O slideshow foi denunciado.
Utilizamos seu perfil e dados de atividades no LinkedIn para personalizar e exibir anúncios mais relevantes. Altere suas preferências de anúncios quando desejar.

Profil rekayasa teknologi untuk petani

325 visualizações

Publicada em

Profil rekayasa teknologi untuk petani kecil Indonesia.

Publicada em: Tecnologia
  • Seja o primeiro a comentar

  • Seja a primeira pessoa a gostar disto

Profil rekayasa teknologi untuk petani

  1. 1. REKAYASA TEKNOLOGIREKAYASA TEKNOLOGI UNTUK PETANI DESAUNTUK PETANI DESA INDONESIAINDONESIA
  2. 2. Latar BelakangLatar Belakang NNegara Indonesia adalah salah satuegara Indonesia adalah salah satu negara agraris terbesar dunia, atlantisnegara agraris terbesar dunia, atlantis yang hilang, tanahnya subur dan kayayang hilang, tanahnya subur dan kaya akan hasil alam. Namun hal itu tidakakan hasil alam. Namun hal itu tidak membuat petani kecil menjadi tuanmembuat petani kecil menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Tingginyarumah di negeri sendiri. Tingginya resiko gagal panen, lumrahnya tekananresiko gagal panen, lumrahnya tekanan harga, carut marut pupuk, sampaiharga, carut marut pupuk, sampai berlimpahnya komoditas import, telahberlimpahnya komoditas import, telah memukul mundur banyak lahan tanammemukul mundur banyak lahan tanam yang tadinya produktif, menjadi rusak,yang tadinya produktif, menjadi rusak, terbengkalai, bahkan tergusur.terbengkalai, bahkan tergusur. PProfil ini berisi sedikit gambaranrofil ini berisi sedikit gambaran permasalahan dasar yang dihadapipermasalahan dasar yang dihadapi petani kecil, dan upaya rekayasapetani kecil, dan upaya rekayasa teknologi yang kami lakukan untukteknologi yang kami lakukan untuk membantu mengatasi permasalahanmembantu mengatasi permasalahan tersebut.tersebut.
  3. 3. PermasalahanPermasalahan MMasih banyak terdapat permasalahanasih banyak terdapat permasalahan klasik di pertanian Indonesia. Irigasiklasik di pertanian Indonesia. Irigasi (kekeringan/curah hujan(kekeringan/curah hujan berlebih/pedjadwalan irigasi/dosis air),berlebih/pedjadwalan irigasi/dosis air), pupuk (kesulitan mendapatkan pupuk)pupuk (kesulitan mendapatkan pupuk) dan kerusakan tanah akibat bahandan kerusakan tanah akibat bahan kimia, tidak ada data presisi (datakimia, tidak ada data presisi (data curah hujan, intensitas cahaya/UV,curah hujan, intensitas cahaya/UV, perubahan suhu, siklus hama),perubahan suhu, siklus hama), penyuluhan yang kurang tepat (karenapenyuluhan yang kurang tepat (karena tidak tersedia data historis), tidak adatidak tersedia data historis), tidak ada lumbung penyangga, hilangnyalumbung penyangga, hilangnya beberapa varietas tanaman, tidak adabeberapa varietas tanaman, tidak ada data panen yang presisi, kesulitandata panen yang presisi, kesulitan buruh panen, harga tidak stabil danburuh panen, harga tidak stabil dan penimbunan, dan lain sebagainya.penimbunan, dan lain sebagainya.
  4. 4. KEBUTUHANKEBUTUHAN Untuk bisa menyelesaikanUntuk bisa menyelesaikan permasalahan tersebut, dibutuhkanpermasalahan tersebut, dibutuhkan data yang tepat. Misalnya, agardata yang tepat. Misalnya, agar siklus tanam berjalan dengan baiksiklus tanam berjalan dengan baik dan menghasilkan panen yangdan menghasilkan panen yang memuaskan, dibutuhkan berbagaimemuaskan, dibutuhkan berbagai macam pengaturan: pupuk,macam pengaturan: pupuk, pengairan, dsb. Untuk itupengairan, dsb. Untuk itu dibutuhkan data yang akurat daridibutuhkan data yang akurat dari berbagai sumber. Hal ini sudahberbagai sumber. Hal ini sudah lama diterapkan di negara maju,lama diterapkan di negara maju, dan dikenal dengan Precisiondan dikenal dengan Precision Agriculture.Agriculture. KETERSEDIAANKETERSEDIAAN Indonesia masih cukup tertinggalIndonesia masih cukup tertinggal dalam penerapan Precision Agriculturedalam penerapan Precision Agriculture dan teknologi pendukungnya. Salahdan teknologi pendukungnya. Salah satunya disebabkan karena tidaksatunya disebabkan karena tidak tersedianya data yang runut, lengkaptersedianya data yang runut, lengkap dan akurat. Ini juga disebabkan karenadan akurat. Ini juga disebabkan karena belum menggunakan alat bantu yangbelum menggunakan alat bantu yang tepat dan otomatis. Di era komputasitepat dan otomatis. Di era komputasi modern, alat bantu cerdas untukmodern, alat bantu cerdas untuk membantu petani adalah sebuahmembantu petani adalah sebuah keniscayaan, bukan lagi sebuah gaya.keniscayaan, bukan lagi sebuah gaya. ● ● Namun hal ini sulit didapat oleh petani,Namun hal ini sulit didapat oleh petani, pengolah data, penyuluh, lembagapengolah data, penyuluh, lembaga finansial pendukung pertanian (bankfinansial pendukung pertanian (bank dan asuransi), lembaga riset dandan asuransi), lembaga riset dan teknologi, hingga lembaga swadayateknologi, hingga lembaga swadaya dan lembaga-lembaga pemerintah.dan lembaga-lembaga pemerintah.
  5. 5. Rekayasa TeknologiRekayasa Teknologi ● DData yang dihasilkan antara lain:ata yang dihasilkan antara lain: ● - Curah Hujan- Curah Hujan ● - Intensitas sinar matahari dan UV- Intensitas sinar matahari dan UV ● - Perubahan suhu dan kelembapan (udara maupun tanah)- Perubahan suhu dan kelembapan (udara maupun tanah) ● - Kualitas udara (CO2, dsb)- Kualitas udara (CO2, dsb) ● - PH dan konduktifitas air tanah- PH dan konduktifitas air tanah ● - Suhu dan kelembapan udara permukaan tanah- Suhu dan kelembapan udara permukaan tanah ● - Kelembapan daun dan tanah (moisture), suhu dalam- Kelembapan daun dan tanah (moisture), suhu dalam tanah dan daya serap air oleh permukaan tanahtanah dan daya serap air oleh permukaan tanah ● - Deteksi dini hama tikus dan mamalia lain.- Deteksi dini hama tikus dan mamalia lain. ● - Pemetaan lahan pertanian foto- Pemetaan lahan pertanian foto udara/kontur(photogrametry)/digital surface modeludara/kontur(photogrametry)/digital surface model ● - Pemetaan infra merah (near infrared), indeks vegetasi- Pemetaan infra merah (near infrared), indeks vegetasi (Normalized Difference Vegetation Index)(Normalized Difference Vegetation Index) ● - Pemetaan multispectral- Pemetaan multispectral ● KKami mencoba jembatani hal itu dengan melakukanami mencoba jembatani hal itu dengan melakukan ujicoba dan pengembangan rekayasa teknologi berupaujicoba dan pengembangan rekayasa teknologi berupa perangkat sensor, baik berupa sensor tanah (tanam),perangkat sensor, baik berupa sensor tanah (tanam), udara (cuaca), hingga pengindraan jarak jauh (subudara (cuaca), hingga pengindraan jarak jauh (sub aerial remote sensing).aerial remote sensing).
  6. 6. DData diambil dari lapangan. Baik secaraata diambil dari lapangan. Baik secara otomatis maupun manual, lalu dikirimkan keotomatis maupun manual, lalu dikirimkan ke pusat data, dan didistribusikan ke institusipusat data, dan didistribusikan ke institusi yang membutuhkan, seperti: lembagayang membutuhkan, seperti: lembaga penyuluh, universitas, pusat studi tanaman,penyuluh, universitas, pusat studi tanaman, pusat pengolah data, badan statistik, badanpusat pengolah data, badan statistik, badan logistik, lembaga finansial dan bank, dan lainlogistik, lembaga finansial dan bank, dan lain sebagainya.sebagainya.
  7. 7. TERIMA KASIHTERIMA KASIH *Prototype perangkat yang*Prototype perangkat yang kami kembangkankami kembangkan Bengkel pengembangan:Bengkel pengembangan: Jl. P Antasari No 36,Jl. P Antasari No 36, Jakarta SelatanJakarta Selatan http://4drone.asiahttp://4drone.asia

×