exchange Market Pressure Index merupakan indikator yang menggambarkan kondisi terkini tekanan pada pasar valuta asing (valas) (gambar 30). ■ Indeks ini disusun dari komposit tiga variabel yaitu nilai tukar rupiah terhadap USD, cadangan devisa, dan suku bunga JIBOR. ■ Semua data dalam frekuensi bulanan dan telah dinormalisasi menggunakan metode yang diterapkan oleh Kaminsky, Lizondo, dan Reinhart (1998,1999). ■ Nilai indeks berada pada rentang skala 0 – 100, semakin mendekati 100 semakin besar tekanan yang diterima oleh pasar valas. ■ Adapun sebaliknya semakin mendekati 0, maka semakin kecil tekanan yang diterima oleh pasar valas. 1. EXCHANGE MARKET PRESSURE INDEX (EMPI): TEKANAN PADA PASAR VALUTA ASING CENDERUNG MENINGKAT PADA SEPTEMBER 2017 Gambar 30 Indeks Tekanan Pasar Valuta Asing, Juni 2001 – Juni 2017 (skala 0-100) Meskipun terjadi peningkatan tekanan namun pasar valas masih dalam kondisi aman Sumber: Bank Indonesia dan CEIC (2017, diolah) EMPI pada September 2017 tercatat sebesar 39,23 poin atau meningkat 2,71 poin dibandingkan bulan sebelumnya (gambar 30). ■ Peningkatan nilai EMPI ini mengindikasikan naiknya tekanan di pasar valuta asing. ■ Depresiasi rupiah terhadap dollar AS yang terjadi pada bulan September merupakan faktor utama yang mengakibatkan melemahnya rupiah. ■ Tren rupiah yang kembali ke nilai natural jangka panjangnya turut memengaruhi kenaikan EMPI. ■ Adapun depresiasi pada September lalu merupakan yang paling tinggi selama tahun 2017. ■ Meskipun EMPI pada September 2017 meningkat, namun kondisi ini masih relatif aman, sebab belum menembus ambang batas pertama yakni sebesar 63.19 poin. foto: youngadultmoney.com
  37. 37. 33Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada F. INDIKATOR KRISIS Pada Agustus 2017 BPI formula EMPI berada pada level 65,36 nilai indeks atau meningkat 10,38 poin m-t-m. (gambar 31). ■ Nilai BPI per Agustus 2017 ini masih relatif jauh dari ambang batas pertama—yakni sebesar 12,12 poin. ■ Hal ini menandaikan secara keseluruhan industri perbankan di Indonesia berada dalam kondisi yang sehat. ■ Meningkatnya rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio) serta rasio kredit lancar (liquidity asset ratio) menjadi faktor utama yang menyebabkan turunnya tekanan pada industri perbankan. ■ Meskipun berada dalam kondisi yang relatif aman, namun perlu diperhatikan pada bulan Agustus 2017 lalu terjadi kenaikan rasio kredit macet (non performing loan) sebesar 0,05 pp. 2. BANKING PRESSURE INDEX: TEKANAN DI SEKTOR PERBANKAN INDONESIA MENURUN Gambar 31 Indeks Tekanan Perbankan formula EMPI, 2014–2017 Sumber: BI dan CEIC (2017) Banking Pressure Index (BPI) adalah indikator yang menunjukkan tekanan yang terjadi di sektor perbankan. (gambar 31). ■ BPI dihitung dengan memperhitungkan tiga indikator di sektor perbankan, yakni Capital Adequacy Ratio (CAR), Nonperforming Loan (NPL), dan Liquidity Assets Ratio (LAR). ■ Seluruh data yang digunakan memiliki frekuensi bulanan dan diolah dengan menggunakan dua macam formula, yaitu formula yang mengacu pada perhitungan Exchange Market Pressure Index (EMPI) dan formula yang mengacu pada perhitungan Financial Stability Index (FSI). ■ Nilai indeks berada pada rentang 0 – 100, yang berarti bahwa semakin dekat nilai indeks ke angka 0 semakin besar tekanan yang terjadi di sektor perbankan, vice versa. foto: Christopher Sedgewick
  38. 38. Indonesian Economic Review and Outlook34 1. Harga sejumlah komoditas global meningkat 2. Secara umum negara-negara di dunia tumbuh dengan stabil. PERKEMBANGAN EKONOMI GLOBAL DAN HARGA KOMODITAS PERKEMBANGAN EKONOMI GLOBAL DAN HARGA KOMODITAS G.G.
  39. 39. 35Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada foto: Alan (Vantage: Jakarta Street Photography)
  40. 40. Indonesian Economic Review and Outlook36 Harga komoditas global meningkat pada kuartal ketiga (gambar 32). ■ Pada September 2017, indeks harga komoditas meningkat sebesar 2,25 persen q-t-q. ■ Peningkatan tersebut dipicu oleh kenaikan indeks harga energi sebesar 13,36 persen q-t-q serta indeks harga metal dan mineral sebesar 15,33 persen q-t-q. ■ Sementara itu, indeks harga agrikultur cenderung stabil dan hanya menurun sebesar 0,38 persen q-t-q. ■ Nilai indeks harga komoditas yang mengalami sedikit peningkatan pada Q3 2017 menandakan bahwa kinerja pasar komoditas dunia mulai mengalami perbaikan. Harga minyak mentah dunia meningkat tajam (gambar 33). ■ Pada September 2017, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate naik 3,75 persen m-t-m dan 10,32 persen q-t-q menjadi 49,83 USD/Barrel. ■ Sementara itu, harga minyak mentah jenis Brent juga naik 7,38 persen m-t-m dan 17,64 persen q-t-q menjadi 55,16 USD/Barrel. ■ Berdasarkan publikasi OPEC September 2017, permintaan minyak dunia meningkat 1,42 juta barel per hari dibandingkan dengan publikasi bulan sebelumnya. ■ Pasokan minyak dunia turun 0,41 juta barel pada bulan Agustus menjadi rata-rata 96,75 juta barel ber hari. ■ Harga minyak diperkirakan terus meningkat menyusul pemotongan produksi oleh OPEC dan ketegangan geopolitik global. Harga batu bara dunia terus meningkat (gambar 33). ■ Harga batu bara dunia berada pada level tertinggi dalam delapan bulan terakhir. ■ Pada September 2017, harga batu bara dunia meningkat 0,98 persen m-t-m, 19,66 persen q-t-q, dan 32,88 persen y-o-y menjadi 96,87 USD/Metric Ton. ■ Peningkatan ini terjadi karena adanya penurunan pasokan batu bara dari Australia ke pasar dunia akibat aksi demonstrasi di tambang New Castle, Australia. ■ Sementara itu, volume impor batu bara China meningkat 13,7 persen y-o-y mencapai 204,85 juta ton pada Januari-September 2017. Indonesian Economic Review and Outlook36 1. HARGA SEJUMLAH KOMODITAS GLOBAL MENINGKAT Gambar 33 Grafik Harga Batubara dan Minyak Mentah Jenis Brent dan West Texas Intermediate, September 2012-2017 Harga minyak dunia dan batu bara meningkat cukup tajam Sumber: Bank Dunia (2017) Gambar 32 Indeks Komoditas, September 2012-2017 Harga komoditas global naik pada kuartal ketiga Sumber: Bloomberg dan Bank Dunia (2017)
  41. 41. 37Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada Gambar 34 Harga Tembaga, Timah, Nikel dan Bijih Besi, September 2012-2017 Mayoritas harga logam meningkat Sumber: Bank Dunia (2017) Harga logam yang meningkat paling tajam adalah nikel (gambar 34). ■ Pada September 2017, harga nikel menembus level tertingginya sejak November 2016. ■ Harga nikel naik 2,99 persen m-t-m dan 25,57 persen q-t-q menjadi 11.215,79 USD/Metric Ton. ■ Adanya ketidakpastian pasokan nikel di Filipina memperkuat harga nikel. ■ Produksi nikel dunia mengalami defisit pada Januari-Mei 2017 sebesar 54.300 ton (WBMS, 2017). ■ Di sisi lain, permintaan nikel di China meningkat seiring dengan meningkatnya produksi stainless steel di China. ■ China melarang beberapa aktivitas konstruksi proyek selama musim dingin 2017. Harga timah menunjukkan tren peningkatan (gambar 34). ■ Pada September 2017, harga timah meningkat 1,34 persen m-t-m, 5,78 persen q-t-q dan 6,65 persen y-o-y menjadi 20.796,62 USD/Metrik Ton. ■ Permintaan timah meningkat seiring dengan membaiknya perekonomian dunia, terutama di negara industri produsen produk elektronik. Gangguan produksi tambang tembaga di Escondida, Chile dan Grasberg, Indonesia mendorong tren penguatan harga tembaga (gambar 34). ■ Pada September 2017, harga tembaga menyentuh level tertingginya dalam tiga tahun terakhir. ■ Harga tembaga meningkat 1,41 persen m-t-m, 14,99 persen q-t-q dan 39,28 persen y-o-y menjadi 6.577,17 USD/Metrik Ton. ■ Peningkatan harga tersebut terjadi seiring dengan defisitnya pasokan tembaga global. ■ Aksi pemogokan kerja kerap terjadi di perusahaan tambang tembaga Econdida, Chile dan Grasberg, Indonesia. ■ Permintaan tembaga dari China mulai meningkat seiring dengan peningkatan belanja infrastukturnya. Harga bijih besi menurun dibandingkan bulan sebelumnya tetapi, meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya (gambar 34). ■ Pada September 2017, harga bijih besi turun sebesar 5,97 persen m-t-m dan 20,02 persen y-t-d menjadi 71,53 USD/Dry Metric Ton. ■ Surplus produksi bijih besi membengkak hingga 118 juta ton di 2017 (Bloomberg, 2017). ■ Berlebihnya pasokan berasal dari sejumlah negara produsen utama seperti Brazil, Australia, China, dan India. ■ Di sisi lain, harga bijih besi menguat 24,44 persen q-t-q seiring dengan realisasi larangan impor tembaga daur ulang dan peningkatan belanja infrastruktur di China. Mayoritas harga logam meningkat (gambar 34). ■ Pada September 2017, secara q-t-q, harga tembaga, timah, bijih besi dan nikel meningkat. ■ Meskipun demikian secara m-t-m, harga bijih besi menurun disaat harga tembaga, timah dan nikel meningkat. ■ Peningkatan harga logam pada Q3 2017 dapat dikaitkan dengan meningkatnya permintaan logam dari China seiring dengan peningkatan belanja infrastruktur. ■ Namun, terdapat gangguan produksi pada beberapa komoditas logam yang mengakibatkan defisitnya logam tersebut di pasar dunia. G. PERKEMBANGAN EKONOMI GLOBAL DAN HARGA KOMODITAS 37Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada
  42. 42. Indonesian Economic Review and Outlook38 Harga gandum kembali meningkat (gambar 35). ■ Pada September 2017, harga gandum kembali meningkat sebesar 4,29 persen m-t-m menjadi 178,57 USD/Metric Ton. ■ Peningkatan kembali harga gandum terjadi karena adanya penurunan output di Amerika Serikat sebesar 47 persen y-o-y menjadi hanya 55 juta gantang. ■ Produksi gandum di Australia menurun disebabkan oleh cuaca kering di wilayah timur Australia. ■ Total konsumsi gandum dunia diproyeksikan meningkat terutama di India, Uni Eropa, dan Rusia. ■ Di sisi lain, harga gandum dunia yang sempat turun 15,42 persen m-t-m pada Agustus 2017 terjadi karena peningkatan proyeksi produksi di laut hitam. Harga jagung mulai menunjukkan tren penurunan (gambar 35). ■ Pada September 2017, harga jagung menurun 0,81 persen m-t-m, 6,75 persen q-t-q dan 9,57 persen y-t-d menjadi 147,29 USD/ Metric Ton. ■ Penurunan harga jagung terjadi karena berlanjutnya peningkatan persediaan jagung menuju level yang tertinggi dalam tiga dekade terakhir (USDA, 2017). ■ Peningkatan ekspor jagung yang terjadi di Meksiko dan Argentina mampu mengimbangi penurunan ekspor di Rusia dan Ukraina. ■ Permintaan jagung untuk kegiatan Industri di China diperkiran akan meningkat selama periode 2017-2018. Indonesian Economic Review and Outlook38 G. PERKEMBANGAN EKONOMI GLOBAL DAN HARGA KOMODITAS Gambar 35 Harga Jagung, Beras, dan Gandum, September 2012-2017 Harga beras, dan gandum meningkat, jagung sedikit menurun Sumber: Bank Dunia 2017 Harga beras kembali meningkat (gambar 35). ■ Pada September 2017, harga beras naik 2,29 persen m-t-m menjadi 402 USD/Metric Ton. ■ Produksi beras global diperkirakan menurun sebesar 3 juta ton dari tahun lalu menjadi 483,4 juta ton pada 2017/2018 (USDA, 2017). ■ Hal ini terjadi karena adanya gangguan produksi di China, Bangladesh, dan Amerika Serikat. ■ Konsumsi beras global pada 2017/2018 mencapai 480,2 juta ton. ■ Di sisi lain, harga beras dunia yang sempat turun 5,75 persen m-t-m pada Agustus 2017 terjadi karena peningkatan perkiraan tertinggi produksi beras global (FAO, 2017). Gambar 36 Harga Kedelai, Gula dan Sawit, September 2012 -2017 Kedelai, gula dan minyak kelapa sawit menurun. Sumber: Bank Dunia (2017) Harga minyak sawit kembali menunjukkan tren peningkatan (gambar 36). ■ Pada September 2017, harga minyak sawit meningkat 7,42 persen m-t-m dan 6,94 persen q-t-q menjadi 724 USD/ Metric Ton. ■ Adanya kenaikan harga minyak sawit disebabkan oleh meningkatnya permintaan dari China dan India. ■ Selain itu, kenaikan harga minyak sawit juga dipicu oleh potensi kekeringan lahan kedelai di Amerika Serikat (AS) karena kedelai merupakan produk substitusi dari CPO. ■ Tingkat curah hujan yang mulai tinggi di kawasan Asia Tenggara juga turut meningkatkan harga minyak sawit karena mengantisipasi risiko banjir. ■ Produksi minyak sawit di Indonesia akan tumbuh 11,2% menjadi 35,71 juta ton sedangkan, produksi Malaysia naik 13,2% menjadi 19,6 juta ton pada 2017 (Bisnis, 2017).
  43. 43. 39Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada Harga kedelai sedikit meningkat (gambar 36). ■ Harga kedelai meningkat 1,79 persen m-t-m dan 4,47 persen q-t-q menjadi 380 USD/Metric Ton Pada September 2017. ■ Produksi kedelai di Brazil turun sebesar 7 juta ton menjadi 107,1 juta ton. ■ Kondisi cuaca kering yang melanda Brazil menghambat produksi kedelai. ■ Produksi kedelai global diproyeksikan turun 0,6 juta ton menjadi 347,9 juta (USDA, 2017). Harga gula menurun cukup tajam (gambar 36). ■ Pada September 2017, harga gula turun 5,97 persen m-t-m, 1,53 persen q-t-q dan 38,29 persen y-o-y menjadi 13,54 US cents/ Pound. ■ Produksi gula dunia pada 2017/2018 diprediksi meningkat 5,5 persen y-o-y menjadi 179,5 juta ton. ■ Penurunan harga gula terjadi karena kenaikan surplus global sebesar 5,3 juta ton. ■ Tingkat curah hujan yang menguntunngkan di wilayah India telah mencegah penurunan besar pada musim panen ini. ■ Selain itu, penurunan harga gula juga disebabkan penghapusan kuota produksi gula oleh Uni Eropa. ■ Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) memperkirakan bahwa produksi gula Uni Eropa akan meningkat 4,3 juta ton menjadi 18,6 juta ton pada 2017/2018. G. PERKEMBANGAN EKONOMI GLOBAL DAN HARGA KOMODITAS 39Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada Gambar 37 Harga Coklat dan Kopi, September 2012- 2017 Harga coklat meningkat, kopi turun Sumber: Bank Dunia (2017) Harga coklat mulai mengalami sedikit perbaikan (gambar 37). ■ Pada September 2017, harga coklat meningkat 2,74 persen m-t-m, 2,23 persen q-t-q menjadi 2.043 USD/Metric Ton. ■ Produksi coklat di Pantai Gading diperkirakan menurun 10 persen y-o-y pada Oktober 2017-Maret 2018 (Reuters, 2017). ■ Penurunan harga yang terjadi sejak tahun lalu, diperkirakan akan mendorong permintaan cokelat. ■ Permintaan coklat global diproyeksikan naik 1,6 persen y-o-y selama 2017/2018. Harga kopi menunjukkan tren penurunan (gambar 37). ■ Pada September 2017, harga kopi turun 2,84 persen m-t-m, 12,41 persen q-t-q dan 29,22 persen y-o-y menjadi 126,21 US cents/ Pound. ■ Produksi kopi dunia meningkat 1,5 persen y-o-y menjadi 7,23 juta ton pada 2016/2017 ■ Pasokan kopi dunia mengalami surplus sebesar 0,6 juta ton. ■ Tingkat ekspor kopi arabika di pasar global naik 9 persen y-o-y mencapai 3,37 juta ton dalam 11 bulan pertama pada 2016/2017 (ICO, 2017).
  44. 44. Indonesian Economic Review and Outlook40 Negara maju tumbuh stabil (tabel 5). ■ Amerika Serikat pada kuartal II-2017 tumbuh 2,21 persen—lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal I maupun dibandingkan rata-rata 2016. ■ Output gap sebesar 0,01 persen mengindikasikan kondisi perekonomian AS yang seimbang/sama dengan level naturalnya ■ Negara-negara Uni Eropa (UE) tumbuh sebesar 2,4 persen pada kuartal II-2017, lebih rendah 0,25 pp dibandingkan kuartal I-2017. ■ Relatif tingginya output gap UE (nyaris satu persen), menjadi indikasi untuk berhati- hati akan bahaya overheating—meskipun masih dalam batas yang sangat wajar. Beberapa negara berkembang tumbuh stagnan (tabel 5). ■ Raksasa Asia, Tiongkok tumbuh 6,9 persen pada kuartal II-2017 lalu, pertumbuhan ini tidak mengalami perubahan dibandingkan kuartal I-2017. ■ Pertumbuhan Tiongkok n ini lebih tinggi dibandingkan ekspektasi para ahli (6,8 persen) dan rata-rata tahun 2016 (6,73 persen). ■ Setelah hampir 3 tahun mengalami pertumbuhan negatif, pada kuartal II-2017 Brasil berhasil tumbuh positif 0,23 persen. ■ Keluar dari resesi tidak berarti Brasil bebas dari pekerjaan rumah, data output gap menunjukkan Brasil masih berada 0,58 persen dibawah tingkat perekonomian naturalnya. ■ Adapun India tumbuh sebesar 5,72 persen pada kuartal II-2017—lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya maupun rata- rata pertumbuhan tahun 2016. ■ Demonetisasi yang dilakukan oleh India menjadi salah satu faktor yang memperlambat pertumbuhan India. Indonesian Economic Review and Outlook40 2. SECARA UMUM NEGARA - NEGARA DI DUNIA TUMBUH DENGAN STABIL Tabel 5 Pertumbuhan Ekonomi Riil Kuartal II-2016 – Kuartal II-2017 (% y-o-y) Negara maju tumbuh positif, pertumbuhan negara berkembang bervariatif. Catatan: Kawasan Uni Eropa mencakup 28 negara yaitu Belanda, Belgia, Italia, Jerman, Luksemburg, Perancis, Britania Raya, Denmark, Irlandia, Yunani, Portugal, Spanyol, Austria, Finlandia, Swedia, Republik Ceko, Estonia, Hongaria, Latvia, Lituania, Malta, Polandia, Siprus, Slovenia, Slowakia, Bulgaria, Rumania, dan Kroasia. Sumber: CEIC (2017) ■ Adapun Jepang tumbuh 1,55 persen pada kuartal II- 2017, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kuartal sebelumnya maupun rata-rata pertumbuhan tahun 2016. ■ Inggris merupakan satu-satunya negara maju dalam observasi yang tumbuh lebih rendah baik jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya maupun dibandingkan dengan rata-rata 2016. ■ Indikator output gap juga menunjukkan bahwa Inggris tumbuh 0,25 persen dibawah performa yang seharusnya. ■ Proses brexit talks yang masih berlangsung menciptakan ketidakpastian yang kemudian berpengaruh buruk terhadap perekonomian Inggris. foto: UN Headquarter merayakan program Sustainable Development.
  45. 45. 41Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada 41Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada
  46. 46. Indonesian Economic Review and Outlook42 1. GAMA Leading Economic Indicator (GAMA LEI) 2. Outlook: APBN 2018, belanja infrastruktur dan investasi swasta GAMA LEADING ECONOMIC INDICATOR DAN OUTLOOK GAMA LEADING ECONOMIC INDICATOR DAN OUTLOOK H.H.
  47. 47. 43Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Madafoto: Tsuyashirou
  48. 48. Indonesian Economic Review and Outlook44 GAMA Leading Economic Indicator (GAMA LEI) adalah model early warning system untuk memperkirakan arah pergerakan siklus ekonomi Indonesia satu kuartal ke depan. ■ Outlook atas perekonomian didapatkan dengan membandingkan indeks komposit GAMA LEI dengan pergerakan siklus ekonomi. ■ Indeks GAMA LEI dikonstruksi dengan menggabungkan berbagai variabel makroekonomi yang cenderung bergerak searah dan mendahului siklus ekonomi. ■ Gambaran kondisi perekonomian pada Kuartal III-2017 akan tercermin pada indeks GAMA LEI Kuartal II-2017 dan sebelumnya. ■ Akan tetapi, harap dicermati bahwa kondisi perekonomian dapat berubah sewaktu-waktu. ■ Tim Mandiri Macroeconomic Dashboard terus menyempurnakan metode penyusunan indeks komposit GAMA LEI untuk mendapatkan outlook yang semakin akurat. 1. GAMA LEADING ECONOMIC INDICATOR (GAMA LEI) Nilai indeks GAMA LEI menunjukkan kecenderungan perbaikan siklus ekonomi (PDB) Indonesia. ■ Nilai indeks yang berada di atas 100 menunjukkan kondisi baik atau prospektif sedangkan nilai indkes yang berada di bawah 100 menunjukkan kondisi kurang baik atau depresi. ■ Nilai indeks GAMA LEI pada Kuartal II-2017 adalah 101.08 poin, menunjukkan kondisi prospektif. Indikasi perbaikan siklus perekonomian Indonesia didasarkan pada perkembangan perekonomian domestik dan global selama terkini. ■ Pertumbuhan investasi serta belanja pemerintah yang tinggi pada Kuartal II-2017 diperkirakan akan berlanjut hingga Kuartal III-2017. ■ Konsumsi diperkirakan akan membaik didukung oleh sentimen konsumen serta indikator penjualan bulanan yang meningkat. ■ Membaiknya perekonomian Uni Eropa, Amerika Serikat, serta Tiongkok mengindikasikan kenaikan permintaan global yang semakin kuat. ■ Perlu diwaspadai isu penurunan konsumsi rumah tangga serta penurunan ekspor produk manufaktur yang dapat menurunkan outlook perekonomian Indonesia pada Kuartal III-2017. Gambar 38 GAMA Leading Economic Indicator GAMA LEI Menunjukkan Kecenderungan Perbaikan Siklus Bisnis Indonesia Sumber: Estimasi Tim Mandiri Macroeconomic Dashboard (2017) Indeks GAMA LEI merupakan gabungan uraian komponen siklikal atas variabel-variabel makroekonomi yang bergerak mendahului siklus bisnis (leading indicator) ■ Berbagai variabel makro yang secara teoretis memenuhi syarat sebagai leading indicator seperti penjualan mobil, real effective exchange rate, konsumsi semen, dan realisasi investasi diuji secara statistik sifat pergerakannya terhadap siklus PDB. ■ Variabel (1) indeks tendensi bisnis, (2) jumlah wisatawan asing, (3) realisasi investasi, (4) M2, (5) real effective exchange rate, dan (6) cadangan devisa yang menyusun GAMA LEI edisi Kuartal III-2017 ini. ■ Masing-masing komponen penyusun dibobot berdasarkan distribusi pengaruhnya terhadap nilai variabel siklus PDB.
  49. 49. 45Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada 2. OUTLOOK: APBN 2018, BELANJA INFRASTRUKTUR DAN INVESTASI SWASTA The heart of any government is found in its budget - Jeffrey D. Sachs Pemerintah memiliki peran penting di dalam perekonomian. Partisipasi pemerintah di dalam perekonomian suatu negara terlihat melalui pengeluarannya. Oleh karenanya, belanja pemerintah dapat dilihat sebagai bentuk nyata dari fokus dan komitmen pemerintah terhadap perekonomian suatu negara. Bagaimana dengan Indonesia? Fokus dan komitmen nyata pemerintah Indonesia terhadap perekonomian nasional dapat terlihat dalam APBN. Outlook IERO kali ini akan membahas mengenai RAPBN 2018 dan fokusnya terhadap infrastruktur. Adapun Outlook IERO ini terbagi dalam tiga bagian (1) Sekilas APBN dan Fokusnya (2) Infrastruktur: Menilik Kebutuhan dan Outlook Belanja Infrastruktur dan (3) Kredibilitas Anggaran dan Risiko Fiskal. Melihat data historis selama sepuluh tahun terakhir (2006-2016), setidaknya terdapat tiga karakteristik utama dari APBN (1) defisit yang terjadi secara berkelanjutan, (2) penerimaan pajak yang belum optimal, dan (3) fokus anggaran pada peningkatan kesejahteraan. Defisit merupakan kondisi yang wajar terjadi dalam suatu perekonomian. Secara garis besar terdapat dua tujuan utama defisit pemerintah: pertama to fine tune the economy dan kedua meningkatkan kapabilitas konsumsi pemerintah—yang kemudian meningkatkan kapabilitas pemerintah sebagai agent of development. I. Sekilas APBN dan Fokusnya han pajak (sebesar 29,4 persen pada 2015) menyebabkan inoptimalitas penerimaan pajak. Hal ini juga tercermin lewat rendahnya penerimaan pajak dibandingkan dengan PDB nasional (rata-rata selama sepuluh tahun terakhir yakni sebesar 11,2 persen). Apabila dilihat dari sisi pengeluaran (expenditure side) besarnya defisit pengeluaran pemerintah disebabkan oleh besarnya alokasi pengeluaran pemerintah untuk peningkatan kesejahteraan (karakteristik 3). Secara rata-rata selama periode 2010-2016 pemerintah mengalokasikan 18,8 persen dari anggaran untuk subsidi , dengan persentasi tertinggi pada tahun 2011 yakni sebesar 23.2 persen. Anggaran subsidi mendapatkan alokasi kedua tertinggi setelah regional transfer. Mayoritas subsidi yang diberikan oleh pemerintah dialokasikan untuk konsumsi energi (gambar 40), tujuannya adalah stabilitas harga pada level mikro. Pengendalian harga menjadi penting mengingat sirkumstansi perekonomian global yang kala itu dirundung ketidakpastian—akibat krisis 2007 dan 2008 dan perlambatan ekonomi global yang mengikuti setelahnya. Inflasi yang rendah me- mastikan daya beli penduduk tetap terjaga, sehingga perekonomian tidak mengalami kontraksi. Selain itu, inflasi yang terjaga juga penting untuk memastikan arus investasi masuk ke Indonesia. Gambar 39 Perkembangan Defisit Belanja Negara Sumber: CEIC (2017) Selama 2006 hingga 2016, secara rata-rata defisit APBN tercatat sebesar Rp 136 triliun—atau secara rata-rata sebesar 1,34 persen terhadap PDB. Indikator ini menunjukkan kondisi defisit anggaran pemerintah yang masih relatif aman (Undang- Undang mewajibkan defisit anggaran tidak melebihi 3 persen PDB). Meskipun berada dalam kondisi yang relatif aman, namun pemerintah perlu mewaspadai tren defisit yang mengalami kecenderungan meningkat (gambar 39) selama lima tahun terakhir—dengan pertumbuhan defisit compounded mencapai 32 persen, hal ini sangat perlu diwaspadai. Tren peningkatan defisit salah satunya diakibatkan oleh penerimaan pajak yang belum optimal (karakteristik 2). Realisasi penerimaan pajak selalu berada dibawah target yang telah ditetapkan dalam APBN, menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya defisit belanja negara. Rendahnya tingkat kepatu-
  50. 50. Indonesian Economic Review and Outlook46 Beberapa tahun ke belakang, Indonesia dan negara-negara Asia Pasifik lainnya memasuki “masa tenang”. Goncangan-goncangan besar eksternal serta internal yang menghampiri perekonomian Indonesia pada 2008, 2011, serta shock peralihan fokus kebijakan ekonomi awal pemerintahan Jokowi mulai surut—walaupun “masa tenang” ini masih diwarnai peningkatan ketidakpastian siklus bisnis akibat perkembangan kondisi geopolitik global. Kondisi ini merupakan momentum yang tepat untuk kembali memikirkan kembali isu jangka panjang, termasuk pembangunan infrastruktur. Ketersediaan infrastruktur masih menjadi penghalang yang cukup besar bagi sisi supply perekonomian Indonesia.Dampaknya, pertumbuhan ekonomi menjadi sluggish karena besarnya disinsentif swasta untuk berinvestasi. Maka dari itu, infrastruktur dapat dilihat sebagai “kunci pendorong” atas pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa yang akan datang karena dapat menanggulangi bottleneck di sisi penawaran perekonomian (PwC, 2016). Bottleneck sisi supply terjadi akibat aktivitas produksi yang terhambat kualitas infrastruktur. Berdasarakan survei World Economic Forum, kalangan bisnis banyak mengeluhkan kondisi infrastruktur Indonesia sebagai faktor penghambat aktivitas bisnis terbesar ketiga setelah korupsi dan birokrasi (WEF: 2016, lihat gambar 42). Melihat peringkat Indonesia dibandingkan seluruh negara, terlihat bahwa kualitas infrastruktur total Indonesia masih belum cukup memadai karena menempati posisi ranking ke-80 dunia (tabel 7). Ketersediaan infrastruktur yang terbatas serta hadirnya momentum yang tepat inilah kemudian menjadi motivasi utama pemerintah menggenjot percepatan pembangunan infrastruktur ini. II. Fokus urgensi dan timing sudah tepat, realisasi perlu digenjot lagi Gambar 41 Faktor Penghambat Kelancaran Berbisnis Indonesia Sumber: Global Competitiveness Report 2016-2017, World Economic Forum (2017); diolah Tabel 5 Rangking Komponen Infrastruktur dalam Global Competitiveness Index 2016-2017 Sumber: Global Competitiveness Report 2016-2017, World Economic Forum (2017); diolah Gambar 40 Perkembangan Pengeluaran Subsidi Pemerintah Sumber: CEIC (2017) Pasca 2014, struktur belanja pemerintah mengalami perubah- an drastis. Turunnya permintaan global atas komoditas energi berdampak pada rendahnya harga minyak dunia. Implikasinya, pengeluaran pemerintah untuk subsidi energi dapat dipang- kas. Hal ini kemudian memberi ruang fiskal bagi pemerintah untuk pengembangan infrastruktur. Gambar 41 menunjukkan pasca 2014 pengeluaran pemerintah untuk subsidi mengalami penurunan, diikuti dengan peningkatkan pengeluaran pemerintah dalam sektor infrastruktur. Tren pembangunan infrastruktur oleh pemerintah diproyeksikan akan terus berlanjut pada tahun 2018. Pemerintah sendiri men- ganggarkan Rp 409 triliun atau 18,6 persen dari belanjanya untuk infrastruktur pada tahun 2018. Harapannya peningkatkan ang- garan ini dapat mempercepat pembangunan infrastruktur serta menjadi sinyal positif bagi pasar untuk meningkatkan konsumsin- ya (crowding-in).
  51. 51. 47Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada Demi memenuhi komitmennya, pemerintah telah menetapkan target pembangunan infrastruktur. Meskipun beberapa target pembangunan infrastruktur yang dipatok pemerintah dalam RPJMN 2015-2019 tergolong cukup ambisius (lihat Tabel 3). Akan tetapi, ditilik dari manfaatnya, serangkaian target-target tersebut mampu menjawab sebagian besar keluhan dunia bisnis akan keadaan infrastruktur Indonesia: kelistrikan, jaringan informasi, serta konektivitas fisik. Hal ini juga untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dari negara-negara Asia-Pasifik lainnya. Sebagai contoh, konsumsi listrik perkapita Malaysia sudah mencapai 4.500 kWh/jiwa dan memiliki 1.821 Km jalan tol. Dampaknya, di Malaysia infrastruktur sudah tidak lagi menjadi hambatan utama bagi kegiatan bisnis (WEF, 2016). Tabel 6 Serangkaian target dan realisasi pembangunan infrastruktur Indonesia 2015-2019 Sumber: RPJMN 2015-2019, Statistik Perhubungan 2016, Statistik Ketenagalistrikan 2016 (diolah) Estimasi dari ADB menunjukkan bahwa Indonesia membutuhkan investasi rata-rata per tahun senilai 5,5 hingga 6 persen dari PDB tahunan Indonesia hingga tahun 2030. Pemerintah Indonesia justru telah menentukan target investasi infrastruktur yang lebih besar lagi. Hingga tahun 2019, ditargetkan akan ada investasi infrastruktur senilai Rp5.519 triliun atau setara dengan 7,2 persen PDB tahunan Indonesia. Kebutuhan pembangunan tersebut ditargetkan untuk dipenuhi oleh pemerintah secara langsung sebesar 50 persen, 19 persen dari BUMN, serta 31 persen dari swasta. Pengalihan beban pembangunan infrastruktur serta belanja modal dari APBN ke BUMN serta swasta dapat mempercepat pencapaian pembangunan mengingat kapasitas fiskal APBN yang cukup terbatas. Namun, di balik target yang cukup ambisius, outlook atas rencana pembangunan infrastruktur tersebut kurang optimis. Estimasi PwC (2015) menyebutkan bahwa pembelanjaan infrastruktur total pada tahun 2019 akan 19 persen lebih rendah daripada targetnya. Hal ini diakibatkan oleh realisasi pembelanjaan investasi infrastruktur yang selalu lebih rendah daripada anggaran, serta berbagai halangan dari sisi birokrasi, proses perolehan lahan, serta bottleneck dari skill sektor infrastruktur. Di sisi inilah Indonesia perlu berbenah untuk melancarkan proses pembangunan infrastruktur. III. Postur APBN-2018: Cerminan Fokus Pembangunan Infrastruktur? Apakah fokus pembangunan infrastruktur telah tercermin dalam RAPBN 2018? Pemerintah telah berupaya untuk melakukan reformasi struktural pada pos belanja yang bersifat mandatory, yaitu infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Sejak 2015, pemerintah mulai mendorong peningkatan kualitas belanja negara dengan mengalihkan anggaran subsidi energi kepada belanja infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Dibandingkan APBN 2015, nilai anggaran infrastruktur RAPBN 2018 telah meningkat 51,27 persen dengan porsi dari seluruh anggaran sebesar 18,55 persen atau sebesar Rp409 triliun. Dari keseluruhan anggaran infrastruktur pada RAPBN 2018, Rp395,1 triliun adalah untuk infrastruktur ekonomi, Rp9 triliun untuk infrastruktur sosial,s erta Rp4,9 triliun untuk dukungan infrastuktur. Anggaran infrastruktur pada RAPBN 2018 secara umum berbentuk anggaran K/L bidang infrastruktur, DAK bidang Gambar 42 Anggaran Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur, dan Subsidi Energi 2013-2018 Sumber: Kementerian Keuangan, 2017 (diolah) h. GAMA LEI DAN OUTLOOK infrastruktur, dan investasi pemerintah untuk infrastruktur, terutama terkait dengan pengadaan tanah oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (Kementerian Keuangan, 2017).Anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Kementerian Perhubungan masing-masing meningkat 2,66 persen dan 8,33 persen dari APBNP 2017. Peningkatan anggaran tersebut digunakan untuk mencapai sasaran prioritas pembangunan di bidang infrastruktur dan konektivitas.
  52. 52. Indonesian Economic Review and Outlook48 Salah satu tujuan pemerintahan kini adalah membangun infrastruktur dari daerah. Hal ini tercermin dari peningkatan belanja infrastruktur ekonomi yang menggunakan transfer daerah dan dana desa dari 2015 – 2017. Pada RAPBN 2018, pemerintah mengalokasikan belanja infrastruktur melalui transfer daerah dan dana desa sebesar Rp182,8 triliun atau 31,5 persen dari total keseluruhan anggaran infrastruktur, merupakan peningkatan yang tajam sebesar 105 persen dibandingkan APBN-P 2016. Secara umum, perhatian dan komitmen pemerintah Indonesia dalam merealisasikan pembangunan infrastruktur sudah cukup tercermin dalam RAPBN 2018. Akan tetapi, perlu diingat bahwa anggaran pemerintah memiliki daya dukung yang terbatas untuk merealisasi seluruh kebutuhan pembangunan infrastruktur Indonesia. Peranan swasta juga masih cukup terbatas mengingat secara bisnis, sisi viabilitas serta profitabilitas sejumlah proyek infrastruktur—terutama yang bersifat perintis dan besar— seringkali kurang menarik. Akan tetapi, pemerintah telah mempersiapkan sejumlah upaya untuk mengikutsertakan swasta dalam bentuk sejumlah payung regulasi serta fasilitas kemudahan. Beberapa bentuk reformasi tersebut ada pada penyederhanaan proses penanaman modal oleh BKPM, pembukaan beberapa daftar negatif investasi (DNI), serta program viability gap fund atau dana dukungan tunai. Selain itu, melihat bahwa telah ada beberapa proyek pembangunan yang sedang bergulir dan mendekati selesai, memunculkan harapan bahwa beberapa bottleneck yang selalu “mengekang” perekonomian Indonesia perlahan-lahan mulai terlepas. Pasca 20141 , pemerintah menjadikkan APBN sebagai instrumen untuk mengejar ketertinggalan pembangunan infrastruktur. Tujuannya sangat jelas; meningkatkan potensi perekonomian Indonesia dalam jangka panjang. Lalu bagaimana sektor swasta menyikapi komitmen pemerintah ini? IV. Kredibilitas Anggaran dan Risiko Fiskal Gambar 43 Investasi Swasta dan Pengeluaran Pemerintah Sumber: CEIC (2017) Hasil observasi pada data historis menunjukkan pergerakan positif yang beriringan antara belanja negara riil dan investasi swasta riil (gambar 44) dengan pangsa (share) investasi swasta lebih besar dibandingkan pengeluaran pemerintah (rata-rata pangsa pengeluaran pemerintah riil dibandingkan investasi swasta riil selama 2000 hingga 2016 tercatat sebesar 28,8 persen). Besaran pengeluaran pemerintah ini relatif berkelanjutan dibandingkan negara-negara berkembang lainnya (tabel 8)—menurut paham neo-klasik sebaiknya pengeluaran pemerintah tidak besar. Tabel 7 Anggaran Infrastruktur, 2015-2018 (dalam Rp Triliun) Sumber: Kementerian Keuangan, 2015-2017 (diolah) 1 Tulisan ini akan membedakan perkembangan investasi dan infrastruktur berdasarkan dua kategori yakni sebelum 2014 dan sesudah 2014.
  53. 53. 49Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada Tabel 8 Persentase Pembentukan Modal Tetap Bruto dibandingkan Pengeluaran Negara pada Beberapa Negara Berkembang, 2010-2017 (dalam persen) Sumber: CEIC (2017) Sebelum tahun 2014 pengeluaran pemerintah untuk infrastruktur relatif kecil—secara rata-rata selama tahun 2005 hingga 2014 pemerintah mengalokasikan Rp 95,1 triliun untuk infrastruktur. Pada era yang sama rata-rata pembentukan modal tetap bruto (PMTB) tercatat sebesar Rp 1.961 triliun. Pasca 2014, anggaran belanja infrastruktur melonjak tajam—secara rata-rata selama 2015-2016 anggaran infrastruktur tercatat sebesar Rp 3.911 triliun rupiah. Adapun pembentukan modal tetap bruto pada tahun 2015-2016 tercatat sebesar Rp 3.911 triliun rupiah (gambar 45). Selain pembentukan modal tetap bruto, indikator lainnya yang digunakan untuk melihat perkembangan investasi adalah investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI). Pada tahun 2005 hingga 2014, rata-rata FDI tercatat sebesar US$ 8.050 juta, sedangkan pasca 2014 rata-rata FDI tercatat sebesar US$ 13.323 juta (gambar 45). Hasil kalkulasi tim MacDash juga menunjukkan tingginya korelasi antara pengeluaran pemerintah pada sektor infrastruktur dengan PMTB dan FDI2 . Apakah dapat disimpulkan bahwa investasi pemerintah pada sektor infrastruktur berdampak positif terhadap investasi swasta pasca 2014? Terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa kenaikan pengeluaran pemerintah pada bidang infrastrutktur berpengaruh positif terhadap investasi swasta. Akan tetapi perlu dicatat bahwa pembangunan infrastruktur diperlukan untuk menjaga momentum tren positif investasi swasta. Harapannya sektor swasta dapat melihat sinyal positif yang diberikan oleh pemerintah, sehingga kedepannya tren positif investasi swasta dapat terus terjaga. Selain itu, pembangunan infrastruktur merupakan salah satu kondisi cukup (necesarry condition) dalam usaha meningkatakan potensi perekonomian Indonesia dalam jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi yang relatif rendah selama (medicore economic growth) selama beberapa tahun terakhir merupakan bukti implikasi nyata dari rendahnya investasi infrastruktur selama ini. Pembangunan infrastruktur oleh pemerintah diproyeksikan mampu membuka kunci bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Respon positif dari pasar terhadap APBN merupakan hal yang penting untuk memastikan keberlangsungan pembangunan infrastruktur. Akan tetapi terdapat beberapa faktor yang menurunkan kredibilitas APBN sebagai komitmen pemerintah. Ketidakmampuan pemerintah untuk memenuhi pengeluarannya menjadi salah satu faktor yang menurunkan kredibilitas anggaran. Selama beberapa tahun terakhir, terdapat tren penurunan pencapaian target pengeluaran pemerintah. Para aktor perekonomian dapat melihat deviasi pengeluaran ini dalam dua sudut pandang; 1) Inkapabilitas pemerintah untuk memenuhi komitmennya atau 2) meningkatkan efisiensi pemerintah. Apabila pasar menangkap missmatch pengeluaran pemerintah sebagai inkapabilitas maka konsekuensinya kredibilitas pengeluaran pemerintah mengalami penurunan. Sumber: CEIC (2017) h. GAMA LEI DAN OUTLOOK Sumber: CEIC (2017) Gambar 44 Pengeluaran Pemerintah untuk Infrastruktur dibandingkan dengan PMTB dan Investasi Langsung Asing 2 Hasil kalkulasi menunjukkan korelasi antara investasi dengan PMTB dan FDI berturut-turut sebesar 0,75 dan 0,92
  54. 54. Indonesian Economic Review and Outlook50 Selain menjaga kredibilitas anggaran, faktor lainnya yang perlu diperhatikan oleh pemerintah adalah menjaga risiko fiskal. Salah satu sumber utama risiko fiskal terdapat pada perubahan asumsi dasar perekonomian yang telah ditetapkan dalam APBN. Tabel 10 menunjukkan beberapa asumsi perekonomian dalam APBN dan perubahannya. Terlihat beberapa asumsi meleset jauh dari target (seperti inflasi pada tahun 2014 serta, pertumbuhan ekonomi dan nilai tukar pada tahun 2015). Deviasi ini kemudian menjadi salah satu risiko utama yang memengaruhi efektivitas belanja negara. Perancangan asumsi yang matang serta realistis dan bebas dari tekanan politis merupakan salah satu kunci utama agar risiko fiskal APBN dapat diminimalisir. Risiko fiskal lainnya kemudian muncul melalui sumber negara sebagai penyedia jasa layanan barang publik. Subsidi listrik saat ini adalah subsidi terbesar dari seluruh mata anggaran subsidi (27 persen dari total pengeluaran pemerintah untuk subisidi). Selain itu, elektrifikasi nasional merupakan salah satu program utama pembangunan infrastruktur yang digalakkan oleh pemerintah. BUMN penyedia energi nasional terhimpit oleh harga komoditas energi yang semakin tinggi serta target-target investasi infrastruktur kelistrikan yang besar. Dampaknya, subsidi energi listrik memiliki kemungkinan untuk meningkat demi menjaga stabilnya harga energi. Di sisi lain pendanaan untuk infrastruktur kelistrikan juga terancam turun—akibat pengalihan anggaran dari pembangunan ke pembelian energi primer. Tabel 9 Beberapa Asumsi dan Realisasi Performa Perekonomian Indonesia Sumber: CEIC (2017) Kementerian Keuangan. 2017. Nota Keuangan RAPBN 2018. PwC. 2015. Building Indonesia’s Future: Unblocking the Pipeline of Infrastructure Projects. PwC. 2016. Indonesian Infrastructure: Stable foundations for growth WEF. 2016. Insight Report: The Global Competitiveness Report 2016-2017 World Bank. 2017. Indonesian Economic Quarterly, June 2017. World Bank. 2017. World Economic Outlook Update, July 2017 REFERENSI
  55. 55. 51Macroeconomic Dashboard Universitas Gadjah Mada Halaman Sengaja Dikosongkan
  56. 56. MACROECONOMIC DASHBOARD FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS GADJAH MADA Pertamina Tower Lt. 4 Ruang 4.4 Jl. Humaniora No.1 Bulaksumur, Yogyakarta 55281 Telp: +62 274 548 517 ext 373 Fax: +62 274 551 208 Email: iero@email.macroeconomicdashboard.com Website: www.macroeconomicdashboard.com INDONESIAN ECONOMIC REVIEW AND OUTLOOK TIM MACROECONOMIC DASHBOARD Geraldo Sihotang Research Assistant & Web Admin geraldotang@gmail.com Saiful Alim Rosyadi Research Assistant saifulalimr@live.com Basu Gede Pangestu Research Assistant pangestubasu@gmail.com M. Edhie Purnawan Head of Researcher edhiepurnawan@ugm.ac.id +62 274 548 517 ext 373 Tsuraiyya Fadhila Research Assistant tsuraiyyaf@gmail.com Hanif R. Wijajna Research Assistant hanif.ratnayunia.w@mail.ugm.ac.id Rifdah Aulia Fauziyyah Research Assistant & Layout rifdah.auliaf@gmail.com

×