SlideShare uma empresa Scribd logo
1 de 15
Berlapang Dada
(Republika. Jum’at, 13 Desember 2013)

Oleh
Hanifah Risti Aini (KKI 111-12-059)
Program Khusus Kelas Internasional
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Salatiga
2014






Pemantapan tauhid sebagai pondasi utama kelapangan dada.
Ketahuilah, kata cendekiawan Muslim Dr. „Aidl al-Qarni dalam
bukunya yang bertajuk Asbab Insyirah as-Shadr, di balik
kesulitan terdapat kemudahan. Tak cuma satu kelonggaran,
dua, tiga, bahkan tak terhingga. Kerap kali berita gembira itu
datang di luar nalar dan daya manusia. Dan, yakinlah di
belakang setumpuk masalah yang mengimpit, Sang Khalik
telah menyiapkan jalan keluar yang melapangkan dada.
Perhatikan apa yang dilakukan Nabi Musa AS ketika Allah
SWT mengutusnya berdakwah ke Firaun yang lalim, tutur alQarni. Misi itu tak membuat saudara Nabi Harun tersebut
gentar. Musa melaksanakan tugas tersebut, lalu berdoa : “Ya
Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku.” (QS Thaha[20]: 35).
Allah pun brjanji kepada Rasulullah SAW akan senantiasa
melapangkan dada dan menguatkan hati Rasul dalam
mengemban misi kenabian dan kerasulan. Sadar akan risiko
dan besarny tanggung jawab, Rasul bertekad menguatkan
hati. “Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?”
(Al Insyirah [94]: 1).
Sejarah mengisahkan secara gamblang lika-liku
perjuangan Rasul, baik di Makkah ataupun
Madinah. Di fase pertama dakwh, berbagai cobaan
dan rintangan menghadang. Keluarga dan
sahabatnya diintimidasi, beberapa diantaranya
dibunuh. Rasul pun terusir dari tempat
kelahirannya, Makkah.
 Begitulah, jika Anda, kata penulis buku terlaris La
Tahzan itu, menghadapi suatu persoalan maka
mengadu dan pergilah ke pihak yang berkompeten.
Baju anada robek, jahitlah ke tukang jahit.
 Bila elektronik
tak berfungsi, perbaikilah ke ahli
reparasi. Tetapi, bila hati anda yang bermasalah
mintalah pertolongan pada Sang Pemilik hati, Allah
SWT. “Barangsiapa yang beriman kepada Allah
niscaya Dia akan memeberi petunjuk kepada
hatinya.” (QS at-Taghabun [64]: 11).









Inilah poin utama, kata al-Qarni, yanag menjadi faktor mendasar
kelapangan hati, yaitu tauhid. Mengesakan Allah SWT dalam
keyakinan dan perbuatan. Dia yang paling berhak disembah dan
kepada-Nya lah umat manusia meminta. Pemberi hidayah,
rezeki, dan kesembuhan bagi mereka yang sakit.
Tauhid yang sama, sebut Ibnu Abbas, seperti dinukilkan di Sahih
al-Bukhari yang ditekankan Nabi Ibrahim AS sewaktu
dilemparkan ke kobaran api. Ibrahim berkata, “Hasbunallah
wani’ma al-wakil (cukuplah Allah sebagai penolong dan
penyelamat).” Api yang semula panas membara seketika
menjelma bak salju nan dingin seizin Allah.
Bertauhid tidak hanya sekadar di lisan. Mesti ditopang dengan
pengesaan-Nya ditiap tindakan, ucapan dan sikap. Ingin lapang
dada, teteapi perilaku mencerminkan tauhid. Kerap berdusta,
berbuat lalim, mengambil hak orang lain. Bukannya lapang dada
yang diterima, malah kesedihan dan kesusahan yang akan
datang.
Faktor kedua, kata al-Qarni, bergaullah dengan orang-orang
saleh. Saat berkumpul, mereka akan mengingat Allah. Ini
berbeda dengan kebiasaan kalangan fasik. Perkumpulan yang
kerap mereka langsungkan kerap melalaikan-Nya. “Laki-laki dan
perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah. Allah telah
menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.”
(QS al-Ahzab [33]: 35).








Berzikir, mengingat Allah dalam situasi dan kondisi apa pun,
membawa ketenangan batin dan ketentraman jiwa. Bahkan,
akan membuat hati bergetar hingga tak kuasa bertindak secuil
maksiat apa pun.
Lihatlah, sewaktu Umar bin Khatab mendengar surah asShaffat ayat 26, ia berdiri lalu membuang tongkatnya dan
berbaring di atas tanah. Sang Khalifah pu lantas diangkat ke
rumahnya dan tetap dalam kondisi terbaring, sampai sakit
sebulan efek meresapi ayat di atas.
Ketiga, papar al-Qarni, terima ketetapan dan takdir Allah SWT.
Apa pun masalah yang anda hadapi bukan untuk
memojokkan atau menyudutkan Anda. Dan kesalahan yang
anda lakukan, bukan berarti anda telah terjatuh seratus
persen.
Seberapa pun banyaknya harta yang Anda sedekahkan, jika
ingkar terhadap qadha dan qadar maka hanya akan sia-sia.
Dan ketahuilah, pemicu lapangnya dada Anda ditentukan
pada sejauh mana Anda percaya terhadap keputusan dan
ketetapan Allah. “Sesungguhnya, Kami menciptakan segala
sesuatu menurut ukuran.” (QS al-Qamar [54]: 49).






Rasulullah pernah menegaskan, selama aktivitas dan jalan
yang dilalui benar dan bermanfaat maka janagn lupa untuk
meminta pertolongan kepada Allah. Hindari berandai-andai,
yakni mengatakan, “Seandainya aku lakukan demikian pasti
semua ini tak akan terjadi.” Tetapi, titah Rasul, katakanlah,
“Apa yang Allah tetapkan dan kehendaki, maka terjadilah.”
Perhatikan ketegaran seorang pakar fikih generasi salaf,
Urwah bin Zubair. Penyakit aneh yang menyerang kaki hingga
paha, memaksanya untuk mengamputasi kakinya tersebut
tanpa bantuan dokter atau alat bedah canggih seperti
sekarang. Kerabatnya menawarinya minum khamar,
pengganti bius. Ia menolak. “Tidak. Tidak sama sekali, aku tak
ingin kehilangan rezeki akal pemberian-Nya,” kata dia.
Urwah meminta kakinya tersebut diamputasi sewaktu shalat.
Dia berjanji tidak akanmerasakan apa pun. Permintaan itu
dikabulkan. Urwah pingsan tak sadarkan diri hingga empat
jam. Usai sadar, tetap bersyukur kepada Allah. “Alhamdulillah,
sebelum dan sesudah,” kata Urwah.










Tak selang berapa lama, kabar duka ia terima. Anak tercintanya
meninggal akibat tertabrak rombongan Khalifah Walid bin Abd alMalik. Ujian beruntun, setelah kehilangan sebelah kaki, buah
hatinya wafat.
Apakah Urwah terpuruk? Sama sekali tidak. Ia malah berkata,
“Bagi-Mu puji jika Engkau meridhai d an bagimu puji setelah
ridha. Satu orang anak engkau ambil, Engaku berikan empat
anak, satu anggota tubuh Engkau ambil, engkau anugerahkan
empat anggota tubuh.”
Keempat, imbuh al-Qarni, bersikaplah qanaah, menerima apa
pun yang Allah anugerahkan kepada Anda, apa dan berapapun
kadarnya. Salman al-Farisi meninggal dunia dengan membawa
surban sambil tertawa, ia hidup dalam kekurangan dan
kesederhanaan.
Namun Salman terima nikmat apa pun dari-Nya. Bandingkan
dengan Qarun, ia terlaknat akibat kerakusan terhadap harta.
Firaun dann Abu Jahal, potret sosok yang taak akan pangkat dan
jabatan. “Seperti apa akhir mereka?” cetus al-Qarni.
Demikianlah,
imbuh al-Qarni, di antara faktor pemicu
kelapangan dada. Ada banyak cara, tetapi keempat langkah itu
paling utama. Dan, jangan lupa iringi dengan membaca Alquran.
Sebab, Alquran akan menjadi penolong bagi para pembacanya.
5 LEKSIKAL
Word : hati, sabar, sulit, mudah, manusia, kuat,
tekad,cobaan, masalah, rintangan.
 Polyword : jalan keluar, tanggung jawab, panas
membara.
 Collocation : kerap kali, setumpuk masalah,
lapang dada, berita gembira, sang khalik,
meninggal dunia, anggota tubuh, kobaran api,
mengemban misi, daya manusia.
 Semi Fixed Exspression : menjelma bak salju nan
dingin, seandainya aku lakukan demikian pasti
semua ini tidak akan terjadi.
 Fixed Expression : lika-liku, datang pergi, silih
berganti.

READING COMPREHENSION
1.

2.

3.

4.

5.

Jawablah pertanyaan-pertanyaaan di bawah ini
dengan teliti!
Bagiamana cara Rasulullah SAW dalam
mencontohkan sikap berlapang dada?
Apa faktor utama kelapangan hati menurut alQarni?
Apa makna tauhid berdasarkan paparan dalam
artikel di atas?
Bagaimana cara bertauhid berdasarkan
penjelasan artikel di atas?
Menurut perspefktif anda, bagaimana cara kita
berlapang dada ketkamenghadapi suatu
masalah?
CONVERSATION
Pada suatu pagi, ada dua orang mahasiswa sedang berbincang
tentang sebuah artikel yang dimuat di koran Republika yang terbit hari
ini. Raihan dan Akmal. Namun agaknya ada yang berbeda dengan
Akmal. Ia sesekali menganggukkan kepalanya pertanda memahami
betul isi artikel tersebut.
Raihan : Serius sekali wajahmu. Apa yang lagi kamu baca?
Akmal : Artikel bagus tentang ……1
Raihan : Wah, topik yang cukup menarik. Coba saya lihat. (Mengulurkan
kepada Akmal)
Akmal : Di situ, al-Qarni menjelaskan ada 2 …. poin yang harus
dilakukan ketika seseorang ingin menjadikan 3…. Dada.
Raihan : Apa itu?
Akmal : Pertama 4……Kedua 5….. Ketiga 6….
Raihan : Tapi kenapa dalam prakteknya begitu sulit?
Akmal : Masih ingat dengan kisah Nabi Musa AS yang 7…….. Juga
sahabat Urwah yang mengamputasi kakinya tanpa bantuan dokter.
Begitu luar biasa, kita seharusnya juga bisa menghadapi 8….. dengan
9……
Raihan : Ya, setiap 10….. pasti akan ada 11…..
Akmal : Asal kita mau 12……
Kedua sahabat tersebut kemudian tertawa bersama.
WRITTING
1. Carilah padanan kata dari kata di bawah ini
 Cobaan
 Pondasi
2. Urutkan kalimat di bawah ini sehingga menjadi
paragraf yang baku.
a. Bukannya lapang dada yang diterima, malah
kesedihan dan kesusahan yang akan datang.
b. Ingin lapang dada, tetapi perilaku tidak
mencerminkan tauhid.
c. Kerap berdusta, berbuat lalim, mengambil hak
orang lain.
d. Mesti ditopang dengan pengesaan-Nya di tiap
tindakan, ucapan dan sikap.
e. Bertauhid tidak sekedar di lisan.
1.

2.

3.

4.

5.

Bagaimana Rasulullah SAW menghadapi cobaan ketika
berdakwah. Seberat apapun, Rasulullah berusaha
mnguatkan hati.
Faktor utama kelapangan hati menurut al-Qarni adalah
tauhid.
Tauhid adalah mengesakan Allah dalam keyakinan dan
perbuatan.
Bertauhid tidak hanya sekedar di lisan, harus ditopang
dengan pengesaan-Nya di tiap tindakan, ucapan daan
sikap.
Dengan bersabar. Dan percaya bahwa setiap kesulitan
dan kelonggaran.

KUNCI JAWABAN
1.
2.

3.
4.
5.
6.

7.

8.
9.
10.
11.
12.

Berlapang dada
Tiga
Berlapang
Tauhid
Berkumpul dengan orang saleh
Menerima ketetapan dan takdir Allah
Diutus Allah untuk berdakwah kepada Fir‟aun yang
lalim
Cobaan
Bersabar
Kesulitan
Kemudahan
Bersabar
1. ujian
dasar
2. Bertauhid tidak sekedar di lisan. Mesti ditopang
dengan pengesaan-Nya di tiap tindakan, ucapan
dan sikap. Ingin lapang dada, tetapi perilaku tidak
mencerminkan tauhid. Kerap berdusta, berbuat
lalim, mengambil hak orang lain. Kerap berdusta,
berbuat lalim, mengambil hak orang lain.

Mais conteúdo relacionado

Mais procurados

Bangkit dari kefuturan
Bangkit dari kefuturanBangkit dari kefuturan
Bangkit dari kefuturan
Al Faruuq
 
Membangun budaya ungguم dan memimpin
Membangun budaya ungguم dan memimpinMembangun budaya ungguم dan memimpin
Membangun budaya ungguم dan memimpin
Muhsin Hariyanto
 
Membangun budaya ungguم dan memimpin
Membangun budaya ungguم dan memimpinMembangun budaya ungguم dan memimpin
Membangun budaya ungguم dan memimpin
Muhsin Hariyanto
 
Tafsir qs az zumar, 39 ayat 22
Tafsir qs az zumar, 39 ayat  22Tafsir qs az zumar, 39 ayat  22
Tafsir qs az zumar, 39 ayat 22
Muhsin Hariyanto
 

Mais procurados (19)

Al hazan
Al hazanAl hazan
Al hazan
 
Lâ tahzan
Lâ tahzanLâ tahzan
Lâ tahzan
 
Bangkit dari kefuturan
Bangkit dari kefuturanBangkit dari kefuturan
Bangkit dari kefuturan
 
Membangun budaya ungguم dan memimpin
Membangun budaya ungguم dan memimpinMembangun budaya ungguم dan memimpin
Membangun budaya ungguم dan memimpin
 
Agar futur tidak menghantui
Agar futur tidak menghantuiAgar futur tidak menghantui
Agar futur tidak menghantui
 
Obat Penawar Hati
Obat Penawar HatiObat Penawar Hati
Obat Penawar Hati
 
Buku saku ruqyah
Buku saku ruqyahBuku saku ruqyah
Buku saku ruqyah
 
Membangun budaya ungguم dan memimpin
Membangun budaya ungguم dan memimpinMembangun budaya ungguم dan memimpin
Membangun budaya ungguم dan memimpin
 
Megobati penyakit
Megobati penyakitMegobati penyakit
Megobati penyakit
 
Kembali ke Manhaj Taghyeer Madrasah Rasulillah saw
Kembali ke Manhaj Taghyeer Madrasah Rasulillah sawKembali ke Manhaj Taghyeer Madrasah Rasulillah saw
Kembali ke Manhaj Taghyeer Madrasah Rasulillah saw
 
Membongkar kedok sufi
Membongkar kedok sufiMembongkar kedok sufi
Membongkar kedok sufi
 
POKOK-POKOK KEIMANAN
POKOK-POKOK KEIMANANPOKOK-POKOK KEIMANAN
POKOK-POKOK KEIMANAN
 
Mewaspadai sufi
Mewaspadai sufiMewaspadai sufi
Mewaspadai sufi
 
Hakikat tasawuf
Hakikat tasawufHakikat tasawuf
Hakikat tasawuf
 
Tafsir Al azhar 094 al insyiraah
Tafsir Al azhar 094 al insyiraahTafsir Al azhar 094 al insyiraah
Tafsir Al azhar 094 al insyiraah
 
Qawaribun najah .. BAHTERA PENYELAMAT UNTUK DUAT - FATHI YAKAN
Qawaribun najah .. BAHTERA PENYELAMAT UNTUK DUAT - FATHI YAKANQawaribun najah .. BAHTERA PENYELAMAT UNTUK DUAT - FATHI YAKAN
Qawaribun najah .. BAHTERA PENYELAMAT UNTUK DUAT - FATHI YAKAN
 
Bahtera penyelamat - Fathi Yakan
Bahtera penyelamat - Fathi YakanBahtera penyelamat - Fathi Yakan
Bahtera penyelamat - Fathi Yakan
 
Agama Kelompok Moenica
Agama Kelompok MoenicaAgama Kelompok Moenica
Agama Kelompok Moenica
 
Tafsir qs az zumar, 39 ayat 22
Tafsir qs az zumar, 39 ayat  22Tafsir qs az zumar, 39 ayat  22
Tafsir qs az zumar, 39 ayat 22
 

Semelhante a Kosakata dalam Bahasa Indonesia Hanifah ICP '12 STAIN Salatiga

40 cara menyelesaikan masalah
40 cara menyelesaikan masalah40 cara menyelesaikan masalah
40 cara menyelesaikan masalah
mr_haryono
 
Asmaul husna
Asmaul husnaAsmaul husna
Asmaul husna
AudiCB
 
Bagaimana mengobati orang kesurupan
Bagaimana mengobati orang kesurupanBagaimana mengobati orang kesurupan
Bagaimana mengobati orang kesurupan
mr_haryono
 
Teks khutbah idul fitri, 1 syawwal 1436 h 01
Teks khutbah idul fitri, 1 syawwal 1436 h 01Teks khutbah idul fitri, 1 syawwal 1436 h 01
Teks khutbah idul fitri, 1 syawwal 1436 h 01
Muhsin Hariyanto
 
Menangis Karena Takut dan Rindu Kepada allah
Menangis Karena Takut dan Rindu Kepada allahMenangis Karena Takut dan Rindu Kepada allah
Menangis Karena Takut dan Rindu Kepada allah
Idrus Abidin
 

Semelhante a Kosakata dalam Bahasa Indonesia Hanifah ICP '12 STAIN Salatiga (20)

40 cara menyelesaikan masalah
40 cara menyelesaikan masalah40 cara menyelesaikan masalah
40 cara menyelesaikan masalah
 
40 cara menyelesaikan_masalah
40 cara menyelesaikan_masalah40 cara menyelesaikan_masalah
40 cara menyelesaikan_masalah
 
Asmaul husna
Asmaul husnaAsmaul husna
Asmaul husna
 
Kultum.docx
Kultum.docxKultum.docx
Kultum.docx
 
kuliah_IV _hakikat_manusia_menurut_islam_ok.ppt
kuliah_IV _hakikat_manusia_menurut_islam_ok.pptkuliah_IV _hakikat_manusia_menurut_islam_ok.ppt
kuliah_IV _hakikat_manusia_menurut_islam_ok.ppt
 
Meniti kesempurnaan iman - habib munzir al musawa
Meniti kesempurnaan iman - habib munzir al musawaMeniti kesempurnaan iman - habib munzir al musawa
Meniti kesempurnaan iman - habib munzir al musawa
 
Hadits arbain ke 27
Hadits arbain ke 27Hadits arbain ke 27
Hadits arbain ke 27
 
Tips menghadapi futur
Tips menghadapi futurTips menghadapi futur
Tips menghadapi futur
 
Bagaimana mengobati orang kesurupan
Bagaimana mengobati orang kesurupanBagaimana mengobati orang kesurupan
Bagaimana mengobati orang kesurupan
 
Bab 3 lanjutan hadits-hadits ttg Sabar riyadus shalihin ppt
Bab 3 lanjutan hadits-hadits ttg Sabar riyadus shalihin pptBab 3 lanjutan hadits-hadits ttg Sabar riyadus shalihin ppt
Bab 3 lanjutan hadits-hadits ttg Sabar riyadus shalihin ppt
 
Buletin Rumbai Edisi 12 Mengingat Kematian Melancarkan Kemaslahatan
Buletin Rumbai Edisi 12 Mengingat Kematian Melancarkan KemaslahatanBuletin Rumbai Edisi 12 Mengingat Kematian Melancarkan Kemaslahatan
Buletin Rumbai Edisi 12 Mengingat Kematian Melancarkan Kemaslahatan
 
Istighfar
IstighfarIstighfar
Istighfar
 
Buletin 37
Buletin 37Buletin 37
Buletin 37
 
Soal to usbn pai smk 2012
Soal to usbn pai smk 2012Soal to usbn pai smk 2012
Soal to usbn pai smk 2012
 
Management Hati
Management HatiManagement Hati
Management Hati
 
Teks khutbah idul fitri, 1 syawwal 1436 h 01
Teks khutbah idul fitri, 1 syawwal 1436 h 01Teks khutbah idul fitri, 1 syawwal 1436 h 01
Teks khutbah idul fitri, 1 syawwal 1436 h 01
 
Israk wa Mikraj : Ungkap Sejarah, Petik Ibrah
Israk wa Mikraj : Ungkap Sejarah, Petik IbrahIsrak wa Mikraj : Ungkap Sejarah, Petik Ibrah
Israk wa Mikraj : Ungkap Sejarah, Petik Ibrah
 
05 buletin hikmah jumat laz nas chevron duri edisi v 2013 mari tilawah alquran
05 buletin hikmah jumat laz nas chevron duri edisi v 2013 mari tilawah alquran05 buletin hikmah jumat laz nas chevron duri edisi v 2013 mari tilawah alquran
05 buletin hikmah jumat laz nas chevron duri edisi v 2013 mari tilawah alquran
 
Menangis Karena Takut dan Rindu Kepada allah
Menangis Karena Takut dan Rindu Kepada allahMenangis Karena Takut dan Rindu Kepada allah
Menangis Karena Takut dan Rindu Kepada allah
 
Memperbaiki hati
Memperbaiki hatiMemperbaiki hati
Memperbaiki hati
 

Último

aksi nyata penyebaran pemahaman merdeka belajar
aksi nyata penyebaran pemahaman merdeka belajaraksi nyata penyebaran pemahaman merdeka belajar
aksi nyata penyebaran pemahaman merdeka belajar
HafidRanggasi
 
bab 6 ancaman terhadap negara dalam bingkai bhinneka tunggal ika
bab 6 ancaman terhadap negara dalam bingkai bhinneka tunggal ikabab 6 ancaman terhadap negara dalam bingkai bhinneka tunggal ika
bab 6 ancaman terhadap negara dalam bingkai bhinneka tunggal ika
AtiAnggiSupriyati
 
Membuat Komik Digital Berisi Kritik Sosial.docx
Membuat Komik Digital Berisi Kritik Sosial.docxMembuat Komik Digital Berisi Kritik Sosial.docx
Membuat Komik Digital Berisi Kritik Sosial.docx
NurindahSetyawati1
 

Último (20)

(NEW) Template Presentasi UGM 2 (2).pptx
(NEW) Template Presentasi UGM 2 (2).pptx(NEW) Template Presentasi UGM 2 (2).pptx
(NEW) Template Presentasi UGM 2 (2).pptx
 
Kontribusi Islam Dalam Pengembangan Peradaban Dunia - KELOMPOK 1.pptx
Kontribusi Islam Dalam Pengembangan Peradaban Dunia - KELOMPOK 1.pptxKontribusi Islam Dalam Pengembangan Peradaban Dunia - KELOMPOK 1.pptx
Kontribusi Islam Dalam Pengembangan Peradaban Dunia - KELOMPOK 1.pptx
 
Sesi 1_PPT Ruang Kolaborasi Modul 1.3 _ ke 1_PGP Angkatan 10.pptx
Sesi 1_PPT Ruang Kolaborasi Modul 1.3 _ ke 1_PGP Angkatan 10.pptxSesi 1_PPT Ruang Kolaborasi Modul 1.3 _ ke 1_PGP Angkatan 10.pptx
Sesi 1_PPT Ruang Kolaborasi Modul 1.3 _ ke 1_PGP Angkatan 10.pptx
 
aksi nyata penyebaran pemahaman merdeka belajar
aksi nyata penyebaran pemahaman merdeka belajaraksi nyata penyebaran pemahaman merdeka belajar
aksi nyata penyebaran pemahaman merdeka belajar
 
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Fase B
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Fase BModul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Fase B
Modul Ajar Bahasa Indonesia Kelas 4 Fase B
 
MATEMATIKA EKONOMI MATERI ANUITAS DAN NILAI ANUITAS
MATEMATIKA EKONOMI MATERI ANUITAS DAN NILAI ANUITASMATEMATIKA EKONOMI MATERI ANUITAS DAN NILAI ANUITAS
MATEMATIKA EKONOMI MATERI ANUITAS DAN NILAI ANUITAS
 
Prakarsa Perubahan ATAP (Awal - Tantangan - Aksi - Perubahan)
Prakarsa Perubahan ATAP (Awal - Tantangan - Aksi - Perubahan)Prakarsa Perubahan ATAP (Awal - Tantangan - Aksi - Perubahan)
Prakarsa Perubahan ATAP (Awal - Tantangan - Aksi - Perubahan)
 
PELAKSANAAN + Link-Link MATERI Training_ "Effective INVENTORY & WAREHOUSING M...
PELAKSANAAN + Link-Link MATERI Training_ "Effective INVENTORY & WAREHOUSING M...PELAKSANAAN + Link-Link MATERI Training_ "Effective INVENTORY & WAREHOUSING M...
PELAKSANAAN + Link-Link MATERI Training_ "Effective INVENTORY & WAREHOUSING M...
 
bab 6 ancaman terhadap negara dalam bingkai bhinneka tunggal ika
bab 6 ancaman terhadap negara dalam bingkai bhinneka tunggal ikabab 6 ancaman terhadap negara dalam bingkai bhinneka tunggal ika
bab 6 ancaman terhadap negara dalam bingkai bhinneka tunggal ika
 
PPT AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH DUA.pptx
PPT AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH DUA.pptxPPT AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH DUA.pptx
PPT AKUNTANSI KEUANGAN MENENGAH DUA.pptx
 
PERAN PERAWAT DALAM PEMERIKSAAN PENUNJANG.pptx
PERAN PERAWAT DALAM PEMERIKSAAN PENUNJANG.pptxPERAN PERAWAT DALAM PEMERIKSAAN PENUNJANG.pptx
PERAN PERAWAT DALAM PEMERIKSAAN PENUNJANG.pptx
 
Modul Projek - Batik Ecoprint - Fase B.pdf
Modul Projek  - Batik Ecoprint - Fase B.pdfModul Projek  - Batik Ecoprint - Fase B.pdf
Modul Projek - Batik Ecoprint - Fase B.pdf
 
Membuat Komik Digital Berisi Kritik Sosial.docx
Membuat Komik Digital Berisi Kritik Sosial.docxMembuat Komik Digital Berisi Kritik Sosial.docx
Membuat Komik Digital Berisi Kritik Sosial.docx
 
REFLEKSI MANDIRI_Prakarsa Perubahan BAGJA Modul 1.3.pdf
REFLEKSI MANDIRI_Prakarsa Perubahan BAGJA Modul 1.3.pdfREFLEKSI MANDIRI_Prakarsa Perubahan BAGJA Modul 1.3.pdf
REFLEKSI MANDIRI_Prakarsa Perubahan BAGJA Modul 1.3.pdf
 
LATAR BELAKANG JURNAL DIALOGIS REFLEKTIF.ppt
LATAR BELAKANG JURNAL DIALOGIS REFLEKTIF.pptLATAR BELAKANG JURNAL DIALOGIS REFLEKTIF.ppt
LATAR BELAKANG JURNAL DIALOGIS REFLEKTIF.ppt
 
Integrasi nasional dalam bingkai bhinneka tunggal ika
Integrasi nasional dalam bingkai bhinneka tunggal ikaIntegrasi nasional dalam bingkai bhinneka tunggal ika
Integrasi nasional dalam bingkai bhinneka tunggal ika
 
PELAKSANAAN + Link2 Materi BimTek _PTK 007 Rev-5 Thn 2023 (PENGADAAN) & Perhi...
PELAKSANAAN + Link2 Materi BimTek _PTK 007 Rev-5 Thn 2023 (PENGADAAN) & Perhi...PELAKSANAAN + Link2 Materi BimTek _PTK 007 Rev-5 Thn 2023 (PENGADAAN) & Perhi...
PELAKSANAAN + Link2 Materi BimTek _PTK 007 Rev-5 Thn 2023 (PENGADAAN) & Perhi...
 
Keterampilan menyimak kelas bawah tugas UT
Keterampilan menyimak kelas bawah tugas UTKeterampilan menyimak kelas bawah tugas UT
Keterampilan menyimak kelas bawah tugas UT
 
2 KISI-KISI Ujian Sekolah Dasar mata pelajaranPPKn 2024.pdf
2 KISI-KISI Ujian Sekolah Dasar  mata pelajaranPPKn 2024.pdf2 KISI-KISI Ujian Sekolah Dasar  mata pelajaranPPKn 2024.pdf
2 KISI-KISI Ujian Sekolah Dasar mata pelajaranPPKn 2024.pdf
 
Perumusan Visi dan Prakarsa Perubahan.pptx
Perumusan Visi dan Prakarsa Perubahan.pptxPerumusan Visi dan Prakarsa Perubahan.pptx
Perumusan Visi dan Prakarsa Perubahan.pptx
 

Kosakata dalam Bahasa Indonesia Hanifah ICP '12 STAIN Salatiga

  • 1.
  • 2. Berlapang Dada (Republika. Jum’at, 13 Desember 2013) Oleh Hanifah Risti Aini (KKI 111-12-059) Program Khusus Kelas Internasional Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Salatiga 2014
  • 3.    Pemantapan tauhid sebagai pondasi utama kelapangan dada. Ketahuilah, kata cendekiawan Muslim Dr. „Aidl al-Qarni dalam bukunya yang bertajuk Asbab Insyirah as-Shadr, di balik kesulitan terdapat kemudahan. Tak cuma satu kelonggaran, dua, tiga, bahkan tak terhingga. Kerap kali berita gembira itu datang di luar nalar dan daya manusia. Dan, yakinlah di belakang setumpuk masalah yang mengimpit, Sang Khalik telah menyiapkan jalan keluar yang melapangkan dada. Perhatikan apa yang dilakukan Nabi Musa AS ketika Allah SWT mengutusnya berdakwah ke Firaun yang lalim, tutur alQarni. Misi itu tak membuat saudara Nabi Harun tersebut gentar. Musa melaksanakan tugas tersebut, lalu berdoa : “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku.” (QS Thaha[20]: 35). Allah pun brjanji kepada Rasulullah SAW akan senantiasa melapangkan dada dan menguatkan hati Rasul dalam mengemban misi kenabian dan kerasulan. Sadar akan risiko dan besarny tanggung jawab, Rasul bertekad menguatkan hati. “Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?” (Al Insyirah [94]: 1).
  • 4. Sejarah mengisahkan secara gamblang lika-liku perjuangan Rasul, baik di Makkah ataupun Madinah. Di fase pertama dakwh, berbagai cobaan dan rintangan menghadang. Keluarga dan sahabatnya diintimidasi, beberapa diantaranya dibunuh. Rasul pun terusir dari tempat kelahirannya, Makkah.  Begitulah, jika Anda, kata penulis buku terlaris La Tahzan itu, menghadapi suatu persoalan maka mengadu dan pergilah ke pihak yang berkompeten. Baju anada robek, jahitlah ke tukang jahit.  Bila elektronik tak berfungsi, perbaikilah ke ahli reparasi. Tetapi, bila hati anda yang bermasalah mintalah pertolongan pada Sang Pemilik hati, Allah SWT. “Barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memeberi petunjuk kepada hatinya.” (QS at-Taghabun [64]: 11). 
  • 5.     Inilah poin utama, kata al-Qarni, yanag menjadi faktor mendasar kelapangan hati, yaitu tauhid. Mengesakan Allah SWT dalam keyakinan dan perbuatan. Dia yang paling berhak disembah dan kepada-Nya lah umat manusia meminta. Pemberi hidayah, rezeki, dan kesembuhan bagi mereka yang sakit. Tauhid yang sama, sebut Ibnu Abbas, seperti dinukilkan di Sahih al-Bukhari yang ditekankan Nabi Ibrahim AS sewaktu dilemparkan ke kobaran api. Ibrahim berkata, “Hasbunallah wani’ma al-wakil (cukuplah Allah sebagai penolong dan penyelamat).” Api yang semula panas membara seketika menjelma bak salju nan dingin seizin Allah. Bertauhid tidak hanya sekadar di lisan. Mesti ditopang dengan pengesaan-Nya ditiap tindakan, ucapan dan sikap. Ingin lapang dada, teteapi perilaku mencerminkan tauhid. Kerap berdusta, berbuat lalim, mengambil hak orang lain. Bukannya lapang dada yang diterima, malah kesedihan dan kesusahan yang akan datang. Faktor kedua, kata al-Qarni, bergaullah dengan orang-orang saleh. Saat berkumpul, mereka akan mengingat Allah. Ini berbeda dengan kebiasaan kalangan fasik. Perkumpulan yang kerap mereka langsungkan kerap melalaikan-Nya. “Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah. Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS al-Ahzab [33]: 35).
  • 6.     Berzikir, mengingat Allah dalam situasi dan kondisi apa pun, membawa ketenangan batin dan ketentraman jiwa. Bahkan, akan membuat hati bergetar hingga tak kuasa bertindak secuil maksiat apa pun. Lihatlah, sewaktu Umar bin Khatab mendengar surah asShaffat ayat 26, ia berdiri lalu membuang tongkatnya dan berbaring di atas tanah. Sang Khalifah pu lantas diangkat ke rumahnya dan tetap dalam kondisi terbaring, sampai sakit sebulan efek meresapi ayat di atas. Ketiga, papar al-Qarni, terima ketetapan dan takdir Allah SWT. Apa pun masalah yang anda hadapi bukan untuk memojokkan atau menyudutkan Anda. Dan kesalahan yang anda lakukan, bukan berarti anda telah terjatuh seratus persen. Seberapa pun banyaknya harta yang Anda sedekahkan, jika ingkar terhadap qadha dan qadar maka hanya akan sia-sia. Dan ketahuilah, pemicu lapangnya dada Anda ditentukan pada sejauh mana Anda percaya terhadap keputusan dan ketetapan Allah. “Sesungguhnya, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.” (QS al-Qamar [54]: 49).
  • 7.    Rasulullah pernah menegaskan, selama aktivitas dan jalan yang dilalui benar dan bermanfaat maka janagn lupa untuk meminta pertolongan kepada Allah. Hindari berandai-andai, yakni mengatakan, “Seandainya aku lakukan demikian pasti semua ini tak akan terjadi.” Tetapi, titah Rasul, katakanlah, “Apa yang Allah tetapkan dan kehendaki, maka terjadilah.” Perhatikan ketegaran seorang pakar fikih generasi salaf, Urwah bin Zubair. Penyakit aneh yang menyerang kaki hingga paha, memaksanya untuk mengamputasi kakinya tersebut tanpa bantuan dokter atau alat bedah canggih seperti sekarang. Kerabatnya menawarinya minum khamar, pengganti bius. Ia menolak. “Tidak. Tidak sama sekali, aku tak ingin kehilangan rezeki akal pemberian-Nya,” kata dia. Urwah meminta kakinya tersebut diamputasi sewaktu shalat. Dia berjanji tidak akanmerasakan apa pun. Permintaan itu dikabulkan. Urwah pingsan tak sadarkan diri hingga empat jam. Usai sadar, tetap bersyukur kepada Allah. “Alhamdulillah, sebelum dan sesudah,” kata Urwah.
  • 8.      Tak selang berapa lama, kabar duka ia terima. Anak tercintanya meninggal akibat tertabrak rombongan Khalifah Walid bin Abd alMalik. Ujian beruntun, setelah kehilangan sebelah kaki, buah hatinya wafat. Apakah Urwah terpuruk? Sama sekali tidak. Ia malah berkata, “Bagi-Mu puji jika Engkau meridhai d an bagimu puji setelah ridha. Satu orang anak engkau ambil, Engaku berikan empat anak, satu anggota tubuh Engkau ambil, engkau anugerahkan empat anggota tubuh.” Keempat, imbuh al-Qarni, bersikaplah qanaah, menerima apa pun yang Allah anugerahkan kepada Anda, apa dan berapapun kadarnya. Salman al-Farisi meninggal dunia dengan membawa surban sambil tertawa, ia hidup dalam kekurangan dan kesederhanaan. Namun Salman terima nikmat apa pun dari-Nya. Bandingkan dengan Qarun, ia terlaknat akibat kerakusan terhadap harta. Firaun dann Abu Jahal, potret sosok yang taak akan pangkat dan jabatan. “Seperti apa akhir mereka?” cetus al-Qarni. Demikianlah, imbuh al-Qarni, di antara faktor pemicu kelapangan dada. Ada banyak cara, tetapi keempat langkah itu paling utama. Dan, jangan lupa iringi dengan membaca Alquran. Sebab, Alquran akan menjadi penolong bagi para pembacanya.
  • 9. 5 LEKSIKAL Word : hati, sabar, sulit, mudah, manusia, kuat, tekad,cobaan, masalah, rintangan.  Polyword : jalan keluar, tanggung jawab, panas membara.  Collocation : kerap kali, setumpuk masalah, lapang dada, berita gembira, sang khalik, meninggal dunia, anggota tubuh, kobaran api, mengemban misi, daya manusia.  Semi Fixed Exspression : menjelma bak salju nan dingin, seandainya aku lakukan demikian pasti semua ini tidak akan terjadi.  Fixed Expression : lika-liku, datang pergi, silih berganti. 
  • 10. READING COMPREHENSION 1. 2. 3. 4. 5. Jawablah pertanyaan-pertanyaaan di bawah ini dengan teliti! Bagiamana cara Rasulullah SAW dalam mencontohkan sikap berlapang dada? Apa faktor utama kelapangan hati menurut alQarni? Apa makna tauhid berdasarkan paparan dalam artikel di atas? Bagaimana cara bertauhid berdasarkan penjelasan artikel di atas? Menurut perspefktif anda, bagaimana cara kita berlapang dada ketkamenghadapi suatu masalah?
  • 11. CONVERSATION Pada suatu pagi, ada dua orang mahasiswa sedang berbincang tentang sebuah artikel yang dimuat di koran Republika yang terbit hari ini. Raihan dan Akmal. Namun agaknya ada yang berbeda dengan Akmal. Ia sesekali menganggukkan kepalanya pertanda memahami betul isi artikel tersebut. Raihan : Serius sekali wajahmu. Apa yang lagi kamu baca? Akmal : Artikel bagus tentang ……1 Raihan : Wah, topik yang cukup menarik. Coba saya lihat. (Mengulurkan kepada Akmal) Akmal : Di situ, al-Qarni menjelaskan ada 2 …. poin yang harus dilakukan ketika seseorang ingin menjadikan 3…. Dada. Raihan : Apa itu? Akmal : Pertama 4……Kedua 5….. Ketiga 6…. Raihan : Tapi kenapa dalam prakteknya begitu sulit? Akmal : Masih ingat dengan kisah Nabi Musa AS yang 7…….. Juga sahabat Urwah yang mengamputasi kakinya tanpa bantuan dokter. Begitu luar biasa, kita seharusnya juga bisa menghadapi 8….. dengan 9…… Raihan : Ya, setiap 10….. pasti akan ada 11….. Akmal : Asal kita mau 12…… Kedua sahabat tersebut kemudian tertawa bersama.
  • 12. WRITTING 1. Carilah padanan kata dari kata di bawah ini  Cobaan  Pondasi 2. Urutkan kalimat di bawah ini sehingga menjadi paragraf yang baku. a. Bukannya lapang dada yang diterima, malah kesedihan dan kesusahan yang akan datang. b. Ingin lapang dada, tetapi perilaku tidak mencerminkan tauhid. c. Kerap berdusta, berbuat lalim, mengambil hak orang lain. d. Mesti ditopang dengan pengesaan-Nya di tiap tindakan, ucapan dan sikap. e. Bertauhid tidak sekedar di lisan.
  • 13. 1. 2. 3. 4. 5. Bagaimana Rasulullah SAW menghadapi cobaan ketika berdakwah. Seberat apapun, Rasulullah berusaha mnguatkan hati. Faktor utama kelapangan hati menurut al-Qarni adalah tauhid. Tauhid adalah mengesakan Allah dalam keyakinan dan perbuatan. Bertauhid tidak hanya sekedar di lisan, harus ditopang dengan pengesaan-Nya di tiap tindakan, ucapan daan sikap. Dengan bersabar. Dan percaya bahwa setiap kesulitan dan kelonggaran. KUNCI JAWABAN
  • 14. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Berlapang dada Tiga Berlapang Tauhid Berkumpul dengan orang saleh Menerima ketetapan dan takdir Allah Diutus Allah untuk berdakwah kepada Fir‟aun yang lalim Cobaan Bersabar Kesulitan Kemudahan Bersabar
  • 15. 1. ujian dasar 2. Bertauhid tidak sekedar di lisan. Mesti ditopang dengan pengesaan-Nya di tiap tindakan, ucapan dan sikap. Ingin lapang dada, tetapi perilaku tidak mencerminkan tauhid. Kerap berdusta, berbuat lalim, mengambil hak orang lain. Kerap berdusta, berbuat lalim, mengambil hak orang lain.