O slideshow foi denunciado.
Utilizamos seu perfil e dados de atividades no LinkedIn para personalizar e exibir anúncios mais relevantes. Altere suas preferências de anúncios quando desejar.

Gestation

important, especially for the spouse who want to get married :P

  • Seja o primeiro a comentar

  • Seja a primeira pessoa a gostar disto

Gestation

  1. 1. KEHAMILAN EKTOPIK KELAINAN SISTEM REPRODUKSI & KEHAMILAN KEMBAR
  2. 2. KEHAMILAN DI LUAR KANDUNGAN (KEHAMILAN EKTOPIK)  Normalnya, saat hamil sel telur yang sudah dibuahi sperma menempel di rahim dan tumbuh sampai 9 bulan. Namun, pada kehamilan yang tidak normal, telur yang sudah dibuahi menempel di tempat lain selain rahim, biasanya paling sering menempel di tuba fallopi. Kasus seperti ini disebut dengan kehamilan tuba atau kehamilan di luar rahim. Sementara pada beberapa kasus yang jarang terjadi, implan telur tumbuh dalam ovarium, serviks, atau perut.  Bila telur berkembang dala tuba fallopi secara terus menus, maka dapat menyebabkan tuba pecah sehingga berakibat terjadinya perdarahan hebat, bahkan menyebabkan kematian.  Kehamilan ektopik atau hamil di luar rahim harus segera diakhiri sebab bayi tidak akan bisa bertahan hidup di tempat selain rahim. Kehamilan ektopik awalnya sama seperti kehamilan normal. Ketidaknormalan baru bisa ditemukan di minggu ke 8.
  3. 3.  Kehamilan ektopik/kehamilan di luar kandungan => implantasi hasil konsepsi di luar endometrium rongga rahim. Janin yang seharusnya berkembang di dalam rongga rahim ternyata berkembang di tempat yang tidak semestinya.  Tetapi kejadian yang paling banyak adalah di tuba falopii, karena tuba merupakan jalur utama perjalanan ovum.  Kehamilan diluar kandungan terjadi pada kira-kira satu dalam 50 kehamilan- kehamilan.  Risiko kesehatan utama dari kehamilan diluar kandungan adalah pecah yang menjurus pada perdarahan internal.  Diagnosis didapatkan jika terjadi nyeri perut bagian bawah pada kehamilan muda, lemah, pucat, nyeri, dan syok.
  4. 4. Lokasi terjadinya kehamilan ektopik  Kehamilan tuba (95-98%), di tuba falopii khususnya di ampulla dan isthmus. tempat yang paling banyak terjadinya kehamilan di luar kandungan. Kandungan di tuba ini mengakibatkan mudah terjadinya pendarahan.  Kehamilan leher rahim (servikalis) dan tanduk rahim (kornual). Tempat ini masih salah satu bagian dari rahim, tetapi bukan tempat ideal untuk pertumbuhan bayi.  Kehamilan indung telur (ovarium). Organ ini memproduksi sel telur (ovum). Jumlahnya ada dua, di ujung tuba kanan dan kiri, bukan tempat ideal untuk pertumbuhan bayi.  Kehamilan jaringan ikat Rahim  Kehamilan rongga perut (abdomen)  Kehamilan kombinasi, maksudnya ada dua kehamilan, satu kehamilan di luar kandungan dan satunya lagi kehamilan dalam rahim secara bersamaan.
  5. 5. Penyebab  Mayoritas disebabkan oleh terhambatnya perjalanan telur yang sudah dibuahi untuk melewati saluran telur menuju rahim.  Ovum yang telah dibuahi berimplantasi di tempat lain selain di endometrium kavum uteri.
  6. 6.  Bawaan kelainan di tabung tuba  Riwayat penyakit radang panggul  Terkena penyakit menular seperti klamidia dan gonore  Memiliki riwayat kehamilan etopik sebelumnya  Pernah melakukan operasi panggul  Kebiasaan merokok  Pemakaian obat kesuburan  Perawatan kesuburan seperti fertilisasi in vitro (IVF).  Adanya bekas radang jaingan pengikat rahim  Perlekatan dan kelainan bawaan tuba  Penyakit endometriosis (jaringan endometrium yang ditemukan di luar rongga rahim)  Tumor yang merubah bentuk tuba  Migrasi luar ovum (perjalan sel telur dari ovarium kiri ke tuba kanan dan sebaliknya)  Pembesaran indung telur  Penggunaan alat kontrasepsi pada rahim Adanya hambatan akibat beberapa sebab;
  7. 7. Gejala  Perdarahan pada vagina  Sakit atau nyeri di bagian perut dan pinggul  Nyeri saat berhubungan intim  Pusing  Lemah  Kehilangan kesadaran  Muncul tanda-tanda shock  Mual dan muntah  Akan muncul rasa sakit dan perdarahan hebat jika tuba falopi pecah  Tanpa gejala 5%  Nyeri abdomen 90-100%  Amenorea 75-90%  Perdarahan vagina 50-80%  Riwayat infertilitas  Penggunaan kontrasepsi  Riwayat kehamilan ektopik  Nyeri tekan abdomen/adneksa 75-95%  Teraba massa 50%  Demam 5-10%  Ada riwayat terlambat haid dan gejala kehamilan muda.  Akut abdomen, terutama nyeri perut kanan / kiri bawah.  Perdarahan per vaginam (dapat juga tidak ada).
  8. 8. Berdasarkan gejalanya, kehamilan ektopik dibedakan menjadi dua yaitu : 1. Kehamilan di luar kandungan belum terganggu Gejalanya tidak khas. Penderita/dokter biasanya tidak mengetahui adanya kelainan dalam kehamilan, sampai terjadinya abortus tuba atau ruptur tuba sehingga timbul pendarahan. Pada umumnya, penderita menunjukkan gejala-gejala kehamilan normal, terlambat haid, mual-mual, muntah dan pusing. Tanda yang sering muncul adalah terlambat haid, pendarahan dan nyeri perut bagian bawah. 2. Kehamilan di luar kandungan terganggu Gejalanya bervariasi ; perdarahan yang banyak dan tiba-tiba dalam rongga perut sampai terdapatnya gejala yang tidak jelas sehingga sukar membuat diagnosanya. Gejala dan tanda tergantung pada lamanya kehamilan ektopik terganggu, abortus atau ruptur tuba, tuanya kehamilan, derajat perdarahan yang terjadi dan keadaan umum penderita sebelum hamil. Perdarahan pervaginam merupakan tanda penting kedua pada kehamilan ektopik terganggu. Hal ini menunjukkan kematian janin.
  9. 9. Deteksi Dini untuk Mengetahui Terjadinya Kehamilan di Luar Rahim Sebaiknya saat anda didiagnosis hamil, segera lalukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah janin anda bertumbuh pada tempat yang seharusnya. Saat dokter menemukan ada sesuatu yang salah, maka dokter akan segera melakukan pemeriksaan. Dokter akan meraba daerah sekitar panggul untuk menemukan pusat rasa sakit dan dimanakah benda padat dalam hal ini janin berada. Pemeriksaan lanjutan akan dilakukan yaitu pemeriksaan hCG di laboratorium. Saat anda mengalami kondisi kehamilan semacam ini biasanya hormone kehamilan akan meningkat 2 kali lipat dalam periode tertentu. Pemeriksaan lain yang mungkin berguna adalah dilakukan pemeriksaan USG.
  10. 10. Penanganan Penanganan kehamilan ektopik umumnya adalah LAPAROTOMI. Pendarahan dihentikan dengan -> menjepit bagian dari adneksa yang menjadi sumber perdarahan. Beberapa bhal yang harus dipertimbangkan yaitu : a. kondisi penderita pada saat itu b. keinginan penderita akan fungsi reproduksinya c. lokasi kehamilan ektopik.  Hasil ini menentukan apakah perlu dilakukan salpingektomi (pemotongan bagian tuba yang terganggu) pada kehamilan tuba atau bagaimana.  Dilakukan pemantauan terhadap kadar HCG (kuantitatif). Peninggian kadar HCG yang berlangsung terus menandakan masih adanya jaringan ektopik yang belum terangkat .  Penanganan pada kehamilan ektopik dapat pula dengan transfusi, infus, oksigen, atau kalau dicurigai ada infeksi diberikan juga antibiotika dan antiinflamasi.  Sisa-sisa darah dikeluarkan dan dibersihkan sedapat mungkin supaya penyembuhan lebih cepat dan harus dirawat inap di rumah sakit.
  11. 11. KEHAMILAN KEMBAR

×