O slideshow foi denunciado.
Utilizamos seu perfil e dados de atividades no LinkedIn para personalizar e exibir anúncios mais relevantes. Altere suas preferências de anúncios quando desejar.

Konsep Kewirausahaan Dalam Islam

17.228 visualizações

Publicada em

Pengantar konsep kewirausahaan dan kewirausahaan dalam Islam, sebagai bahan studi bagi pelajar/mahasiswa serta pengembangan ilmiah studi ekonomi syariah.

Publicada em: Economia e finanças

Konsep Kewirausahaan Dalam Islam

  1. 1. Konsep Kewirausahaan Dalam Islam Abida Muttaqiena 2014 1 Konsep Kewirausahaan Dalam Islam Materi disusun oleh: Abida Muttaqiena
  2. 2. Konsep Kewirausahaan Dalam Islam Abida Muttaqiena 2014 2 Konsep Kewirausahaan Dalam Islam A. Definisi Kewirausahaan Definisi “kewirausahaan” menurut para ekonom: • Studi paling awal dilakukan oleh Richard Cantillon (1680-1734) yang menganggap entrepreneur sebagai pengambil risiko (risk taker) yang dengan sengaja mengalokasikan sumber daya untuk menanggung risiko dan berhadapan dengan ketidakpastian. Dengan demikian, Cantillon membedakan antara peran seorang entrepreneur dengan pemilik dana. • Adam Smith (1776): Wirausahawan (entrepreneur) adalah seseorang yang bertindak sebagai agen dalam mengubah demand (permintaan) menjadi supply (penawaran). • Jean Baptiste Say (1803): Wirausahawan adalah seseorang yang mengubah sumber daya dari berproduktivitas rendah ke produktivitas tinggi. • John Stuart Mill (1848): Wirausahawan adalah penggerak utama dalam perusahaan swasta. Sang entrepreneur adalah faktor produksi keempat setelah tanah, tenaga kerja, dan modal. • Carl Menger (1871): Entrepreneur bertindak sebagai agen ekonomi (economic agent) yang mengubah sumber daya menjadi produk dan jasa. Enterpreneur mentransformasi dan memberikan nilai tambah. • Peter Drucker (1964): Seseorang yang mencari perubahan, merespon perubahan, dan mengeksploitasi peluang. Inovasi adalah alat yang penting bagi seorang entrepreneur, sehingga seorang entrepreneur yang efektif akan merubah “sumber” (bahan baku) menjadi “sumber daya”. Kewirausahaan  Proses untuk membangun suatu bisnis. Wirausahawan  “entrepreneur” berasal dari bahasa Perancis “entreprendre” yang berarti “untuk melakukan sesuatu”. Wirausahawan umumnya dipandang sebagai inovator, dimana kemampuan manajer (manager) dan pemimpin (leadership) sering dipandang sebagai unsur penting dalam kesuksesan para enterpreneur. B. Kewirausahaan Dalam Pandangan Islam (bagian B ini diterjemahkan dengan editing dari handout materi “Theories and Concept of Entrepreneurship” oleh Assoc. Prof. Dr Nawawi B Mohd Jan Dato’ Dr. Adnan Alias) Menurut Ibnu Khaldun: Wirausahawan dipandang sebagai individu berpengetahuan dan berperan penting dalam pembangunan sebuah negara-kota dimana sebuah usaha (perusahaan) akan lahir. Delapan prinsip Kewirausahaan Islami: 1. Kewirausahaan adalah bagian integral dalam agama Islam. 2. Berdasarkan fitrahnya, wirausahawan Muslim adalah ‘khalifah’ dan memilikitanggung jawab untuk membangun kesejahteraan dan memandang bisnis sebagai ibadah. 3. Motivasi. Sukses dalam Islam tidak hanya diukur dari hasil akhirnya, melainkan juga dari cara dan alat-alat yang digunakan untuk mencapainya. 4. Ibadah. Aktivitas bisnis adalah bagian dari ibadah. 5. Islam mendorong umatnya untuk berbisnis.
  3. 3. Konsep Kewirausahaan Dalam Islam Abida Muttaqiena 2014 3 6. Kewirausahaan Islami harus bergerak didalam kerangka sistem ekonomi Islam, dan berperan sebagai kendaraan (vehicle) menuju penerimaan dunia atas sistem Ekonomi Islam. 7. Prinsip-prinsip pemandu Kewirausahaan Islami adalah Qur’an dan Hadits 8. Etika kewirausahaan didasarkan oleh contoh-contoh Nabi Muhammad SAW. Islam adalah jalan hidup yang lengkap. Tak ada pemisahan antara bisnis dan agama. Islam memiliki budaya kewirausahaannya sendiri dan prinsip-prinsip pemandu yang didasarkan pada Al Qur’an dan Hadits untuk menuntun operasional usaha. Secara fitrahnya, seseorang adalah Muslim lebih dulu, baru kemudian ia wirausaha. Oleh karena itu, ia memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan ‘ibadah’ dan menjadi ‘khalifah’. Wirausaha muslim harus menempatkan rahmat Allah diatas faktor-faktor lain. Seorang wirausaha muslim berbisnis bukan semata untuk tujuan profit, tetapi juga untuk memenuhi ‘fardhu kifayah’. Kebanyakan wirausahawan memiliki hasrat untuk sukses dalam bisnisnya. Cara untuk mencapai kesuksesan itu cukup unik bagi wirausahawan Islam karena sukses dalam Islam tidak hanya diukur dari hasil akhirnya, melainkan juga dari cara dan alat-alat yang digunakan untuk mencapainya. Formula sukses menurut Al-Qurtubi: 1. Halal. Sejalan dengan ketentuan Allah SWT dan syariah. 2. Qana’ah. Puas dan berterima kasih atas pendapatan seseorang. 3. Taufiq. Memohon rahmat Allah secara proporsional dengan ekspektasi seseorang. 4. Jannah. Kesuksesan duniawi harus berperan menjadi jembatan menuju kesuksesan sesungguhnya di kehidupan setelah hari akhir (surga). Kepemilikan harta dalam Islam diijinkan berdasarkan prinsip-prinsip berikut: 1. Allah SWT adalah pemilik kekayaan absolut. 2. Allah menciptakan dunia seisinya dan mencukupkannya bagi semua orang. 3. Kekayaan dunia ini diciptakan untuk manusia. 4. Kekayaan dunia ini dipercayakan kepada manusia.
  4. 4. Konsep Kewirausahaan Dalam Islam Abida Muttaqiena 2014 4 Etika Kewirausahaan Muslim: 1. Menghindari tindakan merusak 2. Menghindari pemborosan 3. Menghindari sifat kikir 4. Membayar zakat 5. Bisa dipercaya 6. Selalu beribadah 7. Tawakkal 8. Sabar 9. Qana’ah. C. Pentingnya Kewirausahaan Islami 1. Kewirausahaan mendorong kemajuan. Menurut Joseph Schumpeter (1934) kewirausahaan menggeser produk dan jasa yang inferior di pasar, dan secara bersamaan menggantikannya dengan produk-produk dan model bisnis baru, sehingga memungkinkan alokasi sumber daya yang optimal ditengah lingkungan yang terus berubah. Kewirausahaan menggeser kurva kemungkinan produksi (Production Possibility Curve) ke level yang lebih tinggi dengan adanya inovasi. 2. Kewirausahaan mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara melalui penciptaan lapangan kerja dan peluang usaha baru. Menurut Paul D Reynolds dalam buku “Entrepreneurship in the United States: The Future Is Now”, kewirausahaan merupakan pendorong pertumbuhan ekonomi utama di Amerika Serikat dan Eropa Barat. Sebagian dari seluruh angkatan kerja di AS pernah melampaui masa berwirausaha selama satu tahun atau lebih sebelum mencapai usia pensiun, dan berpartisipasi dalam pembentukan suatu bisnis baru adalah aktivitas yang umum dilakukan oleh angkatan kerja di AS dalam masa karir mereka. 3. Kewirausahaan memiliki kaitan erat dengan inovasi, dan inovasi mendorong terbukanya berbagai peluang usaha baru. Secara faktual, kita bisa melihat fenomena dunia dimana negara-negara maju berkembang berkat kewirausahaannya, karena wirausaha mereka tidak sebatas membuka usaha, melainkan membangun usaha dengan inovasi baru. Perbedaan itu membuat kewirausahaan meluas hingga ke ranah teknologi, khususnya informatika dan otomotif, dimana perusahaan-perusahaan terunggul saat ini berawal dari rintisan bermodal inovasi, seperti Facebook, Apple, Tesla, dan lain sebagainya. Hal yang sama terjadi di China, dimana perusahaan-perusahaan seperti Alibaba, ikut mendorong produktivitas dalam negri. 4. Kewirausahaan memungkinkan tersedianya layanan yang tersegmentasi dan produk-produk dengan berbagai spesifikasi dan harga, sehingga setiap orang dari beragam lapisan masyarakat dengan beragam kebutuhan akan mampu menjangkau berbagai fasilitas ekonomi. Contoh: enterpreneurship di bidang teknologi komunikasi memungkinkan tersedianya beragam produk ponsel dengan beragam harga, mulai dari yang murah hingga mahal, yang berfitur rendah hingga paling canggih, dan seterusnya. 5. Kewirausahaan mengembangkan kepribadian individual: mencegah sifat malas, merupakan sumber usaha yang kehalalannya bisa dipastikan sendiri, menumbuhkan semangat berjuang, upaya mensyukuri karunia Allah SWT.
  5. 5. Konsep Kewirausahaan Dalam Islam Abida Muttaqiena 2014 5 REFERENSI Reynolds, Paul D. (2007). Entrepreneurship in the United States: The Future is Now. Retrieved December 14, 2014, from Google Books Preview Mohd. Jan, Nawawi B, and Adnan Alias. (2012). Theories and Concept of Entrepreneurship. Unpublished Lecture Material.

×