O slideshow foi denunciado.
Seu SlideShare está sendo baixado. ×

8. pemecah gelombang

Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Anúncio
Próximos SlideShares
Migrasi hidrokarbon
Migrasi hidrokarbon
Carregando em…3
×

Confira estes a seguir

1 de 30 Anúncio
Anúncio

Mais Conteúdo rRelacionado

Diapositivos para si (20)

Semelhante a 8. pemecah gelombang (17)

Anúncio

Mais recentes (20)

8. pemecah gelombang

  1. 1. REKAYASA PELABUHAN Pemecah Gelombang
  2. 2.  Pemecah gelombang adalah bangunan yang digunakan untuk melindungi daerah perairan pelabuhan dari gangguan gelombang.  Menurut bentuknya, pemecah gelombang dibedakan menjadi : 1. Pemecah gelombang sisi miring 2. Pemecah gelombang sisi tegak 3. Pemecah gelombang campuran  Material pemecah gelombang bisa terbuat dari tumpukan batu, blok beton, beton massa, turap, dsb.
  3. 3.  Tipe pemecah gelombang yang digunakan ditentukan oleh ketersediaan material di dekat lokasi pekerjaan, kondisi dasar laut, kedalaman air, fungsi pelabuhan dan ketersediaan peralatan untuk pelaksanaan pekerjaan.  Dimensi pemecah gelombang tergantung pada banyak faktor, antara lain ukuran dan lay out perairan pelabuhan, kedalaman laut, tinggi pasang surut.
  4. 4. PEMECAH GELOMBANG SISI MIRING  Pada pemecah gelombang sisi miring, butir-butir batu atau blok beton harus diperhitungkan sedemikian rupa sehingga tidak runtuh oleh seragan gelombang.
  5. 5. PEMECAH GELOMBANG DINDING TEGAK  Pemecah gelombang dinding tegak harus mampu menahan gaya-gaya pengguling yang disebabkan oleh gaya gelombang dan tekanan hidrostatis.  Stabilitas pemecah gelombang sisi tegak tergantung pada dimensi bangunan.
  6. 6. Pemecah gelombang campuran
  7. 7. Keuntungan dan kerugian dari berbagai tipe pemecah gelombang
  8. 8. Butir lapis lindung buatan
  9. 9.  Stabilitas batu lapis pelindung Dengan : W = berat butir batu pelindung = berat jenis batu = berat jenis air laut H = tinggi gelombang rencana = sudut kemiringan sisi pemecah gelombang KD = koefisien stabilitas tergantung pada batu pelindung     cot 1 . . 3 3   r D r S K H W a r r S    r  a  
  10. 10. DIMENSI PEMECAH GELOMBANG SISI MIRING  Elevasi puncak pemecah gelombang tergantung pada limpasan (overpassing) yang diijinkan.  Elevasi puncak bangunan dihitung berdasarkan kenaikan (run up) gelombang, yang tergantung pada karakteristik gelombang, kemiringan bangunan, porositas dan kekasaran lapis pelindung.  Lebar puncak juga tergantung pada limpasan yang diijinkan. Pada kondisi limpasan yang diijinkan, lebar puncak minimum adalah sama dengan lebar dari tiga butir batu pelindung yang disusun berdampingan (n=3).
  11. 11. DIMENSI PEMECAH GELOMBANG SISI MIRING  Lebar Puncak Pemecah Gelombang Dengan : B = lebar puncak n = jumlah butir batu (n min = 3) = koefisien lapis 3 / 1 .         r W k n B   k
  12. 12. Koefisien Lapis
  13. 13.  Tebal lapis pelindung dan jumlah butir batu tiap satuan luas : Dengan : t = tebal lapis pelindung n = jumlah lapis batu dalam lapis pelindung A = luas permukaan P = porositas rerata dari lapis pelindung N = jumlah butir batu untuk satu satuan luas permukaan A 3 / 1 .         r W k n t  3 / 2 100 1 . .                W P k n A N r 
  14. 14. Pemecah gelombang sisi miring dengan serangan gelombang pada satu sisi
  15. 15. Pemecah gelombang sisi miring dengan serangan gelombang pada kedua sisi
  16. 16. Grafik Penentuan Tinggi Gelombang Pecah
  17. 17. Grafik Penentuan Kedalaman Gelombang Pecah
  18. 18. RUN UP GELOMBANG  Run up gelombang dinyatakan dengan bilangan Irribaren : Dengan : Ir = bilangan Irribaren = sudut kemiringan sisi pemecah gelombang H = tinggi gelombang di lokasi L0 = panjang gelombang di laut dalam   5 , 0 0 / L H tg Ir   r 
  19. 19. Grafik Run Up Gelombang

×