O slideshow foi denunciado.
Utilizamos seu perfil e dados de atividades no LinkedIn para personalizar e exibir anúncios mais relevantes. Altere suas preferências de anúncios quando desejar.
COMPANY
L O G O
Supervisi Klinis
Oleh Kelompok 2:
Nuryanto (0402513113)
Fahri Hakim (0402513078)
Gita Indriyani (040251301...
Daftar Isi
Pendahuluan1
Pengertian Supervisi Klinis2
Karakteristik Supervisi Klinis3
Prinsip-prinsip Supervisi Klinis4
Pendahuluan
Dalam perkembangannya tugas
supervisi hanya mengawasi sekolah dan
guru. Guru secara diam-diam
menentang super...
Selanjutnya kegiatan supervisi mulai
beralih dari yang dilakukan orang
“awam” kepada orang yang
berkompeten
Supervisi kl...
Pengertian Supervisi Klinis
Richard Waller
Supervisi klinis adalah
bentuk supervisi yang
difokuskan pada
peningkatan menga...
Supervisor
& guru
menilai
penampilan
guru
Tatap
muka
supervisor
dan guru
Fokus
tingkah
laku
guru
Observasi
secara
cermat
D...
Karakteristik Supervisi Klinis
11
Mengharuskan guru memperbaiki
keterampilan intelektual dan
bertingkah laku
22
Fungsi sup...
Karakteristik Supervisi Klinis
44
Perencanaan dan analisis
merupakan pegangan dalam
pembuatan dan pengujian
hipotesis meng...
Prinsip Supervisi Klinis
Berdasarkan inisiatif dari para guru,
perilaku supervisor harus demikian teknis
11
Hubungan guru ...
Prinsip Supervisi Klinis
Perhatian pada unsur-unsur
yang spesifik untuk diperbaiki.
Perhatian pada unsur-unsur
yang spesif...
Prosedur Supervisi Klinis
Membangun dan
Memantapkan hubungan
guru dan supervisor
Analisis
Proses KBM
Penjajakan
Rencana
pe...
Tahapan Supervisi Klinis
PertemuanPertemuan
PendahuluanPendahuluan
Tahap 1
PengamatanPengamatan
MengajarMengajar
Tahap 2
P...
Tahap 1
a) Menciptakan suasana akrab antara
supervisor dengan guru
b) Mereview rencana pelajaran serta
tujuan pelajaran
c)...
Tahap 2
Guru melatih tingkah laku mengajar
komponen keterampilan yang telah
disepakati dalam pertemuan
pendahuluan. Di pih...
Tahap 3
a) Menanyakan perasaan guru secara umum
b) Mereview target keterampilan
serta perhatian utama guru
c) Menanyakan p...
Sasaran Supervisi Klinis
Guru yang kurang mampu dalam mengelola
pengajaran secara professional
Guru yang ingin meningkat...
Kesadaran dan kepercayaan diri
Keterampilan dasar dalam mengajar
Keterampilan variasi dalam mengajar
Keterampilan melibatk...
Kriteria dan Teknik Supervisi
 Mengadakan pertemuan dengan guru
dalam suasana yang menyenangkan
 Menentukan hal yang har...
2. Kriteria dan dan teknik observasi
Menangkap segala yang terjadi selama
pelajaran berlangsung
Kelengkapan catatan
Foku...
3. Kriteria dan dan teknik balikan
Menolong guru mempertimbangkan
perubahan atau peningkatan dalam tingkah
laku dalam meng...
Peranan dan Kualifikasi supervisor
Peranan utama supervisor adalah
menciptakan kerjasama yang dapat
menumbuhkan keahlian d...
Kualifikasi supervisor
Keyakinan memecahkan masalah
Kebebasan memilih dan bertindak
Berkomitmen membuat rekan gurunya m...
J. Penerapan Supervisi Klinis
Dalam Proses
Pembelajaran
Mengadakan latihan mengajar ulang (reteach) dlm bentuk
pengajaran ...
• Mengadakan diskusi dengan Supervisor
• Mempelajari literatur tentangg keterampilan
mengajar yang lain, sehingga proses t...
• Kurangnya lembaga pembimbing dilembaga pendidikan
tenaga pendidikan dan disekolah latihan yang mempunyai
pengetahuan ser...
 Sistem pelaksanaan pengalaman lapangan yang masih
menempatkan kegiatan praktek kependidikan disekolah pada
akhir-akhir t...
COMPANY
L O G O
Próximos SlideShares
Carregando em…5
×

Supervisi klinis

Materi presentasi tugas supervisi klinis

  • Seja o primeiro a comentar

  • Seja a primeira pessoa a gostar disto

Supervisi klinis

  1. 1. COMPANY L O G O Supervisi Klinis Oleh Kelompok 2: Nuryanto (0402513113) Fahri Hakim (0402513078) Gita Indriyani (0402513012) Priyo Agung N (0402513144)
  2. 2. Daftar Isi Pendahuluan1 Pengertian Supervisi Klinis2 Karakteristik Supervisi Klinis3 Prinsip-prinsip Supervisi Klinis4
  3. 3. Pendahuluan Dalam perkembangannya tugas supervisi hanya mengawasi sekolah dan guru. Guru secara diam-diam menentang supervisi karena: 1.Supervisi disamakan dengan evaluasi 2.Supervisi dilakukan untuk menjalankan tugas bukan atas dasar kebutuhan. 3.Supervisi dilakukan secara tradisional 4.Supervisor kurang menguasai tugas-tugas dan teknik-teknik supervisi.
  4. 4. Selanjutnya kegiatan supervisi mulai beralih dari yang dilakukan orang “awam” kepada orang yang berkompeten Supervisi klinis muncul dengan tujuan membantu guru memperbaiki penampilan mengajar mereka
  5. 5. Pengertian Supervisi Klinis Richard Waller Supervisi klinis adalah bentuk supervisi yang difokuskan pada peningkatan mengajar dengan melalui sarana siklus yang sistematis dalam perencanaan, pengamatan, serta analisis yang intelektual dan intensif mengenai penampilan mengajar yang nyata, di dalam mengadakan perubahan dengan cara yang rasional Supervisi Klinis Cogan Clinical supervision may therefore be defined as the rationale and practice designed to improve the teacher’s classroom performance. It take its principal data from the events of the classroom. The analysis of these data and the relationship between teacher and supervisor from the basis of the program, procedures, and strategies designed to improve the student’s learning.
  6. 6. Supervisor & guru menilai penampilan guru Tatap muka supervisor dan guru Fokus tingkah laku guru Observasi secara cermat Deskripsi data observasi Klinis Unsur-unsur khusus Fokus observasi sesuai kebutuhan
  7. 7. Karakteristik Supervisi Klinis 11 Mengharuskan guru memperbaiki keterampilan intelektual dan bertingkah laku 22 Fungsi supervisor mengajarkan kepada guru keterampilan dalam: -Mengamati dan memahami proses pengajaran -Menganalisis proses pengajaran -Pembaharuan kurikulum -Mengajar 33 Perbaikan cara mengajar bukan mengubah kepribadian guru
  8. 8. Karakteristik Supervisi Klinis 44 Perencanaan dan analisis merupakan pegangan dalam pembuatan dan pengujian hipotesis mengajar 55 Instrumen disusun berdasarkan kesepakatan antara supervisor dengan guru 66 Feedback yang diberikan harus secepat mungkin dan sifatnya oyektif
  9. 9. Prinsip Supervisi Klinis Berdasarkan inisiatif dari para guru, perilaku supervisor harus demikian teknis 11 Hubungan guru dengan supervisor lebih interaktif22 Demokratik ketimbang otoritatif33 Objek kajian adalah kebutuhan profesional guru yang riil Objek kajian adalah kebutuhan profesional guru yang riil44
  10. 10. Prinsip Supervisi Klinis Perhatian pada unsur-unsur yang spesifik untuk diperbaiki. Perhatian pada unsur-unsur yang spesifik untuk diperbaiki. 55 Umpan balik diberikan dengan segera66
  11. 11. Prosedur Supervisi Klinis Membangun dan Memantapkan hubungan guru dan supervisor Analisis Proses KBM Penjajakan Rencana pertemuan Perencanaan Strategi observasi Observasi pengajaran Pertemuan Perencanaan Strategi pertemuan Siklus Perencanaan bersama Menurut Cogan Menurut Cogan
  12. 12. Tahapan Supervisi Klinis PertemuanPertemuan PendahuluanPendahuluan Tahap 1 PengamatanPengamatan MengajarMengajar Tahap 2 PertemuanPertemuan BalikanBalikan Tahap 3
  13. 13. Tahap 1 a) Menciptakan suasana akrab antara supervisor dengan guru b) Mereview rencana pelajaran serta tujuan pelajaran c) Mereview komponen keterampilan d) Memilih atau mengembangkan instrumen observasi e) Membicarakan Instrumen observasi yang dipilih atau yang dikembangkan a) Menciptakan suasana akrab antara supervisor dengan guru b) Mereview rencana pelajaran serta tujuan pelajaran c) Mereview komponen keterampilan d) Memilih atau mengembangkan instrumen observasi e) Membicarakan Instrumen observasi yang dipilih atau yang dikembangkan Back
  14. 14. Tahap 2 Guru melatih tingkah laku mengajar komponen keterampilan yang telah disepakati dalam pertemuan pendahuluan. Di pihak lain, supervisor mengamati dan mencatat atau merekam secara objektif, keterampilan guru maupun tingkah laku siswa Guru melatih tingkah laku mengajar komponen keterampilan yang telah disepakati dalam pertemuan pendahuluan. Di pihak lain, supervisor mengamati dan mencatat atau merekam secara objektif, keterampilan guru maupun tingkah laku siswa Back
  15. 15. Tahap 3 a) Menanyakan perasaan guru secara umum b) Mereview target keterampilan serta perhatian utama guru c) Menanyakan perasaan guru tentang jalannya pengajaran d) Menunjukkan data hasil rekaman dan guru menafsirkan data tersebut. e) Bersama menginterpretasi data rekaman f) Menanyakan perasaan guru setelah melihat rekaman g) Menyimpulkan hasil h) Menentukan bersama-sama dan mendorong guru untuk merencanakan hal –hal yang perlu dilatih pada kesempatan berikutnya a) Menanyakan perasaan guru secara umum b) Mereview target keterampilan serta perhatian utama guru c) Menanyakan perasaan guru tentang jalannya pengajaran d) Menunjukkan data hasil rekaman dan guru menafsirkan data tersebut. e) Bersama menginterpretasi data rekaman f) Menanyakan perasaan guru setelah melihat rekaman g) Menyimpulkan hasil h) Menentukan bersama-sama dan mendorong guru untuk merencanakan hal –hal yang perlu dilatih pada kesempatan berikutnya Next
  16. 16. Sasaran Supervisi Klinis Guru yang kurang mampu dalam mengelola pengajaran secara professional Guru yang ingin meningkatkan kemampuan dan keterampilan mengajarnya menuju guru yang professional
  17. 17. Kesadaran dan kepercayaan diri Keterampilan dasar dalam mengajar Keterampilan variasi dalam mengajar Keterampilan melibatkan siswa belajar Keterampilan dalam mengelola kelas Perhatian Utama Kebutuhan Guru
  18. 18. Kriteria dan Teknik Supervisi  Mengadakan pertemuan dengan guru dalam suasana yang menyenangkan  Menentukan hal yang harus diamati selama pelajaran berlangsung dan cara mencatat hasil observasi  Supervisor menanyakan pengalaman penampilan masa lalu untuk melihat hal- hal yang harus diperbaiki atau disempurnakan 1. Kriteria dan Teknik Pertemuan Pendahuluan
  19. 19. 2. Kriteria dan dan teknik observasi Menangkap segala yang terjadi selama pelajaran berlangsung Kelengkapan catatan Fokus, kepada hal yang diamati Menyesuaikan observasi dengan periode perkembangan mengajar guru Pola mengajar Tidak membuat guru gelisah
  20. 20. 3. Kriteria dan dan teknik balikan Menolong guru mempertimbangkan perubahan atau peningkatan dalam tingkah laku dalam mengajar. Syarat-syarat teknik balikan: Lebih bersifat deskriptif dari pada evaluatif Bersifat spesifik. Berkomunikasi secara jelas kepada guru Menolong guru memperhatikan kelebihan- kelebihan untuk mengembangkan gaya mengajarnya sendiri
  21. 21. Peranan dan Kualifikasi supervisor Peranan utama supervisor adalah menciptakan kerjasama yang dapat menumbuhkan keahlian dan kepribadian orang yang diajak kerjasama. Peranan supervisor • Mendiagnosis dan menilai • Merencanakan • Memberi motivasi • Memberi penghargaan dan melaporkan kemajuan
  22. 22. Kualifikasi supervisor Keyakinan memecahkan masalah Kebebasan memilih dan bertindak Berkomitmen membuat rekan gurunya merasa penting Mempunyai kemampuan membina hubungan yang akrab Kemampuan mendengarkan dan memanfaatkan pengalaman- pengalaman guru Keyakinan bahwa supervisi sebagai proses kegiatan yang terus menerus melayani pertumbuhan dan perkembangan pribadi serta profesi guru Terampil berkomunikasi, mengobservasi, dan menganalisis tingkah laku guru ketika mengajar Berkeinginan memperdalam bidang supervisi
  23. 23. J. Penerapan Supervisi Klinis Dalam Proses Pembelajaran Mengadakan latihan mengajar ulang (reteach) dlm bentuk pengajaran mikro apabila dianggap perlu Menggunakan keterampilan tersebut dalam praktek mengajar disekolah Proses kegiatan calon guru untuk menunjang pengalaman lapangan Proses kegiatan calon guru untuk menunjang pengalaman lapangan
  24. 24. • Mengadakan diskusi dengan Supervisor • Mempelajari literatur tentangg keterampilan mengajar yang lain, sehingga proses tersebut merupakan siklus kegiatan yang pada akhirnya calon guru dapat melaksanakan keterampilan- keterampilan mikro secara terpadu dalam kegiatan belajar mengajar. • Mengadakan diskusi dengan Supervisor • Mempelajari literatur tentangg keterampilan mengajar yang lain, sehingga proses tersebut merupakan siklus kegiatan yang pada akhirnya calon guru dapat melaksanakan keterampilan- keterampilan mikro secara terpadu dalam kegiatan belajar mengajar. J. Penerapan Supervisi Klinis Dalam Proses Pembelajaran Lanjutan
  25. 25. • Kurangnya lembaga pembimbing dilembaga pendidikan tenaga pendidikan dan disekolah latihan yang mempunyai pengetahuan serta keterampilan dalam supervisi klinis. • Terbatasnya sarana yang tersedia untuk dapat menunjang pelaksanaan pengajaran mikro, ataupun jika ada, pemanfaatannya belum teratur. • Kurang tersedianya tenaga teknisi untuk melayani dan memelihara piranti keras (hardware) seperti alat perekam video, kamera film serta perlengkapan lainnya. • Terbatasnya dana untuk pengadaan dan pemeliharaan suku cadang yang terus-menerus diperlakukan, bagi keperluan sarana yang ada dipusat sumber belajar. • Kurangnya lembaga pembimbing dilembaga pendidikan tenaga pendidikan dan disekolah latihan yang mempunyai pengetahuan serta keterampilan dalam supervisi klinis. • Terbatasnya sarana yang tersedia untuk dapat menunjang pelaksanaan pengajaran mikro, ataupun jika ada, pemanfaatannya belum teratur. • Kurang tersedianya tenaga teknisi untuk melayani dan memelihara piranti keras (hardware) seperti alat perekam video, kamera film serta perlengkapan lainnya. • Terbatasnya dana untuk pengadaan dan pemeliharaan suku cadang yang terus-menerus diperlakukan, bagi keperluan sarana yang ada dipusat sumber belajar. K. Faktor-faktor Penghambat Pelaksanaan Supervisi Klinis
  26. 26.  Sistem pelaksanaan pengalaman lapangan yang masih menempatkan kegiatan praktek kependidikan disekolah pada akhir-akhir tahun menjelang tamatnya calon guru (end on programs) yang tidak sesuai dengan kalender pendidikan.  Angka perbandingan (rasio) yang tinggi antara calon guru dengan supervisor mengakibatkan pembimbing kurang intensif dan bersifat “sambil lalu”. Keadaan ini ditambahi pula dengan beban tugas dosen ataupun guru yang sudah cukup berat.  Labilnya system organisasi kelembagaan serta tata aturannya termasuk organisasi kurikulum pada saat ini, dengan akibat suatu perencanaan yang telah disusun terpaksa dihentikan karena sudah ada system yang baru lagi.  Sistem pelaksanaan pengalaman lapangan yang masih menempatkan kegiatan praktek kependidikan disekolah pada akhir-akhir tahun menjelang tamatnya calon guru (end on programs) yang tidak sesuai dengan kalender pendidikan.  Angka perbandingan (rasio) yang tinggi antara calon guru dengan supervisor mengakibatkan pembimbing kurang intensif dan bersifat “sambil lalu”. Keadaan ini ditambahi pula dengan beban tugas dosen ataupun guru yang sudah cukup berat.  Labilnya system organisasi kelembagaan serta tata aturannya termasuk organisasi kurikulum pada saat ini, dengan akibat suatu perencanaan yang telah disusun terpaksa dihentikan karena sudah ada system yang baru lagi. Faktor-faktor Penghambat Pelaksanaan Supervisi Klinis Lanjutan
  27. 27. COMPANY L O G O

    Seja o primeiro a comentar

    Entre para ver os comentários

Materi presentasi tugas supervisi klinis

Vistos

Vistos totais

2.783

No Slideshare

0

De incorporações

0

Número de incorporações

7

Ações

Baixados

68

Compartilhados

0

Comentários

0

Curtir

0

×