Pengendalian Kondisi Darurat.pptx

PETUNJUK PENGENDALIAN KONDISI DARURAT
West DC
1
Struktur Organisasi Safety
PT LINFOX LOGISTICS INDONESIA – WDC
Safety & Compliance
Manager WDC
Budi Prasetyo
Safety Inspector
Officer
Wiwin Supriadi
Safety Inspector
Officer
Andy Susilo
Safety
Compliance &
Health Officer
Titha Arie
Aprilianda
SHE
Assistant Manager
Suherman
2
Tujuan
Tujuan dari Petunjuk Pengendalian Kondisi Darurat
ini adalah :
 Untuk menjelaskan Organisasi Pengendalian Kondisi
Darurat serta metoda operasi pengendalian yang
digunakan dalam menangani kondisi darurat.
 Dengan ini perusahaan di harapkan dapat merespon
secara efektif serta mampu memberikan kontrol yang
optimum terhadap kondisi darurat yang terjadi.
 Tujuan akhirnya adalah untuk mengurangi resiko
kerugian baik manusia ataupun harta benda (asset)
dengan segala konsekuensinya
3
Definisi
Kondisi darurat (emergency) :
kondisi dimana peristiwa yang terjadi dapat membawa dampak kerugian
yang serius bagi orang-orang, asset perusahaan, dan lingkungan hidup
di lingkungan pabrik dan sekitarnya.
Pos Komando (Pusat Operasional Kondisi Darurat) :
Suatu lokasi yang di gunakan sebagai pusat aktifitas pengendalian
kondisi darurat guna menjalankan PPKD pada saat terjadi kondisi
darurat (menggunakan lokasi kantor security).
PPKD (Petunjuk Pengendalian Kondisi Darurat) :
Suatu sistem yang terdiri dari organisasi pengendali kondisi darurat dan
peralatan-peralatannya di terapkan pada lingkungan Pabrik Unilever
dalam upaya mengendalikan suatu kondisi darurat yang mungkin terjadi.
Regu Pengendali Kondisi Darurat :
Adalah seluruh personil yang mempunyai fungsi dan tugas dalam
menanggulangi kondisi darurat, tercakup dalam struktur organisasi
Pengendali Kondisi Darurat.
4
Klasifikasi Kondisi Darurat
Tingkat tindakan penanggulangan kondisi darurat di sesuaikan
dengan klasifikasi kondisi darurat yang terjadi.
Secara grafis, klasifikasi kondisi darurat dapat di gambarkan
sebagai berikut :
Tingkat Dampak Cakupan Dampak (Potensi Dampak)
P
E
N
A
N
G
A
N
A
N
Sebatas Bagian
Sebatas Area
Pabrik
Meluas Keluar
Area Pabrik
Dapat diatasi oleh
Karyawan Bagian
Dapat diatasi oleh
Organisasi tingkat
Pabrik
Memerlukan
Bantuan Pihak Luar
Berwenang
SIAGA 3
SIAGA 2
SIAGA 1
5
SIAGA 3
 Klasifikasi ini mencakup seluruh kondisi darurat yang memiliki potensi
dampak bahaya yang mempengaruhi keselamatan operasional
pekerjaan dalam tingkat bagian/area suatu departemen, seperti:
kebakaran, tumpahan bahan berbahaya, atau lainnya yang hanya
memerlukan penanganan khusus dari karyawan / anggota regu PKD
departemen setempat.
SIAGA 2
 Klasifikasi ini mencakup kondisi darurat seperti diatas pada SIAGA 3,
yaitu kejadian yang dapat berakibat serius seperti kebakaran,
tumpahan bahan berbahaya, ledakan, atau insiden lainnya yang
berdampak terhadap keselamatan operasional dalam pabrik
sehingga perlu segera diambl tindakan untuk melindungi personil yang
ada di seluruh area pabrik. Akibat yang timbul masih dalam batas
wilayah pabrik dan dapat di tangani dengan tindakan khusus dari regu
PKD pabrik. Namun bila tidak di tangani secara efektif, dampak dari
kondisi darurat ini mungkin saja akan berpengaruh serius ke luar
lingkungan pabrik.
Klasifikasi Kondisi Darurat
6
SIAGA 1
 Adalah suatu situasi dimana kondisi darurat yang terjadi,
dengan dampak yang meluas keluar area pabrik/ area
umum. Peristiwa yang terjadi dapat berupa kebakaran,
tumpahan bahan berbahaya, ledakan, atau insiden lainnya
yang berdampak terhadap keselamatan operasional dalam
pabrik, dan sekaligus berdampak kepada pihak umum di luar
wilayah operasional pabrik.
 Pada klasifikasi ini, dampak dari kondisi darurat yang terjadi
semakin meningkat pengaruhnya, sehingga sampai perlu
menghentikan aktifitas kerja diluar pabrik. Tindakan perlu
segera diambil untuk melindungi personil di lapangan, dan
terhadap publik disekitar pabrik yang terkena dampak
kondisi darurat tersebut
Klasifikasi Kondisi Darurat
7
Regu Pengendali Kondisi Darurat
Terdapat enam jenis Regu Pengendali Kondisi Darurat :
1. Pemadam Kebakaran( Fire & Rescue)
2. Keamanan (Security)
3. Kesehatan (Medical)
4. Pengendalian Kerusakan (Damage Control)
5. Penyelamatan Lingkungan (Spill)
6. Evakuasi (Evacuation)
8
Pemadam Kebakaran
Pada saat terjadi kondisi darurat kebakaran, lakukan tindakan berikut :
 Tetaplah tenang, waspadai situasi yang terjadi pikirkan tentang keselamatan
diri
 Upayakan untuk memadamkan api pada kesempatan pertama dengan alat
yang tersedia (APAR terdekat) secara cepat dan tepat.
 Apabila tidak mampu mengatasi, segera tekan tombol fire alarm yang ada
pada lokasi terdekat dari tempat kejadian, segera evakuasi diri
 Bersama dengan anggota Regu Pemadam yang lain, persiapkan untuk
mencoba memadamkan api, dengan menggunakan Hydrant.
 Bila memungkinkan, lokalisir area yang terbakar dengan menyingkirkan barang
yang mudah terbakar sampai bantuan datang.
 Lakukan upaya pemadaman semaksimal mungkin sesuai kemampuan, sampai
tibanya tim pemadam dari luar.
 Lakukan kerjasama dengan pemadam dari instansi luar sesuai dengan
instruksi dari koordinator lapangan
9
Pencarian
 Pencarian dilakukan bila ada karyawan yang dinyatakan
hilang dan di yakini berada di lokasi kondisi darurat.
 Bila kondisi darurat yang terjadi disebabkan oleh
kebakaran, maka pencarian hanya boleh di lakukan oleh
regu Pemadaman yang telah mendapatkan sertifikat
pelatihan dari Dinas Pemadam Kebakaran atau,
tergantung pada tingkat kesulitan pencarian.
 Pencarian dapat hanya dilakukan oleh anggota / petugas
Dinas Pemadam Kebakaran.
 Dalam hal ini, pencarian harus menggunakan APD yang
memadai
10
Regu Pengamanan
 Meskipun dalam keadaan darurat, bahaya tindak kriminal
(misal : pencurian) tetap bisa saja terjadi.
 Potensi kerugian ini dapat di perkecil atau bahkan dapat
di hindarkan bila terdapat tim yang secara khusus
bertugas mengamankan asset dan karyawan perusahaan,
terlebih terhadap barang berharga dan potensial untuk di
jadikan objek tindak kriminal.
 Pengaman harus dilakukan terhadap semua asset
perusahaan, terlebih yang bernilai penting bagi
perusahaan baik atas ancaman internal maupun
eksternal.
11
Regu Pengamanan
Pada saat terjadi kondisi darurat (apapun), lakukan tindakan –
tindakan sebagai berikut :
 Lakukan Pengawasan area dan cegah pihak ketiga atau
orang yang dicurigai menggunakan kesempatan bertindak
kriminal (mencuri / membawa keluar barang asset
perusahaan).
 Menangkap orang yang jelas-jelas akan bertindak pidana
dan membawanya ke POSKO Security.
 Amati secara menyeluruh batas areal perusahaan, terhadap
adanya keterlibatan pihak luar yang mungkin menggunakan
kesempatan hiruk pikuk ini untuk bertindak kriminal.
 Lakukan pengaturan lalulintas di sekitar perusahaan agar
lalulintas Pengendalian Kondisi Darurat tidak terganggu
12
Regu Pertolongan Medis
Tugas utama tim medis :
 memperkecil kerugian – korban atas diri karyawan
bila keadaan darurat sampai menimbulkan luka atau
korban karyawan.
 Tim medis, selain atas inisiatif di bawah komando
ketua tim, juga melakukan upaya penyelamatan
atas permintaan dari tim evakuasi atau petugas
lainnya yang nyata2 melihat adanya korban
13
Regu Pertolongan Medis
Hal yang perlu dilakukan oleh tim medis adalah sebagi berikut :
 Prioritas pertolongan di berikan kepada karyawan yang
betul-betul memerlukan bantuan medis (tidak dapat lagi di
tangguhkan).
 Saat dilapangan Tim haruslah jeli dan tanggap atas adanya
korban (karena luasnya area dan hiruk pikuknya situasi)
 Bila tim tidak lagi mampu memberikan pertolongan, segera
larikan si korban ke rumah sakit terdekat dengan bantuan
dari tim lain.
 Jangan memindahkan karyawan yang cidera berat hingga
korban mendapat P3K. Segera minta bantuan medis untuk
menangani korban tersebut
14
Regu Pengendalian Kerusakan
Dalam keadaan darurat setiap unit kerja harus dapat
menghentikan operasi di bagian yang menjadi tanggung
jawabnya secara aman.
Hal yang perlu dilakukan oleh Regu Pengendalian Kerusakan
sebagai berikut :
 Kenakan APD yang sesuai
 Tentukan sumber bahaya yang menyebabkan kondisi
darurat
 Lakukan penghentian sumber energi, sedemikian pelepasan
energi tidak bertambah
 Bila tidak memungkinkan, mintalah bantuan dari pihak luar
melalui komandan PKD
15
Regu Penyelamatan Lingkungan
 Gunakan APD yang memadai sebelum melakukan tindakan
pengamanan
 tentukan area dampak yang terkena
 bila mungkin untuk membatasi secara fisik, lakukan
pembatasan secara fisik dengan peralatan yang ada.
 Konsultasikan dengan komandan akan tindakan yang di
lakukan
 Amati secara berkesinambungan hasil pengaman yang
dilakukan; amati bila terjadi perluasan dampak (ambil tindakan
pengamanan lebih lanjut)
 Laporkan potensi dampak dan tindakan yang diambil kepada
komandan PKD
Tugasnya untuk melokalisir dampak dari kondisi darurat
yang mengenai lingkungan hidup
16
Regu Evakuasi
 Karyawan yang tidak secara langsung turut ambil bagian
dalam upaya penanggulangan keadaan darurat harus
segera di evakuasi.
 Evakuasi di lakukan dengan tertib oleh Regu Evakuasi.
 Ketua Tim Evakuasi mengkoordinir anggota tim evakuasi
untuk mengindarkan karyawan dari bahaya kondisi darurat
lebih lanjut.
 Bila ada karyawan terjebak, tim sedapat mungkin harus
mengupayakan bantuan segera untuk menyelamatkan
karyawan tersebut
17
Regu Evakuasi
Hal yang perlu dilakukan oleh tim evakuasi sebagai berikut :
 Segera setelah mendengar pengumuman keadaan darurat
hindari kepanikan, lakukan evakuasi secara tertib.
 Lakukan evakuasi di mulai dari karyawan yang tidak turut dalam
upaya PKD yang berada pada area terluar dari area bahaya
dengan cepat disusul oleh karyawan lain yang berada pada alur
lebih dekat dari bahaya menuju ke lokasi Tempat Berkumpul.
(kecuali orang yang terkait dengan pengendalian kondisi darurat).
 Laranglah karyawan yang membawa barang besar/berat atau
berlari
 Berikan petunjuk tentang rute dan arus personil untuk
evakuasi, mulai dari area di mana karyawan bekerja (misal : area
gudang, ruang kantor/kerja sampai) ke daerah berkumpul/aman
sedemikian tidak terjadi kepanikan dan kemacetan.
18
Regu Evakuasi
 Pada saat melakukan evakuasi, periksa seluruh area kerja untuk
memastikan apakah ada seluruh personel terutama tamu atau kontraktor
juga telah meninggalkan gedung.
 Pastikan bahwa tidak ada karyawan yang tertinggal pada area yang
di evakuasi
 Setelah yakin bahwa ruangan kosong, maka tutuplah pintu untuk
mengurangi nyala api atau gas.
 Di area aman, perintahkan karyawan untuk tetap berada ditempat
sampai ada komando lanjutan dan agar karyawan tetap menggenakan
tanda identitas.
 Bersama dengan masing-masing supervisor bagian, lakukan
penghitungan jumlah karyawan yang ada di wilayah itu dan
memastikan bahwa setiap orang telah terevakuasi dengan
selamat/mengetahui ada tidaknya karyawan yang hilang guna tindakan
penyelamatan lebih lanjut.
 Laporkan hasil penghitungan kepada ketua regu evakuasi
19
Terima Kasih
KELUARGA MENUNGGU DIRUMAH
1 de 20

Recomendados

Tanggap_darurat_Pertemuan_ke-5.ppt por
Tanggap_darurat_Pertemuan_ke-5.pptTanggap_darurat_Pertemuan_ke-5.ppt
Tanggap_darurat_Pertemuan_ke-5.pptdarmadi ir,mm
24 visualizações45 slides
Tanggap_darurat_Pertemuan_ke-5.ppt por
Tanggap_darurat_Pertemuan_ke-5.pptTanggap_darurat_Pertemuan_ke-5.ppt
Tanggap_darurat_Pertemuan_ke-5.pptssusered8e17
5 visualizações45 slides
Tanggap darurat pertemuan_ke-5 por
Tanggap darurat pertemuan_ke-5Tanggap darurat pertemuan_ke-5
Tanggap darurat pertemuan_ke-5slametr
155 visualizações45 slides
Tanggap_darurat_Pertemuan_ke-5.ppt por
Tanggap_darurat_Pertemuan_ke-5.pptTanggap_darurat_Pertemuan_ke-5.ppt
Tanggap_darurat_Pertemuan_ke-5.pptMarykoAwangHerdian
6 visualizações45 slides
HSE Training UTD (19 apr 18) por
HSE Training UTD (19 apr 18)HSE Training UTD (19 apr 18)
HSE Training UTD (19 apr 18)ibadil haqqi
281 visualizações16 slides
Presentation1 por
Presentation1Presentation1
Presentation1Alfian Nasution
10 visualizações6 slides

Mais conteúdo relacionado

Similar a Pengendalian Kondisi Darurat.pptx

Kecemasan Kebakaran & Prosedur Pengosongan por
Kecemasan Kebakaran & Prosedur PengosonganKecemasan Kebakaran & Prosedur Pengosongan
Kecemasan Kebakaran & Prosedur PengosonganAhmad Aidil Nasir
50.4K visualizações43 slides
landasan ERP.ppt por
landasan  ERP.pptlandasan  ERP.ppt
landasan ERP.pptWahyuTriyono6
23 visualizações27 slides
Presentasi Basic HSE Awareness.pdf por
Presentasi Basic HSE Awareness.pdfPresentasi Basic HSE Awareness.pdf
Presentasi Basic HSE Awareness.pdfbajingan2
238 visualizações12 slides
Resume k3 pertemuan9-15_layaalin.m_pte por
Resume k3 pertemuan9-15_layaalin.m_pteResume k3 pertemuan9-15_layaalin.m_pte
Resume k3 pertemuan9-15_layaalin.m_pteLayaalinMutmainah1
105 visualizações11 slides
MKKG-converted.pdf por
MKKG-converted.pdfMKKG-converted.pdf
MKKG-converted.pdfAriSapari2
71 visualizações32 slides
Tanggap darurat-dan-pencehagan-kebakaran-pertemuan-4 por
Tanggap darurat-dan-pencehagan-kebakaran-pertemuan-4Tanggap darurat-dan-pencehagan-kebakaran-pertemuan-4
Tanggap darurat-dan-pencehagan-kebakaran-pertemuan-4Agus Witono
4.6K visualizações36 slides

Similar a Pengendalian Kondisi Darurat.pptx(20)

Kecemasan Kebakaran & Prosedur Pengosongan por Ahmad Aidil Nasir
Kecemasan Kebakaran & Prosedur PengosonganKecemasan Kebakaran & Prosedur Pengosongan
Kecemasan Kebakaran & Prosedur Pengosongan
Ahmad Aidil Nasir50.4K visualizações
landasan ERP.ppt por WahyuTriyono6
landasan  ERP.pptlandasan  ERP.ppt
landasan ERP.ppt
WahyuTriyono623 visualizações
Presentasi Basic HSE Awareness.pdf por bajingan2
Presentasi Basic HSE Awareness.pdfPresentasi Basic HSE Awareness.pdf
Presentasi Basic HSE Awareness.pdf
bajingan2238 visualizações
Resume k3 pertemuan9-15_layaalin.m_pte por LayaalinMutmainah1
Resume k3 pertemuan9-15_layaalin.m_pteResume k3 pertemuan9-15_layaalin.m_pte
Resume k3 pertemuan9-15_layaalin.m_pte
LayaalinMutmainah1105 visualizações
MKKG-converted.pdf por AriSapari2
MKKG-converted.pdfMKKG-converted.pdf
MKKG-converted.pdf
AriSapari271 visualizações
Tanggap darurat-dan-pencehagan-kebakaran-pertemuan-4 por Agus Witono
Tanggap darurat-dan-pencehagan-kebakaran-pertemuan-4Tanggap darurat-dan-pencehagan-kebakaran-pertemuan-4
Tanggap darurat-dan-pencehagan-kebakaran-pertemuan-4
Agus Witono4.6K visualizações
Teknik Otomotif Alat Berat safety & methode por Oemar Bakrie
Teknik Otomotif Alat Berat safety & methodeTeknik Otomotif Alat Berat safety & methode
Teknik Otomotif Alat Berat safety & methode
Oemar Bakrie4.5K visualizações
Teknik Evakuasi por Herry Prakoso
Teknik EvakuasiTeknik Evakuasi
Teknik Evakuasi
Herry Prakoso51.9K visualizações
Perencanaan Tanggap Darurat por Herry Prakoso
Perencanaan Tanggap DaruratPerencanaan Tanggap Darurat
Perencanaan Tanggap Darurat
Herry Prakoso31.5K visualizações
Kesiapsiagaan Bencana dan Kebakaran por Tini Wartini
Kesiapsiagaan Bencana dan KebakaranKesiapsiagaan Bencana dan Kebakaran
Kesiapsiagaan Bencana dan Kebakaran
Tini Wartini1K visualizações
Demonstration Training.pdf por YanaMahardika1
Demonstration Training.pdfDemonstration Training.pdf
Demonstration Training.pdf
YanaMahardika154 visualizações
Emergency response plan latest april 2014 por Yoga Firmansyah
Emergency response plan latest april 2014Emergency response plan latest april 2014
Emergency response plan latest april 2014
Yoga Firmansyah16.5K visualizações
ERP_Tugas Latihan.pdf por Sinta Lestari
ERP_Tugas Latihan.pdfERP_Tugas Latihan.pdf
ERP_Tugas Latihan.pdf
Sinta Lestari61 visualizações
PPGD KSR UMI.pptx por ItuIya
PPGD KSR UMI.pptxPPGD KSR UMI.pptx
PPGD KSR UMI.pptx
ItuIya31 visualizações
keamanan dan keselamatan kerja di laboratorium kimia por Qaiffa Greenpinkk
keamanan dan keselamatan kerja di laboratorium kimiakeamanan dan keselamatan kerja di laboratorium kimia
keamanan dan keselamatan kerja di laboratorium kimia
Qaiffa Greenpinkk19.5K visualizações
190371290 tanggap-darurat por Agus Witono
190371290 tanggap-darurat190371290 tanggap-darurat
190371290 tanggap-darurat
Agus Witono2.8K visualizações
Pengungsian bangunan (fsat) por Lee Oi Wah
Pengungsian bangunan (fsat)Pengungsian bangunan (fsat)
Pengungsian bangunan (fsat)
Lee Oi Wah14K visualizações
Prosedur menghadapikeadaan darurat.ppt por KayaGini
Prosedur menghadapikeadaan darurat.pptProsedur menghadapikeadaan darurat.ppt
Prosedur menghadapikeadaan darurat.ppt
KayaGini299 visualizações
materi induksi.pptx por RoniIrpannsyah
materi induksi.pptxmateri induksi.pptx
materi induksi.pptx
RoniIrpannsyah769 visualizações

Pengendalian Kondisi Darurat.pptx

  • 2. 1 Struktur Organisasi Safety PT LINFOX LOGISTICS INDONESIA – WDC Safety & Compliance Manager WDC Budi Prasetyo Safety Inspector Officer Wiwin Supriadi Safety Inspector Officer Andy Susilo Safety Compliance & Health Officer Titha Arie Aprilianda SHE Assistant Manager Suherman
  • 3. 2 Tujuan Tujuan dari Petunjuk Pengendalian Kondisi Darurat ini adalah :  Untuk menjelaskan Organisasi Pengendalian Kondisi Darurat serta metoda operasi pengendalian yang digunakan dalam menangani kondisi darurat.  Dengan ini perusahaan di harapkan dapat merespon secara efektif serta mampu memberikan kontrol yang optimum terhadap kondisi darurat yang terjadi.  Tujuan akhirnya adalah untuk mengurangi resiko kerugian baik manusia ataupun harta benda (asset) dengan segala konsekuensinya
  • 4. 3 Definisi Kondisi darurat (emergency) : kondisi dimana peristiwa yang terjadi dapat membawa dampak kerugian yang serius bagi orang-orang, asset perusahaan, dan lingkungan hidup di lingkungan pabrik dan sekitarnya. Pos Komando (Pusat Operasional Kondisi Darurat) : Suatu lokasi yang di gunakan sebagai pusat aktifitas pengendalian kondisi darurat guna menjalankan PPKD pada saat terjadi kondisi darurat (menggunakan lokasi kantor security). PPKD (Petunjuk Pengendalian Kondisi Darurat) : Suatu sistem yang terdiri dari organisasi pengendali kondisi darurat dan peralatan-peralatannya di terapkan pada lingkungan Pabrik Unilever dalam upaya mengendalikan suatu kondisi darurat yang mungkin terjadi. Regu Pengendali Kondisi Darurat : Adalah seluruh personil yang mempunyai fungsi dan tugas dalam menanggulangi kondisi darurat, tercakup dalam struktur organisasi Pengendali Kondisi Darurat.
  • 5. 4 Klasifikasi Kondisi Darurat Tingkat tindakan penanggulangan kondisi darurat di sesuaikan dengan klasifikasi kondisi darurat yang terjadi. Secara grafis, klasifikasi kondisi darurat dapat di gambarkan sebagai berikut : Tingkat Dampak Cakupan Dampak (Potensi Dampak) P E N A N G A N A N Sebatas Bagian Sebatas Area Pabrik Meluas Keluar Area Pabrik Dapat diatasi oleh Karyawan Bagian Dapat diatasi oleh Organisasi tingkat Pabrik Memerlukan Bantuan Pihak Luar Berwenang SIAGA 3 SIAGA 2 SIAGA 1
  • 6. 5 SIAGA 3  Klasifikasi ini mencakup seluruh kondisi darurat yang memiliki potensi dampak bahaya yang mempengaruhi keselamatan operasional pekerjaan dalam tingkat bagian/area suatu departemen, seperti: kebakaran, tumpahan bahan berbahaya, atau lainnya yang hanya memerlukan penanganan khusus dari karyawan / anggota regu PKD departemen setempat. SIAGA 2  Klasifikasi ini mencakup kondisi darurat seperti diatas pada SIAGA 3, yaitu kejadian yang dapat berakibat serius seperti kebakaran, tumpahan bahan berbahaya, ledakan, atau insiden lainnya yang berdampak terhadap keselamatan operasional dalam pabrik sehingga perlu segera diambl tindakan untuk melindungi personil yang ada di seluruh area pabrik. Akibat yang timbul masih dalam batas wilayah pabrik dan dapat di tangani dengan tindakan khusus dari regu PKD pabrik. Namun bila tidak di tangani secara efektif, dampak dari kondisi darurat ini mungkin saja akan berpengaruh serius ke luar lingkungan pabrik. Klasifikasi Kondisi Darurat
  • 7. 6 SIAGA 1  Adalah suatu situasi dimana kondisi darurat yang terjadi, dengan dampak yang meluas keluar area pabrik/ area umum. Peristiwa yang terjadi dapat berupa kebakaran, tumpahan bahan berbahaya, ledakan, atau insiden lainnya yang berdampak terhadap keselamatan operasional dalam pabrik, dan sekaligus berdampak kepada pihak umum di luar wilayah operasional pabrik.  Pada klasifikasi ini, dampak dari kondisi darurat yang terjadi semakin meningkat pengaruhnya, sehingga sampai perlu menghentikan aktifitas kerja diluar pabrik. Tindakan perlu segera diambil untuk melindungi personil di lapangan, dan terhadap publik disekitar pabrik yang terkena dampak kondisi darurat tersebut Klasifikasi Kondisi Darurat
  • 8. 7 Regu Pengendali Kondisi Darurat Terdapat enam jenis Regu Pengendali Kondisi Darurat : 1. Pemadam Kebakaran( Fire & Rescue) 2. Keamanan (Security) 3. Kesehatan (Medical) 4. Pengendalian Kerusakan (Damage Control) 5. Penyelamatan Lingkungan (Spill) 6. Evakuasi (Evacuation)
  • 9. 8 Pemadam Kebakaran Pada saat terjadi kondisi darurat kebakaran, lakukan tindakan berikut :  Tetaplah tenang, waspadai situasi yang terjadi pikirkan tentang keselamatan diri  Upayakan untuk memadamkan api pada kesempatan pertama dengan alat yang tersedia (APAR terdekat) secara cepat dan tepat.  Apabila tidak mampu mengatasi, segera tekan tombol fire alarm yang ada pada lokasi terdekat dari tempat kejadian, segera evakuasi diri  Bersama dengan anggota Regu Pemadam yang lain, persiapkan untuk mencoba memadamkan api, dengan menggunakan Hydrant.  Bila memungkinkan, lokalisir area yang terbakar dengan menyingkirkan barang yang mudah terbakar sampai bantuan datang.  Lakukan upaya pemadaman semaksimal mungkin sesuai kemampuan, sampai tibanya tim pemadam dari luar.  Lakukan kerjasama dengan pemadam dari instansi luar sesuai dengan instruksi dari koordinator lapangan
  • 10. 9 Pencarian  Pencarian dilakukan bila ada karyawan yang dinyatakan hilang dan di yakini berada di lokasi kondisi darurat.  Bila kondisi darurat yang terjadi disebabkan oleh kebakaran, maka pencarian hanya boleh di lakukan oleh regu Pemadaman yang telah mendapatkan sertifikat pelatihan dari Dinas Pemadam Kebakaran atau, tergantung pada tingkat kesulitan pencarian.  Pencarian dapat hanya dilakukan oleh anggota / petugas Dinas Pemadam Kebakaran.  Dalam hal ini, pencarian harus menggunakan APD yang memadai
  • 11. 10 Regu Pengamanan  Meskipun dalam keadaan darurat, bahaya tindak kriminal (misal : pencurian) tetap bisa saja terjadi.  Potensi kerugian ini dapat di perkecil atau bahkan dapat di hindarkan bila terdapat tim yang secara khusus bertugas mengamankan asset dan karyawan perusahaan, terlebih terhadap barang berharga dan potensial untuk di jadikan objek tindak kriminal.  Pengaman harus dilakukan terhadap semua asset perusahaan, terlebih yang bernilai penting bagi perusahaan baik atas ancaman internal maupun eksternal.
  • 12. 11 Regu Pengamanan Pada saat terjadi kondisi darurat (apapun), lakukan tindakan – tindakan sebagai berikut :  Lakukan Pengawasan area dan cegah pihak ketiga atau orang yang dicurigai menggunakan kesempatan bertindak kriminal (mencuri / membawa keluar barang asset perusahaan).  Menangkap orang yang jelas-jelas akan bertindak pidana dan membawanya ke POSKO Security.  Amati secara menyeluruh batas areal perusahaan, terhadap adanya keterlibatan pihak luar yang mungkin menggunakan kesempatan hiruk pikuk ini untuk bertindak kriminal.  Lakukan pengaturan lalulintas di sekitar perusahaan agar lalulintas Pengendalian Kondisi Darurat tidak terganggu
  • 13. 12 Regu Pertolongan Medis Tugas utama tim medis :  memperkecil kerugian – korban atas diri karyawan bila keadaan darurat sampai menimbulkan luka atau korban karyawan.  Tim medis, selain atas inisiatif di bawah komando ketua tim, juga melakukan upaya penyelamatan atas permintaan dari tim evakuasi atau petugas lainnya yang nyata2 melihat adanya korban
  • 14. 13 Regu Pertolongan Medis Hal yang perlu dilakukan oleh tim medis adalah sebagi berikut :  Prioritas pertolongan di berikan kepada karyawan yang betul-betul memerlukan bantuan medis (tidak dapat lagi di tangguhkan).  Saat dilapangan Tim haruslah jeli dan tanggap atas adanya korban (karena luasnya area dan hiruk pikuknya situasi)  Bila tim tidak lagi mampu memberikan pertolongan, segera larikan si korban ke rumah sakit terdekat dengan bantuan dari tim lain.  Jangan memindahkan karyawan yang cidera berat hingga korban mendapat P3K. Segera minta bantuan medis untuk menangani korban tersebut
  • 15. 14 Regu Pengendalian Kerusakan Dalam keadaan darurat setiap unit kerja harus dapat menghentikan operasi di bagian yang menjadi tanggung jawabnya secara aman. Hal yang perlu dilakukan oleh Regu Pengendalian Kerusakan sebagai berikut :  Kenakan APD yang sesuai  Tentukan sumber bahaya yang menyebabkan kondisi darurat  Lakukan penghentian sumber energi, sedemikian pelepasan energi tidak bertambah  Bila tidak memungkinkan, mintalah bantuan dari pihak luar melalui komandan PKD
  • 16. 15 Regu Penyelamatan Lingkungan  Gunakan APD yang memadai sebelum melakukan tindakan pengamanan  tentukan area dampak yang terkena  bila mungkin untuk membatasi secara fisik, lakukan pembatasan secara fisik dengan peralatan yang ada.  Konsultasikan dengan komandan akan tindakan yang di lakukan  Amati secara berkesinambungan hasil pengaman yang dilakukan; amati bila terjadi perluasan dampak (ambil tindakan pengamanan lebih lanjut)  Laporkan potensi dampak dan tindakan yang diambil kepada komandan PKD Tugasnya untuk melokalisir dampak dari kondisi darurat yang mengenai lingkungan hidup
  • 17. 16 Regu Evakuasi  Karyawan yang tidak secara langsung turut ambil bagian dalam upaya penanggulangan keadaan darurat harus segera di evakuasi.  Evakuasi di lakukan dengan tertib oleh Regu Evakuasi.  Ketua Tim Evakuasi mengkoordinir anggota tim evakuasi untuk mengindarkan karyawan dari bahaya kondisi darurat lebih lanjut.  Bila ada karyawan terjebak, tim sedapat mungkin harus mengupayakan bantuan segera untuk menyelamatkan karyawan tersebut
  • 18. 17 Regu Evakuasi Hal yang perlu dilakukan oleh tim evakuasi sebagai berikut :  Segera setelah mendengar pengumuman keadaan darurat hindari kepanikan, lakukan evakuasi secara tertib.  Lakukan evakuasi di mulai dari karyawan yang tidak turut dalam upaya PKD yang berada pada area terluar dari area bahaya dengan cepat disusul oleh karyawan lain yang berada pada alur lebih dekat dari bahaya menuju ke lokasi Tempat Berkumpul. (kecuali orang yang terkait dengan pengendalian kondisi darurat).  Laranglah karyawan yang membawa barang besar/berat atau berlari  Berikan petunjuk tentang rute dan arus personil untuk evakuasi, mulai dari area di mana karyawan bekerja (misal : area gudang, ruang kantor/kerja sampai) ke daerah berkumpul/aman sedemikian tidak terjadi kepanikan dan kemacetan.
  • 19. 18 Regu Evakuasi  Pada saat melakukan evakuasi, periksa seluruh area kerja untuk memastikan apakah ada seluruh personel terutama tamu atau kontraktor juga telah meninggalkan gedung.  Pastikan bahwa tidak ada karyawan yang tertinggal pada area yang di evakuasi  Setelah yakin bahwa ruangan kosong, maka tutuplah pintu untuk mengurangi nyala api atau gas.  Di area aman, perintahkan karyawan untuk tetap berada ditempat sampai ada komando lanjutan dan agar karyawan tetap menggenakan tanda identitas.  Bersama dengan masing-masing supervisor bagian, lakukan penghitungan jumlah karyawan yang ada di wilayah itu dan memastikan bahwa setiap orang telah terevakuasi dengan selamat/mengetahui ada tidaknya karyawan yang hilang guna tindakan penyelamatan lebih lanjut.  Laporkan hasil penghitungan kepada ketua regu evakuasi