O slideshow foi denunciado.
Utilizamos seu perfil e dados de atividades no LinkedIn para personalizar e exibir anúncios mais relevantes. Altere suas preferências de anúncios quando desejar.

Everything about Interview

wanna know more ? stay tune !

  • Seja o primeiro a comentar

  • Seja a primeira pessoa a gostar disto

Everything about Interview

  1. 1. 1. BALQIS ADILLA AQIDATUL U. (06) 2. DEDE SITI HAJAR (08) 3. KHARISMA ADITYA (17) 4. NIDA TSUROYA (21) 5. ZOLA ADHIKA ERLANGGA (35) SMA N 2 REMBANG 2012 / 2013
  2. 2. Teknik Jenis-jenis Pengertian Hal Yang Perlu Dipersiapkan Dalam Proses Wawancara Penyusunan Pertanyaan Hal-hal Sebelum Mewawancarai Narasumber
  3. 3. PENGERTIAN  Wawancara (bahasa Inggris : interview) merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan jalan mengadakan komunikasi dengan sumber data. Komunikasi tersebut dilakukan dengan dialog (Tanya jawab) secara lisan, baik langsung maupun tidak langsung
  4. 4. PENGERTIAN  Prosesnya bisa dilakukan secara langsung dengan bertatap muka langsung (face to face) dengan narasumber. Namun, bisa juga dilakukan dengan tidak langsung seperti melalui telepon, internet atau surat (wawancara tertulis).
  5. 5. PENGERTIAN  Tujuan dari wawancara adalah untuk mendapatkan informasi di mana sang pewawancara melontarkan pertanyaan- pertanyaan untuk dijawab oleh orang yang diwawancarai.
  6. 6.  Wawancara Terstruktur/Terpimpin Dalam wawancara ini, pewawancara terikat oleh suatu fungsi, bukan saja sebagai pengumpul data melalui tanya jawab, melainkan sebagai pengumpul data relevan terhadap maksud-maksud penyelidikan yang telah dipersiapkan dengan masak, sebelum kegiatan wawancara yang sebenarnya
  7. 7.  Wawancara Tidak Terstruktur / Tidak Terpimpin Wawancara yang tidak ada kesengajaan pada pihak pewawancara untuk mengarahkan tanya jawab ke pokok-pokok persoalan yang menjadi titik fokus dari kegiatan penyelidikan. Dalam wawancara ini menggunakan pertanyaan terbuka, memungkinkan jawaban yang lebih luas dan bervariasi. Tujuan dari wawancara adalah untuk memahami, bukan hanya menjelaskan.
  8. 8.  Wawancara kelompok Wawancara yang dilakukan oleh pewawancara dengan sekelompok / sejumlah narasumber / responden. (dalam waktu dan tempat yang sama).  Wawancara Individual Wawancara yang dilakukan oleh seorang pewawancara dengan seorang narasumber atau responden.
  9. 9.  Wawancara Terbuka Wawancara berdasarkan pertanyaan yang tidak terbatas/ tidak terikat jawabannya.  Wawancara Tertutup Wawancara berdasarkan pertanyaan yang terikat/ terbatas jawabannya.
  10. 10. o Wawancara Spontan Berlangsung secara kebetulan tanpa perjanjian atau kesepakatan. o Wawancara Pinjam Mulut Orang yang berkompeten tidak mau ditampilkan. o Wawancara Jalanan atau Keliling Wawancara dengan berbagai narasumber secara terpisah tentang suatu masalah.
  11. 11.  Wawancara Tertulis (Written Interview) Kelemahan wawancara tertulis adalah jika ada yang tidak jelas, pewawancara tidak bisa meminta penjelasan secara langsung.  Wawancara Telephone (Telephone Interview) Dilakukan melalui telepon. Cara ini akan berjalan lebih lancar jika sudah saling kenal dan saling percaya.
  12. 12. Wawancara Buta Suatu hasil wawancara tanpa identitas responden yang diwawancarai. Dalam persurat kabaran biasanya disebut “sumber yang bisa dapat dipercaya”, “pejabat yang berwenang”, dan  Wawancara Riset Suatu wawancara yang berperan sebagai metode untuk melengkapi atau menyempurnakan data penelitian.
  13. 13.  Wawancara Terpimpin Dalam wawancara terpimpin, pewawancara sudah dibekali dengan daftar pertanyaan yang lengkap dan terinci.  Wawancara Bebas Dalam wawancara bebas, pewawancara bebas menanyakan apa saja kepada responden, namun harus diperhatikan bahwa pertanyaan itu berhubungan dengan data-data yang diinginkan.
  14. 14.  Wawancara Bebas Terpimpin Dalam wawancara bebas terpimpin, pewawancara mengombinasikan wawancara bebas dengan wawancara terpimpin, yang dalam pelaksanaannya pewawancara sudah membawa pedoman tentang apa-apa yang ditanyakan secara garis besar.
  15. 15.  Penguasaan materi, berkenaan dengan tema dan poin- poin permasalahan penting yang akan ditanyakan.  Mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan berkenaan dengan informasi yang diperlukan.  Mempersiapkan diri secara mental untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan ,misal : grogi atau nervous.  Mempersiapkan peralatan yang diperlukan untuk berwawancara, misal : alat rekam atau alat tulis.
  16. 16. 1) Menentukan tema atau masalah yang akan ditanyakan. 2) Menentukan orang yang tepat untuk diwawancarai. 3) Menyusun daftar pertanyaan. 4) Merumuskan pertanyaan dengan baik. 5) Membuat janji pertemuan dengan narasumber. 6) Menyiapkan peralatan yang dibutuhkan.
  17. 17. 7) Saat wawancara memerhatikan etika berbicara, bersikap sopan dan ramah. 8) Memperkenalkan diri dan menjelaskan tujuan wawancara. 9) Apabila akan menggunakan alat perekam atau kamera, minta izin terlebih dahulu. 10) Mencatat hal-hal penting yang disampaikan oleh narasumber. 11) Berkonsentrasi mendengarkan informasi. 12) Hindari mengulang-ulang pertanyaan.
  18. 18. 1) Pertanyaan disusun berdasarkan tujuan wawancara. 2) Upayakan satu pertanyaan untuk menggali satu informasi. 3) Kalimat tanya disusun dengan singkat dan jelas. 4) Menggunakan kalimat tanya yang bisa membuahkan jawaban obyektif.
  19. 19. 6) Jauhi pertanyaan yang bernada menggurui. 7) Hindari pertanyaan yang bersifat menguji narasumber. 8) Hindari kalimat tanya yang bersifat mengadu domba.
  20. 20. a) Teknik Verbal Teknik verbal yaitu teknik wawancara yang betul- betul memerlukan alat bantu hard ware, seperti catatan dan alat tulis, tape recorder, handycam, microfon. Teknik ini biasanya dilakukan apabila wartawan mengalami kendala dalam hal mengingat hasil wawancara berhubung ingatan manusia itu pendek dan kapasitas memori otak manusia itu terbatas sehingga wartawan membutuhkan alat bantu untuk kelancaran dalam proses wawancara.
  21. 21. b) Teknik Substansial Teknik substabtial adalah teknik yang terkait dengan kemampuan jurnalis dari segi ketajaman nuraninya dalam menentukan pilihan tema, tempat dan saat yang tepat bagi berlangsungnya sebuah wawancara. Disini perlu adanya ketajaman analisis sosial.

×