SlideShare uma empresa Scribd logo
1 de 3
Ilmu Statistik merupakan ilmu yang mempelajari proses pencatatan, penyusunan serta
pengolahan data. Ilmu ini seusia dengan umur peradaban ini, di mana tradisimenghitung
merupakan landasan utama dalam membangun peradaban. Semenjak peradaban Yunani ilmu
hitung sudah diperkenalkan, dan menjadi alat utama dalam proses pengambilan keputusan.
Fenomena ini bisa dilacak dalam tulisan filsof Yunani seperti Aristoteles, maupun Plato yang
mengusulkan sistem pemilihan langsung terhadap pejabat publik di mana di kemudian hari
dikenal dengan demokrasi langsung. Untuk menghitung siapa yang paling diterima oleh
masyarakat dalam pemilihan tersebut maka aspek ilmu hitung menjadi dasar alat
pembenar.Ilmu hitung kemudian berkembang pesat lagi pada masa imperium Romawi.
Angkaangka yang disimbolkan dalam peradaban Yunani dikembangkan dengan simbol
Romawi. Meski angka Romawi tidak praktis, dalam batas tertentu memberikan pengaruh
yang luas bagi perkembangan ilmu hitung. Angka Romawi mampu memberikan lambang
terhadap angka dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan angka Yunani.
Puncak peradaban ilmu hitung menjadi semakin cepat manakala tradisi Arab
mengenalkan simbol angka yang sederhana dan fleksibel. Angka Arab mampu
menyederhanakan simbol menjadi simbol yang mudah dimengerti dan dapat digunakan
secara berulang secara mudah. Misal, untuk mengungkapkan angka 100, maka cukuphanya
menggunakan 2 simbol saja yang sudah dipakai sebelumnya, demikian pula kalau harus
menyebut angka 1 trilyun, angka yang dipakai tetap 1 dan 0, tinggal memperbanyak 0-nya
saja. Sangat berbeda dengan angka Romawi, setiap perubahan persepuluhan harus dikenalkan
simbol baru, yang kemudian tidak dijadikan basis pembuatan angka secara konsisten.
Puncak peradaban ilmu hitung mengalami perkembangan yang sangat pesat, tatkala
tradisi Arab memperkenalkan simbol baru angka 0. Angka ini seakan telah menjadi angka
mu’jizat dalam sejarah peradaban ilmu hitung, sebab dengan ditemukannya angka 0, maka
akan mempersingkat penulisan-penulisan yang berbasis ribuan sampai tak terhingga.
Bayangkan bagaimana menulis simbol satu trilyun jika menggunakan simbolRomawi.
Inilah salah satu sumbangan tradisi Islam dan Arab yang sering dilupakan oleh orang.
Ilmu Statistik sebagai bentuk aplikasi dan terapkan ilmu hitung sebagai ilmu murni juga
mengalami perkembangan seiring dengan semakin berkembang ilmu hitung. Statistik yang
lebih menekankan pada tradisi mencatat dan menyusun, memungkinkan ilmu ini mulai
dilirik orang dalam konteks untuk mempergunakan hasil pencatatan dan penyusunan untuk
mendapatkan pola. Pola ini menjadi sangat penting untuk dilihat, manakala manusia
dihadapkan pada pergerakan peradaban manusia yang semakin kompleks, yang juga berarti
jumlah data juga sangat kompleks, hampir setiap detik terdapat peristiwa yang lahir, dan
harus didokumentasi. Semakin tersebarnya data, menjadikan banyak fihak perlu mendapatkan
data yang sahih, namun mudah dimengerti dan memiliki akurasi yang baik dalam
dokumentasinya. Statistik merupakan satu-satunya
ilmu yang bisa menawarkan pada tradisi mencatat ini.
Dalam konteks politik, pola merupakan sebagai gejala sosial yang harus ditangkap
secara jelas, bahkan kalau tak mampu membuat dan membaca pola, maka akan berhubungan
dengan tingkat pengambilan keputusan yang tidak akurat. Politik yang tidak bisa memisahkan
diri dari gejala pengambilan keputusan, mengharuskan untuk mengadop tradisi statistik ini.
Keharusan untuk mengambil keputusan secara cepat juga telah menuntut para pengambil
keputusan mulai belajar statistik secara lebih seksama. Dengan belajar statitik diharapkan
akan mampu memberikan bimbingan pengambilan keputusan yang memiliki akurasi yang
tinggi. Sehingga tidaklah mengherankan bahwa pada stadium tertentu, ilmu statitistik
merupakan ilmu untuk menjawab bentuk-bentuk probabilitas dalam masyarakat. Dalam
kondisi inilah ilmu statistik banyak dipergunakan oleh para pialang pasar untuk melihat
fluktuasi harga, dan banyak juga para spekulan memprediksi sesuatu dengan pijakan ilmu
statistik. Bahkan yang lebih tragis ilmu statistik pernah menjadi ilmu alat utama bagi
kalangan penjudi, guna menemukan kecenderungan peluang yang akan muncul.
Sejarah ilmu statistik menunjukkan bahwa tradisi berfikir disiplin ini banyak
dipergunakan para ilmuwan eksak untuk mengembangkan teori-teori baru. Hal ini tidak bisa
dilepaskan kepada kemampuan ilmu statistik yang memberikan penjelasan yang memuaskan
dalam proses pengukuran baik di sisi metode, kesederhanaan maupun kekonsistenannya.
Sumbangan ilmu statistik dalam bidang ilmu sosial belumlah menunjukkan angka yang
berarti sampai abad ke 18. Baru setelah sistem ekonomi berbasis uang menjadi peradaban
manusia peran ilmu statistik menjadi sangat penting.
Dalam hal ini, ilmu ekonomi banyak mengadopsi ilmu statistik untuk menjelaskan
keseimbangan harga, fluktuasi mata uang bahkan bisa dipergunakan dalam studi perilaku
konsumen dan pasar secara luas. Bidang ilmu perbankan merupakan bidang ilmu ekonomi
yang juga banyak mengambil metode dari ilmu statistik. Perkembangan ilmu statistik
mengalami percepatan yang sangat cepat, dalam dimensi penelitian, baik dalam bidang kajian
ilmu eksakta maupun dalam bidang ilmu sosial. Dengan dipergunakannya statistik dalam
riset, memungkinkan proses membangun suatu teori menjadi relatif mudah, sederhana dan
memuaskan.
Pentingnya statistik dalam dunia modern, mengharuskan setiap unit produksi,
manajemen pemerintahan, pasar dan organisasi memiliki pusat statistik sebagai pusat
perencanaan dalam proses pengambilan keputusan. Dengan ketersediaan data yang sudah
diolah akan memungkinkan untuk membuat keputusan menjadi lebih baik. Namun di tengah
kekaguman orang pada statistik, tidak sedikit pula yang meragukan analisis statistik, apalagi
dalam bidang kajian ilmu sosial yang menggunakan pendekatan kualitatif. Kelompok ini
memandang statisti terlalu menggeneralisir sehingga terjadi simplifikasi terhadap dana.
Proses ini akan membuat data yang diambil menjadi bias. Fakta sosial yang relatif dinamis,
juga dianggap akan teramat sulit untuk dijadikan dana yang berbasis numeric. Bahkan dalam
batas tertentu statistik, dituduh sebagai ilmu yang bisa dipergunakan untuk berbohong, dan
melakukan manipulasi dengan aroma yang ilmiah.
Durel Huff dalam buku How to Lie With Statistic menyatakan bahwa dalam batas
tertentu statistik merupakan suatu alat yang mudah dimanipuilasi oleh fihak yang memiliki
kepentingan tertentu. Salah satu kekuatan statistik yang bisa dipergunakan secara tidak
bertanggung terletak pada kelebihan tehnologi statistik sendiri yakni kemampuan untuk
menampilkan informasi yang sederhana dari sebuah gejala yang kompleks. Bahkan data
olahan statistik yang sebenarnya bukan diolah untuk kepentingan tertentu, bisa dipergunakan
oleh fihak lain sebagai pembenar tindakannya.
Misal yang dicontoh Huff, jika suatu lembaga penelitian yang melakukan uji klinis
terhadap beberapa produk yang hanya digunakan untuk keperluan penelitian dengan
menggunakan sampel yang terbatas, jika hasil penelitian ini sampai ke tangan produsen
bisa dimanipulasi sebagai sarana strategi pemasaran yang berdasarkan kepentingan yang
berbeda. Fenomena data agregat juga selama ini disalahkan gunakan bahkan cenderung
dipergunakan untuk pembuat kebijakan publik, bahwa kebijakan yang sudah dirilis
mendapatkan respon masyarakat yang luas. Misal selama ini pemerintah cenderung membuat
angka yang optimistik tentang angka pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5%. Angka ini
kemudian digeneralisasi bahwa pertumbuhan ekonomi sudah mencapai pertumbuhan yang
tinggi, bahkan ini digunakan sebagai dasar pembenar untuk menolak model pembangunan
ekonomi seperti pertumbuhan dengan alasan tidak bisa membuat pertumbuhan sampai 5%.
Dalam batas tertentu pula, lembaga non pemerintahan juga mempergunakan angka
statistik yang sifatnya agregat untuk mengkritik kinerja birokrasi. Misal terdapat suatu fakta
bahwa dalam setahun terdapat kasus kecelakaan kereta api mencapai 100
kali. Dengan mengasumsikan bahwa dalam setahun terdapat 364 hari maka bisa ditarik
ratarata bahwa dalam 3,5 hari akan terjadi kecelakaan kereta api. Apakah seperti itu
penarikan kesimpulan ? Memang tidak, tapi angka statistik memang rentan dipergunakan
untuk kepentingan tersebut.

Mais conteúdo relacionado

Semelhante a Sejarah statistik

Semelhante a Sejarah statistik (20)

tugas karya ilmiah tentang peran statistika
tugas karya ilmiah tentang peran statistikatugas karya ilmiah tentang peran statistika
tugas karya ilmiah tentang peran statistika
 
Sejarah statistik
Sejarah statistikSejarah statistik
Sejarah statistik
 
statistika
statistikastatistika
statistika
 
Peranan statistik
Peranan statistikPeranan statistik
Peranan statistik
 
Statistika
StatistikaStatistika
Statistika
 
Materi Statistika
Materi Statistika Materi Statistika
Materi Statistika
 
Statistik wa ode husni
Statistik wa ode husniStatistik wa ode husni
Statistik wa ode husni
 
Statistik wa ode husni
Statistik wa ode husniStatistik wa ode husni
Statistik wa ode husni
 
Makalah statistika
Makalah statistikaMakalah statistika
Makalah statistika
 
PAKET PROGRAM SIMULASI STATISTIKA
PAKET PROGRAM SIMULASI STATISTIKAPAKET PROGRAM SIMULASI STATISTIKA
PAKET PROGRAM SIMULASI STATISTIKA
 
Musyfiah's kti
Musyfiah's ktiMusyfiah's kti
Musyfiah's kti
 
1. Pengantar Statistik.pdf
1. Pengantar Statistik.pdf1. Pengantar Statistik.pdf
1. Pengantar Statistik.pdf
 
Musyfiah's kti
Musyfiah's ktiMusyfiah's kti
Musyfiah's kti
 
Urgensi Kajian Kebijakan sebagai Dasar Pengambilan Kebijakan
Urgensi Kajian Kebijakan sebagai Dasar Pengambilan KebijakanUrgensi Kajian Kebijakan sebagai Dasar Pengambilan Kebijakan
Urgensi Kajian Kebijakan sebagai Dasar Pengambilan Kebijakan
 
Sarana ilmiah
Sarana ilmiahSarana ilmiah
Sarana ilmiah
 
Dasar ilmu politik
Dasar ilmu politikDasar ilmu politik
Dasar ilmu politik
 
Pemanfaatan Big data dalam sektor ilmu politik.docx
Pemanfaatan Big data dalam sektor ilmu politik.docxPemanfaatan Big data dalam sektor ilmu politik.docx
Pemanfaatan Big data dalam sektor ilmu politik.docx
 
Peranan sistem informasi dalam pengembangan sosioteknologi
Peranan sistem informasi dalam pengembangan sosioteknologiPeranan sistem informasi dalam pengembangan sosioteknologi
Peranan sistem informasi dalam pengembangan sosioteknologi
 
Bab 1
Bab 1Bab 1
Bab 1
 
Tantangan pengembangan statistik semarang
Tantangan pengembangan statistik semarangTantangan pengembangan statistik semarang
Tantangan pengembangan statistik semarang
 

Mais de Irvan Malvinas

Perbedaan antara teori ekonomi mikro dan teori ekonomi makro
Perbedaan antara teori ekonomi mikro dan teori ekonomi makroPerbedaan antara teori ekonomi mikro dan teori ekonomi makro
Perbedaan antara teori ekonomi mikro dan teori ekonomi makroIrvan Malvinas
 
Perbedaan eko.mikro & eko.makro
Perbedaan eko.mikro & eko.makroPerbedaan eko.mikro & eko.makro
Perbedaan eko.mikro & eko.makroIrvan Malvinas
 
Perbedaan ekonomi makro dan ekonomi mikro3
Perbedaan ekonomi makro dan ekonomi mikro3Perbedaan ekonomi makro dan ekonomi mikro3
Perbedaan ekonomi makro dan ekonomi mikro3Irvan Malvinas
 
Perbedaan eko.mikro & eko.makro4
Perbedaan eko.mikro & eko.makro4Perbedaan eko.mikro & eko.makro4
Perbedaan eko.mikro & eko.makro4Irvan Malvinas
 
Perbedaan eko.mikro & eko.makro5
Perbedaan eko.mikro & eko.makro5Perbedaan eko.mikro & eko.makro5
Perbedaan eko.mikro & eko.makro5Irvan Malvinas
 
Penjelasan pdb indonesia2
Penjelasan pdb indonesia2Penjelasan pdb indonesia2
Penjelasan pdb indonesia2Irvan Malvinas
 
Penjelasan pdb indonesia
Penjelasan pdb indonesiaPenjelasan pdb indonesia
Penjelasan pdb indonesiaIrvan Malvinas
 
Ringkasan accounting bab1 (summary)
Ringkasan accounting bab1 (summary)Ringkasan accounting bab1 (summary)
Ringkasan accounting bab1 (summary)Irvan Malvinas
 
Presentasi makalah p kn
Presentasi makalah p knPresentasi makalah p kn
Presentasi makalah p knIrvan Malvinas
 
Makalah pendidikan kewarganegaraan
Makalah pendidikan kewarganegaraanMakalah pendidikan kewarganegaraan
Makalah pendidikan kewarganegaraanIrvan Malvinas
 
Pdb dan angka kemiskinan
Pdb dan angka kemiskinanPdb dan angka kemiskinan
Pdb dan angka kemiskinanIrvan Malvinas
 
Pembangunan ekonomi dan pertumbuhan (ciri2)
Pembangunan ekonomi dan pertumbuhan (ciri2)Pembangunan ekonomi dan pertumbuhan (ciri2)
Pembangunan ekonomi dan pertumbuhan (ciri2)Irvan Malvinas
 
Teori pertumbuhan ekonomi
Teori pertumbuhan ekonomiTeori pertumbuhan ekonomi
Teori pertumbuhan ekonomiIrvan Malvinas
 
Utang luar negeri dan tingkat kemiskinan
Utang luar negeri dan tingkat kemiskinanUtang luar negeri dan tingkat kemiskinan
Utang luar negeri dan tingkat kemiskinanIrvan Malvinas
 
Kemiskinan vs angka pdb
Kemiskinan vs angka pdbKemiskinan vs angka pdb
Kemiskinan vs angka pdbIrvan Malvinas
 

Mais de Irvan Malvinas (20)

Perbedaan antara teori ekonomi mikro dan teori ekonomi makro
Perbedaan antara teori ekonomi mikro dan teori ekonomi makroPerbedaan antara teori ekonomi mikro dan teori ekonomi makro
Perbedaan antara teori ekonomi mikro dan teori ekonomi makro
 
Perbedaan eko.mikro & eko.makro
Perbedaan eko.mikro & eko.makroPerbedaan eko.mikro & eko.makro
Perbedaan eko.mikro & eko.makro
 
Perbedaan ekonomi makro dan ekonomi mikro3
Perbedaan ekonomi makro dan ekonomi mikro3Perbedaan ekonomi makro dan ekonomi mikro3
Perbedaan ekonomi makro dan ekonomi mikro3
 
Mikro dan-makro
Mikro dan-makroMikro dan-makro
Mikro dan-makro
 
Perbedaan eko.mikro & eko.makro4
Perbedaan eko.mikro & eko.makro4Perbedaan eko.mikro & eko.makro4
Perbedaan eko.mikro & eko.makro4
 
Perbedaan eko.mikro & eko.makro5
Perbedaan eko.mikro & eko.makro5Perbedaan eko.mikro & eko.makro5
Perbedaan eko.mikro & eko.makro5
 
Ekonomi makro 1
Ekonomi makro 1Ekonomi makro 1
Ekonomi makro 1
 
Penjelasan pdb indonesia2
Penjelasan pdb indonesia2Penjelasan pdb indonesia2
Penjelasan pdb indonesia2
 
Penjelasan pdb indonesia
Penjelasan pdb indonesiaPenjelasan pdb indonesia
Penjelasan pdb indonesia
 
Ringkasan accounting bab1 (summary)
Ringkasan accounting bab1 (summary)Ringkasan accounting bab1 (summary)
Ringkasan accounting bab1 (summary)
 
Buku besar
Buku besarBuku besar
Buku besar
 
Pengantar bisnis
Pengantar bisnisPengantar bisnis
Pengantar bisnis
 
Presentasi makalah p kn
Presentasi makalah p knPresentasi makalah p kn
Presentasi makalah p kn
 
Makalah pendidikan kewarganegaraan
Makalah pendidikan kewarganegaraanMakalah pendidikan kewarganegaraan
Makalah pendidikan kewarganegaraan
 
Manajemen wikipedia
Manajemen wikipediaManajemen wikipedia
Manajemen wikipedia
 
Pdb dan angka kemiskinan
Pdb dan angka kemiskinanPdb dan angka kemiskinan
Pdb dan angka kemiskinan
 
Pembangunan ekonomi dan pertumbuhan (ciri2)
Pembangunan ekonomi dan pertumbuhan (ciri2)Pembangunan ekonomi dan pertumbuhan (ciri2)
Pembangunan ekonomi dan pertumbuhan (ciri2)
 
Teori pertumbuhan ekonomi
Teori pertumbuhan ekonomiTeori pertumbuhan ekonomi
Teori pertumbuhan ekonomi
 
Utang luar negeri dan tingkat kemiskinan
Utang luar negeri dan tingkat kemiskinanUtang luar negeri dan tingkat kemiskinan
Utang luar negeri dan tingkat kemiskinan
 
Kemiskinan vs angka pdb
Kemiskinan vs angka pdbKemiskinan vs angka pdb
Kemiskinan vs angka pdb
 

Sejarah statistik

  • 1. Ilmu Statistik merupakan ilmu yang mempelajari proses pencatatan, penyusunan serta pengolahan data. Ilmu ini seusia dengan umur peradaban ini, di mana tradisimenghitung merupakan landasan utama dalam membangun peradaban. Semenjak peradaban Yunani ilmu hitung sudah diperkenalkan, dan menjadi alat utama dalam proses pengambilan keputusan. Fenomena ini bisa dilacak dalam tulisan filsof Yunani seperti Aristoteles, maupun Plato yang mengusulkan sistem pemilihan langsung terhadap pejabat publik di mana di kemudian hari dikenal dengan demokrasi langsung. Untuk menghitung siapa yang paling diterima oleh masyarakat dalam pemilihan tersebut maka aspek ilmu hitung menjadi dasar alat pembenar.Ilmu hitung kemudian berkembang pesat lagi pada masa imperium Romawi. Angkaangka yang disimbolkan dalam peradaban Yunani dikembangkan dengan simbol Romawi. Meski angka Romawi tidak praktis, dalam batas tertentu memberikan pengaruh yang luas bagi perkembangan ilmu hitung. Angka Romawi mampu memberikan lambang terhadap angka dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan dengan angka Yunani. Puncak peradaban ilmu hitung menjadi semakin cepat manakala tradisi Arab mengenalkan simbol angka yang sederhana dan fleksibel. Angka Arab mampu menyederhanakan simbol menjadi simbol yang mudah dimengerti dan dapat digunakan secara berulang secara mudah. Misal, untuk mengungkapkan angka 100, maka cukuphanya menggunakan 2 simbol saja yang sudah dipakai sebelumnya, demikian pula kalau harus menyebut angka 1 trilyun, angka yang dipakai tetap 1 dan 0, tinggal memperbanyak 0-nya saja. Sangat berbeda dengan angka Romawi, setiap perubahan persepuluhan harus dikenalkan simbol baru, yang kemudian tidak dijadikan basis pembuatan angka secara konsisten. Puncak peradaban ilmu hitung mengalami perkembangan yang sangat pesat, tatkala tradisi Arab memperkenalkan simbol baru angka 0. Angka ini seakan telah menjadi angka mu’jizat dalam sejarah peradaban ilmu hitung, sebab dengan ditemukannya angka 0, maka akan mempersingkat penulisan-penulisan yang berbasis ribuan sampai tak terhingga. Bayangkan bagaimana menulis simbol satu trilyun jika menggunakan simbolRomawi. Inilah salah satu sumbangan tradisi Islam dan Arab yang sering dilupakan oleh orang. Ilmu Statistik sebagai bentuk aplikasi dan terapkan ilmu hitung sebagai ilmu murni juga mengalami perkembangan seiring dengan semakin berkembang ilmu hitung. Statistik yang lebih menekankan pada tradisi mencatat dan menyusun, memungkinkan ilmu ini mulai dilirik orang dalam konteks untuk mempergunakan hasil pencatatan dan penyusunan untuk mendapatkan pola. Pola ini menjadi sangat penting untuk dilihat, manakala manusia dihadapkan pada pergerakan peradaban manusia yang semakin kompleks, yang juga berarti jumlah data juga sangat kompleks, hampir setiap detik terdapat peristiwa yang lahir, dan harus didokumentasi. Semakin tersebarnya data, menjadikan banyak fihak perlu mendapatkan data yang sahih, namun mudah dimengerti dan memiliki akurasi yang baik dalam dokumentasinya. Statistik merupakan satu-satunya ilmu yang bisa menawarkan pada tradisi mencatat ini. Dalam konteks politik, pola merupakan sebagai gejala sosial yang harus ditangkap secara jelas, bahkan kalau tak mampu membuat dan membaca pola, maka akan berhubungan dengan tingkat pengambilan keputusan yang tidak akurat. Politik yang tidak bisa memisahkan diri dari gejala pengambilan keputusan, mengharuskan untuk mengadop tradisi statistik ini. Keharusan untuk mengambil keputusan secara cepat juga telah menuntut para pengambil keputusan mulai belajar statistik secara lebih seksama. Dengan belajar statitik diharapkan akan mampu memberikan bimbingan pengambilan keputusan yang memiliki akurasi yang tinggi. Sehingga tidaklah mengherankan bahwa pada stadium tertentu, ilmu statitistik merupakan ilmu untuk menjawab bentuk-bentuk probabilitas dalam masyarakat. Dalam
  • 2. kondisi inilah ilmu statistik banyak dipergunakan oleh para pialang pasar untuk melihat fluktuasi harga, dan banyak juga para spekulan memprediksi sesuatu dengan pijakan ilmu statistik. Bahkan yang lebih tragis ilmu statistik pernah menjadi ilmu alat utama bagi kalangan penjudi, guna menemukan kecenderungan peluang yang akan muncul. Sejarah ilmu statistik menunjukkan bahwa tradisi berfikir disiplin ini banyak dipergunakan para ilmuwan eksak untuk mengembangkan teori-teori baru. Hal ini tidak bisa dilepaskan kepada kemampuan ilmu statistik yang memberikan penjelasan yang memuaskan dalam proses pengukuran baik di sisi metode, kesederhanaan maupun kekonsistenannya. Sumbangan ilmu statistik dalam bidang ilmu sosial belumlah menunjukkan angka yang berarti sampai abad ke 18. Baru setelah sistem ekonomi berbasis uang menjadi peradaban manusia peran ilmu statistik menjadi sangat penting. Dalam hal ini, ilmu ekonomi banyak mengadopsi ilmu statistik untuk menjelaskan keseimbangan harga, fluktuasi mata uang bahkan bisa dipergunakan dalam studi perilaku konsumen dan pasar secara luas. Bidang ilmu perbankan merupakan bidang ilmu ekonomi yang juga banyak mengambil metode dari ilmu statistik. Perkembangan ilmu statistik mengalami percepatan yang sangat cepat, dalam dimensi penelitian, baik dalam bidang kajian ilmu eksakta maupun dalam bidang ilmu sosial. Dengan dipergunakannya statistik dalam riset, memungkinkan proses membangun suatu teori menjadi relatif mudah, sederhana dan memuaskan. Pentingnya statistik dalam dunia modern, mengharuskan setiap unit produksi, manajemen pemerintahan, pasar dan organisasi memiliki pusat statistik sebagai pusat perencanaan dalam proses pengambilan keputusan. Dengan ketersediaan data yang sudah diolah akan memungkinkan untuk membuat keputusan menjadi lebih baik. Namun di tengah kekaguman orang pada statistik, tidak sedikit pula yang meragukan analisis statistik, apalagi dalam bidang kajian ilmu sosial yang menggunakan pendekatan kualitatif. Kelompok ini memandang statisti terlalu menggeneralisir sehingga terjadi simplifikasi terhadap dana. Proses ini akan membuat data yang diambil menjadi bias. Fakta sosial yang relatif dinamis, juga dianggap akan teramat sulit untuk dijadikan dana yang berbasis numeric. Bahkan dalam batas tertentu statistik, dituduh sebagai ilmu yang bisa dipergunakan untuk berbohong, dan melakukan manipulasi dengan aroma yang ilmiah. Durel Huff dalam buku How to Lie With Statistic menyatakan bahwa dalam batas tertentu statistik merupakan suatu alat yang mudah dimanipuilasi oleh fihak yang memiliki kepentingan tertentu. Salah satu kekuatan statistik yang bisa dipergunakan secara tidak bertanggung terletak pada kelebihan tehnologi statistik sendiri yakni kemampuan untuk menampilkan informasi yang sederhana dari sebuah gejala yang kompleks. Bahkan data olahan statistik yang sebenarnya bukan diolah untuk kepentingan tertentu, bisa dipergunakan oleh fihak lain sebagai pembenar tindakannya. Misal yang dicontoh Huff, jika suatu lembaga penelitian yang melakukan uji klinis terhadap beberapa produk yang hanya digunakan untuk keperluan penelitian dengan menggunakan sampel yang terbatas, jika hasil penelitian ini sampai ke tangan produsen bisa dimanipulasi sebagai sarana strategi pemasaran yang berdasarkan kepentingan yang berbeda. Fenomena data agregat juga selama ini disalahkan gunakan bahkan cenderung dipergunakan untuk pembuat kebijakan publik, bahwa kebijakan yang sudah dirilis mendapatkan respon masyarakat yang luas. Misal selama ini pemerintah cenderung membuat angka yang optimistik tentang angka pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5%. Angka ini kemudian digeneralisasi bahwa pertumbuhan ekonomi sudah mencapai pertumbuhan yang
  • 3. tinggi, bahkan ini digunakan sebagai dasar pembenar untuk menolak model pembangunan ekonomi seperti pertumbuhan dengan alasan tidak bisa membuat pertumbuhan sampai 5%. Dalam batas tertentu pula, lembaga non pemerintahan juga mempergunakan angka statistik yang sifatnya agregat untuk mengkritik kinerja birokrasi. Misal terdapat suatu fakta bahwa dalam setahun terdapat kasus kecelakaan kereta api mencapai 100 kali. Dengan mengasumsikan bahwa dalam setahun terdapat 364 hari maka bisa ditarik ratarata bahwa dalam 3,5 hari akan terjadi kecelakaan kereta api. Apakah seperti itu penarikan kesimpulan ? Memang tidak, tapi angka statistik memang rentan dipergunakan untuk kepentingan tersebut.