O slideshow foi denunciado.
Utilizamos seu perfil e dados de atividades no LinkedIn para personalizar e exibir anúncios mais relevantes. Altere suas preferências de anúncios quando desejar.

Logam mesin casting and moulding 7

151 visualizações

Publicada em

  • Seja o primeiro a comentar

  • Seja a primeira pessoa a gostar disto

Logam mesin casting and moulding 7

  1. 1. Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Logam Mesin KODE UNIT : LOG.OO04.007.01 JUDUL UNIT : Menuang Cairan Logam DESKRIPSI UNIT : Unit ini menggambarkan kegiatan penuangan cairan logam yang meliputi persiapan penuangan, pemanasan awal dan persiapan ladel, penentuan bahan tambah, penuangan logam cair, mengosongkan sisa logam dalam ladel serta pengembalian ladel. Bidang : Pengecoran dan Pembuatan Cetakan : Perakitan Bobot Unit : 4 Unit Prasyarat : LOG.OO13.004.01 : Bekerja dengan aman dalam mengolah logam/ gelas cair ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA 01 Persiapan untuk penuangan cairan logam 1.1 Persiapan untuk penuangan cairan logam 1.2 Kondisi ladel diperiksa menurut SOP. 1.3 Temperatur logam cair diperiksa kesesuaiannya dengan spesifikasi dan metoda penuangan diatur urutan langkahnya menurut SOP. 1.4 Kapasitas penuangan yang diperlukan diidentifikasi terhadap spesifikasi menurut SOP. 02 Pemanasan awal dan persiapan ladel 2.1 Ladel dipanaskan/disiapkan untuk menampung logam cair 03 Memindahkan ladel ke tungku 3.1 Klip pengaman diperiksa menurut SOP. 3.2 Ladel diisi dan dipindahkan ke area penuangan menurut SOP. 3.3 Bahan tambah ditentukan berdasarkan spesifikasi dan ditambahkan ke dalam logam cair sesuai dengan yang diperlukan. 04 Menjaga kualitas logam seperti yang diperlukan. 4.1 Jika perlu, terak/dros dibuang. 4.2 Temperatur dipantau sesuai dengan yang diperlukan. 4.3 Analisis kimia dilakukan dan tindakan penanganan diterapkan sesuai dengan yang diperlukan menurut SOP. 05 Menuang logam cair 5.1 Personal yang berada di dekat area penuangan logam diinformasikan bahwa penuangan akan dilakukan dan pakaian serta peralatan keselamatan kerja digunakan sesuai spesifikasi menurut SOP Menuang Cairan Logam 125
  2. 2. Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Logam Mesin ELEMEN KOMPETENSI KRITERIA UNJUK KERJA 5.2 Logam dituang secara aman sesuai spesifikasi dan dilakukan menurut SOP. 5.3 Logam dituang dengan jumlah yang benar dan kontinyu. 5.4 Batang uji dituang sesuai dengan yang diperlukan menurut SOP. 06 Mengosongkan sisa logam dari dalam ladel 6.1 Ingat dituang dan ditandai. 07. Mengembalikan ladel 7.1 Ladel dikosongkan, dibersihkan dan dirawat menurut SOP. BATASAN VARIABEL Unit ini digunakan untuk penuangan logam cair secara manual sebagai bagian dari proses pengecoran logam. Seluruh kerja dilakukan untuk penentuan awal spesifikasi dan standar kualitas serta standar keamanan. Kerja yang dilakukan bersifat mandiri atau sebagai bagian dari sebuah kerja kelompok. Unit ini tidak dipilih untuk salah satu dari penuangan logam cair yang dilakukan untuk sampel benda tuang dalam pembuatan perkakas dan perawatan kawat, tambang, pelapisan logam bantalan dan lain-lain. Perawatan operasional terhadap ladel dapat mencakup pelumasan ladel secara rutin seperti halnya perbaikan dan pelapisan refraktori. Jika pemindahan dan pengangkatan cetakan dan inti membutuhkan peralatan pengangkat beban yang dapat bergerak atau kran, maka unit penanganan manual juga harus dipilih. PANDUAN PENILAIAN 1. Konteks Penilaian Unit ini dapat dievaluasi selama tugas, diluar tugas atau kombinasi keduanya . Kompetensi yang dicakup oleh unit ini akan didemonstrasikan oleh masing-masing sebagai kerja mandiri atau sebagai bagian dari sebuah kelompok. Lingkungan evaluasi tidak boleh bersifat merugikan bagi kandidat 2. Kondisi Penilaian Kandidat memiliki akses ke seluruh perkakas, peralatan, bahan dan dokumentasi yang diperlukan. Kandidat diijnkan untuk mendapatkan dokumen-dokumen berikut : 2.1 prosedur tempat kerja yang relevan. 2.2 spesifikasi produk dan proses manufaktur. 2.3 kode, standar, manual dan bahan acuan yang relevan. 2.4 Kandidat diharuskan: 2.4.1 menjawab pertanyaan yang diajukan oleh instruktur secara lisan maupun dengan metoda komunikasi lainnya. 2.4.2 mengidentifikasi rekan yang dapat diajukan untuk pembuktian kompetensi, jika hal tersebut diperlukan. 2.4.3 mempresentasikan bukti adanya latihan diluar tugas yang berhubungan dengan unit ini, instruktur harus puas karena/bahwa kandidat dapat secara kompeten dan konsisten menguasai seluruh elemen dalam unit ini seperti tercantum dalam kriteria, termasuk juga didalamnya penguasaan atas pengetahuan yang diperlukan. Menuang Cairan Logam 126
  3. 3. Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Logam Mesin 3. Aspek Kritis Unit ini dapat dievaluasi dalam hubungannya dengan unit lain yang membahas keselamatan, kualitas, komunikasi, penanganan material, pencatatan dan pelaporan yang berhubungan dengan penuangan logam cair atau unit-unit lain yang memerlukan latihan ketrampilan dan pengetahuan seperti yang tercakup dalam unit ini. Kompetensi dalam unit ini tidak dapat diklaim/diakui hingga seluruh prasyarat terpenuhi secara memuaskan. 4. Catatan khusus Selama evaluasi, setiap individu akan : 4.1 selalu mendemonstrasikan kerja praktik yang aman. 4.2 memberikan informasi tentang proses, kejadian atau tugas yang sedang dilakukan untuk menjamin suatu kondisi kerja aman dan efisien. 4.3 bertanggung jawab atas kualitas kerja masing-masing, merencanakan tugas-tugas dalam segala situasi dan mengulas ulang kebutuhan-kebutuhan yang sesuai dengan tugas tersebut. 4.4 melakukan seluruh tugas sesuai dengan SOP. 4.5 membentuk seluruh tugas sesuai spesifikasi 4.6 menggunakan teknik, praktik, proses dan prosedur tempat kerja yang dapat diterima. 5. Pedoman penilaian 5.1 Amati bahwa seluruh instruksi, spesifikasi dan prosedur yang relevan disediakan menurut prosedur tempat kerja. 5.2 Pastikan bahwa tugas yang harus dilakukan dapat diidentifikasi. Spesifikasi cairan logam yang akan dituang dapat diidentifikasi. Urutan langkah penuangan yang benar dapat diidentifikasi. Alasan pemilihan urutan langkah tersebut dapat diberikan. Kondisi berbahaya yang berhubungan dengan urutan langkah yang telah dipilih tersebut dapat diidentifikasi. Temperatur penuangan logam cair dapat diidentifikasi. 5.3 Amati bahwa personal yang relevan harus diberi informasi dan bertanggung jawab atas jumlah logam cair yang diperlukan. 5.4 Pastikan bahwa jumlah logam cair yang akan dituang dapat diidentifikasi dari informasi yang diberikan. Personal yang harus mengetahui dan bertanggung jawab atas jumlah logam cair yang diperlukan dapat diidentifikasi. 5.5 Amati bahwa kondisi ladel diperiksa kesesuaiannya terhadap spesifikasi menurut SOP. 5.6 Pastikan bahwa spesifikasi ladel dapat diidentifikasi. Prosedur pemeriksaan ladel dapat diberikan. Cacat/ketidaksesuaian ladel yang umum dapat diidentifikasi. Prosedur perbaikan cacat ladel umum dapat diberikan. 5.7 Amati bahwa kapasitas ladel diperiksa terhadap penuangan yang diperlukan menurut SOP. 5.8 Pastikan bahwa konsekuensi pemilihan ukuran ladel yang terlalu kecil dapat diidentifikasi. 5.9 Amati bahwa ladel dipanaskan awal hingga temperatur yang baik untuk menampung logam cair menurut SOP. 5.10 Pastikan bahwa temperatur pemanasan ladel yang harus dicapai dapat diidentifikasi. Prosedur persiapan ladel untuk menampung logam panas dapat diberikan. Konsekuensi ynag mungkin atas penuangan logam cair ke dalam ladel yang tidak dipanaskan/disiapkan secara baik dapat dijelaskan. 5.11 Amati bahwa klip pengaman diperiksa untuk operasi yang benar menurut SOP. Menuang Cairan Logam 127
  4. 4. Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Logam Mesin 5.12 Pastikan bahwa tujuan penggunaan klip pengaman dapat dijelaskan. Prosedur pemeriksaan operasi yang benar atas klip pengaman dapat diberikan. 5.13 Amati bahwa ladel diisi secara aman dari tanur menurut SOP. Ladel dipindahkan secara aman ke area penuangan menurut SOP. 5.14 Amati bahwa terak/dros dipisahkan secara aman dari dalam ladel menurut SOP. 5.15 Pastikan bahwa prosedur pemisahan terak/dros dari dalam ladel dapat diberikan. Tindakan pengamanan yang diambil pada saat pemisahan terak/dros dari dalam ladel dapat diidentifikasi. 5.16 Amati bahwa temperatur logam cair didalam ladel dipantau secara benar menurut SOP. 5.17 Pastikan bahwa prosedur pemantauan temperatur di dalam ladel dapat diberikan. Alat ukur yang baik untuk memantau temperatur logam cair di dalam ladel dapat diidentifikasi. 5.18 Amati bahwa analisis kimia terhadap logam cair di dalam ladel dilakukan menurut SOP. 5.19 Pastikan bahwa tindakan penanganan yang diperlukan untuk menjaga analisa kimia sesuai dengan SOP dapat diidentifikasi. 5.20 Amati bahwa kualifikasi/kondisi area penuangan diperiksa kesesuaiannya terhadap spesifikasi menurut SOP 5.21 Pastikan bahwa prosedur pemeriksaan cetakan sebelum penuangan dapat diberikan. Kualifikasi/kondisi cetakan yang harus diperiksa dapat diidentifikasi. Konsekuensi penuangan logam cair ke dalam cetakan yang kondisinya tidak sesuai dengan spesifikasi dapat dijelaskan. 5.22 Pastikan bahwa prosedur pemeriksaan cetakan sebelum penuangan dapat diberikan. Kualifikasi/kondisi cetakan yang harus diperiksa dapat diidentifikasi. Konsekuensi penuangan logam cair ke dalam cetakan yang kondisinya tidak sesuai dengan spesifikasi dapat dijelaskan. 5.23 Pastikan bahwa prosedur penuangan batang uji dapat diberikan. Alasan penuangan batang uji dapat dijelaskan. 5.24 Amati bahwa logam cair dituang sedemikian rupa untuk meminimalkan porositas dan laminasi dalam benda tuang dan dilakukan menurut SOP. 5.25 Pastikan bahwa prosedur yang harus diikuti pada saat penuangan logam cair ke dalam cetakan dapat diberikan. Penyebab porositas dan laminasi dalam benda tuang dapat diidentifikasi. 5.26 Amati bahwa logam cair dituang dengan jumlah yang kontinyu dan benar menurut SOP. 5.27 Pastikan bahwa alasan untuk memastikan bahwa penuangan dilakukan dengan jumlah yang benar dan kontinyu dapat diberikan. Akibat dari jumlah penuangan yang tidak benar atau tidak kontinyu terhadap kualitas benda tuang dan keamanan personal dapat diidentifikasi. 5.28 Amati bahwa logam cair yang tidak terpakai dituang menjadi ingot dan ditandai secara benar menurut SOP. 5.29 Pastikan bahwa prosedur penuangan ingot dapat diberikan. Alasan penuangan ingot dan penandaannya dapat dijelaskan. 5.30 Amati bahwa ladel dikosongkan, dibersihkan dan dirawat menurut SOP. 5.31 Pastikan bahwa prosedur pengosongan, pembersihan dan perawatan ladel dapat diberikan. Perkakas dan peralatan yang diperlukan untuk Menuang Cairan Logam 128
  5. 5. Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Logam Mesin pembersihan dan perawatan ladel dapat diidentifikasi. Tindakan pengamanan awal yang harus diambil pada saat pembersihan dan perawatan ladel dapat diidentifikasi. KOMPETENSI KUNCI NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1. Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi 3 2. Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi 2 3. Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas 2 4. Bekerja dengan orang lain dan kelompok 2 5. Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 2 6. Memecahkan masalah 2 7. Menggunakan teknologi 2 Menuang Cairan Logam 129
  6. 6. Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Logam Mesin pembersihan dan perawatan ladel dapat diidentifikasi. Tindakan pengamanan awal yang harus diambil pada saat pembersihan dan perawatan ladel dapat diidentifikasi. KOMPETENSI KUNCI NO KOMPETENSI KUNCI DALAM UNIT INI TINGKAT 1. Mengumpulkan, mengorganisir dan menganalisa informasi 3 2. Mengkomunikasikan ide-ide dan informasi 2 3. Merencanakan dan mengorganisir aktivitas-aktivitas 2 4. Bekerja dengan orang lain dan kelompok 2 5. Menggunakan ide-ide dan teknik matematika 2 6. Memecahkan masalah 2 7. Menggunakan teknologi 2 Menuang Cairan Logam 129

×