O slideshow foi denunciado.
Seu SlideShare está sendo baixado. ×

LK 3.1 PENDI VREDIYANTO.pdf

Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Carregando em…3
×

Confira estes a seguir

1 de 8 Anúncio

Mais Conteúdo rRelacionado

Mais recentes (20)

Anúncio

LK 3.1 PENDI VREDIYANTO.pdf

  1. 1. YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM DI TANAH PAPUA CABANG KABUPATEN BIAK NUMFOR SMA YAPIS BIAK NPSN : 60300363 NSS : 302 25 02 05 004 Alamat : Jln. S. Condronegoro 14-15, Kec. Samofa, Kab. Biak Numfor, Prov. Papua, Telp. 0852 4486 0699 Kode Pos 98117 Email : smayapisbiak_papua@yahoo.co.id LK 3.1 Menyusun Best Practices Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak) Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Peserta Didik Dalam Pembelajaran Lokasi SMA YAPIS BIAK Lingkup Pendidikan Sekolah Menengah Atas Tujuan yang ingin dicapai Tujuan yang ingin dicapai yaitu : 1. Pembelajaran aksi 2 Pertemuan 1 Menganalisis pengertian jaringan dan manfaat jaringan komputer 2. Pembelajaran aksi 2 Pertemuan 2 Menganalisis topologi (bentuk) dan jenis-jenis jaringan Penulis PENDI VREDIYANO, S.Kom Tanggal 1. Pembelajaran aksi 2 Pertemuan 1 Dilaksanakan tanggal 28 Oktober 2022 2. Pembelajaran aksi 2 Pertemuan 2 Dilaksanakan tanggal 31 Oktober 2022 Situasi: Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini. 1. Pembelajaran aksi 2 pertemuan 1 dan pertemuan 2 Kondisi yang menjadi latar belakang masalah yaitu : Di dalam interaksi belajar mengajar, guru memegang kendali utama untuk mencapai keberhasilan. Oleh karena itu, guru harus memiliki keterampilan mengajar, mengelola tahapan pembelajaran, memanfaatkan metode, menggunakan media dan mengalokasikan waktu. Peserta didik juga merupakan faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan interaksi belajar mengajar. Peserta didik harus memiliki motivasi dalam belajar serta aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Proses pembelajaran pada dasarnya akan berhasil apabila peserta didik terlibat aktif dan mampu berpikir kritis, aktif dan kreatif dalam menghadapi masalah yang di hadapi dalam pembelajaran. Pembelajaran yang dapat mengaktifkan peserta didik dapat ditempuh salah satunya menggunakan model dan media
  2. 2. pembelajaran yang tepat. Model dan media pembelajaran disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan juga melibatkan peserta didik dan guru dalam meningkatan hasil belajar secara aktif. Hasil belajar TIK di SMA Yapis Biak kelas X IPA tahun lalu masih sangat bervariasi. Tidak semua hasil belajar TIK dari peserta didik itu tinggi atau baik. Terdapat beberapa hasil belajar TIK peserta didik yang kurang memuaskan. Dalam kondisi seperti sekarang ini, sangat diperlukan penggunaan model dan media pembelajaran yang bisa menyalurkan informasi dengan jelas kepada peserta didik. Model pembelajaran yang cocok diterapkan pada peserta didik terutama pada mata pelajaran TIK untuk mengasah peserta didik berpikir kritis yaitu model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan saintifik. Dalam hal ini, peran guru dalam PBL adalah mengajukan masalah, memberikan pertanyaan dan memfasilitasi untuk penyelidikan dan dialog. Selain model pembelajaran, terdapat media pembelajaran yang di gunakan guru dalam pembelajaran agar kegiatan pembelajran dapat berjalan dengan aktif. Guru juga dituntut untuk menguasai teknologi terutama untuk menyajikan pembelajaran yang menarik. Guru dapat memanfaatkan aplikasi presentasi yang memungkinkan untuk melakukan luring bersama peserta didik. Aplikasi yang dapat digunakan salah satunya adalah PPT power point. Microsoft Power Point merupakan sebuah program aplikasi pada Microsoft Office yang digunakan untuk melakukan presentasi dalam bentuk slide, baik dalam presentasi sederhana maupun presentasi kompleks. Media pembelajaran power point dapat membantu guru menyampaikan materi pembelajaran yang disajikan semenarik mungkin agar pesrta didik tertarik dan termotivasi untuk belajar. Materi yang disampaikan berisi point-point penting atau pokok sehingga lebih jelas dan mudah dipahami. Selain itu, aplikasi power point menjadikan presentasi lebih menarik karena didukung gambar, video, dan audio. Melalui Power Point guru dapat menampilkan video atau gambar yang dapat menunjang penyampaian materi atau bahan ajar. Berdasarkan uraian di atas, maka pelaksanaan pembelajaran memerlukan kemampuan guru dalam memilih model pembelajaran berbantuan media pembelajaran yang sesuai dengan situasi dan karakteristik gaya belajar peserta didik dalam hal ini yaitu media power point sehingga tercapai tujuan belajar yang salah satunya yaitu berdampak pada kenaikan hasil belajar peserta didik. Praktik pembelajaran ini sangat penting untuk dibagikan karena : 1. Sebagian besar guru mengalami permasalahan yang sama dengan permasalahan yang saya hadapi saat ini. 2. Praktik pembelajaran ini bisa memotivasi saya sendiri untuk mendesain pembelajaran yang kreatif dan inovatif 3. Praktik pembelajaran ini bisa memotivasi guru lain dalam hal mendesain pembelajaran yang kreatif dan inovatif 4. Praktik pembelajaran ini bisa menjadi referensi dan inspirasi guru-guru lain bagaimana cara mengatasi permasalahan pembelajaran ini
  3. 3. Peran dan tanggung jawab saya dalam praktik pembelajaran ini adalah sebagai guru, saya membuat rancangan perangkat RPP, bahan ajar, media ajar yaitu PPT yang inovatif, LKPD yang dibuat sesuai dengan gaya belajar peserta didik, evaluasi, instrumen penilaian dan melaksanakan pembelajaran sesuai perangkat yang dibuat. Perangkat pembelajaran aksi 2 untuk 2 pertemuan tersebut lalu saya unggah di LMS, kemudian saya melaksanakan PPL Aksi 2 pertemuan 1 dan pertemuan 2 berdasarkan perangkat yang telah saya unggah di LMS. Pada saat melakukan pertemuan 1 dan pertemuan 2 saya dibantu oleh teman guru mendokumentasikan dalam bentuk video, kemudian hasil video yang telah di rekam saya unggah di LMS yaitu video original (video full) dan video yang telah diedit menjadi 15 menit untuk diperiksa oleh ibu dosen dan guru pamong. Tantangan : Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat? Dari hasil analisis kajian wawancara bersama wakasek kurikulum dan kepala sekolah serta kajian literatur, maka beberapa tantangan yang terjadi yaitu : 1. Model pembelajaran yang belum relevan dengan kebutuhan peserta didik. 2. Dalam pembuatan bahan ajar tidak sesuai dengan kebutuhan peserta didik 2. Penggunaan media pembelajaran dan metode yang belum tepat dan inovatif yang sesuai dengan karakteristik peserta didik dan karakteristik materi pembelajaran mampu menarik minat peserta didik untuk mengikuti pembelajaran 3. Guru harus bisa menumbuhkan motivasi belajar peserta didik melalui proses pembelajaran yang menyenangkan, seru, asyik dan menantang Tantangan itu yang menyebabkan seorang guru harus melewatinya dengan berbagai cara seperti menerapkan media pembelajaran inovatif yang sesuai gaya belajar peserta didik, pembuatan bahan ajar yang sesuai dengan gaya belajar peserta didik serta pemilihan model pembelajaran yang mendukung proses pembelajaran. Siapa saja yang terlibat? Guru saya sendiri, salah satu rekan guru yang membantu saya mendokumentasikan video pembelajaran saya, rekan guru lain sebagai tim penilai setelah kegiatan, kepala sekolah sebagai pemberi ijin kegiatan juga narasumber, dan peserta didik sebagai subjek yaitu kelas X IPA. Aksi : Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/ Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut. Melakukan koordinasi dengan kepala sekolah, wakasek kurikulum serta melakukan wawancara dan kajian literatur.
  4. 4. bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini Strategi apa yang digunakan. Tantangan yang ada di atas harus segera diselesaikan dengan baik oleh seorang guru, diantaranya : 1. Berkaitan dengan media ajar Guru menggunakan media PPT yang inovatif sehingga peserta didik lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Pembuatan media ajar yaitu melalui pembuatan slide PPT, video pembelajaran yang sesuai dengan materi ajar yang diberikan guru. 2. Berkaitan dengan model pembelajaran. Guru menggunakan model pembelajaran problem based learning (PBL) dimana model ini dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik pada materi Jaringan Komputer dan Internet. 3. Berkaitan dengan instrumen penilaian Dalam pembelajaran instrumen penilaian dilakukan secara menyeluruh mulai dari ranah kognitif untuk pembelajaran aksi 2 pertemuan 1 dan pertemuan 2 terdiri dari 5 soal Pilihan Ganda. Ranah afektif untuk pembelajaran aksi 2 pertemuan 1 dan pertemuan 2 terdiri dari sikap spiritual, sikap disiplin, sikap tanggung jawab, sikap bekerja sama dan sikap kritis. Ranah psikomotorik teridiri dari 2 aspek penilaian, yang dimana ketiga ranah tersebut termuat dalam kisi-kisi, indikator ketercapaian setiap ranah, dan rubrik penilaian diakhir pembelajaran. 4. Berkaitan dengan kondisi ruangan Guru mendesain ruangan dimulai dari kebersihan, kerapihan dan keindahan sehingga peserta didik memiliki motivasi belajar yang baik serta pembelajaran yang nyaman. Bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat. 1. Langkah-langkah model pembelajaran PBL pada materi Fenomena tekanan osmotik dalam kehidupan sehari-hari yaitu : a. Kegiatan pendahuluan yang diawali dengan salam pembuka, doa, mengecek kehadiran, menyanyikan lagu Nasional, pemberian apesrsepsi kepada peserta didik serta penyampaian tujuan pembelajaran dan penjelasan model pembelajaran yang digunakan saat pembelajaran dan teknik penilaian. b. Kegiatan inti dimulai dengan fase 1 yaitu orientasi peserta didik pada masalah dengan menayangkan gambar dan video pada media ajar/PPT serta meminta peserta didik untuk menuliskan pendapat mereka tentang apa yang mereka amati menggunakan bahasa sendiri. Fase 2 yaitu mengorganisasikan peserta didik dengan membagikan peserta didik dalam 4 kelompok serta membagikan bahan ajar dan LKPD lalu guru memberikan bantuan kepada peserta didik yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masalah yang diberikan. Fase 3 yaitu membimbing penyelidikan dengan individu dan kelompok dimana peserta didik mencari informasi-informasi terkait pemecahan masalah tersebut di dalam bahan ajar atau
  5. 5. internet. fase 4 yaitu mengembangkan dan menyajikan hasil karya, peserta didik menyiapkan laporan hasil diskusi kelompok secara rapi, rinci dan sistematis serta menentukan perwakilan kelompok secara musyawarah untuk menyajikan laporan di depan kelas. Fase 5 yaitu menganalisis dan mengevaluasi prose pemecahan masalah dengan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengevaluasi jawaban kelompok penyaji serta masukan dari peserta didik kelompok yang lain dan membuat kesepakatan bila jawaban yang disampaikan peserta didik sudah benar serta mengumpulkan semua hasil diskusi dan melakukan tanya jawab untuk mengarahkan peserta didik pada kesimpulan mengenai permasalahan tersebut, kemudian masuk di evaluasi. c. Kegiatan penutup dimana peserta didik membuat rangkuman atau kesimpulan dari materi yang dipelajari, refleksi dan mengerjakan soal evaluasi serta memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerja sama yang baik dan diakhiri dengan penyampaian rencana pembelajaran selanjutnya serta menutup pelajaran pada saat itu. d. Yang terlibat adalah guru, dosen pembimbing, guru pamong, rekan guru (teman sejawat), kepala sekolah dan peserta didik yaitu kelas X IPA. Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini.  Alat : Laptop, Infocus, spidol berwarna, handphone untuk merekam, Tripod, kabel rol, Orbit(wifi), .  Bahan : kertas hvs  Waktu : Sebenarnya waktu saya melaksanakan PPL aksi 2 untuk pertemuan 1 dan pertemuan 2 bukan jam pelajaran TIK, tetapi saya meminta ijin kepada rekan guru lain yang mengajar pada pagi hari untuk melakukan PPL aksi 2 (2 pertemuan) tersebut.  Biaya : Biaya yang saya keluarkan untuk PPL aksi 2 (2 pertemuan) ± Rp. 600.000, biaya ini saya memang niatkan untuk membeli konsumsi bagi beberapa guru yang telah membantu saya dalam proses pembelajaran, dan juga untuk peserta didik yang terlibat langsung di kelas pada saat saya melakukan PPL aksi 2 (2 pertemuan). Refleksi Hasil dan dampak Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah  Dampak dari aksi dan langkah-langkah yang telah dilakukan yaitu hasil yang dirasakan sangat positif. Hal ini dapat dilihat dari: 1. Pemilihan Metode yang variatif sangat efektif untuk meningkatkan keaktifan peserta didik terlihat dari kegiatan
  6. 6. yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut peserta didik saat pembelajaran berlangsung. 2. Penggunaan media pembelajaran ini sangat membantu pemahaman peserta didik pada konsep abstrak tentang pengertian jaringan dan manfaat jaringan komputer, bentuk- bentuk topologi dibuktikan dengan hasil evaluasi (kognitif) setelah pembelajaran hampir seluruh peserta didik mendapat nilai di atas KKM. 3. Pemilihan model pembelajaran inovatif yaitu PBL, maka aktifitas pembelajaran yang berpusat pada peserta didik sangat membantu dalam meningkatkan partisipasi aktif peserta didik dalam pembelajaran dan menumbuhkan berfikir kritis peserta didik terlihat dari persentasi kelompok, tanggapan dan jawaban pada saat pembelajaran di kelas. 4. Desain kegiatan yang berpusat pada peserta didik sangat mampu meningkatkan motivasi peserta didik dalam proses pembelajaran. 5. Dengan rasa percaya diri yang tinggi dapat membuat peserta didik lebih berani dalam mengutarakan pendapatnya dalam proses mengajar di sekolah, baik itu ketika bertanya atau dalam memberikan diskusi.  Hasil efektif Hasil yang didapat dari pembelajaran aksi 2 untuk pertemuan 1 dan pertemuan 2 yaitu motivasi belajar peserta didik meningkat, kemampuan berpikir kritis peserta didik meningkat, peserta didik juga dapat mengidentifikasi masalah yang ada pada gambar dan video yang ditampilkan oleh guru dan mencari solusi bersama- sama dengan teman kelompoknya, setelah itu peserta didik dengan antusias menyajikan hasil karya mereka perkelompok.  Respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan. 1. Kepala Sekolah a. Mendukung penerapan media pembelajaran berbasis IT yang digunakan guru dalam mengajar sesuai dengan karakteristik peserta didik sehingga peserta didik mudah memahami 3 6 15 0 0 5 10 15 20 < 61 61-74 75-87 88-100 Jumlah peserta didik Nilai Grafik Penilaian Kognitif Kelas X IPA
  7. 7. materi yang diajarkan oleh guru. b. Mendukung model pembelajaran, metode dan strategi yang dirancang oleh guru yaitu berpusat pada peserta didik sehingga dapat memacu peserta didik untuk berpikir kritis. 2. Rekan sejawat a. Mendukung jalannya proses pembelajaran dari awal sampai akhir. b. Mendukung pembelajaran berbasis HOTS, media ajar yang inovatif dan dengan model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi menjadikan peserta didik lebih aktif dan fokus pada pembelajaran. c. Guru harus sering menggunakan Media pembelajaran yang semenarik mungkin agar peserta didik semangat dalam belajar dan model pembelajaran yang bisa mengasah cara berpikir peserta didik. 3. Peserta didik Sebagian besar respon peserta didik terhadap kegiatan pembelajaran ini adalah sangat senang dan antusias jika pembelajaran menggunakan media yang sangat menarik yaitu PPT powerpoint dan menonton video pembelajaran yang dapat dilihat dari angket respon peserta didik yang diberikan setelah pembelajaran dilaksanakan.  Faktor pendukung keberhasilan. 1. Warga sekolah Dukungan dari Bapak Kepala sekolah, Bapak/Ibu Guru dan staff TU di sekolah sangat besar bagi saya dibuktikan dengan melengkapi sarana dan prasarana yang saya butuhkan pada saat saya melakukan PPL aksi 2 (2 pertemuan). Selain itu, beberapa rekan guru membantu pengambilan video pembelajaran saya dan mau menukar jam mengajarnya pada pagi hari sehingga PPL aksi 2 (2 pertemuan) dapat terlaksana. 2. Guru (saya pribadi) Selalu berusaha memotivasi diri sendiri agar menjaga kesehatan, tidak putus asa dan selalu semangat dalam pembuatan perangkat mengajar sampai dengan pelaksanaan PPL aksi 2 (2 pertemuan) karena faktor keberhasilan pembelajaran ini sangat ditentukan oleh kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran terutama dalam hal pemilihan media dan model pembelajaran yang inovatif yang dikembangkan dalam RPP yang telah dibuat. 3. Peserta didik Peserta didik sangat mendukung pembelajaran yang dilakukan pada saat PPL aksi 2 (2 pertemuan) dengan menggunakan media pembelajaran dan model pembelajaran yang digunakan oleh guru karena selama ini guru jarang menggunakan media
  8. 8. dan model pembelajaran yang membuat peserta didik tertarik mengikuti proses pembelajaran  Pembelajaran dari proses keseluruhan tersebut. Berdasarkan proses dan aktifitas pembelajaran telah dilaksanakan guru, pembelajaran yang bisa diambil adalah guru harus lebih kreatif dan inovatif memilih model dan media pembelajaran agar pembelajaran menjadi gampang, asik, seru, menantang, dan menyenangkan sehingga dapat mengaktifkan peserta didik dalam pembelajaran yang nantinya berdampak pada peningkatan hasil belajarnya dan pastinya tujuan pembelajaran akan tercapai.

×