O slideshow foi denunciado.
Utilizamos seu perfil e dados de atividades no LinkedIn para personalizar e exibir anúncios mais relevantes. Altere suas preferências de anúncios quando desejar.

Penyiapan lahan tanpa bakar untuk pencegahan kebakaran lahan dan hutan

339 visualizações

Publicada em

Presented by: Nurul Qomar, Ahmad Muhammad,
Qori Pebrial Ilham, Hari Priyadi (University of Riau, IPB University, World Bank) at “Launching Buku: Pembelajaran dari Pencegahan Kebakaran dan Restorasi Gambut Berbasis Masyarakat", 16 Jan 2020, Jakarta

Publicada em: Meio ambiente
  • Seja o primeiro a comentar

Penyiapan lahan tanpa bakar untuk pencegahan kebakaran lahan dan hutan

  1. 1. PENYIAPAN LAHAN TANPA BAKAR UNTUK PENCEGAHAN KEBAKARAN LAHAN DAN HUTAN Nurul Qomar1,2, Ahmad Muhammad1,3, Qori Pebrial Ilham4, Hari Priyadi5 1)Pusat Studi Bencana (PSB), LPPM, Universitas Riau 2)Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Riau 3)Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Riau 4)Departemen Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan, IPB University 5)World Bank
  2. 2. Kebiasaan Membakar Lahan Vegetasi yang didominasi pohon Penebasan dan pengeringan Pembakaran Penanaman Vegetasi yang didominasi semak Pembakaran Penanaman • Banyak dipraktekkan karena mudah, cepat, dan murah. • Membantu menghilangkan hama dan penyakit tanaman. • Sisa bakaran dapat mengurangi keasaman tanah dan dipercaya dapat menyuburkan tanah.
  3. 3. Larangan Membakar Lahan dan Hutan • UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan; Pasal 50 Ayat (3) huruf d “Setiap orang dilarang membakar hutan” • UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan hidup; Pasal 69 ayat (1) huruf h “Setiap orang dilarang melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar”. • UU Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan; Pasal 56 Ayat (1) “Setiap Pelaku Usaha Perkebunan dilarang membuka dan/atau mengolah lahan dengan cara membakar”.
  4. 4. Pilihan Cara Penyiapan Lahan Tanpa Bakar 1. Penebasan vegetasi secara manual (tebas imas) dengan parang, kapak, chainsaw. 2. Pembersihan vegetasi secara mekanis ringan (traktor tangan atau traktor mini). 3. Pembersihan lahan secara mekanis berat (excavator).
  5. 5. Pertimbangan dalam Pemilihan Cara Penyiapan Lahan Tanpa Bakar a. Karakteristik lahan sasaran. b. Karakteristik penutupan lahan sasaran. c. Jenis tanaman yang akan dibudidayakan pada lahan sasaran. d. Peralatan dan tenaga yang tersedia. e. Biaya yang tersedia. f. Dampak terhadap kondisi lahan dan masyarakat.
  6. 6. Kendala dan Peluang Penyiapan Lahan Tanpa Bakar Potensi Tebas Imas/Manual Secara Mekanis Ringan Secara Mekanis Berat Kendala • Membutuhkan tenaga kerja lebih banyak • Membutuhkan waktu lebih banyak • Menghadapi kendala dalam pemindahan material tebasan yang berat • Membutuhkan perlatan yang kemungkinan tidak tersedia • Menghadapi kendala pemindahan material tebasan yang berat • Membutuhkan peralatan yang kemungkinan tidak tersedia • Membutuhkan jalan akses yang sesuai untuk alat berat • Memiliki potensi merusak gambut Peluang • Penyerapan tenaga kerja lebih banyak • Penciptaan wahana keguyuban komunitas • Pemeliharaan sistem ekologis yang ada • Penghematan waktu dan biaya tenaga kerja • Pemeliharaan sistem ekologis yang ada • Penghematan waktu dan biaya dalam skala lahan yang luas • Lebih efektif membersihkan dan meratakan lahan
  7. 7. Tahapan Penyiapan Lahan dengan Cara Tebas Imas/Manual 1. Penebangan Pohon dan Penebasan Semak 2. Pemanfaatan Biomassa hasil tebasan 3. Penumpukkan Biomassa (stacking) 4. Pemberantasan Gulma dan Pembersihan Tunggul 5. Pembuatan Perigi/Sumur
  8. 8. Pembuatan Perigi • Salah satu bentuk kearifan lokal masyarakat Melayu • Perigi atau sumur petak dengan kedalaman 200 cm, lebar 100 cm, dan dalam 200 cm • Teknologi multiguna: - Penanda batas lahan kebun - Wadah (tandon) air yang mudah diambil untuk berbagai keperluan, termasuk antisipasi untuk pemadaman api - Titik pemantauan kedalaman muka air
  9. 9. Kelebihan Ekologis Cara Tebas Imas • Seresah dan sisa perakaran tanaman tidak terkikis/terbuang, menjadi mulsa bagi tanaman. • Pohon native species masih dapat dipertahankan untuk percepatan Revegetasi. • Resiko penurunan permukaan (subsidensi) tanah lebih kecil/tidak ada.
  10. 10. Arena Aksi #1 Arena Aksi #2 Arena Aksi #3 Keterangan: (a) : Sebelum PLTB (b) : Sedang/Setelah PLTB Kondisi Tutupan Lahan
  11. 11. Perbandingan Biaya Penyiapan Lahan Pokok Pembiayaan Cara Penyiapan Lahan Pembakaran Mekanis Berat Tebas Imas untuk Kebun Nanas Peralatan - - 250.000 Bahan bakar - - 100,000 Bahan kimia - - 700,000 Tenaga kerja - - 4,750.000 Pengawasan - - 500.000 Biaya total* 1.000.000 7.000.000 6,300.000 Waktu total** 2-5 1-3 30-40 *Semua biaya dalam Rp/ha **Dalam HOK/ha
  12. 12. Terima Kasih

×