O slideshow foi denunciado.
Utilizamos seu perfil e dados de atividades no LinkedIn para personalizar e exibir anúncios mais relevantes. Altere suas preferências de anúncios quando desejar.
GANGGUAN IMUNITAS
Oleh :
1. GITA RIZKI B. M.
2. NIDA TSUROYA
3. STEFANUS EKA S.
TAHUN PELAJARAN
2013/2014
POLIO
Pengertian Penyebab Gejala Pengobatan
IPV OPV
Pencegahan
POLIO => penyakit paralisis/lumpuh yang
disebabkan oleh virus, yang kebanyakan
menyerang bagian kaki/tulang belakang.
Kasu...
 Penyebab -> Poliovirus (PV).
 Virus ini masuk melalui mulut dan hidung, kemudian
berkembangbiak di dalam tenggorokan da...
 Paling umum, polivirus melekat pada dan
menginfeksi sel-sel usus, berlipatganda, dan
dikeluarkan dalam feces dari indivi...
Polio Non-paralisis
-> menyebabkan demam,
muntah, sakit perut, lesu,
dan sensitif. Terjadi kram
otot pada leher dan
punggu...
Polio Bulbar
disebabkan -> tidak adanya kekebalan alami
sehingga batang otak ikut terserang.
Batang otak mengatur pernapas...
 Masa inkubasi virus polio biasanya berkisar 3-
35 hari.
 Gejala umum serangan polivirus -> pengidap
mendadak lumpuh pad...
POLIO NON PARALISIS
 Demam
 Muntah
 Sakit perut
 Lesu
 Kram otot pada
leher serta
punggung
 Otot terasa lembek
jika ...
POLIO BULBAR
 Polio ini akan menyerang saraf yang
berhubungan dengan pergerakan bola
mata, muka, pendengaran, proses mene...
 Ada 2 jenis vaksin, di Indonesia yang umum
diberikan adalah vaksin sabin (kuman yang
dilemahkan). Cara pemberiannya mela...
untuk untuk menimbulkan
kekebalan aktif terhadap penyakit
polimielitis/penyakit polio yang
disebabkan oleh virus polio (po...
 Pemberian -> dengan cara menyuntikannya atau dengan
cara meneteskan vaksin polio ke dalam mulut, mulut (Oral
Poliomyelit...
Inactived
Poliomyelitis Vaccine
(IPV)
IPV dihasilkan => membiakkan virus dalam media
pembiakkan, kemudian dibuat tidak ak...
Oral Polio Vaccine (OPV)
Jenis vaksin virus polio paling sering dipakai
di Indonesia.
Pemberiannya : meneteskan cairan m...
 Vaksinasi dosis pertama, dapat terlindungi
secara cepat, sedangkan dosis berikutnya
akan memberikan perlindungan jangka
...
 Keadaan kekebalan tubuh yang rendah atau tinggal
serumah dengan pasien yang memiliki kekebalanm tubuh
yang rendah misaln...
Mari laksanakan
“Gerakan Pencegahan” !
 Virus polio sangat menular dan tak bisa
disembuhkan.
 Virus ini menyerang seluru...
 Imunisasi polio yang biasanya dilakukan saat bayi/anak-
anak.
 Vaksin polio ada 2 jenis yaitu vaksin salk (vaksin virus...
Kesehatan adalah
cara paling lambat seseorang meninggal
--Anonim--
Mari budayakan 
Hazardous ! Polio !!!
Hazardous ! Polio !!!
Hazardous ! Polio !!!
Próximos SlideShares
Carregando em…5
×

Hazardous ! Polio !!!

be careful, always...

  • Seja o primeiro a comentar

  • Seja a primeira pessoa a gostar disto

Hazardous ! Polio !!!

  1. 1. GANGGUAN IMUNITAS
  2. 2. Oleh : 1. GITA RIZKI B. M. 2. NIDA TSUROYA 3. STEFANUS EKA S. TAHUN PELAJARAN 2013/2014
  3. 3. POLIO Pengertian Penyebab Gejala Pengobatan IPV OPV Pencegahan
  4. 4. POLIO => penyakit paralisis/lumpuh yang disebabkan oleh virus, yang kebanyakan menyerang bagian kaki/tulang belakang. Kasus terbanyak -> biasanya menyerang anak- anak, namun bukan berarti orang dewasa bisa bebas dari penyakit polio.
  5. 5.  Penyebab -> Poliovirus (PV).  Virus ini masuk melalui mulut dan hidung, kemudian berkembangbiak di dalam tenggorokan dan saluran pencernaan.  Virus ini dapat memasuki aliran darah dan mengalir ke sistem saraf pusat, hingga menyebabkan melemahnya otot bahkan kelumpuhan (paralisis).
  6. 6.  Paling umum, polivirus melekat pada dan menginfeksi sel-sel usus, berlipatganda, dan dikeluarkan dalam feces dari individu yang terinfeksi. Jarang, pada 2% dari kasus-kasus, virus menyebar dari sistim percernaan ke sistim syaraf dan menyebabkan penyakit kelumpuhan.  PENYEBARAN => disebar dengan cara "oral- fecal". Infeksi dari orang ke orang terjadi dengan kontak lender oral (mulut, hidung, dll), dahak, feces, yang terinfeksi atau dengan makanan dan air yang terkontaminasi oleh feces dari individu lain yang terinfeksi.
  7. 7. Polio Non-paralisis -> menyebabkan demam, muntah, sakit perut, lesu, dan sensitif. Terjadi kram otot pada leher dan punggung, otot terasa lembek jika disentuh. Polio Paralisis Spinal -> menyerang saraf tulang belakang, menghancurkan sel tanduk anterior yang mengontrol pergerakan pada batang tubuh dan otot tungkai. Pada penderita yang tidak memiliki kekebalan/belum divaksinasi, virus akan menyerang seluruh bagian batang saraf tulang belakang dan batang otak. Penderita yang sudah memiliki kekebalan biasanya terjadi kelumpuhan pada kaki. 1 2
  8. 8. Polio Bulbar disebabkan -> tidak adanya kekebalan alami sehingga batang otak ikut terserang. Batang otak mengatur pernapasan dan saraf kranial, yang mengirim sinyal ke berbagai syaraf yang mengontrol pergerakan bola mata; hal yang berhubungan dengan pipi, kelenjar air mata, gusi, dan otot muka; mengatur pendengaran; saraf yang membantu proses menelan dan berbagai fungsi di kerongkongan; pergerakan lidah dan rasa; dan saraf yang mengirim sinyal ke jantung, usus, paru-paru, dan saraf tambahan yang mengatur pergerakan leher. Sudah bisa dibayangkan jenis polio ini menyebabkan kematian. 3
  9. 9.  Masa inkubasi virus polio biasanya berkisar 3- 35 hari.  Gejala umum serangan polivirus -> pengidap mendadak lumpuh pada salah satu anggota gerak setelah demam selama 2-5 hari.
  10. 10. POLIO NON PARALISIS  Demam  Muntah  Sakit perut  Lesu  Kram otot pada leher serta punggung  Otot terasa lembek jika disentuh POLIO PARALISIS SPINAL  Sudah punya kekebalan -> biasanya akan terjadi kelumpuhan pada kaki.  Belum memiliki kekebalan/belum divaksinasi -> biasanya akan menyerang ke seluruh bagian saraf tulang belakang dan batang otak sehingga bisa mengakibatkan kelumpuhan seluruh anggota gerak badan.
  11. 11. POLIO BULBAR  Polio ini akan menyerang saraf yang berhubungan dengan pergerakan bola mata, muka, pendengaran, proses menelan dan berbagai fungsi di kerongkongan, pergerakan lidah dan rasa, serta saraf tambahan yang mengirim sinyal ke jantung, usus, paru-paru, dan pengatur pergerakan leher.  Jika penderita tidak dibantu dengan alat bantu pernafasan, jenis polio ini bisa menyebabkan kematian
  12. 12.  Ada 2 jenis vaksin, di Indonesia yang umum diberikan adalah vaksin sabin (kuman yang dilemahkan). Cara pemberiannya melalui mulut.  Imunisasi dasar diberikan sejak anak baru lahir/berumur beberapa hari/selanjutnya diberikan setiap 4-6 minggu.  Pemberian vaksin polio dapat dilakukan bersamaan dengan BCG, vaksin hepatitis B, dan DPT.  Pemberian imunisasi polio dapat menimbulkan kekebalan aktif terhadap penyakit poliomyelitis. Pengobatan
  13. 13. untuk untuk menimbulkan kekebalan aktif terhadap penyakit polimielitis/penyakit polio yang disebabkan oleh virus polio (polivirus)
  14. 14.  Pemberian -> dengan cara menyuntikannya atau dengan cara meneteskan vaksin polio ke dalam mulut, mulut (Oral Poliomyelitis Vaccine/OPV).  Untuk saat ini cara yang paling banyak digunakan adalah dengan cara tetes ke mulut.  Selain lebih murah dan mudah, cara ini juga merupakan cara yang paling mendekati rute penyakit polio di dalam tubuh.
  15. 15. Inactived Poliomyelitis Vaccine (IPV) IPV dihasilkan => membiakkan virus dalam media pembiakkan, kemudian dibuat tidak aktif (inactivated) -> pemanasan/bahan kimia. Karena IPV tidak hidup dan tidak dapat replikasi maka vaksin ini tidak dapat menyebabkan penyakit polio walaupun diberikan pada anak dengan daya tahan tubuh yang lemah. Vaksin yang dibuat oleh Aventis Pasteur. Penyimpanan : pada suhu 2-80C, tidak boleh dibekukan. Pemberian vaksin => suntikan, dosis 0,5 ml, 4x berturut-turut, interval 2 bulan. Pengobatan
  16. 16. Oral Polio Vaccine (OPV) Jenis vaksin virus polio paling sering dipakai di Indonesia. Pemberiannya : meneteskan cairan melalui mulut. Terbuat dari virus liar (wild) hidup yang dilemahkan. OPV di Indonesia dibuat oleh PT Biofarma Bandung. Virus dalam vaksin ini setelah diberikan 2 tetes akan menempatkan diri di usus dan memacu pembentukan antibodi baik dalam darah maupun dalam dinding luar lapisan usus yang mengakibatkan pertahan lokal terhadap virus polio liar yang akan masuk. Pengobatan
  17. 17.  Vaksinasi dosis pertama, dapat terlindungi secara cepat, sedangkan dosis berikutnya akan memberikan perlindungan jangka panjang.  Vaksin ini diberikan pada bayi baru lahir, 2,4,6,18, bulan, dan 5 tahun.  Imunisasi ulang dapat diberikan sebelum anak masuk sekolah (5-6 tahun) dan saat meninggalkan sekolah dasar (12 thun).  Cara vaksinasi -> meneteskan vaksin polio sebanyak dua tetes langsung ke dalam mulut anak.  Imunisasi tidak boleh diberikan pada anak yang sedang diare berat, efek samping dapat berupa kejang. Oral Polio Vaccine (OPV)
  18. 18.  Keadaan kekebalan tubuh yang rendah atau tinggal serumah dengan pasien yang memiliki kekebalanm tubuh yang rendah misalnya : penyakit steroid, kanker dan kemoterapi.  Muntah atau diare berat pemberian faksin di tunda.  Inveksi HIV/kontak langsung dengan HIV serumah.  Ada alergi terhadap neomisin, streptomisin, polimiksin-B.  Demam > 38,5 C, pemeberian vaksin ditunda.
  19. 19. Mari laksanakan “Gerakan Pencegahan” !  Virus polio sangat menular dan tak bisa disembuhkan.  Virus ini menyerang seluruh tubuh (termasuk otot dan sistem saraf) dan bisa menyebabkan kelemahan otot yang sifatnya permanen dan kelumpuhan total dalam hitungan jam saja.  Penularan => dari mulut yaitu percikan air liur, dari tinja penderita polio.
  20. 20.  Imunisasi polio yang biasanya dilakukan saat bayi/anak- anak.  Vaksin polio ada 2 jenis yaitu vaksin salk (vaksin virus polio yang tidak aktif), dan vaksin sabin (vaksin virus polio yang aktif).  Bila memasak air harus mendidih dengan sempurna. Suhu tinggi dapat cepat mematikan virus polio. Sebaliknya, keadaan beku/suhu yang rendah virus ini bisa bertahan hidup bertahun-tahun.  Biasakan menjalani pola hidup yang sehat.  Sanitasi yang baik dan bersih.
  21. 21. Kesehatan adalah cara paling lambat seseorang meninggal --Anonim-- Mari budayakan 

×