2. Bahan Bacaan
1. Production and Operation Management – An Applied
Modern Approach
By : John S. Martinich
2. Production and Operation Management – Concept,
Models and Behavior
By : Everett E. Adam and Ronald J. Ebert
3. Dasar-Dasar Manajemen Produksi dan Operasi
By : T. Hani Handoko
4. Manajemen Produksi
By : Sukanto Reksohadiprodjo &
Indriyo Gitosudarmo
5. Dasar-Dasar Manajemen Produksi dan Operasi
By : Lalu Sumayang
3. Informasi pendukung
• Materi tiap pertemuan, download dari:
slideshare
• Reference, download melalui :
gen.lib.rus.ec
• Journal atau hasil penelitian, download
dari: Google scholar.com
4. Syllabus Manajemen Produksi & Operasi
1. Penjelasan RPS, Kontrak Kuliah dan Pengantar Manajemen
Produksi/Operasi dan ruang lingkup production system and
operation management
2. Memahami ruang lingkup penyiapan strategi operasi
3. Memahami proses penyiapan forecasting
4. Memahami ruang lingkup yang terkait dengan Product design and
operations
5. Memahami ruanglingkup dalam menyiapkan Capacity planning
and facility location
6. Mengetahui ruang lingkup dalam melakukan seleksi terhadap
pemilihan struktur proses dan teknologi
7. Mengetahui proses design dan layout fasilitas
8. Ujian Tengan Semester (UTS)
5. Syllabus Manajemen Produksi & Operasi
9. Mengetahui ruang lingkup Job design, work methods, and organization
10. Mengetahui hal-hal yang terkait dengan The quality management system
11. Mengetahui aggregate planning yang diterapkan pada perusahaan
12. Mengetahui Inventory planning and managing materials with independent
demands
13. Mengetahui ruanglingkup tentang Just-in-time (JIT), lean, and synchronous
production systems
14. Mengetahui ruanglingkup tentang Operation and personnel scheduling
15. Mengetahui ruanglingkup yang terkait dengan Project planning and
scheduling
16. Ujian Akhir Semester (UAS)
7. POKOK BAHASAN (K1-3)
1. Pendahuluan
2. Fungsi operasi
3. Peranan strategi manajemen produksi dan operasi
4. Forecasting permintaan akan produk dan jasa
5. Penelitian dan pengembangan produk
9. 1.Pendahuluan
• James Watt, th 1764 menemukan mesin uap sebagai pengganti
tenaga manusia yang kemudian mengantar peradaban manusia
kezaman modern dimana produktivitas meningkat dengan cepat,
perkembangan teknologi dan revolusi industri.
• Adam Smith, th 1776 dalam buku “The Wealth of Nations” atau
“An inquiry into the nature and causes of the welth of nation” ada
3 dasar kemajuan ekonomi dengan adanya pembagian kerja,
yaitu :
1. Peningkatan keahlian dan keterampilan buruh jika satu tugas dilakukan
berulang
2. Mengurangi kehilangan waktu bila suatu aktivitas diubah menjadi aktivitas
yang lain
3. Mendorong penemuan dan pembuatan peralatan yang akan digunakan
oleh tenaga kerja spesialis dan pada pekerjaan khusus.
• Charles Babbage, 1832 dalam buku “ On the economy of
machinery and manufactures” mengembangkan ajaran Adam
Smith dengan menambahkan satu unsur lagi, yaitu : upah buruh
dibayar sesuai dengan keahlian yang diperlukan untuk aktivitas
yang sedang dikerjakan.
10. 1.Pendahuluan
• Frederick. W. Taylor, th 1911, dalam buku “The principle of
scientific management” meneruskan teori Adam Smith dan
memperjuangkan penerapan ilmu pengetahuan pada pengelolaan
pabrikasi yang berkembang dengan cepat dan semakin rumit.
• Elton Mayo, th 1946, mengemukakan bahwa motivasi dan
kepuasan kerja merupakajn faktor utama dalam penentuan
kinerja atau dikenal dengan istilah “ Humanizing the work place”.
Pekerja diawasi dan diperhatikan dengan harapan untuk
mengurangi hal-hal yang tidak bermanfaat.
• Th 1970, terjadi perubahan pandangan, yaitu :
1. “Manajemen produksi” diganti dengan “Manajemen Operasi”
sehingga orientasi Manajemen operasi menjadi lebih luas yiatu
bukan hanya pabrikasi tetapi juga pada produk pelayanan dan
jasa
2. Fungsi operasi memberikan peranan baru sebagai bagian dari
strategi usaha terutama dalam menentukan keunggulan bersaing
• Defisini MPO, yaitu merupakan usaha-usaha pengelolaan secara
optimal sumberdaya (input) dalam proses transformasi menjadi
berbagai produk barang atau jasa (output)
• Ruang lingkup MPO seprti gambar berikut ini :
12. 2. Fungsi operasi
• Fungsi operasi merupakan acuan yang menyeluruh
yang merupakan kerangka kerja dan tanggunjawab
dari manajemen operasi, al :
1. Menentukan standar mutu dan penelitian produk yang
dihasilkan
2. Menentukan teknologi, jadwal, peralatan, lay out, dan
penentuan tahapan jenis arus kerja
3. Menentukan kapasitas sesuai potensi pasar
4. Pengelolaan persediaan
5. Pengelolaan SDM
13. RUANG LINGKUP MANAJEMEN PRODUKSI DAN OPERASI
Permintaan barang
dan jasa
MASUKAN (INPUT)
a. Manusia
- kemampuan
intelektual
dan fisik
b. Dana dari :
- Modal sendiri
- Kredit
- Laba
- Donasi, dll
c.Bahan baku :
- Air
- Udara
- Bahan mentah
- Minyak
- Listrik
- besi, dll
FUNGSI MANAJEMEN
- Perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan, pengawasan
PROSES TRANSFORMASI MELALUI :
a. Fasilitas
- Pabrik, rumah sakit, sekolah, restauran,
sekolah, bangunan kantor, dll
b. Mesin
- Komputer, truck dan mobil, perakitan,
mesin tenung, mesin giling, dll
c. Proses
- Proses peleburan, proses pemotongan,
proses pembentukan, analisis,
pengajaran, dll
KELUARAN (OUTPUT)
a. Barang
- Mobil, permainan, video,
sepeda, buku, komputer,
energi, dll
b. Jasa
- Perawatan kesehatan,
pinjaman, asuransi,
kenikmatan, konsultasi,
pengajaran, dll
LINGKUNGAN EKSTERN
- Pemerintah, teknologi, ekonomi,
iklim, konsumen, organisasi buruh,
hubungan internasional, sosial,
politik, budata, dll
15. 3. Peranan strategi manajemen
produksi dan operasi
• Fungsi operasi merupakan unsur utama dari strategi bisnis
perusahaan yang perumusannya merupakan sebuah proses
dimana perusahaan menentukan bagaimana memenangkan
persaingan.
• Strategi business menjelaskan tentang tujuan usaha dan kebijakan
untuk mencapai tujuan tsb.
• Penyusunan strategi perlu mempertimbangkan faktor ekternal
(peluang dan tantangan) dan faktor internal (kekuatan dan
kelemahan)
• Strategi operasi harus taat azas dengan strategi business dari
perusahaan
• Fungsi operasi dalam persaingan :
Faktor yang mempengaruhi keunggulan perusahaan dalam
bersaing, yaitu :
a. Cost atau efisiensi
b. Mutu
c. Pemasok yang andal (delivery tepat waktu)
d. Flexibility atau tanggap terhadap perubahan
18. 3. Peranan strategi manajemen
produksi dan operasi
• Dalam kenyataan, banyak perusahaan tidak dapat
unggul pada ke 4 faktor tsb diatas (cost, quality,
delivery, flexibility) sehingga perusahaan harus
menetapkan sasaran spesifik yang dituangkan dalam
kerangka strategi operasi sbb :
1. Misi operasi sesuai dengan penetapan sasaran spesifik
perusahaan, dengan menekankan pada salah salu atau
beberapa dari ke faktor tsb
2. Distinctive competence (distictive, khusus, tersendiri),
berkononsentrasi pada kemampuan operasi yang terbaik yang
dimiliki, karena tidak mungkin melakukan hal terbaik pada
semua hal dan pada waktu yang sama.
3. Operation objective, ditunjukkan dengan cara kuantitatif
sehingga dapat diukur tingkat keberhasilannya
4. Operation policies, yaitu bagimana tujuan operasi dapat
dicapai melalui kebijakan operasi yang meliputi mutu, proses,
kapasitas, pengelolaan inventory dan SDM
20. 4. Forecasting permintaan akan
produk dan jasa
• Perencanaan sebagainsalah satu fungsi pengambilan keputusan
manajemen produksi dan operasi, membutuhkan peramalan
tentang permintaan (demand) produk barang atau jasa yang
dihasilkan
• Peramalan poenting artinya karena dengan p-eramalan yang
tepat-guna diharapkan meningkatkan efisiensi produksi.
• Metode peramalan :
1. Metode qualitative atau metode judgmental
2. Metode quantitative time series atau metode axtrapolative
3. Metode quantitative causal atau metode explanatory
• Peramalan untuk inventory jangka pendek atau jumlah item yg
besar digunakan metode time series
• Peramalan jangka panjang seperti untuk fasilirtas, metode
kualitative atau metode causal
• Peramalan jangka panjang untuk perencanaan total, dan
penetapan anggaran, digunakan metode time series atau metode
causal
21. FORECASTING DENGAN SISTEM PRODUKSI DAN OPERASI
Output barang dan
jasa
Informasi tentang Demand dan
produksi
Penjadwalan aggregate
operasi
Perencanaan produksi,
proses, peralatan,
kapasitas
Pengawasan peoduksi,
inventory, tenaga kerja,
SDM
Peramalan demand
dan operasi
22. 4. Forecasting permintaan akan produk
dan jasa
Akurat
Biaya peramalan
Biaya operasi
Total biaya
Optimal
Biaya (Rp)
23. • Metode kualitatif digunakan dengan menganalisa atau dengan
memilih salah satu penelitian pasar yang sudah ada atau dengan
cara pendekatan sistematik, yaitu :
1. Metode Delphi, yaitu permalan dengan menggunakan panel yang
terdiri dari para ahli baik dari luar maupun dari dalam
perusahaan. Masing-masing ahli memberi jawaban atas
pertanyaan dari kordinator, dan tanpa identitas untuk menghindari
pengaruh latar belakang ybs.
2. Metode nominal group, metode kualitatif sama dengan metode
Delphi hanya berbeda para pakar diberi kesempatan berdiskusi
3. Market survey, mengajukan pertanyaan kepada pelanggan dan
jawaban tsb sebagai ramalan permintaan pasar
4. Analisis historical analogy and life cycle, yaitu metode kualitatif
dimana penelitian pasar dilengkapi dengan data kinerja produksi
sebelumnya, sehingga ramalan permintaan dilakukan dengan
membandingkan, mempelajari dan menganalisis kurva dan siklus
kehidupan produksi tsb
4. Forecasting permintaan akan produk dan jasa
24. • Metode permalan quantitative-time series atau metode
extrapolative
Membuat analisi dengan pola data waktu yang lalu, kemudian
diproyeksi menjadi ramalan dimasa yang akan datang
• Metode peramalan dengan data time series, yaitu :
1. Metode simple moving average
At = (D1+D2+….+Dn)/ N
Ramalan demand tahun berikutnya sama dengan rata-rata
demand sebelumnya
2. Metode waighted moving average, memasukkan bobot pada data
periodik tsb
3. Metode exponential smoothing, diasumsikan bahwa angka rata-
rata yang baru dapat diperoleh dari angka rata-rata yang lama
dan data demand yang terbaru
4. Metode advanced time series, menggunakan nilai ά yang
digunakan untuk menetapkan nilai error sebuah permalan,
semakin besar error maka semakin besar ά
4. Forecasting permintaan akan produk dan jasa
25. • Metode peramalan dengan data time series, yaitu :
5. Model matematic, karena biayanya mahal maka perlu dilakukan
analisis trade off antara biaya dan akurasi
6. Metode Bob-Jenkins, menggunakan 60 periode data masa lalu,
dengan asumsi pola data masa lalu stabil
• Metode permalan causal atau metode explanatory
1. Analisis regresi
a. Model single variable regresi
b. Metode multiple regresi
2. Metode peramalan ekonometrika, menggunakan regresi dan
dikaitkan dengan teori
3. Metode permalan simulasi
• Peramalan dengan menggunakan program komputer
atau computerizes forecasting
– Berbagai macam program yang banyak digunakan dalam
komputerisasi forecasting
4. Forecasting permintaan akan produk dan jasa
26. Ch 4. Forecasting
4.1. What is forecasting ?
Forecasting is the art and science of predicting
future events
4.2. Importance of demand forecasting
Facility and
Capacity planning Production
scheduling
Transportation
logistics
Personnel
Hiring (menggaji)
Personnel
scheduling
Material
planning
Demand
forecating
27. 4.2. Forecasting mathods
The role of time (role ; peran, tugas)
1. Short-term forecasts
2. Intermediate-term forecasts
3. Long-term forecasts
Quantitative versus qualitative methods
Quantitative forecasting methods, menggunakan
mathematical models, menggunakan data time series
atau data cross section
Qualitative forecasting methods, merupakan judgment
seseorang karena keahlian, pengalaman dan
kemampuuan sesorang. Ini biasa juga disebut sebagai
subjective forecasting methods
Ch 4. Forecasting
28. 4.3. Qualitative forecasting methods
• How to improve qualitative forecasting
– Standardize the process, mis karakter konsumen
membeli produk setiap 3 bulan
– Monitor forecasts, evaluasi hasil yang dicapai
– Create incentives for accuracy, memberikan bonus bila
mencapai sasaran ferecasting
– Gunakan beberapa metode, dan membandingkan
hasilnya, al :
. Matode rata-rata, antara beberapa pandangan
individu
. Konsensus, diantara beberapa orang
Ch 4. Forecasting
29. 4.4. Quantitative forecasting methods
• Step in Modeling
– Graph the relevant data (scatter diagram)
– Select a general form of the function
– Estimate the parameters of the function
– Evaluate the quality of the model
– Select and implement the best model
• Metode rata-rata
Mean, mean tertimbang, median, mode, midrange, dan
midhinge
• Linear trend (fungsi dari waktu)
Y = a + bX
• Model regresi
Y = f(Xi)
Y = b0 +b1X1 + b2X2 + b3X3 + ……… + bnXn
Ch 4. Forecasting
30. Contoh : Data trend
n Y X y =(Y-Yrt) x =(X-Xrt) xy x
2
0 10 0 -5 -2.5 12.5 6.25
1 12 1 -3 -1.5 4.5 2.25
2 14 2 -1 -0.5 0.5 0.25
3 16 3 1 0.5 0.5 0.25
4 18 4 3 1.5 4.5 2.25
5 20 5 5 2.5 12.5 6.25
Total 90 15 0 0 35 17.5
Y rata2 15
X rata2 2.5
a = Yrt - b(Xrt) = 10
b = xy / x2
= 2
31. Trend
Y
Y = a + bX
Y = 10 + 2X
2 4 6 7 8
3 5
1
X=6Y = 10 + 2(6)= 22
X=7Y = 10 + 2(7)=24
dY=2
dX=1
b = dY/dX= 2
26
22
24
X=8Y = 10 + 2(8)= 26
0
20
dY=2
X (t)
dX=1
32. • Metode rata-rata (average)
1. Mean aretmetik, rata-rata sederhana dengan cara membagi
jumlah semua nilai dengan anggota
- Rata-rata populasi (μ) = ∑X/N
- Rata-rata sampel (xbar) = ∑X/n
Contoh :
- Xrata-rata = (89+51+65+75+67+73)/6 = 70
2. Mean aritmetik tertimbang, tiap nilai dibobotkan menurut
tingkatannya. Rata-rata dihitung dengan perkalian antara nilai
dengan bobot, kemudian jumlahnya dibagi dengan jumlah bobot
- Rata-rata (μw) = ∑xw / ∑w
X = 2, 4, 3, 1, 4
w (bobot dari X) = 3, 4, 3, 2, 4
- Rata-rata (μw) = 2(3)+4(4)+3(3)+1(2)+4(4) / (3+4+3+2+4)
= 49/16 = 3.06
Ch 4. Forecasting
33. 3. Median, nilai yanmg berada ditengah kelompok pada saat semua nilai
disusun dalam urutan yang semakin besar.
- Hukum 1 : jika sampel berukuran ganjil, maka posisi median diwakili nilai
numerik pada titik posisi (n+1)/2 dari observasi berurutan
- Hukum2 : jika sampel bewrukuran genap, maka posisi median berada
diantara dua nilaiervasi dalam susunan berurutan. Nilai mediannya adalah
mean aritmetik dari dua nilai numerik yang terdekat dengan observasi
tengah tersebut
Contoh : 51, 65, 67, 73, 75,89
Median : (67+73)/2 = 70
4. Mode, nilai yang paling sering terjadi dalam suatu koleksi nilai atau data
- Contoh 1 : 89, 51, 65, 75, 67, 73 (tidak ada nilai mode karena semua data
hanya memiliki frekuensi yang sama atau tidak melebihi yang lain
- Contoh 2 : suhu udara dikota B ; - 40 -20 -10 -10 00 00 00
Mode = 00
Ch 4. Forecasting
34. 5. Midrange, adalah mean aritmetik dari observasi terkecil dan observasi terbesar dalam
satu kelompok data. Perumusannya sbb :
Midrange = (X terkecil + X terbesar )/2
Contoh : 51, 65, 67, 73, 75, 89
Midrange = (51+89)/2 = 70
6. Midhinge, mean aritmetik dari kuartal pertama dan kuwartal keempat dalam satu
kelompok data, yaitu :
Misalnya ;
Midhinga = (Q1 + Q2)/2
Q1 = nilai pada posisi 1(n+1)/4
Q2= nilai pada posisi 2(n+1)/4
Q3= nilai pada posisi 3(n+1)/4
Contoh : 51, 65, 67, 73, 75, 89
Q1 = 1(n+1)/4 = 1(6+1)/4 = 1,75 observai dengan urutan ke 2 (bulatkan keatas) = 65
Q3 = 3(n+1)/4 = 3(6+1)/4= 5,25 observasi pada urutan ke 5 (bulatkan kabawah) = 75
Midhinge = (Q1+Q2)/2 = (65+75)/2 = 70
Ch 4. Forecasting
37. Proyeksi Laba (target)
• TR : 625 unit x Rp 200 : Rp 125.000
• FC : 50.000
• VC : 625 x 100 : 62.500
• TC..................................... : 112.500
• Laba sebelum tax : 12.500
• Tax 20 %........................... : 2.500
• Laba bersih (Target )........ : 10.000
43. 5. Penelitian dan pengembangan produk atau RD
RD sangat menentukan keberhasilan perusahaan, yaitu memungkinkan
perusahaan selalu menjadi yang pertama memperkenalkan produk baru,
metode atau proses produk , dll sehingga perusahaan berpeluang
mengembangkan usaha lebih dahulu dan memperoleh laba.
RD ada 3 macam, yaitu :
1. Penelitian produk, meliputi perbaikan produk yang sudah ada atau
menciptakan produk baru
2. Penelitian proses, meliputi usaha-usaha perbaikan terhadap proses
produksi yang dilaksanakan atau membuat proses baru, terutama dalam
rangka menekan biaya, memelihara posisi persainagn dan tingkat laba
3. Penelitian service manajemen, meliputi dukungan kepada manajemen
dalam rangka kemudahan mengambil keputusan, terutama terkait dengan
perkembangan perusahaan, orhanisasi internal dan eksternal, dll. Mis,
penggunaan PERT dan CPM (Chapter 15) dalam penciptaan ide dalam
proses produksi atau pelaksanaan kegiatan operasional perusahaan
44. 5. Penelitian dan pengembangan produk atau RD
Kegiatan RD yaitu melkukan penelitian untuk :
1. Mencari hubungan variable
2. Memperbaiki produk dan jasa
3. Menemukan penggunaan baru
4. Mengemabangkan berbagai produk dan jasa baru
5. Mengurangi biaya melalui perbaikan produksi dan jasa
6. Mengembangkan pengujian dan spesifikasi bagi operasi bahan
yang dibeli
7. Menganalisa produk dan jasa pesaing
8. Menemukan penggunaan yang menguntungkan dari produk
samping atau sisa bahan proses produksi
45. 5. Penelitian dan pengembangan produk atau RD
Pengenalan
Pertumbuhan
Kejenuhan
(kedewasaan)
Penurunan
RD
Q
Time
TP1
TP2
PRODUCT LIFE CYCLE (PLC)
57. • Untuk memperbaiki proses produksi dan jasa
perlu ditentukan urutan-urutan pekerjaan, jangka
waktu yang diperlukan dan jalur kritis, sehingga
diperoleh suatu proses produksi dan layanan
yang optimal.
• Dalam hal ini PERT (program evaluation and
review technique) dan CPM (critical method)
sangat membantu.
• Contoh :
5. Penelitian dan pengembangan produk atau RD
58. 15. Penjadwalan dan pengawasan proyek dengan
PERT dan CPM
• Proyek
– Manajemen proyek membutuhkan sistem perencanaan, penjadwalan
(scheduling) dan pengawasan yang berbeda dengan manajemen kegiatan
produksi barang/jasa
• PERT (program evaluation and review technique) sebagai metode analistik
untuk membantu dalam scheduling dan pengawasan kompleks yang
memerlukan kegiatan tertentu yang harus dijalankan dalam urutan tertentu,
disamping adanya ketergantungan antara kegiatan satu dengan lainnya.
• CPM (critikal path method) atau jalur kritis, yaitu jalur terpanjang pada
network, dan waktu penyelesaian minimum yang diharapkan proyek tsb
selesai
• Proyek dapat dipercepat penyelsaiannya bila kegiatan pada jalur kritis
dapat dipercepat. Sementara kegiatan diluar jalur kritis dapat direlokasi
sumberdayanya kepada kegiatan di jalur kritis
• Langkah awal penyiapan PERT, yaitu inventarisasi seluruh kegiatan proyek,
urutan kegiatan, kegiatan mendahuluinya, dan waktu yang diperlukan.
Kemudian gambarkan network planningnya atau ajaringan kerja proyek tsb.
• Contoh aplikasi Model PERT dan CPM dapat dilihat pada chapter 5 diatas
59. 15.1. DATA PERT
Kegiatan Kegiatan Waktu Waktu Waktu Waktu
Mendahului Mulai Akhir Optimis Realistik Pesimistik diharapkan
(a) (m) (b) (ET)
1 2 3 4 5 6 7 8=(a+bx4+c)/6
A Tidak ada 1 2 1 3 5 3
B A 2 3 3 4 11 5
C A 2 4 2 6 10 6
D B 3 5 2 6 13 6.5
E C 4 5 0 0 0 0
F C 4 6 3 6 9 6
G D,E 5 7 2 4 6 4
H F 6 7 1 4 7 4
I G,H 7 8 2 3 10 4
Catatan :
- Waktu diharapkan (ET) = (a + (bx4) + c) / 6
Peristiwa
60. 15.2 Diagram Network PERT
7 8
6
5
4
3
2
1
A
3
B
6
C
5
6
F
0
E
4
H
4
G
4
I
6.5
D
Jalur kritis : 1-2-4-6-7-8 = 3+6+6+4+4 = 23 minggu
= Peristiwa
= kegiatan
= kegiatan semu
61. Estimasi probabilitas waktu penyelesaian yang dijadwalkan
• Misalnya penyelesaian proyek 23 minggu, kemudian dianggap bahwa proyek tsb
selesai 25 minggu.
• Berapa probabilitas proyek dapat diselesaikan pada waktunya (23 minggu) ?
• Penggunaan rumus standar normal :
Z = (TD – TE) / σTE
dimana :
TD = waktu yang ditargetkan penyelesaian proyek
TE = waktu yang diharapkan penyelesaian proyek
σTE = deviasi standar untuk TE, ini dapat diperoleh dari penjumlahan variance
masing-masing kegiatan kritis, kemudian diakar kwadratkan.
• σTE = √∑σ2ET , dan σ2ET = ((b – a)/2)2
dimana :
a = waktu optimis
b = waktu pesimistik
15.3. Diagram Network PERT
63. 15.5. Diagram Network PERT
7 8
6
5
4
3
2
1
A
3
B
6
C
5
6
F
0
E
4
H
4
G
4
I
6.5
D
EF=0
LF=0
EF=3
LF=3
EF=15
LF=15
EF=9
LF=9
EF=23
LF=23
EF=19
LF=19
EF=14,5
LF=15
EF=8
LF=8,5
Tertinggi :
Dari 6 : EF=15+4=19
atau
Dari 5 :EF=14.5+4=18,5
Awal : EF (earliest finish = paling awal selesai)
Kemudian : LF (latest finish =paling lambat selesai)
Metode Algorithma
64. 5.6. Diagram Network PERT
Metode Algorithma
Kegiatan LF pada Waktu EF pada Total
Akhir diharapkan Awal Slack
1 2 3 4 5=2-3-4
A 3 3 0 0
B 8.5 5 3 0.5
C 9 6 3 0
D 15 6.5 8 0.5
E 15 0 9 6
F 15 6 9 0
G 19 4 14.5 0.5
H 19 4 15 0
I 23 4 19 0
Catatan :
- Jalur kritis ditandai dengan slack =0, yaitu : A - C - F - H - I
- Atau peristiwa : 1 - 2 - 4 - 6 - 7 - 8
- Maksimum percepatan pada jalur kririts sebesar 0.5 berdasarkan
jalur non kritis.
66. 15.8. Diagram Network PERT
Metode Matriks
Menentukan jalur kritis, yaitu jalur yang
mempunyai EF = LF
Dengan metode matriks tsb dapat
diperoleh jalur kritis (EF=LF), yaitu :
1, 2 , 4 , 6, 7, 8 = 3+6+6+4+4= 23 minggu
67. • Pert dan biaya (Trade-off antara biaya dan waktu):
15.1. Diagram Network PERT
A
B
K
L
Catatan :
- Hubungan linear biaya dengan waktu
dari M ke A
- Kurva biaya berbentuk convex (cekung)
dari L ke A lebih mahan karena waktu
sedikit dan biaya sama (lebih mahal)
- Kurva biaya berbentuk concave (cembung)
dari K ke M lebih murah krn biaya sama
tetapi waktu lebih banyak berkurang
Time
Biaya
M
68. • Biaya tambahan untuk mempercepat kegiatan pada jalur
kritis harus dibandingkan, sehingga bisa dipilih biaya
percepatan yang paling murah,
• Jangka waktu percepatan harus memperhitungkan jalur
non kritis, sehingga percepatan waktu tsb lebih efektif.
15.9. Diagram Network PERT
1
2
4
3 6
5
7 8
3
2
4
4
2
3
2
3
- Jalur kritis : 1-2-3-6-7-8 =
3+2+4+4+2 =15 minggu
- Non jalur kritis : 1-2-4-5-7-8=
3+3+2+3+2=13
- Percepatan maksimum
2 minggu atau 15 – 13
- Biaya percepatan paling
murah 3 – 6 = Rp 15.000
perminggu
30.000
15.000
20.000
69. 15.10. KEGIATAN DAN LAMA KEGIATAN PROYEK
Kegiatan Deskripsi Kegiatan lama waktu
Mendahului (dlm minggu)
A - 1
B A 2
C A 3
D C 2
E B,D 1
F E 3
G F 2
H G 2
I H 1
J G,I 4
K D 6
L C 3
M L.G 7
N M 2
O N 2
P H 1
Q N,K 5
R G 4
S N,Q 1
T S,R,O 2
U J,K 1
V U,S 3
W J 1
X - 2
Y X 0
71. 1 4
A F 1
1 Q
1 C 1 6 1 1 1
B E G H I J 1 1 1 1 1 1 1
1 M N O P R T V
D 1 1
K L 1 1
S U
JALUR KRITIS "A-B-C-E-G-H-I-J-M-N-O-P-R-T-V"(WAKTU PENYELESAIAN KEGIATAN)= 20MINGGU ( SEKITAR 5 BULAN)
NETWORK PLANNING -KEGIATAN INTEGRASI PLN BATAM-BINTAN
72. No. Kegiatan Kegiatan Waktu
Mendahului (Minggu)
A Penyusunan TOR - 1
B Rapat penjelasan proyek ke ITPLN dituangkan dalam BA penjelasan proyek A 1
C Surat penunjukan PLN Batam ke IT PLN B 1
D Surat PLN Batam ke PLN Wilayah Kepri B 1
E Pemebntukan tim terpadu PLN Batam, IT PLN dan PLN Wilayah Kepri C, D 1
F Penyiapan Financial Projection, dengan berbagai skema tarif E 4
G Penyusunan hasil kajian kelayakan lengkap, dengan memperhitungkan berbagai
aspek yang terkait E 6
H Presentansi hasil kajian integrasi PLN Batam-Bintang, pd rapat Direksi PLN Batam F, G 1
I Presentansi hasil kajian integrasi PLN Batam -Bintang, pd rapat Direksi dan
Komisaris PLN Batam H 1
J Presentansi hasil kajian integrasi PLN Batam-Bintang, pd rapat Direksi, Komisaris,
dan RUPS PLN Batam I 1
K Presentansi hasil kajian integrasi PLN Batam-Bintang, pd rapat Pemda dan DPRD Bintan E 1
L Presentansi hasil kajian integrasi PLN Batam-Bintang, pd pelanggan,tokoh masyarakart, LSM K 1
M Presentansi hasil kajian integrasi PLN Batam-Bintan pada Rapat Direksi PLN Pusat J, L 1
N Presentansi hasil kajian integrasi PLN Batam-Bintan pada Rapat Direksi dan Komisaris
PLN Pusat M 1
O Presentansi hasil kajian integrasi PLN Batam-Bintan pada Rapat Direksi, Komisaris , dan
RUPS PLN Pusat N 1
P Persetujuan Menteri BUMN sebagai RUPS PLN Pusat O 1
Q Akte Notaris, aset imbreng PLN Bintan ke PLN Batam P 1
R Sosialisasi ke Masyarakat, pelanggan dan pegawai PLN Batam dan PLN Bintan P 1
S Restrukturisasi organisasi PLN Batam-Bintan, dan penugaskaryaan pegawai PLN Bintan
ke PLN Batam P 1
T Persetujuan tarif PLN Batam-Bintan R 1
U SK organisasi baru PLN Batam-Bintan & PLN Cabang Karimun dan sekitarnya. S 1
V Berita acara penyelesaian Pekerjaan ITPLN Q, T, U 1
RENCANA KEGIATAN INTEGRASI PLN BATAM - BINTAN
75. 1. PENGANTAR MANAJEMEN PRODUKSI
DAN OPERASI
• Manajemen operasi, sebagai suatu kegiatan
yang berhubungan dengan pembuatan barang,
jasa atau kombinasinya, melalui proses
transformasi dari sumberdaya produksi (input)
manjadi keluaran (output) yang diinginkan
(penciptaan value added secara optimal)
77. ELEMEN DASAR MANAJEMEN OPERASI
MANAJEMEN
OPERASI
Konsep dasar
manajemen produksi
Disiplin ilmu lain
Penemuan teknologi
Organisasi dan
manajemen
78. • Konsep dasar manajemen produksi, mencakup perencanaan tata
letak, perencanaan kapasitas, perencanaan kebutuhan material,
persediaan, penjadwalan, dan pengendalian mutu.
• Organisasi dan manajemen, digunakan dalam perencanaan kerja,
pengorganisasian sumberdaya, dan pengendalian proses.
• Disiplin ilmu lain yang diterapkan, seperti ekonomi, keuangan,
matematika, dll digunakan dalam pengambilan keputusan.
• Penemuan teknologi, sangat berpengaruh dalam sistem produksi
yang menyebabkan perubahan tata letak, jenis mesin, dan proses
produksi.
• Produktivitas = Output / Input
• Produktivitas pasrtial, misalnya :
– Produktivitas tenaga kerja = output / biaya tenaga kerja
– Produktivitas tenaga kerja = output / jam kerja orang
• Index produktivitas = (Produk th 2007 / produk th dasar) x 100
ELEMEN DASAR MANAJEMEN OPERASI
79. 2. PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Proses pengambilan keputusan
• Identifikasi masalah dan faktor yang
berpengaruh
• Tetapkan tujuan dan kriteria keputusan untuk
memilih solusi
• Kembangkan model dengan beberapa alternatif
• Analisis model dan bandingkan hasilnya
• Pilih model terbaik
• Tetapkan model terpilih
80. Model pengambilan keputusan
1. Model fisik, secara fisik menggunakan model aslinya,
misalnya model prototipe. Keuntungannya, memberikan efek
visual terhadap keadaan nyata dari benda tsb.
2. Model skematik, model yang dinyatakan dalam bentuk skema,
diagram, grafik, dll. Model ini lebih simpel dan mudah
dilakukan penyesuaian jika perlu perubahan.
3. Model matematika, menggunakan simbol, rumus, atau
persamaan yang menggambarkan proses atau sistem yang
diwakili. Model ini dapat menggambarkan tingkat hubungan
abstraksi yang sangat tinggi dan merupakan alat analisi yang
sangat berguna.
2. PENGAMBILAN KEPUTUSAN
81. Kondisi dalam pengambilan keputusan
1. Ketidakpastian (decision marking under
uncertainty). Kriteria pengambilan keputusan (1)
maximax, memilih alternatif maksimum dari hasil
maksimum, (2) maximin, meilih alternatif maksimum
dari hasil minimum, misalnya kerugian minimum, (3)
sama arat atau equal likely, memilih alternatif
dengan rata-rata hasil tertinggi.
2. Berisiko (decision marking under risk), berada
daintara kondisi pasti dan tidak pasti, pengambil
keputusan menghitung probabilitias keberhasilan
tiap alternatif.
3. Kepastian (decision marking under certainty),
mengetahui dengan pasti hasil dari setiap alternatif.
2. PENGAMBILAN KEPUTUSAN
83. POHON KEPUTUSA
• Setelah hasil studi dihitung untuk semua cabang dan nilai
probabilitasnya, dapat diketahui besarnya EV (expected value)
• EVPI = EVUC – EVmax
• EVPI : expected value of perfect information
• EVUC : nilai harapan pada kondisi pasti (expected value under certainty)
• EVmax : nilai harapan maksimum
• Hasil perhitungan :
EV6 = 0,8(90jt) + 0,2(-40jt) = Rp 64 jt
EV7 = 0,4(90jt) + 0,6(-40jt) = Rp 12 jt
EV8 = 0,5(100jt) + 0,5(-30jt) =Rp 35 jt
EV3 = EV6=Rp 64 jt
EV4 = EV7 = Rp 12 jt
EV2 = 0.75(64) + 0,25(-12) = Rp 51 jt
EV8 =0,5(100) + 0,5(-30) = Rp 35 jt
• Kesimpulan : EV terbesar adalah Rp 51 jt sehingga perusahaan
memilih menggunakan konsultan,
2. PENGAMBILAN KEPUTUSAN
84. 3. PERENCANAAN PRODUKSI DENGAN PROGRAM LINEAR
• Program linear :
1. Metode grafik (graphical approach)
2. Metode simpleks (simplex approach)
• Perumusan masalah dengan 2 fungsi :
1. Fungsi tujuan (objective function)
2. Fungsi kendala (constraint function)
• Fungsi tujuan :
n
Maks / Min Z = ∑ Cj Xj
j=1
• Fungsi kendala :
m n
Maks / Min Z = ∑ ∑ aij Xj >=< bi
i=1 j=1
dan
Xj ≥ 0 (j =1,2,….n)
bi ≥ 0 (i=1,2, …..m)
85. 3. PERENCANAAN PRODUKSI DENGAN PROGRAM LINEAR
Sumberdaya Prod A Prod B Kapasitas
- Kayu (unit) 4 2 120
- Plastik (unit) 2 2 100
- Besi (unit) 1 3 90
Keuntungan ($) 200 150
Contoh :
Fungsi tujuan : Max = 200 A + 150 B
Fungsi kendala :
(1) 4A + 2B ≤ 120
(2) 2A + 2B ≤ 100
(3) A + 3B ≤ 90
dan
A, B ≥ 0
86. 3. PERENCANAAN PRODUKSI DENGAN PROGRAM LINEAR
A
B
30
60
50
50
90
30
0
4A + 2B = 120
2A + 2B = 100
A + 3B = 90
N (0,30)
M (18,24)
L (30,0)
Titik M :
A+3B =90 (x4)
4A+2B =120
4A+12B=360
4A+2B =120
10B=240 B=24
A+3(24) = 90 A=90-72=18
18
24
Fungsi obyektif :
Max Z = 200A+150B
ZN =200(0)+150(30) = 4.500
ZM =200(18)+150(24) = 7.200 (Max)
ZL =200(30)+150(0) = 6.000
Kendala :
(1) 4A+2B=120 4(18)+2(24)=120 (habis)
(2) 2A+2B=100 2(18)+2(24)=84 (sisa 16)
(3) A+3B=90 1(18)+3(24)=90 (habis)
87. Metode Simplex
Tabel Perumusan Masalah
Sumberdaya Prod A Prod B Kapasitas
- Kayu (unit) 4 2 120
- Plastik (unit) 2 2 100
- Besi (unit) 1 3 90
Keuntungan ($) 200 150
Tabel 1
Variabel A B S1 S2 S3 b b/aj
Dasar
Maks Z -200 -150 0 0 0 0
S1 4 2 1 0 0 120 30 Baris kunci
S2 2 2 0 1 0 100 50 (b/aj terkecil)
S3 1 3 0 0 1 90 30
Kolom kunci Z negatif
terbesar
88. Metode Simplex
Tabel 1
Variabel A B S1 S2 S3 b b/aj
Dasar
Maks Z -200 -150 0 0 0 0
S1 4 2 1 0 0 120 30 Baris kunci
S2 2 2 0 1 0 100 50 (b/aj terkecil)
S3 1 3 0 0 1 90 30
Kolom kunci Z negatif
terbesar
Tabel-2:
Keterangan A B S1 S2 S3 b
Baris A
(1) Tbl 1:brs kunci 4 2 1 0 0 120
(2) Tbl 1 :No. kunci 4 4 4 4 4 4
(3) = (1) / (2) 1 0.5 0.25 0 0 30
Baris Z
(1) Tbl 1 :brs Z -200 -150 0 0 0 0
(2) Tbl 2 : baris A 1 0.5 0.25 0 0 30
(3) Tbl 1 : klm kunci Z -200 -200 -200 -200 -200 -200
(4) = (1) - (2x 3) 0 -50 50 0 0 6000
Baris S2
(1) Tbl 1 : baris S2 2 2 0 1 0 100
(2) Tbl 2 : baris A 1 0.5 0.25 0 0 30
(3) Tbl1 ; klm kunci S2 2 2 2 2 2 2
(4) = (1) - (2x 3) 0 1 -0.5 1 0 40
Baris S3
(1) Tbl 1 : baris S3 1 3 0 0 1 90
(2) Tbl 2 : baris A 1 0.5 0.25 0 0 30
(3) Tbl1 ; klm kunci S3 1 1 1 1 1 1
(4) = (1) - (2x 3) 0 2.5 -0.25 0 1 60
Tabel 2
Variabel A B S1 S2 S3 b b/aj
Dasar
Maks Z 0 -50 50 0 0 6000
A 1 0.5 0.25 0 0 30 60
S2 0 1 -0.5 1 0 40 40
S3 0 2.5 -0.25 0 1 60 24
Kolom kunci Z negatif
terbesar
89. Metode Simplex
Tabel 2
Variabel A B S1 S2 S3 b b/aj
Dasar
Maks Z 0 -50 50 0 0 6000
A 1 0.5 0.25 0 0 30 60
S2 0 1 -0.5 1 0 40 40
S3 0 2.5 -0.25 0 1 60 24
Kolom kunci Z negatif
terbesar
Tabel-3:
Keterangan A B S1 S2 S3 b
Baris B
(1) Tbl 2:brs kunci 0 2.5 -0.25 0 1 60
(2) Tbl 2 :No. kunci 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5 2.5
(3) = (1) / (2) 0 1 -0.1 0 0.4 24
Baris Z
(1) Tbl 2 :brs Z 0 -50 50 0 0 6000
(2) Tbl 3 : baris B 0 1 -0.1 0 0.4 24
(3) Tbl 2: klm kunci Z -50 -50 -50 -50 -50 -50
(4) = (1) - (2x3) 0 0 45 0 20 7200
Baris A
(1) Tbl 2 : baris A 1 0.5 0.25 0 0 30
(2) Tbl 3 : baris B 0 1 -0.1 0 0.4 24
(3) Tbl 2 ; klm kunci A 0.5 0.5 0.5 0.5 0.5 0.5
(4) = (1) - (2x3) 1 0 0.3 0 -0.2 18
Baris S2
(1) Tbl 2 : baris S2 0 1 -0.5 1 0 40
(2) Tbl 3 : baris B 0 1 -0.1 0 0.4 24
(3) Tbl 2 ; klm kunci S2 1 1 1 1 1 1
(4) = (1) - (2x3) 0 0 -0.4 1 -0.4 16
Tabel 3
Variabel A B S1 S2 S3 b b/aj
Dasar
Maks Z 0 0 45 0 20 7200
A 1 0 0.3 0 -0.2 18
S2 0 0 -0.4 1 -0.4 16
B 0 1 -0.1 0 0.4 24
Catatan : Perhitungan berhenti saat Zj tidak lagi negatif (optimal)
90. Metode Simplex
Tabel 3
Variabel A B S1 S2 S3 b b/aj
Dasar
Maks Z 0 0 45 0 20 7200
A 1 0 0.3 0 -0.2 18
S2 0 0 -0.4 1 -0.4 16
B 0 1 -0.1 0 0.4 24
Catatan : Perhitungan berhenti saat Zj tidak lagi negatif (optimal)
Kesimpulan :
Produk A = 18
Produk B = 24
Maks Z = 200A + 150B
Maks Z = 200(18) + 150(24) = 7.200
91. MINIMUM
Minimum
Tabel Perumusan Masalah
Sumberdaya Bahan A Bahan B Laba ($)
- Produk X 4 2 120
- Produk Y 2 2 100
- Produk Z 1 3 90
Kapasitas 200 150
B
60
50
40
30
20
10
A
30 50 90
K (0,60)
L(10,40)
M (30,20)
N (90,0)
4A+2B=120
2A+2B=100
A+3B=90
Titik L
4A+2B=120
2A+2B=100
2A=20
A=10
4(10)+2B=120
2B= 120-40
B=40
Titik M
A+3B=90 (2X)
2A+2B=100
2A+6B=180
2A+2B=100
4B=80
B=20
A+3(20)=90
A=30
Min Z = 200A+150B
ZK=200(0)+150(60)=9.000
ZL=200(10)+150(40)=8.000 (Min)
ZM=200(30)+150(20)=9.000
ZN=200(90)=150(0)=18.000
92. PRIMAL - DUAL
B
Maximum - Primal
Tabel Perumusan Masalah
Sumberdaya Prod A Prod B Kapasitas 60
- Besi 4 2 120
- Plastik 1 3 90
Laba ($) 200 150 30
Max Z = 200A + 150B
0
90 A
Minimum - Dual Y
Tabel Perumusan Masalah
Sumberdaya Besi X Plastik Y Laba ($) 200
- Produk A 4 1 200
- Produk B 2 3 150
Kapasitas 120 90
Min Z = 120X+ 90Y
50
20
0
20 50 75 X
30
L (0,30)
N(90,0)
M (18,24)
4A+2B=120
A+3B=90
Titik M
A+3B=90(4)
4A+2B=120
4A+12B=360
4A+ 2B=120
10B=240
B=24
A+3(24)=90
A=18
18
Max Z = 200A+150B
ZL=200(0)+150(30)=4.500
ZM=200(18)+150(24)=7.200 (Max)
ZN=200(30)+150(0)=6.000
4X+Y=200
2X+3Y=150
N(75,0)
M(45,20)
L(0,200)
Titik M
2X+3Y=150(2X)
4X+Y =200
4X+6Y=300
4X+Y =200
5Y=100
Y=20
2X+3(20)=150
2X=90
X=45
Min Z = 120X+ 90Y
ZL=120(0)+90(200)=18.000
ZM=120(45)+90(20)=7.200 (Min)
ZN=120(75)+90(0)= 9.000
Kendala :
(1) 4(18)+2(24)=120(habis)
(2) 1(18)+3(24)=90 (habis)
Kendala :
(1) 4(45)+1(20)= 200 (habis)
(2) 2(45)+3(20)=150 (habis)
Catatan :
-Dalam satuan Rp
untuk Max dan Min
(termasuk kendala)
93. 4. PERENCANAAN PRODUKSI & OPERASI DENGAN
METODE PERAMALAN
• Peramalan (prakiraan atau prediksi) dilakukan dengan
metode :
1. Metode kualitatif, pengukuran dengan menggunakan pendapat
(judgment) dari yang melakukan peramalan.
2. Metode kuantitatif, pengukuran dengan menggunakan metode
statistik
• Jenis peramalan :
1. Peramalan jangka panjang, mencakup lebih dari 18 bulan, mis :
perencanaan modal, fasilitas, kegiatan litbang (R&D)
2. Peramalan jangka menengah, jangka waktu 3 bulan s/d 18 bulan,
mis : perencanaan penjualan, produksi, tenaga kerja tidak tetap
3. Peramalan jangka pendek kurang dari 3 bulan, mis :
perencanaan pembelian material, penjadwalan kerja, dan
penugasan kerja karyawan.
94. A. Metode kualitatif
Metode kualitatif ynag umum digunakan
dalam peramalan, al :
1. Pendapat eksekutif, misalnya pimpinan perusahaan, manajer
yang terkait dengan perencanaan tsb.
2. Metode Delphi, proses memperoleh konsensus dari para ahli
(expect) tanpa mengetahui satu sama lain. Prosesnya dimulai
dengan mengedarkan kuesioner kepada responden,
kemudian hasilnya diringkas, selanjutnya disampaikan ke
panel ahli untuk mendaptkan tanggapan. Dapat dilakukan
sampai beberapa putaran sampai diperoleh konsensus
diantara para ahli.
3. Gabungan estimasi tenaga penjualan
4. Riset pasar
95. B. Metode kuantitatif
• Metode kuantitatif dikelompokkan :
1. Metode serial waktu (deret berkala atau time series), untuk
menganalisa serangkaian data yang merupakan fungsi dari
waktu. Tujuannya untuk menemukan pola deret variabel
ybs berdasarkan periode sebelumnya dan
mengakstrapolasikan pola tsb untuk peramalan nilai
variabel itu pada masa yad.
2. Metode eksplanatori, mengasumsikan bahwa nilai suatu
variabel merupakan fungsi dari satu atau beberapa
variabel lain, mis : penjualan merupakan fungsi dari harga
komoditi itu, harga komoditi lain (subtitusi atau
komplementer), pendapatan konsumen, jumlah konsumen,
dll. Metode ini akan menemukan bentuk hubungan antara
variabel tsb dan menggunkannya untuk meramalkan nilai
variabel tak bebas (dependet variabel) terhadap perubahan
dari variabel bebas (independen).
96. B1. Metode serial waktu (time series)
Metode time series, menggunakan beberapa metode dasar :
1. Rata-rata bergerak
2. Pemulusan eksponensial
3. Dekomposisi
1.Metode rata-rata bergerak :
a) Metode rata-rata bergerak sederhana (simple moving
average)
b) Metode rata-rata bergerak tertimbang (weighted moving
average)
2.Metode pemulusan eksponensial
a) Metode pemulusan eksponensial tunggal
b) Metode pemulusan eksponensial linear
c) Metode pemulusan eksponensial musiman
3.Metode dekomposisi
99. • Metode eksplanatori :
1. Regresi linear sederhana
2. Regresi linear berganda
3. Model ekonometrika
B2. Metode eksplanatori
101. Review Artikel:
Bacalah artikel secara cermat, kemudian jelaskan hal-
hal berikut:
1. Apakah yang menjadi motivasi/isu atau fenomena
yang sedang terjadi sehingga memicu penelitian ini
untuk dilakukan??
2. Apa perumusan masalah (research question) dari
penelitian ini?
3. Apa tujuan penelitian ini?
4. Apakah kontribusi yang diharapkan dari penelitian
ini (kontribusi teoritis, kontribusi praktis, dan
kontribusi kebijakan)?
102. Review Artikel:
5. Apakah grand theory yang digunakan di
penelitian ini?
6.Apakah riset-riset sebelumnya yang relevan
dengan penelitian ini?
7.Apakah hipotesis penelitiannya?
8.Jelaskan metode penelitian yang digunakan:
rancangan penelitian, operasionalisasi variabel
dan pengukurannya, unit analisis, jenis data,
metode analisis data!
103. Review Artikel:
9. Jelaskan hasil uji kelayakan dari
model yang digunakan!
10.Jelaskan pembahasan hasil
penelitian, apakah hipotesis terdukung
data?
11.Apakah keterbatasan dan implikasi
dari penelitiannya?
Buatlah critical review untuk setiap
komponen di atas dari artikel ini!