O slideshow foi denunciado.
Utilizamos seu perfil e dados de atividades no LinkedIn para personalizar e exibir anúncios mais relevantes. Altere suas preferências de anúncios quando desejar.

Perang Diponegoro

13.824 visualizações

Publicada em

PPT Perang Diponegoro. Semoga bermanfaat ! ^^

  • Seja o primeiro a comentar

Perang Diponegoro

  1. 1. ERANG DIPONEGORO
  2. 2. Presented by:
  3. 3. AWAL MULA PERANG DIPONEGORO INSIDEN ANJIR STRATEGI DARI SELARONG BENTENG STELSEL PEMBAWA PETAKA PERLUASAN PERANG
  4. 4. a w a L M u L a
  5. 5. Abad 19
  6. 6. I n S I D e n a n J I R
  7. 7. Patih Danurejo 1823 1825 Smissaert dan Patih Danurejo memerintahkan anak buahnya untuk memasang anjir melewati pekarangan Pangeran Diponegoro tanpa izin 20 Juli 1825 Rakyat Tegalrejo
  8. 8. S TRa T e G I D aR I S e L a R o n G
  9. 9. Merencanakan serangan ke keraton Yogyakarta dengan mengisolasi pasukan Belanda dan mencegah masuknya bantuan dari luar Mengirim kurir kepada para bupati/ ulama agar mempersiapkan peperangan melawan Belanda Menyusun daftar nama bangsawan, siapa yang sekiranya kawan dan lawan Membagi kawasan Kesultanan Yogyakarta menjadi beberapa mandala perang, dan mengangkat para pemimpinnya
  10. 10. Pangeran Diponegoro telah membagi menjadi 16 mandala perang. Sebagai pucuk pimpinannya Pangeran Diponegoro didampingi oleh: Pangeran Mangkubumi Ali Basyah Sentot Prawirodirjo Kiai Mojo Nyi Ageng Serang
  11. 11. Pada tahun awal Pangeran Diponegoro mengembangkan semangat Perang Sabil, perlawanannya berjalan sangat efektif. Pusat kota dapat dikuasai. Namun, pasukan Pangeran Diponegoro dapat ditahan oleh pasukan Belanda di Gowok. Secara umum dapat dikatakan pasukan Pangeran Diponegoro mendapatkan banyak kemenangan.
  12. 12. Untuk memperkokoh kedudukan Pangeran Diponegoro oleh para ulama dan pengikutnya ia dinobatkan sebagai raja dengan gelar : Sultan Abdulhamid Herucokro (Sultan Ngabdulkamid Erucokro)
  13. 13. p e R L u a S a n p e R a n G
  14. 14. • Perlawanan Pangeran Diponegoro semakin meluas dan mampu menggerakkan kekuatan di seluruh Jawa. Sehingga sering dikenal dengan Perang Jawa Jenderal de Kock sebagai pimpinan Belanda berusaha meningkatkan kekuatannya dengan menambah bala tentara dan menghancurkan pos-pos pertahanan pasukan Pangeran Diponegoro
  15. 15. 4 Oktober 1825: Pasukan Belanda menyerang pos pertahanan di Gua Selarong Pasukan Ali Basyah Sentot Prawirodirjo berhasil mengalahkan tentara Belanda di daerah bagian barat. 1826 Pasukan Pangeran Singosari di Gunung Kidul mendapatkan berbagai kemenangan PasukanTumenggung Suronegoro berhasil menyerang benteng pertahanan Belanda di Prambanan Pos pertahanan di Plered dapat dipertahankan meski sering mendapat serangan dari Belanda
  16. 16. Be n T e G S T e L S e L p e T a k a
  17. 17. Jenderal de Kock menerapkan strategi dengan sistem “Benteng Stelsel” atau “Stelsel Benteng” 1827 •Perlawanan Diponegoro di berbagai tempat dapat dipukul mundur oleh pasukan Belanda •Ruang gerak pasukan Diponegoro dari waktu ke waktu semakin sempit •Para pemimpin yang membantu Pangeran Diponegoro mulai banyak yang tertangkap
  18. 18. 17 Oktober 1829 Ditandatangani Perjanjian Imogiri antara Sentot Prawirodirjo dengan pihak Belanda 1. Sentot Prawirodirjo diizinkan untuk tetap memeluk agama islam 2. Pasukan Sentot Prawirodirjo tidak dibubarkan dan ia tetap sebagai komandannya 3. Sentot Prawirodirjo dengan pasukannya diizinkan untuk tetap memakai sorban 4. Tanggal 24 Oktober 1829, Sentot Prawirodirjo dengan pasukannya memasuki ibu kota negeri Yogyakarta untuk secara resmi menyerahkan diri 1829 Kiai Maja ditangkap
  19. 19. Penyerahan diri atau para pemimpin pengikut Pangeran Diponegoro merupakan pukulan berat bagi perjuangan pangeran Diponegoro. Belanda kemudian mengumumkan hadiah 20.000 ringgit bagi siapa saja yang dapat menyerahkan Pangeran Diponegoro baik hidup maupun mati.
  20. 20. 28 Maret 1830 Jenderal De Kock berhasil menjepit pasukan Diponegoro di Magelang. Pangeran Diponegoro menyatakan bersedia menyerahkan diri dengan syarat sisa anggota laskarnya dilepaskan. Maka, Pangeran Diponegoro ditangkap dan diasingkan ke Manado, kemudian dipindahkan ke Makassar hingga wafatnya di Benteng Rotterdam tanggal 8 Januari 1855

×