O slideshow foi denunciado.
Utilizamos seu perfil e dados de atividades no LinkedIn para personalizar e exibir anúncios mais relevantes. Altere suas preferências de anúncios quando desejar.
Chintia Mayasari 
Naimah Rahmawati 
Qurrotul Afidah Bilqisti 
Rizka Nur Karima
[ 1825 – 1830 ]
Peta Peperangan :v
[ Jenderal De Kock ] [ Pangeran Diponegoro ] 
[ Pangeran Mangkubumi ] [ Alibasah Sentot Prawirodirjo ] [ Kyai Modjo ]
Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite 
Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak 
kekuasaan, karena menolak berkomprom...
Jalan 
Pertempuran terbuka berlangsung sangat sengit 
sehingga bila suatu wilayah dapat dikuasai pasukan 
Belanda pada sia...
Akhir PEPERANGAN 
Dengan berbagai tipu daya, akhirnya satu per satu 
pemimpin perlawanan tertangkap dan menyerah, antara 
...
Perang diponegoro   xi s 3
Próximos SlideShares
Carregando em…5
×

Perang diponegoro xi s 3

3.779 visualizações

Publicada em

Sejarah Wajib kelas XI , oleh siswa kelas XI IIS 3 SMAN 1 Karanganyar, semoga bermanfaat dan bisa dimanfaatkan dengan bijak :) selamat belajar, sukses selalu :D

Publicada em: Educação
  • Seja o primeiro a comentar

Perang diponegoro xi s 3

  1. 1. Chintia Mayasari Naimah Rahmawati Qurrotul Afidah Bilqisti Rizka Nur Karima
  2. 2. [ 1825 – 1830 ]
  3. 3. Peta Peperangan :v
  4. 4. [ Jenderal De Kock ] [ Pangeran Diponegoro ] [ Pangeran Mangkubumi ] [ Alibasah Sentot Prawirodirjo ] [ Kyai Modjo ]
  5. 5. Pangeran Diponegoro tersingkir dari elite Rakyat dibelit oleh berbagai bentuk pajak kekuasaan, karena menolak berkompromi dan pungutan yang menjadi beban turun-temurun. dengan pemerintah kolonial. Pangeran Diponegoro memilih mengasingkan diri ke Pihak keraton Jogjakarta tidak berdaya Tegalrejo untuk memusatkan perhatian pada menghadapi campur tangan politik kehidupan keagamaan. pemerintah kolonial. Pemerintah kolonial melakukan provokasi Kalangan keraton hidup mewah dan tidak dengan membuat jalan yang menerobos mempedulikan penderitaan takyat. makam leluhur Pangeran Diponegoro.
  6. 6. Jalan Pertempuran terbuka berlangsung sangat sengit sehingga bila suatu wilayah dapat dikuasai pasukan Belanda pada siang hari, maka malam harinya wilayah itu sudah direbut kembali oleh pasukan pribumi begitu pula sebaliknya. Serangan-serangan besar rakyat pribumi selalu dilaksanakan pada musim hujan, para senopati menyadari sekali untuk bekerjasama dengan alam sebagai "senjata" tak terkalahkan. Belanda akan menyebarkan provokator ke desa dan kota untuk menghasut, memecah belah dan bahkan menekan anggota keluarga para pengeran dan pemimpin perjuangan rakyat yang berjuang dibawah komando Pangeran Diponegoro. Namun pejuang pribumi tersebut tidak gentar dan tetap berjuang melawan Belanda. Pada puncak peperangan, Belanda mengerahkan lebih dari 23.000 orang serdadu. suatu hal yang belum pernah terjadi ketika itu di mana suatu wilayah yang tidak terlalu luas seperti Jawa Tengah dan sebagian Jawa timur dijaga oleh puluhan ribu serdadu. Pada tahun 1827 Belanda melakukan penyerangan terhadap Diponegoro dengan menggunakan sistem benteng sehingga Pasukan Diponegoro terjepit. Pada
  7. 7. Akhir PEPERANGAN Dengan berbagai tipu daya, akhirnya satu per satu pemimpin perlawanan tertangkap dan menyerah, antara lain Pangeran Mangkubumi (menyerah 27 September 1829), dan Alibasah Sentot Prawirodirdjo (menyerah tanggal 24 Oktober 1829). Kesemuanya itu merupakan pukulan yang berat bagi Pangeran Diponegoro. Melihat situasi yang demikian, pihak Belanda ingin menyelesaikan perang secara cepat. Jenderal de Kock melakukan tipu muslihat dengan mengajak berunding Pangeran Diponegoro. De Kock berjanji apabila perundingan gagal maka Diponegoro diperbolehkan kembali ke pertahanan. Atas dasar janji tersebut, Diponegoro mau berunding di rumah Residen Kedu, Magelang pada tanggal 28 Maret 1830. Namun, De Kock ingkar janji sehingga Pangeran Diponegoro ditangkap ketika perundingan mengalami kegagalan. Pangeran Diponegoro kemudian di bawa ke Batavia, di[indahkan ke Menado, dan pada tahun 1834 dipindahkan ke Makassar hingga wafatnya pada tanggal 8 Januari 1855.

×