×
  • Compartilhar
  • Email
  • Incorporado
  • Curtir
  • Salvar
  • Conteúdo privado
 

Dalih Pembunuhan Massal : G-30-S dan Kudeta Soeharto

by Aktivis at Bekerja Dengan Diri Sendiri on Feb 22, 2013

  • 9,861 visualizações

John Roosa mengulas secara menarik apa yang sebenarnya terjadi pada subuh 1 Oktober 1965 lampau. Sebuah gerakan yang dikenal dengan nama “G30S”. ...

John Roosa mengulas secara menarik apa yang sebenarnya terjadi pada subuh 1 Oktober 1965 lampau. Sebuah gerakan yang dikenal dengan nama “G30S”.

Partai Komunis Indonesia (PKI) memang “terlibat” dalam Gerakan 30 September. Tapi terlalu sederhana jika menyimpulkannya sebagai “dalang”.Jalinan belikat peristiwa itu akan membuatnya tampak terlalu sederhana jika diserahkan hanya pada satu dalang.

Buku putih milik Angkatan Darat, tegas menyebut PKI sebagai dalang G30S. Benedict Anderson dan Ruth McVey dari Cornell University lewat analisanya yang dikeluarkan Januari 1966 -popular dengan nama Cornell Paper- menyebut bahwa G30S adalah konflik internal Angkatan Darat, sebuah kudeta yang dilakukan perwira-perwira bawahan karena tak puas dengan gaya borjuis perwira atasan.

Sementara Indonesianis dan pengamat militer asal Australia, Harold Crouch, menilai bahwa G30S adalah gabungan gerakan yang dilakukan perwira bawahan yang tak puas dan juga PKI. Sedangkan Indonesianis dan sosiolog asal Belanda, W.F. Wertheim menyodorkan analisa bahwa Suharto dan para jenderal Angkatan Darat nonkomunis lah yang berada di balik gerakan ini dengan menggunakan Sjam Kamurazzaman sebagai agen ganda, guna menciptakan dalih untuk menyerang PKI dan menggulingkan Sukarno.

John Roosa, melalui buku ini, berhasil menelusuri dan menutup “lubang” yang ada dari setiap analisa tersebut dan membentuk argumentasi baru. Tak sepenuhnya baru memang, tapi setidaknya paling mendekati argument yang paling masuk akal dari peristiwa itu.

Ia mengandalkan dokumen Supardjo, seorang Brigadir Jenderal Angkatan Darat yang ada dalam lingkaran gerakan tersebut yang diseret ke Mahmilub pada tahun 1967. Selain juga mengandalkan pengakuan dari seorang kader tinggi PKI yang masih hidup hingga sekarang, dan sejumlah dokumen yang dikeluarkan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat terkait peristiwa tersebut.

PKI, dalam analisa Roosa, terlibat sejauh pemikiran bahwa G30S memang diperlukan untuk menyelamatkan Sukarno. Mereka tahu bahwa sejumlah perwira Angkatan Darat telah menjalin hubungan mesra dengan AS. Mereka memprediksi dan mempercayai bahwa Angakatan Darat punya ambisi untuk menyingkirkan PKI, sebuah partai ke-4 terbesar dalam Pemilu 1955 yang memiliki kader dan massa di setiap pabrik dan perkebunan.

Sayangnya, PKI sebagai sebuah partai politik dengan disiplin dan organisasi baik, salah membaca situasi. Politibiro sebagai pengambil putusan penting dalam partai tak tahu soal rincian gerakan yang bakal digelar. Mereka pasrah sepenuhnya pada sang ketua sentral komite: Aidit yang sialnya lagi memiliki orang kepercayaan sejenis Sjam Kamaruzamman.

Lewat Biro Khusus, yang diyakini keberadaannya oleh Roosa, Aidit dan Sjam menjalin koneksi dengan para perwira progresif di Angkatan Darat. Para perwira Sukarnois yang mulai gerah dengan perwira-perwira “kapitalis-birokrat” di tubuh Angkatan Darat.

PKI, sebagai sebuah partai, hanya bisa menunggu dampak dari G30S. Mereka berhara

Estatísticas

Visualizações

Visualizações totais
9,861
Visualizações no SlideShare
9,859
Visualizações incorporadas
2

Actions

Curtidas
2
Downloads
244
Comentários
0

1 Incorporado 2

http://www.slashdocs.com 2

Categorias

Carregar detalhes

Carregado através de SlideShare como Adobe PDF

Direitos de uso

© Todos os direitos reservados

Report content

Sinalizado como impróprio Sinalizar como impróprio
Sinalizar como impróprio

Selecione a razão para sinalizar essa apresentação como imprópria.

Cancelar
Publicar comentário
Editar seu comentário

Dalih Pembunuhan Massal : G-30-S dan Kudeta Soeharto Dalih Pembunuhan Massal : G-30-S dan Kudeta Soeharto Document Transcript