O slideshow foi denunciado.
Seu SlideShare está sendo baixado. ×

Dokumen.tips pemeliharaan dan-perawatan-pptx

Mais Conteúdo rRelacionado

Audiolivros relacionados

Gratuito durante 30 dias do Scribd

Ver tudo

Dokumen.tips pemeliharaan dan-perawatan-pptx

  1. 1. PEMELIHARAAN & PERAWATAN GEDUNG OKI PRASETYO NUGROHO DHYWA DARMAWAN SURYO PRABHOWO PERDANA RAFI SETYO M. SUBHAN ALAMSYAH ANDI SAPUTRO
  2. 2. LATAR BELAKANG ALASAN FUNGSIONAL : Bagian dari upaya mempertahankan kinerja gedung (Keandalan & Laik fungsi) Konsekuensi dari siklus produk ALASAN EKONOMI : Mencegah Kerusakan yang lebih parah Penanganan terencana Nilai ekonomi aset ALASAN LEGAL : ATURAN –PERMEN No. 24/Prt/M/2008 tentang pemeliharaan & perawatan bangunan gedung –Dep. PU
  3. 3. MANAJEMEN P2BG MENCAPAI TUJUAN DENGAN MEMBUAT STANDAR PROSEDUR KERJA SOP/PROSEDUR KERJA merupakan gambaran umum tentang langkah langkah (tata urutan) yang harus dilakukan sebagai pedoman bagi siapa saja yang akan melakukan pekerjaan tersebut secara terkendali dan konsisten.
  4. 4. Standar adalah suatu tingkat mutu yang relevan yang telah ditetapkan Standar adalah : apa yang harus dicapai tingkat yang harus dicapai, persyaratan yang harus dipenuhi agar memenuhi mutu yang dimaksud 3 macam standar Standar struktur Standar proses Standar hasil (outcome)
  5. 5. FAKTOR –FAKTOR PENYEBAB KERUSAKAN BANGUNAN FAKTOR INTERNAL (Faktor dari bangunan sendiri) 1. Usia bangunan 2. Perencanaan 3. Pengembangan diluar kapasitas 4. Konstruksi : Kualitas bahan, pelaksanaan 5. Pemeliharaan dan Perawatan 6. Perubahan bentuk & Fungsi 7. Kebakaran FAKTOR EKSTERNAL (Faktor dari luar lingkunan bangunan) 8. Kondisi alam 9. Bencana alam 10. Kecelakaan
  6. 6. 1. Umur teknis rata rata bangunan > 10 tahun Bangunan standar > 30 tahun kondisi fisik = 50-60% Bangunan sederhana > 20 tahun kondisi fisik 60-70% 2. Ketersediaan anggaran pemeliharaan atau perbaikan kurang proporsional dibandingkan dengan tingkat kerusakan gedung 3. Akibatnya kondisi fisik gedung kurang terawat dan aspek pencitraan menjadi ketersampingkan
  7. 7. SASARAN P2BG MEMAKSIMALKAN FUNGSI BANGUNAN GEDUNG MEMAKSIMALKAN PERFORMANSI FISIK MEMAKSIMALKAN PRODUKTIVITAS MEMINIMALKAN BIAYA OPERASIONAL BANGUNAN
  8. 8. Gambar Hubungan P2BG dengan manajemen aset
  9. 9. LINGKUP P2BG PEMELIHARAAN BANGUNAN GEDUNG PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG PERLU DIPERHATIKAN • KESELAMATAN BANGUNAN GEDUNG • KESEHATAN BANGUNAN GEDUNG • KENYAMANAN BANGUNA GENDUNG • KEMUDAHAN BANGUNAN GEDUNG
  10. 10. PERBEDAAN PEMELIHARAAN & PERAWATAN PEMELIHARAAN PERAWATAN Kegiatan menjaga keandalan bangunan beserta prasarana dan sarananya agar bangunan gedung selalu laik fungsi Kegiatan memperbaiki dan/atau mengganti bagian bangunan, dan/atau prasarana dan sarana agar bangunan gedung selalu laik fungsi KEANDALAN & LAIK FUNGSI PERBAIKAN KERUSAKAN 1. Arsitektur 2. Struktur 3. Mekanikal / Elektrikal 4. Tata ruang luar 5. Tata graha 1. Rehabilitasi 2. Renovasi 3. Restorasi
  11. 11. Maintenance atau pemeliharaan pada bangunan dimaksudkan sebagai kombinasi antara: 1 aktivitas teknis 2. Adaminsitratif Keberhasilan suatu bangunan dinilai dari kemampuan bangunan untuk ada pada kondisi yang diharapkan atau syarat tertentu : FUNGSIONAL, PERFORMANCE, LEGAL & EKONOMI
  12. 12. KOMPONEN GEDUNG & FASILITASNYA KOMPONEN ARSITEKTUR Jendela, pintu, railing tangga, pagar, cat, plafond dll. KOMPONEN STRUKTURAL Pondasi, sloof, kolom, ring balk, dinding pemikul, rangka atap. KOMPONEN NON- STRUKTURAL Lis plank, partisi, kolom praktis dll. KOMPONEN M/E Instalasi listrik, plumbing, AC central, transportasi gedung, telekomunikasi dll. KOMPONEN FASILITAS GEDUNG Peralatan kerja, furniture, tempat parkir, halaman dll.
  13. 13. MENETUKAN KEBUTUHAN STRATEGI P2BG MENGEVALUASI BANGUNAN MENGEMBANGAKAN STRATEGI & METODE P2BG PENDANAAN PENGADAAN PELAKSANAAN
  14. 14. KINERJA ASET Kinerja menurut manajemen asset 1. Kondisi fisik 2. Pemanfaatan 3. Fungsionalitas 4. Kinerja finansial Keandalan bangunan (UU no. 28 tahun 2010) 5. Keselamatan 6. Kesehatan 7. Kenyaman 8. kemudahan
  15. 15. Metode dan Rencana P2BG Pendekatan 1. Korektif 2. Preventif 3. Kuratif Rencana komprehensif : 4. Dapat menjelaskan kinerja asset 5. Sistem dan prosedur pemeliharaan 6. Jenis pemeliharaan 7. Sumber daya 8. Menetapkan persyaratan 9. Menyajikan proyeksi peramalan
  16. 16. PEMELIHARAAN ARSITEKTURAL  Memelihara secara baik dan teratur jalan keluar sarana penyelamatan, tampak luar bangunan, unsur- unsur dalam ruang, dan menyedian segala perlengkapan yang dibutuhkan dalam pemeliharaan serta melakukan pemeliharaan terhadap ornamen arsitektural oleh petugas ahli. STRUKTURAL  Memelihara secara baik dan teratur unsur- unsur struktur bangunan gedung, pelindung struktur, melakukan pemeriksaan berkala, mencegah dilakukanya perubahan.
  17. 17. PEMELIHARAAN (cont...) MEKANIKAL ELEKTRIKAL  Memeriksa secara berkala sistem tata udara (AC, ventilasi), plumbing (distribusi air bersih, sistem pembuangan air kotor, hydrant, pengelolaan limbah), sistem transportasi gedung (Lift, eskalator), sistem perlengkapan penyediaan daya listrik, sistem telekomunikasi gedung (Telepon, internet). TATA RUANG LUAR  Memelihara secara baik dan teratur kondisi dan permukaan tanah halaman gedung, unsur- unsur vegetasi, kebersihan pekarangan gedung.
  18. 18. PEMELIHARAAN (cont...) TATA GRAHA (HOUSE KEEPING)  Pemeliharaan Kebersihan (Cleaning Service)  Pemeliharaan Hygiene  Pest Control  Program General Cleaning
  19. 19. JENIS PERAWATAN REHABILITASI Aktivitas memperbaiki kerusakan sebagai elemen bangunan (arsitektur dan struktur) yang telah rusak, namun dipertahankan bentuknya seperti semula sedangkan kegunaanya dapat berubah. RENOVASI Aktivitas memperbaiki elemen bangunan yang telah rusak berat untuk fungsi lama maupun baru. RESTORASI Aktivitas memperbaiki bangunan yang telah rusak berat untuk mengembalikan fungsinya semula atau mengganti fungsinya dengan tetap mempertahankan arsitektur bangunan dengan struktur yang diperbaharui.
  20. 20. KATEGORI PERAWATAN TERUS MENERUS • Pembersihan saluran drainase • Pembersihan ruangan dan halaman gedung • Pembersihan furniture gedung • Pembersihan vegetasi liar BERKALA • Pengecatan fisik gedung • Penggantian sebagian penutup atap • Pelapisan kembali plesteran dinding DARURAT • Perbaikan kerusakan struktur • Perbaikan daya listrik gedung
  21. 21. TINGKAT KERUSAKAN RINGAN Kerusakan pada komponen non-struktural (Kisi- kisi, lantai, plafond). Biaya perawatan maksimal 35% dari harga satuan tertinggi pembangunan gedung yang baru berlaku. SEDANG Kerusakan pada komponen non- struktural dan atau struktural (Kolom, sloof, ring balk, lantai). Biaya perawatan maksimal 45% harga satuan tertinggi pembangunan gedung yang baru berlaku. BERAT Kerusakan pada sebagain besar komponen bangunan, baik struktural maupun non struktural. Biaya perawatan maksimal 65% harga satuan tertinggi pembangunan gedung yang baru berlaku.
  22. 22. PLANING ORGANIZING LEADING CONTRILING FUNGSI MANAJEMEN
  23. 23. MANAJEMEN P2BG Manajemen P2BG yaitu pengorganisasian operasi pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung untuk memeprtahankan performansi sebagaimana yang telah direncanakan dalam rancangan awal bangunan gedung beserta fasilitasnya.
  24. 24. PERSYARATAN FUNGSIONAL Persyaratan yang terkait dengan fungsi umum & khusus bangunan. PERSYARATAN PERFORMA Mencakup aspek performa fisik bangunan hingga elemen- elemen terdalam. PERSYARATAN LEGAL Memenuhi ketentunan peraturan/perundang- undangan. PERSYARATAN EKONOMI Memenuhi aspek manajemen aset- kinerja keuangan. MANAJEMEN P2BG (cont...)
  25. 25. MANAJEMEN P2BG (cont...) MANAJEMEN P2BG DIPENGARUHI OLEH : 1. Dimensi/ ukuran bangunan gedung 2. Jumlah blok dan bangunan 3. Jarak antar bangunan 4. Lingkungan dan alam sekitar 5. Persyaratan kinerja 6. Jenis perlengkapan 7. Jenis/ fungsi bangunan 8. Anggaran 9. Model pengorganiasian
  26. 26. FUNGSI,TANGGUNG JAWAB & KEWAJIBAN MANAJER GEDUNG MELAKUKAN PERENCANAAN MELAKUKAN PENGORGANISASIAN MELAKUKAN PENGOPERASIAN & PENILAIAN MELAKUKAN PENGARSIPAN MELAKUKAN KOORDINASI INTERNAL & EKSTERNAL
  27. 27. PEMELIHARAAN BANGUNAN CAGAR BUDAYA PEMELIHARAAN BANGUNAN CAGAR BUDAYA KRITERIA : 1. Usia >50 2. Mewakilik gaya arsitektur 3. Makna khusus 4. Nilai historis 5. Nilai simbolis PRINSIP DASAR 1. Nilai budaya dan keistimewaan terpelihara 2. Pelestarian dapat memperpanjang usia, kualitas, sosbud/fisik dan fungsi
  28. 28. PEMELIHARAAN BANGUNAN CAGAR BUDAYA Strategi : Preservasi (fungsiTerbatas) Revitalisasi (pengembangan/alih fungsi) 1. Gunakan bahan seasli atau semirip mungkin dengan kualitas tinggi 2. Pekerja yang professional 3. Patuhi pedoman pelestarian 4. Perhatikan fungsi baru tambahan
  29. 29. + FUNGSI MANAJEMEN + + + + Monument of princess, priest & politician Abandoned Relic sites Physical Component Management by central administration Elite Use (for Recreation) Place and space ordinary people Continuing communities Living tradition practice Decentralized community development Popular use (for development)
  30. 30. No Konservasi Uraian Aktivitas 1 Pemeliharaan & perawatan Upaya perawatan terus menerus terhadap (fabric), isi dan keadaan (setting) dari bangunan dan lingkungannya (harus dibedakan dengan perbaikan yang meliputi restorasi/ rekonstruksi, dan harus diperlakukan sesuai dgn aturannya). 2 Preservasi Upaya menjaga keutuhan bahan banguna dan lingkungannya pada kondisinya yang ada dan memastikan tidak terjadi kerusakan yg berlanjut. 3 Restorasi Upaya menngembalikan kondisi yang ada kepada suatu keadaan di mas lampau yg diketahui dengan baik, dgn mnembuang bagian-bagian tambahan/menyusun ulang komponen-komponen yg ada tanpa bahan baru. 4 Rekonstruksi Upaya mengembalikan bangunan dan lingkungannya sedapat mungkin mendekati kondisi di masa lampaau dgn menggunakan bahan-bahan lama dan atau baru. 5 Adaptasi Renovasi/ Rehabilitasi Upaya memodifikasi bangunan dan lingkungannya agar memenuhi kebutuhan modern atau sesuai fungsi baru yg tepat (compatible uses) namun tetap menjagas kualitas keistimewaan banguna semaksimal mungkin. 6 Pemanfaatan tepat/re- adaptive used Pemanfaatan yang tidak memerlukan perubahan pd keistimewaan bangunan & lingkungan, atau perubahan yg dpt dikembalikan pd kondisi semula atau (pilihan buruk yg dpt ditoleransi) perubahan yang berdampak minimal. KONSEPTEKNIS KONSERVASI
  31. 31. CARA PT POS MENGATASI MAHALNYA MERAWAT CAGAR BUDAYA Masalah : • Pajak bumi bangunan (PBB) yang tinggi • Mahalnya biaya perawatan cagar budaya Salah satu solusi : Kantor Pos Simpang di JalanTaman Apsari, tepatnya depan Gedung Negara Grahadi. PT Pos mempersilahkan sebagian ruangannya yang ada untuk dimanfaatkan PT CoffeToffe Indonesia.Praktis, di bangunan cagar budaya tersebut kini berubah menjadi Post Shop CoffeToffee Simpang

×